Gerakan Lembaga Kerasulan ini banyak juga berkembang di Indonesia terutama di kota-kota besar. Anggota Gerakan Lembaga Kerasulan ini mempunyai disiplin yang tinggi. Mereka mengaji biasanya tengah malam. Paling cepat pengajiannya dimulai jam 11 malam, dikala orang lain sudah tidur.
Ketaatan mereka pada imam (pimpinannya) luar biasa. Apa saja perintah imam wajib dipatuhi. Mereka berpaham bahwa Rasul itu diutus sampai hari kiamat. Rasul itu personnya. Oleh sebab itu harus ada lembaganya untuk mengatur segala urusan serta persoalan. Sama dengan seorang Menteri harus ada Departemennya. Tidak ada seorang Menteri yang tidak mempunyai Departemen. Walaupun Menterinya sering berganti tetapi Departemennya tetap ada dan jalan. Kalau Menterinya mati atau berhenti atau diganti, pasti ada Menteri baru yang akan menggantinya. Begitu juga Rasul ada Departemen atau Lembaganya. Maka mereka membikin gerakan Lembaga Kerasulan. Seorang Rasul meninggal harus harus ada Rasul baru yang akan menggantinya untuk mengatur lembaga tersebut. Rasul baru tersebut itulah imam mereka. Maka mereka berkeyakinan, taat pada imam sama dengan taat pada Rasul. Kalau tidak taat pada imam berarti dosa serta durhaka besar.
Gerakan ini ingin mendirikan Negara Islam Indonesia versi mereka. Tokohnya: Aceng Syaifudin.
Pokok-Pokok Ajarannya
1. Rasul tetap diutus sampai hari kiamat.
2. Wajib bai’at serta taat pada imam.
3. Dosa bisa ditebus dengan uang kepada imam. Besar kecilnya uang tebusan tersebut tergantung kepada besar kecilnya dosa yang telah dilakukan. Yang berhak menentukan uang tebusan itu sang imam.
4. Di luar kelompok mereka adalah kafir.
5. Perkawinan harus di hadapan imam mereka dan diakadkan oleh imam mereka dan orang tua tidak perlu diberitahu.
6. Membagi periode Makkah dan Madinah. Sekarang masih periode Makkah dan belum wajib shalat, puasa, haji serta belum diharamkan minuman yang memabukkan seperti khamar dll-nya.
7. Mengaji harus kepada imam dan sangat selektif terhadap kehadiran orang lain.
Sumber: Buku “Aliran dan Paham Sesat di Indonesia”, Hartono Ahmad Jaiz, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta, Februari 2002.
--
_______________________________________________
Download the free Opera browser at http://www.opera.com/
Free OperaMail at http://www.operamail.com/
Powered by Outblaze