Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

Profil Orang Sukses - 3

0 views
Skip to first unread message

Dokter_Cinta

unread,
Mar 22, 2008, 1:29:39 AM3/22/08
to
COMES-Al-Syahid Ahmad Rajab Iwadl lahir pada tanggal 2 Pebruari 1976
di kampong al-Zaitun sebelah timur kota Gaza. Mengenyam pendidikan di
sekolah dasar milik Lembaga Internasional untuk pengungsi Palestina
(UNRWA).

Setelah tamat di sekolah dasar al-Zaitun dengan nilai sangat baik
(8,01-8,99) kemudian ia melanjutkan pendidikanya di sekolah menengah
pertama dan umum al-Syajaeyah. Selesai di Syajaeyah kemudian al-Syahid
melanjutkan studinya di Universitas Islam jurusan Biologi. Selain
tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Islam di Gaza ia juga aktif
di organisasi faksi Islam pada Universitas tersebut .

Setelah ia keluar dari Universitas Islam, ia bekerja sebagai pembantu
administrasi di Kejaksaan Tinggi Palestina. Karirnya terus menanjak
hingga menjabat direktur umum, mengingat dedikasi dan kemampunya dalam
bidang tersebut. Bahkan menurut informasi yang bisa dipercaya, Menlu
Mahmud Zehar telah menunjuk al-Syahid sebagai direktur umum di
departemennya. Sebelumnya al-Syahid juga menjabat sebagai direktur
umum kepresidenan, sebelum Hamas menjadi pemimpin di Palestina.

Peristiwa ini hanya beberapa pecan sebelum pesawat Israel membombardir
mobil yang ditumpanginya bersama saudara seperjuanganya pada hari Ahad
8 Nopember 2006.

Semua orang tersentak, bahwa suami dari putri menlu Palestina Dr.
Mahmud Zehar adalah seorang arsitek militer di brigade Al-Qossam,
sayap militer gerakan perlawanan Hamas.

Status Sosial

Al-Sayhid adalah suami dari putri Menlu Palestina, Mahmud Zehar.
Dikaruniai dua orang putra masing-masing Muadz baru berumur satu
setengah tahun dan Rajab yang baru berumur empat bulan.

Ketika Al-Syahid datang ke rumah Zehar untuk meminang putrinya, Zehar
menanyakan dahulu pada putrinya, apakah ananda mau terima bila
kehidupan ananda dimasa yang akan datang penuh dengan bahaya karena
selalu diincar oleh Israel seperti keadaan sekarang ?.

Aktivitas Dakwah

Al-Syahid sebagai penanggung jawab sejumlah aksi massa, seperti aksi
di Masjid Shalahuddin masjid terbesar di Gaza yang paling banyak
melahirkan kader-kader intifadhah pertama dan kedua. Ia juga sempat
menjadi pimpinan di dalam organisasi kemasjidan tersebut sebelum ia
melanjutkan kuliahnya di Universitas Islam Gaza. Saat itu ia tahu
bahwa ia harus merahasiahkan betul identitasnya dalam wadah kegiatan
yang penuh resiko. Apalagi untu memangku sebagai pimpinan organisasi
tersebut.

Pada awal- awal tahun di Universitas Islam Gaza ia bergabung dengan
kelompok Ikwanul Muslimin. Padahal ia baru menginjak di usianya yang
ke 18 tahun. Karena salah satu persyaratan ikut organisasi IM bila
umurnya sudah mencapai 18 tahun. Namun karena wawasanya dan
kemampuanya ia diterima menjadi anggota IM walau dengan syarat umur
minimal.

Bergabung Dengan Al-Qossam

Al-Syahid bergabung dengan kelompok Izzuddin Al-Qossam pada awal tahun
2000. Pada saat awal terbentuknya Brigade Al-Qossam, setelah mendapat
berbagai gempuran dari dinas keamanan pemerintahan. Peristiwa tersebut
sebelum meletusnya intifadhah kedua.

Namun namanya tidak tercantum di dalam jajaran pimpinan brigade Al-
Qossam, tetapi masuk dalam jajaran para konseptor dan insinyur pembuat
bom pada awal tahun 2001, namun itu baru awal, masih jauh dari
tujuan.

Pengembangan alat-alat perang

Al-Syahid merupakan profil muslim yang cerdas, innovator, punya ekses
besar dalam perkembangan bom yahudi dari sekedar meledak hingga yang
berbentuk elektronik seperti sekarang, yang bisa diledakan secara
otomatis seperti yang pernah dilakukan oleh saudara seperjuanganya Al-
Syahid Ahmad Musytaha.

Setelah beberapa bulan kemudian ia berpindah ke bagian pengembangan
roket al-Qossam menyusul penciptanya Al-Syahid Komandan Nidhal Farhat
yang berhasil membuat roket jenis baru yang dinamakan roket Qossam. Al-
Syahid Ahmad berkerja denganya dan berhasil mengembangkan roket yang
diberinama Qossam 1 yang mampu membawa hulu ledak setara dengan 1 kg
TNT yang mampu meluluhlantakan satu wilayah dalam radius satu kilo
meter.

Setelah Komandan Nidhal Farhat syahid sebagai pencipta roket Qossam
serta pembuatnya Muhammad Salami maka bidang pengembangan roket
dimpimn oleh Mujahid Tito Mas'ud dan wakilnya al-Syahid Suhail Abu
Nahl keduanya kemudian menjadi tawanan Israel pada tahun 96 an bersama
sejumlah anggota lainya, seperti Ahmad Iwadl, Mufid Bal, Shabir Abu
Ashi dan Akram Nasher, Mahdi Musytaha yang kemudian mereka meninggal
syahid.

Menyusul syahidnya Tito Mas'ud dan wakilnya Suhail Abu Nehel di
perkampungan Syajaeyah, maka kepemimpinan beralih kepada komandan
syahid Mahdi Musytaha dan menjadikan Ahmad Iwadl sebagai wakilnya
sebagai ketua pengembangan dan perancang roket-roket Qossam.

Kemudian setelah Mahdi Musytaha meninggal syahid, maka ketua
pengembangan dan pembuatan Qossam beralih kepada Ahmad Iwadl.

Maka mulailah Ahmad Iwadl atau dikenal dengan nama Abu Muadz menyusun
program pengembangan serta merekrut sejumlah mujahid yang mempunyai
bakat inovasi dan berhasil mengembangkan qossam hingga menjangkau 7 km
dengan hulu ledaknya bisa menjangkau 5 km. Saat ini tim Qossam
berhasil mengembangkan roketnya yang dapat menjangkau 12 km dengan
hulu ledak beradius 8-10 Km. tim Al-Qossam merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari brigade Izzudin Al-Qossam.

Yang berhasil mengembangkan roket Qossam seperti saat ini adalah, al-
Syahid Ahmad Iwadh Abu Mu'adz. Ia berhasil mengembangkan roket ini
dalam waktu kurang dari 5 tahun.

Beberapa sumber menyatakan, bila Ahmad Iwadl tidak bergabung dalam
sejumlah operasi militer, karena ia konsen dalam masalah pengembangan
roket. Maka tak heran bila pembawaannya penuh rahasia, tenang dan jauh
dari pusat perhatian massa.

Keadaan ini terus berlangsung hingga saat pembunuhannya. Namun tatkala
para penjagaan keamanan tertangkap oleh pemerintah Israel terkait
aksinya menyerang permukiman Sederot termasuk yang ditangkap saat itu,
keturunan Nidhal Farhat, seorang mujahid ke tiga, maka tekuaklah bahwa
Ahmad Iwadl bekerja dibidang pengembangan roket, namun tidak diketahui
dimana tinggalnya. Kecuali beberapa saat sebelum penembakan terhadap
mobil yang ditumpanginya.

Kesyahidanya

Pada hari Rabu tanggal 17 Syawal 1427 H atau bertepatan dengan tanggal
8 Nopember 2006, Al-Syahid menemui Tuhanya, bersamanya seorang mujahid
Al-Qossam Ramzi Yusuf Suhaiber (36 tahun). Keduanya meninggal digempur
rudal Israel yang ditembakan dari pesawat pengintai mereka di Jalan
Ahmad Yasin kampong Al-Zaitun Kota Gaza.

Brigade Izzuddin mengumumkan kesyahidanya serta mengangkat kedua
jenazah tersebut seraya berjanji akan terus melanjutkan perjuangan
kedua mujahid ini, hingga menjemput salah satu dari dua kebaikan,
"Hidup Mulia Atau Mati Syahid"

Ahmad Iwadh bukanlah mujahid biasa, tetapi beliau termasuk kepada
jajaran pejuang pengukir sejarah. Apakah ada saat ini seorang pejuang
yang dengan pengorbananya kecerdasanya serta keuletanya mampu
memberikan semangat kepada para mujahid lainya dalam rangka membela
hak-hak mereka merebut kemerdekaaan dari tangan penjajah yahudi
laknautllah dan dapat menggetarkan musuh-musuh (Israel) dengan roket
buatanya.

Apakah ada seorang mujahid yang tidak pernah kelihatan bahkan ia
berjuangan dengan diam. Tiba-tiba semua orang terhenyak dengan
keberadaanya dan dengan jajak kepahlawananya yang mulia.

Semoga Allah merahmatimu wahai Abu Mua'adz serta menerima amal jihadmu
dan mengumpulkanmu bersama para syuhada, para nabi, para Sadiqin dan
orang-orang shaleh lainya. Serta mudah-mudahan Allah mengaruniakan
kesabaran kepada keluarga, saudara seperjuangan dan setiap orang yang
mencintaimu. Mudah-mudahan Allah memuliakanmu dengan syafa'at dan
menaungimu pada saat tidak ada nauangan kecuali nauangan Allah.

0 new messages