Saya jadi heran, apakah yang dikotbahkan para ulama setiap sholat
jum'at.
Sembayang 5 kali kok masih juga beringas dan mudah termakan emosi?
Apakah para penganutnya salah tafsir? Mengapa pula ada ajaran jihad?
BE AS OBJECTIVE AS POSSIBLE...
Anda mustinya tahu dong, siapa Saddam Husain itu? Dia itu besar dalam partai
BAATS partai KOMUNIS dukungan Russia. Teman2 saya Iraqis pernah berkata bahwa
banyak temannya yang harus masuk penjara CUMA KARENA AKTIF SHALAT SUBUH KE
MASJID. Berapa banyak umat Islam yang beropposisi dengan Saddam dibunuh dan
hilang entah kemana, sampai Amnesty International menyiarkannya di TV2 seluruh
dunia. Dia invasi Iran, Kuwait, dll. Apa Islam musti diBLAMED because of some
BAD GUYS like him??
Begitu juga dengan Afganistan-Taliban. Kita harus membedakan mana ajaran
Islam yang benar (Al Qur'an & Hadits) dengan cultural (Arab). Di sini datang
masalah INTERPRETASI setiap orang yang berbeda background. Ada yang adatnya
dan wataknya KERAS, ada yang EMOSIAN, maunya perang terus, ada yang kalem,
lembut, etc. It's nothing to do with the teaching of Islam itself.
What is my point? "Don't judge any faith based on its followers are doing but
by what it teaches the followers to do". Di Qur'an sudah jelas2 dikatakan
bahwa setiap orang2 beriman itu bersaudara dan harus hidup damai. Nah kalau
ada sesama Muslims saling bunuh apa Al Qur'annya yang disalahin? Yang jelas
orang2 yang saling bunuh itu, kan?
Sama halnya dengan Christians di England dan Ireland. Kedua2nya sama2
bersikeras bahwa mereka hold on THE TRUTH. Apakah saya harus menjudge
Christianity is a bad religion, because of these guys are killing each other?
Jesus in the Bible was never reported urging his followers to WAGE WAR
against each other. I hope you get my point.
-----------== Posted via Deja News, The Discussion Network ==----------
http://www.dejanews.com/ Search, Read, Discuss, or Start Your Own
tx
Panji Koming <panji...@netscape.net> wrote in article
<36601F...@netscape.net>...
jus...@for.all wrote in article <366226...@for.all>...
> prob...@hotmail.com wrote:
> >
> > BE AS OBJECTIVE AS POSSIBLE...
> >
> > Anda mustinya tahu dong, siapa Saddam Husain itu? Dia itu besar dalam
partai
> > BAATS partai KOMUNIS dukungan Russia. Teman2 saya Iraqis pernah berkata
bahwa
> > banyak temannya yang harus masuk penjara CUMA KARENA AKTIF SHALAT SUBUH
KE
> > MASJID. Berapa banyak umat Islam yang beropposisi dengan Saddam dibunuh
dan
> > hilang entah kemana, sampai Amnesty International menyiarkannya di TV2
seluruh
> > dunia. Dia invasi Iran, Kuwait, dll. Apa Islam musti diBLAMED because
of some
> > BAD GUYS like him??
>
> Bukan nge-BLAME, tapi itu suatu contoh dimana ISLAM dengan mudahnya
> dapat diperalat dan dipolitisir oleh seorang BAJINGAN untuk
> mendapatkan dukungan rakyat.
> Dengan mempolitisir ISLAM, Sadam Husain mendapatkan banyak dukungan
> dari rakyatnya, banyak sekali statement dari rakyatnya yang
> menyatakan siap JIHAD demi SADAM si BAJINGAN.
> Kalau di Indonesia, dengan meneriakkan kata2 "Allahu Akbar" sekelompok
> provokator dengan mudahnya dapat menghasut rakyat untuk berbuat anarki.
> Itu sekelumit contoh betapa rendahnya kwalitas (maaf) Islam.
> Jadi anda sebagai seorang muslim yang berpendidikan cukup tinggi
> (yang anda tunjukkan dengan bahasa Inggris anda yang cas cis cus)
> harusnya anda ikut merasa bertanggung jawab untuk meningkatkan kwalitas
> ISLAM, pertama agar tidak diperalat oleh para politisi dan para
> bajingan.
> Kedua agar umat Islam lebih arif dalam beragama alias tidak fanatik.
> Ketiga hapuslah slogan2 absurd seperti "Hanya takut kepada Allah, hanya
> taat kepada Allah", karena slogan2 seperti inilah yang membuat umat
> Islam menjadi bodoh dan mudah diperalat oleh para bajingan.
> Keempat .... (ada yang bisa menambahkan ?)
>
> > Begitu juga dengan Afganistan-Taliban. Kita harus membedakan mana
ajaran
> > Islam yang benar (Al Qur'an & Hadits) dengan cultural (Arab). Di sini
datang
> > masalah INTERPRETASI setiap orang yang berbeda background. Ada yang
adatnya
> > dan wataknya KERAS, ada yang EMOSIAN, maunya perang terus, ada yang
kalem,
> > lembut, etc. It's nothing to do with the teaching of Islam itself.
>
> Harusnya, kalau kwalitas Islam itu bagus, Islam harus bisa membentuk
> moral seseorang menjadi seorang yang bijaksana, bermoral tinggi dan
> tinggi rasa kemanusiannya, dan berwawasan universal.
> Yang sekarang saya lihat, Islam hanya bisa membentuk keegoan kolektif
> berlebihan yang hanya mementingkan kelompoknya saja.
>
> > What is my point? "Don't judge any faith based on its followers are
doing but
> > by what it teaches the followers to do". Di Qur'an sudah jelas2
dikatakan
> > bahwa setiap orang2 beriman itu bersaudara dan harus hidup damai. Nah
kalau
> > ada sesama Muslims saling bunuh apa Al Qur'annya yang disalahin? Yang
jelas
> > orang2 yang saling bunuh itu, kan?
>
> Mengapa anda hanya memberi contoh sesama Muslim yang saling bunuh ?
> Bagaimana dengan Muslim yang membunuh non-Muslim, kok tidak anda
> sebut2 ?
> Terus, anda menyebutkan bahwa setiap orang2 beriman itu bersaudara
> dan harus hidup damai, anda kok tidak mengatakan bagaimana dengan
> orang yang tidak seiman ? Justru hal inilah yang jadi masalah.
> Bukankah itu membuktikan bahwa Islam hanyalah alat untuk membentuk
> KEEGOAN KELOMPOK saja ?
>
> > Sama halnya dengan Christians di England dan Ireland. Kedua2nya sama2
> > bersikeras bahwa mereka hold on THE TRUTH. Apakah saya harus menjudge
> > Christianity is a bad religion, because of these guys are killing each
other?
> > Jesus in the Bible was never reported urging his followers to WAGE WAR
> > against each other. I hope you get my point.
>
> Selama pemikiran orang masih seperti pada jaman baheula, jaman
> dimana agama2 Allah itu diturunkan, dimana KEEGOAN kelompok
> dinomor satukan, menganggap bahwa hanya merekalah hold on THE
> TRUTH, maka AGAMA hanyalah membawa bencana untuk manusia,
> bukan membawa kebaikan untuk manusia.
> Yang membikin saya heran, golongan ekstrimist yang masih membawa
> pemikiran jaman baheula kok masih mendapatkan banyak dukungan,
> apakah hal ini disebabkan oleh karena tingkat kemiskinan yang
> masih tinggi sehingga mempengaruhi juga tingkat intelektualitas ?
> Ataukah karena sedari kecil mereka sudah dicuci otak, dijejali
> dengan doktrin2 agama, sehingga susah dihilangkan sampai kapanpun ?
jus...@for.all wrote in article <366226...@for.all>...
> prob...@hotmail.com wrote:
> >
> > BE AS OBJECTIVE AS POSSIBLE...
> >
> > Anda mustinya tahu dong, siapa Saddam Husain itu? Dia itu besar dalam
partai
> > BAATS partai KOMUNIS dukungan Russia. Teman2 saya Iraqis pernah berkata
bahwa
> > banyak temannya yang harus masuk penjara CUMA KARENA AKTIF SHALAT SUBUH
KE
> > MASJID. Berapa banyak umat Islam yang beropposisi dengan Saddam dibunuh
dan
> > hilang entah kemana, sampai Amnesty International menyiarkannya di TV2
seluruh
> > dunia. Dia invasi Iran, Kuwait, dll. Apa Islam musti diBLAMED because
of some
> > BAD GUYS like him??
>
> Bukan nge-BLAME, tapi itu suatu contoh dimana ISLAM dengan mudahnya
> dapat diperalat dan dipolitisir oleh seorang BAJINGAN untuk
> mendapatkan dukungan dan legitimasi dari rakyat.
> Dengan mempolitisir ISLAM, Sadam Husain mendapatkan banyak dukungan
> dari rakyatnya, banyak sekali statement dari rakyatnya yang
> menyatakan siap JIHAD demi SADAM si BAJINGAN.
> Kalau di Indonesia, dengan meneriakkan kata2 "Allahu Akbar" sekelompok
> provokator dengan mudahnya dapat menghasut rakyat untuk berbuat anarki.
> Itu sekelumit contoh betapa rendahnya kwalitas (maaf) Islam.
> Jadi anda sebagai seorang muslim yang berpendidikan cukup tinggi
> (yang anda tunjukkan dengan bahasa Inggris anda yang cas cis cus)
> harusnya anda ikut merasa bertanggung jawab untuk meningkatkan kwalitas
> ISLAM, pertama agar tidak diperalat oleh para politisi dan para
> bajingan.
> Kedua agar umat Islam lebih arif dalam beragama alias tidak fanatik.
> Ketiga hapuslah slogan2 absurd seperti "Hanya takut kepada Allah, hanya
> taat kepada Allah", karena slogan2 seperti inilah yang membuat umat
> Islam menjadi bodoh dan mudah diperalat oleh para bajingan dan para
> koruptor.
> Pemikiran2 Gus Dur adalah pemikiran dari seorang muslim yang
> berkwalitas, tapi bila anda anti kepada Gus Dur, cobalah anda
> baca tulisan2 dari Said Aqil Siradj, yang membawa angin segar
> terhadap pemahaman Islam yang lebih berkwalitas.
> ________________________________________________
>
> Rekan-rekan,
>
> Ini ada petikan wawancara dengan Dr. Said Aqil.
> Jika semua pemuka agama memiliki kapasitas dan kesejukan
> seperti beliau, bangsa ini pasti akan menjadi bangsa terbesar,
> terkuat dan paling sejahtera di dunia !
>
> Salam,
>
> -----------------------------------
>
> Katib Syuriah PB NU.Dr.Said Aqil Siradj:
> Teror Itu Kejahatan Politik
>
> detikcom, Jakarta--Kekerasan, sejak peristiwa 13-14 Mei lalu,
> disusul kasus Banyuwangi, Tragedi Semanggi, dan paling
> akhir bentrokan yang berkembang menjadi isu rasional
> yang pecah di Jakarta Minggu (22/11), seperti sudah menjadi
> wajah Indonesia dalam sisi lain.
> Kerusuhan itu menjadi trauma sekaligus teror terhadap
> masyarakat. Ada apa dibalik semua itu, berikut pandangan
> Katib Syuriah PB NU.Dr.Said Aqil Siradj, dalam wawancara
> khusus untuk detikcom dan harian Duta, Senin (23/11):
>
> Bagaimana kiai melihat berbagai aksi kerusuhan
> yang terjadi?
>
> Saya sungguh sangat prihatin dengan berbagai teror
> tersebut. Menurut saya, teror tersebut harus segera
> diakhiri, karena hanya mengganggu ketenangan dalam
> kehidupan masyarakat kita semua.
>
> Di mata Kiai, teror itu sasarannya apa?
>
> Saya kira teror-teror tersebut mempunyai sasaran dan
> target untuk mengacaukan kehidupan bangsa ini.
> Mereka tidak senang kalau kehidupan kita maju, aman
> dan tentram. Mereka berkepentingan untuk
> menciptakan kekacauan agar mereka dapat meraih
> keuntungan. Sungguh ini merupakan sebuah kejahatan.
> Namanya kejahatan politik karena ingin meraih
> kekuasaan dengan menciptakan kekacauan. Karena itu
> pelakunya menjadi musuh kita semua, menjadi musuh
> kemanusiaan, aparat keamanan dan aparat negara. Kita
> harus memeranginya.
>
> Siapa-siapa menurut Anda yang menjadi incaran teror?
>
> Saya melihat teror tersebut ditujukan pada
> kelompok-kelompok masyarakat yang menginginkan
> bangsa ini menjadi besar, kuat dan maju. Lihat saja
> semua elemen yang memperjuangkan demokrasi,
> kemanusiaan dan kesejahteraan, diteror habis-habisan.
> Mereka ditakut-takuti, diculik bahkan dibunuh secara
> keji. Dan Anda harus tahu, bahwa NU adalah kelompok
> masyarakat yang paling banyak diteror dan disakiti.
>
> Lho mengapa NU kok diteror begitu?
>
> Sejak awal NU berjuang untuk kemajuan bangsa dan
> negara. NU menolak segala bentuk kekerasan untuk
> menyelesaikan segala permasalahan yang terjadi dalam
> kehidupan masyarakat. NU menginginkan negara ini
> maju secara alamiah dam wajar, karena itu perjuangan
> NU sering disebut perjuangan dijalur kultural.
>
> Dengan perjuangan demikian NU bercita-cita mencapai
> apa yang disebut masyarakat madani. Masyarakat yang
> hidup dengan penuh tasamuh (toleransi), saling
> menghargai, menghormati dan demokratis. Karena NU
> mempunyai sikap demikian, NU menjadi sasaran oleh
> mereka-mereka yang tidak menghendaki bangsa ini
> maju, besar dan kuat.
>
> Ada yang bertanya mengapa NU tidak memakai
> bendera Islam dalam berjuang?
>
> Kita harus belajar dari sejarah. Begini ceritanya. Ketika
> pertama pecah perang saudara antara Bin Abi Thalib
> dengan Aisyah binti Abu Bakar, antara Ali dengan
> kelompok Muawiyah, antara Ali dengan kaum Khawarij
> dan antara kelompok Muawiyah dengan Abasiyah, serta
> dengan kelompok lain. Dalam pertikaian mereka itu
> selalu membawa-bawa bendera agama.
>
> Kelompok satu mempergunakan ayat A Qur'an dan
> hadist Nabi, begitu pun dengan kelompok lainnya.
> Akhirnya mereka bentrok dengan dengan landasan ayat
> Al Qur'an dan Hadist Nabi sesuai dengan pemaknaan
> masing-masing. Dengan begini kita tahu bahwa banyak
> orang menggunakan bendera keagamaan untuk tujuan
> politik. Kita tidak ingin mengulangi kesalahan yang
> pernah dilakukan oleh umat Islam di jaman dulu.
>
> Mengapa begitu?
>
> Kita harus mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan
> jangan dikotak-kotak menurut pemahaman
> keagamaannya. Selama mereka tidak menghalangi untuk
> kemajuan kemanusiaan, berarti mereka adalah saudara
> kita. Makanya saya suring heran mengapa orang Islam
> ini selalu berantem. Apa sih yang diinginkan. Apakah
> mereka tidak belajar dari sejarah. Dan saya tahu
> kelompok pertama yang menggunakan bendera agama
> untuk tujuan kekuasaan adalah kelompoknya
> Muawiyyah. Mereka jahat tetapi membungkus diri
> dengan baju agama. Ini kan sebuah kejahatan. Makanya
> tidak usahlah mengibarkan bendera keagamaan.
>
> Dari berbagai kelompok masyarakat yang ada,
> kelompok manakah yang paling dekat dengan Islam?
>
> Dalam Al Qur'an dijelaskan, bahwa yang paling banyak
> membenci orang Mukmin atau Muslim itu adalah orang
> Yahudi dan orang musyrik. Dan dalam ayat lain
> dijelaskan bahwa kami akan mendapati orang yang
> paling mencintai dan dekat dengan kamu adalah orang
> Kristen.
>
> Orang Kristen ini kalau mendengar bacaan Al Qur'an
> akan menangis. Dan orang yang pertama kali
> mengetahui bahwa Muhammad akan menjadi Nabi
> adalah orang Kristen bernama Bahiro. Ceritanya,
> Muhammad kecil pergi berdagang dengan pamannya
> Abu Thalib. Dalam perjalanan mereka berteduh dibawa
> pohon dan tiba-tiba datang pendeta itu.
>
> Lalu pendeta itu wanti-wanti pada Abu Thalib untuk
> menjaga anak tersebut, yang tak lain adalah Muhammad
> kecil. Kemudian ketika Nabi menerima wahyu, orang
> yang pertama kali bilang Muhammad mendapat wahyu
> itu adalah juga orang Kristen yang bernama Waroqoh
> bin Naufal.
>
>Bukan nge-BLAME, tapi itu suatu contoh dimana ISLAM dengan mudahnya
>dapat diperalat dan dipolitisir oleh seorang BAJINGAN untuk
>mendapatkan dukungan rakyat.
>Dengan mempolitisir ISLAM, Sadam Husain mendapatkan banyak dukungan
>dari rakyatnya, banyak sekali statement dari rakyatnya yang
>menyatakan siap JIHAD demi SADAM si BAJINGAN.
>Kalau di Indonesia, dengan meneriakkan kata2 "Allahu Akbar" sekelompok
>provokator dengan mudahnya dapat menghasut rakyat untuk berbuat anarki.
>Itu sekelumit contoh betapa rendahnya kwalitas (maaf) Islam.
>Jadi anda sebagai seorang muslim yang berpendidikan cukup tinggi
>(yang anda tunjukkan dengan bahasa Inggris anda yang cas cis cus)
>harusnya anda ikut merasa bertanggung jawab untuk meningkatkan kwalitas
>ISLAM, pertama agar tidak diperalat oleh para politisi dan para
>bajingan.
>Kedua agar umat Islam lebih arif dalam beragama alias tidak fanatik.
>Ketiga hapuslah slogan2 absurd seperti "Hanya takut kepada Allah, hanya
>taat kepada Allah", karena slogan2 seperti inilah yang membuat umat
>Islam menjadi bodoh dan mudah diperalat oleh para bajingan.
>Keempat .... (ada yang bisa menambahkan ?)
Semoga ngga segitu gampangnya jadi ulama, kiai maupun pemuka agama lainnya,
karena kualitas suatu umat juga berasal dari sini.
In article <73q108$tr3$1...@nnrp1.dejanews.com>,
prob...@hotmail.com wrote:
>
>
> BE AS OBJECTIVE AS POSSIBLE...
>
> Anda mustinya tahu dong, siapa Saddam Husain itu? Dia itu besar dalam partai
> BAATS partai KOMUNIS dukungan Russia. Teman2 saya Iraqis pernah berkata bahwa
> banyak temannya yang harus masuk penjara CUMA KARENA AKTIF SHALAT SUBUH KE
> MASJID. Berapa banyak umat Islam yang beropposisi dengan Saddam dibunuh dan
> hilang entah kemana, sampai Amnesty International menyiarkannya di TV2 seluruh
> dunia. Dia invasi Iran, Kuwait, dll. Apa Islam musti diBLAMED because of some
> BAD GUYS like him??
>
> Begitu juga dengan Afganistan-Taliban. Kita harus membedakan mana ajaran
> Islam yang benar (Al Qur'an & Hadits) dengan cultural (Arab). Di sini datang
> masalah INTERPRETASI setiap orang yang berbeda background. Ada yang adatnya
> dan wataknya KERAS, ada yang EMOSIAN, maunya perang terus, ada yang kalem,
> lembut, etc. It's nothing to do with the teaching of Islam itself.
>
> What is my point? "Don't judge any faith based on its followers are doing but
> by what it teaches the followers to do". Di Qur'an sudah jelas2 dikatakan
> bahwa setiap orang2 beriman itu bersaudara dan harus hidup damai. Nah kalau
> ada sesama Muslims saling bunuh apa Al Qur'annya yang disalahin? Yang jelas
> orang2 yang saling bunuh itu, kan?
>
> Sama halnya dengan Christians di England dan Ireland. Kedua2nya sama2
> bersikeras bahwa mereka hold on THE TRUTH. Apakah saya harus menjudge
> Christianity is a bad religion, because of these guys are killing each other?
> Jesus in the Bible was never reported urging his followers to WAGE WAR
> against each other. I hope you get my point.
>
Bukan nge-BLAME, tapi itu suatu contoh dimana ISLAM dengan mudahnya
dapat diperalat dan dipolitisir oleh seorang BAJINGAN untuk
mendapatkan dukungan dan legitimasi dari rakyat.
Dengan mempolitisir ISLAM, Sadam Husain mendapatkan banyak dukungan
dari rakyatnya, banyak sekali statement dari rakyatnya yang
menyatakan siap JIHAD demi SADAM si BAJINGAN.
Kalau di Indonesia, dengan meneriakkan kata2 "Allahu Akbar" sekelompok
provokator dengan mudahnya dapat menghasut rakyat untuk berbuat anarki.
Itu sekelumit contoh betapa rendahnya kwalitas (maaf) Islam.
Jadi anda sebagai seorang muslim yang berpendidikan cukup tinggi
(yang anda tunjukkan dengan bahasa Inggris anda yang cas cis cus)
harusnya anda ikut merasa bertanggung jawab untuk meningkatkan kwalitas
ISLAM, pertama agar tidak diperalat oleh para politisi dan para
bajingan.
Kedua agar umat Islam lebih arif dalam beragama alias tidak fanatik.
Ketiga hapuslah slogan2 absurd seperti "Hanya takut kepada Allah, hanya
taat kepada Allah", karena slogan2 seperti inilah yang membuat umat
Islam menjadi bodoh dan mudah diperalat oleh para bajingan dan para
koruptor.
Keempat .... (ada yang bisa menambahkan ?)
> Begitu juga dengan Afganistan-Taliban. Kita harus membedakan mana ajaran
> Islam yang benar (Al Qur'an & Hadits) dengan cultural (Arab). Di sini datang
> masalah INTERPRETASI setiap orang yang berbeda background. Ada yang adatnya
> dan wataknya KERAS, ada yang EMOSIAN, maunya perang terus, ada yang kalem,
> lembut, etc. It's nothing to do with the teaching of Islam itself.
Harusnya, kalau kwalitas Islam itu bagus, Islam harus bisa membentuk
moral seseorang menjadi seorang yang bijaksana, bermoral tinggi dan
tinggi rasa kemanusiannya, dan berwawasan universal.
Yang sekarang saya lihat, Islam hanya bisa membentuk keegoan kolektif
berlebihan yang hanya mementingkan kelompoknya saja.
> What is my point? "Don't judge any faith based on its followers are doing but
> by what it teaches the followers to do". Di Qur'an sudah jelas2 dikatakan
> bahwa setiap orang2 beriman itu bersaudara dan harus hidup damai. Nah kalau
> ada sesama Muslims saling bunuh apa Al Qur'annya yang disalahin? Yang jelas
> orang2 yang saling bunuh itu, kan?
Mengapa anda hanya memberi contoh sesama Muslim yang saling bunuh ?
Bagaimana dengan Muslim yang membunuh non-Muslim, kok tidak anda
sebut2 ?
Terus, anda menyebutkan bahwa setiap orang2 beriman itu bersaudara
dan harus hidup damai, anda kok tidak mengatakan bagaimana dengan
orang yang tidak seiman ? Justru hal inilah yang jadi masalah.
Bukankah itu membuktikan bahwa Islam hanyalah alat untuk membentuk
KEEGOAN KELOMPOK saja ?
> Sama halnya dengan Christians di England dan Ireland. Kedua2nya sama2
> bersikeras bahwa mereka hold on THE TRUTH. Apakah saya harus menjudge
> Christianity is a bad religion, because of these guys are killing each other?
> Jesus in the Bible was never reported urging his followers to WAGE WAR
> against each other. I hope you get my point.
Selama pemikiran orang masih seperti pada jaman baheula, jaman
dimana agama2 Allah itu diturunkan, dimana KEEGOAN kelompok
dinomor satukan, menganggap bahwa hanya merekalah hold on THE
TRUTH, maka AGAMA hanyalah membawa bencana untuk manusia,
bukan membawa kebaikan untuk manusia.
Yang membikin saya heran, golongan ekstrimist yang masih membawa
pemikiran jaman baheula kok masih mendapatkan banyak dukungan,
apakah hal ini disebabkan oleh karena tingkat kemiskinan yang
masih tinggi sehingga mempengaruhi juga tingkat intelektualitas ?
Ataukah karena sedari kecil mereka sudah dicuci otak, dijejali
dengan doktrin2 agama, sehingga susah dihilangkan sampai kapanpun ?
I hope you get my point.
Pemikiran2 Gus Dur adalah pemikiran dari seorang muslim yang
Bukan nge-BLAME, tapi itu suatu contoh dimana ISLAM dengan mudahnya
dapat diperalat dan dipolitisir oleh seorang BAJINGAN untuk
mendapatkan dukungan rakyat.
Dengan mempolitisir ISLAM, Sadam Husain mendapatkan banyak dukungan
dari rakyatnya, banyak sekali statement dari rakyatnya yang
menyatakan siap JIHAD demi SADAM si BAJINGAN.
Kalau di Indonesia, dengan meneriakkan kata2 "Allahu Akbar" sekelompok
provokator dengan mudahnya dapat menghasut rakyat untuk berbuat anarki.
Itu sekelumit contoh betapa rendahnya kwalitas (maaf) Islam.
Jadi anda sebagai seorang muslim yang berpendidikan cukup tinggi
(yang anda tunjukkan dengan bahasa Inggris anda yang cas cis cus)
harusnya anda ikut merasa bertanggung jawab untuk meningkatkan kwalitas
ISLAM, pertama agar tidak diperalat oleh para politisi dan para
bajingan.
Kedua agar umat Islam lebih arif dalam beragama alias tidak fanatik.
Ketiga hapuslah slogan2 absurd seperti "Hanya takut kepada Allah, hanya
taat kepada Allah", karena slogan2 seperti inilah yang membuat umat
Islam menjadi bodoh dan mudah diperalat oleh para bajingan.
Sebenarnya, kalau saya pikir, masalahnya sederhana saja. Bahwa seringkali,
di negara di mana Islam di-bastardize untuk kepentingan politik seorang,
kebetulan kok rakyatnya banyak yang miskin dan kurang pendidikan alias,
sorry, bodoh. Seperti, terus terang saja, Indonesia. (Orang yang
berpendidikan, seperti si prober98, toh bisa berkepala dingin dan memisahkan
apa yang Islam dan apa yang Iblis berkedok Islam.)
Jadi memang sering terjebak fanatisme yang buta. Bahwa seharusnya Islam itu
adalah bakti dan relasi kepada Allah, bukan pada satu figur manusia (yang
mungkin karismatik, punya bakat pemimpin,. dsb, dsb) pemanipulator Islam
untuk kepentingan pribadinya, mereka ini tampaknya tidak mampu membedakan
itu.
Seperti dulu waktu si Saddam itu menyerbu Kuwait, dan menghancurkan
tambang-tambang minyak yang sangat berharga. Saya sempat bingung dan jengkel
waktu itu, kok ada-adanya orang Indonesia yang sebegitu bodohnya bilang mau
berjihad demi si Saddam itu. Terus ada pula penyanyi keblinger (Camelia
Malik ya, kalau nggak salah?) yang segitu kagumnya sama si Saddam, sampai
anaknya dikasih nama Saddam. Yuck, amit-amit, harap-harap saja si anak nggak
bakal jadi kayak Saddam betulan. Nanti Brunei dan Singapore bisa diserbu
kalau begitu. Indonesia juga yang hancur nanti "ditertibkan" sama UN.
Hanya karena Irak adalah negara Islam, dan kebetulan yang menertibkan adalah
negara Barat yang mayoritas Kristen? Okay, mungkin AS memang double-standard
dalam memperlakukan Irak, tapi itu tidak membenarkan tindakannya
menghancurkan sumber-sumber minyak, yang entah si Saddam tidak sadar atau
tidak mau tahu, tidak bisa diperbarui sampai jutaan tahun mendatang.
Kalau saya ketemu si Saddam itu, boro-boro saya mau berjihad buat dia. Orang
seperti itu pantas dihajar karena seenaknya menghancurkan SDA yang langka
dan tidak terbarui. Sudah begitu, entah berapa nyawa sudah melayang
gara-gara serbuannya ke Kuwait itu. Tampaknya fanatics dari Indonesia ini
tidak menyadari hal itu. Asal (ngakunya) Islam, bela! Peduli amat salah atau
benar. One helluva attitude. Yang sayangnya, banyak disadari dan
dimanfaatkan oleh iblis-iblis berkedok Islam, yang sekali lagi sayangnya,
kok jumlahnya sepertinya banyak di dunia ini.
Dan apalagi kalau yang dikatakan prober98 itu benar. Bahwa Saddam sebenarnya
adalah tukang tindas umat Islam. Wahai fanatics, betapa bodohnya dikau!
Ada satu lagi. Baca Newsweek 16 November 1998, halaman 53. Calon-calon
partner dagang Irak bingung, kenapa di saat ada tanda-tanda embargo mau
dilift, mau ada perbaikan di ekonomi Irak, Saddam tahu-tahu malah berbuat
hal-hal yang bikin semuanya jadi mentah lagi. Beberapa ambassador di sana
melihat kemungkinan sebabnya, bahwa sebenarnya, dengan sangsi ekonomi itu,
***kedudukan Saddam justru semakin kuat***. "Sanctions have not hurt him"
kata
seorang duta besar di Baghdad. "They've made him stronger. He's in greater
control of Iraq than he was eight years ago."
Pemimpin "Islam" macam apa yang dengan sengaja menyengsarakan rakyatnya
melalui embargo demi mengukuhkan kekuasaannya? Ingat, si Saddam itu, dalam
kepresidenannya, tidak terkena dampak ekonomi sanctions. Dia sendiri sih
masih bisa berenak-enak hidup di istananya, mempermainkan UN dengan taruhan
nyawa rakyatnya sendiri.
Nah lho. Perhatikan dulu makanya dengan kepala dingin, siapa yang harus
dibela, Fellow Indonesians!
>Itu sekelumit contoh betapa rendahnya kwalitas (maaf) Islam.
Koreksi: Betapa rendahnya kwalitas sebagian umat Islam (atau yang KTP-nya
Islam), yang bodoh dan mudah dihasut dengan nama Islam. Satu contoh: PAM
Swakarsa. Waktu keadaan memanas tanggal 13 November, didatangkan seorang
pemuka agama Islam yang diharapkan mampu mendinginkan PAM Swakarsa yang
sedang panas-panasnya. Entah kenapa, bukannya mendinginkan, sang pemuka
akhirnya malah *bergabung* dengan massa PAM Swakarsa. Luar biasa! Kesalahan,
kekeliruan, tujuan sebenarnya langsung tertutup oleh identitas dan
seruan-seruan Islam yang begitu kuat digaungkan PAM Swakarsa. Mentalitas
"Right or wrong my religion" inilah yang harus dibenerin.
>Harusnya, kalau kwalitas Islam itu bagus, Islam harus bisa membentuk
>moral seseorang menjadi seorang yang bijaksana, bermoral tinggi dan
>tinggi rasa kemanusiannya, dan berwawasan universal.
>Yang sekarang saya lihat, Islam hanya bisa membentuk keegoan kolektif
>berlebihan yang hanya mementingkan kelompoknya saja.
Saya akan koreksi menjadi : "Yang sekarang saya lihat, ada
*orang-orang tukang manipulasi Islam* hanya bisa membentuk keegoan kolektif
berlebihan yang hanya mementingkan kelompoknya saja."
>Kedua agar umat Islam lebih arif dalam beragama alias tidak fanatik.
Setuju. Dalam masalah Indonesia, ini harusnya bisa diperbaiki kalau lebih
banyak masyarakat yang "terbuka" pikirannya, jadi tidak asal turut bagai
kebo
dicucuk hidung ke setiap orang yang demi kepentingannya teriak-teriak Islam.
>Ketiga hapuslah slogan2 absurd seperti "Hanya takut kepada Allah, hanya
>taat kepada Allah", karena slogan2 seperti inilah yang membuat umat
>Islam menjadi bodoh dan mudah diperalat oleh para bajingan.
Yang anda sebut slogan itu sebenarnya sudah betul. Kepada siapakah manusia
beragama harus taat selain pada Tuhan mereka? Agama Kristen juga begitu kan?
Hanya saja, kembali, oknum-oknum berkedok Islam memelencengkan slogan
tersebut secara tidak kentara dari "hanya taat pada Allah", menjadi "hanya
taat pada saya". Sayangnya, kembali, banyak masyarakat kita masih terlalu
bodoh untuk melihat ini. Jadi, bukan slogan itu yang membuat mereka bodoh,
tapi kebodohan merekalah, yang membuat slogan itu bisa diselewengkan untuk
berbagai kepentingan.
>Bukankah itu membuktikan bahwa Islam hanyalah alat untuk membentuk
>KEEGOAN KELOMPOK saja ?
Seharusnya tidak, walau ada orang-orang pintar yang menyadari ini dan
memanfaatkannya.
>Selama pemikiran orang masih seperti pada jaman baheula, jaman
>dimana agama2 Allah itu diturunkan, dimana KEEGOAN kelompok
>dinomor satukan, menganggap bahwa hanya merekalah hold on THE
>TRUTH, maka AGAMA hanyalah membawa bencana untuk manusia,
>bukan membawa kebaikan untuk manusia.
Betul! Karena itulah seharusnya, kembali kalau melihat keadaan di Indonesia
sekarang, pendidikan itu sangat penting. Globalisasi itu penting, walau kita
harus bisa menyaring nilai-nilai "yang sesuai dengan Pancasila dan
kepribadian bangsa Indonesia" (sigh, saya cape dengar phrasa ini terus.
Sayang saya sudah nggak bakal mengalami sekolah tanpa penataran P4 lagi.
Sungguh acara yang membosankan dan, ngomong terus terang saja, nggak ada
gunanya).
Maksudnya ya supaya orang-orang bisa menyadari, kalau dunia itu luas dan
heterogen, terdiri atas berbagai ras dan agama yang berbeda-beda. Supaya
dunianya tidak hanya terbatas pada ajaran kiainya, yang mungkin juga nggak
kalah kurang pendidikannya dibanding dia sendiri.
Kiainya sendiri mungkin nggak pernah sadar, atau mungkin karena sudah
terlalu
tua nggak pernah mau tahu kalau di dunia itu umat Islam nggak sendirian,
sama
seperti di Indonesia orang Jawa (atau dalam konteks yang lebih luas,
pribumi), tidak hidup sendirian saja.
Saya jadi teringat sama salah satu ceramah "Dai 1000000 Umat" Zainuddin MZ
dulu beberapa tahun yang lalu (saya lupa kapan). Ada sesuatu yang saya
sesalkan darinya. Dia pernah bilang sesuatu yang kira-kira intinya begini:
"Kita umat Islam harus bersatu. Kalau umat Islam tidak bersatu, bukankan
Yahudi akan bersukacita, dan Nasrani menari-nari?"
Saya terus terang kaget waktu dengar beliau ngomong begitu. Umat Islam
bersatu adalah gagasan yang bagus, tapi kenapa harus dikonfrontasikan dengan
Yahudi dan Nasrani? Kenapa harus dibilang Yahudi dan Nasrani bersuka cita?
Bersatu ya bersatu saja, tidak usah kan sambil menempatkan Yahudi dan
Nasrani sebagai "musuh" Islam?
Apalagi Yahudi yang sebegitu jauhnya di Israel sono. "EKP (Emang Kite
Pikirin!)" pasti kata mereka, kalau diomongin soal itu. Apa hubungannya
coba? Saya sangat heran omongan seperti ini bisa keluar dari mulut seseorang
yang saya pikir sudah maju dan terbuka wawasannya.
Apa untuk bersatu harus dengan memposisikan suatu golongan sebagai "musuh
bersama"? Sungguh suatu konsep yang mengerikan mengenai persatuan. Kalau
kita bangsa Indonesia mau bersatu, siapa yang harus kita anggap sebagai
musuh bersama? Negara Barat? Negara-negara Asia? Aussie? Sigh...
Semoga saja beliau sekarang sudah lebih terbuka wawasannya, yang saya yakin
sih sebenarnya sudah luas, mungkin jauh lebih luas dari saya...
Peace,
Abu.
> Saya jadi teringat sama salah satu ceramah "Dai 1000000 Umat" Zainuddin MZ
> dulu beberapa tahun yang lalu (saya lupa kapan). Ada sesuatu yang saya
> sesalkan darinya. Dia pernah bilang sesuatu yang kira-kira intinya begini:
>
> "Kita umat Islam harus bersatu. Kalau umat Islam tidak bersatu, bukankan
> Yahudi akan bersukacita, dan Nasrani menari-nari?"
>
> Saya terus terang kaget waktu dengar beliau ngomong begitu. Umat Islam
> bersatu adalah gagasan yang bagus, tapi kenapa harus dikonfrontasikan dengan
> Yahudi dan Nasrani? Kenapa harus dibilang Yahudi dan Nasrani bersuka cita?
> Bersatu ya bersatu saja, tidak usah kan sambil menempatkan Yahudi dan
> Nasrani sebagai "musuh" Islam?
Inilah yg nampaknya juga mulai digaung2kan partai yg menggunakan Islam sbg
landasannya. Mereka selalu menggunakan alasan: "Islam harus bersatu, krn
selama ini selalu dipermainkan lawan-lawannya"!
Sementara tidak ada penjelasan ttg siapa yg disebut "lawan", serta sikap
mereka thd yg non-muslim. Ini
menimbulkan gap baru dan terbuka di antara para Islam abangan (yg jumlahnya
puluhan juta di Indonesia ini) dengan mereka yg non-muslim. Krn seruan
spt itu sgt mendorong sikap ekslusif umat. Sama seperti bila seorang
Kardinal atau pemimpin gereja berseru,"Hai umatku, mari bersatu
menghadapi lawanmu". Bisa diduga, umat Kristen/Katholik akan berusaha
membatasi pergaulan dgn kaum muslim.
Hebatnya lagi, kotbah dai sejuta umat yg semacam ini sering jadi
referensi dan prototype bg para dai baru.
> Apalagi Yahudi yang sebegitu jauhnya di Israel sono. "EKP (Emang Kite
> Pikirin!)" pasti kata mereka, kalau diomongin soal itu. Apa hubungannya
> coba? Saya sangat heran omongan seperti ini bisa keluar dari mulut seseorang
> yang saya pikir sudah maju dan terbuka wawasannya.
Yup, betul sekali. Sementara praktek DOM di Aceh dan Timtim tidak
dikecam, malah mau ikut2 an dlm konflik Arab-Palestina-Israel. Udah gitu,
selalu mengkait-kaitkan dgn konflik agama. Ini saya lihat juga terjadi
ketika
perang Bosnia. Para pemimpin umat di Jatim pada kebakaran jenggot dan
berteriak2 akan mengirim pasukan jihadnya ke Bosnia. Pdhal di sono,
diantara kaum muslimnya terdapat faksi2 yg saling berantem (persis spt
Palestina dan Afganistan). Nah, para jihads ini mo membela yg mana? Wong
sama2 Muslimnya. Udah gitu, para jihads ini tidak terlatih utk perang
terbuka serta tidak terbiasa dgn musim dingin (salju) di Bosnia.
>
> Apa untuk bersatu harus dengan memposisikan suatu golongan sebagai "musuh
> bersama"? Sungguh suatu konsep yang mengerikan mengenai persatuan. Kalau
> kita bangsa Indonesia mau bersatu, siapa yang harus kita anggap sebagai
> musuh bersama? Negara Barat? Negara-negara Asia? Aussie? Sigh...
>
> Semoga saja beliau sekarang sudah lebih terbuka wawasannya, yang saya yakin
> sih sebenarnya sudah luas, mungkin jauh lebih luas dari saya...
>
> Peace,
>
> Abu.
Kata2 anda mengingatkan saya pada seseorang (Muslim) yg bermukim di
Amrik, yg dulu sering mengisi NG ini. Andakah dia?
Salam persahabatan.
val
ianya nyata dalam Al-Qur'an
tak boleh berdolak dalik....
VAL wrote in message ...
>Saya setuju dgn Mas Abu.
>Saat ini yg terjadi sebetulnya adalah perbandingan yg tidak seimbang
>antara mereka yg Islam tradisional (kebanyakan di kaitkan dgn suku /
>budaya suatu daerah) dan Islam modern. Modern disini tidak mengacu kpd
>fasilitas dan latar pendidikan (punya internet, punya gelar Dipl.Eng,
>menguasai 5 bhs asing, dll), tp lebih kpd paradigma yg tidak sempit dan
>kaku, serta lebih terbuka thd kelebihan dan kekurangan agama sendiri
>serta agama lain.
>
>> Saya jadi teringat sama salah satu ceramah "Dai 1000000 Umat" Zainuddin
MZ
>> dulu beberapa tahun yang lalu (saya lupa kapan). Ada sesuatu yang saya
>> sesalkan darinya. Dia pernah bilang sesuatu yang kira-kira intinya
begini:
>>
>> "Kita umat Islam harus bersatu. Kalau umat Islam tidak bersatu, bukankan
>> Yahudi akan bersukacita, dan Nasrani menari-nari?"
>>
>> Saya terus terang kaget waktu dengar beliau ngomong begitu. Umat Islam
>> bersatu adalah gagasan yang bagus, tapi kenapa harus dikonfrontasikan
dengan
>> Yahudi dan Nasrani? Kenapa harus dibilang Yahudi dan Nasrani bersuka
cita?
>> Bersatu ya bersatu saja, tidak usah kan sambil menempatkan Yahudi dan
>> Nasrani sebagai "musuh" Islam?
>
>Inilah yg nampaknya juga mulai digaung2kan partai yg menggunakan Islam sbg
>landasannya. Mereka selalu menggunakan alasan: "Islam harus bersatu, krn
>selama ini selalu dipermainkan lawan-lawannya"!
>Sementara tidak ada penjelasan ttg siapa yg disebut "lawan", serta sikap
>mereka thd yg non-muslim. Ini
>menimbulkan gap baru dan terbuka di antara para Islam abangan (yg jumlahnya
>puluhan juta di Indonesia ini) dengan mereka yg non-muslim. Krn seruan
>spt itu sgt mendorong sikap ekslusif umat. Sama seperti bila seorang
>Kardinal atau pemimpin gereja berseru,"Hai umatku, mari bersatu
>menghadapi lawanmu". Bisa diduga, umat Kristen/Katholik akan berusaha
>membatasi pergaulan dgn kaum muslim.
>
>Hebatnya lagi, kotbah dai sejuta umat yg semacam ini sering jadi
>referensi dan prototype bg para dai baru.
>
>> Apalagi Yahudi yang sebegitu jauhnya di Israel sono. "EKP (Emang Kite
>> Pikirin!)" pasti kata mereka, kalau diomongin soal itu. Apa hubungannya
>> coba? Saya sangat heran omongan seperti ini bisa keluar dari mulut
seseorang
>> yang saya pikir sudah maju dan terbuka wawasannya.
>
>Yup, betul sekali. Sementara praktek DOM di Aceh dan Timtim tidak
>dikecam, malah mau ikut2 an dlm konflik Arab-Palestina-Israel. Udah gitu,
>selalu mengkait-kaitkan dgn konflik agama. Ini saya lihat juga terjadi
>ketika
>perang Bosnia. Para pemimpin umat di Jatim pada kebakaran jenggot dan
>berteriak2 akan mengirim pasukan jihadnya ke Bosnia. Pdhal di sono,
>diantara kaum muslimnya terdapat faksi2 yg saling berantem (persis spt
>Palestina dan Afganistan). Nah, para jihads ini mo membela yg mana? Wong
>sama2 Muslimnya. Udah gitu, para jihads ini tidak terlatih utk perang
>terbuka serta tidak terbiasa dgn musim dingin (salju) di Bosnia.
>>
>> Apa untuk bersatu harus dengan memposisikan suatu golongan sebagai "musuh
>> bersama"? Sungguh suatu konsep yang mengerikan mengenai persatuan. Kalau
>> kita bangsa Indonesia mau bersatu, siapa yang harus kita anggap sebagai
>> musuh bersama? Negara Barat? Negara-negara Asia? Aussie? Sigh...
>>
>> Semoga saja beliau sekarang sudah lebih terbuka wawasannya, yang saya
yakin
>> sih sebenarnya sudah luas, mungkin jauh lebih luas dari saya...
>>
>> Peace,
>>
>> Abu.
>
>Kata2 anda mengingatkan saya pada seseorang (Muslim) yg bermukim di
>Amrik, yg dulu sering mengisi NG ini. Andakah dia?
Bukan. Di mana dia sekarang, anyway? Kok tidak kedengaran lagi dalam NG ini.
Mestinya diskusi (dan terkadang perang :o) ) di sini akan lebih menarik
kalau ada orang seperti itu. Setidaknya bertambah satu orang yang tidak
hanya ber-"debat selangkangan"/"debat kebun binatang", tapi berdiskusi
dengan kepala dingin dan reasoning yang logis.
>Salam persahabatan.
>val
Salam persahabatan juga, and.. Peace,
Abu.