Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

Analisa Telepon: Tommy tak Pernah Tinggalkan Jakarta

5 views
Skip to first unread message

Gosip Politik

unread,
Sep 25, 2001, 4:14:11 AM9/25/01
to
_________________________________________________________________
Win US$10,000 -- Win Big-BiG-BIG Prizes @ www.SEKALIGUS.com
ŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻŻ

Analisa Telepon: Tommy tak Pernah Tinggalkan Jakarta

25 Sep 01 09:20 WIB
(Astaga.com)

Buronan kakap Tommy Soeharto sebenarnya tak pernah meninggalkan Jakarta.
Setidaknya begitu analisa pakar multimedia dari Universitas Gadjah Mada
(UGM) Yogyakarta, Roy Suryo, lewat kontak-kontak telepon yang dilakukan
Tommy dengan pihak keluarga Cendana dan para pengacaranya. Secara teknis,
melacak dan menangkap Tommy sangat mudah. Yang susah adalah faktor
nonteknisnya.

"Saya telah mempelajari pola dia selama Desember 2000 sampai Maret 2001
lalu. Ternyata Tommy hanya berkutat di Jakarta. Itu adalah hasil dari
pantauan komunikasi dia lewat handphone. Ia tidak pernah pergi dari Jakarta.
Dan saya yakin, ketika ada kabar ia akan menyerahkan diri setelah
menghubungi pengacaranya Elza Syarif pada 13 September lalu, ia berada di
Jakarta," ujar Roy, kepada Astaga!com Senin (24/9) sore.

Dari data yang diperoleh Roy Suryo dari hasil penyelidikannya ketika ia
masih berada dalam tim pencari Tommy bersama Mabes Polri, ada nama-nama yang
selalu berhubungan dengan Tommy, baik itu lewat pembicaraan langsung maupun
lewat voice mail. Nama-nama itu adalah Ferry, Deddy Yusuf, Agus Dias, Dion
Hardy, Elsye Maria, dll. Dan mereka adalah orang-orang yang tinggal di
Jakarta dan dihubungi Tommy dari Jakarta pula.

"Tommy pasti tidak akan meninggalkan pola itu. Saya memang punya nama-nama
yang lainnya lagi. Tapi tidak etis jika saya sebutkan karena akan mendahului
polisi. Saya dulu sempat gregetan ketika nama-nama dan pola kerja hubungan
Tommy hasil dari penyelidikan tim kami itu tiba-tiba dibocorkan oleh salah
satu anggota tim ke media," katanya.

Melacak Tommy

Soal hubungan telepon Tommy dengan Elza Syarif yang akan melakukan negosiasi
soal jaminan keamanan dari polisi saat penyerahan diri, menurut Roy, mudah
saja dilacak di mana keberadaan Tommy.

"Bila Tommy menelpon, kemudian diterima pengacaranya, nomor Tommy maupun
nomor pengacaranya itu bisa didapatkan di interkoneksi. Dalam interprovider
itu akan diketahui nomor telepon itu dipakai dari daerah mana. Nomor itu
pasti tercatat karena untuk keperluan billing. Jadi mudah sekali untuk
melacaknya. Sekarang tinggal kemauan baik dari polisi, mau dan berani
menangkap tidak," tutur Roy lagi.

Menurut satu dari sedikit pakar komunikasi ini, secara teknis sebetulnya
sangat mudah mengetahui keberadaan Tommy sekaligus menangkapnya. Mungkin
saja Tommy berpindah-pindah tempat, tapi tidak akan jauh dari tempatnya
semula. Mungkin pindah hanya beberapa blok saja.

"Tommy lebih suka tinggal di Jakarta karena di sana ia punya segalanya. Ia
punya kekuasaan di Jakarta. Jika lari ke luar negeri, ia akan kehilangan
segalanya, itu jelas merugikan dia," menurut Roy.

Ditambahkan, hambatan terbesar penangkapan Tommy justru terletak pada segi
nonteknisnya. Roy melihat aparat kepolisian belum kompak. Ada yang memang
berniat dengan sungguh-sungguh menangkap, namun ada pula yang tidak begitu
bersemangat, bahkan ada pula yang malah menjegal upaya penangkapan itu.[gp]


0 new messages