It was a dark and stormy night when Mark Owen <n...@email.com>
wrote in his article <33440ec4...@news.mindspring.com>:
> Tulisan-tulisan berbobot adalah tulisan-tulisan Bapak Hudoyo Hupodio dan
> Bapak Komarudin. Kalau Bapak-bapak sedang membaca tulisan saya,
> boleh saya tahu agama bapak apa ?
Islam.
> Saya heran bapak Hudoyo Hupodio yang konon bukan Islam atau Kristen
> kalau menulis kok bisa sopan dibandingkan dengan orang-orang yang mengaku
> beragama.
???
> 1.Jepang selalu membawa budayanya sendiri bahasa Jepang, cara makan
> Yakiniku, Sake, suasana Jepang di seluruh bagian dunia. Orang Jepang
> jarang ada yang mau makan nasi pecel, sambel goreng, dll sedangkan
> orang Cina perantauan bisa berbahasa Sunda, Jawa,dll memakai baju Batik.
> Cuman sayangnya orang Cina kalau pakai baju batik, baju batiknya kelewat
> mewah.
Dalam beberapa hal anda benar. Tetangga saya (suatu keluarga Cina
mualaf) bahkan boleh dikata "lebih pribumi" dibanding orang
pribumi. Mereka hidup ditengah-tengah masyarakat pribumi dengan
pola hidup yang sama dengan masyarakat sekelilingnya -- Pagi sang
Ayah berdagang; ibu di rumah; sedang anak-anaknya sekolah. Ma-
lamnya mereka berkumpul dengan keluarganya; mengikuti pengajian;
atau rapat RT. Anak-anaknya bahkan berpacaran dan menikah dengan
penduduk pribumi. Oh, alangkah mulianya hati mereka! Seandainya
saja semua orang Cina perantauan seperti mereka ...
Tapi sayang, yang berseberangan dengan mereka pun jumlahnya tak
kalah banyak. Rumah penuh dengan ornamen-ornamen leluhur mereka.
Bila bermasyarakat, mereka cenderung untuk berkelompok dengan
orang Cina lainnya dan terkesan mengucilkan -- atau bahkan (maaf)
merendahkan -- kaum pribumi.
Saya tidak menuduh mereka sebagai "bangsa yang hendak memindahkan
tanah leluhurnya ke Indonesia karena di sana masyarakatnya telah
penuh sesak dan pemerintahnya tidak arif", tapi alangkah baiknya
bila mereka berbaur dengan penduduk pribumi. Bukankah mereka
sekarang adalah bangsa Indonesia?
Saya pernah sekolah selama 3 tahun di suatu SMP Katolik yang
mayoritas siswanya adalah Cina perantauan. Bahkan saya pernah
ikut kelompok paduan suara yang menyanyikan -- salah satunya --
lagu-lagu geraja. Di sana kawan akrab saya adalah seorang Cina.
Dia sungguh baik hati. Tapi ada juga orang Cina yang bertindak
tidak simpati karena mungkin saya seorang pribumi (atau mungkin
seorang muslim).
> 2.Orang Cina Daratan mati-matian belajar bahasa Inggris sedangkan orang
> Jepang
> lebih suka bangsa lain yang belajar bahasa Jepang.
Anda benar. Memang kebanyakan Cina Daratan pandai berbahasa Cina
dan Inggris. Mungkin karena itulah kita sering menemui mereka
(misalnya di mall atau pasar) berbicara dalam bahasa Cina.
> Walaudemikian banyak orang Indonesia pribumi yang DIDOKTRINKAN
> bahwa komunis JELEK karena a.l.:
> a.Atheis
> Sebelum komunis diciptakan,Karl Marx (yang bertindak seperti Emha A. Najib)
> memprotes kalangan industri yang mengaku beragama namun mempekerjakan
> karyawannya seperti budak....ingat :rev Inggris. Protes Karl Marx :lebih
> baik atheis daripada beragama tapi berkelakuan seperti orang biadab saja
IMHO: Lebih baik beragama (Islam) dan berkelakuan baik. Dari mana
dalilnya bahwa orang yang tidak percaya adanya Tuhan itu baik?
Dalam Islam, dosa yang paling besar adalah tidak percaya adanya
Allah atau malah terlalu banyak mempunyai Allah.
> b.Menghalalkan segala cara
> Ini bukan komunis murni melainkan Stalin yang mempopulerkan ini
PKI juga lho ...
> Suatu hal yang aneh orang pribumi lebih suka orang Jepang yang sering
> menghamburkan dana lewat OECF daripada orang Cina Overseas.
Pribumi yang mana?
> Hal ini pula yang memicu kalangan Cina Overseas melihat orang pribumi
> sebagai orang yang hobinya dikasih duit.
> Kalangan pabrikan lah yang paling merasakan hal ini.
> Dana Hangus/ dana menguap yang sering diceritakan oleh koran-koran adalah
> dana yang diberikan untuk
> a.jegger
> b.oknum Pemuda Pancasila
> c.oknum ABRI
> d.oknum SPSI
> e.penduduk di sekitar pabrik dalam bentuk sumbangan mesjid, bangun jalan
> f.lurah, camat bahkan walikota
> Kalau ada uang tidak menjadi masalah bagi kita semua warga Cina perantauan
Anda salah. Tidak semua hal bisa dibeli dengan uang.
BTW: Tolong sebutkan satu saja negara yang kalangan "parbikan"-
nya tidak pernah keluar uang sepeser pun untuk hal-hal seperti
yang anda sebutkan di atas.
---------
Hisbullah
---------
Dari Abdullah bin Umar bahwa Nabi bersabda, "Orang-orang yang
penyayang akan disayang oleh Allah Yang Maha Penyayang. Sayangi-
lah makhluk yang ada di bumi niscaya Dzat yang di langit akan
menyayangi kalian."
-----BEGIN PGP SIGNATURE-----
Version: 2.6.3ia
Charset: cp850
iQCVAwUBM07lSMYD6+vCW+yxAQH1OgP/asrRV/mcoV+xVvWdaYEp1EToU4+0/HHZ
uXEQNADZWrbYEdzULZLkGZwNvVeYMOVWDA9fsvPIhEhMWgIb7vQiFzSwjeZ0PwlP
cAXfx7F3YEXLPoWl3eCH59GOdkjrGUr6Oj5TLpI4c9mbknenuqKvRE+BaRxaNacW
FQnWmATfIbM=
=cEAy
-----END PGP SIGNATURE-----
Hisbullah.
Anda merasa senang dan cocok,apabila keturunan Cina memasuki agama
Islam dan dengan demikian anda bilang "Oh,alangkah mulia nya hati mere-
ka !" dan ditambah dengan fantasme anda "Seandai nya saja semua orang
Cina perantauan seperti mereka...."
Karena anda sudah kemukakan pendapat anda,bagian saya sekarang.
Anda ini seorang yang dogol,licik,picik dan munafik !
Anda ini seperti seorang pedagang ikan asin dipasar kaki lima.Anda mera-
sa mendapat laba apabila (ini wajar dalam soal dagang) keturunan Cina me-
masuki Islam.
Jelas disini bukan soal jual-beli,tapi pilihan golongan tertentu untuk memilih
agama yang mereka anggap lebih cocok
> Tapi sayang, yang berseberangan dengan mereka pun jumlahnya tak
> kalah banyak. Rumah penuh dengan ornamen-ornamen leluhur mereka.
<deleted>
Perlu diketahui untuk orang Asia,ornamen-ornamen leluhur adalah sangat
penting.Mengenang orang tua adalah salah satu landasan kebudayaan Asia.
Saya mengerti kalau anda sudah meninggalkan jauh-jauh,apa itu arti kebu-
dayaan Asia.Anda ini salah satu jenis yang tidak mempunyai kebudayaan
lagi.Tidak mempunyai identitas lagi,sudah terjajah dari segala hal !
Orang sejenis anda ini kategori nya adalah KACUNG.
Kalau anda ini seorang Kristen,anda bisa menjadi seorang kacung dari Va-
tican ! Semua ini tergantung dipihak mana anda telah menginjakkan kaki.
Saya akan ambil resiko dengan tulisan diatas ini,karena seperti biasa,soli-
daritas akan berfungsi disini...
> ---------
> Hisbullah
> ---------
Ruben.
julius
rubenkh wrote:
>
> Anonymous <nob...@REPLAY.COM> wrote in article
> <1997041201...@basement.replay.com>...
> > -----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
> >
> > It was a dark and stormy night when Mark Owen <n...@email.com>
> > wrote in his article <33440ec4...@news.mindspring.com>:
> <deleted>
> > Dalam beberapa hal anda benar. Tetangga saya (suatu keluarga Cina
> > mualaf) bahkan boleh dikata "lebih pribumi" dibanding orang
> > pribumi. Mereka hidup ditengah-tengah masyarakat pribumi dengan
> > pola hidup yang sama dengan masyarakat sekelilingnya -- Pagi sang
> > Ayah berdagang; ibu di rumah; sedang anak-anaknya sekolah. Ma-
> > lamnya mereka berkumpul dengan keluarganya; mengikuti pengajian;
> > atau rapat RT. Anak-anaknya bahkan berpacaran dan menikah dengan
> > penduduk pribumi. Oh, alangkah mulianya hati mereka! Seandainya
> > saja semua orang Cina perantauan seperti mereka ...
>
> Hisbullah.
> Anda merasa senang dan cocok,apabila keturunan Cina memasuki agama
> Islam dan dengan demikian anda bilang "Oh,alangkah mulia nya hati mere-
> ka !" dan ditambah dengan fantasme anda "Seandai nya saja semua orang
> Cina perantauan seperti mereka...."
>
> Karena anda sudah kemukakan pendapat anda,bagian saya sekarang.
> Anda ini seorang yang dogol,licik,picik dan munafik !
> Anda ini seperti seorang pedagang ikan asin dipasar kaki lima.Anda mera-
> sa mendapat laba apabila (ini wajar dalam soal dagang) keturunan Cina me-
> masuki Islam.
> Jelas disini bukan soal jual-beli,tapi pilihan golongan tertentu untuk memilih
> agama yang mereka anggap lebih cocok
>
> > Tapi sayang, yang berseberangan dengan mereka pun jumlahnya tak
> > kalah banyak. Rumah penuh dengan ornamen-ornamen leluhur mereka.
Jadi untuk mulia harus jadi pribumi? Dan untuk jadi pribumi harus
masuk agama Islam, gitu? Apakah ini mentalnya semua orang Islam di
Indonesia? Kalau berlogika saja enggak mampu bagaimana bisa membangun
negara, ya?
Iseng-iseng, gue pingin tau apa tetangga cina elu itu bakal diganyang
enggak kalau ada riot di daerah elu? Setahu gue, banyak cina di
pekalongan, tasikmalaya, apalagi situbundo yang mother tongue nya
udah pada jowo semua. Tapi sewaktu ribut, ya dibakar juga.
: Tapi sayang, yang berseberangan dengan mereka pun jumlahnya tak
: kalah banyak. Rumah penuh dengan ornamen-ornamen leluhur mereka.
: Bila bermasyarakat, mereka cenderung untuk berkelompok dengan
: orang Cina lainnya dan terkesan mengucilkan -- atau bahkan (maaf)
: merendahkan -- kaum pribumi.
:
Saya tidak heran kalau anda itu dikucilkan. Tapi bukan karena anda itu
pribumi, tetapi mungkin karena taraf kemampuan anda berpikir. Saya
yakin anda sendiri juga sering dikucilkan/direndahin ama pribumi yang
lain, hanya mungkin anda tidak memperhatikannya karena merasa sekaum.
: Saya tidak menuduh mereka sebagai "bangsa yang hendak memindahkan
: tanah leluhurnya ke Indonesia karena di sana masyarakatnya telah
: penuh sesak dan pemerintahnya tidak arif", tapi alangkah baiknya
: bila mereka berbaur dengan penduduk pribumi. Bukankah mereka
: sekarang adalah bangsa Indonesia?
:
Again, cara berpikir si muslim. Kalau berbaur artinya harus membuang
tradisi sendiri? Kalau gitu, semua pendatang arab di eropa dan amerika
harus membuang semua tradisi mereka termasuk islam dong? Yang cowok
nggak usah pakai topi-topi haji segala, dan yang cewek enggak usah
pakai kerudung.
Terus orang-orang jawa yang ke daerah batak contohnya, harus masuk
kristen dong? Habis mereka sudah meninggalkan pulau jawa yang penuh
sesak dan alangkah baiknya jika mereka bisa "membaur" ke tradisi
tapanuli setempat?
: Saya pernah sekolah selama 3 tahun di suatu SMP Katolik yang
: mayoritas siswanya adalah Cina perantauan. Bahkan saya pernah
: ikut kelompok paduan suara yang menyanyikan -- salah satunya --
: lagu-lagu geraja. Di sana kawan akrab saya adalah seorang Cina.
: Dia sungguh baik hati. Tapi ada juga orang Cina yang bertindak
: tidak simpati karena mungkin saya seorang pribumi (atau mungkin
: seorang muslim).
:
Masalah sosial itu terjadi di mana-mana dan antara semua kaum. Tetapi
kalau kebetulan yang bentrok dengan anda itu cina, maka cinanya yang
dikemukakan sebagai sebabnya, sungguh anda itu muslim yang tidak adil.
Dalam proses pertumbuhan sosial saya sendiri, banyak kawan akrab dan
musuh yang kedua-duanya pribumi dan cina.
:
: Anda benar. Memang kebanyakan Cina Daratan pandai berbahasa Cina
: dan Inggris. Mungkin karena itulah kita sering menemui mereka
: (misalnya di mall atau pasar) berbicara dalam bahasa Cina.
Kalau mereka masih bisa berbahasa cina, yah silahkan. Bahasa itu
kan ilmu juga, sejak kapan kemampuan disuatu ilmu tertentu itu
menyebabkan dosa? Yang menjadi masalah disini adalah kebijaksanaan
si pemakai, kalau di sekeliling mereka waktu itu adalah orang-orang
seperti anda, maka tidaklah bijaksana berkoar-koar dalam bahasa cina.
:
: IMHO: Lebih baik beragama (Islam) dan berkelakuan baik. Dari mana
: dalilnya bahwa orang yang tidak percaya adanya Tuhan itu baik?
: Dalam Islam, dosa yang paling besar adalah tidak percaya adanya
: Allah atau malah terlalu banyak mempunyai Allah.
:
Lebih penting berkelakuan baik dahulu sebelum mencamkan anda sebagai
bagian dari Islam. Kalau tidak, anda akan memalukan nama Islam saja
dimata non-muslim. Apakah hukuman syariah bagi muslim yang memalukan
nama islam?
: > b.Menghalalkan segala cara
: > Ini bukan komunis murni melainkan Stalin yang mempopulerkan ini
:
: PKI juga lho ...
:
Pikiran anda dalam cara menerapkan cina supaya lebih pribumi sudah
sama dengan pikiran komunis dalam merikrut pengikut-pengikutnya.
Apakah hukuman islam buat muslim yang menyamakan islam dengan
komunis?
: > Hal ini pula yang memicu kalangan Cina Overseas melihat orang pribumi
: > sebagai orang yang hobinya dikasih duit.
: > Kalangan pabrikan lah yang paling merasakan hal ini.
: > Dana Hangus/ dana menguap yang sering diceritakan oleh koran-koran adalah
: > dana yang diberikan untuk
: > a.jegger
: > b.oknum Pemuda Pancasila
: > c.oknum ABRI
: > d.oknum SPSI
: > e.penduduk di sekitar pabrik dalam bentuk sumbangan mesjid, bangun jalan
: > f.lurah, camat bahkan walikota
: > Kalau ada uang tidak menjadi masalah bagi kita semua warga Cina perantauan
:
: Anda salah. Tidak semua hal bisa dibeli dengan uang.
: BTW: Tolong sebutkan satu saja negara yang kalangan "parbikan"-
: nya tidak pernah keluar uang sepeser pun untuk hal-hal seperti
: yang anda sebutkan di atas.
:
Gila bener, piciknya elu itu udah luar biasa. Di negara tetangga elu
yang paling dekat, Singapura. Berbusiness disono enggak usah ngasih
sumbangan ke PAP, military, police, temple, church, etc. Gila, di
otak elu itu ada kangker kali, ya?
: ---------
: Hisbullah
: ---------
:
: Dari Abdullah bin Umar bahwa Nabi bersabda, "Orang-orang yang
: penyayang akan disayang oleh Allah Yang Maha Penyayang. Sayangi-
: lah makhluk yang ada di bumi niscaya Dzat yang di langit akan
: menyayangi kalian."
Udah deh, sudah cukup anda memalukan nabi anda. Silahkan sadar.
BTW, apakah anda sudah 100% membaur ke arab? Kalau belum, hati-hati
elu, dimata Allah entar anda tidak mulia dan dinomor duakan.
--Lakshimi
Ini benar-benar komentar Ruben bukan sih? Kok laen yah.....
rasicm in singapore? here? i dun't think so my dear lady:)
i have been here for almost 10 years and have never encountered any
occurance of rasicm. maybe in malaysia....it is open discrimination
there...but in singapore, as the sayings go, "we are living in a
harmonious multiracial society", which i believe is true!
regarding the part where u mentioned abtt child benefits for the
chinese..again where do u get this piece of information from?? they are
encouraging everyone to have children, be it malays, indians or chinese.
there is maybe an occasional snigger and unpleasant remarks at other races
but this is minimal, compared to indonesia, where they rioted and louted
houses. even malaysia is better...although they clearl;y favoured the
bumiputras, there is no rioting (abt 30 yrs ago there was...but it was the
last one I think). just compare the plight of the chinese in malaysia and
indonesia and u will realise how appaling is the difference in treatment
towards the chinese!
just my 2 cents worth of thought!
Regards,
****************************************
* Yuanto Kusnadi *
****************************************
* National University Of Singapore *
* Faculty Of Business Administration *
* Department Of Finance And Banking *
* E-mail Address: fba5...@nus.sg *
****************************************
Quote: "Worry is the interest for borrowing trouble"
Saya setuju dengan anda kalau kerjaan yang anda sebut itu tingkat tinggi
(kali sr manager and above). Posisi demikian biasanya lebih memerlukan
connection dari pada ilmu. Dalam hal ini si melayu pasti less qualified
dibandingkan dengan cina. Makanya multi national company disini kan
pemiliknya kebanyakan orang amerika tetapi top officers yang diambil
kebanyakan cina, apa mereka itu juga diskriminasi terhadap melayu?
Kan tidak, yang dipikirin orang bule itu kan profit.
: kerasa banget rasialnya, kayak mau punya anak, kalo yang cina punya
: anak,sampe beribu2x juga ngga' apa2x, soalnya goverment menjamin bakal
: dapat savings untuk memelihara anak tersebut, coba kalo yang melayu apa
: yang india, mereka mesti punya cukup uang dulu di bank baru boleh punya
: anak banyak, kalo ngga' punya jangan harap elo bisa punya anak!!gitu...Jadi
: dimana2x menurut gue sama aja, di Amerika aja yang negro sama Asian
: diinjak2x juga ....Itu semua tergantung orangnya, kalo cina tapi baik
: kenapa ngga' kan bisa jadi teman, justru ada yang melayu tapi rese,
: yah...like I said before, It's depend on the person its self.....
Saya juga sering ke Singapura, perasaan saya malay disini rata-rata
jumlah anaknya lebih dari rata2 jumlah anak pribumi Indonesia. Kayaknya
pemandangan ibu melayu yang berumuran sekitar 35 tahun dan beranak
lima adalah lumrah. Saya sering dengar komentar dari temen2 di
Singapura bahwa dalam masa 20 tahun jumlah melayu bakal lebih banyak
dari cinanya. Dari mana sih anda dengar tentang mesti punya cukup
uang di bank? Kalau peraturannya begitu, semua malay disini bakal
enggak punya anak dong? Dan setahu saya, orang melayu enggak usah
bayar uang sekolah (atau diberi tunjangan) sampai universitas.
PS: Apa anda adiknya Yatti Oktavia, apakabar kakak elu?
Gan Ontohod.
Posting itu dari saya,jangan agan ragukan.Kadang-kadang kita tidak
boleh terlalu sopan santun.Supaya jelas keadaan nya.
Bagaimana tidak gan...Seseorang setelah menggampar (sambil me-
ngucapkan maaf),kemudian ditutup posting nya dengan himbauan
kasih sayang ! Fantastik.
Menurut teori,posting dari saya itu seharus nya disimpan dulu satu
malam...Tapi ada teori yang lain yaitu resiko nya "singkong jadi ta-
pe !"
Seringkali kalau posting sudah menjadi "tape",ada kemungkinan be-
sar "tape" itu dimakan (di delete).
Ruben.
>Gan Ontohod.
>Posting itu dari saya,jangan agan ragukan.Kadang-kadang kita tidak
>boleh terlalu sopan santun.Supaya jelas keadaan nya.
Kalau kita terlalu sopan dikiranya kita itu nrimo!! Makanya kadang
mesti agak galak & pedes ucapannya baru dirasa sungguhan ama tuh orang
yang kita protes!!!
>Menurut teori,posting dari saya itu seharus nya disimpan dulu satu
>malam...Tapi ada teori yang lain yaitu resiko nya "singkong jadi ta-
>pe !"
>Seringkali kalau posting sudah menjadi "tape",ada kemungkinan be-
>sar "tape" itu dimakan (di delete).
Keduanya bener bergantung ama situasinya! Pandai-pandai aja pilih mana
yang lagi cocok buat dipake!! Posting Ruben yang dulu itu saya dukung
sepenuhnya!! hehe
With warmest regards,
Sincerely,
Theresia Soejono
You wrote:
> IMHO: Lebih baik beragama (Islam) dan berkelakuan baik.
IMHO: yang penting berbudi pekerti. Apa agamanya, bahkan beragama atau
tidak, tidak penting.
> Dari mana
> dalilnya bahwa orang yang tidak percaya adanya Tuhan itu baik?
Atheisme tidak identik dengan immoralisme; banyak orang secara kognitif
atheis (karena berpegang pada cara berpikir positivis dan rasionalis)
dan secara afektif humanis dan pasifis sejati. Sebaliknya beragama tidak
identik dan tidak selamanya sejalan dengan bermoral; banyak orang
beragama yang menderita skizofrenia (kepribadian terbelah):
habluminallah-nya tidak sah karena habluminanas-nya nol besar. Semoga
Allah mengampuni mereka.
> Dalam Islam, dosa yang paling besar adalah tidak percaya adanya
> Allah atau malah terlalu banyak mempunyai Allah.
Alm. KH Agoes Salim bersikap dan berpendapat orang ateis dan politeis
berhak hidup di bumi (Indonesia) ini sama seperti orang monoteis.
Persoalan mendesak bagi setiap Muslim di zaman mutakhir ini: bagaimana
harus bersikap terhadap orang atheis di tengah-tengah kita? (Ini relevan
bagi rekan-rekan yang belajar di Barat.) Bolehkah bersahabat dengan
mereka? Kalau boleh, wajibkah kita berupaya "mengagamakan" sahabat kita?
Kalau didiamkan saja, tidakkah kita berdosa -- bukankah sahabat kita itu
"tidak akan diselamatkan"? Pertanyaan-pertanyaan serupa dapat pula
diajukan terhadap sahabat kita yang "kebetulan" politheis (orang Hindu
yang mempersembahkan sajian kepada dewa-dewa, orang Buddhis yang memuja
para Buddha dan Bodhisattva)?
Alternatifnya, seperti ditanyakan oleh Komaruddin Hidayat:
> "Benarkah jalan keselamatan Tuhan hanya
> dimonopoli oleh satu tradisi agama?", itulah salah satu
> pertanyaan yang tidak bisa dielakkan namun seringkali
> menggelisahkan iman seseorang.
> Setiap orang beragama hendaknya yakin bahwa doktrin agamanya
> paling benar dan paling cocok BUAT DIRINYA serta paling
> menjanjikan jalan keselamatan, namun tidak berarti di luar
> tradisi agamanya tidak ada jalan keselamatan.
[huruf besar dari saya/hudoyo]
"Milik Allah segala yang ada di langit dan di bumi. Kepada Allah juga
segala perkara kembali." (QS 3:109)
"Bagi Allah segala yang di langit dan di bumi. Dia mengampuni siapa pun
yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa pun yang dikehendaki-Nya. Tetapi
Allah Maha Pengampun, Maha Pengasih." (QS 3:129)
"Dan tabahlah; karena sungguh Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang
yang berbuat baik." (QS 11:115)
Salam,
Hudoyo
> kalo di Jakarta yang cina cepet dapet kerjaan dari pada yang pribumi,
kalo
> pribumi cepet dapet kerjaan karena ada koneksi, tapi kalo disini, kalo
yang
> cina ada apa ngga' ada koneksi tetep aja diterima, meski yang melayu
lebih
> potensial daripada yang cina, tetep aja yang diterima yang cina dulu,
> bahkan yang cepet naik pangkatpun yang cina, meski yang melayu udah kerja
> selama berpuluh2x tahun.
Yah.. namanya kerja kan yg dilihat profesionalisme-nya, gua percaya kalau
si Malay lebih bagus, pasti dia dpt kerjaan juga.
Tapi sayang, fakta membuktikan bahwa top student didominasi chinese &
indian. Jadi nggak usah sedih lah, asal pemerintah memperlakukan
masyarakatnya adil tanpa membedakan race.
> kerasa banget rasialnya, kayak mau punya anak, kalo yang cina punya
> anak,sampe beribu2x juga ngga' apa2x, soalnya goverment menjamin bakal
> dapat savings untuk memelihara anak tersebut, coba kalo yang melayu apa
> yang india, mereka mesti punya cukup uang dulu di bank baru boleh punya
> anak banyak, kalo ngga' punya jangan harap elo bisa punya anak!!gitu
Lu ngomong doang nggak ada nyatanya. Mana ada sih government menjamin
saving buat chinese aja? Apa lu kagak pernah lihat Income Tax form, kagak
ada istilah race disono.
Soal anak, nggak tahu kenapa yah, soalnya Malay disini memegang rekor
jumlah perceraian juga selain jumlah anak. Mungkin mereka masih pikir
banyak anak banyak rejeki...
Lakshimi wrote stupidly in soc.culture.indonesia:
> Hisbullah wrote on Fri, 11 Apr 1997 18:44:02 -0700:
> :
> : Dalam beberapa hal anda benar. Tetangga saya (suatu keluarga Cina
> : mualaf) bahkan boleh dikata "lebih pribumi" dibanding orang
> : pribumi. Mereka hidup ditengah-tengah masyarakat pribumi dengan
> : pola hidup yang sama dengan masyarakat sekelilingnya -- Pagi sang
> : Ayah berdagang; ibu di rumah; sedang anak-anaknya sekolah. Ma-
> : lamnya mereka berkumpul dengan keluarganya; mengikuti pengajian;
> : atau rapat RT. Anak-anaknya bahkan berpacaran dan menikah dengan
> : penduduk pribumi. Oh, alangkah mulianya hati mereka! Seandainya
> : saja semua orang Cina perantauan seperti mereka ...
> :
>
> Jadi untuk mulia harus jadi pribumi? Dan untuk jadi pribumi harus
> masuk agama Islam, gitu? Apakah ini mentalnya semua orang Islam di
> Indonesia? Kalau berlogika saja enggak mampu bagaimana bisa membangun
> negara, ya?
Hahaha ... Saya tahu betul siapa oknum yang bersembunyi dibela-
kang nama Lakshimi. Kamu itu orang yang dulu teriak-teriak di SCI
ingin pindah ke Singapura, bukan? Kamu khan yang paling rajin
mencela ummat Islam saat peristiwa Tasikmalaya terjadi?
Well ... Kalau berlogika saja enggak mampu bagaimana bisa mem-
bangun negara ya? Misalkan kalau saya bilang, "Oh alangkah mu-
lianya hati si Budi yang memberikan uang jajannya kepada fakir
miskin." Apakah hanya si Budi saja yang mulia? Apakah jalan untuk
menjadi mulia hanya dengan memberikan uang jajan saja? PIKIRKAN!
Apakah ini mentalnya semua orang "Kristen dan Cina" di Indonesia?
Inti dari posting saya yang lalu adalah *pembauran*. Pemerintah
Indonesia giat melakukan penyuluhan agar kita berbaur (dan saya
pikir kamu lah yang paling depan berdiri menentang kebijakan
itu). Jangan sampai ada pengkotak-kotakan seperti yang telah
penjajah lakukan terhadap rakyat Indonesia. Bersatu kita teguh
bercerai kita runtuh. Saya maklum bila Lakshimi tidak setuju
dengan pembauran karena memang dia tidak cinta akan pemerintah
Indonesia (tapi sampai sekarang tetap hidup di Indonesia. Huh,
dasar nggak tahu malu!).
Kebetulan "point of view" yang saya pakai adalah seorang keluarga
muslim. Banyak juga orang China perantauan yang beragama Kristen
atau Buddha tapi bisa berbaur dengan penduduk pribumi. Kamu
(Lakshimi) harusnya bisa mengambil pelajaran dari mereka, agar
pikiran kamu tidak picik dan sempit.
> Iseng-iseng, gue pingin tau apa tetangga cina elu itu bakal diganyang
> enggak kalau ada riot di daerah elu? Setahu gue, banyak cina di
> pekalongan, tasikmalaya, apalagi situbundo yang mother tongue nya
> udah pada jowo semua. Tapi sewaktu ribut, ya dibakar juga.
Bagaimana dengan yang di Timor-Timur? Dengar ya ... "Nasib buruk"
bisa terjadi pada siapa saja. Tidak perduli apakah dia itu penja-
hat kelas kakap atau ahli agama sekali pun! Kalau kamu selalu
berbuat baik, ramah terhadap tetangga, bertutur kata sopan, Insya
Allah masyarakat sekeliling kamu juga respek terhadapmu, dan
mereka akan berpikir ribuan kali untuk ikut membakar rumahmu.
> : Tapi sayang, yang berseberangan dengan mereka pun jumlahnya tak
> : kalah banyak. Rumah penuh dengan ornamen-ornamen leluhur mereka.
> : Bila bermasyarakat, mereka cenderung untuk berkelompok dengan
> : orang Cina lainnya dan terkesan mengucilkan -- atau bahkan (maaf)
> : merendahkan -- kaum pribumi.
> :
> Saya tidak heran kalau anda itu dikucilkan. Tapi bukan karena anda itu
> pribumi, tetapi mungkin karena taraf kemampuan anda berpikir. Saya
> yakin anda sendiri juga sering dikucilkan/direndahin ama pribumi yang
> lain, hanya mungkin anda tidak memperhatikannya karena merasa sekaum.
Saya tidak heran kalau anda itu dikucilkan (hingga ingin buru-
buru pindah ke Singapura). Tapi bukan karena anda itu China,
tetapi mungkin karena taraf kemampuan anda berpikir (berlogika
saja tidak mampu; bisanya cuma mengecam pemerintah Indonesia).
Saya yakin anda sendiri juga sering dikucilkan/direndahin ama
China yang lain, hanya mungkin anda tidak memperhatikannya karena
merasa sekaum.
> : Saya tidak menuduh mereka sebagai "bangsa yang hendak memindahkan
> : tanah leluhurnya ke Indonesia karena di sana masyarakatnya telah
> : penuh sesak dan pemerintahnya tidak arif", tapi alangkah baiknya
> : bila mereka berbaur dengan penduduk pribumi. Bukankah mereka
> : sekarang adalah bangsa Indonesia?
> :
> Again, cara berpikir si muslim. Kalau berbaur artinya harus membuang
> tradisi sendiri? Kalau gitu, semua pendatang arab di eropa dan amerika
> harus membuang semua tradisi mereka termasuk islam dong? Yang cowok
> nggak usah pakai topi-topi haji segala, dan yang cewek enggak usah
> pakai kerudung.
Islam (sebagaimana Kristen, Katholik, Hindu dan Buddha) bukan
tradisi. Semua pemeluk agama yang syah di Indonesia boleh memakai
apa pun atribut keagamaannya sepanjang tidak melanggar hukum.
Kamu boleh saja memakai kalung salib (walau sebesar ember sekali
pun) sebagaimana orang Islam yang memakai topi haji atau keru-
dung. Sekali lagi, taraf berfikir kamu itu tidak lebih baik dari
saudaramu si richard_steele. Apakah semua orang Kristen seperti
ini?
> Terus orang-orang jawa yang ke daerah batak contohnya, harus masuk
> kristen dong? Habis mereka sudah meninggalkan pulau jawa yang penuh
> sesak dan alangkah baiknya jika mereka bisa "membaur" ke tradisi
> tapanuli setempat?
Apakah saya pernah bilang "orang Cina yang datang ke Indonesia
harus masuk Islam?" Silakan kamu cari dan akan saya tunggu
*SAMPAI KAPAN PUN*. Saya berkata, "tapi alangkah baiknya bila
mereka berbaur dengan penduduk pribumi." Kamu tahu arti berbaur
tidak sih?
> : Anda benar. Memang kebanyakan Cina Daratan pandai berbahasa Cina
> : dan Inggris. Mungkin karena itulah kita sering menemui mereka
> : (misalnya di mall atau pasar) berbicara dalam bahasa Cina.
>
> Kalau mereka masih bisa berbahasa cina, yah silahkan. Bahasa itu
> kan ilmu juga, sejak kapan kemampuan disuatu ilmu tertentu itu
> menyebabkan dosa? Yang menjadi masalah disini adalah kebijaksanaan
> si pemakai, kalau di sekeliling mereka waktu itu adalah orang-orang
> seperti anda, maka tidaklah bijaksana berkoar-koar dalam bahasa cina.
Nah, tumben kamu bisa berfikir bijaksana (eh, ini pikiran kamu
atau pikiran ibumu?). Sayangnya banyak teman-temanmu yang masih
nekad berbicara bahasa China padahal disekelilingnya banyak orang
pribumi.
> : IMHO: Lebih baik beragama (Islam) dan berkelakuan baik. Dari mana
> : dalilnya bahwa orang yang tidak percaya adanya Tuhan itu baik?
> : Dalam Islam, dosa yang paling besar adalah tidak percaya adanya
> : Allah atau malah terlalu banyak mempunyai Allah.
> :
> Lebih penting berkelakuan baik dahulu sebelum mencamkan anda sebagai
> bagian dari Islam. Kalau tidak, anda akan memalukan nama Islam saja
> dimata non-muslim. Apakah hukuman syariah bagi muslim yang memalukan
> nama islam?
Saya memalukan nama Islam? Wa Allahu a'lam bish shawwab. Kebodo-
han kamu justru telah memalukan nama Kristen saja dimata Kristen
dan non-Kristen.
> : > b.Menghalalkan segala cara
> : > Ini bukan komunis murni melainkan Stalin yang mempopulerkan ini
> :
> : PKI juga lho ...
> :
> Pikiran anda dalam cara menerapkan cina supaya lebih pribumi sudah
> sama dengan pikiran komunis dalam merikrut pengikut-pengikutnya.
> Apakah hukuman islam buat muslim yang menyamakan islam dengan
> komunis?
Yang menyamakan Islam dengan komunis itu siapa? kamu bukan?
Hahaha ... Tipikal orang-orang dogol: Maling teriak maling!
> : > Hal ini pula yang memicu kalangan Cina Overseas melihat orang pribumi
> : > sebagai orang yang hobinya dikasih duit.
> : > Kalangan pabrikan lah yang paling merasakan hal ini.
> : > Dana Hangus/ dana menguap yang sering diceritakan oleh koran-koran adalah
> : > dana yang diberikan untuk
> : > a.jegger
> : > b.oknum Pemuda Pancasila
> : > c.oknum ABRI
> : > d.oknum SPSI
> : > e.penduduk di sekitar pabrik dalam bentuk sumbangan mesjid, bangun jalan
> : > f.lurah, camat bahkan walikota
> : > Kalau ada uang tidak menjadi masalah bagi kita semua warga Cina perantauan
> :
> : Anda salah. Tidak semua hal bisa dibeli dengan uang.
> : BTW: Tolong sebutkan satu saja negara yang kalangan "parbikan"-
> : nya tidak pernah keluar uang sepeser pun untuk hal-hal seperti
> : yang anda sebutkan di atas.
> :
>
> Gila bener, piciknya elu itu udah luar biasa. Di negara tetangga elu
> yang paling dekat, Singapura. Berbusiness disono enggak usah ngasih
> sumbangan ke PAP, military, police, temple, church, etc. Gila, di
> otak elu itu ada kangker kali, ya?
Hahaha ... makanya jangan jadi katak di dalam tempurung! Piciknya
elu itu udah luar biasa. Gile ... otak elu itu isinya apa sih?
Ini saya lampirkan posting dari saudara kita yang tinggal di
Singapura:
Yessi Oktavia wrote on 14 Apr 1997 15:17:38 GMT:
:
: Eh, gue tinggal di Singapore, ini gue kasih tau sama elu2x semua, dimana2x
: sama aja tau, disini sebenarnya lebih gila2xan lagi cuma pada
: ditutup2xin,kalo di Indonesia mayoritas pribumi, meskipun cina pun banyak,
: tapi di Indonesia ngga' begitu kerasa anti rasialnya, tapi kalo disini,
: karena mayoritasnya cina, jadi yang melayu, juga sama aja, diinjak2x juga,
: kalo di Jakarta yang cina cepet dapet kerjaan dari pada yang pribumi, kalo
: pribumi cepet dapet kerjaan karena ada koneksi, tapi kalo disini, kalo yang
: cina ada apa ngga' ada koneksi tetep aja diterima, meski yang melayu lebih
: potensial daripada yang cina, tetep aja yang diterima yang cina dulu,
: bahkan yang cepet naik pangkatpun yang cina, meski yang melayu udah kerja
: selama berpuluh2x tahun,Disini,emang kalo berbusiness ngga' perlu pake
: acara nyumbang-menyumbang, tapi whether you are chinese or malay or indian,
: tetep aja dari ketiga2xnya yang paling dipentingin yang cinanya.
> Udah deh, sudah cukup anda memalukan nabi anda. Silahkan sadar.
> BTW, apakah anda sudah 100% membaur ke arab? Kalau belum, hati-hati
> elu, dimata Allah entar anda tidak mulia dan dinomor duakan.
Udah deh, sudah cukup kamu memalukan Yesus. Silakan sadar. Jangan
pernah ngaku anak Tuhan kalau otak kamu masih dogol. Bikin malu
orang Kristen saja.
BTW, derajat seseorang di mata Allah tidak ditentukan dari baju
atau topinya, melainkan tingkat keimanannya. Otak kamu terbuat
dari apa sih? Bicaralah yang kamu ketahui saja. Omong-kosongmu di
SCI hanya akan semakin membuatmu terpuruk ke dalam kubangan yang
nista.
> --Lakshimi
---------
Hisbullah
---------
"Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang melampaui batas lagi pendusta." (QS. 40:28).
-----BEGIN PGP SIGNATURE-----
Version: 2.6.3ia
Charset: cp850
iQCVAwUBM1cByMYD6+vCW+yxAQHXGwP+Mwj32j9XAtnzHJMwprKPY0sdJzby/zu7
yAnJCSCol8eG6pGxOAjhmtjupX7jjXCtomFQVlSvpd5iTsNtf7jcCrLcQ+gyKC1Y
2TK5B78Y5KXA60q7vaKlEaUM07//84ulL0zWGtWvDt6Ja6tDpW/uR+OZxSyKQs9q
j6+z304FN8Q=
=Hd2v
-----END PGP SIGNATURE-----
Take it EZ,
Koki
Ada beberapa hal yang saya ingin utarakan:
1. Apakah keturunan Cina di Indonesia harus masuk Islam baru bisa
digolongkan membaur? Bagaimana dengan pribumi lainnya yang
beragama lain? Apakah mereka selama ini tidak membaur juga
hanya karena mereka tidak beragama Islam?
2. Apakah keturunan Cina di Indonesia harus menikah dengan pribumi
baru boleh digolongkan membaur? Menurut saya masalah pelarangan
perkawinan antara suku/ras/golongan masih kita lihat dimana-mana,
bahkan antara suku-suku pribumipun. Di negara Amerika yang begitu
liberal pun masih ada yang menjijikkan perkawinan antara kulit
hitam dan putih. Biasanya tradisi ini dipertahankan oleh orang
tua (generasi lama). UNTUNGNYA, berkat pedidikan yang tinggi,
generasi muda sekarang sudah bisa berpikir sendiri dan mengambil
keputusan yang masuk akal, termasuk perkawinan antara ras ini.
Jadi, saya rasa jangan keturunan Cinanya disalahkan dalam hal
ini. Kita berharap saja, generasi muda Indonesia sekarang bisa
lebih terbuka pikirannya dan tidak terlalu mengikuti tradisi2
lama yang tidak masuk akal.
> Tapi sayang, yang berseberangan dengan mereka pun jumlahnya tak
> kalah banyak. Rumah penuh dengan ornamen-ornamen leluhur mereka.
> Bila bermasyarakat, mereka cenderung untuk berkelompok dengan
> orang Cina lainnya dan terkesan mengucilkan -- atau bahkan (maaf)
> merendahkan -- kaum pribumi.
>
3. Saya sendiri beragama Kristen. Saya pernah belajar dari seorang
teman Amerika sewaktu masih bekerja disana, bahwa semua agama
sebenarnya mempunyai tujuan yang sama, yaitu memuliakan Yang
Maha Pencipta dan Penguasa. Jadi, tidak ada masalah bila orang
yang duduk disamping kita itu beragama lain dengan kita. Toh,
tujuannya sama. Kita juga harus saling menghormati agama satu
sama lain, dan tidak perlu mempengaruhi yang lain untuk masuk
ke agama kita.
4. Mengenai kecenderungan keturunan Cina keluar berkelompok, saya
rasa juga terjadi dimana-mana. Yah, istilahnya, birds fly in a
flock. Jadi orang2 yang berpikiran sama, tentu keluarnya
barengan. Perbuatan yang jelek adalah, kalau ada kelompok2
tertentu yang melecehkan/menjelekkan kelompok lain. Ini yang
tidak bisa ditoleransi.
Masalah yang dihadapi mengenai Cina perantauan di Indonesia ini
sangat pelik dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
Apalagi dengan posting2 yang saling menyakitkan dari dua belah
pihak. Lihat saja Amerika. Mereka sudah berdiri begitu lama, tapi
masalah rasialisme masih menjadi problem besar mereka.
Menurut saya, kita harus melihat akar dari problem yang
yang sebenarnya. Saya rasa problem selama ini bukan karena agama,
warna kulit, bahasa, suku, ras, dll. Saya rasa selama ini problem
nya hanya pada EGO manusia sendiri. Kalau kita bisa menahan diri,
melakukan kewajiban dan tidak melanggar hak-hak orang lain dan
hukum-hukum yang ada, kita bisa hidup tenteram bersama-sama.
Contoh yang paling konkrit adalah kejadian yang belum lama ini
di pedalaman Pontianak, Kalimantan. Dua suku (Dayak dan Madura)
boleh dikata berperang saudara sampai menjatuhkan lumayan banyak
korban materi dan jiwa. Kalau kita lihat secara objektif, masalah
ini sebenarnya berakar dari beberapa individual yang tidak
bertanggung jawab. Tidak ada hubungan sama sekali dengan suku.
Kita berharap saja, semoga generasi muda Indonesia (baik pribumi
maupun keturunan) menikmati pendidikan yang tinggi, dapat lebih
terbuka pikirannya dan bisa mengatasi problem2 yang ada sekarang
ini lebih objektif dan berkepala dingin.
Peace.......
Fredy
-----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
Lakshimi wrote stupidly in soc.culture.indonesia:
> Hisbullah wrote on Fri, 11 Apr 1997 18:44:02 -0700:
> :
> : Dalam beberapa hal anda benar. Tetangga saya (suatu keluarga Cina
> : mualaf) bahkan boleh dikata "lebih pribumi" dibanding orang
> : pribumi. Mereka hidup ditengah-tengah masyarakat pribumi dengan
> : pola hidup yang sama dengan masyarakat sekelilingnya -- Pagi sang
> : Ayah berdagang; ibu di rumah; sedang anak-anaknya sekolah. Ma-
> : lamnya mereka berkumpul dengan keluarganya; mengikuti pengajian;
> : atau rapat RT. Anak-anaknya bahkan berpacaran dan menikah dengan
> : penduduk pribumi. Oh, alangkah mulianya hati mereka! Seandainya
> : saja semua orang Cina perantauan seperti mereka ...
> :
>
> Jadi untuk mulia harus jadi pribumi? Dan untuk jadi pribumi harus
> masuk agama Islam, gitu? Apakah ini mentalnya semua orang Islam di
> Indonesia? Kalau berlogika saja enggak mampu bagaimana bisa membangun
> negara, ya?
Hahaha ... Saya tahu betul siapa oknum yang bersembunyi dibela-
kang nama Lakshimi. Kamu itu orang yang dulu teriak-teriak di SCI
ingin pindah ke Singapura, bukan? Kamu khan yang paling rajin
mencela ummat Islam saat peristiwa Tasikmalaya terjadi?
Well ... Kalau berlogika saja enggak mampu bagaimana bisa mem-
bangun negara ya? Misalkan kalau saya bilang, "Oh alangkah mu-
lianya hati si Budi yang memberikan uang jajannya kepada fakir
miskin." Apakah hanya si Budi saja yang mulia? Apakah jalan untuk
menjadi mulia hanya dengan memberikan uang jajan saja? PIKIRKAN!
Apakah ini mentalnya semua orang "Kristen dan Cina" di Indonesia?
Inti dari posting saya yang lalu adalah *pembauran*. Pemerintah
Indonesia giat melakukan penyuluhan agar kita berbaur (dan saya
pikir kamu lah yang paling depan berdiri menentang kebijakan
itu). Jangan sampai ada pengkotak-kotakan seperti yang telah
penjajah lakukan terhadap rakyat Indonesia. Bersatu kita teguh
bercerai kita runtuh. Saya maklum bila Lakshimi tidak setuju
dengan pembauran karena memang dia tidak cinta akan pemerintah
Indonesia (tapi sampai sekarang tetap hidup di Indonesia. Huh,
dasar nggak tahu malu!).
Kebetulan "point of view" yang saya pakai adalah seorang keluarga
muslim. Banyak juga orang China perantauan yang beragama Kristen
atau Buddha tapi bisa berbaur dengan penduduk pribumi. Kamu
(Lakshimi) harusnya bisa mengambil pelajaran dari mereka, agar
pikiran kamu tidak picik dan sempit.
> Iseng-iseng, gue pingin tau apa tetangga cina elu itu bakal diganyang
> enggak kalau ada riot di daerah elu? Setahu gue, banyak cina di
> pekalongan, tasikmalaya, apalagi situbundo yang mother tongue nya
> udah pada jowo semua. Tapi sewaktu ribut, ya dibakar juga.
Bagaimana dengan yang di Timor-Timur? Dengar ya ... "Nasib buruk"
bisa terjadi pada siapa saja. Tidak perduli apakah dia itu penja-
hat kelas kakap atau ahli agama sekali pun! Kalau kamu selalu
berbuat baik, ramah terhadap tetangga, bertutur kata sopan, Insya
Allah masyarakat sekeliling kamu juga respek terhadapmu, dan
mereka akan berpikir ribuan kali untuk ikut membakar rumahmu.
> : Tapi sayang, yang berseberangan dengan mereka pun jumlahnya tak
> : kalah banyak. Rumah penuh dengan ornamen-ornamen leluhur mereka.
> : Bila bermasyarakat, mereka cenderung untuk berkelompok dengan
> : orang Cina lainnya dan terkesan mengucilkan -- atau bahkan (maaf)
> : merendahkan -- kaum pribumi.
> :
> Saya tidak heran kalau anda itu dikucilkan. Tapi bukan karena anda itu
> pribumi, tetapi mungkin karena taraf kemampuan anda berpikir. Saya
> yakin anda sendiri juga sering dikucilkan/direndahin ama pribumi yang
> lain, hanya mungkin anda tidak memperhatikannya karena merasa sekaum.
Saya tidak heran kalau anda itu dikucilkan (hingga ingin buru-
buru pindah ke Singapura). Tapi bukan karena anda itu China,
tetapi mungkin karena taraf kemampuan anda berpikir (berlogika
saja tidak mampu; bisanya cuma mengecam pemerintah Indonesia).
Saya yakin anda sendiri juga sering dikucilkan/direndahin ama
China yang lain, hanya mungkin anda tidak memperhatikannya karena
merasa sekaum.
> : Saya tidak menuduh mereka sebagai "bangsa yang hendak memindahkan
> : tanah leluhurnya ke Indonesia karena di sana masyarakatnya telah
> : penuh sesak dan pemerintahnya tidak arif", tapi alangkah baiknya
> : bila mereka berbaur dengan penduduk pribumi. Bukankah mereka
> : sekarang adalah bangsa Indonesia?
> :
> Again, cara berpikir si muslim. Kalau berbaur artinya harus membuang
> tradisi sendiri? Kalau gitu, semua pendatang arab di eropa dan amerika
> harus membuang semua tradisi mereka termasuk islam dong? Yang cowok
> nggak usah pakai topi-topi haji segala, dan yang cewek enggak usah
> pakai kerudung.
Islam (sebagaimana Kristen, Katholik, Hindu dan Buddha) bukan
tradisi. Semua pemeluk agama yang syah di Indonesia boleh memakai
apa pun atribut keagamaannya sepanjang tidak melanggar hukum.
Kamu boleh saja memakai kalung salib (walau sebesar ember sekali
pun) sebagaimana orang Islam yang memakai topi haji atau keru-
dung. Sekali lagi, taraf berfikir kamu itu tidak lebih baik dari
saudaramu si richard_steele. Apakah semua orang Kristen seperti
ini?
> Terus orang-orang jawa yang ke daerah batak contohnya, harus masuk
> kristen dong? Habis mereka sudah meninggalkan pulau jawa yang penuh
> sesak dan alangkah baiknya jika mereka bisa "membaur" ke tradisi
> tapanuli setempat?
Apakah saya pernah bilang "orang Cina yang datang ke Indonesia
harus masuk Islam?" Silakan kamu cari dan akan saya tunggu
*SAMPAI KAPAN PUN*. Saya berkata, "tapi alangkah baiknya bila
mereka berbaur dengan penduduk pribumi." Kamu tahu arti berbaur
tidak sih?
> : Anda benar. Memang kebanyakan Cina Daratan pandai berbahasa Cina
> : dan Inggris. Mungkin karena itulah kita sering menemui mereka
> : (misalnya di mall atau pasar) berbicara dalam bahasa Cina.
>
> Kalau mereka masih bisa berbahasa cina, yah silahkan. Bahasa itu
> kan ilmu juga, sejak kapan kemampuan disuatu ilmu tertentu itu
> menyebabkan dosa? Yang menjadi masalah disini adalah kebijaksanaan
> si pemakai, kalau di sekeliling mereka waktu itu adalah orang-orang
> seperti anda, maka tidaklah bijaksana berkoar-koar dalam bahasa cina.
Nah, tumben kamu bisa berfikir bijaksana (eh, ini pikiran kamu
atau pikiran ibumu?). Sayangnya banyak teman-temanmu yang masih
nekad berbicara bahasa China padahal disekelilingnya banyak orang
pribumi.
> : IMHO: Lebih baik beragama (Islam) dan berkelakuan baik. Dari mana
> : dalilnya bahwa orang yang tidak percaya adanya Tuhan itu baik?
> : Dalam Islam, dosa yang paling besar adalah tidak percaya adanya
> : Allah atau malah terlalu banyak mempunyai Allah.
> :
> Lebih penting berkelakuan baik dahulu sebelum mencamkan anda sebagai
> bagian dari Islam. Kalau tidak, anda akan memalukan nama Islam saja
> dimata non-muslim. Apakah hukuman syariah bagi muslim yang memalukan
> nama islam?
Saya memalukan nama Islam? Wa Allahu a'lam bish shawwab. Kebodo-
han kamu justru telah memalukan nama Kristen saja dimata Kristen
dan non-Kristen.
> : > b.Menghalalkan segala cara
> : > Ini bukan komunis murni melainkan Stalin yang mempopulerkan ini
> :
> : PKI juga lho ...
> :
> Pikiran anda dalam cara menerapkan cina supaya lebih pribumi sudah
> sama dengan pikiran komunis dalam merikrut pengikut-pengikutnya.
> Apakah hukuman islam buat muslim yang menyamakan islam dengan
> komunis?
Yang menyamakan Islam dengan komunis itu siapa? kamu bukan?
Hahaha ... Tipikal orang-orang dogol: Maling teriak maling!
> : > Hal ini pula yang memicu kalangan Cina Overseas melihat orang pribumi
> : > sebagai orang yang hobinya dikasih duit.
> : > Kalangan pabrikan lah yang paling merasakan hal ini.
> : > Dana Hangus/ dana menguap yang sering diceritakan oleh koran-koran adalah
> : > dana yang diberikan untuk
> : > a.jegger
> : > b.oknum Pemuda Pancasila
> : > c.oknum ABRI
> : > d.oknum SPSI
> : > e.penduduk di sekitar pabrik dalam bentuk sumbangan mesjid, bangun jalan
> : > f.lurah, camat bahkan walikota
> : > Kalau ada uang tidak menjadi masalah bagi kita semua warga Cina perantauan
> :
> : Anda salah. Tidak semua hal bisa dibeli dengan uang.
> : BTW: Tolong sebutkan satu saja negara yang kalangan "parbikan"-
> : nya tidak pernah keluar uang sepeser pun untuk hal-hal seperti
> : yang anda sebutkan di atas.
> :
>
> Gila bener, piciknya elu itu udah luar biasa. Di negara tetangga elu
> yang paling dekat, Singapura. Berbusiness disono enggak usah ngasih
> sumbangan ke PAP, military, police, temple, church, etc. Gila, di
> otak elu itu ada kangker kali, ya?
Hahaha ... makanya jangan jadi katak di dalam tempurung! Piciknya
elu itu udah luar biasa. Gile ... otak elu itu isinya apa sih?
Ini saya lampirkan posting dari saudara kita yang tinggal di
Singapura:
Yessi Oktavia wrote on 14 Apr 1997 15:17:38 GMT:
:
: Eh, gue tinggal di Singapore, ini gue kasih tau sama elu2x semua, dimana2x
: sama aja tau, disini sebenarnya lebih gila2xan lagi cuma pada
: ditutup2xin,kalo di Indonesia mayoritas pribumi, meskipun cina pun banyak,
: tapi di Indonesia ngga' begitu kerasa anti rasialnya, tapi kalo disini,
: karena mayoritasnya cina, jadi yang melayu, juga sama aja, diinjak2x juga,
: kalo di Jakarta yang cina cepet dapet kerjaan dari pada yang pribumi, kalo
: pribumi cepet dapet kerjaan karena ada koneksi, tapi kalo disini, kalo yang
: cina ada apa ngga' ada koneksi tetep aja diterima, meski yang melayu lebih
: potensial daripada yang cina, tetep aja yang diterima yang cina dulu,
: bahkan yang cepet naik pangkatpun yang cina, meski yang melayu udah kerja
: selama berpuluh2x tahun,Disini,emang kalo berbusiness ngga' perlu pake
: acara nyumbang-menyumbang, tapi whether you are chinese or malay or indian,
: tetep aja dari ketiga2xnya yang paling dipentingin yang cinanya.
> Udah deh, sudah cukup anda memalukan nabi anda. Silahkan sadar.
> BTW, apakah anda sudah 100% membaur ke arab? Kalau belum, hati-hati
> elu, dimata Allah entar anda tidak mulia dan dinomor duakan.
Udah deh, sudah cukup kamu memalukan Yesus. Silakan sadar. Jangan
> I t'ink even in s'pore racism is pretty much alive and kicking. Speaking
> from someone I know pretty closely, and the nature of human
> being plus the notorious culture and our own stupidity and jelousy
> and egoistic, then racism born naturally in our behaviour.
That depends on what's yr definition of "racism". I guess every human being
tends to dislike other races if they are more superior than him. But people
here has been experiencing multiple races since 25 years ago, and now they
are quite mature to have unity. I can say there is no racism in any of
government sectors here. If there are people not happy as what u mentioned,
they could be those who are not really successfull staying in s'pre.
> Consider yourself extremly lucky or perhaps you have spent 10 years
> living in your own world. All kinda racisms might not be reported
> formally in s'pore, therefore you might not heard about them. And I must
> admit, they have a pretty good governing system to prevent racism
> being spread widely as in other neighbouring countries. On top of that,
> Singaporean in general are educated above m'sia and indonesia, therefore
> the impact of racism isn't as bas as others.
Well, so far I don't see any violatation of racism here, even in my daily
life working every days, my environment, my school, every thing, people
here good enough to respect other races. I as well other people have many
races friends here and they never complaint about racism here. I wonder
only those who stay overseas always make noise about the country.
> Now, take a good look of ourself. We tend to think we are the best,
> we are the the most righteous, our own race is better than others
> coz we are more civilised, has a long history of humanity, etc etc...
> we always looking for justification to say we are right and others
> are wrong, therefore we are superior and others are nothing.
That's our natural characteristic. I agree with u.
Salam..
Well.....kalo boleh saya bilang, itu tergantung individu Cina aja.
nggak bisa disamain sebagai orang Cina di suatu wilayah di luar Cina.
Tapi emang sih...ada orang Cina yang sok dan 'mbencekno', sakkarepe
dhewe, lupa tepa seliro.
Tapi yang baek dan santun banyak juga.
temen saya ya macam-macam kaya' gitu.
Dan itu nggak ada hubungannya dengan agama 9 di tempat saya lho...).
Mereka non muslim semua. Tapi mereka ya macem-macem gitu.
Udah ya......salam damai buat orang Cina Indonesia yang cinta tanah air
Indonesia.
Iya kalau di Indo emang bisa apa ket. Cina. Powerless.
Dan gua juga pasti akan mikir berkali-kali kalau sampe ada masalah
dengan pribumi. Tapi kalau di U.S., harap jangan disalah gunakan kalau
ket. Cina-Indo itu powerless. Gua engga akan pandang siapa pun, kalau
ada yang ganggu gua.
Apa yg elu omongin banyak bener-nya. Gua salut sama elu yg broad minded.
\/ P_e_a_c_e.
It is like a breath of fresh air that blows in this newsgroup,
somebody who can actually see the problem as it is.
What a lot of natives don't understand is that without the Chinese
community in Indonesia the economy would collapse in a matter of days.
I am not saying this because I am a Chinese myself but because I
am merely stating the truth. So why don't we work together because
put simply we need each other. We need Indonesia because of its
vast resources and natives need us because of our expertise and
business sense and our stronghold in the world business community.
Just like we need expatriates in Indonesia for the very same
reason.
Educated people may be able to see the truth here but unfortunately
a lot of less educated people are completely ignorant that Chinese
are needed here. Sad and frustrating and maddenning. This will
change only if the government would - for a change - start paying
attention to the future of this country instead of worrying
only how to fill up their pockets while they hold office. Humans
are humans, Chinese, Indonesians, Americans, etc, etc. When there
is no penalty, no accountability for actions chaos happens. Just like
it is during a war. Nobody cares about consequences. Only how to
plunder, loot, rob and things like that because they know they're not
gonna get caught and if they do they can still get away by bribing
the officials. The state of Indonesia right now is very much like
that, isn't it? So if the government is corrupt how can the people
abide the laws. Nonsense.
Time for a change.
--
Agus Gunawan Hadijanto
email. ag...@jakarta.geoquest.slb.com
Malik wrote:
> Gue ngerasa kenapa masalah ket Cina jadi masalah adalah karena
> kebanyakan dari mereka kaya atau berhasil! Coba kalo melarat semua gue
> rasa masalah Cina ket. kagak bakal selalu di blowup.
> Juga emang ada pejabat2 atau orang2 pribumi tertentu yang
Kagak salah tuh, kalo elo rasis. Pandangan Malik elo anggep pandangan segelintir
orang, pribumi lagi, yang artinya elo menganggep hampir sebagian pribumi tidak
kayak pandangannya Malik. Duh RASISNYA. Kalo sebagian besar Cina, Cina perantauan,
(merantau berarti tidak usah membaur, cari duit yang banyak aja, buat anak cuci
di kampung halaman yang kena wabah kelaparan, dll), kayak elo, gue kagak nolak
kalo ada ketegangan rasial-ekonomi di Indocinia.
Berani kagak elo open card? Kita buka semua peta di Indocinia? Gua jamin elo
akan memble aja.
fgb xgh g <jija...@carton.net.nl> schrieb im Beitrag
<335CD5...@carton.net.nl>...
> melisa wrote:
> >
> > Wah kalau gua baca posting elu gua sebagai Cina bisa >>speachless.
Kalau semua orang pribumi pandangannya"wide' >>seperti elu Indonesia akan
maju sekali dan tidak ada problem >>Cina lagi. Problemnya saya rasa itu
adalah
> > bahwa orang pribumi yg pandangannya lebar seperti kamu itu >>dari
penduduk Indonesia mungkin hanya bisa dihitung disatu >>tangan. Moga2 aja
jumlahnya akan meningkat diwaktu yg akan >>datang.
> >
>
> Kagak salah tuh, kalo elo rasis. Pandangan Malik elo anggep >pandangan
segelintir orang, pribumi lagi, yang artinya elo >menganggep hampir
sebagian pribumi tidak kayak >pandangannya Malik. Duh RASISNYA.
Si Melisa di mata saya tidak Rasis, Justru dia adalah Korban dari Rasis
sehingga dia menulis demikian dari Hati nuraninya, Justru anda lah bang Fgb
yg saya liahat sebagai Pendukung Rasisnya.
Anda mesti bisa membedakan antara Pelaku dan Korban.
Janganlah Theorienya Jaman Penjajahan dipakai lagi, Orang Indonesianya
diberi Pangkat diangkat menjadi Sultan untuk membunuh Bangsa Indonesianya
sendiri.
>Kalo sebagian besar Cina, Cina perantauan,
> (merantau berarti tidak usah membaur, cari duit yang banyak >aja, buat
anak cuci di kampung halaman yang kena wabah >kelaparan, dll), kayak elo,
gue kagak nolak kalo ada ketegangan >rasial-ekonomi di Indocinia.
Biarpun Anda Menolak, Punya kekuasaan apa anda ini ??? Rupanya anda ini
menderita Minderkomplex melihat China yg Kaya??? biarpun Pribuminya Buanyak
yg Kaya juga.
> Berani kagak elo open card? Kita buka semua peta di >Indocinia? Gua jamin
elo akan memble aja.
Nah keliatan khan, Hobbynya maen berani² an, Mbok yg toleran
dikit.....(harap baca Posting Takutnya Pak Jenggot)....
Pak Jenggot
Malik <pri...@hotmail.com> wrote in article <33582B...@hotmail.com>...
>
> Gue rasa ngebahas mengenai masalah Cina perantauan udah keluar dari
> konteksnya. Gue pribumi asli, agama gue Islam, gue ngerasa agama gue
> ngajarin kebikan dan kebajikan. Gue engga rela kalo diskusi di sini bawa
> bawa masalah agama. Karena gue ngerasa agama itu adalah hak asasi tiap
> mahluk hidup. Jadi pilihan masing2 elo. Terus masalah Cina, gue pernah
> posting, pendapat gue orang Cina di Indonesia itu ada yang baik (kayak
> ........DELETED...........
Saya sangat setuju dengan pendapat dari Malik. Saya selama ini juga
memiliki pandangan yang hampir sama. Saya memiliki teman2 dekat baik yang
pribumi atau Chinese dan saya tidak menemukan masalah dengan mereka.
Mereka orang baik2, walaupun agama dan keturunan berbeda2.
Yang penting bisa saling menghormati dan memiliki pikiran yang
terbuka....Yaitu keterbukaan dan pengertian bahwa mana ada sih orang yang
tidak bersalah dan jahat dari keturunan manapun juga.
Yang penting kita lihat pribadinya bukan keturunannya. Waktu dulu saya
pernah ditodong sama anak SMP (pribumi) di Pasar Baru, apakah itu berarti
semua anak SMP yang pribumi juga jahat, tentu tidak, karena saya punya
teman kuliah yang keuangannya juga pas-pas, tapi dia kerja keras secara
halal untuk membiayai kuliahnya, dan dia orangnya baik...(both to Chinese
and pribumi).
Saya juga punya keluarga dekat (oom) yang menikah dengan wanita pribumi
yang beragama Islam, dan istrinya itu baik bukan main, malah saya lebih
senang dengan dengan tante saya itu dibanding dengan saudara saya yang
lain.
TErus terang saya seneng sekali membaca tulisan dari Malik dan setuju
berat...
kalo suatu hari kita semua bisa berpikir sama seperti itu, tentu negara ini
akan makin maju.
Salam
Alex
Alex Tjiputra <ale...@ibm.net> wrote in article <01bc4fa4$7110f9a0$c98587ca@invest>...
<BLOCKQUOTE TYPE=CITE>Gue rasa ngebahas mengenai masalah Cina perantauan
udah keluar dari
<BR>konteksnya. Gue pribumi asli, agama gue Islam, gue ngerasa agama gue
<BR>ngajarin kebikan dan kebajikan. Gue engga rela kalo diskusi di sini bawa
<BR>bawa masalah agama. Karena gue ngerasa agama itu adalah hak asasi tiap
<BR>mahluk hidup. Jadi pilihan masing2 elo. Terus masalah Cina, gue pernah
<BR>posting, pendapat gue orang Cina di Indonesia itu ada yang baik (kayak
<BR>kebanyakan temen gue) dan ada juga yang brengsek, gue rasa sama juga
<BR>dengan pribumi di Indonesia. Kalo gue bilang pribumi baik semua, gue
<BR>gile. Kalo gue bilang ket.Cina jahat semua, gue sinting. Elo pada ngerti
<BR>dong!
<BR>Gue ngerasa kenapa masalah ket Cina jadi masalah adalah karena
<BR>kebanyakan dari mereka kaya atau berhasil! Coba kalo melarat semua gue
<BR>rasa masalah Cina ket. kagak bakal selalu di blowup. Gue yakin diantara
<BR>Cina dan pribumi yang berhasil/kaya ada yang emang dari keringet
<BR>sendiri bukan kriminal. TETAPI ada juga diantara KetCina dan pribumi
<BR>yang berhasil dari kolusi korupsi dll yang kagak halal. Kenapa gue pake
<BR>Ket Cina dan Pribumi karena menurut gue sama aja. Saudara2 gue yang
<BR>pengusaha atau pejabat banyak yang berduit bener. Jadi gue tau bener
<BR>Pribumi yang kaya, berhasil juga buanyak tetapi karena mayoritas
<BR>penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan maka kagak begitu
<BR>kelihatan. Juga emang ada pejabat2 atau orang2 pribumi tertentu yang
<BR>ngangkat2 masalah ini, supaya masyarakat rame pandangannya diarahin ke
<BR>ket.Cina. Padahal maksud dia supaya rakyat Indonesia menyoroti masalah
<BR>ket.Cina yang katanya kaya dan kagak tau diri, buat nutupin tuh pejabat2
<BR>atau orang2 yang korupsi, kolusi, dll. Orang ket. Cina kan paling
<BR>gampang jadi scapegoat digebukkin diem aja, dibakar kaga bisa keluar
<BR>suara. Jadi masalahnya gimana di Indonesia dihapus budaya korupsi
<BR>kolusi yang melibatkan ket Cina dan pribumi itu yang penting.
<BR>Emang dibutuhkan waktu yang agak lama, dan kebesaran hati masing2 pihak
<BR>yang pasti kalo kita SALING MENYALAHKAN sampai kapan juga engga bakal
<BR>ada titik temu.
<BR>Kenapa gue ngomong gini karena gue Cinta ama bangsa ini dan kita tidak
<BR>bisa menutup mata menyalahkan ket.Cina karena biar bagaimanapun mereka
<BR>adalah bagian dari kita, dan kita (pribumi)harus bahumembahu dengan para
<BR>Ket Cina (memanfaatkan potensi mereka) membangun Indonesia tumpah darah
<BR>yang kita cintai.
</BLOCKQUOTE>
Setuju gue......
<BR>
</BODY>
</HTML>
Kenapa sih pada sibuk-sibuk ngurusin Non-pri (cina) yang Non-muslim & pri
yang muslim ? Faktor baik buruknya orang kan bukan hanya karna dia itu
dari race apa & agama apa. Kalo kamu orang ber-iman dan berpendidikan
mestinya ngadepin masalah sensitif begitu harus dengan " Otak dan batin
yang bersih " .
indriati <indr...@mlg.mega.net.id> wrote in article
<33584F...@mlg.mega.net.id>...
Pak Jenggot
Dumbass <caroli...@hotmail.com> schrieb im Beitrag
<01bc5016$e6c05c00$1ff438cb@imanrw>...
Yg saya harapkan ialah semoga Indonesia tidak terjadi perpecahan
NB. Indonesia TumpahDarahku, Majulah Indonesiaku, hambamu bersatupadu!
Merdeka!!
Rube',
sebelum nasi jadi bubur, saya pingin ikutan ber pendapat. Kayaknya para
"hunters" ini tidak terbatas pada golongan yang tidak berpendidikan saja.
Saya tau dari cerita kenalan (not necessarily friends) yang bercerita
dengan bangga kalau mereka berhasil mengompas atau mengakibatkan kerugian
pada orang yang berketurunan. Padahal orang orang ini berpendidikan ( sma
bisa lulus, abis itu who knows ? )
Sering juga saya tanya, kenapa sih kok iseng banget ? Ya abis mereka
ngerugiin negara kita ! Gimana caranya ? abis mereka kalau berdagang,
antara mereka sendiri tanpa mau melibatkan orang asli. Mereka padahal
jaringannya kuat sekali, sulit untuk org kita ikut tembus, apa lagi kalau
mereka butuh kapital untuk usaha, mereka didukung sama seluruh gang mereka.
Saya terus jadi bingung, bukannya itu namanya gotong royong ? bukannya
koperasi kayak gitu ? atau juga, lha kenapa kita para inlander tidak
berbuat sama ? kenapa harus kita ngerugiin mereka dengan cara seperti itu
? kenapa kita tidak berkompetisi yang adil dan jujur ? Ini negara kita!!,
jawab mereka, seolah olah itu menjadi suatu hak yang mutlak. ( sama kayak
cerita yang pertama di thread ini kan?)
artinya (IMHO) kurangnya pendidikan tidak bisa di jadikan satu satunya
em-bek hitam. Terus juga yang namanya jurang si kaya dan simiskin juga
tidak bisa sepenuhnya jadi alasan, karena banyak orang Indonesia kalau kaya
lebih jor-joran daripada org keturunan (setidaknya dari pengamatan saya di
Jkt)
tapi saya pikir sesuatu yang lebih mendasar yaitu budaya orang Indonesia
yang senang hidup santai. datang orang yang usaha lebih dari kita, bisa
hidup yang keliatannya lebih santai lagi, ya dasar manusia, IRI.
so, thus, jadi, maka, lebih banyak orang yang "malas" yang berbuat hal hal
seperti ini. makanya mereka nggak sekolah....
tapi kalau yang cerita Ruben yang dibawah ini, yang karena org tua tidak
mampu nyekolahin, itu memang kasus agak lain, tapi masih serupa. di
Indonesia ada kesempatan utk sekolah tidak bayar kok, kalau nggak salah
sampai smp sudah ada inpres untuk tidak perlu bayar spp kan ? kalau mereka
tidak malas atau DKL (dengan kata lain) belum putus harapan, saya pikir
bisa mereka cari sekolah atau pendidikan atau cari kerja. asal mereka mau
kerja dari "nol".
sebenarnya kita baru mengupas satu persoalan saja yang sayangnya sangat
erat berkaitan dengan masalah lain. ini juga salah satu dampak buruk dari
urbanisasi yang tidak terkendali. semua orang pengen hidup di kota, karena
lapangan kerja banyak dll. tapi setelah mereka sampai kota, nggak dapat
kerja bukannya pulang kampung (biasanya karena malu) tapi trus ya jadi
golongan Isnin Kemis.
mungkin gua agak terlalu idealis ya? gua setuju banget kalau pemerintah
harusnya ngasih duit lebih banyak ke pendidikan! dari pada bikin monumen2,
ngusirin orang .... hemm peliknya negara berkembang!
wicak
-------------------------------------------
the previous comments must be taken in good humor!
komentar tadi harus diterima dengan santai!
may you have a humerus! kalau bales %% diilangin
rubenkh <rub...@club-internet.fr> wrote in article
<01bc526e$217aafe0$Loca...@Club-Internet.club-internet.fr>...
> David Beckham <davbe...@geocities.com> wrote in article
> <3360A2...@geocities.com>...
> <deleted>
> > [...]akhirnya di lepaskan oleh pihak kepolisian. Yang saya heran,
kenapa sih
> > Orang pribumi selalu menganggu WNI keturunan? Sepertinya di sekolah
> > saya, anak Pribumi ama WNI KA bersahabat seperti biasa? bahkan saya
juga
> > mempunyai teman karib Pribumi,dan dia juga kayaknya gak benci orang
> > Cina.
> >
> > Yg saya harapkan ialah semoga Indonesia tidak terjadi perpecahan
> >
>
> David.
> Kenapa orang pribumi selalu mengganggu WNI keturunan...Itu sebuah
> pertanyaan yang baik,tapi sedikit sulit untuk dijawab dengan hanya be-
> berapa jawaban saja.
> Kamu pernah mengalami pengalaman yang pahit di Medan (Sumatra),
> tapi yang saya ketahui di Pulau Jawa pun kejadian seperti itu sering ter-
> jadi. Pernah saya menyaksikan hal yang serupa.
>
> Saya namakan mereka The Hunters,anak-anak muda (belasan tahun)
> biasanya mereka tinggal diperumahan yang bagian dalam dari sebuah
> jalan raya,lebih tepat nya orang yang tinggal digang.
> Tingkat kehidupan nya boleh dikatakan (sering kali) senin-kamis,kalau
> bisa makan siang hari,untuk makan malam,orang tua nya harus mencari
> kembali.
>
> Anak-anak ini tidak sempat mengenyam pendidikan dan hiburan yang
> mereka butuhkan.Seperti kamu ketahui,untuk mendapat pendidikan di
> sebuah sekolah,orang tua mereka tidak akan mampu untuk membayar
> iuran sekolah dan peralatan yang dibutuhkan.Bukankah untuk makan
> saja sudah sulit ?
> Sebetul nya kalau kita perhatikan,Pemerintah lah yang harus menjamin
> warganya untuk mendapat pendidikan !
>
> Pertanyaan berikut nya,seperti :Apakah karena kita tidak pernah men-
> dapat pendidikan,kita harus selalu menjadi beringas dan rasial ?
>
> Silahkan kamu jawab (berikut SCIer yg lain nya kalau merasa tertarik).
>
> Ruben.
>
>
>
>
>
:Rube',
:
:sebelum nasi jadi bubur, saya pingin ikutan ber pendapat. Kayaknya para
:"hunters" ini tidak terbatas pada golongan yang tidak berpendidikan saja.
:Saya tau dari cerita kenalan (not necessarily friends) yang bercerita
:dengan bangga kalau mereka berhasil mengompas atau mengakibatkan kerugian
:pada orang yang berketurunan. Padahal orang orang ini berpendidikan ( sma
:bisa lulus, abis itu who knows ? )
*ahem* my dear Wicak, again, you have used different dictionary when you
write 'pendidikan'. I have presume you use your webster dictionary.
You see, di dalam woodster the woodyist, 'pendidikan' didefinisikan sebagai
pelajaran yang menyangkut ilmu pengetahuan science, _dan_ juga norma
norma kehidupan sehari hari dalam berinteraksi dengan mereka mereka yang
non-woodyist.
Jika kita kiat mau jujur, biarpun tingginya 'pendidikan' (ala webster), tetep
aja tingkah laku kita 'bajingan', 'norak', dan cenderung merugikan orang lain
untuk kepentingan diri sendiri. Coba liat di sci ini, mustinyakan yang bisa
posting itu lumayan berpendidikan, tapi lah wong banyak sampahnya, noraknya,
ndableknya, isinya cuma ngeleceh orang, dan membangkakan diri (golongan)
sendiri, mau enaknya 'ndiri, kaga peduli sama perasaan orang lainnya.
Padahal kalu kita liat structur pendidikan indonesia, waduh... hebat banget,
dari pendidikan agama, sejarah perjuangan bangsa, pendidikan *MORAL*
pancasila, wah... semua jadi manusia berpendidikan dan bermoral. Tapi
kenyataannya gimana, hayooo....
Salahnya dimana nih ? Ujung ujungnya, kan universe ini diciptakan oleh
yang maha sempurna, diciptakan dengan kesempurnaan, hasilnya juga sempurna
kata mereka mereka yang bajik dan bijak. Tapi koq konflik antara 'what is'
versus 'what should be' koq kontras banget.
Jadi mendingan aku perdalam aja deh woodiology ku ini, didirikan oleh
yang tidak sempurna, digunakan untuk kita kita yang tidak sempurna juga,
dengan tujuan bikin dunia 'yang sempurna' ini menjadi tempat untuk hidup
yang lebih baik dari sekarang. Bingung ? aku juga koq...
Apa bukti elu mengatakan gue orang yang elu maksud? Enggak perlu
bukti? Itu namanya fitnah, apakah hukumannya buat muslim yang
memfitnah?
Gue enggak tau siapa orang yang elu maksud, tapi buat umat
Islam yang membakar tempat beribadat orang lain bukan saja harus
dicela, tetapi harus dikutuk oleh semua orang termasuk nabi
Muhammad SAW. Tapi gue lihat gaya bahasa elu seolah-olah salah
kalau mencela muslim yang membakar and merampok premise non-Islam.
Tsk, tsk, tsk, benar-benar fanatik membabi-buta.
: Well ... Kalau berlogika saja enggak mampu bagaimana bisa mem-
: bangun negara ya? Misalkan kalau saya bilang, "Oh alangkah mu-
: lianya hati si Budi yang memberikan uang jajannya kepada fakir
: miskin." Apakah hanya si Budi saja yang mulia? Apakah jalan untuk
: menjadi mulia hanya dengan memberikan uang jajan saja? PIKIRKAN!
:
: Apakah ini mentalnya semua orang "Kristen dan Cina" di Indonesia?
:
Oh, jadi maksud ente, orang Cina Indonesia bisa juga mulia tanpa
harus masuk Islam dan kawin sama pribumi, gitu? Nulis yang jelas
dong, kayaknya pembaca lain seperti saudara Ruben juga salah
mengerti. Nadanya ente seolah-olah kalau Cina itu mau mulia harus
masuk Islam dulu dan anak2nya harus dikawinkan ke pribumi, kalau
gitu gue bilang ente Islam sial yang harus digebuk ama nabi
Muhammad di akhirat nanti.
BTW, ente ngambil kesempatan untuk menyerang Kristen di thread
ini ya? Kenapa? Apa karena gue dikira Kristen? Apa ente enggak
perduli kalau aja kiraan ente salah, bukankah itu menjadi dosa?
Apakah hukumannya buat muslim yang tidak berusaha untuk
bertanggung jawab keatas tingkah-lakunya?
: Inti dari posting saya yang lalu adalah *pembauran*. Pemerintah
: Indonesia giat melakukan penyuluhan agar kita berbaur (dan saya
: pikir kamu lah yang paling depan berdiri menentang kebijakan
: itu). Jangan sampai ada pengkotak-kotakan seperti yang telah
: penjajah lakukan terhadap rakyat Indonesia. Bersatu kita teguh
: bercerai kita runtuh. Saya maklum bila Lakshimi tidak setuju
: dengan pembauran karena memang dia tidak cinta akan pemerintah
: Indonesia (tapi sampai sekarang tetap hidup di Indonesia. Huh,
: dasar nggak tahu malu!).
:
Kenapa gue harus setuju ama elu kalau pembauran itu harus melalui
Islam dan perkawinan dengan pribumi? Gue rasa sesama apa yang
disebut pribumi juga tidak suka pembauran yang elu sebut itu.
Coba saja tanya ama orang Sunda kalau mereka suka kalau anaknya
dikawinkan dengan orang Batak. Itu waktu gue tanya elu apa orang
Jawa yang ke Tapanuli apa harus masuk protestan dan ikut tradisi
Batak, elu kan diam, pura-pura atau benar-benar bego?
Pak Hisbullah, saya berbincang dengan anda disini dengan mencamkan
bahwa kita adalah sama Indonesianya, tidak lebih, tidak kurang.
Kita sama-sama lahir, besar, makan tempe, bergaul, ngewek, sekolah
dll di Indonesia. Anda tidak lebih Indonesia dari saya hanya karena
anda merasa suku anda pribumi. Kapan pembauran dengan cara masuk
Islam dan perkawinan dilakukan ama pemerintah? Kita kan masih
negara sekuler, apa anda mengerti itu? Kalau iya, berarti anda
harus menghormati umat dan suku yang lain (tidak seperti artikel
anda yang pertama), kalau tidak maka andalah element yang menentang
pemerintah Indonesia; Element bodoh yang menghambat pembangunan.
: Kebetulan "point of view" yang saya pakai adalah seorang keluarga
: muslim. Banyak juga orang China perantauan yang beragama Kristen
: atau Buddha tapi bisa berbaur dengan penduduk pribumi. Kamu
: (Lakshimi) harusnya bisa mengambil pelajaran dari mereka, agar
: pikiran kamu tidak picik dan sempit.
:
Jadi elu ngerti artinya picik ya? Mau contoh? Baca saja lagi artikel
elu yang dulu, pasti dapat. Gue benar2 enggak ngerti, di artikel elu
dulu kayaknya elu orang yang berprinciple. Walaupun gue enggak setuju
ama principle elu dulu, tetapi gue tetap aja ngerti itu haknya elu.
Tetapi sekarang kayaknya anda mencoba merubah principle anda dengan
menyoalkan kesalah tafsiran bahasa yang and pakai, dengan ini
penghargaan diri anda satu-satunya sekarang juga hilang.
: > Iseng-iseng, gue pingin tau apa tetangga cina elu itu bakal diganyang
: > enggak kalau ada riot di daerah elu? Setahu gue, banyak cina di
: > pekalongan, tasikmalaya, apalagi situbundo yang mother tongue nya
: > udah pada jowo semua. Tapi sewaktu ribut, ya dibakar juga.
:
: Bagaimana dengan yang di Timor-Timur? Dengar ya ... "Nasib buruk"
: bisa terjadi pada siapa saja. Tidak perduli apakah dia itu penja-
: hat kelas kakap atau ahli agama sekali pun! Kalau kamu selalu
: berbuat baik, ramah terhadap tetangga, bertutur kata sopan, Insya
: Allah masyarakat sekeliling kamu juga respek terhadapmu, dan
: mereka akan berpikir ribuan kali untuk ikut membakar rumahmu.
:
Ya, bagaimana dengan Timor-Timur, saya ingin mendengar pendapat anda.
Jangan bilang gue salah baca lagi ya, tapi pendapat elu diatas
menyarankan bahwa cina yang dibakar di situbundo, dll adalah cina
yang tidak berbuat baik, tidak ramah terhadap tetangga, tidak
bertutur kata sopan. Berbicara tentang pandangan picik, siapa itu ya?
Dan jangan samakan nasib buruk dengan kejadian rasialis di tanah
Jawa. Kejadian2 tersebut bukan sesuatu phenomena yang tiba2 dan
tidak pernah diduga, apakah itu bisa bergitu gampangnya disamakan
dengan nasib buruk? Apa sih hukumannya buat muslim yang picik?
: > Saya tidak heran kalau anda itu dikucilkan. Tapi bukan karena anda itu
: > pribumi, tetapi mungkin karena taraf kemampuan anda berpikir. Saya
: > yakin anda sendiri juga sering dikucilkan/direndahin ama pribumi yang
: > lain, hanya mungkin anda tidak memperhatikannya karena merasa sekaum.
:
: Saya tidak heran kalau anda itu dikucilkan (hingga ingin buru-
: buru pindah ke Singapura). Tapi bukan karena anda itu China,
: tetapi mungkin karena taraf kemampuan anda berpikir (berlogika
: saja tidak mampu; bisanya cuma mengecam pemerintah Indonesia).
: Saya yakin anda sendiri juga sering dikucilkan/direndahin ama
: China yang lain, hanya mungkin anda tidak memperhatikannya karena
: merasa sekaum.
:
Pak Hisbullah kok jadi beo disini? Again, menentang defenisi anda
dalam pembauran tidak berarti menentang pemerintah. Kok anda sok
mewakili pemerintah sih? Siapa tau anda itu element DI/TII?
: Islam (sebagaimana Kristen, Katholik, Hindu dan Buddha) bukan
: tradisi. Semua pemeluk agama yang syah di Indonesia boleh memakai
: apa pun atribut keagamaannya sepanjang tidak melanggar hukum.
: Kamu boleh saja memakai kalung salib (walau sebesar ember sekali
: pun) sebagaimana orang Islam yang memakai topi haji atau keru-
: dung. Sekali lagi, taraf berfikir kamu itu tidak lebih baik dari
: saudaramu si richard_steele. Apakah semua orang Kristen seperti
: ini?
Biarlah para pembaca SCI yang menilai taraf pembicaraan disini.
Hanya pendapat saya adalah anda sangat tidak fair membawa diri
anda sebagai wakil Islam and pemerintah Indonesia disini. Mampukah
anda? Yakinkah anda kalau anda tidak memalukan mereka di forum
umum ini?
Sekedar informasi untuk anda, agama dan tradisi bisa bersatu menjadi
suatu entity. Contohnya Hindu di Bali, Buddha di Cina, Katholik/
Kristen di Pilipina dan amerika selatan. Antara Islam dan Melayu
juga ada bagian yang bersatu, contohnya buat yang lelaki adalah
pakaian adat (dengan sarung) sering dipakai kalau ke mesjid. Kalau
lebaran maskotnya ya ketupat. Jadi berdasarkan logika anda, muslim
yang pindah ke suatu tempat yang 99% bukan Islam harus sekalian
membuang tradisi termasuk agama Islamnya supaya bisa berbaur, gitu?
:
: > Terus orang-orang jawa yang ke daerah batak contohnya, harus masuk
: > kristen dong? Habis mereka sudah meninggalkan pulau jawa yang penuh
: > sesak dan alangkah baiknya jika mereka bisa "membaur" ke tradisi
: > tapanuli setempat?
:
: Apakah saya pernah bilang "orang Cina yang datang ke Indonesia
: harus masuk Islam?" Silakan kamu cari dan akan saya tunggu
: *SAMPAI KAPAN PUN*. Saya berkata, "tapi alangkah baiknya bila
: mereka berbaur dengan penduduk pribumi." Kamu tahu arti berbaur
: tidak sih?
Gue tau arti berbaur, dan gue menentang defenisi anda dalam
arti pembauran. Kayaknya gue udah sampai ketitik paling frustasi
dalam berdebat dengan element ekstrim; taktik membodohi diri
sendiri. Apakah bedanya mengatakan secara explicit "cina harus
masuk Islam" dan menulis suatu artikel yang menyarankan cina
masuk Islam agar bisa berbaur dan bisa mulia?
:
: Nah, tumben kamu bisa berfikir bijaksana (eh, ini pikiran kamu
: atau pikiran ibumu?). Sayangnya banyak teman-temanmu yang masih
: nekad berbicara bahasa China padahal disekelilingnya banyak orang
: pribumi.
:
Silahkan jangan melibatkan orang tua disini, kalau salah ngomong
dosanya bisa berat di Islam, benar kan? Kebijaksanaan yang harus
dicamkan ama cina disini juga didasarkan situasi dan kondisi pribumi
di Indonesia. Contohnya, kalau di New York, biarpun elu berbahasa
dewa ama temen elu juga enggak bakal diperduliin ama bule bule
disekitar elu.
: Saya memalukan nama Islam? Wa Allahu a'lam bish shawwab. Kebodo-
: han kamu justru telah memalukan nama Kristen saja dimata Kristen
: dan non-Kristen.
:
Anda tidak merasa memalukan Islam? Kalau gitu maka syukurlah anda itu
benar2 bodoh dan tidak sengaja memalukan nama Islam. Sekarang masalah
nya adalah bagaimana menyadarkan anda bahwa anda itu bodoh. Kayaknya
gue enggak mampu, pakai Kiyai bisa enggak?
:
: Yang menyamakan Islam dengan komunis itu siapa? kamu bukan?
: Hahaha ... Tipikal orang-orang dogol: Maling teriak maling!
:
Sekali defenisi anda dalam pembauran cina mengandung unsur komunis.
Kalau anda mewakili Islam, maka Islam anda = komunis. Kalau elu
masih enggak ngerti, gue mesti cari Kiyai yang punya internet.
: > : Anda salah. Tidak semua hal bisa dibeli dengan uang.
: > : BTW: Tolong sebutkan satu saja negara yang kalangan "parbikan"-
: > : nya tidak pernah keluar uang sepeser pun untuk hal-hal seperti
: > : yang anda sebutkan di atas.
: > :
: >
: > Gila bener, piciknya elu itu udah luar biasa. Di negara tetangga elu
: > yang paling dekat, Singapura. Berbusiness disono enggak usah ngasih
: > sumbangan ke PAP, military, police, temple, church, etc. Gila, di
: > otak elu itu ada kangker kali, ya?
:
: Hahaha ... makanya jangan jadi katak di dalam tempurung! Piciknya
: elu itu udah luar biasa. Gile ... otak elu itu isinya apa sih?
: Ini saya lampirkan posting dari saudara kita yang tinggal di
: Singapura:
:
: Yessi Oktavia wrote on 14 Apr 1997 15:17:38 GMT:
: :
: : <deleted>
Saudari Yessi salah informasinya. Di thread tersebut sudah banyak
kawan-kawan yang tinggal di Singapura menerangkan kesalahan
tersebut, hal tersebut juga kemudian tidak diperdebatkan lagi ama
saudari Yessi. Tetapi yang menarik disini adalah kepicikan dan
kebutaan anda yang sengaja menghindari penerangan dari netters lain.
Hal lain yang menarik adalah ketidak becusan atau ketidak pedulian
anda yang merasa mewakili Islam dalam membaca artikel Yessi. Dia
setuju ama gue (dan tidak setuju dengan elu) bahwa berbusiness
di Singapura tidak perlu ngasih sumbangan kepihak yang berkuasa.
Udah enggak becus, ketawa lagi, sifat-sifatnya kaum tolol.
Dan dengan bangganya anda mengatas namakan ketololan, kepicikan
dan kebutaan anda ke Islam .
: Udah deh, sudah cukup kamu memalukan Yesus. Silakan sadar. Jangan
: pernah ngaku anak Tuhan kalau otak kamu masih dogol. Bikin malu
: orang Kristen saja.
: BTW, derajat seseorang di mata Allah tidak ditentukan dari baju
: atau topinya, melainkan tingkat keimanannya. Otak kamu terbuat
: dari apa sih? Bicaralah yang kamu ketahui saja. Omong-kosongmu di
: SCI hanya akan semakin membuatmu terpuruk ke dalam kubangan yang
: nista.
Sekali lagi anda berhalusinasi bahwa saya mewakili Kristen. Anda
tidak perduli kalau saja anda salah maka anda berdosa terhadap
Yesus dan umat Kristen lainnya. Dan sekali lagi dengan bangganya
anda mengatas namakan sikap anda ke Islam. Untuk informasi anda
sekali lagi, Islam itu pada dasarnya baik, tetapi terlalu sering
nama Islam dirusaki oleh element-element yang mengatas namakan
ketololan, ketamakan dan kesalahan mereka ke Islam. Kaum tersebut
terdiri dari rezim-rezim seperti Saddam Hussien, kaum terrorist,
Kolonel Khadaffi, dan tentunya saudara Hisbullah. Oleh mereka-
merekalah Islam hari ini diasosiasikan dengan kekerasan,
kemiskinan, dan kebodohan.
--Lakshimi
Sudah jelas kok siapa yang dibelakang kejadian-kejadian tersebut,
yang jelas orang ketiga. Sudah diulas di massmedia dalam/luar negeri,
seperti Gatra, Forum dll. Membangun tempat peribadatan, gereja dalam
hal ini, tanpa ijin adalah jelas melanggar/ingkar peraturan dan perjanjian.
Dan akibatnya gampang sekali dimanfaatkan pihak ketiga tersebut.
Yang di Situbondo gereja yang resmi ada ijin cuma tiga buah, sisanya
yang 24 biji tanpa ijin. Dan yang terbakar adalah yang tanpa ijin.
Yang di Timor Timur banyak sekali Masjid yang dibakar juga, meskipun
dengan ijin. Umat muslim memang tidak dijinkan merusak tempat peribadatan
umat lain, juga diwajibkan mematuhi perjanjian yang dibuat dengan
non-muslim. Cuma kalau umat Islam diserang tentunya akan balik membela
diri dan siap perang.
> Oh, jadi maksud ente, orang Cina Indonesia bisa juga mulia tanpa
> harus masuk Islam dan kawin sama pribumi, gitu? Nulis yang jelas
> dong, kayaknya pembaca lain seperti saudara Ruben juga salah
> mengerti. Nadanya ente seolah-olah kalau Cina itu mau mulia harus
> masuk Islam dulu dan anak2nya harus dikawinkan ke pribumi, kalau
> gitu gue bilang ente Islam sial yang harus digebuk ama nabi
> Muhammad di akhirat nanti.
>
Islam tidak membutuhkan orang-orang yang munafik, sebaliknya di Islam
sudah jelas bagi orang-orang munafik apa konsekuensinya di dunia ini
dan akerat kelak. Jadi, Cina Indonesia tersebut jika mau masuk Islam
ya yang benar karena Islam bukan karena yang lain, misal alasan
membaur, alasan usaha, bisnis, relasi, dan lain sebagainya.
>
> Kenapa gue harus setuju ama elu kalau pembauran itu harus melalui
> Islam dan perkawinan dengan pribumi? Gue rasa sesama apa yang
> disebut pribumi juga tidak suka pembauran yang elu sebut itu.
Pembauran memang tidak harus melalui Islam ataupun perkawinan
dengan pribumi. Tapi harus kamu ingat kalau mayoritas pribumi
adalah muslim, yang sampai saat ini sepertinya bukan dirumahnya
sendiri, banyak hak-haknya yang belum diberikan alias ditekan.
Kalau elu merasa yakin bisa membaur dengan cara lain silahkan.
Misalkan atasi masalah keuangan, umat Islam tidak mengijinkan BUNGA UANG,
sedangkan bagi non-muslim (Nasrani dan Yahudi) memungut bunga uang
atas muslim (non Nasrani dan Yahudi) dianjurkan dan diharamkan bagi
non-muslim (Nasrani dan Yahudi). (perampasan hak-hak muslim)
Kalau elu mau ngeyel: "itu kan tidak menyalahi hukum". Ya silahkan,
kan sudah dibilang umat Islam tidak dirumahnya sendiri, jadi masih
ada yang mengaturnya, dan itu menyakitkan atau menyerang umat Islam.
> Coba saja tanya ama orang Sunda kalau mereka suka kalau anaknya
> dikawinkan dengan orang Batak. Itu waktu gue tanya elu apa orang
> Jawa yang ke Tapanuli apa harus masuk protestan dan ikut tradisi
> Batak, elu kan diam, pura-pura atau benar-benar bego?
>
Emak gue tidak melarang gue kawin sama orang manapun asalkan muslim
yang solehah, apakah die cina, batak, sunda, timor, orang bole, orang
arab, cucunya sadam, dll. Yang non muslim itu sudah jelas sifat-sifatnya
dan sudah dijelaskan di Al-Qur'an. Gue juga tidak tahu apakah elu
yang Nasrani juga mempelajari cara-kehidupan yang selamat, termasuk
mempelajari sifat-sifat setan, orang-orang munafik, orang-orang
yang suka berbuat batil dan lain sebagainya. Gue pernah duduk di sekolah
Kristen selama tiga tahun, tidak ada yang bisa didapat dari ajaran
Kristen yang bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat agar umat
manusia itu bisa selamat (keselamatan yang bukan atas dasar percaya).
> Pak Hisbullah, saya berbincang dengan anda disini dengan mencamkan
> bahwa kita adalah sama Indonesianya, tidak lebih, tidak kurang.
> Kita sama-sama lahir, besar, makan tempe, bergaul, ngewek, sekolah
> dll di Indonesia. Anda tidak lebih Indonesia dari saya hanya karena
Berdasarkan rasa ke-Indonesiaan saja tidak akan cukup untuk membangun
indonesia. PKI yang juga Indonesia kan jelas membawa Indonesia ke
jurang kehancuran. Orang bajingan kan juga bisa bilang kita kan sama
sama orang Indonesia, karena warga negara Indonesia, tapi tidak memberikan
sumbangan atau kontribusi dalam membangun Indonesia.
Ha..ha...
Saya pengusaha , keturunan Cina .
Siapa bilang kita pengusaha keturunan kalau berdagang di antara mereka
sendiri ? Khan pemerintah yang bilang itu !
Mana bisa kita berdagang di antara sesama keturunan sendiri , wong jumlah
keturunan tidak sampai 2 % dari total seluruh penduduk Indonesia .
Dulu jaman kakek saya memang ada semacam prinsip bahwa kalau ada pembeli
yang mau beli barang system ngutang harus dilihat dulu pribumi atau
keturunan . Kalau pribumi jangan kasih ngutang , kalau keturunan boleh
ngutang .
Tapi itu bukan karena mau menerapkan yang namanya " berdagang di kalangan
sendiri " atau karena mau kasih prioritas kepada sesama pengusaha keturunan
.
Tetapi karena sudah mengalami kejadian ngutangi pribumi , ketemu yang tidak
niat nayar , nagihnya susah . Mau ditagih cara baik baik ,
ha..ha..ha...tidak mungkin dibayar namanya juga tidak niat bayar .
Ditagih cara kasar , eh..eh..eh orang sekampung keluar semua belain dia .
Mana berani kita ? musuh orang sekampung .
Dilaporkan polisi , eh..eh..eh tetap orang sekampung datang ke rumah kakek
saya ngancam-ngancam !
Terpaksa pengaduan ditarik kembali , dan sejak itu kapok deh .
( Kejadian itu walaupun tidak sama , tetapi menjadi contoh sulitnya
berurusan dng pribumi dan mengakibatkan banyak pengusaha keturunan yang
kapok berdagang dengan pribumi ) .
Tetapi kalau pas ngutangi orang keturunan , dan juga tidak niat bayar , ayo
deh mau berantem ya berantem sini , wong podo cino-e , ha..ha..ha . (
Paling yang keluar juga orang serumahnya saja ) .
Jadi ngerti anda-anda ? Kalau hal itu banyak terjadi dan menjadi pengalaman
bagi banyak kalangan dunia usaha pada era tahun 50-an dan bahkan Bank-Bank
pemerintah sendiri lebih senang kasih kredit kepada pengusaha keturunan
Cina . Bukan karena Cina-nya itu , tetapi karena kalau ada kredit macet
lebih gampang berurusan dengan pengusaha keturunan daripada dengan
pengusaha pribumi .
Juga siapa bilang kalau mereka butuh kapital untuk usaha didukung sama
seluruh gang mereka ?
Ha..ha.ha , kok enak banget ? Apa cari duit gampang ?
Butuh uang untuk modal ? Sini jaminannya apa dulu , bunganya perbulan
berapa dulu , mau nggak gua kasih bunga 10 persen sebulan ? Mau .... oke ,
asal keturunan Cina , kalau kemudian tidak bayar , gua hancurin muka kamu !
Tetapi kalau yang pinjam pribumi , takut deh ! Lebih baik tidak cari
perkara !
Bahkan bukan rahasia lagi bahwa konsumen pribumipun lebih suka belanja di
tokonya si Cina , kalau tidak puas gampang urusannya !
TAPI ITU TADI ERA 50-AN , SEKARANG ERA 90-AN BUNG , NGGAK SOAL LAGI
SEKARANG CINA
ATAU PRIBUMI , SEMUA SAMA SAJA , YANG BAIK YA BAIK , YANG MBELING YA
MBELING .
CINA MBELING SEKARANG JUGA SUSAH DIURUSIN , SAMA SUSAHNYA DENGAN BERURUSAN
DENGAN YANG PRIBUMI , JADI :
MAU KAPITAL UNTUK USAHA , SINI MANA JAMINANNYA DULU !
MAU BELI BARANG NGEBON , SORRY TAK USAH YA !
ERA 90-AN ADALAH :
1. CARI DUIT SUSAH BANGET SEKARANG !
2. TIDAK PERDULI CINA ATAU PRIBUMI KALAU SAINGAN YA HANCURKAN SAJA !
3. TIDAK PERDULI CINA ATAU PRIBUMI KALAU CUSTUMER BAIK YA DISAYANG-SAYANG !
4. TIDAK PERDULI CINA ATAU PRIBUMI KALAU MENGUNTUNGKAN YA AYO JOIN !
5. DAN SETERUSNYA .......
KALAU GUDANG GARAM TAMBAH BESAR , MAKA BANYAK PABRIK ROKOK KECIL YANG
BANGKRUT , PUNYA SIAPA , YA KEBANYAKAN PUNYA KETURUNAN CINA , JADI NGGAK
PANDANG BULU TUH SI GUDANG GARAM !
KALAU INDOMIENYA PAK LIEM TAMBAH JAYA , MAKA TAMBAH BANYAK PABRIK MIE LAIN
YANG BANGKRUT , JUGA DALAM HAL INI PAK LIEM TIDAK PANDANG BULU !
KALAU TIMORNYA SI TOMMY SUKSES , BANYAK MAIN DEALER LAIN YANG MERANA , JUGA
SI TOMMY TIDAK PANDANG BULU !
KALAU GUA BISA JADI KONGLOMERAT , GUA JUGA TIDAK PANDANG BULU , YANG BISA
DISIKAT YA DISIKAT HABIS , HA...HA...HA...
PADA ERA MENYONGSONG TAHUN GILA 2000 , KITA TIDAK PANDANG BULU DEH !
CARI DUIT SUSAH SEKARANG ! POLITIK KACAU ! DAGANG TAMBAH SUSAH ! INDUSTRI
MERANA ! SAINGAN KETAT ! BELUM LAGI SAINGAN DARI LUAR NEGERI !
YANG KAYA TAMBAH KAYA , YANG MISKIN SUKUR-SUKUR TETAP MISKIN , SALAH-SALAH
MALAH JADI MBAMBONG !
DUIT SEKARANG KEBANYAKAN BERKUMPUL DI KANTONG PEJABAT TINGGI DAN
KONGLOMERAT !
GILA....GILA...GILA.....
EDAN...EDAN...EDAN...
SARAN SAYA :
BEKERJALAH DENGAN GIAT , CARI PARTNER YANG COCOK DAN MENGUNTUNGKAN SEBAGAI
RELASI BISNIS ANDA , JANGAN LAGI BERPEGANG PADA MASALAH CINA ATAU PRIBUMI ,
SIMPAN UANG ANDA BERUPA ASSET TANAH DAN BANGUNAN .
SEGERA KITA AKAN MENGHADAPI INFLASI SKALA TINGGI , YANG PUNYA ASSET YANG
MENANG , YANG HANYA PEGANG DUIT SILAHKAN GIGIT JARI !
DAN JANGAN LUPA COBLOS : GOLKAR , PPP , DAN PDI .
Wicak <IWicakS@%%loop.com> wrote in article
<01bc528e$465f0fc0$d5df92cf@pantera-90>...
> Rube',
> Sering juga saya tanya, kenapa sih kok iseng banget ? Ya abis mereka
> ngerugiin negara kita ! Gimana caranya ? abis mereka kalau berdagang,
> antara mereka sendiri tanpa mau melibatkan orang asli. Mereka padahal
> jaringannya kuat sekali, sulit untuk org kita ikut tembus, apa lagi kalau
> mereka butuh kapital untuk usaha, mereka didukung sama seluruh gang
mereka.
>
> Saya terus jadi bingung, bukannya itu namanya gotong royong ? bukannya
> koperasi kayak gitu ? atau juga, lha kenapa kita para inlander tidak
> berbuat sama ? kenapa harus kita ngerugiin mereka dengan cara seperti
itu
> ? kenapa kita tidak berkompetisi yang adil dan jujur ? Ini negara kita!!,
> jawab mereka, seolah olah itu menjadi suatu hak yang mutlak. ( sama kayak
> cerita yang pertama di thread ini kan?)
>
iya aku sekalian jawab kau dan Woody. Sekali lagi aku pake definisi yg
beda dengan Woody. Pendidikan sekolah memang tidak berarti apa2 kalau
bajingan ya bajingan. Tapi maksud saya, mereka sudah berpendidikan
formal, dengan assumsi kalau pendidikan formal itu berarti mereka
seharusnya mengerti budaya, sopan santun dll. saya berani mengambil
asumsi itu karena pendidikan formal ada basisnya, pendidikan 'jalanan'
belum tentu bisa dipertanggung jawabkan.
buat Oom Mitsurgi (sorry kalau huruf kecil merubah namamu)
saya mengerti asal usul perilaku yang anda ceritakan itu, memang
semangat kekeluargaan Indonesia kadang kadang 'berlebih'. tapi supaya
saya mengerti bahwa anda mengerti maksud saya bercerita adalah sebagai
"pengecualian" atau contoh untuk thread yang dimulai Ruben.
saya juga sependapat dengan :
>ERA 90-AN ADALAH :
>
>1. CARI DUIT SUSAH BANGET SEKARANG !
>2. TIDAK PERDULI CINA ATAU PRIBUMI KALAU SAINGAN YA HANCURKAN SAJA !
>3. TIDAK PERDULI CINA ATAU PRIBUMI KALAU CUSTUMER BAIK YA DISAYANG->SAYANG !
>4. TIDAK PERDULI CINA ATAU PRIBUMI KALAU MENGUNTUNGKAN YA AYO JOIN !
>5. DAN SETERUSNYA .......
business is business, it dont mix with etnicity or family...
tapi ini memang kapitalisme murni ya ? bisa nggak indonesia njalanin
kayak begini yang benar ? tanpa ada surat surat sakti ? atau justru yang
kayak begitu yang bikin seru ?
eh setelah saya pikir pikir, nggak terlalu setuju dng no2. humanitarian
ku mungkin terlalu berpengaruh....
wicak
-------------
lagi nyoba mac. yuk!!!
iya aku sekalian jawab kau dan Woody. Sekali lagi aku pake definisi yg
beda dengan Woody. Pendidikan sekolah memang tidak berarti apa2 kalau
bajingan ya bajingan. Tapi maksud saya, mereka sudah berpendidikan
formal, dengan assumsi kalau pendidikan formal itu berarti mereka
seharusnya mengerti budaya, sopan santun dll. saya berani mengambil
asumsi itu karena pendidikan formal ada basisnya, pendidikan 'jalanan'
belum tentu bisa dipertanggung jawabkan.
buat Oom Mitsurgi (sorry kalau huruf kecil merubah namamu)
saya mengerti asal usul perilaku yang anda ceritakan itu, memang
semangat kekeluargaan Indonesia kadang kadang 'berlebih'. tapi supaya
saya mengerti bahwa anda mengerti maksud saya bercerita adalah sebagai
"pengecualian" atau contoh untuk thread yang dimulai Ruben.
saya juga sependapat dengan :
>ERA 90-AN ADALAH :
>
>1. CARI DUIT SUSAH BANGET SEKARANG !
>2. TIDAK PERDULI CINA ATAU PRIBUMI KALAU SAINGAN YA HANCURKAN SAJA !
>3. TIDAK PERDULI CINA ATAU PRIBUMI KALAU CUSTUMER BAIK YA DISAYANG->SAYANG !
>4. TIDAK PERDULI CINA ATAU PRIBUMI KALAU MENGUNTUNGKAN YA AYO JOIN !
>5. DAN SETERUSNYA .......
business is business, it dont mix with etnicity or family...
1. Kalau benar interpretasi saya ke artikel elu yang pertama salah,
maka saya turut bersyukur karena anda tidak berpendapat bahwa kalau
hendak mulia harus menjadi pribumi dan kalau mau membaur jadi pribumi
harus masuk Islam dan anak2nya Cina harus dikawinkan dengan pribumi.
2. Membaur dengan cara masuk Islam dan perkawinan bukanlah program
pemerintah, buktinya negara kita kan negara sekuler. Itu berarti setiap
warga Indonesia harus menghormati suku dan agama yang lain. Jika cara
tersebut diprogramkan maka samalah artinya dengan pemaksaan. Padahal hal
tersebut tidak bisa dipaksakan bahkan sesama suku2 pribumi di Indonesia.
3. Regardless suku, ras, dan agama, saya berbincang dengan anda disini
dengan mencamkan bahwa kita adalah sama Indonesianya, tidak lebih, tidak
kurang. Kita sama-sama lahir, besar, makan tempe, bergaul, ngewek, sekolah
dll di Indonesia. Anda tidak lebih Indonesia dari saya hanya karena anda
merasa suku anda pribumi.
4. jangan samakan nasib buruk dengan kejadian rasialis di tanah Jawa.
Kejadian2 tersebut bukan sesuatu phenomena yang tiba2 dan tidak pernah
diduga, apakah itu bisa bergitu gampangnya disamakan dengan nasib buruk?
5. Anda tidak menjawab pertanyaan saya apakah transmigran2 Jawa Islam
yang berpindah ke Tapanuli di tanah Batak misalnya, harus juga membaur
ke tradisi Batak dan masuk Kristen (seperti saran anda ke Cina supaya
membaur dengan cara masuk Islam).
6. Menjawab pertanyaan anda tentang negara mana yang kalau berbusiness
tidak perlu menyuap pihak berkuasa, saya sebutkan Singapura. Anda
dengan bangganya mengatakan saya picik dengan melampirkan sebagian
tulisan dari Saudari Yessi. Sayang sekali yang anda lampirkan adalah
bagian diskriminasi Melayu di Singapura. Padahal bagian yang mendahuluinya
setuju dengan saya kalau berbusiness di Singapura tidak perlu menyuap
pihak yang berkuasa. Anda seperti kehilangan contexts dan tidak menyadari
hal tersebut kemudian dengan bangganya menertawai kebodohan anda.
Sifat dan nama anda mengigatkan saya tentang teman2 sekolah saya dari
Arab dulu. Mereka bangga dan gembira karena Islam telah menunjukan
giginya dengan Saddam Hussien berani menentang pihak barat dan menyerang
Kuwait. Tetapi mereka tidak menyadari bahaya yang akan menimpa negara
mereka, Arab Saudi, kalau Saddam menang. Seperti anda, dengan bangganya
mereka menertawai ketololan mereka.
--Lakshimi
Whoa... "bagi non-muslim memungut bunga uang atas muslim dianjurkan".
Siapa yang menganjurkan? Coba.. saya tanya.. bisa jawab nggak?
Lakshimi in soc.culture.indonesia wrote stupidly:
> Pak Hisbullah, saya ulangi lagi reply saya dalam versi yang lebih
> compact:
Silakan ... Saya ingin lihat pendapatmu yang lebih compact ini bermutu
atau tidak.
> 1. Kalau benar interpretasi saya ke artikel elu yang pertama salah,
> maka saya turut bersyukur karena anda tidak berpendapat bahwa kalau
> hendak mulia harus menjadi pribumi dan kalau mau membaur jadi pribumi
> harus masuk Islam dan anak2nya Cina harus dikawinkan dengan pribumi.
Mengomentari sesuatu pernyataan dengan didahului prasangka buruk
memang seringkali menghasilkan pendapat yang tidak objektif. Mungkin
hanya karena nama saya Hisbullah lantas kamu menempatkan dirimu berse-
berangan dengan saya yang pada akhirnya (semua rekan ACI/SCI juga
dapat melihat) justru hanya membuatmu semakin terpuruk ke kubangan
yang nista.
> 2. Membaur dengan cara masuk Islam dan perkawinan bukanlah program
> pemerintah, buktinya negara kita kan negara sekuler. Itu berarti setiap
> warga Indonesia harus menghormati suku dan agama yang lain. Jika cara
> tersebut diprogramkan maka samalah artinya dengan pemaksaan. Padahal hal
> tersebut tidak bisa dipaksakan bahkan sesama suku2 pribumi di Indonesia.
Sejak dulu pun saya berpendapat seperti itu. Cuma ada satu hal yang
ingin saya tanyakan, sejak kapan negara Indonesia berubah menjadi
negara sekular? Walau Indonesia bukan negara yang berazaskan suatu
agama tertentu, tapi negara kita tercinta ini mempunyai tatanan ter-
sendiri yang tidak bisa disamakan dengan negara apa pun yang ada di
muka bumi ini. Indonesia bukan negara komunis, bukan berbentuk kera-
jaan, tapi bukan pula negara liberal. Kita (atau setidaknya kami)
punya Pancasila dan UUD 1945 yang menjadikan Indonesia mempunyai
kepribadian tersendiri. Kamu tidak pernah ikut penataran P4 ya? Lalu
apa yang kamu lakukan selama ini? Hanya menumpuk kekayaan?
> 3. Regardless suku, ras, dan agama, saya berbincang dengan anda disini
> dengan mencamkan bahwa kita adalah sama Indonesianya, tidak lebih, tidak
> kurang. Kita sama-sama lahir, besar, makan tempe, bergaul, ngewek, sekolah
> dll di Indonesia. Anda tidak lebih Indonesia dari saya hanya karena anda
> merasa suku anda pribumi.
Sekali lagi, saya tidak pernah berkata bahwa saya lebih Indonesia
daripada kamu. Berbicara mengenai (maaf) ng*w*k, sepertinya kamu sudah
terbiasa berkata kotor seperti itu hingga tidak ada rasa malu atau
sungkan lagi mengemukakannya di depan forum. Saya jadi ingat dengan
beberapa posting porno dan teror-teror yang dikirimkan oleh anonymous-
anonymous lain. Saya tidak menuduh kamu sebagai pengirimnya lho!
> 4. jangan samakan nasib buruk dengan kejadian rasialis di tanah Jawa.
> Kejadian2 tersebut bukan sesuatu phenomena yang tiba2 dan tidak pernah
> diduga, apakah itu bisa bergitu gampangnya disamakan dengan nasib buruk?
Sekarang saya balik bertanya: Apakah tindakan seorang Cina perantauan
yang tanpa rasa toleransi menghardik pemuda-pemuda mukmin yang sedang
membangunkan ummat muslim untuk berbuka puasa adalah penyebab terja-
dinya kerusuhan di Tasikmalaya? Atau mungkinkah penyebabnya adalah
rumah-rumah pemukiman yang pada hari minggu disulap menjadi tempat
kebaktian secara ilegal?
Sekalian saya juga ingin mengomentari pendapatmu pada posting yang
lalu.
Lakshimi wrote in article <1997042906...@fat.doobie.com>
>>> Iseng-iseng, gue pingin tau apa tetangga cina elu itu bakal diganyang
>>> enggak kalau ada riot di daerah elu? Setahu gue, banyak cina di
>>> pekalongan, tasikmalaya, apalagi situbundo yang mother tongue nya
>>> udah pada jowo semua. Tapi sewaktu ribut, ya dibakar juga.
>>
>> Bagaimana dengan yang di Timor-Timur? Dengar ya ... "Nasib buruk"
>> bisa terjadi pada siapa saja. Tidak perduli apakah dia itu penja-
>> hat kelas kakap atau ahli agama sekali pun! Kalau kamu selalu
>> berbuat baik, ramah terhadap tetangga, bertutur kata sopan, Insya
>> Allah masyarakat sekeliling kamu juga respek terhadapmu, dan
>> mereka akan berpikir ribuan kali untuk ikut membakar rumahmu.
>
> Ya, bagaimana dengan Timor-Timur, saya ingin mendengar pendapat anda.
> Jangan bilang gue salah baca lagi ya, tapi pendapat elu diatas
> menyarankan bahwa cina yang dibakar di situbundo, dll adalah cina
> yang tidak berbuat baik, tidak ramah terhadap tetangga, tidak
> bertutur kata sopan. Berbicara tentang pandangan picik, siapa itu ya?
Kaum muslim dan mukmin di Timor-Timur sudah melakukan hal yang benar.
Mereka tidak pernah menyebarkan agama secara door to door (memangnya
sales ya?) atau menyulap rumah pemukiman menjadi tempat ibadah. Mereka
juga telah berlaku baik terhadap masyarakat sekitar. Kaum muslim di
Timor-Timur tidak pernah beranggapan bahwa pemeluk agama lain adalah
salah dan harus di-Islam-kan. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.
Tapi kalau Tuhan menghendaki lain, manusia hanya bisa menerima dan
berserah diri. Bahkan ummat muslim hanya bisa pasrah menerima nasib
bahwa mesjid-mesjid yang dibakar massa yang mayoritas Katolik sampai
berbulan-bulan tidak boleh dibangun lagi.
Sekali lagi: Karena ke-idiot-an kamulah yang menjadikan kamu salah
baca untuk yang kesekian kalinya (keledai saja tidak mau terantuk batu
untuk yang kedua kali).
Silakan baca sekali lagi pendapat saya di atas. Saya khan sudah bi-
lang, "'Nasib buruk' bisa terjadi pada siapa saja. Tidak perduli
apakah dia itu penjahat kelas kakap atau ahli agama sekali pun!" Itu
artinya orang yang sudah berbuat baik pun (seperti ummat Islam di
Timor-Timur) bisa mengalaminya. Tapi setidaknya mereka sudah melakukan
hal yang benar.
Ini sama saja dengan dua orang yang akan menempuh ujian. Yang satu
belajar keras, yang satu lagi bermalas-malasan. Tapi bila kemudian
justru yang bermalas-malasanlah yang mendapat nilai lebih baik, bukan-
kah itu juga merupakan nasib? Tapi setidaknya si rajin yang belajar
keras telah melakukan hal yang jauh lebih baik dari si pemalas. Sampai
di sini kamu mengerti tidak?
Jadi jelas, yang ngoceh bahwa, "cina yang dibakar di situbundo, dll
adalah cina yang tidak berbuat baik, tidak ramah terhadap tetangga,
tidak bertutur kata sopan" itu adalah kamu! Kamu itu tipikal orang
dogol tapi sok tahu (dan ngeyel lagi!).
Berbicara tentang orang yang berpandangan picik, maka jawabnya adalah
Lakshimi seorang. No else!
> 5. Anda tidak menjawab pertanyaan saya apakah transmigran2 Jawa Islam
> yang berpindah ke Tapanuli di tanah Batak misalnya, harus juga membaur
> ke tradisi Batak dan masuk Kristen (seperti saran anda ke Cina supaya
> membaur dengan cara masuk Islam).
Wah, daya fikir kamu itu payah juga. Jangan-jangan kamu itu saudara
sekandung dengan richard_steele si penghujat Islam. Dia
(richard_steele) pandai sekali memutarbalikkan fakta (lihat tangga-
pannya tentang Dajjal) dan sekarang kamu ikut-ikutan pula dengan
mengatakan, "harus juga membaur ke tradisi Batak dan _masuk Kristen_".
Dengar: Selama suatu tindakan beradaptasi dan berbaur dengan ling-
kungan tidak melanggar aqidah Islam, maka tidak ada salahnya ummat
muslim melakukannya. Jadi kalau saya ke Tapanuli, saya akan membangun
rumah bergaya Tapanuli. Saya juga akan mempelajari bahasa setempat dan
sedapat mungkin menggunakannya bila saya bertemu dengan mereka yang
lebih suka berbahasa Tapanuli. Pakaian Tapanuli yang menutup aurat apa
salahnya bila digunakan? Begitu seterusnya. Tapi tidak berarti saya
harus mengganti agama. Itu kan pendapat kamu. Tahu tidak, pendapat
kamu itu selain bertentangan dengan Pancasila (lihat butir-butir
Pancasila. Kalau kamu tidak punya bukunya, kamu bisa mencarinya di
setiap toko buku) juga tidak sesuai dengan prinsip HAM. Makanya,
sisihkanlah waktumu untuk mempelajari tentang Indonesia sebanyak-
banyaknya. Itu juga salah satu cara menuju pembauran. Orang-orang
seperti kamu (yang datang ke Indonesia hanya untuk menumpuk harta lalu
diangkut ke negara leluhurmu) itu yang bikin nama orang-orang Cina
perantauan menjadi tercemar. Walau orang-orang seperti kamu jumlahnya
hanya segelintir, tapi sepak terjangmu mampu mengubah image masyarakat
terhadap mayoritas Cina perantauan yang berhati mulia.
> 6. Menjawab pertanyaan anda tentang negara mana yang kalau berbusiness
> tidak perlu menyuap pihak berkuasa, saya sebutkan Singapura. Anda
> dengan bangganya mengatakan saya picik dengan melampirkan sebagian
> tulisan dari Saudari Yessi. Sayang sekali yang anda lampirkan adalah
> bagian diskriminasi Melayu di Singapura. Padahal bagian yang mendahuluinya
> setuju dengan saya kalau berbusiness di Singapura tidak perlu menyuap
> pihak yang berkuasa. Anda seperti kehilangan contexts dan tidak menyadari
> hal tersebut kemudian dengan bangganya menertawai kebodohan anda.
Oh ... jadi di Singapura murni 100% tidak ada kasus suap ke pihak
penguasa? Apa buktinya? Apakah karena hal itu kamu lantas ingin buru-
buru pindah ke Singapura? Kami tidak akan merasa sedih kehilangan kamu
yang sama sekali tidak bangga dengan negaranya. Itu semakin memperkuat
argumen saya bahwa kamu itu datang ke Indonesia hanya untuk mencari
duit sebanyak-banyaknya. Tindak-tandukmu telah mempermalukan orang-
orang Cina perantauan.
> Sifat dan nama anda mengigatkan saya tentang teman2 sekolah saya dari
> Arab dulu. Mereka bangga dan gembira karena Islam telah menunjukan
> giginya dengan Saddam Hussien berani menentang pihak barat dan menyerang
> Kuwait. Tetapi mereka tidak menyadari bahaya yang akan menimpa negara
> mereka, Arab Saudi, kalau Saddam menang. Seperti anda, dengan bangganya
> mereka menertawai ketololan mereka.
Itu pendapatmu. Kamu boleh saya ngoceh tentang apa pun tentang diri
saya. Tapi sekedar informasi, sewaktu perang teluk yang lalu saya
justru menyayangkan tindakan Irak dan berharap Irak segara meninggal-
kan Kuwait. Kalau boleh berandai-andai, sifat dan namamu juga meng-
ingatkan saya dengan tokoh yang mungkin menjadi idola kamu: "Edy
Tansil".
> --Lakshimi
---------
Hisbullah
---------
"Dalam kehidupan manusia yang baik ialah seorang yang segera mengekang
tali kudanya dan terbang di atas pelananya tiap kali mendengar suara
ancaman dan kejutan, dan dia terbang ke sana dengan bersiap sedia
menghadapi maut." (Hadits Shahih).
-----BEGIN PGP SIGNATURE-----
Version: 2.6.3ia
Charset: cp850
iQCVAwUBM2ljjcYD6+vCW+yxAQGMvQP/ZfZvBDPlPYE8D1VHWb2Unmse3SJ/1G5T
PWZjA/CzP+jcPFcBT692oEv6mm8C6v7qx5kn0pRM2ToH0HllU+TMfb1EmuR5zk+/
oIlwke06FvZfRB+2qZZIb6PgqEppK7kX0iOQqMZB/h7Yx7VcCAtBKoMmzUjylD7i
5PEIc1FByN0=
=HjEG
-----END PGP SIGNATURE-----
PGP Key available at PGP Key Server, key ID: 0xC25BECB1
Well not really, Apples and oranges are still different though they are
called fruit. Also Water and oil do not mix, you idiot.
this fuck, has been around the net and spends most of his sorry time on
the net since his ass got fired by one of those chinese companies.
by using his stupidity, he loves to bash / generalize all the chinese.
get a life punk ass !!
Hisbullah, si Arab nggak jadi wrote on Thu, 1 May 1997 21:08:02 -0700:
:
: Mengomentari sesuatu pernyataan dengan didahului prasangka buruk
: memang seringkali menghasilkan pendapat yang tidak objektif. Mungkin
: hanya karena nama saya Hisbullah lantas kamu menempatkan dirimu berse-
: berangan dengan saya yang pada akhirnya (semua rekan ACI/SCI juga
: dapat melihat) justru hanya membuatmu semakin terpuruk ke kubangan
: yang nista.
:
Pak Bul, gue berseberangan dengan elu karena artikel elu yang
menyarankan bahwa kalau harus mulia maka harus jadi pribumi, dan
kalau mau jadi pribumi maka harus masuk Islam. Kalau pernyataan
ini salah maka gue turut bersyukur, kalau sebaliknya, maka mudah-
mudahan elu ditabokin nabi elu di akhirat nanti. Semua netters
juga tahu kalau Hisbullah bukan nama asli elu, itu nama impian elu
yang ingin jadi orang Arab dan mungkin juga terroris kelas tempe.
Tapi itu bukan masalah gue, silahkan pakai nama Ayatolah, Abu xxxx,
and etc. Nasehat gue ke lu, nasi sudah jadi bubur, elu bukan orang
Arab, jangan sesali lagi nasibmu.
: Sejak dulu pun saya berpendapat seperti itu. Cuma ada satu hal yang
: ingin saya tanyakan, sejak kapan negara Indonesia berubah menjadi
: negara sekular? Walau Indonesia bukan negara yang berazaskan suatu
: agama tertentu, tapi negara kita tercinta ini mempunyai tatanan ter-
: sendiri yang tidak bisa disamakan dengan negara apa pun yang ada di
: muka bumi ini. Indonesia bukan negara komunis, bukan berbentuk kera-
: jaan, tapi bukan pula negara liberal. Kita (atau setidaknya kami)
: punya Pancasila dan UUD 1945 yang menjadikan Indonesia mempunyai
: kepribadian tersendiri. Kamu tidak pernah ikut penataran P4 ya? Lalu
: apa yang kamu lakukan selama ini? Hanya menumpuk kekayaan?
:
Hey bollah, cobalah pakai otak kecil dibawah turban elu itu. Emang
apa salahnya sih memupuk kekayaan asalkan caranya bener? Bukankah
keberhasilan tersebut juga hasil jerih payah dari seseorang? Apa
emangnya lebih halal melupakan semua itu kemudian menjadi melarat
terus menyalahkan orang2 yang berhasil? Apakah lebih halal kalau
sudah melarat lantas membakar dan merampok mereka yang tidak sepaham
dengan elu? Terus bagaimana komentar elu tentang pribumi-pribumi yang
kaya seperti anak-anaknya Presiden? Beranikah elu megeritik mereka
dengan tuduhan menumpuk kekayaan? Ataukah elu itu hibollah pengecut
yang hanya berani dengan cina dan kristen yang tidak punya senjata?
Kepengecutan anda sama dengan muslim2 yang menyerang cina di
Situbundo, Tasikmalaya, dll. Kalau mereka berani, maka seranglah
kantor gubenur, pangdam, terus sekalian ke jalan Cendana di Jakarta.
: Sekali lagi, saya tidak pernah berkata bahwa saya lebih Indonesia
: daripada kamu. Berbicara mengenai (maaf) ng*w*k, sepertinya kamu sudah
: terbiasa berkata kotor seperti itu hingga tidak ada rasa malu atau
: sungkan lagi mengemukakannya di depan forum. Saya jadi ingat dengan
: beberapa posting porno dan teror-teror yang dikirimkan oleh anonymous-
: anonymous lain. Saya tidak menuduh kamu sebagai pengirimnya lho!
:
Sekali lagi jangan bulshit pak Bul, Apa sih salahnya menggunakan
kata ngewek? Artinya dalam bahasa Inggris yaitu "have sex", kan sudah
lazim dipakai? Elu jangan terlalu berlagak suci, lebih baik elu
keluarin dikit perasaan elu. Kalau kagak entar yang dibawah turban
elu itu makin busuk kayak kumbangan nista.
: Sekarang saya balik bertanya: Apakah tindakan seorang Cina perantauan
: yang tanpa rasa toleransi menghardik pemuda-pemuda mukmin yang sedang
: membangunkan ummat muslim untuk berbuka puasa adalah penyebab terja-
: dinya kerusuhan di Tasikmalaya? Atau mungkinkah penyebabnya adalah
: rumah-rumah pemukiman yang pada hari minggu disulap menjadi tempat
: kebaktian secara ilegal?
:
Elu enggak merasa lebih Indonesia dari yang lain termasuk cina-cina
yang lahir di Indonesia, tetapi elu tetap aja memakai kata2 "cina
perantauan". Apa sih yang mau elu tegaskan dengan pemakaian tersebut?
Di sini kan udah jelas elu itu 1) Muslim yang enggak jujur (harus
dihukum apa sih ama syariah?) atau 2) Islamnya yang enggak jujur.
Pernahkan seorang fanatik kayak elu berpikir bahwa si cina menghardik
muslim2 secara spontaneous, sikap yang disebabkan leluasa karena merasa
berada di tanah airnya? Sudah jelas dia tidak pernah membayangkan apa
yang akhirnya terjadi. Kalau misalnya dia merasa hidup di negeri orang
dan Indonesia bukan tanah airnya, maka dia sudah tentu akan merasa
lebih was-was. Kadang-kadang saya berpikir inilah impact negatip dari
pembauran satu arah; si cina yang sedemikian membaur sehingga merasa
terlalu leluasa akhirnya harus menerima akibat yang disebabkan oleh
sekelilingya yang masih menganggap dia itu semacam orang asing. Coba
kalau di Medan atau Pontianak yang cinanya masih kurang membaur, mereka
selalu menjauhi segala jenis bentrokan dengan apa yang namanya pribumi.
Bahkan unsur keadilan tidak lagi dipermasalahkan kalau yang terbentrok
itu pribumi.
Anda mempermasalahkan umat Kristen yang merombak rumahnya menjadi gereja.
Terus terang aja gue sendiri enggak setuju karena kalau rumah gue
kebetulan disebelahnya maka tidur gue bisa terganggu. Tetapi gue
bisa mengerti mengapa mereka berbuat demikian. Gue yakin elu juga tau
kalau izin mendirikan gereja di tanah Jawa bisa nggak kunjung tiba.
Apakah elu punya saran lain bagaimana supaya mereka bisa menjalankan
ibadahnya seperti umat-umat lainnya? Ataukah di sini anda akan menutup
mata dan otak anda? Memaksa mereka masuk Islam? Tidak perduli kalau
mereka menjadi manusia tak ber Tuhan?
Apapun alasanya, apakah elu dan Islam merestui perbuatan binatang
binatang yang membakar dan merampok sambil berteriak "Allahu Akbar"?
Ataukah elu hendak mengatakan bahwa mereka telalu tidak bisa berpikir
sehingga berubah menjadi binatang yang membabi buta? Elu kayaknya
bersimpati dengan binatang-binatang tersebut, apa ada sanak famili
elu yang ikut dalam pristiwa pembakaran dan perampokan tersebut?
:
: Si bollah, si arab enggak jadi, mengoceh tentang TimTim:
: <deleted>
Hei bollah, kangker otak elu kumat lagi. Seseorang itu enggak perlu
genius untuk mengerti bahwa sentimen di TimTim pertama-tama disebabkan
pristiwa politik dimana pendudukan oleh Indonesia masih tidak diterima
sepenuhnya. Bagaimana elu bisa menyamakan keadaan di TimTim dengan
situasi cina Kristen di tanah Jawa yang sudah berabad-abad di sana?
Dengan gampangnya elu beralasan Muslim di TimTim sudah berkelakuan
baik dan Kristen sebaliknya? Apa pendukung argumentasi anda? Apakah
hanya berdasarkan anggapan kalau Kristen tentu tak baik? Otak elu udah
digerogotin dengan penyakit yang namanya kangker fanatik. Otak yang
demikian biasanya tidak berfungsi lagi sehingga tidak bakal sanggup
membekali diri sendiri dengan kehidupan yang memadai, alhasil ya
kemelaratan yang dilanjutkan dengan pemberontakan.
: Ini sama saja dengan dua orang yang akan menempuh ujian. Yang satu
: belajar keras, yang satu lagi bermalas-malasan. Tapi bila kemudian
: justru yang bermalas-malasanlah yang mendapat nilai lebih baik, bukan-
: kah itu juga merupakan nasib? Tapi setidaknya si rajin yang belajar
: keras telah melakukan hal yang jauh lebih baik dari si pemalas. Sampai
: di sini kamu mengerti tidak?
:
Apakah mental yang elu sebut di atas itu mental Islam? Karene elu, gue
anggap aja iya. Bagi gue, tidak ada hal dimana yang bermalas-malasan
bakal berprestasi lebih baik dari yang rajin. Sama seperti halnya tidak
ada yang berkerja keras bakal lebih melarat dari yang hanya nongkrong
di warung-warung. Terus kalau udah melarat langsung salahin nasib.
Manusia itu sudah lazim kalau sudah tak berdaya maka pasrah kepada Tuhan,
tetapi kadang-kadang banyak juga pemalas-pemalas yang terlalu cepat
berpasrah dan memakai alasan kepatuhan kepada Tuhan untuk menutupi
kekurangan tersebut (justification). Celakanya bagi sebagian penduduk
Indonesia mental tersebut sudah menjadi tradisi turun-temurun.
: Jadi jelas, yang ngoceh bahwa, "cina yang dibakar di situbundo, dll
: adalah cina yang tidak berbuat baik, tidak ramah terhadap tetangga,
: tidak bertutur kata sopan" itu adalah kamu! Kamu itu tipikal orang
: dogol tapi sok tahu (dan ngeyel lagi!).
:
Yah dogol atau tidak enggak apa-apa. Gue bersyukur elu tidak berpikir
demikian.
:
: > 5. Anda tidak menjawab pertanyaan saya apakah transmigran2 Jawa Islam
: > yang berpindah ke Tapanuli di tanah Batak misalnya, harus juga membaur
: > ke tradisi Batak dan masuk Kristen (seperti saran anda ke Cina supaya
: > membaur dengan cara masuk Islam).
:
: Wah, daya fikir kamu itu payah juga. Jangan-jangan kamu itu saudara
: sekandung dengan richard_steele si penghujat Islam. Dia
: (richard_steele) pandai sekali memutarbalikkan fakta (lihat tangga-
: pannya tentang Dajjal) dan sekarang kamu ikut-ikutan pula dengan
: mengatakan, "harus juga membaur ke tradisi Batak dan _masuk Kristen_".
Sorry pak Bul, gue biasanya tidak mengikuti perdebatan tentang agama.
Bagi gue, asal agama tidak dicampur adukan dengan politik yang biasanya
demi keuntungan pribadi, gue tidak merasa agama yang satu lebih benar
dari yang lain.
: Dengar: Selama suatu tindakan beradaptasi dan berbaur dengan ling-
: kungan tidak melanggar aqidah Islam, maka tidak ada salahnya ummat
: muslim melakukannya. Jadi kalau saya ke Tapanuli, saya akan membangun
: rumah bergaya Tapanuli. Saya juga akan mempelajari bahasa setempat dan
: sedapat mungkin menggunakannya bila saya bertemu dengan mereka yang
: lebih suka berbahasa Tapanuli. Pakaian Tapanuli yang menutup aurat apa
: salahnya bila digunakan? Begitu seterusnya. Tapi tidak berarti saya
: harus mengganti agama. Itu kan pendapat kamu. Tahu tidak, pendapat
: kamu itu selain bertentangan dengan Pancasila (lihat butir-butir
: Pancasila. Kalau kamu tidak punya bukunya, kamu bisa mencarinya di
: setiap toko buku) juga tidak sesuai dengan prinsip HAM. Makanya,
: sisihkanlah waktumu untuk mempelajari tentang Indonesia sebanyak-
: banyaknya. Itu juga salah satu cara menuju pembauran.
Syukurlah kepada Tuhan, elu tidak beranggapan cina harus membaur dengan
menukar agama mereka ke Islam. Kalau begini, sebenarnya perdebatan
gue ke lu sama sekali tidak perlu.
: Orang-orang
: seperti kamu (yang datang ke Indonesia hanya untuk menumpuk harta lalu
: diangkut ke negara leluhurmu) itu yang bikin nama orang-orang Cina
: perantauan menjadi tercemar. Walau orang-orang seperti kamu jumlahnya
: hanya segelintir, tapi sepak terjangmu mampu mengubah image masyarakat
: terhadap mayoritas Cina perantauan yang berhati mulia.
Kefanatikan dan kebencian yang sukar ditahan, yah kan pak Bul? Udah
gue omongin, gue bukan pendatang dari cina, gue lahir, besar, makan
nasi sayur, tempe, ngewek, sekolah di Indonesia seperti elu. Gue sama
Indonesianya dengan elu (kalau elu bukan lahir di Arab ya). Gue kira
elu udah mengerti soalnya baru aja diatas elu bilang enggak merasa lebih
Indonesia dari gue, kayaknya kangker otak elu kambuh lagi ya? Mungkin ada
juga unsur alhaimernya di sana, makanya jangan terlalu fanatik membabi
buta.
:
: Oh ... jadi di Singapura murni 100% tidak ada kasus suap ke pihak
: penguasa? Apa buktinya? Apakah karena hal itu kamu lantas ingin buru-
: buru pindah ke Singapura? Kami tidak akan merasa sedih kehilangan kamu
: yang sama sekali tidak bangga dengan negaranya. Itu semakin memperkuat
: argumen saya bahwa kamu itu datang ke Indonesia hanya untuk mencari
: duit sebanyak-banyaknya. Tindak-tandukmu telah mempermalukan orang-
: orang Cina perantauan.
:
Buktinya banyak asal elu berusaha membuka mata dan mengobati kangker
otak elu. Indeks Beri tentang negara yang paling menarik untuk
berbusiness, juga indeks yang merangking tingkat korupsi, juga berita
berita disurat-kabar, teman2, dll. Gue enggak tertarik untuk berdiskusi
tentang Singapura, gue juga enggak berniat pindah ke sana seperti yang
elu tuduh secara membabi buta. Di sini gue hanya membuka kepicikan
tercermin dari statement yang elu buat bahwa tidak ada satu negarapun
yang kalau berbusiness tidak usah menyuap pihak berkuasa. Elu sedemikian
tololnya tidak menyadari kutipan dari sdri Yessi yang elu pakai sebagai
argument rupanya juga setuju kalau berbusiness di Singapura enggak usah
suapin pihak yang memerintah. Sekarang elu kalah malu ya? Kenapa sih
elu begitu keras-kepala? Emangnya di Islam dosa kalau mengaku salah.
:
: Itu pendapatmu. Kamu boleh saya ngoceh tentang apa pun tentang diri
: saya. Tapi sekedar informasi, sewaktu perang teluk yang lalu saya
: justru menyayangkan tindakan Irak dan berharap Irak segara meninggal-
: kan Kuwait. Kalau boleh berandai-andai, sifat dan namamu juga meng-
: ingatkan saya dengan tokoh yang mungkin menjadi idola kamu: "Edy
: Tansil".
:
Maaf, bukannya gue enggak bosan memanggil anda tolol, tetapi contohnya
muncul lagi. Gue enggak menanyakan pendapat elu di perang teluk,
tetapi gue membandingkan dua orang yang sama-sama dengan bangganya
menertawakan ketololan yang tidak disadarinya. Mungkin gue keterlaluan
di sini, tapi elu sih yang udah nggak becus membaca artikel si Yessi,
masih ketawa-tawa dengan bangga.
RESUME
~~~~~~
Lakshimi (kembaran richard_steele) ini termasuk species makhluk dogol
bin ngeyel. Mereka mungkin adalah ketua kelas di SLB karena paling tua
(teman-teman seangkatannya sudah lulus semua). Kelemahan paling menco-
lok dari si Lakshimi ini adalah daya nalarnya yang payah sekali. Saya
pernah bercerita tentang keluarga Cina mualaf yang pandai sekali
berbaur dengan penduduk pribumi lalu saya berkata, "Oh, alangkah
mulianya hati mereka!" Tapi dengkul Lakshimi (ini otaknya dia) mengin-
terpretasikan lain. Dia ngoceh:
> Jadi untuk mulia harus jadi pribumi? Dan untuk jadi pribumi harus
> masuk agama Islam, gitu? Apakah ini mentalnya semua orang Islam di
> Indonesia?
Hahaha ... semua orang juga tahu bahwa kalimat "Oh, alangkah mulianya
hati si Budi yang telah menyumbangkan uang jajannya untuk fakir
miskin" tidak bisa ditarik kesimpulan bahwa orang selain Budi tidak
mulia atau malah jalan satu-satunya untuk mulia hanya menyumbangkan
uang jajan!
Saya juga menyarankan agar penduduk pendatang harus bisa menyesuaikan
diri (beradaptasi/membaur) dengan lingkungan barunya. Tapi dia malah
bertanya dengan bodohnya:
> Terus orang-orang jawa yang ke daerah batak contohnya, harus masuk
> kristen dong? Habis mereka sudah meninggalkan pulau jawa yang penuh
> sesak dan alangkah baiknya jika mereka bisa "membaur" ke tradisi
> tapanuli setempat?
Itulah definisi menyesuaikan diri dan berbaur menurut dengkulnya. Kita
sebagai orang normal hanya bisa tersenyum melihat ketololannya. Mak-
lum, dia itu idiot. Mungkin menurutnya mengenakan sarung, kopiah dan
jas pada orang muslim di Indonesia bukan termasuk tindakan beradapta-
si. Heh Lakshimi, dengar: Orang Cina yang datang ke tanah Jawa lalu
belajar bahasa Jawa, Sunda, atau Indonesia juga termasuk berbaur.
Tindakan lain misalnya kalau kita rajin mengikuti rapat RT, pertemuan
Karangtaruna atau kegiatan PKK. Hanya setan yang mengatakan berbaur
itu berarti pindah agama. :-)
Satu-satunya kehebatan dia adalah dalam hal memutarbalikkan fakta.
Contoh paling tepat saya cuplikan di bawah ini:
>>> Iseng-iseng, gue pingin tau apa tetangga cina elu itu bakal diganyang
>>> enggak kalau ada riot di daerah elu? Setahu gue, banyak cina di
>>> pekalongan, tasikmalaya, apalagi situbundo yang mother tongue nya
>>> udah pada jowo semua. Tapi sewaktu ribut, ya dibakar juga.
>>
>> Bagaimana dengan yang di Timor-Timur? Dengar ya ... "Nasib buruk"
>> bisa terjadi pada siapa saja. Tidak perduli apakah dia itu penja-
>> hat kelas kakap atau ahli agama sekali pun! Kalau kamu selalu
>> berbuat baik, ramah terhadap tetangga, bertutur kata sopan, Insya
>> Allah masyarakat sekeliling kamu juga respek terhadapmu, dan
>> mereka akan berpikir ribuan kali untuk ikut membakar rumahmu.
>
> Ya, bagaimana dengan Timor-Timur, saya ingin mendengar pendapat anda.
> Jangan bilang gue salah baca lagi ya, tapi pendapat elu diatas
> menyarankan bahwa cina yang dibakar di situbundo, dll adalah cina
> yang tidak berbuat baik, tidak ramah terhadap tetangga, tidak
> bertutur kata sopan. Berbicara tentang pandangan picik, siapa itu ya?
Untuk yang kesekian kalinya Lakshimi melakukan kesalahan serupa yang
rekornya hanya bisa disaingi oleh seekor keledai. Di mana letak kesa-
lahannya? Tak usahlah kita bersusah-payah mencarinya. Berikan saja
kepada anak SD. Saya yakin mereka bisa menemukan dengan mudah.
Anehnya, walau kesalahannya sudah saya koreksi tapi Lakshimi mengu-
langinya lagi di posting berikutnya. Ini ada hubungannya dengan egonya
yang teramat besar untuk mengakui bahwa dirinya salah.
Demikian sekilas resume yang dapat saya simpulkan sampai saat ini.
Bagaimana pun juga, saya akan terus menegakkan keadilan walau terasa
perih sampai jiwa lepas dari ragaku.
RESUME SELESAI SAMPAI DI SINI.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Lakshimi wrote on 3 May 1997 23:28:01 -0700:
>
> Pak Bul, gue berseberangan dengan elu karena artikel elu yang
> menyarankan bahwa kalau harus mulia maka harus jadi pribumi, dan
> kalau mau jadi pribumi maka harus masuk Islam. Kalau pernyataan
> ini salah maka gue turut bersyukur, kalau sebaliknya, maka mudah-
> mudahan elu ditabokin nabi elu di akhirat nanti.
Kemarin kamu berkata "dikutuk", "Islam sial", sekarang "ditabokin".
Apa maksud kamu menghina nabi Muhammad saw? Perkataan kamu itu tidak
berbeda jauh dengan si richard_steele yang juga menghujat nabi Muham-
mad saw dan menghina al-Qur'an.
> ... Semua netters
> juga tahu kalau Hisbullah bukan nama asli elu, itu nama impian elu
> yang ingin jadi orang Arab dan mungkin juga terroris kelas tempe.
> Tapi itu bukan masalah gue, silahkan pakai nama Ayatolah, Abu xxxx,
> and etc. Nasehat gue ke lu, nasi sudah jadi bubur, elu bukan orang
> Arab, jangan sesali lagi nasibmu.
Saya tidak pernah menyesal menjadi rakyat Indonesia. Bahkan saya
bangga bisa hidup di Nusantara ini. Kalau kamu menyesal, kembali saja
ke negara leluhurmu!
> : Sejak dulu pun saya berpendapat seperti itu. Cuma ada satu hal yang
> : ingin saya tanyakan, sejak kapan negara Indonesia berubah menjadi
> : negara sekular? Walau Indonesia bukan negara yang berazaskan suatu
> : agama tertentu, tapi negara kita tercinta ini mempunyai tatanan ter-
> : sendiri yang tidak bisa disamakan dengan negara apa pun yang ada di
> : muka bumi ini. Indonesia bukan negara komunis, bukan berbentuk kera-
> : jaan, tapi bukan pula negara liberal. Kita (atau setidaknya kami)
> : punya Pancasila dan UUD 1945 yang menjadikan Indonesia mempunyai
> : kepribadian tersendiri. Kamu tidak pernah ikut penataran P4 ya? Lalu
> : apa yang kamu lakukan selama ini? Hanya menumpuk kekayaan?
> :
> Hey bollah, cobalah pakai otak kecil dibawah turban elu itu. Emang
> apa salahnya sih memupuk kekayaan asalkan caranya bener?
Salah kalau _HANYA_ menumpuk kekayaan tanpa peduli dengan lingkungan
sekitarnya.
> ... Terus bagaimana komentar elu tentang pribumi-pribumi yang
> kaya seperti anak-anaknya Presiden? Beranikah elu megeritik mereka
> dengan tuduhan menumpuk kekayaan? Ataukah elu itu hibollah pengecut
> yang hanya berani dengan cina dan kristen yang tidak punya senjata?
> Kepengecutan anda sama dengan muslim2 yang menyerang cina di
> Situbundo, Tasikmalaya, dll. Kalau mereka berani, maka seranglah
> kantor gubenur, pangdam, terus sekalian ke jalan Cendana di Jakarta.
Kenapa kamu menyuruh saya menyerang gedung-gedung pemerintah? Saya
tidak berniat melakukannya. Kalau kamu punya maksud seperti itu,
lakukan sendiri saja. IMHO Anak-anaknya Presiden walau kaya-raya tapi
mereka tidak lupa membayar zakat dan didapat dari cara halal. Mereka
peduli dengan lingkungan sekitarnya. Jadi di mana letak salahnya?
> : Sekali lagi, saya tidak pernah berkata bahwa saya lebih Indonesia
> : daripada kamu. Berbicara mengenai (maaf) ng*w*k, sepertinya kamu sudah
> : terbiasa berkata kotor seperti itu hingga tidak ada rasa malu atau
> : sungkan lagi mengemukakannya di depan forum. Saya jadi ingat dengan
> : beberapa posting porno dan teror-teror yang dikirimkan oleh anonymous-
> : anonymous lain. Saya tidak menuduh kamu sebagai pengirimnya lho!
> :
> Sekali lagi jangan bulshit pak Bul, Apa sih salahnya menggunakan
> kata ngewek? Artinya dalam bahasa Inggris yaitu "have sex", kan sudah
> lazim dipakai?
"Have sex" lebih tepat dipadankan dengan kata "berhubungan badan" atau
"bersetubuh". Sedangkan kata "ng*w*k" berasal dari bahasa Sunda kasar
yang dalam bahasa Inggrisnya adalah "to f**k". Saya rasa budaya Timur
tidak pernah mengajarkan berkata kotor. Karena kamu hidup di Indone-
sia, maka sesuaikanlah tingkah lakumu dengan norma-norma yang berlaku
di Indonesia.
> : Sekarang saya balik bertanya: Apakah tindakan seorang Cina perantauan
> : yang tanpa rasa toleransi menghardik pemuda-pemuda mukmin yang sedang
> : membangunkan ummat muslim untuk berbuka puasa adalah penyebab terja-
> : dinya kerusuhan di Tasikmalaya? Atau mungkinkah penyebabnya adalah
> : rumah-rumah pemukiman yang pada hari minggu disulap menjadi tempat
> : kebaktian secara ilegal?
> :
> Elu enggak merasa lebih Indonesia dari yang lain termasuk cina-cina
> yang lahir di Indonesia, tetapi elu tetap aja memakai kata2 "cina
> perantauan". Apa sih yang mau elu tegaskan dengan pemakaian tersebut?
Tak ada maksud apa pun di balik penggunaan kata "Cina perantauan"
sebagaimana saya menggunakan kata "Cina daratan". Lagi pula, Subject
kita khan masih seputar "_Cina Perantauan_ di Indonesia menjawab opini
para netter". Penggunaan istilah WNA atau WNI keturunan terlalu luas
karena mencakup juga orang-orang berkulit selain kuning. Itu saja.
> Pernahkan seorang fanatik kayak elu berpikir bahwa si cina menghardik
> muslim2 secara spontaneous, sikap yang disebabkan leluasa karena merasa
> berada di tanah airnya?
Tak ada undang-undangnya bahwa seorang warga negara (bahkan untuk yang
WNI asli pun) boleh bertindak seenak udelnya hanya karena sudah merasa
membayar pajak atau menjadi penduduk resmi.
> ... Sudah jelas dia tidak pernah membayangkan apa
> yang akhirnya terjadi. Kalau misalnya dia merasa hidup di negeri orang
> dan Indonesia bukan tanah airnya, maka dia sudah tentu akan merasa
> lebih was-was. Kadang-kadang saya berpikir inilah impact negatip dari
> pembauran satu arah; si cina yang sedemikian membaur sehingga merasa
> terlalu leluasa akhirnya harus menerima akibat yang disebabkan oleh
> sekelilingya yang masih menganggap dia itu semacam orang asing.
Kamu terlalu mendramatisir masalah. Yang terjadi adalah ada seorang
penduduk menghardik masyarakat yang sedang membangunkan warga untuk
sahur. Itu saja. Toh masyarakat juga marah terhadap Polisi yang menga-
niaya Ustadz Pesantren. Padahal notabene Polisi itu juga kaum pribumi.
> ... Coba
> kalau di Medan atau Pontianak yang cinanya masih kurang membaur, mereka
> selalu menjauhi segala jenis bentrokan dengan apa yang namanya pribumi.
> Bahkan unsur keadilan tidak lagi dipermasalahkan kalau yang terbentrok
> itu pribumi.
Omonganmu ini bernada mengadu-domba. Ini ciri-ciri PKI atau setidaknya
pengacau keamanan. Kamu itu elemen dari "Setan Gundul".
> Anda mempermasalahkan umat Kristen yang merombak rumahnya menjadi gereja.
> Terus terang aja gue sendiri enggak setuju karena kalau rumah gue
> kebetulan disebelahnya maka tidur gue bisa terganggu. Tetapi gue
> bisa mengerti mengapa mereka berbuat demikian. Gue yakin elu juga tau
> kalau izin mendirikan gereja di tanah Jawa bisa nggak kunjung tiba.
> Apakah elu punya saran lain bagaimana supaya mereka bisa menjalankan
> ibadahnya seperti umat-umat lainnya? Ataukah di sini anda akan menutup
> mata dan otak anda?
Hey, Gereja ada di mana-mana bahkan di daerah yang terkenal sebagai
basis PPP seperti di Pekalongan, Pasuruan, atau Aceh sekali pun. Itu
berarti argumenmu "mendirikan gereja di tanah Jawa bisa nggak kunjung
tiba" adalah omong kosong belaka.
> ... Memaksa mereka masuk Islam? Tidak perduli kalau
> mereka menjadi manusia tak ber Tuhan?
Setidaknya ada tiga kesimpulan yang dapat ditarik dari kalimatmu di
atas:
1. Masuk Islam berarti menjadi manusia tak ber Tuhan.
2. Bukan kristen berarti tak ber Tuhan.
3. Di Indonesia ada orang tak ber Tuhan.
Kalau pendapatmu sesuai dengan kesimpulan nomor 1 dan 2, maka kamu itu
penganut Kristen aliran sesat yang menganggap orang di Dunia ini harus
di-Kristen-kan. Untuk para netters lain, marilah kita berhati-hati
dengan orang dan faham seperti ini.
> Apapun alasanya, apakah elu dan Islam merestui perbuatan binatang
> binatang yang membakar dan merampok sambil berteriak "Allahu Akbar"?
Wah, ada species baru rupanya. Sampai sekarang saya belum pernah
mendengar ada binatang bisa membakar (memangnya naga?) atau merampok
sambil berteriak. Pasti kamu terlalu sering nonton film "Mars Attack".
Tapi terlepas dari membakar dan merampok, seharusnya kamu malu dengan
binatang-binatang itu. Binatang saja bisa mengagungkan Allah dengan
berkata "Allah Maha Besar". Bagaimana dengan kamu yang (sepertinya)
manusia? Tahukah kamu bahwa Allah itu tidak bisa kalah berkelahi,
tidak bisa mati terikat di kayu, atau bahkan tidak mengetahui di mana
seseorang bersembunyi dengan berkata, "Fulan, Fulan, di mana kamu?"
> Ataukah elu hendak mengatakan bahwa mereka telalu tidak bisa berpikir
> sehingga berubah menjadi binatang yang membabi buta? Elu kayaknya
> bersimpati dengan binatang-binatang tersebut, apa ada sanak famili
> elu yang ikut dalam pristiwa pembakaran dan perampokan tersebut?
Saya tidak pernah membenarkan tindak pengerusakan dan perampokan. Lagi
pula rumah saya terlalu jauh dan tidak punya sanak famili yang tinggal
di sana.
> : Kaum muslim dan mukmin di Timor-Timur sudah melakukan hal yang benar.
> : Mereka tidak pernah menyebarkan agama secara door to door (memangnya
> : sales ya?) atau menyulap rumah pemukiman menjadi tempat ibadah. Mereka
> : juga telah berlaku baik terhadap masyarakat sekitar. Kaum muslim di
> : Timor-Timur tidak pernah beranggapan bahwa pemeluk agama lain adalah
> : salah dan harus di-Islam-kan. Untukmu agamamu dan untukku agamaku.
> : Tapi kalau Tuhan menghendaki lain, manusia hanya bisa menerima dan
> : berserah diri. Bahkan ummat muslim hanya bisa pasrah menerima nasib
> : bahwa mesjid-mesjid yang dibakar massa yang mayoritas Katolik sampai
> : berbulan-bulan tidak boleh dibangun lagi.
> :
> : Sekali lagi: Karena ke-idiot-an kamulah yang menjadikan kamu salah
> : baca untuk yang kesekian kalinya (keledai saja tidak mau terantuk batu
> : untuk yang kedua kali).
> :
> : Silakan baca sekali lagi pendapat saya di atas. Saya khan sudah bi-
> : lang, "'Nasib buruk' bisa terjadi pada siapa saja. Tidak perduli
> : apakah dia itu penjahat kelas kakap atau ahli agama sekali pun!" Itu
> : artinya orang yang sudah berbuat baik pun (seperti ummat Islam di
> : Timor-Timur) bisa mengalaminya. Tapi setidaknya mereka sudah melakukan
> : hal yang benar.
>
> Hei bollah, kangker otak elu kumat lagi. Seseorang itu enggak perlu
> genius untuk mengerti bahwa sentimen di TimTim pertama-tama disebabkan
> pristiwa politik dimana pendudukan oleh Indonesia masih tidak diterima
> sepenuhnya.
Itu tidak berarti bahwa penduduk TimTim boleh membakar tempat ibadah!
Kanker otakmu lah yang menyebabkan kamu berkata idiot seperti di atas.
> ... Bagaimana elu bisa menyamakan keadaan di TimTim dengan
> situasi cina Kristen di tanah Jawa yang sudah berabad-abad di sana?
> Dengan gampangnya elu beralasan Muslim di TimTim sudah berkelakuan
> baik dan Kristen sebaliknya? Apa pendukung argumentasi anda? Apakah
> hanya berdasarkan anggapan kalau Kristen tentu tak baik?
Again, cara berfikir si dogol. Saya tidak pernah berkata orang Kristen
tidak berlaku baik. Apa pendukung argumentasi kamu? Apakah ini tipu
muslihatmu untuk menyelamatkan muka dari kekalahan yang memalukan?
> : Ini sama saja dengan dua orang yang akan menempuh ujian. Yang satu
> : belajar keras, yang satu lagi bermalas-malasan. Tapi bila kemudian
> : justru yang bermalas-malasanlah yang mendapat nilai lebih baik, bukan-
> : kah itu juga merupakan nasib? Tapi setidaknya si rajin yang belajar
> : keras telah melakukan hal yang jauh lebih baik dari si pemalas. Sampai
> : di sini kamu mengerti tidak?
>
> ... Bagi gue, tidak ada hal dimana yang bermalas-malasan
> bakal berprestasi lebih baik dari yang rajin.
Inilah ciri orang tak ber-Tuhan: Berani mendahului kehendak Allah.
Heh, kalau Tuhan mempunyai rencana, tak ada satu pun makhluk yang bisa
mengubahnya. Misal bila Tuhan sudah menggariskan kamu akan jadi idiot
seumur hidup dan selalu hidup di kubangan yang nista, maka sia-sialah
kamu berusaha walau sampai menyembah setan sekali pun!
> ... Sama seperti halnya tidak
> ada yang berkerja keras bakal lebih melarat dari yang hanya nongkrong
> di warung-warung.
Ada saja. Misalnya pemulung yang bekerja setengah mati dari pagi
sampai malam dengan seorang anak yang mendapat warisan deposito tril-
yunan rupiah hasil dari korupsi. Siapa itu? Sepertinya kamu kenal
deh ... (atau malah dia itu sanak familimu?).
> : Jadi jelas, yang ngoceh bahwa, "cina yang dibakar di situbundo, dll
> : adalah cina yang tidak berbuat baik, tidak ramah terhadap tetangga,
> : tidak bertutur kata sopan" itu adalah kamu! Kamu itu tipikal orang
> : dogol tapi sok tahu (dan ngeyel lagi!).
> :
> Yah dogol atau tidak enggak apa-apa. Gue bersyukur elu tidak berpikir
> demikian.
Nah ... begitu dong.
> : > 5. Anda tidak menjawab pertanyaan saya apakah transmigran2 Jawa Islam
> : > yang berpindah ke Tapanuli di tanah Batak misalnya, harus juga membaur
> : > ke tradisi Batak dan masuk Kristen (seperti saran anda ke Cina supaya
> : > membaur dengan cara masuk Islam).
> :
> : Wah, daya fikir kamu itu payah juga. Jangan-jangan kamu itu saudara
> : sekandung dengan richard_steele si penghujat Islam. Dia
> : (richard_steele) pandai sekali memutarbalikkan fakta (lihat tangga-
> : pannya tentang Dajjal) dan sekarang kamu ikut-ikutan pula dengan
> : mengatakan, "harus juga membaur ke tradisi Batak dan _masuk Kristen_".
>
> Sorry pak Bul, gue biasanya tidak mengikuti perdebatan tentang agama.
> Bagi gue, asal agama tidak dicampur adukan dengan politik yang biasanya
> demi keuntungan pribadi, gue tidak merasa agama yang satu lebih benar
> dari yang lain.
Lho ... apakah posting-postingmu yang ini tidak pernah membincangkan
tentang agama? Bagaimana dengan cerita "binatang" yang merampok dan
berteriak-teriak? Wah ... kamu punya penyakit lupa ingatan yach?
> : Dengar: Selama suatu tindakan beradaptasi dan berbaur dengan ling-
> : kungan tidak melanggar aqidah Islam, maka tidak ada salahnya ummat
> : muslim melakukannya. Jadi kalau saya ke Tapanuli, saya akan membangun
> : rumah bergaya Tapanuli. Saya juga akan mempelajari bahasa setempat dan
> : sedapat mungkin menggunakannya bila saya bertemu dengan mereka yang
> : lebih suka berbahasa Tapanuli. Pakaian Tapanuli yang menutup aurat apa
> : salahnya bila digunakan? Begitu seterusnya. Tapi tidak berarti saya
> : harus mengganti agama. Itu kan pendapat kamu. Tahu tidak, pendapat
> : kamu itu selain bertentangan dengan Pancasila (lihat butir-butir
> : Pancasila. Kalau kamu tidak punya bukunya, kamu bisa mencarinya di
> : setiap toko buku) juga tidak sesuai dengan prinsip HAM. Makanya,
> : sisihkanlah waktumu untuk mempelajari tentang Indonesia sebanyak-
> : banyaknya. Itu juga salah satu cara menuju pembauran.
>
> Syukurlah kepada Tuhan, elu tidak beranggapan cina harus membaur dengan
> menukar agama mereka ke Islam. Kalau begini, sebenarnya perdebatan
> gue ke lu sama sekali tidak perlu.
Betul. Saya setuju dengan kamu. Perdebatan ini terjadi hanya karena
kesalahfahaman saja dan sebaiknya disudahi.
> : Oh ... jadi di Singapura murni 100% tidak ada kasus suap ke pihak
> : penguasa? Apa buktinya? Apakah karena hal itu kamu lantas ingin buru-
> : buru pindah ke Singapura? Kami tidak akan merasa sedih kehilangan kamu
> : yang sama sekali tidak bangga dengan negaranya. Itu semakin memperkuat
> : argumen saya bahwa kamu itu datang ke Indonesia hanya untuk mencari
> : duit sebanyak-banyaknya. Tindak-tandukmu telah mempermalukan orang-
> : orang Cina perantauan.
> :
> Buktinya banyak asal elu berusaha membuka mata dan mengobati kangker
> otak elu. Indeks Beri tentang negara yang paling menarik untuk
> berbusiness, juga indeks yang merangking tingkat korupsi, juga berita
> berita disurat-kabar, teman2, dll. Gue enggak tertarik untuk berdiskusi
> tentang Singapura, gue juga enggak berniat pindah ke sana seperti yang
> elu tuduh secara membabi buta. Di sini gue hanya membuka kepicikan
> tercermin dari statement yang elu buat bahwa tidak ada satu negarapun
> yang kalau berbusiness tidak usah menyuap pihak berkuasa.
Asian Intelligence mempublikasikan hasil survei tahun 1997 yang menem-
patkan Indonesia sebagai negara paling korup di Asia. Urutan peringkat
korupsi menurut laporan Asia Intelligence itu adalah Indonesia, India,
RRC, Vietnam, Korea Selatan, Thailand, Thailand, Filipina, Taiwan,
Malaysia, Jepang, Hongkong, AS, dan Singapura (Sumber: Majalah Forum
Keadilan no. 3 tahun VI, 19 Mei 1997).
Di mana negara-negara yang lain? Mungkin berada di antara mereka,
mungkin juga berada di bawah Singapura.
Yang saya tertawakan dari ocehanmu adalah kalimat, "Gila bener, pi-
ciknya elu itu udah luar biasa. Di negara tetangga elu yang paling
dekat, Singapura. Berbusiness disono enggak usah ngasih sumbangan ke
PAP, military, police, temple, church, etc".
Di Indonesia juga tidak usah melakukan hal serupa. Kalau hal itu
terjadi, sebenarnya merupakan pungutan liar (selama tidak ada peratu-
rannya). Bedanya mungkin pelanggaran di Indonesia lebih sering atau
lebih banyak dari Singapura. Tapi tidak lantas berarti di Singapura
_sama sekali_ tidak ada praktek seperti itu! Ingat, tak ada yang
sempurna kecuali Tuhan! Kenapa kamu berani berpandangan terlalu eks-
trim begitu? Memangnya Singapura itu Surga yang tak pernah terjadi
pelanggaran?
> ... Sekarang elu kalah malu ya? Kenapa sih
> elu begitu keras-kepala? Emangnya di Islam dosa kalau mengaku salah.
Lho ... yang kalah tapi terus ngeyel itu siapa? Kamu khan? Kenapa sih
kamu begitu keras-kepala dan malu mengakui kekalahanmu padahal borok-
borokmu menempel di depan hidungmu?
---------
Hisbullah
---------
"Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang."
(QS. Ash Shaffat:173).
-----BEGIN PGP SIGNATURE-----
Version: 2.6.3ia
Charset: cp850
iQCVAwUBM27FNsYD6+vCW+yxAQF2pwP/ZFV9oBVHaiR+8Dljx81H/2FO4Q+BDP8Q
XNmR1GmwDk1BG2roOaDLgQSdTLTp+jtBWZbHAXei8hYZtwLyFLqbaLfKcaSevM5f
TdLXbHc+KpWSHgVTtWj9Wtgxwhf6flAlV3kR9jf4txw0Z9sKQ3fsJ9NbyA3RBYBL
nriulPghzZg=
=yB4p
Ok Bul, sekarang gue tanya elu, apakah ini juga salah satu cara buat
transmigran Jawa di Tapanuli untuk membaur? Bersediakah elu menulis
lagi sebuah artikel yang menyarankan demikian tetapi kali ini alamatkan
ke pendatang Islam Jawa?
Bul, gue tau elu itu pegawai negeri yang harus juga was-was dengan
sikap elu. Makanya elu kalau ditantang, menjadi kecut untuk menunjukan
kefanatisan elu yang sepenuhnya. Elu juga jadi pengecut walau sudah
memakai remailer untuk melanjutin kritik elu tentang mengumpul
kekayaan ke keluarga Presiden. Gue tau, kefanatikan dan kepengecutan
elu adalah satu-satunya modal elu untuk hidup, yaitu untuk naik di
tangga karir pegawai negeri. Padahal elu enggak usah sampai menjadi
begitu rendah, di tanah air sendiri tidak semua pegawai negeri
berwatak seperti elu dan tetap aja berkarir.
Hizbullah, si Islam fanatik wrote on Tue, 6 May 1997 08:02:46 +0200 (MET DST):
:
: > ... Semua netters
: > juga tahu kalau Hisbullah bukan nama asli elu, itu nama impian elu
: > yang ingin jadi orang Arab dan mungkin juga terroris kelas tempe.
: > Tapi itu bukan masalah gue, silahkan pakai nama Ayatolah, Abu xxxx,
: > and etc. Nasehat gue ke lu, nasi sudah jadi bubur, elu bukan orang
: > Arab, jangan sesali lagi nasibmu.
:
: Saya tidak pernah menyesal menjadi rakyat Indonesia. Bahkan saya
: bangga bisa hidup di Nusantara ini. Kalau kamu menyesal, kembali saja
: ke negara leluhurmu!
:
Kalau gue ada negara leluhur elu juga sama. Perbedaannya, elu itu
sangking fanatiknya memakai nama terroris Islam. Menganggap semua
non-Islam tidak mulia, kalau aja elu bukan pegawai negeri maka
tulisan2 kamu bakal lebih membabi buta lagi. Kesimpulannya, diluar
elu berusaha berprilaku sebagai pengikut pemerintah tetapi di dalam
batin, kamu itu simpatisan DI/TII yang melakukan pengislaman dengan
cara komunis.
: > ... Terus bagaimana komentar elu tentang pribumi-pribumi yang
: > kaya seperti anak-anaknya Presiden? Beranikah elu megeritik mereka
: > dengan tuduhan menumpuk kekayaan? Ataukah elu itu hibollah pengecut
: > yang hanya berani dengan cina dan kristen yang tidak punya senjata?
: > Kepengecutan anda sama dengan muslim2 yang menyerang cina di
: > Situbundo, Tasikmalaya, dll. Kalau mereka berani, maka seranglah
: > kantor gubenur, pangdam, terus sekalian ke jalan Cendana di Jakarta.
:
: Kenapa kamu menyuruh saya menyerang gedung-gedung pemerintah? Saya
: tidak berniat melakukannya. Kalau kamu punya maksud seperti itu,
: lakukan sendiri saja. IMHO Anak-anaknya Presiden walau kaya-raya tapi
: mereka tidak lupa membayar zakat dan didapat dari cara halal. Mereka
: peduli dengan lingkungan sekitarnya. Jadi di mana letak salahnya?
Bul, elu makin jadi pengecut aja di sini. Mengapa elu merasa disuruh
menyerang gedung2 pemerintah ama tulisan gue di atas? Gue kan alamatkan
ke mereka2 yang tidak puas dengan sikonnya dan kemudian menyerang rumah2
penduduk cina, mengapa elu merasa terlibat? Kalau gitu sekalian aja gue
alamatkan ke elu, kalau elu tidak puas dengan situasi dan kondisi di
Indonesia, silahkan serang pemerintah, itu kan lebih benar dari
menyerang mereka2 yang tak berdosa dan tak berdaya? Of course, kecuali
elu itu pengecut. Kepengecutan elu makin memalukan nama Islam dan
nabi elu, semuanya hanya dengan imbalan menjadi pegawai negeri, tsk,
tsk, tsk.
: "Have sex" lebih tepat dipadankan dengan kata "berhubungan badan" atau
: "bersetubuh". Sedangkan kata "ng*w*k" berasal dari bahasa Sunda kasar
: yang dalam bahasa Inggrisnya adalah "to f**k". Saya rasa budaya Timur
: tidak pernah mengajarkan berkata kotor. Karena kamu hidup di Indone-
: sia, maka sesuaikanlah tingkah lakumu dengan norma-norma yang berlaku
: di Indonesia.
Fuck, ngewek, ngentot, have sex, bersenggama, etc, semuanya sama;
Suatu kesilapan yang menyebabkan kelahiran seorang pengecut, fanatik
membabi buta, munafik, Islam gadungan seperti elu.
:
: Tak ada maksud apa pun di balik penggunaan kata "Cina perantauan"
: sebagaimana saya menggunakan kata "Cina daratan". Lagi pula, Subject
: kita khan masih seputar "_Cina Perantauan_ di Indonesia menjawab opini
: para netter". Penggunaan istilah WNA atau WNI keturunan terlalu luas
: karena mencakup juga orang-orang berkulit selain kuning. Itu saja.
Kalau gitu apa salahnya mengunakan Cina Indonesia. Cina perantauan
adalah cina yang lahir di Cina dan merantau ke negeri lain. Tetapi
buat pengecut seperti elu, pengunaan cina perantauan memberi kesan
bahwa mereka adalah kelas dua dan elu kelas satu. Hanya mereka yang
tidak mampu hidup berdikari perlu menggunakan senjata demikian.
:
: > Pernahkan seorang fanatik kayak elu berpikir bahwa si cina menghardik
: > muslim2 secara spontaneous, sikap yang disebabkan leluasa karena merasa
: > berada di tanah airnya?
:
: Tak ada undang-undangnya bahwa seorang warga negara (bahkan untuk yang
: WNI asli pun) boleh bertindak seenak udelnya hanya karena sudah merasa
: membayar pajak atau menjadi penduduk resmi.
:
Kalau begitu silahkan dihukum dengan undang-undang yang berlaku. Sama
halnya seperti yang harus dilakukan terhadap mereka yang membakar
rumah kaum yang tak berdaya.
: > ... Coba
: > kalau di Medan atau Pontianak yang cinanya masih kurang membaur, mereka
: > selalu menjauhi segala jenis bentrokan dengan apa yang namanya pribumi.
: > Bahkan unsur keadilan tidak lagi dipermasalahkan kalau yang terbentrok
: > itu pribumi.
:
: Omonganmu ini bernada mengadu-domba. Ini ciri-ciri PKI atau setidaknya
: pengacau keamanan. Kamu itu elemen dari "Setan Gundul".
Kenyataan begini apa hubungannya dengan adu domba dan komunis? Elu
kayaknya bertipe mereka yang mencapkan komunisme ke musuh pribadi
dan berteriak-teriak anti komunis untuk berkarir jadi pegawai
negeri? Gila, padahal elu itu fanatik yang menggunakan cara DI/TII.
:
: > Apapun alasanya, apakah elu dan Islam merestui perbuatan binatang
: > binatang yang membakar dan merampok sambil berteriak "Allahu Akbar"?
:
: Wah, ada species baru rupanya. Sampai sekarang saya belum pernah
: mendengar ada binatang bisa membakar (memangnya naga?) atau merampok
: sambil berteriak. Pasti kamu terlalu sering nonton film "Mars Attack".
: Tapi terlepas dari membakar dan merampok, seharusnya kamu malu dengan
: binatang-binatang itu. Binatang saja bisa mengagungkan Allah dengan
: berkata "Allah Maha Besar". Bagaimana dengan kamu yang (sepertinya)
: manusia? Tahukah kamu bahwa Allah itu tidak bisa kalah berkelahi,
: tidak bisa mati terikat di kayu, atau bahkan tidak mengetahui di mana
: seseorang bersembunyi dengan berkata, "Fulan, Fulan, di mana kamu?"
Seharusnya Allah bisa juga menghentikan binatang-binatang berbadan
manusia yang meneriakan namanya sambil melakukan perampokan dan
pembakaran terhadap mereka-mereka yang tidak berdaya, puas enggak
elu Bul?
:
: Saya tidak pernah membenarkan tindak pengerusakan dan perampokan. Lagi
: pula rumah saya terlalu jauh dan tidak punya sanak famili yang tinggal
: di sana.
Elu benar-benar begitu atau cuma alasan karena takut dilibatkan?
:
: Itu tidak berarti bahwa penduduk TimTim boleh membakar tempat ibadah!
: Kanker otakmu lah yang menyebabkan kamu berkata idiot seperti di atas.
:
Ini ada kuis Bul, yang diperdebatkan di sini apa Bul? 1)Sentimen pribumi
terhadap cina vs sentimen penduduk TimTim terhadap jawa, atau 2) Apakah
salah membakar tempat ibadah? Hadiahnya yaitu bisa diterima mejadi orang
Arab. Bagi gue, point 2) tidak usah diperdebatkan lagi, undang-undang
yang menghukumnya sudah ada dan silahkan dijalankan.
:
: Again, cara berfikir si dogol. Saya tidak pernah berkata orang Kristen
: tidak berlaku baik. Apa pendukung argumentasi kamu? Apakah ini tipu
: muslihatmu untuk menyelamatkan muka dari kekalahan yang memalukan?
Muslim pengecut, ngasih statement kemudian menyankal demi karirnya
sebagai pegawai pemerintah.
:
: Inilah ciri orang tak ber-Tuhan: Berani mendahului kehendak Allah.
: Heh, kalau Tuhan mempunyai rencana, tak ada satu pun makhluk yang bisa
: mengubahnya. Misal bila Tuhan sudah menggariskan kamu akan jadi idiot
: seumur hidup dan selalu hidup di kubangan yang nista, maka sia-sialah
: kamu berusaha walau sampai menyembah setan sekali pun!
Inilah contoh muslim fanatik yang tidak berdaya dan melimpahkan semuanya
kepada Tuhan. Kalau begitu silahkan bangun tidur terus nongkrong aja
di tepi jalan, buat apa susah-susah kerja? Siapa tau Tuhan udah
merencanakan elu menjadi Presiden yang akan datang? Ya, enggak Bul?
:
: Lho ... apakah posting-postingmu yang ini tidak pernah membincangkan
: tentang agama? Bagaimana dengan cerita "binatang" yang merampok dan
: berteriak-teriak? Wah ... kamu punya penyakit lupa ingatan yach?
Bul, gue enggak tau elu kekurangan gizi apa waktu balita, tapi ampai
sekarang elu masih bengong apa yang gue perdebakan ke elu. Apa mereka
yang merampok dan membakar rumah-rumah orang tak berdaya sambil
berteriak Allahu Akbar berhak disamakan dengan Islam yang sejati?
Di dunia banyak mereka-mereka (termasuk elu) yang mengunakan nama
Islam untuk keuntungan pribadi, apakah menghukum mereka sama dengan
memusuhi Islam?
: Asian Intelligence mempublikasikan hasil survei tahun 1997 yang menem-
: patkan Indonesia sebagai negara paling korup di Asia. Urutan peringkat
: korupsi menurut laporan Asia Intelligence itu adalah Indonesia, India,
: RRC, Vietnam, Korea Selatan, Thailand, Thailand, Filipina, Taiwan,
: Malaysia, Jepang, Hongkong, AS, dan Singapura (Sumber: Majalah Forum
: Keadilan no. 3 tahun VI, 19 Mei 1997).
:
: Di mana negara-negara yang lain? Mungkin berada di antara mereka,
: mungkin juga berada di bawah Singapura.
:
: Yang saya tertawakan dari ocehanmu adalah kalimat, "Gila bener, pi-
: ciknya elu itu udah luar biasa. Di negara tetangga elu yang paling
: dekat, Singapura. Berbusiness disono enggak usah ngasih sumbangan ke
: PAP, military, police, temple, church, etc".
:
: Di Indonesia juga tidak usah melakukan hal serupa. Kalau hal itu
: terjadi, sebenarnya merupakan pungutan liar (selama tidak ada peratu-
: rannya). Bedanya mungkin pelanggaran di Indonesia lebih sering atau
: lebih banyak dari Singapura. Tapi tidak lantas berarti di Singapura
: _sama sekali_ tidak ada praktek seperti itu! Ingat, tak ada yang
: sempurna kecuali Tuhan! Kenapa kamu berani berpandangan terlalu eks-
: trim begitu? Memangnya Singapura itu Surga yang tak pernah terjadi
: pelanggaran?
:
Nih, ada kuis lagi Bul. Kalau statistik di Indonesia menunjukan bahwa
dari 1000 usaha business, 900 harus menyuap supaya bisa jalan, kemudian
statistik di Singapura menunjukan 1 dari 1000. Terus kalau umpamanya
si Bul punya otak dan bisa berbusiness, apakah probability nya si Bul
harus menyuap kalau businessnya di 1)Indonesia? 2)Singapura? Hadiahnya
bisa dikasih membership ama kelompok Hizbullah yang tulen di Arab sono.
--Lakshimi
Sesungguhnya ALLAH hanya melarang kamu menjadikan kamu sebagai kawanmu
orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu
dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan
mereka kawan maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
(QS 60:8-9)
Ayat pertama di atas tidak hanya memerintahkan kita (Muslimin) untuk
berbuat adil dalam berhubungan dengan non muslim yang tidak memerangi kita
karena agama atau mengusir kita ---yaitu Non muslim yang tidak memusuhi
atau memerangi Muslim---namun juga untuk berbuat baik dan ramah kepada
mereka.
Tenangkanlah pikiranmu Hisbulah, niscaya Allah akan menerangi jalanmu!
Dalam hal anak2 presiden, saya tidak sependapat denganmu, saya rasa
mereka (anak2,menantu,cucu,saudara2,kerabat2,teman2) sangat serakah.
Walaupun mereka aktif memberikan sumbangan atau sadaqoh itu sama sekali
Tidak Ada Artinya dengan apa yang mereka ambil dari bumi, tanah air,
tumpah darah Tercinta kita ini, perumpamannya seperti diambil 1 miliar,
disumbangkan hanya 100ribu, sama sekali tidak sebanding. Biasanya bila
mereka menyumbang sesuatu pasti diexpose besar2an! Semacam propaganda.
Wassalam
MITSURUGI <mits...@trust-me.com> wrote in article
<01bc54d7$15349280$05a9...@PENTIUM.ywcn.or.id>...
MITSURUGI <mits...@trust-me.com> wrote in article
<01bc54d7$15349280$05a9...@PENTIUM.ywcn.or.id>...
MITSURUGI <mits...@trust-me.com> wrote in article
<01bc54d7$15349280$05a9...@PENTIUM.ywcn.or.id>...
MITSURUGI <mits...@trust-me.com> wrote in article
<01bc54d7$15349280$05a9...@PENTIUM.ywcn.or.id>...
Pernah ada seorang manager asing yg mengeluh sewaktu ia dikirim utk
bekerja
di Jakarta. Menurut pengamatannya staff Indonesia tidak bisa dipercaya
dan tidak mempunyai rasa tanggung jawab. Selalu di kantor-nya ada yg
mencuri
barang dan kalau ada sesuatu yg tidak beres, manager lokal (orang
Indonesia)
selalu menyalahkan orang lain. Sampai ia bertanya dgn nada yg sinis,
"apakah
manager mempunyai arti lain dalam bahasa Indonesia"?
Apakah ini memang benar sudah menjadi mentalitas orang Indonesia? Senang
terhadap pangkat dan ingin dijunjung tinggi tapi selalu menghindari
tanggung jawab? Kalau korupsi memang sudah gawat di Indonesia, itu
adalah kelalaian pemerintah. Sama sekali tidak masuk akal kalau
pengusaha yg disalahkan. Pada akhirnya, pemerintah-lah yg mempunyai
kemampuan utk memberantas korupsi. Tugas pemerintah antara lain
mendefinisikah kerangka ekonomi, sosial dan politik suatu negara.
Korupsi yg meraja-lela adalah salah satu pertanda kegagalan pemerintah
Kalau besok dibikin peraturan hukuman mati utk penyogok2 di Indonesia
mungkin saja korupsi hilang sekejap mata. Yang mempunyai andil terbesar
dan yg paling mampu utk memberantas korupsi adalah pemerintah.
> senang? Sebagian ada yang cuek saja, dan sebagian ada yang pusing mau diapakan
> kado-kado tersebut. Siapa yang membudayakan budaya(?) tersebut? Akankah kamu
> beranggapan mental para pejabat? Atau mental para pengusaha (pemberi upeti)?
> Korupsi itu seperti ayam dan telur, pemberi dan penerima dua-duanya bertanggung
> jawab. Akan tetapi itu semua bersumber dari mental masing-masing yang bersangkutan
> kualitas dan budi pekerti. Dan ini semua ada hubungannya dengan pandangan hidup.
Tidak heran korupsi merajalela di Indonesia kalau banyak orang yg
berpandangan spt
ini. Solusi-nya bukan budi-pekerti, bung. Korupsi adalah perbuatan
kriminal yg
sudah sepatutnya dihukum. Dan biasanya si penerimalah yg patut dihukum
karena
rata2 org menyuap karena terpaksa. Teman saya diperas Rp 800,000 di
bandara
Soekarno-Hatta oleh petugas imigrasi. Dan kalau dia menolak bayar, mau
lapor
ke mana? Seluruh kantor imigrasi sudah sekongkol dan pesawat berangkat
30 menit
lagi.
...
> itu ada yang mengusik pribumi. Janganlah norma-norma asing dipakai untuk Indonesia,
> Indonesia memiliki norma-norma tersendiri yang tidak ada duanya di dunia ini.
>
Misalnya budaya korupsi?
> En Aksa Lou
--
Josef Widjaja MacDonald Dettwiler Pty. Ltd,
j...@mda.com.au
Bravo, bravo. Bung yang ini memang seorang ber-otak dan moderat. Saya angkat
topi terhadap bung yang memahami benar bahwa menilai seseorang melalui etnisnya
adalah tindakan yang tidak mencerminkan peradaban alias masih biadab.