gimana kalau gue bilang, pemuda-pemuda jihad Islam yang terbunuh ketika
jotosan dibilang " kehendak rahmat Allah"?
.....nggak usah bawa-bawa nama demit/tuhan/allah/dondoruwo, lah orang
mati sia-sia karena pertengkaran SARA koq...
tapi menurut gue...terusin aja berantemnya,
biar yang pada doyan berantem saling bunuh, lalu Indonesia mungkin bakal
rada tenang.
zUlFaN K wrote:
>
> Soal Kapal Pengungsi Duma Penumpangnya 476 Orang Lenyap
>
> http://www.koridor.com/artikel.php3?in_no=4850
> koridor.com [30 Jun, 21:18]
> Nasib Kapal Motor (KM) Cahaya Bahari, yang mengangkut 476 pengungsi
> korban kerusuhan dari Duma, Maluku, belum jelas. Diduga tenggelam di
> perairan laut perbatasan Indonesia Philippina, dengan tujuan Menado,
> Sulawesi.
http://www.koridor.com/artikel.php3?in_no=4850
koridor.com [30 Jun, 21:18]
Nasib Kapal Motor (KM) Cahaya Bahari, yang mengangkut 476 pengungsi
korban kerusuhan dari Duma, Maluku, belum jelas. Diduga tenggelam di
perairan laut perbatasan Indonesia Philippina, dengan tujuan Menado,
Sulawesi.
Menurut Humas Departemen Perhubungan Jakarta, Jumat (30/6), upaya
pencarian terhadap kapal milik PT Lintas Samudera Pertiwi, telah
dilakukan sejak Kamis (29/60.
Kanwil Perhubungan Maluku menyebutkan, KM Cahaya Bahari diberangkatkan
dari Tobelo pada tanggal 28 Juni pukul 13.00 WIT (Waktu Indonesia
Timur). Penumpang terdaftar, sebanyak 186 orang dan penumpang yang tidak
terdaftar 290 orang, ditambah muatan kopra, 35 ton.
Pihak Syahbandar Tobelo, hanya memberi dispensasi 225 orang. Namun
karena isu akan ada penyerangan besar-besaran di Halmahera, maka korban
kerusuhan memaksa dan mengancam Syahbandar, mengijinkan mereka berangkat
dengan kapal tersebut.
Sesuai pemantauan radio pantai Adpel (Administrator Pelabuhan) Menado,
Kamis (29/6), Pukul 13:10 WIT, kapal tersebut mengalami kebocoran, lalu
miring dan diperkirakan tenggelam. Apalagi sempat terpantau, kondisi
cuaca yang sangat buruk.
Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui posisi tepat KM Cahaya
Bahari. Tim SAR (Search And Recue) dari Menado, mengerahkan KM Karya
Baru, KM Oceania II dan KM Oceania III di tambah personil KPLP, dan
Polisi Air.
Tim SAR, juga mendapat dukungan bantuan dari Danlanal (Komandan
Pangkalan TNI Angkatan Laut) Bitung, yang mengarahkan KRI Nusa Utara,
KRI Lambung Mangkurat, KRI Multatuli dn KRI Singa.
Pihak SAR Menado, juga telah mengumumkan kepada semua kapal yang
melintasi jalur Ternate-Bitung, apabila menemukan posisi kapal tersebut
atau korban agar segera menghubungi ke Tim SAR atau stasiun radio pantai
terdekat. Tetapi, belum ada perkembangan berarti, yang dihasilkan Tim
SAR. (lia / ds)
http://www.smh.com.au/news/0007/01/world/world04.html
Refugees among 500 feared lost at sea
Malukunese carry the corpse of a shooting victim in Ambon, where at
least 71 people have been killed in recent days.Photo by AFP
Jakarta: Christian refugees fleeing a religious war in the Maluku
islands were among hundreds of people missing and feared dead after an
overcrowded ferry sank in rough seas.
Indonesian warships began their search yesterday, but officials say
hopes of finding anyone alive are fading.
The ferry was built to hold 200 passengers but about 500 are believed to
have squeezed in after hundreds of Christians fought their way aboard at
the island of Halmahera, scene of bloody fighting between Christians and
Muslims this month.
Islanders said the ferry was also carrying 30 wounded Christians being
transferred to hospitals in neighbouring Sulawesi.
An official in the north Sulawesi capital of Manado said three warships
and one search-and-rescue ship were looking for the passengers.
There were about 198 passengers and crew on top of about 290 refugees on
the ferry headed from Halmahera to Sulawesi. Most of those on the ferry
were Christians.
"Those passengers boarding the ship are from Duma, Galela. This is a red
[Christian] area," an official at a Christian information centre in
Halmahera said.
An official from a Muslim command post in northern Halmahera said there
were no Muslims aboard.
The ship sank on Thursday about 40 nautical miles off the northern coast
of Sulawesi, 2,200 kilometres north-east of Jakarta.
A sprawling archipelago of thousands of islands, Indonesia is linked by
a network of ferries, many of which are poorly maintained and regularly
carry far more than their legal load. Disasters are common.
Halmahera lies in the north of the Maluku islands, where thousands of
people have been slaughtered in a religious war.
In the latest outbreak of violence, at least 170 people were killed in
two weeks of fighting on Halmahera and the main island of Ambon.
Indonesia declared a civil emergency in the Malukus on Monday. A civil
emergency is one level down from martial law, but has little effect on
the ground because many of the measures it allows, such as
house-to-house searches, are already being done.
Sniper fire and bomb blasts yesterday continued to shake Ambon, the
capital city, but fighting between Muslims and Christians abated as the
state of emergency took hold.
Frightened residents took shelter in abandoned homes and makeshift camps
while hundreds of soldiers patrolled battle-scarred streets.
"We're praying that it is all over," said Erik Mahale, a local
journalist. "Everything was quiet through the night except for a few
explosions and rifle fire."
At least 71 people have been killed in Ambon over the past 10 days.
President Abdurrahman Wahid has accused Islamic vigilantes from
elsewhere in Indonesia of whipping up the violence. The Islamic fighters
say they are only standing up for the rights of Muslims who face attacks
by Christians.
Muslims make up about 90per cent of Indonesia's 210million people, but
Christians are in the majority in many parts of the Malukus.
Associated Press and agencies
[
zUlFaN K <zul...@iname.com> wrote in message
news:395D0F50...@iname.com...
In article <395D3D3B...@hotmail.com>,
"K.ku" <addydo...@hotmail.com> wrote:
> nih orang bener-bener udah sakit, pengungsi menderita kecelakaan
> dibilang ditenggelamkan oleh Allah SWT.
>
> gimana kalau gue bilang, pemuda-pemuda jihad Islam yang terbunuh
ketika
> jotosan dibilang " kehendak rahmat Allah"?
>
> .....nggak usah bawa-bawa nama demit/tuhan/allah/dondoruwo, lah orang
> mati sia-sia karena pertengkaran SARA koq...
>
> tapi menurut gue...terusin aja berantemnya,
> biar yang pada doyan berantem saling bunuh, lalu Indonesia mungkin
bakal
> rada tenang.
>
> zUlFaN K wrote:
> >
> > Soal Kapal Pengungsi Duma Penumpangnya 476 Orang Lenyap
> >
> > http://www.koridor.com/artikel.php3?in_no=4850
> > koridor.com [30 Jun, 21:18]
> > Nasib Kapal Motor (KM) Cahaya Bahari, yang mengangkut 476 pengungsi
> > korban kerusuhan dari Duma, Maluku, belum jelas. Diduga tenggelam di
> > perairan laut perbatasan Indonesia Philippina, dengan tujuan Menado,
> > Sulawesi.
>
Sent via Deja.com http://www.deja.com/
Before you buy.