Jakarta, 24 Maret 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
DAYAK MAJU BUBARKAN TNI POLRI BILA DIAM SAJA
Yusuf Jussac, Jr.
Jakarta - INDONESIA.
SEKULARIS GUS DUR LEMAH DAYAK MAJU TERUS
Perang lagi, perang lagi. Perang tanding itu saling berhadapan, tangan
kosong, pakai senjata tajam atau senjata api! Kalau beraninya cuma
penggal kepala anak anak dan bayi serta perempuan dewasa dan ABG, juga
lelaki Madura tak bersenjata, itu mah namanya pembantaian keji
Biadab, pengecut, rendah sekali. Lha gimana tidak sesat, wong sebelum
sweeping berburu Madura muslim, Dayak Dayak itu upacara sesat. Buktikan
kalau tidak sesat.
BUBARKAN TNI POLRI KALAU DIAM SAJA
Kali ini kalau satuan TNI dan POLRI diam saja, bubarkan saja TNI dan
POLRI. Apa perlu kita datangkan Gurka? Takut Dayak yang katanya tahan
bacok dan peluru?
Sayang, saya jauh di Jakarta. Kalau tidak, kubawa peluru Hollow point
Silver tip (perak). Ilmu kebal manapun, setan apapun pelindungnya, tak
tahan peluru perak. Apalagi nembakkannya didahului basmallah dan tasbih.
Hanya kepada penyerang keji, macam jagal jagal Dayak itu yang gemar
bantai wong Madura tak bersenjata.
MENCEMARKAN CITRA BAIK DAYAK
Dayak Dayak, kalian mencemarkan citra baik Dayak di masa lalu, dan
Dayak-Dayak tidak sesat lainnya.
MADURA TAK PERLU BERTINDAK SEPERTI DAYAK
Kalau kalian sweeping lagi pengungsi Madura, pikirkan kalau Garda Bangsa
dan Bromocorah Jatim ngamuk, juga sweeping kerabat kalian di Pulau Jawa!
Habis Dayak di Tanah Jawa dll.
Jangan sampai terjadi itu, sebab sama kejinya dengan perbuatan kalian
penggal kepala Madura tak berdaya tak bersenjata. Tahan pulakah kalian
terhadap "ilmu petir" wong Jawa?
Wassalam.
Yusuf Jussac, Jr.
ucup...@myquran.com
yus...@webs88.com
Jakarta, 24 Maret 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS GUS DUR PETRUK DADI RATU
Yusuf Jussac, Jr.
Jakarta - INDONESIA.
KALIMANTAN BUKAN MILIK DAYAK MADURA BUKAN MILIK ORANG MADURA
Perang lagi, perang lagi. Dayak mau perang vs Madura gendeng, silahkan. Tapi
jangan lagi penggal kepala orang orang tidak bersenjata,
perempuan-perempuan, anak-anak, dan lelaki yang mengungsi.
Lakukan itu lagi, seperti di Sampit yang lalu, maka kalian tidak lebih dari
budak setan, iblis, dan biadab.
Orang Madura juga hentikan bersikap sok jago dan "pecicilan" di negeri
orang. Islam tidak mengajarkan budaya Carok tak beradab itu.
Kalimantan bukan milik Dayak doang. Madura bukan milik Madura doang.
Wahai manusia manusia tersesat, ingat bumi ini milik Allah, untuk kita
makmurkan bersama.
SEKULARIS GUS DUR TAK LEBIH DARI PETRUK DADI RATU
Kekacauan ini menunjukkan dengan mencolok, siapa sebenarnya Abdurrahman
Wahid. Ia tak lebih dari Petruk Dadi Ratu, tak punya wibawa, tak becus
manajemen pemerintahan.
THIS IS NO MAN`s LAND - NEGERI TAK BERTUAN
Ke Aceh terakhir yang lalu, ia bawa lebih 2000 pasukan TNI/Polri. RI-1, atas
diorongan SBY, Pangkostrad (War Monger 3-star General), dan Ketua Komisi I
DPR; akhirnya kirimkan 4 batalyon TNI ke Aceh.
Ke Irja begitu pula, akhirnya sebagian membantai warga sipil (200an) di
Wamena. Aku punya saksi di sana, Bung.
Kini, Dayak penggal kepala orang Madura, yang tidak seluruhnya Madura
dholim.
Dayak dan Madura saling bantai, emang dipikiran para jenderal, RI 1 dan
politisi karbitan itu?
Dua pma migas merengek, langsung direspons dengan 4 batalyon TNI.
Tuan Tuan, THIS IS NO MAN`s LAND- negeri tak bertuan.
Stockholm, 26 Maret 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
JALUR KONSTITUSI HANYA DIMULUT SEKULARIS GUS DUR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
MUNDUR TAK MUNDUR SEKULARIS GUS DUR LIMA PROPINSI MAU MERDEKA
Sebenarnya apa yang dilontarkan sekularis Gus Dur bahwa apabila ia mundur
dari kursi presiden lima propinsi (Daerah Istimewa Aceh, Propinsi Riau,
Propinsi Maluku (Ambon), Propinsi Irian Jaya, Propinsi Jawa Timur (Madura) )
akan melepaskan diri adalah tidak benar.
Karena kenyataannya sekarang saja selama sekularis Gus Dur pegang jabatan
presiden, Aceh, Riau, Maluku (Ambon) dan Irian sudah menyatakan melepaskan
diri dari negara pancasila dan baru-baru ini muncul Madura. Adapun tentang
Madura ini sebenarnya pada tanggal 23 Januari 1948 lahir Negara Madura yang
diangkat sebagai Wali Negaranya RAA Tjakraningrat, dimana negara Madura ini
diresmikan pada tanggal 20 Februari 1948 yang menjadi anggota Republik
Indonesia Serikat (RIS)
Jadi sebenarnya alasan sekularis Gus Dur yang menyatakan bahwa kalau dia
mundur, maka lima Propinsi tersebut akan menyatakan memisahkan diri, karena
kenyataannya mereka telah menyatakan memisahkan diri dari negara pancasila
walaupun belum diakui oleh negara-negara lain.
UCAPAN DIMULUT SAJA KALAU SEKULARIS GUS DUR INGIN LEWAT JALUR KONSTITUSI
Sekularis Gus Dur ini memang pandai silat-lidah, sedikit-sedikit mesti lewat
jalur konstitusi, tetapi kenyataan yang dipraktekannya adalah sebaliknya,
konstitusi itu sendiri yang diinjak-injak. Baca kembali tulisan saya
sebelumnya "[010323] Sekularis Gus Dur injak konstitusi",
http://www.dataphone.se/~ahmad/010323.htm .
Kemudian sekularis Gus Dur selalu menyatakan bahwa tidak perlu menggunakan
kekerasan, selesaikan masalah secara demokratis melalui lembaga-lembaga yang
ada.
Padahal sebenarnya timbulnya kekerasan yang terjadi di negara pancasila ini
karena memang pada hakekatnya adalah disebabkan oleh masalah yang
ditimbulkan oleh sekularis Gus Dur sendiri yang melahirkan tindakan-tindakan
yang menelan ribuan korban rakyat negara pancasila.
UCAPAN DIMULUT SAJA BILA SEKULARIS GUS DUR TAK SENANG KEKERASAN
Bisa saja sekularis Gus Dur menyatakan bahwa para pendukungnya yang datang
dari Jatim, Jateng, Jabar, Banten dan Lampung semuanya tidak dia kehendaki
untuk datang ke Jakarta.
Tetapi sebenarnya dengan tindakan diam dan tidak tegas dari sekularis Gus
Dur justru memberikan angin kepada para pendukungnya untuk bertindak sesuai
dengan keinginan mereka sendiri untuk tetap mempertahankan sekularis Gus Dur
duduk diatas kursi kekuasaannya.
Sehingga makin menimbulkan perpecahan diantara rakyat negara pancasila.
Apalagi ditambah dengan sekularis Gus Dur tetap degil dengan sikapnya bahwa
dia tetap jadi presiden apapun yang dia hadapi.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
Stockholm, 26 Maret 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
GUS DUR, PENDUKUNG DAN DPR DIUJI KEMATANGAN BERPIKIR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
SEKULARIS GUS DUR, PENDUKUNG DAN FRAKSI DPR AKAN DIUJI KEMATANGAN DAN
KEDEWASAAN BERPIKIR
28 Maret 2001 suhu-udara-emosi akan memanas ketika sekularis Gus Dur
dihadapan para anggota DPR menjawab memorandum DPR mengenai dugaan dirinya
telah melakukan penyalahgunaan kekuasaan, kebohongan terhadap masyarakat,
dan lahirnya korupsi, kolusi dan nepotisme baru.
Disaat itu kita akan melihat dan mendengar sejauhmana kemampuan sekularis
Gus Dur menampilkan kematangan dan kedewasaan berpikirnya dalam menjawab,
memecahkan dan menyelesaikan persoalan penyalahgunaan kekuasaan, kebohongan
terhadap masyarakat dan mendorong lahirnya korupsi, kolusi dan nepotisme
baru.
Juga kita akan melihat dan mendengar sejauhmana kemampuan anggota-anggota
dari fraksi-fraksi DPR menampilkan kematangan dan kedewasaan berpikirnya
dalam menanggapi semua jawaban yang disampaikan sekularis Gus Dur.
Begitu juga kita akan melihat dan mendengar sejauhmana kemampuan para
pendukung sekularis Gus Dur menampilkan kematangan dan kedewasaan
berpikirnya dalam menanggapi semua jawaban yang disampaikan sekularis Gus
Dur dan semua tanggapan dari anggota-anggota fraksi-fraksi DPR.
Tentu saja kita akan melihat dan mendengar sejauhmana kemampuan para
penentang sekularis Gus Dur menampilkan kematangan dan kedewasaan
berpikirnya dalam menanggapi semua jawaban yang disampaikan sekularis Gus
Dur dan semua tanggapan dari anggota-anggota fraksi-fraksi DPR.
BILA EMOSI DAN KEKERASAN YANG TAMPIL MENUNJUKKAN KEPINCANGAN HIDUP BERNEGARA
Apabila saat itu yang muncul adalah luapan-emosi yang tak terkontrol dari
semua pihak, baik dari pihak sekularis Gus Dur dan pendukungnya maupun dari
pihak anggota fraksi-fraksi DPR dan penentang Gus Dur, maka keadaan itu
menunjukkan masih dangkalnya kesadaran hidup bernegara dan masih dangkalnya
daya pikir, sehingga belum pantas dan matang untuk tampil membawa dan
mengarahkan lajunya bahtera negara dan rakyat negara pancasila.
Apabila saat itu yang muncul bukan pikiran-pikiran yang bijak yang bisa
membawa kearah persatuan, keadilan dan kedamaian bagi seluruh rakyat negara
pancasila, melainkan dorongan-dorongan yang menjurus kepada kekuasaan, maka
sudah dapat diduga dan dipastikan bahwa kelanjutan kehidupan rakyat negara
pancasila akan mencapai titik akhir ke jurang perpecahan.
BILA EMOSI DAN KEKERASAN YANG TAMPIL MENUNJUKKAN KESADARAN BERAGAMA BELUM
TERTANAM
Memang gejala-gejala yang mengarah kepada kekerasan yang penuh emosi sudah
sering muncul dimana pertimbangan akal yang ditunjang oleh hati-nurani
sering tertimbun dibawah, juga nilai-nilai, norma-norma, aturan-aturan yang
datang dari Agama hanyalah merupakan bisikan-bisikan yang tanpa bekas.
Kekerasan yang penuh emosi itu salah satunya menandakan bahwa Agama itu
bukan merupakan suatu kesadaran, melainkan hanya suatu bentuk kerutinan yang
tidak memberikan bentuk, warna dan isi bagi perilaku hidup.
Atau dengan perkataan lain Agama itu dianggap sebagai bahan hidup
sehari-hari seperti pakaian, kendaraan dan rumah, apabila sudah membosankan
bisa ditukar, diganti dan dibuang.
Gambaran-gambaran itu memang menggambarkan keadaan kehidupan manusia yang
salah satunya telah banyak dipengaruhi oleh kehidupan sekular sebagaimana
yang ditempuh dan dialami oleh sebagian besar umat manusia didunia sekarang
ini.
Karena itu apa yang terjadi pada rakyat negara pancasila sekarang ini,
menggambarkan bahwa walaupun banyak organisasi-organisasi, sekolah-sekolah,
universitas-universitas, institut-institut yang membawa-bawa Islam, tetapi
karena Islam itu sendiri tidak mendapat pupuk yang subur didalam kehidupan
masyarakat, pemerintah dan negara, maka hasilnya hanyalah merupakan
individu-individu yang telah menerjuni dan mengarungi lautan Islam, tetapi
tidak mendapat tempat yang bisa membuahkan nilai-nilai, norma-norma,
aturan-aturan dalam kehidupan masyarakat, pemerintah dan negara.
Stockholm, 27 Maret 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
MENGADU SEKULARIS GUS DUR VS NASIONALIS AMIEN USAHA PENGHANCURAN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
KEBODOHAN YANG MENYELIMUTI PENGIKUT TAKLID-BUTA
Memang kalau bertindak yang hanya didasarkan pada dorongan emosi dan pikiran
dangkal akan menyebabkan perilaku yang mengarah kepada pertentangan phisik
dengan resiko mengalirnya darah-darah manusia.
Perilaku yang masih primitif ini lahir daripada adanya dorongan sikap yang
tanpa didasari oleh kejernihan, kematangan dan kedewasaan berpikir.
Perilaku yang mengarah kepada tindakan yang hanya didasarkan pada emosi dan
instink akan melahirkan pertentangan dan perpecahan yang sukar untuk
diperkirakan resiko dan akibatnya.
Apa yang terjadi saat sekarang ini, dimana akal sehat dan pikiran jernih
telah diselimuti oleh emosi dan dendam kesumat yang tanpa ditunjang oleh
pertimbangan dan bisikan hati-nurani telah meluncurkan dan melahirkan
teriakan-teriakan yang mengarah kepada tindakan dan perilaku yang paling
rendah diantara tingkah-laku tingkah-laku khewan yang ada di bumi ini.
Pikiran dan hati-nurani yang tertindih emosi akibat kebodohan yang
menyelimuti akal-pikiran para pengikuti taklid-buta para politikus sekular
makin mengotori udara-panas-emosi-penghancur yang telah memendungi cakrawala
negara pancasila.
MENGADU ANTARA SEKULARIS GUS DUR VS NASIONALIS AMIEN BISA MENGHANCURKAN
KEHIDUPAN UMMAT ISLAM NEGARA PANCASILA
Yang gembira dan bersorak-sorei dengan tampilnya para pengikut taklid-buta
sekularis Gus Dur untuk menyapu bersih lawan-lawan politiknya dan pendukung
anti sekularis Gus Dur adalah orang-orang yang tidak senang melihat kaum
muslimin di negara pancasila bersatu-padu dan menjadi kuat.
Yang menambah bergejolaknya api penghancur ini adalah makin dalamnya
rasa-haus untuk tetap mempertahankan kekuasaan sampai titik darah
penghabisan baik dari pihak sekularis Gus Dur dan pengikutnya yang
taklid-buta maupun dari pihak yang menentangnya yang dipelopori Nasionalis
Amien dengan fraksi Reformasinya dan yang didorong sekularis Akbar Tandjung
dengan Golkarnya bekas kaki-tangan rezim diktator militer Soeharto serta tak
ketinggalan dengan bantuan sekularis Mega dengan PDI-P-nya yang didominasi
orang-orang sekular.
MEREKA ITU SEMUA ADALAH PENCARI KEKUASAAN
Apa yang telah diucapkan sekularis Gus Dur dalam sumpahnya dengan menyebut
nama Allah yang akan memenuhi kewajiban sebagai presiden sebaik-baiknya dan
seadil-adilnya, memegang teguh dan menjalankan undang-undang dan
peraturan-peraturan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada nusa dan bangsa
ternyata dalam realitanya hanyalah sekedar ucapan basa-basi yang keluar dari
mulutnya untuk sekedar memenuhi ritual-kenegaraan sebagai langkah awal
diangkatnya sebagai presiden negara pancasila.
BILA SEKULARIS GUS DUR, SEKULARIS MEGA, NASIONALIS AMIEN, DAN SEKULARIS
AKBAR TETAP BERSIKUKUH, MAKA KEHANCURAN TAK BISA DIELAKKAN LAGI
Dengan adanya gejala-gejala pertentangan yang dipicu oleh pihak sekularis
Gus Dur dengan para pengikut taklid-butanya dan nasionalis Amien dengan
fraksi Reformasinya ditambah dengan sekularis Akbar dengan Golkarnya yang
sekular dan tak ketinggalan sekularis Mega dengan PDI-P-nya yang dipenuhi
manusia-manusia sekular, yang mengarah kepada perebuatan kekuasaan tanpa
didasari oleh pertimbangan keselamatan, kesatuan, keadilan dan kedamaian
seluruh rakyat negara pancasila, maka ambang pintu-kehancuran negara
pancasila sudah bisa dihitung dengan jari.
BAGI KAUM MUSLIMIN YANG MASIH SADAR TANPA DITUTUPI KABUT EMOSI
Bagi kaum muslimin yang masih tetap sadar dan pikirannya masih berjalan
dengan baik serta hati-nuraninya masih berada dalam garis-garis yang telah
ditetapkan Allah SWT harus tetap saling "...nasehat menasehati supaya
mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran"
(Al-'Ashar, 103: 3).
Stockholm, 27 Maret 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
YANG HARUS DIJAGA AGAR KAUM MUSLIMIN TAK HANCUR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
M NUR DJULI DARI MALAYSIA MASIH BINGUNG
Dengan hormat,
Saya agak bingung dengan tulisan Sdr ini ([PPDI] Mengadu sekularis Gus Dur
vs nasionalis Amien usaha penghancuran,
http://www.dataphone.se/~ahmad/010327.htm ). Disatu pihak Sdr. mencaci Gus
Dur sebagai Sekularis (thus secara politik anti-Islam), dan Amien Rais
sebagai Nationalis (thus secara politik non-Islam). Di kalimat selanjutnya
Sdr. menangisi hancurnya negara pancasila ("tidak senang melihat kaum
muslimin di negara pancasila bersatu-padu dan menjadi kuat"). Apakah menurut
Sdr. persatuan sekularis Gus Dur dan nasionalis Amie Rais itu persatuan
Islam? Apakah mungkin persatuan anti-Islam dengan non-Islam melahirkan
Islam? Saya yang bingung (Nur, dj...@pc.jaring.my , 27 Mar 2001)
KARENA DEGILNYA SEKULARIS GUS DUR DAN KERAS KEPALANYA AMIEN MENYEBABKAN
PENGIKUTNYA YANG TAKLID-BUTA HANCUR
Bagaimanapun saya kritik-pedas Gus Dur karena pandangan politiknya yang
sekular dan Amien yang nasionalis, tetapi tidak berarti bahwa saya memusuhi
mereka berdua, melainkan saya mengharap kepada Allah SWT agar mereka berdua
itu kembali kejalan yang telah digariskan Allah SWT dan saya tidak ingin
melihat kaum muslimin yang ada dibawah mereka berdua itu hancur lebur
gara-gara mempertahankan kedudukan dan kekuasaan.
Karena ulah dua orang ini yang walaupun sekular dan nasionalis tetapi tidak
lupa selalu membawa-bawa embel-embel Islam dengan pengikutnya yang muslimin
yang berada di organisasi NU dan Muhammadiyah, maka akibatnya sebagian besar
ummat Islam bisa hancur-lebur.
Dan kita tahu bahwa sebagian besar pengikut Gus Dur yang berada di bawah NU
itu adalah pengikut-pengikut yang taklid-buta yang siap mati karena
mempertahankan sekularis Gus Dur.
Sedangkan para pengikut Amien yang banyak bertebaran di Muhammadiyah
walaupun tidak semua taklid-buta, tetapi merekapun tidak tinggal diam untuk
bertahan pada posisinya bila digempur serdadu-serdadu taklid-buta Banser dan
NU.
KITA USAHAKAN AGAR MEREKA BERDUA MENUNJUKKAN JIWA KEPEMIMPINAN YANG BESAR
YANG TIDAK HANYA KEKUASAAN YANG DIJADIKAN TUJUAN
Kalau sekularis Gus Dur memang terbukti bersalah melanggar konstitusi negara
pancasila bagaimanapun beratnya untuk turun dari kursi-kekuasaannya haruslah
berjiwa besar sebagai seorang pemimpin yang jujur dan adil menyerahkan
kepada orang lain yang dianggap mampu, jujur dan adil. Jangan tetap degil
untuk bertahan, dan jangan sampai mengucapkan kata-kata, "bila saya turun
Indonesiapun ikut turun".
Begitu juga nasionalis Amien harus kembali meluruskan jalan perjuangannya,
bahwa apa yang ditempuh melalui sikapnya yang nasionalis tidak akan membawa
kearah persatuan, keadilan dan perdamaian.
KITA LURUSKAN PARA PENGIKUT YANG TAKLID-BUTA ITU
Bagaimanapun beratnya untuk meluruskan mereka-mereka yang taklid-buta itu
agar tidak terjerumus kedalam pertentangan sesama muslim dan yang akhirnya
menghancurkan ummat Islam secara keseluruhan, kita jangan putus asa dan
membiarkan mereka berbuat dengan tindakannya yang buta membuat keruskan
persatuan ummat Islam.
Stockholm, 28 Maret 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS GUS DUR HANYA PERTAHANKAN KEKUASAAN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
KELITAN SEKULARIS GUS DUR UNTUK PERTAHANKAN KEKUASAAN
Pagi tadi dalam Sidang Paripurna DPR di Nusantara V, Gedung DPR sekularis
Gus Dur memberikan jawaban tertulis yang diberi judul "Jawaban Presiden
Republik Indonesia atas memorandum DPR RI tanggal 1 Februari 2001 tentang
Dana Milik Yanatera Bulog dan Dana Bantuan Sultan Brunei" terhadap
memorandum pertama DPR yang dibacakan oleh Baharudin Lopa, Menteri Kehakiman
dan Hak Asasi Manusia.
Dimana dari jawaban-jawaban sekularis Gus Dur itu, ternyata melambungkan
gambaran dan cerminan yang mengarah kepada jalan yang menuju ke pertahanan
kedudukan dan kekuasaan.
TIDAK MENCERMINKAN SEORANG PEMIMPIN YANG JUJUR, ADIL DAN TANGGUNG-JAWAB
Tidak ada terlukis sedikitpun dalam jawaban-jawaban yang meluncur dari
pikiran sekularis Gus Dur yang diucapkan melalui mulut Baharudin Lopa
cerminan dan contoh seorang pemimpin dan negarawan yang memiliki kejujuran,
keadilan, tanggung-jawab dan penuh bakti terhadap rakyatnya, melainkan yang
terlukis dan tergambar adalah suatu coretan-coretan pribadi yang memberontak
untuk bersilat lidah guna mempertahankan dari dentuman-dentuman keterlibatan
dalam penyelewengan kekuasaan, lahirnya korupsi-kolusi-nepotisme baru dan
kebohongan kepada rakyat negara pancasila.
SEMBUNYI DIBALIK TAP MPR RI NO III/MPR/1978
Kelitan-kelitan melalui gerakan alur pikirannya yang berusaha untuk sembunyi
dibalik rumpun Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia
Nomor III/MPR/1978 tentang Kedudukan dan Hubungan Tata-Kerja Lembaga
Tertinggi Negara dengan/atau Antar Lembaga-lembaga Tinggi Negara, ditambah
dengan pukulan-dasar-pikirannya yang dicuil dari ketetapan MPR tersebut yang
memantul dalam bentuk pernyataan-tertulis bahwa memorandum DPR hanya
dikeluarkan sebagai peringatan jika presiden melanggar haluan negara,
sehingga menurut jalan pikirannya pansus itu bergerak ilegal.
TERJERAT TAP MPR RI NO XI/MPR/1998
Tetapi dalam kenyataannya, sekularis Gus Dur, baik disadari atau tidak
disadari, dirinya telah terjerat oleh Ketetapan Majelis Permusyawaratan
Rakyat Republik Indonesia Nomor XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara
yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dengan keterlibatan
penyelewengan Dana Milik Yanatera Bulog dan Dana Bantuan Sultan Brunei.
Kendatipun sekularis Gus Dur mendeklarkan bahwa bantuan Sultan Brunei itu
bersifat bantuan pribadi bukan bersifat kedinasan, melalui tangan Ario Wowor
yang mempunyai hubungan dekat dengan keluarga Sultan Brunei, dimana bantuan
itu untuk didistribusikan kepada LSM dan masyarakat. Juga ditambah dengan
pencarian dana Bulog yang diselewengkan tetapi masih dianggap belum mencapai
tahap pelanggaran haluan negara.
UNTUK TEGAKKAN KEADILAN AJUKAN SEKULARIS GUS DUR KEDEPAN MAHKAMAH AGUNG
Untuk tegaknya keadilan hukum kasus penyelewengan Dana Milik Yanatera Bulog
dan Dana Bantuan Sultan Brunei yang dilakukan oleh sekularis Gus Dur harus
diselesaikan secara hukum melalui badan lembaga hukum yang diwakili oleh
pihak Kejaksaan Agung.
Dan tentu saja, selama kasus Buloggate dan Bruneigate ditangani dan diusut
oleh Kejaksaan Agung, maka sekularis Gus Dur harus dibebaskan dari
jabatannya sebagai presiden negara pancasila agar tidak mepengaruhi
jalan-kerjanya proses hukum yang ditangani oleh Jaksa Agung.
BAGI KAUM MUSLIMIN YANG KEBETULAN BERADA DINEGARA PANCASILA
Tentu saja bagi kaum muslimin yang hidup dan tinggal di negara pancasila
yang masih tetap teguh dalam pendirian dan tetap teguh berada di jalan Allah
SWT dalam menghadapi segala tindakan yang dilakukan oleh penguasa sekularis
Gus Dur dan para elit pimpinan baik pimpinan di lembaga legislatif maupun
pimpinan dilembaga eksekutif sekarang ini harus tetap "...menyuruh kepada
yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah..."(QS
Ali Imran, 3: 110).
Stockholm, 30 Maret 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS GUS DUR COBA PERTEMUKAN NASIONALIS DAN ISLAM
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
AKHIRNYA SEKULARIS GUS DUR COBA PERTEMUKAN NASIONALIS DAN ISLAM
Di luar masalah jawaban pokok Buloggate dan Bruneigate yang berkaitan dengan
Memorandum DPR yang disampaikan pada 28 Maret 2001, sekularis Gus Dur
mendeklarkan bahwa "...untuk memperkokoh Pancasila sebagai ideologi negara
dan menyelamatkan dari segala ancaman. Pancasila adalah dasar negara yang
mempertemukan paham nasionalisme dan agamis sehingga tidak ada tempat bagi
gerakan yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan kita selama kita
masih menerima Pancasila sebagai dasar negara..."(KH Abdurrahman Wahid,
Presiden Republik Indonesia, Jawaban Presiden Republik Indonesia atas
memorandum DPR RI tanggal 1 Februari 2001 tentang Dana Milik Yanatera Bulog
dan Dana Bantuan Sultan Brunei, 28 Maret 2001)
LAGU LAMA YANG TELAH USANG MASIH TERUS DIDENGUNGKAN SEKULARIS GUS DUR
Dikatator Soekarno, diktator militer Soeharto, BJ Habibie telah melagukan
lagu yang sama sebagaimana yang disiulkan sekularis Gus Dur pada tanggal 28
Maret 2001 didepan sidang paripurna DPR itu.
Tentu saja, siulan lagu yang telah sumbang itu bukan membuat telinga
pendengarnya menjadi terkenang kepada kemerduan persatuan, melainkan justru
sebaliknya, lagu sumbang pancasila yang menjadi cairan-cairan ideologi
negara menambah tergelincir dan terpecahnya rakyat negara pancasila.
Seharusnya sekularis Gus Dur jangan memaksakan menutup kenyataan yang ada,
tetapi harus membuka hati dengan pikiran jernih, tanpa melibatkan emosi
untuk melihat dan menggali lebih dalam apa yang telah terjadi dengan
ukiran-kata-kata yang dipetik dari pancasila. Seperti diktator Soekarno
mendengungkan lagu nasionalis-agama-komunis, atau seperti lagu-sumbang P4
yang dikarang dan digubah oleh diktator militer Soeharto yang dipaksakan
dengan ujung senjata kepada seluruh rakyat negara pancasila.
Sekarang, sekularis Gus Dur masih belum bosan untuk mendendangkan lagu
pancasila pemersatu paham nasionalis dan agamis atau bisa disingkat dengan
nasagam. Tentu saja dengan tujuan untuk menyatukan rakyat negara pancasila
yang sudah tidak percaya lagi kepada segala cerita-dongeng yang berbau
pancasila.
SEKULARIS GUS DUR COBA TAMPILKAN KEADILAN DAN SIKSAAN ALLAH YANG DIKUTIP
DARI AL-QURAN
Memang sepintas bisa terlena dengan sekularis Gus Dur, didalam Sidang
Paripurna lembaga sekular DPR, yang mendendangkan lagu keadilan dan siksaan
Allah yang dicukil dari ayat-ayat Allah SWT yang memerintahkan kepada
ummat-Nya untuk menegakkan keadilan menurut aturan, undang-undang dan hukum
Allah SWT.
Seperti yang dikutipnya dari Al Qur'an Surat al Maaidah ayat (8) "Hai
orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu
menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah
sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku
tidak adil. Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat pada taqwa".
Dan siulan lagu siksa Allah dengan menggubahnya dari Al Qur'an Surat Thahaa
ayat (48) "Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (akan
ditimpakan) atas orang-orang yang berdusta dan berpaling (dari kebenaran)".
DISINILAH SEKULARIS GUS DUR OBRAL AYAT-AYAT ALLAH BUKAN DIPAKAI ALAT UNTUK
MENEGAKKAN HUKUM DAN UU ALLAH
Tentu saja akan menjadi bumerang apabila sekularis Gus Dur berusaha mencomot
ayat-ayat Allah untuk dipakai dan dijadikan tameng-penguat ideologi negara
pancasila guna mempersatukan paham nasionalis dan agamis.
Perbuatan dan usaha sekularis Gus Dur itu sama dengan mencampur-adukkan
hukum dan undang-undang Allah dengan hukum dan undang-undang ciptaan manusia
sekular.
GUS DUR AJAK DPR BERBUAT ADIL DISOROT DARI SUDUT SEKULARISME
Kita juga akan terlena dengan nyanyian keadilan yang dilontarkan sekularis
Gus Dur yang ditulis dalam pidatonya: "Penyimpangan itu tentu bertentangan
dengan prinsip keadilan yang menghendaki agar kita mampu "meletakkan sesuatu
pada tempatnya" sesuai dengan ukuran-ukuran hukum yang jelas. Bagi saya
upaya meletakkan sesuatu secara tidak adil merupakan perbuatan yang
bertentangan dengan reformasi dan demokratisasi sekaligus mengundang
persoalan baru yang lebih besar" (KH Abdurrahman Wahid, Presiden Republik
Indonesia, Jawaban Presiden Republik Indonesia atas memorandum DPR RI
tanggal 1 Februari 2001 tentang Dana Milik Yanatera Bulog dan Dana Bantuan
Sultan Brunei, 28 Maret 2001).
Tetapi tentu saja yang dimaksud keadilan oleh sekularis Gus Dur itu bukan
keadilan berdasarkan pandangan dan dasar-dasar hukum dan aturan-aturan yang
telah ditetapkan Allah SWT, melainkan berdasarkan pada ketetapan-ketetapan
lembaga legislatif yang tidak mendasarkan pengambilan ketetapannya kepada
Ketetapan-Ketetapan Allah SWT.
KARENA ITU KITA JANGAN JADI BUTA-HATI
Apapun yang dilontarkan sekularis Gus Dur dengan ide nasionalis-agamis
(nasagam), tentu saja bagi kaum muslimin yang hidup dan tinggal di negara
Stockholm, 30 Maret 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
AKHIRI KONFLIK POLITIK RAKYAT SUDAH TERUK
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
UCAPAN MOHON MAAF SEKULARIS GUS DUR UNTUK AKHIRI KONFLIK-KONFLIK POLITIK
YANG TELAH MENYENGSARAKAN RAKYAT
Akhirnya sekularis Gus Dur mengakui dan menyadari akan kekurangan dan
kelemahan dirinya serta atas sikap yang tidak terpuji, karena itu ia secara
terus-terang memohon maaf kepada seluruh rakyat negara pancasila juga kepada
para anggota DPR yang telah menjadi lawan konflik-politik-nya.
PERMOHONAN MAAF SEKULARIS GUS DUR
"Apa yang saya kemukakan di dalam jawaban ini adalah tanggapan yang wajar
dan yang tidak berlebihan yang timbul disebabkan adanya tuduhan dan
kesimpulan yang dikemukakan dalam Memorandum I. Meskipun demikian sebagai
manusia biasa seperti halnya dengan Saudara-saudara sekalian yang saya
hormati tentu tak luput dari kekurangan-kekurangan dan kelemahan-kelemahan.
Oleh karena itu melalui kesempatan yang berbahagia ini saya pribadi memohon
maaf kepada Saudara-saudara sekalian, bahkan memohon maaf kepada seluruh
rakyat Indonesia yang saya cintai sekiranya selama ini didapati sikap-sikap
saya yang tidak terpuji atau tidak berkenan di hati Saudara-saudara
sekalian. Saya meyakini bahwa dalam kasus ini secara hukum saya tidak
bersalah, tetapi saya menyadari bahwa saya kurang kooperatif dalam bersikap
karena saya merasa disudutkan sejak awal. Itulah sebabnya melalui kesempatan
ini saya menyampaikan minta maaf jika ada sikap-sikap yang tidak terpuji
atau tidak berkenan di hati". (KH Abdurrahman Wahid, Presiden Republik
Indonesia, Jawaban Presiden Republik Indonesia atas memorandum DPR RI
tanggal 1 Februari 2001 tentang Dana Milik Yanatera Bulog dan Dana Bantuan
Sultan Brunei, 28 Maret 2001).
BILA DPR TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN GUS DUR BISA DISELESAIKAN LEWAT BADAN
LEMBAGA HUKUM MELALUI KEJAKSAAN AGUNG
Tindakan sekularis Gus Dur dengan taktik langkah-mundur untuk pukul-balik,
telah kita pahami, karena itu, langkah-mundur Gus Dur dengan mempersilahkan
kasus Buloggate dan Bruneigate diselesaikan melalui hukum dengan
se-adil-adilnya, perlu kita sikapi dan laksanakan secara tuntas dan adil.
Sikap dan tindakan politik langkah-mundur sekulis Gus Dur dinyatakan : "
Saya mempersilakan aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus ini
melalui hukum dengan seadil-adilnya. Saya sendiri akan mempermudah setiap
upaya pengungkapan kasus ini, bahkan saya bersedia dimintai keterangan atau
diperiksa. Marilah kita belajar dari pengalaman ini untuk mengakselerasikan
proses reformasi yang kita inginkan bersama. Marilah juga kita semua
mengutamakan kepentingan umum, kepentingan perdamaian, dan kebersamaan untuk
menyukseskan agenda reformasi yang telah kita canangkan bersama". (KH
Abdurrahman Wahid, Presiden Republik Indonesia, Jawaban Presiden Republik
Indonesia atas memorandum DPR RI tanggal 1 Februari 2001 tentang Dana Milik
Yanatera Bulog dan Dana Bantuan Sultan Brunei, 28 Maret 2001)
BILA SEKULARIS GUS DUR TERBUKTI BERSALAH, BISA JATUH SENDIRI DARI KURSI
PRESIDEN-NYA
Dengan adanya sikap terbuka dan permintaan maaf dari sekularis Gus Dur itu
dan adanya uluran-tangan untuk mencari jalan keluar dari konflik politik
antara Presiden dan DPR seperti yang dikemukakannya itu, maka sebaiknya
kasus-kasus yang sedang dihadapi oleh pihak DPR dan Presiden apabila
menyangkut masalah tindak pidana hukum perlu diselesaikan lewat jalur hukum
yang ada dengan seadil-adilnya.
TETAP SUARAKAN YANG MA'RUF DAN CEGAH YANG MUNGKAR
Disini bagi kaum muslimin jangan mundur tetapi terus tampil untuk
Stockholm, 31 Maret 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
MEREKA YANG TERKECOH SEKULARIS GUS DUR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
DATU BERU DARI DENMARK LUPA GEMPUR TALI-PEGANGAN GUS DUR
Saudara Ahmad Sudirman. Mengapa anda perlu mengahabiskan waktu mengomentari
perkara sekularisme Gus Dur. Kalau sekali tak apa, ini sampai muntah orang
membacanya. Anda mesti melihat relevansi berita kini yag sedang aktual. Jika
harus mengomnetari buat buka perkara politik Indonesia dalam hubungannya
dengan penjajahan Indonesia di Acheh, seperti yang saya tulis: "Mengapa
Sumatera Menggugat". Anda sudah baca buku ini yang sudah beredar seluruh
"Indonesia"? (Datu Beru <datu...@hotmail.com> ,Silkeborg, Danmark, Fri, 30
Mar 2001)
Nah disinilah, saudara Datu Beru yang berdomisili di Silkeborg, Denmark lupa
untuk menggempur tali-pegangan-ideologi-konstitusi-dasar negara pancasila
yang saudara anggap Indonesia menjajah negara Aceh.
Bagaimanapun kalau saudara kurang memahami bagaimana untuk melumpuhkan
kekuatan pegangan ideologi-konstitusi-dasar negara yang dipegang teguh
sekularis Gus Dur sebagai presiden dan memegang kekuasaan yang tertinggi
atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara di negara pancasila
yang sekarang sedang menggempur Aceh, maka saudara akan tetap terbelenggu
oleh kekuatan ideologi dan militer sekularis Gus Dur. Walaupun saudara telah
mengeluarkan buku "Mengapa Sumatera Menggugat" yang sudah tersebar ke
seluruh peloksok "Indonesia".
Dengan dasar inilah, mengapa kita harus menyuarakan bagaimana untuk
membendung usaha kekerasan kekuatan militer yang sekarang berlangsung di
Aceh.
Dua hari terakhir ini, sekularis Gus Dur mendeklarkan secara tidak langsung
perang kepada mereka-mereka yang berusaha untuk mengancam keamanan negara
pancasila.
Dimana bunyi deklarasi perang sekularis Gus Dur itu : "Kita harus melakukan
langkah-langkah lebih arif untuk memperkokoh Pancasila sebagai ideologi
negara dan menyelamatkan dari segala ancaman. Pancasila adalah dasar negara
yang mempertemukan paham nasionalisme dan agamis sehingga tidak ada tempat
bagi gerakan yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan kita selama
kita masih menerima Pancasila sebagai dasar negara".(KH Abdurrahman Wahid,
Presiden Republik Indonesia, Jawaban Presiden Republik Indonesia atas
memorandum DPR RI tanggal 1 Februari 2001 tentang Dana Milik Yanatera Bulog
dan Dana Bantuan Sultan Brunei, 28 Maret 2001).
Kalau kita tidak sadar, maka genggaman-tangan-kekerasan-militer sekularis
Gus Dur akan melumpuhkan sendi-sendi pertahanan rakyat negara Aceh.
Bukan saja rakyat Aceh yang terkena, melainkan juga mereka yang ingin
tegaknya syariat Islam di muka bumi khususnya di Indonesia.
Sekularis Gus Dur dengan pukulan-pukulan pancasilanya yang ditunjang oleh
kekuatan angkatan bersenjatanya, seperti yang dideklarasikannya, akan terus
berusaha menggebuk semua unsur dan elemen yang dianggap akan mengganggu
keselamatan negara pancasila.
Disamping sekularis Gus Dur mengajak semua unsur dan elemen dari kalangan
sekularis, nasionalis, agamis untuk menjadikan pancasila tetap sebagai alat
pemersatu guna dijadikan alat penggebuk.
Karena itu, kita harus betul-betul sadar dan siap siaga dengan segala taktik
dan tipu daya sekularis Gus Dur dengan senjata pancasila-nya yang akan
dipakai memukul setiap lawan-lawannya yang dianggap mengancam.
ABU ARAFAH DI BANDUNG DICOLONG GUS DUR
Mas Sudirman, Saya lihat anda cuma punya dua tulisan yang anda ulang-ulang
setiap hari, bikin kotor e-mail orang saja. Kalau mau belajar nulis jangan
ditempat umum begini, cari topik lain yang masih upto date dan beragam
bentuknya. Thanks (Abu Arafah <sal...@hotmail.com> ,Bandung, Jawa Barat,
Sat, 31 Mar 2001)
Saudara Abu Arafah yang tinggal di bandung, Jawa Barat ini juga memang
benar-benar telah dicolong sekularis Gus Dur.
Saudara yang sedang memperjuangkan Aceh telah dibutakan oleh sekularis Gus
Dur dengan menganggap ancaman-ancaman kekuatan militer sekularis Gus Dur
sebagai barang hal yang sepele dan tidak ada harganya.
Sekularis Gus Dur dengan segala kekuatan yang ada pada dirinya terus
berusaha untuk menggunakan konstitusi (UUD 1945) dan ideologi negara
(Pancasila) sebagai senjata untuk menggempur siapapun yang dianggap
perintang dan lawan-lawan- politik-nya.
Disinilah, kita harus sadar. Bagaimana sebagai ummat Islam dengan
tali-pegangan yang telah ditetapkan Allah SWT untuk dijadikan sebagai alat
penggempur tali-pegangan-konstitusi-ideologi sekularis Gus Dur.
Karena setiap ketetapan, undang-undang, peraturan-peraturan yang dikeluarkan
di negara pancasila semuanya berdasarkan pertimbangan konstitusi (UUD 1945)
dan pancasila, bukan berdasarkan pertimbangan ketetapan-ketetapan,
peraturan, hukum-hukum yang datang dari Allah SWT.
Ditinjau dari sudut Islam, tali pegangan konstitusi-dasar negara yang
dipegang sekularis Gus Dur adalah sangat lemah.
Karena itu saran saya, saudara Abu Arafah yang sedang berjuang untuk negara
Aceh jangan mudah dicolong sekularis Gus Dur.
HIRMAWAN DI JAKARTA TERTIPU SEKULARIS GUS DUR
Kita semua tahu bahwa Gus Dur seorang Kyai, pemimpin NU dan semua atribut
yang menunjukan ke Musliman beliau, tapi dalam tulisan anda selalu
menuliskan sekularis Gus Dur, mungkin anda bisa menerangkan mengapa anda
menyebut beliau demikian? Salam. Hirmawan ( klo...@indosat.net.id ,
Jakarta, Indonesia, Sat, 31 Mar 2001)
Ini lagi satu contoh, saudara Hirmawan yang berkedudukan di Jakarta,
Indonesia telah kena sapuan angin-debu sekularis Gus Dur. Bagaimana tidak?
Saya panggil sekularis kepada Gus Dur karena memang Gus Dur secara sadar dan
penuh ketegasan untuk memisahkan urusan agama dari urusan negara. Segala hal
yang ada hubungannya dengan agama, baik itu aturan-aturan, hukum-hukum agama
yang telah ditetapkan Allah SWT tidak bisa dijadikan sebagai landasan dan
pertimbangan dalam menetapkan sesuatu ketetapan dan keputusan di lembaga
legislatif dan dilembaga eksekutif.
Jadi orang yang mempunyai cita-cita, pandangan, pemikiran, sikap, dan
tindakan seperti yang disebutkan diatas, orang itu disebut sekularis.
Misalnya sebagai satu contoh yang perlu disadari oleh saudara Hirmawan yaitu
seperti ayat-ayat yang dikutip sekularis Gus Dur dalam menjawab memorandum
DPR. Dimana ayat-ayat itu bukan dijadikan alat untuk menegakkan syariat
Islam dan Daulah Islam Rasulullah, melainkan dijadikan alat untuk menggebuk
lawan-lawan politiknya di DPR.
Mengapa? Karena salah satu ayat yang dikutip sekularis Gus Dur "Qur'an Surat
Thahaa ayat (48) yang berbunyi: "Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami
bahwa siksa itu (akan ditimpakan) atas orang-orang yang berdusta dan
berpaling (dari kebenaran)."
Kalau kita teliti Allah akan menimpakan siksa kepada orang-orang yang
berdusta yaitu orang-orang yang telah mendustakan ajaran-ajaran dan
petunjuk-petunjuk yang dibawa oleh Rasul. Dan kepada orang-orang yang
berpaling yaitu kepada orang-orang yang tidak memperdulikan ajaran dan
petunjuk-petunjuk Rasul.
Nah sekarang, sekularis Gus Dur menganggap dengan mengutip ayat diatas
dengan orang-orang yang berdusta adalah orang-orang (anggota-anggota DPR)
yang telah mendustakan ketetapan-ketetapan MPR yang dibuat atas pertimbangan
UUD 1945 dan pancasila, bukan mendustakan ajaran-ajaran dan
petunjuk-petunjuk yang dibawa oleh Rasul.
Begitu juga sekularis Gus Dur menganggap orang-orang yang berpaling yaitu
orang-orang (anggota-anggota DPR) yang tidak memperdulikan
ketetapan-ketetapan MPR yang dibuat atas pertimbangan UUD 1945 dan
pancasila, bukan orang-orang yang tidak memperdulikan ajaran dan
petunjuk-petunjuk Rasul.
Karena itu bagaimana mungkin, sekularis Gus Dur akan menegakkan syariat
Islam melalui lembaga sekular DPR/MPR, walaupun dia itu bekas ketua umum
PBNU.
Jadi kalau ada yang menganggap bahwa sekularis Gus Dur sedang berusaha
menegakkan syariat Islam dengan cara yang agamis melalui pencomotan
ayat-ayat Al Quran yang dibacakan di depan DPR, maka anggapan itu adalah
anggapan yang sudah kena racun sekularisme dan tipuan sekularis Gus Dur.
Stockholm, 2 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
MEREKA SUDAH TAK BETAH BERSAMA NEGARA SEKULAR PANCASILA
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
REYZA ZAIN DI BANGKOK-THAILAND TAWARKAN ACEH SEBAGAI MADINAH
Assalamualaikum. Salam sejahtera semoga semua selalu dalam lindungan Allah.
Saudara, piagam Madinah sama sama kita ketahui sebagai solusi buat kita
bernegara dan bermasyarakat, dan anda sangat dalam mempelajarinya, dan dari
sana bisa kita petik hikmah tinggi, bahwa Islam tidak mesti langsung meliput
seluruh Nusantara. Kenapa tidak kita jadikan Aceh sebagai Madinah, sebagai
stepping stone, sebagai nuqtah inthilaq penyebaran Islam ke seluruh penjuru?
Coba anda-anda yang mengaku muslim, datang ke Aceh, kita tegakkan Islam
disana, dan kemudian keseluruh Nusantara dan bahkan seluruh Asia timur dan
seterusnya. Kenapa hanya teriak2: kami mau Islam sedangkan tangan hanya
bertopang melihat kaum muslim Aceh dibantai hanya karena mereka ingin
tegakkan Islam! Kenapa hanya bisa menangisi Indonesia, takut Indonesia
pecah? dan biarkan muslim di aceh di bantai? Saya pernah bertanya : APAKAH
DENGAN ACEH MERDEKA ISLAM ITU BERARTI PECAH? Coba jawab dengan hati nurani!
Sebab, dengan membiarkan Aceh terus ditindas, berarti anda-anda telah
menghancurkan Islam !. Menjadi muslimin yang yakrahul Islam sama kayak Gus
Dur Muslim lakinnahu yakrahul Islam: muslim tapi benci kepada Islam
nauzubillah.
Demikian, mohon maaf kalau ada kata yang tidak berkenan, Umar, dengan pedang
rela diluruskan! Wassalamualaikum. Allahumma harrer Aceh, wa Falistin, wa
sheshan wa Moro wa Kashmir Min Ihtilal azzhaalimin. Allahumma amin. Muhammad
Reyza Zain ( war...@yahoo.com , Bangkok, Thailand, Sat, 31 Mar 2001)
NEGARA PANCASILA YANG SEKULAR
Berdirinya negara pancasila adalah diawali dengan ucapan PROKLAMASI
dilanjutkan ke arah jalan yang menjurus ke sekular: "Kami bangsa Indonesia
dengan ini menjatakan Kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai
pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam
tempo jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05. Atas
nama Bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta." (Catatan, tahun yang tercantum dalam
teks proklamasi tahun 05, singkatan dari tahun Jepang 2605 atau sama dengan
tahun Masehi 1945).
Tergambar secara jelas dan gamblang, berdirinya negara pancasila sudah jauh
dari Islam, yang diutamakan adalah rasa kebangsaan yang dipaksakan, dengan
penekanan kepada nilai-nilai yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yang
kalau ditelusuri dan digali lebih dalam menjurus ke arah sekular.
APA MUNGKIN AWAL DAULAH ISLAM RASULULLAH YANG BERPUSAT DI ACEH ?
Bagi seorang muslim menegakkan suatu daulah adalah diatas dasar akidah Islam
dan ukhuwah Islam, bukan kesukuan, kebangsaan, nasionalitas atau ras. Dengan
akidah Islam dan ukhuwah Islam inilah yang akan menjadi tali pengikat
kesatuan ummat yang tergabung dalam satu naungan Daulah Islam Rasulullah
dengan Undang
Undang Madinahnya.
Kenyataan yang ada sekarang di Indonesia adalah sebagian ingin membangun
masing-masing negara berdasarkan kepada kesukuan yang didasari telah
dijajah, di injak-injaknya HAM, merasa telah diperas kekayaan alam
daerahnya, telah diperlakukan sebagai warga kedua, tidak diperhatikan dan
dipenuhi keinginannya, telah dijadikan korban kekerasan, telah diperlakukan
tidak adil dan telah disengsarakan oleh penguasa negara pancasila dengan
UUD'45 dan pancasila-nya.
Memang secara logika dan hati nurani alasan-alasan diatas yang telah
dijadikan dasar untuk membangun masing-masing negara masuk akal. Karena
masing-masing ingin bebas hidup dalam ikatan alam kesukuannya sendiri tanpa
terikat oleh penekanan dan perlakuan yang tidak menyenangkan dari
pihak-pihak penguasa negara pancasila yang kebetulan para penguasa tersebut
adalah kebanyakan dari orang-orang yang bersuku Jawa, misalnya Soekarno,
Soeharto dan sekarang Gus Dur kecuali BJ Habibie.
Tetapi, sebagai seorang muslim yang hanya percaya kepada Allah SWT, Rasul
dan Nabi-Nya Muhammad SAW dan kitab-Nya Al Qur'an, maka alasan-alasan diatas
adalah bukan alasan yang sangat prinsipil. Karena alasan untuk membangun
Daulah Islam Rasulullah adalah akidah Islam dan ukhuwah Islam. Dalam Islam
tidak memandang nasionalitas, kesukuan, kebangsaan, warna kulit, ras,
melainkan yang dipandang adalah akidah Islam dan ukhuwah Islam.
Jadi, kalau akidah Islam dan ukhuwah Islam yang dijadikan sebagai dasar
ikatan untuk membangun daulah, maka tidak mungkin masing-masing kelompok
muslim mau membangun daulah masing-masing berdasarkan kesukuannya. Suatu
kebodohan apabila kaum muslimin membangun Daulah Islamnya berdasarkan kepada
kesukuan atau kebangsaan atau nasionalitas-nya.
Tentu saja tawaran yang dilontarkan oleh saudara Muhammad Reyza Zain yang
sekarang berdomisili di Bangkok, Thailand yaitu bagaimana kalau Aceh
dijadikan sebagai Madinah dan pusat awal dari berdirinya Daulah Islam
Rasulullah di wilayah Asia adalah benar-benar suatu ide yang baik.
Jelas apabila Aceh menjadi pusat awal Daulah Islam Rasulullah memang sangat
sesuai dan cocok dengan awal sejarah perkembangan Islam dan pemerintahan
Islam di Asia Tenggara
Yang tinggal sekarang adalah apakah ide untuk menjadikan Aceh sebagai
Madinah bisa diterima oleh suluruh ummat Islam di Aceh dan juga oleh ummat
Islam di daerah-daerah lainnya?
Karena tanpa ada kesepakatan dari seluruh kaum muslimin yang ada di Aceh dan
di seluruh daerah-daerah yang ada di kepulauan Indonesia dalam membuat satu
perjanjian bersama dalam membangun Daulah Islam Rasulullah, maka akan sangat
sulit untuk direalisasikan.
Tetapi tentu saja kita terus berjuang dengan mengharapkan pertolongan dan
keridhaan Allah SWT untuk membangun kembali Daulah Islam Rasulullah yang
mencakup masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan
pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan
menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam dengan
menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran
dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras,
yang memiliki visi untuk membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan,
amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap
ridha Allah SWT.
Sebagai orang yang bukan alim, saya hanya ingin bertanya, kalau kita sudah
tidak sanggup melawan kezaliman di keliling kita, bukankah kita diwajibkan
hijrah? Nah Aceh sekarang mau hijrah dari Indonesia, sudah tak sanggup lagi
bergelimang dosa. Nampaknya Sdr Ahmad ingin menegakkan benang basah. Bangsa
Aceh sudah tak mau lagi, disembelihpun tak mau, apalagi hanya dengan ngomong
yang itu-itu juga: Amien Rais, Gus Dur, secular, pancasila... Bosan ah!
-----Original Message-----
From: Ahmad Sudirman [mailto:ah...@dataphone.se]
Sent: Tuesday, April 03, 2001 4:03 AM
To: Amien Rais;
Mail2news-20010403-soc.culture....@anon.lcs.mit.
edu; abdh...@cbn.net.id; Aceh...@aol.com; arbja...@yahoo.com;
edi...@pontianak.wasantara.net.id; ant...@rad.net.id; ash...@cabi.net.id;
ber...@indomedia.com; bu...@indosat.net.id; dpm...@yahoo.com;
hab...@ristek.go.id; hud...@cbn.net.id; in...@pikiran-rakyat.com;
in...@nusapost.com; jktp...@cbn.net.id; kor...@cbn.net.id;
niko...@email.com; panj...@indo.net.id; pem...@indo.net.id;
pos...@kupang.wasantara.net.id; r...@tempo.co.id; red...@astaga.com;
red...@detik.com; red...@kompas.com; red...@mdopost.co.id;
red...@mediaindo.co.id; red...@riaupos.co.id; red...@satunet.com;
red...@siar.co.id; red...@tempo.co.id; red...@waspada.co.id;
repu...@rad.net.id; sby...@surabayapost.co.id; ser...@indomedia.com;
si...@minihub.org; soa...@egroups.com; sol...@bumi.net.id;
sr...@indomedia.com; suara...@suarakaltim.co.id;
su...@jakarta.wasantara.net.id; sby...@rad.net.id; us6...@wolf.ubaya.ac.id;
was...@waspada.co.id; webm...@detik.com; yusuf...@telia.com;
zul...@iname.com; cus...@rad.net.id; Edi...@Indo-News.com;
ad...@Indo-News.com; indo...@Indo-News.com; kom...@kompas.com;
ucup...@myquran.com; yus...@webs88.com; Agus John; apakabar; apakabar;
Info Nusapost; Padmanaba
Cc: war...@yahoo.com
Subject: MEREKA SUDAH TAK BETAH BERSAMA NEGARA SEKULAR PANCASILA
Wassalaam,
Abu Azmi
KAPAN Stockholm JADI MADINAH :)
----------
In article <3AC8DAF5...@dataphone.se>, Ahmad Sudirman
<ah...@dataphone.se> wrote:
> http://www.dataphone.se/~ahmad
> ah...@dataphone.se
>
> Stockholm, 2 Mei 2001
>
> Bismillaahirrahmaanirrahiim.
> Assalamu'alaikum wr wbr.
>
> MEREKA SUDAH TAK BETAH BERSAMA NEGARA SEKULAR PANCASILA
> Ahmad Sudirman
> XaarJet Stockholm - SWEDIA.
>
-----= Posted via Newsfeeds.Com, Uncensored Usenet News =-----
http://www.newsfeeds.com - The #1 Newsgroup Service in the World!
-----== Over 90,000 Newsgroups - 16 Different Servers! =-----
Nah... itukah pandangan dari orang muslim luar Aceh
terhadap bangsa Aceh ?? :]
Baik.. saya mau bertanya, Muslim macam apa kalian,
membiarkan saudara kalian di perkosa, dibantai,
dibunuh ????
Kalau Muslim macam itu kalian, silahkan kita jalan
sendiri sendiri, dan membangkitkan keachehan kami,
lebih banyak maslahah dari mudarrat bergabung dengan
orang2 yang mengaku muslim, namun benci islam.. !
saya kira, kebencian muslim Aceh kepada Muslim Jawa,
karena apa ? coba.. apa sebabnya....
mereka lebih dahulukan kejawaan mreka dari keislaman
mereka..
Bukti, contoh, hanya karena Gus dur mau digusur, para
ulama Jawa hendak berfatwa Jihad Fisabilillah melawan
semua muslim lain.... hhahaha... ulama macam apa itu
? muslim macam apa itu ??
bukahkah mereka lebih baik berfatwa jihad fisabilillah
melawan TNI POLRI, yang membakar, memebunuh,
memerkosa, memaksa pria menyetubuhui ibunya... di Aceh
!
ulama Jawa... kebanyakan bukan ulama... Tapi dajjal !
dan ini kenyataan...
masalah pendirian khilafah atas dasar taqwa, sejak
dulu sudah aceh dengungkan... tapi.. ? hanya operasi
militer yang di laksanakan, dan yang lain diam... mana
suara muslim jawa ??? mana ???
anda diam kan ??
anda diamkan saudara anda dibunuh didepan mata.... !
seperti sekarang mereka mau ngancam ngadakan limited
militery operation di aceh ( alias pembantaian kembali
)... apa yang sudah anda lakukan ebagai muslim untuk
menghantikan kebiadaban tersebut ???/
Tanya hati anda...
makanya jangan hanya asal ngomong.. !
munafik, sudah ada sejak zaman dahulu, yang merusak
agama dari dalam..
WaLlahu waliyyutaufiq
wassalamualaikum.
Bangkok, 3/4/2001
a
=== message truncated ===
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get email at your own domain with Yahoo! Mail.
http://personal.mail.yahoo.com/
Saudara, anda telah duluan curiga kan ? sekarang,
dengan bukti yang ada BERAPA KALIKAH ACEH PERNAH
MENIPU DAN MENELIKUNG INDONESIA ??
Dan saya akan berikan jawaban, berapa kali Indonesia
menipu dan menelikung Aceh !
Ingatkan, peristiwa DI/TII ? kenapa bangsa aceh mau
menerima menjadi bagian dari negera Islam indonesia ?
tidak mendirikan Negara islam Aceh ?? dan kenapa Aceh
mau tunduk dibawah Imam Kartosuwiryo dan hanya mau
menjadi bagian dari negara NII ???
karena Aceh mau islam itu menusantara... ! mau agar
semua Indonesia mau melaksanakan syariat.. tapi
ternyata yang disana lebih menguatamakan pancasila
Ingat, atau pernah dengar cerita Mubes Ulama Indonesia
Di Medan ? yang mengirim surat ke sukarno agar
malaksanakan hukum islam, dan kalau tidak maka semua
ummat islam akan berperang melawan Sukarno ?? pernah
dengar ??
sewaktu Sukarno menolak, hanya Aceh, jawa Barat,
kalimantan selatan, dan Sulsel saja yang angkat
senjata....
Ulama daerah lain ? lalai... terbuai kata kata
Sukarno..
Nah... siapa yang menipu ?
siapa yang khianat ??
Siapa yang telikung ??
Bukan orang aceh saja yang mengusir pendatang yang
biadab dan bekerjasama dengan TNI, lihat kejadian
maluku, sambas.... ! lihat....
jangan jadikan Negera sebagai Tuhan !
wassalamualaikum...
Muhammad Reyza Zain
Bangkok, 3/4/2001
--- --- "15B Bag. Hukum" <bag....@bumiputera.com>
wrote:
> prinsipnya bagus, tapi sayang saudara-saudara kita
> Aceh terlalu masih
> mengedepankan ashobiyah - terbukti begitu benci-nya
> dan terkadang melampau
> batas dalam menghujat saudara sesama Islam khusus
> orang Jawa. Benahi dulu
> sikap mereka - jangan-jangan kami mendukung tapu
> malah ditelikung.
>
> Wassalaam,
> Abu Azmi
Dan Aceh hijrah dari Indonesia, adalah suatu hijrah
yang dibolehkan oleh agama, sebab memang bangsa Aceh
berhak untuk membebaskan diri dari kezaliman
Indonesia.
wassalam
--- "M.N.Djuli" <dj...@pc.jaring.my> wrote:
> Assalamualaikum w.w.,
>
> Sebagai orang yang bukan alim, saya hanya ingin
> bertanya, kalau kita sudah
> tidak sanggup melawan kezaliman di keliling kita,
> bukankah kita diwajibkan
> hijrah? Nah Aceh sekarang mau hijrah dari Indonesia,
> sudah tak sanggup lagi
> bergelimang dosa. Nampaknya Sdr Ahmad ingin
> menegakkan benang basah. Bangsa
> Aceh sudah tak mau lagi, disembelihpun tak mau,
> apalagi hanya dengan ngomong
> yang itu-itu juga: Amien Rais, Gus Dur, secular,
> pancasila... Bosan ah!
>
>
__________________________________________________
Stockholm, 3 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
HIJRAH, KEBANGSAAN DAN DEKLARASI
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
M NUR DJULI DI MALAYSIA ACEH MAU HIJRAH
Assalamualaikum w.w.,Sebagai orang yang bukan alim, saya hanya ingin
bertanya, kalau kita sudah tidak sanggup melawan kezaliman di keliling kita,
bukankah kita diwajibkan hijrah? Nah Aceh sekarang mau hijrah dari
Indonesia, sudah tak sanggup lagi bergelimang dosa. Nampaknya Sdr Ahmad
ingin menegakkan benang basah. Bangsa Aceh sudah tak mau lagi, disembelihpun
tak mau, apalagi hanya dengan ngomong yang itu-itu juga: Amien Rais, Gus
Dur, secular, pancasila... Bosan ah! (M Nur Djuli, dj...@pc.jaring.my ,
Malaysia, 3 Apr 2001)
ABU AZMI DI JAKARTA MEREKA MASIH MENGEDEPANKAN KEBANGSAAN
Prinsipnya bagus, tapi sayang saudara-saudara kita Aceh terlalu masih
mengedepankan ashobiyah terbukti begitu benci-nya dan terkadang melampau
batas dalam menghujat saudara sesama Islam khusus orang Jawa. Benahi dulu
sikap mereka - jangan-jangan kami mendukung tapi malah ditelikung.
Wassalaam, Abu Azmi. ( bag....@bumiputera.com , Jakarta, Indonesia, Tue, 3
Apr 2001)
DEKLARASI BERDIRI ACEH, SUMATRA
Hasan Muhammad di Tiro pada tanggal 4 Desember 1976 mendeklarasikan
kemerdekaan Aceh, Sumatra.
"To the people of the world: We, the people of Acheh, Sumatra, exercising
our right of self-determination, and protecting our historic right of
eminent domain to our fatherland, do hereby declare ourselves free and
independent from all political control of the foreign regime of Jakarta and
the alien people of the island of Java....In the name of sovereign people of
Acheh, Sumatra. Tengku Hasan Muhammad di Tiro. Chairman, National Liberation
Front of Acheh Sumatra and Head of State Acheh, Sumatra, December 4, 1976".
("Kepada rakyat di seluruh dunia: Kami, rakyat Aceh, Sumatra melaksanakan
hak menentukan nasib sendiri, dan melindungi hak sejarah istimewa nenek
moyang negara kami, dengan ini mendeklarasikan bebas dan berdiri sendiri
dari semua kontrol politik pemerintah asing Jakarta dan dari orang asing
Jawa....Atas nama rakyat Aceh, Sumatra yang berdaulat. Tengku Hasan Muhammad
di Tiro. Ketua National Liberation Front of Acheh Sumatra dan Presiden Aceh
Sumatra, 4 Desember 1976") (The Price of Freedom: the unfinished diary of
Tengku Hasan di Tiro, National Liberation Front of Acheh Sumatra, hal : 15,
17, 1984).
HIJRAH, KEBANGSAAN DAN DEKLARASI DISOROT DARI ISLAM
Tentu kalau akan mengarah dan menuju kepada pembangunan kembali Daulah Islam
Rasulullah perlu dilihat kembali secara lebih cermat dan teliti apakah
sebelum hijrah telah diawali oleh langkah-langkah yang mengarah kepada
pembinaan aqidah, dan apakah masih ada rasa kuat kesukuan, kebangsaan, serta
apakah deklarasi menekankan kepada aqidah dan ukhuwah Islamiyah?.
Karena apa yang dilaksanakan Rasulullah saw sebelum hijrah adalah pembinaan
aqidah sewaktu masih di Mekah, setelah menerima perintah "Bacalah dengan
nama Tuhanmu yang menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmu yang teramat mulia. Yang mengajarkan dengan pena.
Mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya" (Al 'Alaq: 1-5).
"Hai orang yang berselimut: Bangunlah dan berilah peringatan. Besarkanlah
Tuhanmu, bersihkanlah pakaianmu, jauhilah perbuatan ma'siat, janganlah kamu
memberi, karena hendak memperoleh yang lebih banyak. Dan hendaklah kamu
bersabar untuk memenuhi perintah Tuhanmu" (Al-Muddatstsir: 1-7). "Maka
jalankanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari
orang-orang musyrik" (Al-Hijr: 94). "Dan berilah peringatan kepada
kerabat-kerabatmu yang terdekat" (Asy-syu'ra: 214).
Kemudian pembentukan dan pembinaan jamaah yang melahirkan ikrar Aqabah
pertama yang diikuti oleh suku Aus dan Khazraj dan tidak lama itu disusul
dengan ikrar Aqabah kedua.
Dan akhirnya setelah kuat aqidah seluruh ummat Islam dan ada dibawah satu
komando, serta perintah hijrah turun: "...Dan orang-orang yang lemah, baik
laki-laki, wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo'a: Ya Tuhan kami,
keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zhalim penduduknya..."
(An-Nisa: 75). Maka hijrahpun dilaksanakan dan setelah hijrah Rasulullah saw
membuat perjanjian pertahanan bersama antara kaum Muhajirin, Anshar dan kaum
Yahudi sebagai tali ikatan pakta pertahanan untuk mempertahankan aqidah
Islam, rakyat dan Daulah Islam Rasulullah di Yatsrib dari serangan pihak
kaum Quraisy dan kaum sekutunya. Dimana perjanjian pakta pertahanan bersama
itu dinamakan Piagam Madinah atau Undang Undang Madinah.
Dimana dalam Undang Undang Madinah bukan nasionalisme dan kebangsaan yang
menjadi ikatan persatuan ummat, melainkan persatuan seaqidah dengan
mengangkat hak asasi manusia tanpa melihat nasionalitas, kebangsaan,
kesukuan, golongan dan ras.
Memang bangsa, suku, kabilah, kelompok diakui oleh Islam, tetapi tidak
berarti adanya kebangsaan dan kesukuan itu dijadikan dasar untuk membentuk
satu organisasi, masyarakat, negara, sehingga terpisah antara bangsa yang
satu dari bangsa yang lain atau suku yang satu dari suku yang lain, karena
kalau demikian bukan seperti yang dimaksudkan oleh ayat 13 surat Al Hujurat
yaitu dijadikannya bangsa dan suku adalah untuk saling kenal mengenal, bukan
untuk dijadikan alat pemecah belah, "Hai manusia, sesungguhnya Kami
menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan
kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.
Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang
yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Mengenal"(Al Hujurat, 49:13).
Dengan dasar persatuan seagama dan seaqidah dengan menghormati penganut
agama-agama lain dan yang mengangkat hak asasi manusia tanpa melihat
nasionalitas, kebangsaan, kesukuan, golongan dan ras dengan tujuan untuk
beribadah dan bertaqwa kepada Allah SWT inilah seperti yang difirmankan
Allah "Sesungguhnya kamu adalah ummat yang satu, Aku adalah Tuhanmu, maka
sembahlah Aku" (An-Biyaa',21:92). "Dan sesungguhnya kamu adalah ummat yang
satu, Aku adalah Tuhanmu, maka bertaqwalah kepada-Ku" (Al Mu'minun,23:52 )
yang menjadi dasar dalam Undang Undang Madinah (Piagam Madinah) yang dibuat
oleh Rasulullah SAW.
Jadi Islam tidak mengajarkan kepada pemeluknya untuk menjadikan bangsa,
suku, kabilah, kelompok sebagai dasar suatu organisasi, masyarakat, negara,
sehingga terpisah antara bangsa yang satu dari bangsa yang lain atau suku
yang satu dari suku yang lain. Karena itulah nasionalisme dan kebangsaan
tidak diajarkan oleh Islam dan tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW sewaktu
membuat Undang Undang Madinah.
TAMPILKAN WAJAH DIR DAN UUM DENGAN TERANG, TEGAS DAN JUJUR JANGAN TAKUT
DIPOJOKKAN SEKULARIS GUS DUR
Tidak perlu merasa khawatir akan dipojokkan, dianggap ektrimis dan radikal
oleh sekularis Gus Dur dengan UUD 1945 dan pancasila-nya yang sekular, serta
jangan merasa khawatir akan kehilangan dukungan dari negara-negara lain
karena menampilkan wajah Daulah Islam Rasulullah dan UUM.
Apabila wajah DIR dan UUM yang menjunjung pembentukan ummat untuk bersatu
yang bebas dari pengaruh dan kekuasaan manusia lainnya, menjunjung tinggi
hak asasi manusia, menjunjung persatuan seagama dengan menghormati penganut
agama-agama lain, menjunjung persatuan segenap warganegara, menjamin
kehidupan golongan minoritas, melindungi negara dan mengembalikan segala
urusan kepada hukum Allah dan Sunnah Rasul ditampilkan dengan terang, tegas
dan jujur kepada siapapun, maka tidak ada kekhawatiran bagi kaum muslimin
akan dipojokkan, dianggap ektrimis, radikal dan akan kehilangan dukungan
dari negara-negara lain.
Kalau Allaw SWT menghendaki Aceh untuk merdeka, maka Aceh
telah merdeka tanpa harus mengangkat senjata. Seperti halnya
Allah SWT menghendaki orang Arab makmur tanpa harus berjerih-
payah, maka ladang minyakdiberikan. Orang Arab tinggal
mengundang perusahaan asing bekerja mengebor minyak, mereka
hanya bergoyang kaki menunggu bagian. Itu hebatnya Allah SWT.
Sementara Allah SWT tak menghendaki Aceh untuk merdeka tetapi
puak-puak Aceh bersikeras berbuat demikian, apalagi tanpa
sungkan-sungkan membunuh, maka itu sama dengan memberontak
terhadap kehendak Allah SWT. Anda semua ditunggu di neraka!
Wassallam,
Tuan BumiPutri Paduka Sri Pribumi S.H.
In article <2001040306471...@web11208.mail.yahoo.com>
Reyza Zain wrote:
: asalamualaikum..
:
: Nah... itukah pandangan dari orang muslim luar Aceh
: terhadap bangsa Aceh ?? :]
:
: Baik.. saya mau bertanya, Muslim macam apa kalian,
: membiarkan saudara kalian di perkosa, dibantai,
: dibunuh ????
: Kalau Muslim macam itu kalian, silahkan kita jalan
: sendiri sendiri, dan membangkitkan keachehan kami,
: lebih banyak maslahah dari mudarrat bergabung dengan
: orang2 yang mengaku muslim, namun benci islam.. !
:
_________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.
Wassalaam,
> -----Original Message-----
> From: Reyza Zain [SMTP:war...@yahoo.com]
> Sent: Tuesday, April 03, 2001 3:45 PM
> To: Reyza Zain; 15B Bag. Hukum; 'ah...@dataphone.se'; Amien Rais;
> Mail2news-20010403-soc.culture....@anon.lcs.mi
> t.edu; abdh...@cbn.net.id; Aceh...@aol.com; arbja...@yahoo.com;
> edi...@pontianak.wasantara.net.id; ant...@rad.net.id; ash...@cabi.net.id;
> ber...@indomedia.com; bu...@indosat.net.id; dpm...@yahoo.com;
> hab...@ristek.go.id; hud...@cbn.net.id; in...@pikiran-rakyat.com;
> in...@nusapost.com; jktp...@cbn.net.id; kor...@cbn.net.id;
> niko...@email.com; panj...@indo.net.id; pem...@indo.net.id;
> pos...@kupang.wasantara.net.id; r...@tempo.co.id; red...@astaga.com;
> red...@detik.com; red...@kompas.com; red...@mdopost.co.id;
> red...@mediaindo.co.id; red...@riaupos.co.id; red...@satunet.com;
> red...@siar.co.id; red...@tempo.co.id; red...@waspada.co.id;
> repu...@rad.net.id; sby...@surabayapost.co.id; ser...@indomedia.com;
> si...@minihub.org; soa...@egroups.com; sol...@bumi.net.id;
> sr...@indomedia.com; suara...@suarakaltim.co.id;
> su...@jakarta.wasantara.net.id; sby...@rad.net.id;
> us6...@wolf.ubaya.ac.id; was...@waspada.co.id; webm...@detik.com;
> yusuf...@telia.com; zul...@iname.com; cus...@rad.net.id;
> Edi...@Indo-News.com; ad...@Indo-News.com; indo...@Indo-News.com;
> kom...@kompas.com; ucup...@myquran.com; yus...@webs88.com; Agus John;
> apakabar; apakabar; Padmanaba
> Cc: war...@yahoo.com
> Subject: RE: MEREKA SUDAH TAK BETAH BERSAMA NEGARA SEKULAR PANCASILA
> > prinsipnya bagus, tapi sayang saudara-saudara kita
> > Aceh terlalu masih
> > mengedepankan ashobiyah - terbukti begitu benci-nya
> > dan terkadang melampau
> > batas dalam menghujat saudara sesama Islam khusus
> > orang Jawa. Benahi dulu
> > sikap mereka - jangan-jangan kami mendukung tapu
> > malah ditelikung.
> >
> > Wassalaam,
> > Abu Azmi
>
>
orang beriman koq doyan cari musuh...
pantesan berantem melulu.
Kita muslim, kita punya musuh yang sama... ! yaitu
kebatilan dan penegak kebatilan...
wassalamualaikum...
Stockholm, 5 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEBAGIAN KIAI NU DIBUTAKAN LUMPUR PANCASILA
Abu Azmi
Jakarta - INDONESIA.
SEBAGIAN KIAI NU BUKAN JIHAD FI SABILILLAH MELAINKAN MEMBELA SEKULARIS GUS
DUR DENGAN PANCASILANYA
Akhir-akhir ini kita sedang dipusingkan dengan tingkah polah para "alim
ulama" yang Sedang menghimpun massa untuk dijadikan mujahid (mujahiddin?)
dan membahas wacana bughot.
Tidak salah memang, karena setiap muslim harus mampu mewujudkan dirinya
dalam ketaatan yang paling tinggi kepada Allah SWT yaitu jihad fi
sabilillah.Sayangnya saat ini tampaknya ada upaya untuk memelintir dan
memanfaatkan makna jihad fi sabilillah.
Adalah benar adanya, jika kita hanya memakai kata "jihad" tanpa diikuti
dengan kata "fi sabilillah" akan mempunyai arti "berupaya dengan
sungguh-sungguh". Demikianlah yang dipertontonkan oleh pendukung Gus Dur,
sesungguhnya mereka memang jihad, tapi tanpa fi sabilillah.
MENGAPA DEMIKIAN ?
Wahai Saudaraku takutlah akan kesesatan akibat melakukan sesuatu tanpa
dilandasi oleh ilmu. Jika kita ini mengaku cinta kepada Allah dan Rasul-Nya,
cobalah memperjuangkan berlakukan aturan yang telah ditetapkan Allah dan
Rasul-Nya (Surat Al Ahzab ayat 36).
Kepatuhan kepada pemimpin – mutlak adanya (wajib hukumnya) – tapi tentunya
pemimpin yang seperti apa? Bukan siapanya lho? Adalah pemimpin yang hanya
menegakkan ketetapan Allah dan Rasul-Nya yang wajib ditaati (Surat An Nisaa'
ayat 59, Surat Al Maaidah ayat 55).
Harusnya kita ini sudah menyadari bahwa sudah sekian lama kita sebagai
bangsa yang mayoritas penduduknya mengaku beragama Islam tapi masih dijajah
oleh aturan yang tidak berasal dari Allah dan Rasul-Nya.
HANYA MEREKA YANG JIHAD FI SABILILLAH
Kiranya untuk mencapai tataran mujahiddin/jihad fi sabilillah (bukan
mujahid) tidaklah seperti yang anda upayakan sekarang ini.
Ingatlah sebuah hadist dari Shohih Buchori Muslim, yang artinya :"Ada orang
yang berperang karena keberaniannya, ada yang karena kebangsaannya, dan ada
yang karena kedudukannya, manakah ya Rasulullah yang termasuk fi sabilillah
(di jalan Allah). Jawab Rasulullah : "Hanyalah mereka yag berperang karena
semata-mata menegakkan kalimat Allah, merekalah fi sabilillah (di jalan
Allah)".
Hadist ini begitu gamblang, apakah kita juga masih harus menafsirkannya.
Apakah perjuangan anda (yang pro atau yang kontra Gus Dur) dalam kerangka
menegakkan kalimah Allah?
Oleh karena itu agar kita dapat mencapai syuhada/syahid tentu perjuangan
kita haruslah semata-mata karena menegakkan kalimat Allah. Kalau toch
membela seseorang, tentu harus seseorang yang memerintah berdasarkan aturan
Allah dan Rasul-Nya. Hal ini pun bukan berarti membela individunya tapi
membela misi kebenaran yang diembannya.
UNTUK WIRO SUGIMAN (FPK) HARUS TAKUT AKAN AZAB ALLAH
Mas Wiro Sugiman (FPK), sampean kalau nggak segera menghentikan kegiatan
penghimpunan massa berani mati itu, maka sampean termasuk orang yang sesat
dan menyesatkan.
Takutlah wahai saudaraku, takutlah akan azab Allah, jangan sampai kita
merasa telah berada pada jalan kebenaran, hanya semata-mata mengikuti
"Ulama". "Ulama" tidak selalu berjalan pada jalan yang lurus. Mereka juga
manusia yang tidak akan mencapai tataran ma'sum (tanpa kesalahan). Kita
tetap harus berani mengkoreksi terhadap kesalahan yang dilakukannya, itulah
wujud kasih sayang di antara sesama muslim.
Bukankah kita mempunyai kewajiban saling menasehati dalam kebenaran (al haq)
dan saling menasehati dalam kesabaran (Surat Al 'Ashr ayat 3). Sedangkan
kebenaran (al haq) itu ukurannya adalah dari Allah SWT (Surat Al Baqarah
ayat 147).
UNTUK SEBAGIAN KIAI NU TAK PERLU BELA KONCO GUS DUR YANG TAK TEGAKKAN
KALIMAH ALLAH
Bapak-bapak, para alim ulama yang sedang berupaya membahas "Bughot". Mengapa
baru sekarang dibahas, apa hanya didorong oleh suatu kondisi dimana konco
sampean (Gus Dur) diugreg-ugreg.
Kasihan amat sampean ini, sebagai orang-orang yang berilmu, tapi kok masih
tertinggal terus. Memberontak pemerintahan seperti apa dapat dikatagorikan
"bughot"?
Sepanjang sejarah Islam yang pernah saya baca, Mu'awiyah diputuskan sebagai
bughot karena memberontak pemerintahan Ali bin Abi Tholib.
Mbok ya mulai memikirkan bagaimana agar aturan Allah SWT dan Rasul-Nya dapat
ditegaknya di bumi Indonesia ini. Apa kita nggak takut akalu jatuh sesat
semua (Surat Al Ahzab ayat 36, Surat Al Maaidah ayat 44, 45 dan 47).
Oh … jadinya saya ini kok seperti "Nguyahi segoro/nggaremin lautan".
Wassalaam,
Abu Azmi
bag....@bumiputera.com
Mati elu pemberontak Aceh!!!!
In article <2001040308443...@web11202.mail.yahoo.com>
Reyza Zain wrote:
: Assalamualaikum..
_________________________________________________________________________
Stockholm, 10 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS GUS DUR HARUS BIMBING PENGIKUT-BUTA YANG EMOSI
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
DISOROT DARI SUDUT KONSTITUSI SEKULAR, SEKULARIS GUS DUR JUSTRU MEROBEK
KONSTITUSI ITU SENDIRI
"Saya meyakini bahwa dalam kasus ini (Buloggate, Bruneigate) secara hukum
saya tidak bersalah, tetapi saya menyadari bahwa saya kurang kooperatif
dalam bersikap karena saya merasa disudutkan sejak awal...Yang saya harapkan
justru adalah ketegasan dan ketepatan kita di dalam menegakkan konstitusi.
Sebab saya meyakini bahwa jika dalam hidup bernegara kita tidak lagi
mengindahkan konstitusi dan hukum, maka yang akan bermain adalah emosi yang
tidak berdasarkan ratio. Dan kalau budaya yang seperti ini yang menguasai
atau membimbing kita maka akan habislah masa depan kita sebagai bangsa dan
negara." (KH Abdurrahman Wahid, Presiden Republik Indonesia, Jawaban
Presiden Republik Indonesia atas memorandum DPR RI tanggal 1 Februari 2001
tentang Dana Milik Yanatera Bulog dan Dana Bantuan Sultan Brunei, 28 Maret
2001)
Memang sebagian besar sumber permasalahan adalah datang dari sekularis Gus
Dur. Walaupun Gus Dur berulang kali menyatakan keyakinannya bahwa harus
mengindahkan konstitusi dan hukum, jangan dikuasi atau dibimbing oleh emosi
yang tidak berdasar ratio.
Tetapi kenyataannya, sekularis Gus Dur justru melanggar konstitusi dengan
melanggar UUD 1945 pasal 9 tentang Sumpah Jabatan dan melanggar Tap MPR No
XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas KKN.
Kendatipun Gus Dur mengkelit dibalik Ketetapan MPR-RI Nomor III/MPR/1978
tentang Kedudukan dan Hubungan Tata Kerja Lembaga Tertinggi Negara
Dengan/Atau Antara Lembaga-Lembaga Tinggi Negara. Dan tanpa
tanggung-tanggung sekularis Gus Dur menyatakan bahwa dirinya dalam kasus
Buloggate dan Bruneigate secara hukum tidak bersalah. Sekalipun sekularis
Gus Dur telah melanggar dasar dari lahirnya hukum tindak pidana korupsi.
Jadi walaupun sekularis Gus Dur mampu berkelit tetapi sebenarnya dirinyapun
telah melanggar konstitusi yang katanya selalu dipegang erat-erat.
SEKULARIS GUS DUR JANGAN TUTUP TELINGA TERHADAP PENGIKUT-BUTA YANG BERMAIN
EMOSI TANPA RATIO
Karena para pendukung sekularis Gus Dur menganggap bahwa Gus Dur tidak
bersalah secara hukum dalam kasus dana milik Yanatera Bulog dan Dana Bantuan
Sultan Brunei Darussalam kepada Presiden KH Abdurrahman Wahid, maka para
pendukung-buta itu bermain emosi tanpa berdasarkan ratio yang melambungkan
pasukan berani mati; dan yang justru sebenarnya tanpa mereka sadari pasukan
berani mati itu menghantam muka sekularis Gus Dur sendiri.
Seharusnya agar sekularis Gus Dur jangan makin tersungkur karena
ucapan-ucapannya yang selalu dilanggarnya sendiri, maka salah satu jalan
keluarnya jangan menutup telinga dari suara-suara para pendukung-buta yang
sudah salah kaprah dan makin degil itu agar tidak percuma tindakannya,
sehingga merugikan ummat Islam lainnya dan mencoreng-moreng Islam itu
sendiri.
Stockholm, 16 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
PEMBELA & YANG ANTI GUS DUR TERTUTUP LUMPUR PANCASILA
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
MEMANG WAJAR KALAU MEREKA MAU MEMISAHKAN DIRI DARI NEGARA PANCASILA
Kalau melihat dan memperhatikan kelakuan para pembela sekularis Gus Dur
perobek konstitusi dan pemegang tali-lumpur-pancasila di detik-detik
terakhir ini yang dikemudikan oleh Wiro Sugiman dari Front Pembela Kebenaran
(FPK), maka wajarlah kalau sebagian rakyat negara pancasila sudah bosan
hidup bersama dibawah naungan negara pancasila.
Ternyata mereka para pembela sekularis Gus Dur yang terlebih dahulu
ditiupkan angin oleh sebagian Kiai NU dengan "bughat" dan "jihat"-nya yang
salah kaprah itu lebih banyak menunjukkan rasa kepanatikan kepada sukunya
(Jawa-nya) dan golongannya, ketimbang rasa kesamaan aqidah Islam-nya.
Mereka para pembela sekularis Gus Dur memang tidak menyadari bahwa yang
dibelanya itu baik ditinjau dari sudut konstitusi sekular (UUD 1945) ataupun
dari sudut Islam telah merobek konstitusi dan memporak-porandakan
sendi-sendi, nilai-nilai dan aturan-aturan Islam itu sendiri.
Karena itu wajarlah kalau sebagian rakyat negara pancasila sudah begitu muak
dengan para penguasa negara pancasila dimulai dari diktator Soekarno,
diktator militer Soeharto, BJ Habibie dan sekularis Gus Dur dengan para
pembelanya, terutama pada saat-saat terakhir ini.
Seperti yang dilontarkan oleh saudara Muhammad Reyza Zain dari Bangkok,
Thailand dalam suratnya yang disampaikan kepada saya beberapa hari yang
lalu. "Tahukan anda, bahwa Aceh itu bergolak karena mempertahankan
nilai-nilai Islam yang mereka miliki, sehingga terkenal dengan
resistance-nya terhadap semua yang berbau musyrik yang datang dari Barat dan
sekarang dari Indonesia. Semenjak dulu kami telah tidak setuju Pancasila,
dan kami berperang, karena kami tidak ingin dibawah Pancasila. Nahnu Muslim,
qabla kulli syai'. Mungkin anda benci Pancasila, sejak anda di Cairo tahun
1986 ? atau tahun berapalah, sehingga anda terpaksa pindah ke Sweden? Nah
bangsa Aceh telah menolak Pancasila sejak masa dewan konstituante memutuskan
dasar negara. Semua Bangsa Aceh menolak Pancasila. Muhammad Reyza Zain" (
war...@yahoo.com , Bangkok, Thailand, Sat, 31 Mar 2001).
BAGAIMANA SEKULARIS GUS DUR BISA MENYATUKAN RAKYAT NEGARA PANCASILA DENGAN
LUMPUR PANCASILA
"...tidak ada tempat bagi gerakan yang ingin memecah belah persatuan dan
kesatuan kita selama kita masih menerima Pancasila sebagai dasar negara".(KH
Abdurrahman Wahid, Presiden Republik Indonesia, Jawaban Presiden Republik
Indonesia atas memorandum DPR RI tanggal 1 Februari 2001 tentang Dana Milik
Yanatera Bulog dan Dana Bantuan Sultan Brunei, 28 Maret 2001).
Sebenarnya apa yang didengungkan sekularis Gus Dur dengan persatuan dan
kesatuan rakyat negara pancasila melalui idea lumpur-pancasila-nya adalah
merupakan impian kosong saja.
Mengapa? karena sudah jelas ide-ide itu telah dilontarkan dan dijadikan
sebagai garis haluan politik oleh para penguasa negara pancasila sebelumnya,
seperti oleh diktator Soekarno, dilanjutkan oleh diktator militer Soeharto
kemudian sedikit diteruskan oleh BJ Habibie. Dimana kesemuanya adalah gagal
dan omong kosong belaka, karena hahekat sebenarnya adalah ideologi yang
diambil dari comotan-comotan sila yang ada dalam pancasila itu hanyalah
merupakan alat untuk membelenggu dan menggebuk semua rakyat negara pancasila
yang tidak menyetujui kebijaksanaan politik dan pemerintahannya.
Nah sekarang, sekularis Gus Dur berpura-pura untuk menyatukan rakyat negara
pancasila dengan kembali melontarkan ide persatuan dan kesatuan rakyat
negara pancasila dengan menggali lagi lumpur-pancasila yang sudah tidak
berguna itu. Kemudian untuk memperkokohnya diambilnya batang tubuh
konstitusi (UUD 1945) sebagai alat pengikat dan penggebuk-nya.
Kaum muslimin yang benar-benar mukmin tentu sangat mencintai syari'at
Islam, karena mereka tahu bahwa menolak syari'at Islam sama artinya dengan
menolak Islam, sama artinya dengan menolak Allah Swt. sebagai Tuhan yang
telam mewajibkan syari'at Islam bagi hamba-hamba-Nya.
Masalahnya existing law di Indonesia adalah UUD 45 beserta turunannya,
masalahnya dasar negara yang telah berhasil disyahkan adalah panca Sila,
dan satu lagi : masalahnya harus ada orang yang menduduki posisi sebagai
Presiden RI yang harus patuh pada Ketetapan-Ketetapan MPR. Katakanlah
bahwa posisi Presiden adalah posisi yang " Kotor " untuk sistem negara
yang sekarang ada, tapi kita tetap tidak rela kalau posisi tsb. dipegang
oleh non Muslim. Bila seorang Ulama menduduki posisi sebagai Presiden RI
tentu kita senang, tapi tetap saja dia tidak akan bisa berbuat banyak
dengan kungkungan sistem yang ada.
Nah, kalau anda menjadi Presiden RI dalam posisi yang demikian, apa yang
akan anda lakukan ? ( Misalkan calon Presiden cuma ada dua : anda dan
seorang Kristen ).
Terima kasih sebelumnya atas jawaban anda.
Wassalaam.
yusuf.
berarti sampeyan juga tertutup lumpur karena anda juga orang yang tidak anti
lagi tapi super anti terhadap gusdur jadi anda tidak tertutup lumpur lagi
tapi plus menjadi lumpur itu sendiri jadi sudah menjadi satu dengan lumpur,
sehingga tidak bisa dibedakan lagi dengan lumpur
----------
In article <3ADAF5C8...@dataphone.se>, Ahmad Sudirman
<ah...@dataphone.se> wrote:
Allah SWT telah banyak memberi peringatan, toh pada kenyataannya negeri yang
penduduknya mayoritas mengaku penganut Al Islam dan dipimpin para tokoh
agama Islam (katanya) dan lembaga tinggi negara pun banyak dipimpin oleh
orang yang katanya paham akan Al Islam, masih juga mencampakkan Al Islam.
Wassalaam,
Abu Azmi - Bekasi
> -----Original Message-----
> From: Ahmad Sudirman [SMTP:ah...@dataphone.se]
> Sent: Monday, April 16, 2001 8:38 PM
> To: Amien Rais;
> Mail2news-20010417-soc.culture....@anon.lcs.mi
> t.edu; abdh...@cbn.net.id; Aceh...@aol.com; arbja...@yahoo.com;
> edi...@pontianak.wasantara.net.id; ant...@rad.net.id; ash...@cabi.net.id;
> ber...@indomedia.com; bu...@indosat.net.id; dpm...@yahoo.com;
> hab...@ristek.go.id; hud...@cbn.net.id; in...@pikiran-rakyat.com;
> in...@nusapost.com; jktp...@cbn.net.id; kor...@cbn.net.id;
> niko...@email.com; panj...@indo.net.id; pem...@indo.net.id;
> pos...@kupang.wasantara.net.id; r...@tempo.co.id; red...@astaga.com;
> red...@detik.com; red...@kompas.com; red...@mdopost.co.id;
> red...@mediaindo.co.id; red...@riaupos.co.id; red...@satunet.com;
> red...@siar.co.id; red...@tempo.co.id; red...@waspada.co.id;
> repu...@rad.net.id; sby...@surabayapost.co.id; ser...@indomedia.com;
> si...@minihub.org; soa...@egroups.com; sol...@bumi.net.id;
> sr...@indomedia.com; suara...@suarakaltim.co.id;
> su...@jakarta.wasantara.net.id; sby...@rad.net.id;
> us6...@wolf.ubaya.ac.id; was...@waspada.co.id; webm...@detik.com;
> yusuf...@telia.com; zul...@iname.com; cus...@rad.net.id;
> Edi...@Indo-News.com; ad...@Indo-News.com; indo...@Indo-News.com;
> kom...@kompas.com; Agus John; apakabar; apakabar; Forum_35; Info Nusapost;
> Padmanaba
> Cc: war...@yahoo.com
> Subject: PEMBELA & YANG ANTI GUS DUR TERTUTUP LUMPUR PANCASILA
> ----------
> From: 15B Bag. Hukum[SMTP:bag....@bumiputera.com]
> Sent: Tuesday, April 17, 2001 10:28 AM
> To: 'ah...@dataphone.se'; Amien Rais;
> Mail2news-20010417-soc.culture....@anon.lcs.mi
> t.edu; abdh...@cbn.net.id; Aceh...@aol.com; arbja...@yahoo.com;
> edi...@pontianak.wasantara.net.id; ant...@rad.net.id; ash...@cabi.net.id;
> ber...@indomedia.com; bu...@indosat.net.id; dpm...@yahoo.com;
> hab...@ristek.go.id; hud...@cbn.net.id; in...@pikiran-rakyat.com;
> in...@nusapost.com; jktp...@cbn.net.id; kor...@cbn.net.id;
> niko...@email.com; panj...@indo.net.id; pem...@indo.net.id;
> pos...@kupang.wasantara.net.id; r...@tempo.co.id; red...@astaga.com;
> red...@detik.com; red...@kompas.com; red...@mdopost.co.id;
> red...@mediaindo.co.id; red...@riaupos.co.id; red...@satunet.com;
> red...@siar.co.id; red...@tempo.co.id; red...@waspada.co.id;
> repu...@rad.net.id; sby...@surabayapost.co.id; ser...@indomedia.com;
> si...@minihub.org; soa...@egroups.com; sol...@bumi.net.id;
> sr...@indomedia.com; suara...@suarakaltim.co.id;
> su...@jakarta.wasantara.net.id; sby...@rad.net.id;
> us6...@wolf.ubaya.ac.id; was...@waspada.co.id; webm...@detik.com;
> yusuf...@telia.com; zul...@iname.com; cus...@rad.net.id;
> Edi...@Indo-News.com; ad...@Indo-News.com; indo...@Indo-News.com;
> kom...@kompas.com; Agus John; apakabar; apakabar; Forum_35; Padmanaba
> Cc: war...@yahoo.com
> Subject: RE: PEMBELA & YANG ANTI GUS DUR TERTUTUP LUMPUR PANCASILA
PERNYATAAN SIKAP
Bismillahirrahmanirrahim
Salam sejahtera semoga bangsa Aceh selalu dalam
lindungan Allah.
Konflik Aceh semakin berlarut, dikarenakan ulah
Pemerintah Indonesia yang sama sekali tidak mempunyai
niat baik untuk menyelesaikan permasalahan Aceh, tidak
berbeda dengan kolonialis Belanda, mereka enggan
mendengar aspirasi masyarakat Aceh. Eskalasi kekerasan
semakin meningkat. Kehadiran militer di Aceh semakin
mempertegas bahwa mereka adalah penyebab segala
kekerasan dan bencana. Namun hal ini tidak dipahami
oleh Indonesia, yang malah hendak menyelesaikan
konflik Aceh dengan kekerasan dan kekuatan senjata,
dengan mengirim semakin banyak tentara ke bumi Aceh.
Maka dengan ini kami, Sentral Informasi referendum
Aceh (SIRA)
Konsulat Bangkok Thailand menyatakan:
1. MENGUTUK Presiden Neo-Kolonialis Indonesia
Abdurrahman Wahid yang telah mengeluarkan Inpres no. 4
tahun 2001, yang menjadi payung bagi TNI/POLRI untuk
kembali menghancurkan masyarakat Aceh dan sendi-sendi
kehidupan mereka, dan MENGUTUK DPR Neo-Kolonialis
Indonesia serta para pejabat yang mengusulkan
pelaksaan operasi militer di Aceh. Operasi militer di
Aceh adalah pemerkosaan terhadap agama, dan
nilai-nilai kemanusiaan.
2. MENGUTUK kebiadaban aparat Indonesia, yang
menghilangkan secara paksa nyawa mahasiswa di Laweueng
Pidie, dan penghilangan nyawa secara paksa yang
dilakukan oleh TNI/POLRI di seluruh Aceh. Dan menuntut
dunia internasional untuk membuat pengadilan khusus,
mengadili para pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan
(Crimes Againts Humanity) di Aceh.
3. Agar pemerintah Neo-Kolonialis Indonesia dengan
segera membebaskan Sdr. Muhammad Nazar, pejuang sipil
yang dibungkam Indonesia dengan senjata dan kekerasan.
Seret para aparat yang membantai rakyat Aceh
kepengadilan, kalau memang hukum hendak ditegakkan.
4. Mengutuk Muhammad Mahfud, menteri pertahanan
pemerintah Neo-Kolonialis Indonesia, yang tidak
henti-hentinya menyakiti dan menghina bangsa Aceh, dan
menuntut supaya Muhammad Mahfud, untuk segera minta
maaf kepada bangsa Aceh.
5. Menentukan nasib sendiri adalah hak bangsa Aceh,
maka kepada bangsa Aceh dimanapun berada, agar tetap
istiqamah berjuang melawan penindasan dan tetap sabar
memperjuangkan Referendum sebagai jalan yang sangat
damai dan demokrastis untuk menyelesaikan konflik
Aceh.
Wabillahittaufiq
Bangkok Thailand, 17 April 2001
Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA)
Konsulat Bangkok Thailand
Munawarliza Zain
Konsul
Zulfikar MB.
Sekretaris
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Auctions - buy the things you want at great prices
http://auctions.yahoo.com/
Stockholm, 17 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
DARI SISTEM SEKULAR HIJRAH KE MADINAH SAMUDERA PASAI
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
YUSUF HAMID DARI BANDUNG PRESIDEN MUSLIM DIBAWAH SISTEM NEGARA SEKULAR TAK
BISA BERBUAT BANYAK UNTUK ISLAM
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalaamu'alaikum Wr. Wb. Kaum muslimin yang
benar-benar mukmin tentu sangat mencintai syari'at Islam, karena mereka
tahu bahwa menolak syari'at Islam sama artinya dengan menolak Islam, sama
artinya dengan menolak Allah Swt. sebagai Tuhan yang telah mewajibkan
syari'at Islam bagi hamba-hamba-Nya. Masalahnya existing law di Indonesia
adalah UUD 45 beserta turunannya, masalahnya dasar negara yang telah
berhasil disyahkan adalah pancasila, dan satu lagi : masalahnya harus ada
orang yang menduduki posisi sebagai Presiden RI yang harus patuh pada
Ketetapan-Ketetapan MPR. Katakanlah bahwa posisi Presiden adalah posisi yang
" Kotor " untuk sistem negara yang sekarang ada, tapi kita tetap tidak rela
kalau posisi tsb. dipegang oleh non Muslim. Bila seorang Ulama menduduki
posisi sebagai Presiden RI tentu kita senang, tapi tetap saja dia tidak akan
bisa berbuat banyak dengan kungkungan sistem yang ada. Nah, kalau anda
menjadi Presiden RI dalam posisi yang demikian, apa yang akan anda lakukan ?
( Misalkan calon Presiden cuma ada dua : anda dan seorang Kristen ). Terima
kasih sebelumnya atas jawaban anda. Wassalaam. Yusuf Hamid Alkaff (
yus...@indonesian-aerospace.com , Tue, 17 Apr 2001)
LANGKAH DARI ARAH SISTEM SEKULAR
Jelas, melangkah diatas dasar negara sekular (Pancasila) dan batang tubuh
konstitusi sekular (UUD 1945) yang merupakan landasan dan tiang negara
sekular pancasila dan terlepas kaitannya dengan agama (Islam), maka akan
sulit bagi muslim yang mukmin yang sangat mencintai syari'at Islam untuk
menegakkan syari'at Islam secara menyeluruh.
Walaupun begitu ternyata banyak muslim untuk berusaha menjalankan misinya
menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar melalui jalur
politik dengan menggunakan kendaraan partai. Seperti yang dilakukan oleh
Partai Keadilan (PK), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Persatuan
Pembangunan (PPP) yang secara terang-terangan mendasarkan asas partainya
dengan Islam.
Taktik dan strategi politik yang dilaksanakan oleh para muslim dari
partai-partai politik yang berasas Islam ini adalah berusaha merobah dari
dalam sistem yang dasarnya sekular menjadi sistem yang diisi oleh
nilai-nilai, aturan-aturan, hukum-hukum Islam.
Tetapi problemnya sekarang adalah anggota-anggota partai Islam ini akan
terjerumus kedalam kancah pembentukan undang-undang melalui garis-garis
sistem sekular, yakni melalui musyawarah-mufakat , tetapi bila tidak dicapai
kesepakatan melalui musyawarah, maka dilakukan melalui pengambilan suara
terbanyak. Akibatnya, tentu saja, siapa yang mempunyai suara mayoritas, maka
merekalah yang mempunyai kekuatan untuk menetapkan undang-undang.
Akhirnya, partai-partai politik yang sekular maupun yang berasas Islam
berlomba-lomba untuk mendapatkan suara terbanyak melalui pemilihan umum. Dan
tentu saja, siapa yang berhasil menggoalkan hasil-hasil keputusan dan
undang-undang yang sifatnya sekular, maka rakyat akan mudah tertipu kembali
oleh partai-partai yang sekular, semisal PDIP, Golkar, PKB, PAN. Sedangkan
partai-partai lainnya yang berasas Islam, akan tetap memperoleh suara yang
tidak memadai. Hal ini disebabkan oleh hasil proses pencapaian politik
melalui ketetapan-ketetapan dan undang-undang yang dihasilkan tidak
mempertimbangkan kepada nilai-nilai, aturan-aturan Islam.
Nah sekarang, mengenai pertanyaan saudara Yusuf Hamid Alkaff diatas "Bila
seorang Ulama menduduki posisi sebagai Presiden RI tentu kita senang, tapi
tetap saja dia tidak akan bisa berbuat banyak dengan kungkungan sistem yang
ada. Nah, kalau anda menjadi Presiden RI dalam posisi yang demikian, apa
yang akan anda lakukan ? ( Misalkan calon Presiden cuma ada dua : anda dan
seorang Kristen )".
Tentu saja siapapun (apakah muslim, kristen, hindu, budha, konghucu) boleh
menjadi presiden di negara pancasila dengan UUD1945 dan pancasila-nya yang
sekarang ini tanpa mempertimbangkan rela atau tidak rela. Yang penting
presiden itu adalah orang Indonesia asli dan terpilih di Majelis
Permusyawaratan Rakyat.
Hanya tentu saja untuk menjadi presiden itu harus mempunyai visi dan misi
yang jelas. Dan bagi saya sendiri yang sudah terang memiliki visi dan misi
yang jelas ini tidak akan mencalonkan diri jadi calon presiden atau presiden
di negara sekular pancasila ini.
Tetapi, tentu saja kemungkinan besar ada dari pihak anggota-anggota
partai-partai politik Islam yang sekarang duduk di lembaga legislatif yang
bersedia dicalonkan jadi presiden. Karena mungkin ada perbedaan visi dan
misi antara mereka dengan saya.
Adapun visi dan misi yang lahir dari pikiran saya adalah visi membangun
persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan
untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT, dengan misi
membangun kembali satu masyarakat muslim dan non muslim didalam satu
kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan
musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah
Islam dengan menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan
dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan,
kesukuan dan ras.
Seorang presiden tidak mungkin mampu merobah sistem sekular yang ada tanpa
dirinya sendiri memiliki visi dan misi ke arah tegaknya syari'ah Islam yang
menyeluruh dan didukung serta disokong oleh sebagian besar umat Islam, baik
yang diluar atau yang duduk didalam lembaga legislatif.
Nah kalau ada ulama atau kiai yang menjadi presiden di negara sekular
pancasila ini, misalnya presiden yang sekarang, yaitu sekularis Gus Dur yang
disebut sebagai ulama atau kiai, jelas menurut saya dia itu tidak mempunyai
visi dan misi yang mengarah kepada tegaknya syari'at Islam secara menyeluruh
dan tegaknya kembali Daulah Islam Rasulullah.
Karena kalau sekularis Gus Dur mempunyai visi dan misi seperti yang saya
utarakan diatas, maka jelas, pagi-pagi sebelum Gus Dur diminta untuk menjadi
calon presiden sudah menolak dengan mentah-mentah. Tetapi karena sekularis
Gus Dur itu hanya mendasarkan idea dan langkah pada konstitusi sekular UUD
1945 dan dasar negara sekular pancasila, maka tawaran untuk jadi calon
presiden negara pancasila adalah suatu kesempatan yang sangat baik bagi
dirinya untuk menamcapkan dan menyebarkan ide pemikiran sekularisme-nya.
LANGKAH DARI ARAH DIR
Langkah yang terbaik untuk tegaknya kembali syari'at Islam secara menyeluruh
adalah mencontoh dari langkah-langkah yang sudah dilaksanakan oleh
Rasulullah saw dengan Daulah Islam Rasulullah dan Undang Undang Madinahnya.
Dimana Rasulullah saw tidak langsung terlibat dalam kekuasaan Penguasa
Quraisy dibawah pimpinan Walid bin Mughirah, melainkan Rasulullah saw
memilih jalan hijrah ke Yatsrib (Madinah sekarang).
DAERAH HIJRAH KAUM MUSLIMIN
Dan tentu saja daerah hijrah bagi kaum muslimin yang sekarang ada dibawah
kekuasaan penguasa sekular negara pancasila adalah daerah seperti yang saya
ungkapkan dibawah ini.
Jauh sebelum Dinasti Usmaniyah di Turki berdiri pada tahun 699 H-1341 H
(1385 M-1923 M) ternyata di belahan dunia sebelah timur di bagian Asia telah
muncul Kerajaan Islam Samudera-Pasai yang berada di wilayah Aceh yang
didirikan oleh Mara Silu yang segera berganti nama setelah masuk Islam
dengan nama Malik ul Saleh yang meninggal pada tahun 1297. Dimana
penggantinya tidak jelas, namun pada tahun 1345 Samudera-Pasai diperintah
oleh Malik ul Zahir, cucu Malik ul Saleh. Walaupun Samudera-Pasai-Islam di
Aceh ini pada tahun 1350 digempur Gajah Mada dari Majapahit. Disaat
Samudera-Pasai-Islam ini lemah, muncullah Kerajaan Islam Malaka dibawah
Paramisora (Paramesywara) yang berganti nama setelah masuk Islam dengan
panggilan Iskandar Syah dan maju pesat sampai pada tahun 1511
ketika Portugis dibawah pimpinan Albuquerque dengan armadanya menaklukan
Malaka.
Dan disaat Kerajaan Islam Malaka lemah akibat pukulan Portugis kembali Aceh
bangkit dibawah pimpinan Sultan Ali Mukayat Syah (1514-1528). Yang
diteruskan oleh Sultan Salahuddin (1528-1537). Sultan Alauddin Riayat Syahal
Kahar
(1537-1568). Sultan Ali Riyat Syah (1568-1573). Sultan Seri Alam (1576.
Sultan Muda (1604-1607). Sultan Iskandar Muda, gelar marhum mahkota alam
(1607-1636). Semua serangan yang dilancarkan pihak Portugis dapat
ditangkisnya oleh Sultan-sultan Aceh ini.
Selama lebih dari dua ratus tahun keadaan Aceh tenang, tetapi pada tanggal
26 Maret 1873 Belanda menyatakan perang kepada Aceh.
Perang pertama yang dipimpin oleh Panglima Polem dan Sultan Machmud Syah
melawan Belanda yang dipimpin Kohler. Kohler dengan 3000 serdadunya dapat
dipatahkan, dimana Kohler sendiri tewas pada tanggal 10 April 1873.
Perang kedua, dibawah Jenderal Van Swieten berhasil menduduki Keraton Sultan
dan dijadikan sebagai pusat pertahanan Belanda. Ketika Sultan Machmud Syah
wafat 26 Januari 1874, digantikan oleh Tuanku Muhammad Dawot yang dinobatkan
sebagai Sultan di masjid Indragiri.
Perang dilanjutkan secara gerilya dan dikobarkan perang fi'sabilillah.
Dimana sistem perang gerilya ini dilangsungkan sampai tahun 1904. Dalam
perang gerilya ini Teuku Umar bersama Panglima Polem dan Sultan terus tanpa
pantang mundur. Tetapi pada tahun 1899 ketika terjadi serangan mendadak dari
pihak Van Der Dussen di Meulaboh Teuku Umar gugur. Tetapi Cut Nya' Dien
istri Teuku Ummar siap tampil menjadi komandan perang gerilya, walaupun
akhirnya Cut Nya' Dien dapat ditangkap dan diasingkan ke Cianjur.(RH
Saragih, J Sirait, M Simamora, Sejarah Nasional, 1987).
BELANDA MENGAKUI KEDAULATAN RIS TANPA ACEH
45 tahun kemudian setelah perang Aceh selesai tanpa Belanda mampu
mengalahkan Aceh, Belanda dibawah Ratu Juliana, Perdana Menteri Dr. Willem
Drees, Menteri Seberang Lautnan Mr AMJA Sassen dan ketua Delegasi RIS Moh
Hatta membubuhkan tandatangannya pada naskah pengakuan kedaulatan RIS oleh
Belanda dalam upacara pengakuan kedaulatan RIS pada tanggal 27 Desember
1949. Pada tanggal yang sama, di Yogyakarta dilakukan penyerahan kedaulatan
RI kepada RIS. Sedangkan di Jakarta pada hari yang sama, Sri Sultan
Hamengkubuwono IX dan Wakil Tinggi Mahkota AHJ Lovink dalam suatu upacara
bersama-sama membubuhkan tandangannya pada naskah penyerahan kedaulatan. (30
Tahun Indonesia Merdeka, 1945-1949, Sekretariat Negara RI, 1986)
ACEH BANGKIT KEMBALI DIBAWAH KOMANDO DAUD BEUREUEH
3 tahun setelah RIS bubar dan kembali menjadi RI, Daud Beureueh di Aceh
memaklumatkan Negara Islam Indonesia di bawah Imam SM Kartosoewirjo pada
tanggal 20 September 1953.
Maklumat NII di Aceh,
Dengan Lahirnja Peroklamasi Negara Islam Indonesia di Atjeh dan daerah
sekitarnja, maka lenjaplah kekuasaan Pantja Sila di Atjeh dan daerah
sekitarnja, digantikan oleh pemerintah dari Negara Islam. Dari itu
dipermaklumkan kepada seluruh Rakjat, bangsa asing, pemeluk bermatjam2
Agama, pegawai negeri, saudagar dan sebagainja.
1. Djangan menghalang2i gerakan Tentara Islam Indonesia, tetapi hendaklah
memberi bantuan dan bekerdja sama untuk menegakkan keamanan dan
kesedjahteraan Negara.
2. Pegawai2 Negeri hendaklah bekerdja terus seperti biasa, bekerdjalah
dengan sungguh2 supaja roda pemerintahan terus berdjalan lantjar.
3. Para saudagar haruslah membuka toko, laksanakanlah pekerdjaan itu seperti
biasa, Pemerintah Islam mendjamin keamanan tuan2.
4. Rakjat seluruhnja djangan mengadakan Sabotage, merusakkan harta vitaal,
mentjulik, merampok, menjiarkan kabar bohong, inviltratie propakasi dan
sebagainja jang dapat mengganggu keselamatan Negara. Siapa sadja jang
melakukan kedjahatan2 tsb akan dihukum dengan hukuman Militer.
5. Kepada tuan2 bangsa Asing hendaklah tenang dan tentram, laksanakanlah
kewadjiban tuan2 seperti biasa keamanan dan keselamatan tuan2 didjamin.
6. Kepada tuan2 yang beragama selain Islam djangan ragu2 dan sjak wasangka,
jakinlah bahwa Pemerintah N.I.I. mendjamin keselamatan tuan2 dan agama jang
tuan peluk, karena Islam memerintahkan untuk melindungi tiap2 Umat dan
agamanja seperti melindungi Umat dan Islam sendiri. Achirnja kami serukan
kepada seluruh lapisan masjarakat agar tenteram dan tenang serta
laksanakanlah kewadjiban masing2 seperti biasa.
Negara Islam Indonesia
Gubernur Sipil/Militer Atjeh dan Daerah sekitarnja.
MUHARRAM 1373
Atjeh Darussalam
September 1953
Walaupun bulan Desember 1962, 7 bulan setelah Sekarmadji Maridjan
Kartosuwirjo Imam NII tertangkap (4 Juni 1962) di atas Gunung Geber di
daerah Majalaya oleh kesatuan-kesatuan Siliwangi dalam rangka Operasi
Bratayudha, Daud Beureueh di Aceh dipaksa menyerah kepada Penguasa negara
pancasila setelah dilakukan "Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh" atas prakarsa
Panglima Kodam I/Iskandar Muda, Kolonel M.Jasin. (30 Tahun Indonesia
Merdeka, 1950-1964, Sekretariat Negara RI, 1986)
ACEH SAMPAI DETIK INI
Tetapi ternyata sampai detik ini kaum muslimin yang ada di Aceh terus
memperjuangkan tegaknya Islam kembali yang sudah pernah tertancap dari sejak
655 tahun yang lalu di Samudera-Pasai-Islam di Aceh, jauh sebelum negara
pancasila yang sekarang ini terbentuk dan diproklamirkan.
Daerah Aceh tempat Islam tertancap di Samudera-Pasai inilah yang saya sebut
sebagai daerah tempat hijrah kaum muslimin untuk dijadikan tempat batu
pertama guna tegaknya kembali Islam di Benua sebelah timur.
Tapi justru Allah SWT yang memberi haid dan itil pada posisi
yang berdekatan. Maka tercampur aduklah mereka.
Stockholm, 19 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
VIRUS KEKUASAAN SERANG NILAI-NILAI AGAMA
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
PERASAAN DAN PIKIRAN MARTIN NON MUSLIM, NON PRIBUMI DARI INDIANA USA
"...Banyak orang kita yang kalau jadi pimpinan mudah sekali tergoda Lima Ta,
tanpa rasa bersalah, seolah-olah yang demikian itu wajar semua orang
melakukannya dan lain seterusnya. Mari suku-suku Aceh, Irian, Riau, Ambon
terutama yang Islam dll berjuang dan saling bersaing menunjukkan performance
dan integritas yangg tinggi untuk memimpin bangsa ini. Kalau kayak orang
Timtim, mau merdeka, tidak tahu apa yang dimaksud merdeka, sekarang tetap
menjadi budak bangsa lain, menjadi bangsa peminta-minta belas kasihan orang
lain, apakah pemimpin-pemimpin yang ada seperti Xanana, Uskup Belo dll telah
menjadi pahlawan dengan segala "perjuangannya " itu ? Baik mereka diminta
bicara secara jujur dan dari hati nurani yang dalam, apakah tidak lebih
baik, ada putra Timtim yg hadir penuh dengan karisma kemudian bisa
meyakinkan mayoritas rakyat Indonesia lainnya hingga bukan saja dia bisa
memimpin Timtim tapi juga bisa memimpin rakyat Indonesia lainnya ? Kayaknya
kesempatan itu ada dan besar karena ada orang Timtim yg jadi gubernur,
sekjen Komnas HAM dll, tapi mana prestasinya ? Apakah akan menyalahkan orang
lain, daripada introspeksi melihat kedalam diri/hati nurani kita sendiri ?
Bapak Ahmad Sudirman dan Bapak-bapak lainnya, saya sekarang ini sudah juga
sakit jantung gara-gara mikirin negara dan pimpinan yang tidak pernah
menghargai kesempatan yang diberikan Tuhan didunia ini untuk berbuat banyak
guna bangsa dan tanah airnya. Akhirnya memang hanya bisa berdiam diri,
paling-paling berdoa , sambil mencoba melakukan yg kecil-kecil yg berguna
misalnya bagi anak yatim, dan orang-orang miskin yang terbatas jumlahnya.
Biarlah mereka yang bangga akan agamanya yang besar, tampil dengan penuh
atribut dia religius, pemimpin yang soleh dll walau hasilnya kayak sekarang
ini. Apakah pemimpin-pemimpin agama tidak bisa menyatukan pikiran yang
sesuai dengan hati nurani demi masa depan bangsa dan umat yang sudah sangat
sengsara ini ?...Wassalam , Martin" (AMW <amw...@hotmail.com> ,Indiana,
USA, Wed, 18 Apr 2001).
SOEKARNO, SOEHARTO, HABIBIE, GUS DUR SEMUA MUSLIM YANG TELAH TERTUTUP
KEKUASAAN
Sebenarnya, mereka itu pada awalnya sebelum menginjakkan kakinya ketangga
kekuasaan hati dan pikirannya penuh dijejeli dengan idea-idea persatuan dan
keasatuan rakyat negara pancasila. Tetapi setelah kakinya menyentuh tangga
puncak kekuasaan, hati dan pikiran yang sebelumnya telah jenuh dengan idea
persatuan dan kesatuan itu mulai luntur termakan virus-virus kekuasaan yang
sudah mulai menggerogoti hati dan pikirannya.
Jangan dipikir, karena para penguasa negara pancasila yang semuanya muslim
itu kemudian mampu menangkis tantangan dan serangan kekuasaan yang
menghantam hati dan pikirannya, sehingga mampu menegakkan persatuan dan
kesatuan yang adil, jujur dan bijaksana diantara seluruh rakyat negara
pancasila, walaupun sudah disumpah untuk menjalankan keadilan dan kejujuran
?
Karena memang buktinya sudah ada. Soekarno jatuh, kemana larinya nilai-nilai
Islam yang dianutnya itu. Soeharto terjerumus, kemana perginya nilai-nilai
Islam yang katanya telah dipegangnya dengan erat. BJ Habibie tersingkir
walaupun hanya duduk dikursi presidennya kurang dari dua tahun, kemana arah
jalannya nilai-nilai Islam yang pernah dipeluknya.
Nah sekarang, sekularis Gus Dur sudah terlihat kursi presidennya goyang, dan
terlihat nilai-nilai Islam-nya sudah terpereteli, karena memang disengaja
ditutupi dengan kabut sekularisme-nya.
Tentu saja, tentang sekularis Gus Dur ini tak perlu dirisaukan apalagi
ditangisi, karena memang ulahnya sendiri dan ide-ide sekularis-nya yang
menyebabkan kursi kekuasaan presiden-nya goyang itu.
Dia memang telah membohongi dirinya sendiri ketika berjanji dan bersumpah
dengan nama Allah untuk memenuhi kewajiban presiden sebaik-baiknya dan
seadil-adilnya. Yang pada kenyataanya justru keadilan untuk seluruh rakyat
negara pancasila telah menguap tertelan oleh rasa-ego-kekuasaan, karena tak
sanggup menahan serangan dan tantangan virus-virus-racun-ambisi-kekuasaan.
Kemudian, tentu saja, senjata terakhir untuk menyatukan kesatuan rakyat
adalah dengan meluncurkan lumpur-pancasila yang sudah usang dan basi itu,
dan tentu saja akibatnya rakyat negara pancasila bukan menyatu, melainkan
merasa dibohongi kembali, sebagaimana yang pernah ditipukan oleh para
penguasa sebelumnya.
Stockholm, 22 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
KESALAHAN BESAR GUS DUR DEKLARKAN PERANG TERHADAP ACEH
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
PERANG MELAWAN ACEH YANG DIDEKLARKAN SEKULARIS GUS DUR ADALAH JAUH DARI
LANGKAH ARIF DAN MERUPAKAN LANGKAH YANG RENDAH DAN HINA.
Adalah suatu omong kosong apa yang dikatakan Gus Dur: "Kita harus melakukan
langkah-langkah lebih arif untuk memperkokoh Pancasila sebagai ideologi
negara dan menyelamatkan dari segala ancaman". (KH Abdurrahman Wahid,
Presiden Republik Indonesia, Jawaban Presiden Republik Indonesia atas
memorandum DPR RI tanggal 1 Februari 2001 tentang Dana Milik Yanatera Bulog
dan Dana Bantuan Sultan Brunei, 28 Maret 2001).
Karena ternyata terbukti sekarang bahwa politik perdamaian dan keamanan di
Aceh yang telah dikobarkan sekularis Gus Dur melalui nota kesefahaman
(memorandum of understanding) tentang Jeda Kemanusiaan yang ditandatangani
oleh Noer Hassan Wirajuda, Duta Besar Indonesia untuk Switzerland di Genewa
dan Zaini Abdullah dari ASNLF (Acheh/Sumatra National Liberation Front)
dengan disaksikan oleh pihak ketiga dari Henry Dunant Centre for
Humanitarian Dialogue pada tanggal 12 Mei 2000 di Genewa yang juga telah
diperpanjang untuk ketiga kalinya lewat jalan Damai Melalui Dialog pada
tanggal 10 Februari 2001 adalah hanya merupakan suatu politik keamanan dan
perdamaian di Aceh yang hanya tertulis diatas kertas.
Sebab kenyataannya, dari sejak penandatanganan Nota Kesefahaman 12 Mei 2000
di Genewa yang berlaku dari tanggal 2 Juni 2000 tindakan kejahatan terhadap
rakyat Aceh, pelanggaran-pelanggaran kemanusiaan di Aceh, dan pembasmian
jiwa-jiwa rakyat Aceh makin menjadi-jadi.
Dan langkah kebijaksaan politik keamanan dan perdamaian di Aceh yang
ditempuh sekularuis Gus Dur sampai detik ini yang saya anggap sebagai suatu
langkah yang sangat rendah dan hina yaitu suatu langkah kekerasan senjata
yang diputuskan sekularis Gus Dur beserta Kabinetnya yang merupakan langkah
lanjutan dari Inpres No IV/2001 12 April 2001 yang pelaksanaannya diserahkan
kepada Menteri Pertahanan Mahfud MD yang lahir di Sampang, Madura, 13 Mei
1957 dan diteruskan kepada Panglima TNI, Laksamana Widodo AS.
Dimana langkah politik keamanan dan perdamaian di Aceh ini dijabarkan dalam
bentuk pengiriman ribuan serdadu Pasukan Rajawali yang merupakan pasukan
gabungan TNI yang terdiri dari Kostrad, Paskhas, Kopassus, Angkatan Udara,
Kodam, Marinir Angkatan Laut dan Puspom dibawah pimpinan Brigjen TNI Zamroni
yang mulai diberangkatkan tadi pagi (Minggu, 22 April 2001) melalui
Pangkalan Udara TNI AU Husein Sastranegara.
SEKULARIS GUS DUR MENGULANG KEMBALI POLITIK DOM DIKTATOR MILITER SOEHARTO
Tindakan kejahatan terhadap rakyat Aceh, pelanggaran-pelanggaran kemanusiaan
di Aceh, dan pembasmian jiwa-jiwa rakyat Aceh selama diterapkannya
kebijaksanaan politik keamanan Daerah Operasi Militer (DOM) dari tahun 1989
sampai tahun 1998 oleh diktator militer Soeharto ternyata telah dijadikan
sebagai cermin oleh penguasa sekularis Gus Dur sekarang ini.
Dan tentu saja, saya yakin, bahwa apabila kebijaksaan politik keamanan dan
perdamaian di Aceh yang dijalankan oleh sekularis Gus Dur melalui cara
tindakan kekerasan senjata seperti yang telah diterapkan dan dijalankan oleh
diktator militer Soeharto sebelumnya, maka cepat atau lambat hasil
kebijaksaan politik keamanan dan perdamaian di Aceh adalah nol besar.
SEKULARIS GUS DUR HARUS LURUS, JUJUR, DAN ADIL DALAM MENJALANKAN HASIL
KESEPAKATAN NOTA KESEFAHAMAN DAN DAMAI MELALUI DIALOG
Tidak ada jalan lain, apabila sekularis Gus Dur ingin berhasil dalam
mencapai kebijaksaan politik keamanan dan perdamaian di Aceh, maka harus
menerapkan dan menjalankan hasil kesepakatan Nota Kesefahaman dan hasil dari
Damai Melalui Dialog yang telah ditandatangani bersama.
Kecurangan-kecurangan dan penyelewengan-penyelewengan dalam pelaksanaan
hasil-hasil kesepakatan tersebut, maka sudah bisa dipastikan hasilnya nol
dan sengsaranya seluruh rakyat bukan hanya rakyat yang ada di Aceh tetapi
yang ada di seluruh daerah negara pancasila.
Jadi baru merupakan KEBENARAN BESAR kalau Gus Dur deklarkan
KEMERDEKAAN ATJEH, gicu??????? Kebanyakan makan keju elu mad!
INDONESIA MEMANG DIPENUHI OLEH ORANG ORANG MUNAFIK,
DIPEGANG dan diperintah OLEH PARA MUNAFIK...
MEREKA UMUMKAN PERANG, HAK BANGSA ACEH MEMBELA DIRI
MEREKA... APAKAH MENGIRIM PASUKAN KE ACEH ITU DIALOG !
LAKNAT.. LAKNAT... LAKNAT BAGI INDONESIA ! ALLAHUMMA
AMIN...
JANJIMU YA ALLAH, TAKKAN ENGKAU TOLAK DOA
MAZLUMIN...........
wassalam...
--- Pemerintah Terus Ajak GAM Berunding
23 Apr 2001 20:32:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia masih
terus mengajak Gerakan Aceh Merdeka untuk berunding
untuk menyelesaikan masalah Aceh. Penyelesaian melalui
dialog, kata Menteri Koordinator Bidang Politik Sosial
dan Keamanan (Menkopolsoskam) Soesilo Bambang
Yudhoyono, pada hari Senin (23/4), dalam Seminar
Peringatan 100 tahun Bung Karno, di Hotel Indonesia,
Jakarta, akan tetap diupayakan meski pihak GAM telah
menyatakan perang.
Pada dasarnya, pemerintah Indonesia, kata Menteri
Yudhoyono tidak menyukai pernyataan perang tersebut.
“Kita sebenarnya tidak suka terhadap
pernyataan-pernyataan kekerasan seperti itu,” ujar
Menteri. Namun, pernyataan perang tersebut, kata
Menteri tidak perlu ditanggapi secara emosional karena
sampai saat ini pemerintah Indonesia masih yakin bisa
menyelesaikannya melalui perundingan.
Lebih jauh Yudhoyono menjelaskan rencana penyelesaian
melalui perundingan tersebut Tidak akan terganggu
meski pasukan antigerilya dikirim. Pengiriman pasukan
dilakukan hanya semata-mata untuk melakukan tindakan
pengamanan. “Pengiriman pasukan antigerilya itu tidak
berarti tertutup kemungkinan penyelesaian melalui
perundingan, tujuan utamanya adalah menjaga stabilitas
> ----------
> From: Reyza Zain[SMTP:war...@yahoo.com]
> Sent: Monday, April 23, 2001 9:22 PM
> To: 15B Bag. Hukum; 'ah...@dataphone.se'; Amien Rais;
> Mail2news-20010417-soc.culture....@anon.lcs.mi
> t.edu; abdh...@cbn.net.id; Aceh...@aol.com; arbja...@yahoo.com;
> edi...@pontianak.wasantara.net.id; ant...@rad.net.id; ash...@cabi.net.id;
> ber...@indomedia.com; bu...@indosat.net.id; dpm...@yahoo.com;
> hab...@ristek.go.id; hud...@cbn.net.id; in...@pikiran-rakyat.com;
> in...@nusapost.com; jktp...@cbn.net.id; kor...@cbn.net.id;
> niko...@email.com; panj...@indo.net.id; pem...@indo.net.id;
> pos...@kupang.wasantara.net.id; r...@tempo.co.id; red...@astaga.com;
> red...@detik.com; red...@kompas.com; red...@mdopost.co.id;
> red...@mediaindo.co.id; red...@riaupos.co.id; red...@satunet.com;
> red...@siar.co.id; red...@tempo.co.id; red...@waspada.co.id;
> repu...@rad.net.id; sby...@surabayapost.co.id; ser...@indomedia.com;
> si...@minihub.org; soa...@egroups.com; sol...@bumi.net.id;
> sr...@indomedia.com; suara...@suarakaltim.co.id;
> su...@jakarta.wasantara.net.id; sby...@rad.net.id;
> us6...@wolf.ubaya.ac.id; was...@waspada.co.id; webm...@detik.com;
> yusuf...@telia.com; zul...@iname.com; cus...@rad.net.id;
> Edi...@Indo-News.com; ad...@Indo-News.com; indo...@Indo-News.com;
> kom...@kompas.com; Agus John; apakabar; apakabar; Forum_35; Padmanaba
> Cc: war...@yahoo.com
> Subject: munafik.......... !
Reyza Zain wrote:
> assalamualaikum...
>
> INDONESIA MEMANG DIPENUHI OLEH ORANG ORANG MUNAFIK,
> DIPEGANG dan diperintah OLEH PARA MUNAFIK...
Kok mikirnya jadi mundur kayak Taliban aja nih? Taliban itu orang-orang
yang perlu
dididik lho ... Saya simpati dengan perjuangan setiap orang yang ingin
maju, termasuk
Taliban. Tetapi saya tidak suka orang yang sengaja memundurkan dirinya
ke level
seperti Taliban sekarang (yang masih berusaha membangun negerinya yang
porak
peranda). Orang Indonesia termasuk orang Bugis, Madura, Aceh dll. sudah
lama
meliwati fase itu.
>
> MEREKA UMUMKAN PERANG, HAK BANGSA ACEH MEMBELA DIRI
> MEREKA... APAKAH MENGIRIM PASUKAN KE ACEH ITU DIALOG !
Apakah memberontak, mengacau lalu menyatakan perang itu dialog?!
>
> LAKNAT.. LAKNAT... LAKNAT BAGI INDONESIA ! ALLAHUMMA
> AMIN...
Laknat terutama bagi orang yang menyerukan kutuk bagi suatu
bangsa/negara
yang masih berjuang untuk membangun kestabilan.
>
> JANJIMU YA ALLAH, TAKKAN ENGKAU TOLAK DOA
> MAZLUMIN...........
Amin ya rabbil alamiiiiin.
--
-----------------------------------------------------
Click here for Free Video!!
http://www.gohip.com/free_video/
Stockholm, 6 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
PIKIRAN BAMBANG EKALAYA SUHERMAN YANG MELANTUR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
OTAK BAMBANG EKALAYA ALIAS OGAH YANG PICIK
Pak Ahmad, bagaimana pandangan pak Ahmad mengenai sejarah Al Quran ini?
Terutama mengenai ajaran bahwa Abraham sudah Islam padahal ia hidup ribuan
tahun sebelum nabi Muhammad? Terimakasih. Padmanaba ( Padm...@uboot.com
,Vienna, Austria, Fri, 6 Apr 2001)
Hasil pikiran Bambang Ekalaya alias Ogah tentang Al Quran yang dianggap
palsu yang diterbitkan oleh Bung Bob Barnabas dari Nusapost com jelas tidak
ditunjang oleh sumber-sumber dan referensi yang kuat. Ia hanya memuntahkan
apa yang ada dalam pikirannya tanpa ditunjang oleh sumber-sumber yang bisa
dipercaya dan dibenarkan oleh sebagaian besar para akhli Islam dan non
Islam.
Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tuan Padmanaba mengenai ajaran bahwa
Abraham sudah Islam padahal ia hidup ribuan tahun sebelum nabi Muhammad.
Sebenarnya masalah ini telah saya jawab beberapa bulan yang lalu terhadap
tulisan saudara Sesat dari Bandung yang sekarang berdomisili di Australia.
Dimana saya menuliskan :
"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula
Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah
memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk
agama Islam". (Al-Baqarah, 2: 132)
Ayat ini memberikan keterangan bahwa Nabi Ibrahim telah mewasiatkan kepada
anak-anaknya bahwa janganlah kalian mati kecuali tetap berada dalam
"...tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam" (Al-Baqarah, 2: 131) atau
seperti yang dijanjikan Nabi Ibrahim yaitu "..aslamtu lirabbill'alamiin"
(aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam).
Yang dimaksud Islam itu adalah menyerahkan diri kepada Allah, tunduk patuh
kepada Tuhan semesta allam.
Jadi orang yang berserah diri dan tunduk patuh kepada Allah disebut muslim
atau orang yang menganut agama Islam.
Tentang Nabi Ibrahim yang disebutkan dalam Al Quran itu yang mewasiatkan
kepada anak-anaknya, janganlah mati kecuali dalam memeluk agama yang
mengajarkan untuk berserah-diri tunduk dan patuh kepada Tuhan semesta Allah
atau istilah lainnya adalah memeluk agama Islam.
Jadi sebenarnya agama Islam adalah agama berserah diri kepada Allah.
JAWABAN-JAWABAN TERHADAP PENDAPAT BAMBANG EKALAYA TENTANG NABI MUHAMMAD DAN
AL QURAN
1. Ketika Muhammad saw berusia 25 tahun melangsungkan pernikahan dengan
Khadijah janda yang terhormat, berumur 40 tahun dan telah menikah dua kali.
(
Ibnu Sa'd , Ath-Thabaqat al Kubra, Beirut, 1960, Majid Ali Khan, Muhammad
The Messenger, hal 52, 1980).
2. Siti Khadijah adalah seorang janda yang terhormat yang sebelum
melangsungkan pernikahannya dengan Muhammad saw, ia mengundang Muhammad saw
untuk mengambil alih perdagangannya karena ia tertarik akan kejujuran dan
ketulusan hati Muhammad saw. (Ibnu Hisyam, As-Sirah an-Nabawiyyah, Kairo,
1955, jilid I).
3. Khadijah yang pertama kali mengakui kebenaran Muhammad saw menerima wahyu
pertama dan mendukung kenabian sepenuhnya. (Majid Ali Khan, Muhammad The
Messenger, hal 58, 1980).
4. Ketika istri Nabi tercinta Khadijah meninggal, Nabi Muhammad menyebutkan
sebagai tahun kesedihan. Karena anak-anak Nabi masih muda-muda dan
memerlukan asuhan, kemudian Nabi menikah dengan Saudah.(Majid Ali Khan,
Muhammad The Messenger, hal 76, 1980).
5. Ketika siti Khadijah wafat adalah pada tahun ke sepuluh kenabian, artinya
ketika Nabi berusia 50 tahun dan Khadijah berusia 65 tahun. (Ibnu Hisyam,
As-Sirah an-Nabawiyyah, Kairo, 1955, jilid I)
6. Nabi Muhammad saw hijrah ke Yatsrib (Madinah) pada tahun ketiga belas
kenabian. Setelah mendapat tekanan dan penindasan dari pihak kaum Quraisy
yang menentangnya. Dan seperti yang diceritakan dalam wahyu : "...Dan
orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita maupun anak-anak yang
semuanya berdo'a: Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah)
yang zhalim penduduknya..." (An-Nisa: 75). Sebelum Nabi keluar dari negeri
Mekah untuk hijrah ke Yatsrib, beliau menemui Abu Bakar, sehabat setianya
untuk sama-sama hijrah ke Madinah. Abu bakar menyetujuinya dan menyiapkan
dua ekor unta sebagai kendaraan. (Shahih al Bukhari, Bab Hijrah, Jil I).
7. Ajaran Nabi Muhammad saw adalah ketauhidan, yaitu percaya kepada Tuhan
Yang Satu yaitu Allah dan bersaksi tidak ada tuhan kecuali Allah. Tidak
menyekutukan Allah dengan yang lain.
8. Karena Nabi Muhammad berhasil membangun masyarakat, pemerintahan dan
daulah Islam di Madinah, maka pihak Quraisy dan para pemimpinnya yang tidak
senang dan tidak mau mengakui ajaran Islam yang didakhwahkan Muhammad saw
terus melakukan tindakan-tindakan penekanan dan penentangan bahkan menyerang
langsung Madinah. Setelah delapan tahun Nabi Muhammad membangun masyarakat
muslim dan mengatur pemerintahan Islam, serta kaum Quraisy merusak
perjanjian damai Hudaibiyah yang ditandatangani pada tahun ke-6 Hijrah, maka
Nabi beserta sepuluh ribu para pengikutnya yang setia berangkat untuk
melakukan haji di Mekah bukan untuk menyerang Mekah.
Pihak Quraisy melihat kedatangan Rasulullah dengan para pengikutnya yang
setia benar-benar kaget. Dan pihak Quraisy tidak mempunyai kesempatan untuk
mempersiapkan kekuatannya yang besar guna menghadapi Rasulullah. Tetapi
Rasululklah menyatakan bahwa kedatangannya ke Mekah bukan untuk menyerang
melainkan untuk melakukan Haji. Dan mereka kaum Quraisy tidak akan
diperlakukan sebagai musuh dan tidak akan diganggu. Karena itu tanpa
menumpahkan darah daerah Mekah bisa dimasuki Rasulullah dengan para
pengikutnya dan aman menjalankan ibadah Haji.(Majid Ali Khan, Muhammad The
Messenger, hal 222-224, 1980).
9. Rasulullah saw menikah dengan Siti Aisyah putri sahabat Abu Bakar ra pada
tahun kesepuluh kenabian (ketika Nabi berusia 50 tahun). Tetapi beliau baru
serumah-tangga dengan Aisyah ketika sesudah hijrah ke Madinah. Nabi Muhammad
memperlakukan istri-istrinya dengan adil. (Ibnu Hisyam, As-Sirah
an-Nabawiyyah, Kairo, 1955, jilid I).
10. Pada tahun ke-7 hijrah Rasulullah menghadapi pertempuran di Khaibar
tempat pemusatan kekuatan Yahudi. Beberapa benteng pertahanan dapat
ditundukkan dan jatuh ke tangan kaum muslimin. Tetapi ketika menghadapi
benteng Qamush, ternyata pihak Yahudi mengajukan perundingan untuk berdamai,
karena kalau tidak benteng Qamush akan jatuh. Dimana dalam perjanjian itu
pihak Yahudi bersedia membayar setengah dari hasil bumi yang ada kepada
pihak kaum Muslimin, asalkan semua rakyat Yahudi diberi kebebasan dan tidak
disentuh.
Walaupun Nabi mengetahui bahwa itu hanya keinginan pihak Yahudi dari luarnya
saja, tetapi Nabi menyetujui perjanjian damai itu. Setelah perjanjian damai
dibuat, kemudian pihak Yahudi mengundang Nabi untuk satu jamuan makan.
Dimana pihak Yahudi membujuk seorang wanita, Zainab binti Harits, istri
seorang Yahudi, Sallam bin Misykam, untuk menyiapkan segala persiapan jamuan
makan dan menaruhkan racun dalam makanan itu. Tetapi Rasulullah melalui
wahyu diberitahukan bahwa dalam makanan itu ada racun. Dan ternyata sebelum
Rasulullah sempat memakan makanan itu, ia langsung mengeluarkan kembali
makanan yang sudah didalam mulutnya dan belum sempat menelannya. Tetapi
Rasulullah memaafkan tindakan dari pihak Yahudi yang mengundang jamuan makan
itu. Hanya dua tiga hari setelah itu, Bisyr bin Bara sahabat Nabi yang ikut
memakan jamuan makan dan sempat menelan makanan yang ada racunnya meninggal
dunia. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, maka Zainab diadili dan
dijatuhi hukuman mati sesuai dengan hukum Islam (Ibnu Hisyam, As-Sirah
an-Nabawiyyah, Kairo, 1955, Ibnu Sa'd , Ath-Thabaqat al Kubra, Beirut, 1960)
Dua bulan setelah melakukan ibadah Haji perpisahan, yaitu setelah Mekah
berada dibawah kaum muslimin, Nabi Muhammad jatuh sakit. Untuk melaksanakan
shalat berjamaanpun Nabi tidak sanggup, karena itu Nabi memerintahkan Abu
Bakar untuk memimpin shalat berjamaah.(Majid Ali Khan, Muhammad The
Messenger, hal 256-257, 1980).
11. Kesimpulan dari jawaban-jawaban diatas menunjukkan bahwa apa yang
dijawab oleh Bambang Ekalaya Suherman itu sebagian besar tidak benar dan
tidak ada dasarnya.
Adapun tentang dongeng kerajaan Champa yang dituturkannya itu masih perlu
dipertanyakan kebenaran dan dasarnya. Tetapi karena saya anggap itu hanya
cerita dongeng dari mulut kemulut yang keluar dari nenek-nenek leluhur
Bambang Ekalaya, maka tidak perlu saya tanggapi.
PENGUMPULAN NASKAH-NASKAH DAN PENYALINAN KEMBALI AL QURAN
Hanya tentang masalah penulisan kembali Al Quran perlu sedikit disini saya
luruskan, karena apa yang dituliskan Bambang Ekalaya itu tidak ada dasarnya.
Ada tiga unsur dimasa Nabi yang membantu pemeliharaan Al Quran yang telah
diturunkan ini:
1. Hafalan dari mereka yang hafal Al Quran.
2. Naskah-naskah yang ditulis untuk Nabi.
3. Naskah-naskah yang ditulis oleh mereka yang pandai menulis dan membaca
untuk mereka masing-masing
Ketika Rasulullah telah wafat, Abu Bakar diangkat sebagai Khalifah dan pada
masa Khalifah Abu Bakar terjadi perang dan banyak dari pihak kaum muslimin
gugur. Dimana banyak diantara mereka yang hafal seluruh Al Quran juga gugur.
Karena itu setelah mendapat pemikiran dari Umar bahwa pengumpulan kembali
naskah-naskah Al Quran itu adalah perbuatan baik, walaupun pada mulanya Abu
Bakar menolaknya, dengan alasan bahwa perbuatan itu sesuatu yang tidak
diperbuat oleh Nabi. tetapi akhirnya Abu Bakar menerima saran Umar bin
Khattab.
Kemudian Abu Bakar meminta kepada sahabat Zaid bin Tsabit, yang hafal
seluruh Al Quran untuk mengumpulkan seluruh naskah-naskah Al Quran yang
ditulis pada daun-daun, pelepah kurma, batu, tanah keras dari para sahabat
yang hafal al Quran. Walaupun pada awalnya Zaid menolak permintaan Abu
Bakar, tetapi akhirnya menerima juga, karena itu merupakan perbuatan yang
baik, kalau tidak maka akan habislah mereka yang pandai dan hafal seluruh Al
Quran, dimana akhirnya Al Quran akan hilang dari muka bumi.
Setelah disusun oleh Zaid bin Tsabit naskah-naskah Al Quran itu, kemudian
disimpan oleh Abu Bakar sampai beliau meninggal dan setelah itu diserahkan
ketangan Ummar bin Khattab sebagai khalifah pengganti Abu Bakar. Sesudah
Umar wafat mushaf al Quran itu dipindahkan ke rumah Hafsah, putri Umar,
istri Rasulullah sampai kepada masa pengumpulan Al Quran dimasa Utsman bin
Affan, Khalifah ketiga pengganti Umar bin Khattab.
Pada masa Khalifah Utsman bin Affan ini banyak negeri-negeri sudah berada
dibawah kekuasaan Islam, karena itu perlu disebarkan banyak Al Quran kepada
seluruh negeri yang ada di bawah kekuasaan pemerintah Islam.
Karena itu Khalifah Utsman meminta kepada Hafsah untuk memberikan kumpulan
naskah yang telah disusun pada masa Abu Bakar untuk disalinnya dan
diperbanyak agar semua negeri-negeri mendapat salinan Al Quran itu.
Khalifah Utsman membentuk panitia penulisan dan penyalinan Al Quran itu yang
terdiri dari Zaid bin Tsabit sebagai ketua, Abdullah bin Zubair, Sa'id bin
'Ash dan Abdur Rahman bin Harits bin Hisyam.
Dari hasil kerja panitia inilah terkumpul lima salinan Al Quran yang dinamai
Al Mushhaf. Dimana lima salinan Al Quran itu dikirimkan ke Mekah, Syria,
Basrah dan Kuffah serta disimpan satu di Madinah.
Setelah berhasil menyalin dari naskah hasil kumpulan Zaid bin Tsabit dimasa
Khalifah Abu Bakar itu, maka Khalifah Utsman bin Affan memerintahkan untuk
membakar naskah yang aslinya itu. Dengan tujuan untuk menyatukan kaum
muslimin pada satu macam Mushhaf yang seragam ejaannya. Menyatukan
bacaannya. Menyatukan tata tertib susunan surat-surat, sebagaimana yang
terlihat sampai sekarang.
Inilah sedikit uraian mengenai asal mula Al Quran dikumpulkan, disalin dan
disebarkan keseluruh peloksok daerah kekuasaan pemerintah Islam.
MUDAH SAJA UNTUK MENGETAHUI SIAPA AHMAD SUDIRMAN
Memang kelihatan piciknya otak Bambang Ekalaya Suherman alias Ogah yang
meraba-raba keberadaan saya di Swedia. Sebenarnya mudah saja untuk
mengetahui keadaan saya, coba tanya langsung kepada Keduataan Swedia yang
ada di negara yang saudara tinggal. Nama Ahmad Sudirman tidak ada duanya di
Swedia. Atau tanya saja kepada Kedutaan Indonesia yang ada di Stockholm,
yang beralamat: Sysslomansg. 18 - 1tr, 112 41 Stockholm. Tilpon: +46 (0)8
650 44 70, +46 (0)8 650 87 50 (fax)
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
-------------
From: Padm...@uboot.com
Date: Fri, 6 Apr 2001 09:55:39 MEST
Cc:
Subject:
To: ah...@dataphone.se
Message-Id: <200104060755...@Mail01.Uboot.com>
X-UIDL: -d^!!BOi!!<+H"!I30"!
Pak Ahmad, bagaimana pandangan pak Ahmad mengenai sejarah Al Quran ini?
Terutama mengenai ajaran bahwa Abraham sudah Islam padahal ia hidup ribuan
tahun sebelum nabi Muhammad?
Terimakasih
Padmanaba
----------------
Ogah:
1. Muhammad diperkirakan berumur 35 tahun sewaktu dilamar oleh Siti
Khadijah yang berumur sekitar 45 tahun.
2. Siti Khadijah keturunan feodal adalah janda kaya pedagang besar yang
merupakan majikan Muhammad.
3. Siti Khadijah lah pendorong, pelindung, dan penyandang dana bagi
Muhammad untuk mendeklarasikan kenabiannya.
4. Muhammad tak pernah diberitakan mempunyai istri lagi selama Siti
Khadijah masih hidup, isteri2 yang diceritakan dalam Al Quran justru setelah
kematian Siti Khadijah.
5. Muhammad berusia sekitar 48 tahun ketika Siti Khadijah istri
tersayangnya wafat waktu berumur sekitar 58 tahun.
6. Muhammad hijrah ke Madinah bersama pengikut2nya kelas bawah karena kaum
feodal dari keluarga Siti Khadijah (termasuk Abu Bakar) memusuhinya,
sehingga meskipun dia mempunyai banyak pengikut, tak berminat dia untuk ikut
berebut kekuasaan milik istri kecintaannya, melainkan dia bertekad membangun
community baru di Madinah bekerja sama dengan orang2 Yahudi disana.
7. Sejak pertama kali mendeklarasikan kenabiannya, Muhammad mengajarkan
satu ajaran yang paling utama yang diketahui oleh semua umat Islam tapi
diputer balik, yaitu: DILARANG MENYEMBAH, MAUPUN VISIT KE KABAH. Kunjungan,
penyembahan, dan mensucikan, sudah dilakukan oleh baik Yahudi maupun Arab
sejak ribuan tahun sebelumnya. Ajaran pertama dan yang terpenting dari
Muhammad adalah pelarangan mengagungkan, mensucikan, dan menyembah Kabah.
Untuk itulah Muhammad membangun Madinah agar semua pengikutnya bisa
menjauhkan Kabah, bukan sebaliknya.
8. Setelah hijrah ke Madinah, adalah tak masuk akal kalau Muhammad
menyerang Mekah untuk dikuasainya. Muhammad tak perlu pergi ke Madinah dulu
hanya untuk menguasai Mekah. Muhammad hijrah ke Madinah bersama lebih dari
70 penduduknya, dan tak sulit untuk Muhammad untuk menguasai kota Mekah
diwaktu itu. Kenyataan bahwa Khadijah adalah seorang yang berwibawa,
seorang pemimpin feodal di kota Mekah mudah dibuktikan dengan hijrahnya
Muhammad keluar dari Mekah, sekedar menghindari konflik dengan keluarga
Khadijah.
9. Muhammad diberitakan mengawini Siti Aisah yang merupakan anak Abu
Bakar yang baru berumur 8 tahun dikala Muhammad berumur sekitar 54
tahun. Lebih mengesankan digambarkan oleh Al Quran palsu ini, se-olah2
Siti Aisah inilah istri terkasih nabi Muhammad.
10. Muhammad mengalami percobaan pembunuhan dengan mencampurkan racun
kedalam minumannya, tapi oleh pengikut Abu Bakar dituduhkan kepada istri
tersayang keturunan Yahudi yang melakukannya. Pada saat istri Yahudinya mau
dipancung, datanglah Muhammad menyelamatkannya. Muhammad mengetahui bahwa
Abu Bakarlah biang semua bencana ini. Muhammad dikatakan sakit berat,
sehingga Abu Bakar memimpin sembahyang Jum'at tanpa seizin Muhammad. Akibat
tidak setuju akan perbuat Muhammad, akhirnya Muhammad langsung masuk ke
Mesjid dalam keadaan sakit berat hanya ingin menunjukkan kepada pengikutnya
bahwa Nabi tak pernah mendelegasikan kepemimpinannya kepada Abu Bakar.
11. Selanjutnya anda bisa menarik kesimpulan sendiri dari data2 otentik
diatas yang bisa dijumpai dalam semua Al Quran maupun kesimpulannya dalam
Hadist. Almarhum nenek pak Ogah keturunan raja2 Padang, yang memiliki
satu kulit kambing yang berisi tulisan bukan Arab (mungkin Syria, atau
Champa) yang setelah ditemukan seseorang yang mengenalinya terbaca tentang
pelarian keluarga Nabi Muhammad yang lolos dari pembantaian kelompok Abu
Bakar.
Suku Padang merupakan kelanjutan kerajaan Champa yang punah digilas kerajaan
China. Satu2nya sistim kekeluargaan warisan Nabi Muhammad adalah bahwa
"WANITA MELAMAR LAKI2 DAN MEMBERI MAHAR". Dalam sejarah Kuno, hanya
sebagian suku bangsa Mesir kuno lah yang mempunya tradisi khas ini
(Cleopatra). Khadijah merupakan campuran Yahudi dengan Mesir (Arab?),
dipastikan bahwa paman Khadijah yang bernama Warakah adalah seorang Yahudi
tulen, meskipun oleh Al Quran palsu diputer balik sebagai seorang Kristen.
Khadijah & Muhammad mempelajari kitab2 Torah dan kitab2 kuno Yahudi lainnya
bukan mempelajari agama Kristen seperti yang banyak ditulis oleh ahli2
agama Islam. Kitab2 inilah yang akhirnya direbut oleh Abu Bakar dan
diperintahkan untuk disalin sebagai ajaran Nabi Muhammad. Ajaran Nabi
Muhammad yang asli ditulis di-kulit2 kambing maupun kulit2 kayu dalam bahasa
bukan Arab. Oleh pengikut2 Abu Bakar semua tulisan2 ini direbut, disita,
dan pemiliknya dibunuh semua. Kemudian tulisan2 ini dibakarnya dan sebagai
penggantinya adalah Al Quran yang berasal dari transformasi kitab2 Torah dan
kitab2 Yahudi lainnya dinyatakan sebagai ajaran Nabi Muhammad.
Memprihatinkan memang, bahwa isi Al Quran ternyata banyak kebocoran2
informasi yang antara lain menerangkan bahwa NABI IBRAHIM ADALAH BERAGAMA
ISLAM. Logikanya, mana mungkin anda bisa menganggap Al Quran sebagai ajaran
Nabi Muhammad kalau ternyata Nabi Ibrahim yang hidup ribuan tahun sebelum
kelahiran nabi Muhammad sendiri sudah mempelajari ajaran Muhammad yang akan
lahir seribu tahun kemudian?????? Yang lebih menyedihkan, ulama2 Islam
mengajarkan contoh2 perilaku Nabi Muhammad yang memerintahkan untuk rajin2
membaca Al Quran kepada pengikut2nya, sedangkan didalam Hadist sendiri
dijelaskan bahwa Al Quran itu berhasil di satukan dari kulit2 kambing 200
tahun setelah wafatnya nabi Muhammad. Artinya, Nabi Muhammad sendiri belum
pernah melihat Al Quran yang dipercaya umat Islam sekarang ini sebagai
ajarannya. Berbeda dengan Bible yang sudah diubah banyak sekali isinya oleh
ber-macam2 aliran pengikut2nya.
Tapi Bible itu memang disalin dari kumpulan batu2 yang ditemukan di laut
mati yang sampai sekarang di simpan di Musium2 seluruh dunia termasuk di
Vatikan. Andaikata, pengikut2 Abu Bakar ingin menyalin Al Quran dari kulit2
kambing aslinya agar mempermudah pengikut2nya membacanya, tak perlu
tulisan2 aslinya dibakar. Pembakaran tulisan2 asli tidak lain untuk
menghilangkan semua jejak pemalsuan dan pembasmian ajaran Muhammad yang
ditentang oleh pengikut2 Abu Bakar itu. Ajaran Muhammad yang pasti adalah
cara perkawinan Monogami yang dicontohkannya dalam kehidupannya bersuami
istri dengan Siti Khadijah, kemudian "Melarang semua bentuk untuk mensucikan
Kabah". Kedua ajaran utama inilah yang tidak bisa dihilangkan yang masih
berbekas nafasnya dalam Al Quran yang palsu sekarang ini, meskipun diputer
balikan pengertiannya dalam hadist2 yang diciptakan pengikut2 Abu Bakar.
Keluarga pak Ogah masih mempunyai kulit kambing tersebut, tapi tak untuk
dipamerkan kepada siapapun. Bukti nyata apapun yang anda lihat tidaklah
akan membuat anda bisa menerimanya karena kepercayaan selalu mendominasi
jiwa seorang yang telah keracunan Agama. Pemilik2 bukti tersebut sebaliknya
dalam bahaya, Salman Rusdhie adalah salah satu yang pernah membaca sebagian
tulisan2 itu.
Tulisan ini bukan untuk anda percaya, sekedar pertimbangan untuk berlaku
bijaksana dalam memaksakan kebenaran yang belum tentu benar.
-------------------
Date: Sat, 21 Apr 2001 09:32:43 -0700
From: ogah <og...@1stnetusa.com>
Reply-To: Mimbar...@yahoogroups.com
Subject: [Mimbar_Bebas] IBRAHIM BERAGAMA ISLAM SEBELUM PENCIPTANYA SENDIRI
DILAHIRKAN!
Content-Type: text/plain; charset=US-ASCII
Re: Menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tuan Padmanaba mengenai ajaran
bahwa Abraham sudah Islam padahal ia hidup ribuan tahun sebelum nabi
Muhammad.
Selamat berjumpa dengan semua pembaca sekalian!
Pak Ogah telah lebih dari sebulan tidak bisa membaca maupun menjawab
pertanyaan2 yang datang kealamat pak Ogah ini karena kesibukan tugas dalam
menutup kontrak2 baru dengan perantara2 pemerintah Islam Iran yang
membooking pak Ogah untuk pemasangan kontrol2 rudalnya yang baru dibeli dari
RRC dan Sovyet.
Pertama pak Ogah ingin menjawab pertanyaan bapak Padmanaba kepada bapak
Akhmad Sudirman yang membohonginya dalam memberi jawaban sebenarnya yang
jujur kepada seorang yang non Islam. Akhmad Sudirman ini adalah contoh satu
dari
sedemikian banyak umat Islam yang menghancurkan agamanya sendiri dengan
menyebarkan kebohongan2 secara sengaja mengenai agama kepercayaannya demi
kebenaran keimanan yang dimengertinya sendiri. Seperti yang telah banyak
dituliskan Akhmad Sudirman yang selalu mendiskreditkan semua umat Islam
maupun negara2 Islam manapun didunia dengan tuduhan mereka bukan Islam,
karena yang namanya Islam dalam anggapannya adalah yang seperti dianut oleh
pak Akhmad Sudirman ini sendiri. Pernyataan yang paling bodoh yang justru
menghancurkan kebenaran Islam itu adalah pernyataan Akhmad Sudirman bahwa
Islam adalah agama yang artinya "penyerahan diri kepada Allah", karena itu
menurutnya bahwa Nabi Ibrahim beragama Islam se-mata2 karena dia menyerahkan
diri kepada Allah.
Seseorang tidaklah menjadi Islam karena menyerahkan dirinya kepada Allah
seperti yang diceritakan dalam Al-Quran tentang Nabi Ibrahim. Kalau memang
menyerahkan diri kepada Allah benar menjadikan seorang kafir menjadi Islam,
tentunya semua umat Yahudi yang dimusuhi Al-Quran juga beragama Islam
dong!?, Umat Kristen yang juga menyerahkan diri kepada Allah akan juga
dianggap umat Islam otomatis. Tapi kenapa mereka selalu saling memusuhi
meskipun tak diakuinya? Pada kenyataannya, Yahudi & Kristen justru dianggap
musuh2 Islam yang harus dibasmi.
MENYERAHKAN DIRI KEPADA ALLAH BUKANLAH CIRI KHUSUS AGAMA ISLAM, TAPI
MERUPAKAN CIRI UMUM SEMUA AGAMA YANG MENGANUT SISTEM MONOTEISME. ISLAM
MENJADIKAN DIRINYA AGAMA YANG LAIN DARI YANG UMUM TADI, KARENA SELAIN
MENYERAHKAN DIRI KEPADA ALLAH SEPERTI AJARAN KRISTEN, YAHUDI DAN LAIN2NYA
ISLAM MENGHARUSKAN DAN MEWAJIBKAN UMATNYA UNTUK MELAKSANAKAN LIMA (5) RUKUN
ISLAM DAN MENGUCAPKAN KALIMAT SYAHADAT YANG ISINYA:
" AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH, DAN MUHAMMAD ADALAH
RASULNYA"
JADI KALAU NABI IBRAHIM BERAGAMA ISLAM, TENTUNYA DIA ITU MELAKSANAKAN LIMA
RUKUN ISLAM DAN MEMBACA/MENYEBUT KALIMAT SYAHADAT INI. PADAHAL NABI
MUHAMMAD YANG DISAKSIKANNYA SEBAGAI RASUL ALLAH ITU LAHIRNYA RIBUAN TAHUN
KEMUDIAN SETELAH NABI IBRAHIM SENDIRI MATI. SEDANGKAN KABAH ITUPUN BELUM
DIKENAL OLEH NABI IBRAHIM SEBAB DICERITAKAN BAHWA KABAH ITULAH TEMPAT
TINGGAL DAN PENYEMBAHAN NABI IBRAHIM YANG TERAKHIR SETELAH BERKELANA DARI
SATU TEMPAT KETEMPAT LAINNYA. SEDANGKAN KENYATAANNYA, NABI MUHAMMAD
MELARANG SEMUA BENTUK PENYEMBAHAN DISEKELILING KABAH SEBELUM DIA SENDIRI
MENGAJARKAN WAHYU ALLAH YANG DITURUNKAN DI GUA HIRA ITU.
ZAMAN JAHILIAH YANG DISEBUTKAN DALAM AL-QURAN ADALAH ZAMAN SEBELUM TURUNNYA
WAHYU ALLAH KEPADA MUHAMMAD. ARTINYA, ZAMAN NABI IBRAHIM ITU TERMASUK ZAMAN
JAHILIAH DIMANA ISLAM ITU BELUM ADA. YANG PASTI, AL-QURAN DINYATAKAN DAN
DIPERCAYA OLEH SEMUA UMAT ISLAM SEDUNIA SEBAGAI AJARAN ALLAH YANG DITURUNKAN
KEPADA NABI MUHAMMAD, ARTINYA SEBELUM ADA NABI MUHAMMAD MUNGKIN SAJA AJARAN
ALLAH ITU SUDAH ADA TAPI BUKAN DINAMAKAN ISLAM.
SYARAT2 JADI UMAT ISLAM ATAUPUN DIANGGAP ISLAM TAK BISA DITAWAR LAGI ATAUPUN
DIINTERPRETASIKAN LAIN SELAIN KEWAJIBAN MELAKSANAKAN LIMA RUKUN ISLAM DAN
MENGUCAPKAN KALIMAT SYAHADAT.
Bukan tidak mungkin, dan bahkan justru menunjang pernyataan pak Ogah yang
menyatakan bahwa Al-Quran itu bukan ajaran Nabi Muhammad tapi adalah catatan
turun temurun dari Nabi Besar Abu Bakar (sang pembunuh Nabi Muhammad) dari
kitab2 tua Yahudi yang dirampasnya dalam pembunuhan2 masal Yahudi di
Yahtrib. Bisa jadi bahwa Nabi Ibrahim itu beragama Islam sesungguhnya
seperti yang diberitakan dalam Al-Quran dan dipastikan maupun dipercaya oleh
bapak Akhmad Sudirman! tapi yang pasti kita tak punya referensi apapun yang
menunjangnya, hanya Al-Quran yang dipercaya umatnya saja yang menyatakan
itu, sedangkan yang namanya referensi haruslah bisa diterima semua pihak.
Tapi yang bisa pak Ogah pastikan bahwa:
AL-QURAN ITU BUKANLAH AJARAN NABI MUHAMMAD, KARENA MUHAMMAD PENGANUT
MONOGAMY, SEDANGKAN AL-QURAN MAUPUN NABI IBRAHIM ADALAH PENGANUT POLIGAMY.
DITAMBAH LAGI BAHWA NABI IBRAHIM MEMANG BIASA DALAM MEMOTONG KEPALA MANUSIA
BAHKAN KEPALA ANAKNYA SENDIRI DEMI KEPERCAYAAN KEPADA ALLAHNYA, SEDANGKAN
AL-QURAN PUN MENGAJARKAN BAHWA SIAPAPUN YANG TAK PERCAYA ISLAM DIANGGAP
MEMUSUHI ISLAM YANG HARUS DIPENGGAL KEPALANYA SEPERTI YANG DIALAMI OLEH
SELURUH BANGSA YAHUDI DI YAHTRIB (MADINAH).
AL-QURAN YANG DISALIN DARI KULIT KAMBING YANG KATANYA BERISI AJARAN MUHAMMAD
TERNYATA DIBAKAR MUSNAH OLEH KETURUNAN ABU BAKAR, DAN LUCUNYA SALINANNYA
JUSTRU DISIMPAN SITI AISYAH ANAK ABU BAKAR YANG DIBERITAKAN MENJADI ISTRI
TERKASIH NABI MUHAMMAD. PADAHAL SITI AISYAH YANG DIKAWINI MUHAMMAD WAKTU
ITU MASIH BERUMUR 8 TAHUN SEDANGKAN MUHAMMAD SUDAH BERUMUR 60 TAHUN.
TENTU SAJA, TAK MUNGKIN SITI AISYAH ITU MENJADI ISTRI MUHAMMAD, KARENA, ABU
BAKAR (AYAH SITI AISYAH) ITU ADALAH KEMENAKAN SITI KHADIJAH, DAN UMUR ABU
BAKAR ITU JAUH LEBIH MUDA DARI UMUR MUHAMMAD MAUPUN UMUR SITI KHADIJAH.
SEWAKTU MUHAMMAD BERUMUR 36 TAHUN, BELIAU DILAMAR OLEH SITI KHADIJAH
(KETURUNAN YAHUDI DAN MESIR PENGANUT SISTIM KELUARGA MATRIACHART) YANG SUDAH
BERUMUR 45 TAHUN. TIDAK ADA YANG MENOLAK BAHWA SELAMA KHIDUPAN SITI
KHADIJAH, MUHAMMAD TAK PERNAH MEMPUNYAI ISTRI LAINNYA. SEDANGKAN SETELAH
KHADIJAH WAFAT, MUHAMMAD MENIKAHI SEORANG JANDA YAHUDI LAINNYA YANG
MERUPAKAN ISTRI KEPALA SUKU (RAJA) YAHUDI DI MADINAH.
MUHAMMAD HIJRAH KE MADINAH KARENA PERSETERUAN BELIAU DENGAN KELUARGA SITI
KHADIJAH & ABU BAKAR. MADINAH ADALAH KOTA YANG DIMILIKI OLEH BANGSA YAHUDI
YANG RABBINYA BERNAMA "WARAKAH" YANG JUSTRU MERUPAKAN PAMAN TERDEKAT DARI
SITI KHADIJAH. WARAKAH INILAH YANG MENGENAL SANGAT DEKAT DENGAN MUHAMMAD
YANG MENGUNDAH NABI MUHAMMAD KE MADINAH. MUHAMMAD HIJRAH KE MADINAH DENGAN
PENGIKUT2NYA SEKITAR 100-200 ORANG, SEDANGKAN POPULASI MADINAH SELURUHNYA
SETELAH KEDATANGAN NABI MUHAMMAD MENJADI SEKITAR KURANG DARI 2000 -AN.
MEMANG MUHAMMAD ADALAH TERMASUK PRIBADI YANG ADIL, LEMAH LEMBUT, MENENTANG
KEKERASAN (APALAGI BERPERANG YANG BANYAK DIBERITAKAN OLEH AL-QURAN PALSU
INI), OLEH KARENA ITULAH BELIAU DIANGKAN SEBAGAI GUBERNUR YANG BERTINDAK
JUGA SEBAGAI HAKIM DIKOTA YAHUDI INI. NABI MUHAMMAD TAK PERNAH MENCIPTAKAN
UNDANG2 MADINAH SEPERTI YANG DINYATAKAN OLEH AKHMAD SUDIRMAN, KARENA YANG
NAMANYA UNDANG2 ADALAH HUKUM TERTULIS, SEDANGKAN PERATURAN YANG TAK TERTULIS
DISEBUT "ETIKA". ARTINYA, TAK PERNAH ADA UNDANG2 MADINAH KARENA HUKUM
TERTULIS BELUM ADA, BAHKAN NABI SENDIRI DIBERITAKAN BUTA HURUF
(BANYAKDIRAGUKAN OLEH AHLI2 ISLAM SENDIRI).
KALAU PADA AKHIRNYA SEMUA ORANG YAHUDI DI MADINAH MUSNAH DIBANTAI ARAB,
TENTU SAJA ITU BUKAN KERJAAN NABI MUHAMMAD YANG PADA AKHIRNYA JUGA MENJADI
KORBAN PEMBANTAIAN TERSEBUT. KEKACAUAN MEKAH JUSTRU MENJADI DORONGAN ABU
AKBAR UNTUK MENGGANTI STRATEGI UNTUK BER-PURA2 BERGABUNG DENGAN MUHAMMAD DI
MADINAH DIMANA AKHIRNYA KUDETA BERDARAH YANG MENGHASILKAN RIBUAN KEPALA
ORANG YAHUDI MENJADI TUMBAL DAN JUGA KEPALA MUHAMMAD IKUT SERTA DALAM
PEMBANTAIAN MASSAL TERSEBUT.
PENGIKUT NABI MUHAMMAD MEMANG LUAR BIASA BANYAKNYA, UNTUK MEMAKSA MEREKA
BERPIHAK KEPADA ABU BAKAR, LAHIRLAH IDE2 KOTOR SI ABU INI UNTUK MENGARANG
CERITA TENTANG ISTRI2 TERKASIH NABI MUHAMMAD YANG TAK PERNAH ADA. MESKIPUN
DISATU PERNYATAAN DIKATAKAN BAHWA NABI MUHAMMAD BERLAKU ADIL TERHADAP
ISTRI2NYA YANG BANYAK TERSEBUT, TAPI DIPERNYATAAN LAINNYA DIKATAKAN BAHWA
HANYA SITI AISYAH LAH ISTRI YANG PALING DIKASIHI OLEH NABI MUHAMMAD. TENTU
SAJA KALAU BENAR NABI MUHAMMAD ITU MEMPUNYAI ISTRI TERKASIH, ARTINYA DIA
TIDAK ADIL DALAM BERBAGI KASIH KEPADA ISTRI2 LAINNYA. MEMANG PERNYATAAN
DISINI TAK ADA REFERENSINYA DIMANAPUN, SEDANGKAN AL-QURAN YANG KITA
PERMASALAHKAN KEASLIANNYA SUDAH PASTI TAK BISA DIJADIKAN REFERENSI YANG
SELALU DILAKUKAN OLEH AKHMAD SUDIRMAN (SIPENGADU DOMBA UMAT ISLAM SENDIRI).
Pak Ogah adalah manusia scientist yang tidak percaya agama manapun juga
didunia ini. Tapi pak Ogah bukan Kafir seperti yang disebutkan dalam
Al-Quran, karena orang Kafir dalam Al_Quran adalah musuh Islam, tapi pak
Ogah tak pernah memusuhi Islam. Pak Ogah pasti berpihak pada umat Islam
dimanapun pak Ogah berada, bukan karena pak Ogah percaya Islam tapi se-mata2
menuruti instinct nurani dalam membela keluarga pak Ogah yang masih kuat
kepercayaannya pada agama Islam. Pak Ogah memang dilahirkan oleh ayah ibu
yang beragama Islam yang soleh beribadah, tapi tidaklah berarti pak Ogah
harus mengikuti kepercayaan tersebut. Pak Ogah mempelajari Islam secara
mendalam sejak anak2, tapi masa lalu hanya kenangan bukan harus diingat dan
dilanjutkan sebagai kebenaran yang harus benar. Kalau kenyataan Islam itu
agama yang salah, bukanlah berarti kita semua tak boleh mempercayainya.
Semua kepercayaan pada kenyataannya tak pernah ada yang benar, juga Islam
tentunya. Kepercayaan tak perlu benar se-mata2 untuk bisa dipercaya,
contohnya, pak Ogah pakai gelang akar Bahar ternyata penyakit rheumatik pak
Ogah hilang, padahal kenyataannya, gelang akar bahar itu sama sekali tak
punya potensi menyembuhkan, buktinya dalam pemeriksaan rontgen dan darah,
penyakit rheumatik tersebut tetap ada, tapi tidak dirasakan oleh pak Ogah,
itulah yang disebut self-hipnosis.
TULISAN PAK OGAH INI BUKAN BERMAKSUD MEN-JELEK2AN AKHMAD SUDIRMAN, JUGA
AL-QURAN, JUGA ISLAM, TAPI KEBENARAN TAK BOLEH DIBELOKKAN HANYA SE-MATA2
KARENA KITA SEMUA PERCAYA ITU BENAR. UMAT BERAGAMA SELALU BERBOHONG DEMI
KEJAYAAN, PERKEMBANGAN, MAUPUN EKSISTENSI AGAMANYA. MEREKA DILARANG
BERBOHONG KECUALI BERBOHONG DALAM MEMBELA AGAMANYA.
TAPI PAK OGAH SEBAGAI SCIENTIST MEMPUNYAI ETIKA, BAHWA KITA HARUS MENGETAHUI
KEBENARAN YANG SEJATI DULU MESKIPUN TAK HARUS BERPIHAK KEPADANYA PADA
AKHIRNYA.
Saya kutib pernyataan langsung dari bapak Sudirman (guru mengaji di konsulat
Swedia): Sebenarnya masalah ini telah saya jawab beberapa bulan yang lalu
terhadap tulisan saudara Sesat dari Bandung yang sekarang berdomisili di
Australia. Dimana saya menuliskan :"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu
kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub.(Ibrahim berkata): "Hai
anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka
janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (Al-Baqarah, 2: 132)
Ayat ini memberikan keterangan bahwa Nabi Ibrahim telah mewasiatkan kepada
anak-anaknya bahwa janganlah kalian mati kecuali tetap berada dalam
"...tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam" (Al-Baqarah, 2: 131) atau
seperti yang dijanjikan Nabi Ibrahim yaitu "..aslamtu lirabbill'alamiin"
(aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam).
Yang dimaksud Islam itu adalah menyerahkan diri kepada Allah, tunduk patuh
kepada Tuhan semesta allam.
Jadi orang yang berserah diri dan tunduk patuh kepada Allah disebut muslim
atau orang yang menganut agama Islam.
Tentang Nabi Ibrahim yang disebutkan dalam Al Quran itu yang mewasiatkan
kepada anak-anaknya, janganlah mati kecuali dalam memeluk agama yang
mengajarkan untuk berserah-diri tunduk dan patuh kepada Tuhan semesta Allah
atau istilah lainnya adalah memeluk agama Islam.
Jadi sebenarnya agama Islam adalah agama berserah diri kepada Allah. Akhmad
Sudirman (guru mengaji konsulat RI, Stockholm)
Demikianlah kenyataan guru2 agama Islam, yang kurang pengetahuan, tidak
pernah mendapatkan pendidikan formal dan hanya mampu mengerti tulisan Arab
ala Al-Quran (bukan asli tulisan Arab modern), akibatnya tak mampu mencari
pekerjaan untuk nafkah se-hari2, hanya bisa berjualan ide2 agama yang salah
kepada orang2 Indonesia yang jauh dari tanah airnya. Di Mesir, beliau gagal
menembus test masuk ke Universitas Al-Ashar di Kairo untuk studi agama
Islam, tentunya siapa yang mau belajar mengaji maupun agama Islam pada pak
A.Sudirman ini karena Mesir itu 99% khan semuanya Islam dan juga Haji.
Akhirnya tak salah kalau beliau hijrah demi nafkah ke Stockholm menumpang
pada salah satu kerabatnya yang menjadi staf lokal di Kedubes RI disana.
Untuk bisa tetap menetap disana beliau berusaha meminta suaka politik ke
pemerintah Swedia, tapi alasan2 yang bohong yang dibuatnya tidak bisa
diterima oleh pemerintah Swedia sehingga suaka politiknya ditolak. Itulah
sebabnya, dia selalu berusaha menunjukkan kalau beliau dimusuhi pemerintah
RI dengan cara2 membuat ber-macam2 tulisan yang bermusuhan baik dengan
pemerintah Orde Baru Suharto, GusDur, Sukarno, Megawati, maupun dengan Aceh
Merdeka.
Tentu saja tindakan beliau itu sangat bodoh, karena suatu pemerintahan tak
akan meladeni tulisan2 satu orang yang tidak terkenal dan tidak berpengaruh,
kalau saja pemerintah RI menangkap maupun mengejar ataupun berang atas sikap
Akhmad Sudirman ini, tentu membuat nama Akhmad Sudirman ini menjadi
terkenal, padahal beliau ini hanyalah mencari nafkahnya berbekal belas
kasihan pegawai2 lokal staf kedubes RI di Swedia. Pak Ogah hanya ingin
menyampaikan pesan kepada Akhmad Sudirman agar beliau mau banyak membaca
buku yang berfaedah untuk meluaskan wawasannya sehingga mampu membina umat
Islam dijalan yang benar tanpa perlu memusuhi umat Islam lainnya! Mumpung
tinggal diluar negeri, anda bisa belajar bahasa Inggris dan berkesempatan
meluaskan wawasan berpikir, jangan me-nyia2kan kesempatan anda dengan
mengurung diri dalam "alam kepercayaan yang penuh kebohongan dan kepalsuan"
dengan mengirimkan tulisan2 yang tidak pernah mendapat response dari pembaca
manapun juga!
PAK OGAH PENGAMAT YANG SELALU BERPIHAK PADA KEBENARAN YANG SEJATI
BERDASARKAN RATIO LOGIS YANG BEBAS DARI "RELIGIOUS PREJUDICE" YANG SELALU
MEMBOHONGI UMATNYA DEMI MEMPERTAHANKAN KEPERCAYAAN MAUPUN KEBOHONGAN MASA
LALU. MEMPERTAHANKAN AGAMA DENGAN CERITA2 BOHONG, DAN BUKTI2 PALSU, JUSTRU
AKAN MENGHANCURKAN AGAMANYA SENDIRI, DAN UMAT ISLAM SEKARANG SUDAH DALAM
KEHANCURAN TOTAL SECARA INSTITUSI KEAGAMAAN. HANYA KEPERCAYAAN2 ISLAM
INDIVIDUAL ISLAM YANG SALING BER-BEDA YANG SEKARANG ADA DAN BERSERAKAN
PECAHAN2NYA DISELURUH DUNIA INI. SUDAH LEBIH DARI SERIBU TAHUN, ISLAM TAK
PERNAH BERHASIL MENANG DALAM PERANG MAUPUN TEKNOLOGY DIDUNIA INI. KALAU
ANDA MELIHAT ADA ISLAM DIZAMAN SEKARANG INI, ITU BUKANLAH ISLAM AJARAN
MUHAMMAD ZAMAN DAHULU, TAPI ADALAH KELANJUTAN AJARAN BERHALA PENYEMBAHAN
KABAH DIZAMAN JAHILIAH DULU.
Stockholm, 16 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
AGAMA NABI IBRAHIM DAN SURAT AL BAQARAH
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
PADMANABA DI JERMAN MASIH BINGUNG
Terimakasih atas jawabannya, Pak Sudirman, bagaimanapun saya masih bingung
mengerti Al - Baqarah, 2: 132 :Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu
kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai
anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka
janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".
Mengapa? Seperti saya pelajari dalam Kitab Tora, Abraham yang sebelumnya
bernama Abram adalah seorang Yahudi totok yang hanya mengerti bahasa Ibrani,
bagaimana dia tiba2 berbicara dalam bahasa Arab? Apalagi dia tak dapat
membayangkan apa itu agama Islam, karena bagi dia hanya ada satu agama yaitu
yang diturunkan oleh Moses dan disabdakan Yahwe kepadanya.
Seperti saya kenal akan sosoknya, dia adalah seorang pengikut agama Yahudi
yang saleh, yang adalah satu2nya agama yang mengakui Allah saat itu, tibuan
tahun sebelum nabi Muhammad lahir, tak mungkin meminta anaknya menganut
agama lain daripada yang dia percayai.
Jadi, yang saya ingin dengar, adalah penerangan dari pak Sudirman mengenai
latar belakang Al Baqarah ini, dari segi historis. Tak mungkin juga bukan,
bila pangeran Diponegoro berkata pada puteranya, nanti taatilah ajaran
Sukarnoisme dari seseorang yang bernama bung Karno, wong bung Karno baru
lahir ratusan tahun kemudian?
Shalom. Padmanaba ( Padm...@uboot.com ,Jerman, Fri, 13 Apr 2001)
AGAMA NABI IBRAHIM DISOROT DARI SUDUT ISLAM
Karena Al Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab kepada Rasul-Nya Muhammad
SAW, tentu saja semua isinya diceritakan dalam bahasa Arab. Jadi tidak
berarti karena Nabi Ibrahim ketika beliau masih hidup berbicara bahasa
Ibrani, maka dalam Al Qur'an harus diceritakan dalam bahasa Ibrani.
Disini sedikit kita gali tentang agama Nabi Ibrahim Alaihi Salam. Nabi
Ibrahim Alaihi Salam adalah bapak dari Nabi Ismail dari istrinya yang kedua
siti Hajar dan Nabi Ishaq dari istrinya yang pertama siti Sarah. Dimana Nabi
Ishaq adalah bapak dari Nabi Ya'qub. Keluarga Nabi Ya'qub dan keturunannya
ini dinamakan "Bani Israil" artinya yang suka berjalan malam-malam. Dan Nabi
Ya'qub ini juga terkenal dengan nama Nabi Israil. Nabi Ibrahim AS ini hidup
jauh sebelum Nabi Musa AS lahir di tanah Mesir.
Ibrahim AS ini anak Azar tukang membuat patung-patung yang menjadi sembahan
mereka. Beliau dilahirkan ditengah-tengah masyarakat yang penuh dengan
kemusyrikan dan kekufuran dibawah perintah raja Namrudz yang sangat sombong
dan angkuh penyembah berhala.
Ketika masih mudah Ibrahim AS ini selalu mencari Tuhan melalui alam
sekelilingnya. Salah satu cerita dalam Al Qur'an bagaimana Ibrahim AS
mencari Tuhan-nya. "Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah
bintang (lalu) lalu dia berkata: "Inikah Tuhanku?" Tetapi tatkala bintang
itu tenggelam dia berkata: "Saya tidak suka kepada yang tenggelam". Kemudian
Tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: "Inikah Tuhanku?" Tetapi
setelah bulan itu terbenam dia berkata: "Sesungguhnya jika Tuhanku tidak
memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat".
Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: "Inikah Tuhanku,
inilah yang lebih besar", tetapi setelah matahari itu terbenam dia berkata:
"Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persektukan".
Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit
dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk
orang-orang yang mempersekutukan Tuhan" (QS Al An'aam, 6: 76-79).
Dari hasil penelaahan, penglihatan, pemikiran, analisa dan kesimpulan yang
diperoleh oleh Ibrajhim AS melalui alam sekelilingnya, akhirnya beliau
sampai kepada satu kesimpulan yaitu sesungguhnya beliau menghadapkan dirinya
kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama
yang benar dan dirinya tidak termasuk orang-orang yang suka mempersekutukan
Tuhan.
Dimana dasar akidah Ibrahim AS ini sesuai dengan yang diajarkan dalam Islam
yaitu menghadapkan diri kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan
tidak mempersekutukan Tuhan.
Dimana pengertian Islam ini adalah tunduk patuh, berserah diri kepada Tuhan
yang menciptakan langit dan bumi.
Ibrahim AS menyeru kepada kaumnya, ayahnya dan keluarganya untuk menyembah
kepada Allah dan tidak mempersekutukannya.
Ketika Ibrahim AS pindah ke Baitulmaqdis (daerah Palestina sekarang)
dianugerahkan Allah kepadanya anak yaitu Ishaq dari istrinya yang pertama
siti Sarah dan selanjutnya dari keluarga Ishaq ini lahir Ya'qub. Adapun dari
istri yang kedua siti Hajar lahir Ismail. (QS Maryam, 19: 49).
Ketika Ismail masih bayi dipindahkan oleh Ibrahim AS ke negeri Mekah (di
daerah Saudi Arabia sekarang). Di Mekah inilah bayi Ismail dengan Ibunya
siti Hajar ditempatkan oleh Ibrahim AS. (QS Ibrahim, 14: 37). Sedangkan
Ibrahim AS kembali lagi ke Baitulmaqdis.
Selang beberapa tahun kemudian, ketika Ibrahim AS kembali ke Mekah, daerah
gurun pasir disekitar Mekah telah menjadi daerah yang subur, siti Hajar
dengan Ismail yang beberapa tahun ditinggalkan Ibrahim AS telah hidup
berbahagia dengan mempunyai harta-benda yang cukup.
Di Mekah inilah Ibrahim AS beserta Ismail AS membangun kabah yang disebut
Baitullah (rumah Allah). (QS Al Baqarah, 2: 127). Dimana Ibrahim AS dan
Ismail AS berdo'a : "Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua urang yang tunduk
patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak-cucu kami umat yang
tunduk patuh kepada Engkau..."(QS Al Baqarah, 2: 128).
Kembali disini apa yang dido'akan Ibrahim AS bersama anaknya Ismail AS
adalah mengarah kepada aqidah yang berdasarkan kepada tunduk patuh kepada
Tuhan. Atau dengan kata lain aqidah yang berdasarkan Islam.
Karena itulah Ibrahim AS kepada anak-anaknya, Ishaq AS, Ya'qub AS cucunya,
Ismail AS anaknya, selalu memberikan nasehat agar tetap tunduk patuh kepada
Tuhan pencipta langit dan bumi, dan janganlah mati, kecuali dalam keadaan
tunduh patuh kepada Tuhan, atau istilah lainnya tetap dalam keadaan memeluk
agama yang mengajarkan tunduh patuh kepada Tuhan, atau agama Islam. Seperti
dalam Al Quran diceritakan : "Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu
kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai
anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka
janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (QS Al Baqarah, 2:
132).
LATAR BELAKANG SURAT AL BAQARAH
Baqarah yang berarti sapi betina. Surat ini diturunkan Allah kepada
Rasulullah saw diawal tahun pertama hijrah. Yaitu ketika Rasulullah saw
pindah dari Mekah ke Madinah.
Surat ini disebut Al Baqarah karena didalamnya menceritakan kejadikan
seorang yang membunuh orang tuanya. Dimana ia sendiri tidak mengaku bahwa
dirinya yang membunuh orang tuanya itu. Akhirnya untuk mengetahui siapa yang
membunuh orang tersebut, maka dimintalah Nabi Musa AS untuk mencarikan dan
membuktikan siapa yang telah membunuh orang itu. Kemudian Nabi Musa AS
menyuruh mereka menyembelih sapi, dimana dengan bagian dari sapi itu, Nabi
Musa memukulkannya kepada orang yang telah mati itu, sehingga hidup kembali
dan menceritakan siapa yang telah membunuh dirinya, sehingga akhirnya
ketahuan bahwa anaknya yang telah membunuh dirinya.
Dalam Surat Al Baqarah ini bukan hanya mengandung kisah penyembelihan sapi
betina itu saja, melainkan juga menyangkut kisah penciptaan Nabi Adam AS,
kisah Nabi Ibrahim AS, kisah Nabi Musa AS dengan bani Israil.
Juga mengandung perintah mengerjakan sembahyang, menunaikan zakat, hukum
puasa, hukum haji dan umrah, hukum qishash, hukum main judi dan minuman
keras, hukum riba, hukum sumpah, hukum merusak masjid, hukum merobah
kitab-kitab Allah, hukum haidh, 'iddah, thalaq, chulu, 'ila', hukum susuan,
hukum melamar, hukum mahar, hukum perang.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin*.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
---------------------
Date: Sat, 21 Apr 2001 11:03:45 -0700
From: ogah <og...@1stnetusa.com>
Subject: [mimbarbebas] Konklusi AGAMA NABI IBRAHIM
Content-Type: text/plain; charset=US-ASCII
Response pak Ogah terhadap Padmanaba & A.Sudirman:
Konklusi logis dari pernyataan2 agama Nabi Ibrahim dipastikan tak ada yang
bisa memastikan karena semua referensi tentang agamanya seorang Nabi memang
tak pernah ada. Juga apakah Nabi Muhammad beragama Islam? mengingat untuk
menjadikan seseorang menjadi Islam diwajibkan melaksanakan rukun islam dan
membaca kalimat syahadat dimana Muhammad menyaksikan dirinya sendiri sebagai
rasul Allah, padahal kita tak mungkin melihat diri kita sendiri dizaman
tersebut karena belum ada cermin.
1. KALAU IBRAHIM ITU BERAGAMA ISLAM, AKIBAT LOGISNYA ADALAH AGAMA ISLAM
BUKANLAH AJARAN ALLAH YANG DITURUNKAN KEPADA MUHAMMAD, KARENA IBRAHIM HIDUP
RIBUAN TAHUN SEBELUM MUHAMMAD SENDIRI DILAHIRKAN.
2. KALAU ISLAM ITU ADALAH AJARAN/PERINTAH ALLAH YANG HANYA DITURUNKAN
KEPADA NABI MUHAMMAD, TENTUNYA TIDAK MUNGKIN NABI IBRAHIM YANG HIDUP RIBUAN
TAHUN SEBELUM MUHAMMAD SENDIRI DILAHIRKAN BISA MENJADI PENGANUT AJARAN ALLAH
YANG HANYA DITURUNKAN KEPADA MUHAMMAD.
KEDUA FAKTA2 TERSEBUT DIATAS TAK MUNGKIN BERJALAN BER-SAMA2 KARENA AJARAN
ISLAM MENEGASKAN BAHWA SESEORANG HANYA BISA DIANGGAP SEBAGAI ISLAM BILA
MELAKSANAKAN
LIMA RUKUN ISLAM DAN MENGUCAPKAN KALIMAT SYAHADAT DIMANA ISINYA ADALAH
KESAKSIAN KITA BAHWA MUHAMMAD ADALAH RASUL ALLAH.
ZAMAN SEBELUM TURUNNYA WAHYU ALLAH KEPADA MUHAMMAD DIGUA HIRA DI SEBUT DALAM
AL-QURAN SEBAGAI ZAMAN JAHILIAH. ARTINYA NABI IBRAHIM YANG HIDUP RIBUAN
TAHUN SEBELUM TURUNNYA WAHYU DI GUA HIRA ITU ADALAH SALAH SATU RAKYAT/ UMAT
KERAJAAN/ ZAMAN JAHILIAH YANG DIMAKSUD. PADAHAL ZAMAN JAHILIAH ITU DIANGGAP
OLEH AL-QURAN SEBAGAI ZAMAN CHAOS, KEKACAUAN, DAN SEGALA KEBURUKAN LAINNYA.
pak Ogah sendiri bingung, karena yang disebut Nabi itu definisinya adalah
manusia biasa yang menjadi/ ditunjuk sebagai penyampai pesan/ wahyu
tuhannya. Padalah Nabi Ibrahim sama sekali tidak menyampaikan wahyu
tuhannya, dia hanya diperintah Tuhannya untuk memenggal kepala anaknya dan
kemudian diperintah lagi untuk membatalkannya. Nabi Ibrahim juga buta
huruf, tak pernah menulis kitab suci manapun juga. Cerita2 Nabi Ibrahim
memang tersebar di Timur Tengah, tapi orang Yahudi tidak pernah mengatakan
Ibrahim itu Nabi, tapi hanyalah sebagai bapak nenek moyangnya bangsa
Yahudi. Juga Nabi Adam, bagaimana mungkin bisa jadi Nabi yang menyampaikan
pesan Allah kepada umat manusia, padahal yang namanya manusia waktu itu
diceritakan cuma 2 orang yaitu si nabi Adam sendiri dan istrinya yang
keduanya diusir oleh Allah karena berzinah tanpa izin Allahnya?
PAK OGAH SAMA SEKALI TIDAK BERPIHAK PADA PILIHAN YANG MANAPUN JUGA, KARENA
PAK OGAH TIDAK PERCAYA APAPUN DARI KEDUA PERNYATAAN TERSEBUT DIATAS. PAK
OGAH SE-MATA2 MEMBANTU ANDA UNTUK BERPIKIR LOGIS, RASIONAL, JUJUR, TIDAK
MEMFITNAH ATAS NAMA DEMI AGAMA SEPERTI YANG SERING DILAKUKAN OLEH AKHMAD
SUDIRMAN.
AKHMAD SUDIRMAN ADALAH CONTOH YANG PERLU ANDA SEMUA MEMPELAJARINYA, KARENA
CARA BERPIKIRNYA ADALAH GAMBARAN POLA BERPIKIR SEMUA PEMIMPIN MAUPUN SARJANA
INDONESIA, YANG BERBEDA HANYALAH LABELNYA. POLA/ CARA BERPIKIR YANG KACAU
DAN ACAK2AN INILAH YANG MENGHANCURKAN NEGERI INDONESIA.
Contohlah:
Ginanjar Kartasasmita tak bisa di tangkep karena harus ada izin dari Mabes
ABRI karena korupsi yang dituduhkan kepadanya terjadi dimasa ia belum
pensiun dari ABRI. Jadi meskipun sekarang dia sudah pensiun, tak bisa
ditangkep tanpa izin ABRI.
Dilain pihak, Akbar Tanjung menggelapkan tanah milik keluarganya semasa dia
belum jadi ketua DPR. Meskipun perbuatan penggelapan itu terjadi jauh
sebelum dia jadi Ketua DPR, ternyata jabatannya sebagai ketua DPR yang
sekarang bisa ampuh dijadikan tameng untuk bisa lolos dari tuntutan hukum
tersebut dengan berlindung dibalik izin penuntutanan / penangkapan harus ada
dari Presiden RI.
Pola berpikir cara beginilah yang pak Ogah bilang sebagai cara berpikir
acak2an kayak caranya Akhmad Sudirman.Akibatnya, semua koruptor engga bisa
ditangkep. Meskipun Akhmad Sudirman berpendidikan rendah tapi polanya itu
sama dengan pemimpin2 di Indonesia maupun professor2 di Indonesia yang
semuanya hanya membuat kehancuran bagi negara dengan mengorbankan rakyatnya
yang tak berdosa. Semoga anda bisa mengerti analogi yang pak Ogah tunjukkan
diatas tersebut. Terlalu banyak dan panjang contoh2 bodoh seperti diatas
dilakukan oleh orang Indonesia yang merasa pinter sebagai professor, doktor
dan lainnya. Membanggakan tingkat pendidikan dengan gelar2 mentereng dengan
memamerkan kebodohan adalah tingkat ketololan yang jarang ada di negara
lainnya. Semua itu disebabkan hanya oleh satu jenis racun yang telah lama
dikenal umat manusia didunia ini yaitu "Racun Agama". Agama meracuni cara
berpikir anda hingga tak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang
tidak. Kepercayaan agama haruslah dihilangkan tanpa usah anda kuatir anda
tidak lagi punya agama. Memiliki Agama bukanlah harus percaya. Kita bisa
memiliki sesuatu tanpa perlu kita menyembahnya ataupun mempercayainya. Kita
bisa menyayangi milik kita, warisan nenek moyang kita, juga bisa memelihara
kuburan nenek moyang kita tanpa perlu kita harus percaya bahwa semua itu
punya pengaruh pada apapun yang kita kerjakan.
Anda tak akan mampu menyerap ilmu pengetahuan dimanapun didunia ini bila
tetap mengikatkan pikiran dan jiwa anda pada alam kepercayaan. Alam
kepercayaan bukanlah musuh anda, tapi juga bukan tempat anda untuk menemukan
kebenaran sejati.Alam kepercayaan se-mata2 alat anda untuk menikmati
kehidupan khayal dalam melepaskan segala ketegangan maupun kelelahan setelah
bekerja ataupun berjuang dalam alam nyata. Alam kepercayaan bisa
dianalogikan seperti sebuah bioskop yang memberi entertainment pada anda
tanpa perlu anda percaya maupun menjadikan satu2nya tempat mempertimbangkan
keputusan anda. Itulah sebabnya, berulang kali pak Ogah tegaskan, bahwa pak
Ogah tidak percaya agama manapun juga, tapi sama sekali tidak memusuhi agama
manapun juga. Pak Ogah menikmati agama sebagai bagian budaya kehidupan pak
Ogah yang indah ini bukan sebagai tambatan kepercayaan maupun tempat
pertimbangan benar salah tindakan seseorang.
Janganlah anda diperalat oleh kepercayaan anda, tapi sebaliknya kepercayaan
anda adalah sebagai alat anda untuk mendapatkan variasi gelombang2
kenikmatan hidup ini. Jadikanlah agama sebagai kebudayaan kelompok anda
dalam menikmati kebersamaan, jangan jadikan agama sebagai kepercayaan yang
meng-kotak2an kehidupan anda dalam kebencian kelompok yang dibungkus dalam
ajaran kasih yang semu seperti yang dituliskan dalam kitab suci semua
agama2.
Anda tak perlu menuliskan bahwa pendapat maupun tulisan anda didapat atas
petunjuk dari Allah, karena kalau benar Allah memberi petunjuk sedangkal itu
tentu saja Allah kayak gitu bukanlah Allah yang bisa kita percaya. Pikiran2
Goblok anda tak mungkin datang dari Allah, tapi datang dari sikap anda
sendiri yang mengisolasi dari lingkungan sosial ditempat anda
tinggal.Pendidikan modern selalu mengajarkan murid2 disekolah untuk mampu
bersosialisasi dengan lingkungannya, bukan menimbulkan konflik sosial
terhadap lingkungannya. Sebaliknya, semua agama selalu menekankan umatnya
untuk tidak ragu2 berkonflik dengan lingkungannya demi membela kebenaran dan
tegaknya kepercayaan agamanya dilingkungannya!
Kita lebih suka hidup dialam yang pluralistik, sebaliknya ajaran semua agama
mendorong umatnya untuk berjuang mati2an hingga terciptanya lingkungan
kehidupan yang monoistik. Artinya, dalam kehidupan sekarang kita berusaha
menciptakan berbagai variasi kehidupan berbeda yang tak membosankan,
sebaliknya agama mengajarkan agar kita berusaha menyeragamkan kehidupan kita
ini tanpa perlu menjadi bosan!
Memang sukar untuk menjelaskan kebenaran sejati pada otak2 yang cacat akibat
keracunan kepercayaan pada satu agama. Tapi pak Ogah tetap berusaha
menjelaskan apa itu kebenaran yang sejati, dan terserah kepada kemampuan
anda menyerap apa yang dimaksud dalam semua tulisan pak Ogah ini. Pak Ogah
tak perlu memetik keuntungan atas tulisan ini, tapi mungkinbisa bermanfaat
bagi yang mampu untuk mengembangkan dirinya sendiri yang akhirnya bisa
menyelamatkan bangsa Indonesia dimasa mendatang.
Ogah
Pengamat Rasional yang mengambil keputusan hanya atas urut2an logis dengan
menjauhkan segala "Religious Prejudice" yang hanya meracuni umatnya dengan
kebohongan2 demi mempertahankan keberadaannya yang terancam secara politis,
ekonomi, maupun kultural. Religious Prejudice tak mungkin lagi
dipertahankan dimasa depan untuk negara2 yang berkembang, tapi sangat
bermanfaat untuk menghambat perkembangan negara2 miskin (konsumen) untuk
tetap bisa dieksploitasi oleh negara2 produsen.
Stockholm, 23 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
OTAK BAMBANG EKALAYA ALIAS OGAH BISA DISUMBAT DENGAN $52000
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA
PIKIRAN OGAH SENYAP DIBUNGKAM DENGAN $52000
"Iran baru2 ini mengompas uang rakyatnya untuk pembelian rudal2 dari Cina
dan Sovyet, bahkan pak Ogah berhasil mengantongi $52 ribu hanya
menginstalkan kontrol buatan USA pada rudal2 tersebut. Rudal2 tersebut
ditest dengan cara menembaki dan meledakkan pemukimman mujahidin2
diperbatasan Iran dan Iraq. Setelah testnya berhasil, pak Ogah dibayar cash
sisa dari uang muka yang sudah dibayarkan sebelum pak Ogah berangkat ke
Iran. Kelihatannya Iran berkonspirasi lagi dengan Israel untuk berperang
dengan Iraq dalam usaha merebut kembali wilayah2nya yang direbut Iraq dalam
perang dulu.( og...@1stnetusa.com ,Sun, 22 Apr 2001 16:59:08 -0700)
CONTOH KACUNG YANG BISA DIPERALAT UNTUK BERBUAT APA SAJA
Bambang Ekalaya alias Ogah kalau berbicara di dunia Internet begitu
menggebu-gebu. Tetapi, saya yaqin, ketika dia diminta untuk memasang alat
kontrol senjata pembunuh ribuan manusia oleh pihak pemerintah Iran tanpa
pikir panjang langsung menganggukkan kepala dan langsung angkat kaki ke
Iran.
Ketika tangannya sedang mengutak-atik alat kontrol rudal, pikirannya diam
seribu bahasa. Karena hatinya sudah tersumbat oleh alunan dolar yang menjadi
sumber penghidupannya sehingga tidak tergambar dalam hatinya rasa tanggung
jawab moral bila dipergunakan rudal-rudal buatan China dan Sovyet itu
nantinya dipakai untuk menghancurkan rakyat-rakyat di tempat, daerah, dan
negara lain. "...pak Ogah cukup mendapatkan $$. Pak Ogah hanya mengharapkan
kedua belah pihak tidak sampai musnah sehingga habislah mata pencaharian pak
Ogah yang mudah ini..."( og...@1stnetusa.com ,Sat, 21 Apr 2001 20:27:32
-0700).
SEBAGAI PEMBANDING DENGAN ORANG-ORANG BUKAN KACUNG PENCARI NAFKAH HIDUP
Beberapa tahun yang lalu salah seorang sarjana Swedia yang dikontrak oleh
salah satu perusahaan senjata terbesar Swedia rela mengorbankan sumber
penghidupannya dan kariernya ketika dia mengetahui bahwa kanon-kanon
penembak senjata jarak jauh yang dibuat oleh perusahaannya dijual ke India
yang sedang dalam keadaan konflik dengan negara tetangganya Pakistan, dengan
cara membukakan rahasia penjualan kanon-kanon kepada rakyat Swedia dan
keluar dari perusahaan tersebut. Karena menurut undang-undang yang berlaku
di Swedia adalah pemerintah Swedia dan perusahaan-perusahaan yang berada di
Swedia tidak dibenarkan menjual senjata dan alat-alat cadangnya kepada
negara-negara yang dianggap sedang dalam keadaan konflik senjata.
Begitu juga yang menimpa dengan diri saya. Diawal tahun delapan puluhan
ketika saya telah menandatangani kontrak kerja dengan salah satu perusahaan
elektronik terbesar di Swedia, dengan penuh ketegasan setelah bekerja kurang
dari dua tahun saya tinggalkan perusahaan itu dan saya menandatangi kontrak
kerja dengan perusahaan lain, karena terlihat dan terbukti perusahaan yang
saya tinggalkan itu dalam beberapa produknya membuat alat-alat yang akan
dipakai dalam pembuatan bom yang akan dipasang pada pesawat-pesawat tempur
yang seterusnya akan dijual kepada negara-negara lain.
OGAH CONTOH KACUNG YANG MUDAH DIPERALAT DAN DIBUNGKAM
Bagaimanapun keras, nyaring, bertubi-tubi tulisannya di internet tetapi yang
jelas adalah Ogah tidak lebih dari seorang kacung yang bisa dan mudah
diperalat oleh siapapun dengan emeng-emeng bungkusan-bungkusan secuil dolar
kalau dibanding dengan harga-harga senjata yang ratusan ribu atau juta-juta
dolar yang dijual kepada penguasa-penguasa negara-negara yang haus
kekuasaan.
Karena itu, apa yang keluar dari pikiran Ogah melalui tulisannya itu tidak
lebih dari teriakan-teriakan penjual obat dipinggir jalan. Karena apa yang
selalu didengungkannya seperti "selalu berpihak pada kebenaran yang sejati"
adalah tidak lebih dari obat-obat palsu seperti yang dijual tukang-tukang
obat dipinggir-pinggir jalan atau ditengah-tengah alun-alun.
Stockholm, 23 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEMUA TUNDUK-PATUH KEPADA ALLAH PENCIPTA LANGIT DAN BUMI
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
INILAH KESIMPULAN TUAN PADMANABA TENTANG AGAMA-AGAMA
"Artinya, "Islam" disini adalah synonim dengan "tunduk pada Allah". Kalau
mau dipakai pengertian ini, maka baik agama Yahudi maupun Kristiani adalah
islami, karena agama2 ini mengajarkan tunduk pada Allah. Setuju. Ya, kita
semua tunduk pada Allah..."( Padm...@uboot.com ,Jerman, Mon, 23 Apr 2001).
KESIMPULAN ITULAH YANG AKAN SAYA TUJU
Tuan Padmanaba, memang benar agama-agama yang diturunkan Allah Pencipta
langit dan bumi yang diturunkan kepada Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul, seperti
kepada Nabi Ibrahim Alaihi salam, Nabi Ishaq AS, Nabi Ismail AS, Nabi Ya'kub
AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW, dasarnya adalah tunduk
patuh kepada Allah Pencipta langit dan bumi.
Tetapi, tentu saja, setiap agama yang dibawa oleh Nabi dan Rasul itu
mempunyai ciri khas dan persyaratan masing-masing. Dan tentu saja agama yang
dianut oleh Nabi Ibrahim AS adalah agama yang mengajarkan tunduk patuh
kepada Allah Pencipta langit dan bumi dengan memberlakukan
persyaratan-persyaratannya sendiri. Begitu juga agama yang dianut dan
diajarkan oleh Nabi Musa AS adalah agama yang mengajarkan tunduk patuh
kepada Allah Pencipta langit dan bumi dengan persyaratan-persyaratan khas
tersendiri. Juga agama yang dianut oleh Nabi Isa AS adalah agama yang
mengajarkan tunduk patuh kepada Allah Pencipta langit dan bumi dengan
persyaratan-persyaratan yang khas untuk menjadi penganutnya. Dan juga agama
yang dianut dan diajarkan Nabi Muhammad SAW adalah agama yang mengajarkan
untuk tunduk patuh kepada Allah Pencipta langit dan bumi dengan segala
persyaratan-persyaratan untuk menjadi pemeluknya.
Jadi, sebenarnya dasarnya dari agama-agama yang diturunkan kepada Nabi
Ibrahim AS, Nabi Ishaq AS, Nabi Ismail AS, Nabi Ya'kub AS, Nabi Musa AS,
Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW adalah sama datang dari Allah SWT dan
mengajarkan untuk tunduk patuh kepada Allah Pencipta langit dan bumi.
Karena itu yang terpenting dan paling utama bagi semua pemeluk-agama-agama
yang datang dari Allah ini adalah untuk saling hormat-menghormati. Sama-sama
berusaha sebaik mungkin untuk menyumbangkan nilai-nilai agama yang dianut
masing-masing kepada kehidupan umat manusia dimanapun berada. Sirami segala
kehidupan manusia dengan siraman nilai-nilai agama-agama masing-masing.
Nilai-nilai agama adalah sumber penyejuk dan pembawa kebahagian umat manusia
yang yaqin kepada adanya Allah.
Kepinggirkan segala yang dianggap bisa menimbulkan perbedaan, tampilkan
segala yang dianggap bisa menyatukan.
Kemampuan membawa nilai-nilai agama yang dianut oleh setiap umat manusia
kedalam satu wadah kesatuan dan kehidupan bersama umat manusia adalah satu
tanda bahwa kita umat penganut agama yang datang dari Allah telah menyadari
dan menjalankan perintah-perintah Allah untuk dilaksanakan dalam kehidupan
di dunia ini sebelum menghadap kekhadirat-Nya kelak.
Stockholm, 25 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
BAMBANG EKALAYA BUKAN BANTU IRAN MELAINKAN JADI MAKELAR JUAL SENJATA
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA
IKUT BANTU JUAL SENJATA KE IRAN ADALAH KEBENARAN SEJATI MENURUT PROF.
BAMBANG EKALAYA ALIAS OGAH
"Demi persatuan dan kesatuan bangsa. Kebenaran sejati sangat didambakan
semua manusia didunia meskipun pahit rasanya. Kebenaran Sejati tidaklah
selalu harus sejalan dengan kepercayaan umat manapun, Kebenaran Sejati tidak
selalu harus berpihak kepada agama manapun juga, Kebenaran Sejati tidak
harus tunduk kepada tekanan Kebohongan Kekuatan tertentu yang mendominasi
negara, Kebenaran Sejati tidak harus selalu berpihak kepada pemerintah
manapun juga. Kebenaran sejati sering ditutupi demi kepentingan pribadi,
agama, politik, dan ketidak adilan. Menutupi Kebenaran Sejati merupakan
kebohongan terhadap diri sendiri dan seluruh masyarakatnya. Menutupi
Kebenaran Sejati hanyalah menyengsarakan masyarakat dan menggali lubang
masalah tanpa akhir." Prof. B.Ekalaya, Phd (alias) Ogah ( og...@1stnetusa.com
,14 Maret 2001)
"Pak Ogah ingin memberi contoh bagaimana rezim Iran tidak segan2 memberi
rezeki kepada seorang yang tak percaya Islam kayak pak Ogah ini dengan
tujuan membantai umat Islam saudaranya sendiri yang tak sejalan dengan
kepercayaan mereka. Pak Ogah juga ingin menunjukkan kepada anda, bahwa pak
Ogah tidak pernah benci kepada Islam maupun agama apapun didunia ini, bahkan
dari tulisan pak Ogah diatas, pak Ogah ingin menunjukkan kepada pembaca,
bahwa meskipun tidak percaya pada agama Islam, pak Ogah tak segan2 membantu
kepercayaan mereka yang diperlukan untuk membasmi semua yang dianggap musuh2
mereka!! Uang mereka (umat Islam) tak pernah haram dalam kantongnya pak
Ogah, juga kerjaan pak Ogah pun dianggap 100% halal meskipun secara tak
langsung menumpahkan darah Mujahidin yang akan mati konyol ( mati syahid itu
kalau matinya dibunuh orang kafir musuh Islam)." Ogah ( og...@1stnetusa.com
,Tue, 24 Apr 2001)
BAMBANG EKALAYA ALIAS OGAH MEMANG TAK BERUBAH TETAP JADI PENIPU
Sebenarnya Bambang Ekalaya ini sudah lebih dari satu tahun tepatnya dari
sejak tanggal 23 Februari 2000 telah berusaha dengan sekuat tenaga untuk
memuntahkan segala apa yang ada dalam otaknya yang dijadikan alat penyerang
dan sekaligus penangkis ide-ide yang keluar dari pikiran saya.
Tetapi dari hasil pikiran-pikiran Bambang Ekalaya yang saya simpan ditempat
yang aman dan yang kalau dicetak menjadi beratus-ratus halaman itu tidak
satupun yang pantas saya angkat untuk dijadikan bahan baku yang berguna
untuk menjadi ide-pengikat persatuan dan kesatuan khususnya rakyat di negara
pancasila umumnya seluruh umat manusia dimanapun berada.
Ide-idenya tidak lebih dari ide-ide yang lahir dari seorang makelar penjual
senjata yang mempergunakan kesempatan untuk mendapat keuntungan kehidupan
pribadinya.
Contohnya, seperti yang diungkapkannya diatas yang saya kutip dari
tulisan-tulisan emailnya yang sampai kepada saya.
Bagaimana dia dengan penanya menggaung-gaungkan "kebenaran sejati" padahal
hati dan pikirannya buta dengan kebenaran sejati itu sendiri. Apa yang
dinamakan dengan kebenaran sejati menurut Ogah tidak jelas.
Tetapi tentu saja "kebenaran sejati" yang dia maksud dapat ditangkap dari
apa yang telah diperbuatnya yaitu menjadi makelar penjual alat-alat kontrol
rudalnya yang dijual kepada siapa saja dengan harga dan ongkos pemasangannya
yang hanya beberapa ribu dolar saja.
Kemudian ia dengan lantangnya menyatakan bahwa "pak Ogah tak segan2 membantu
kepercayaan mereka yang diperlukan untuk membasmi semua yang dianggap musuh2
mereka...".
Jadi kesimpulannya adalah sudah hampir lebih dari satu tahun saya perhatikan
apa yang dimuntahkan oleh otak Bambang Ekalaya alias Ogah ini memang
kenyataannya adalah bertentangan dengan apa yang diperbuat dan
dijalankannya. Bambang Ekalaya adalah tidak lebih dari seorang makelar
pencari keuntungan dari jual alat pengontrol senjata penghacur manusia
dengan memakai dalih untuk mencari "kebenaran sejati".
Stockholm, 26 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
BAMBANG EKALAYA SUDAH TAK PERCAYA ISLAM MASIH JUGA NGOTOT
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA
BAMBANG EKALAYA YANG NGAKU PROFESOR SUDAH TAK PERCAYA ISLAM MASIH JUGA
NGOTOT UNTUK DIAKUI KEPICIKAN OTAKNYA
"Pak Ogah ingin menunjukkan kepada pembaca, bahwa meskipun tidak percaya
pada agama Islam, pak Ogah tak segan2 membantu kepercayaan mereka yang
diperlukan untuk membasmi semua yang dianggap musuh2 mereka!!.." Ogah (
og...@1stnetusa.com ,Tue, 24 Apr 2001)
Tentu saja kalau dibandingkan antara Tuan Padmanaba yang taat beragama dan
berdomisili di Jerman dengan Bambang Ekalaya Suherman alias Ogah makelar
penjual alat kontrol senjata rudal buatan China dan Sovyet dan yang sudah
jadi warga negara US itu, maka jauh sekali perbedaannya.
Pikiran tuan Padmanaba yang non muslim jauh lebih arif dan bijaksana dalam
berdiskusi, dibanding dengan Bambang Ekalaya alias Ogah (yang sebelumnya
muslim tetapi sekarang sudah) tidak percaya pada agama Islam lagi ditambah
dengan penuh emosi dan tindakannya yang begitu ugal-ugalan.
Sebenarnya sudah hampir lebih dari satu tahun saya selalu melayani Bambang
Ekalaya alias Ogah dalam berdiskusi ini. Dimana dalam jangka waktu itu saya
perhatikan pemikirannya masih belum banyak berkembang, karena itu wajar bila
dia hanya mampu mengulang-ngulang pertanyaan dan alasan-alasan yang hanya
disandarkan kepada isi otaknya yang picik.
Semua orang, khususnya kaum muslimin akan geleng kepala membaca hasil buah
pikirannya yang saya lampirkan dibawah.
Tentu saja saya masih sabar untuk menghadapi orang macam Bambang Ekalaya
alias Ogah yang cukup liar ini.
DASAR AGAMA NABI IBRAHIM AS ADALAH MENYERAHKAN DIRI KEPADA TUHAN PENCIPTA
LANGIT DAN BUMI DENGAN TIDAK MEMPERSEKUTUKAN DENGAN YANG LAINNYA
Ketika saya jelaskan dan jawab pertanyaan Tuan Padmanaba yang menyinggung
Nabi Ibrahim Alaihi Salam yang menyerahkan diri kepada Allah Pencipta langit
dan bumi serta tidak menyekutukan dengan yang lainnya, tuan Padmanaba dengan
tenang dan cukup sopan bisa saling mengerti dan memahami. Dimana ayat Qur'an
yang dipertanyakan Tuan Padmanaba adalah ayat : "Dan Ibrahim telah
mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim
berkata): "Hai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini
bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".
(Al-Baqarah, 2: 132)
Yang saya jawab bahwa ayat itu memberikan keterangan bahwa Nabi Ibrahim
telah mewasiatkan kepada anak-anaknya bahwa janganlah kalian mati kecuali
tetap berada dalam "...tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam" (Al-Baqarah,
2: 131) atau seperti yang dijanjikan Nabi Ibrahim yaitu "..aslamtu
lirabbill'alamiin" (aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam).
Juga Ibrahim AS menyatakan bahwa "Sesungguhnya aku menghadapkan diriku
kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama
yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan
Tuhan" (QS Al An'aam, 6: 79).
Disini bisa terlihat bahwa agama Nabi Ibrahim AS mempunyai dasar penyerahan
diri kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi dan tidak mempersekutukan dengan
yang lainnya.
Dasar agama Nabi Ibrahim ini adalah sama seperti yang diajarkan Islam yaitu
penyerahan diri kepada Allah Pencipta seluruh alam dan tidak mempersekutukan
dengan yang lainnya.
Kemudian Tuan Padmanaba menyimpulkan bahwa "Artinya, "Islam" disini adalah
synonim dengan "tunduk pada Allah". Kalau mau dipakai pengertian ini, maka
baik agama Yahudi maupun Kristiani adalah islami, karena agama2 ini
mengajarkan tunduk pada Allah. Setuju. Ya, kita semua tunduk pada Allah..."(
Padm...@uboot.com ,Jerman, Mon, 23 Apr 2001).
DAN MEMANG ITULAH DASAR DARI AGAMA-AGAMA YANG DATANG DARI ALLAH SWT
Kemudian saya jawab, memang benar agama-agama yang diturunkan Allah Pencipta
langit dan bumi yang diturunkan kepada Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul, seperti
kepada Nabi Ibrahim Alaihi salam, Nabi Ishaq AS, Nabi Ismail AS, Nabi Ya'kub
AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW, dasarnya adalah tunduk
patuh kepada Allah Pencipta langit dan bumi.
Tentu saja, setiap agama yang dibawa oleh Nabi dan Rasul itu mempunyai ciri
khas dan persyaratan masing-masing. Dan tentu saja agama yang dianut oleh
Nabi Ibrahim AS adalah agama yang mengajarkan tunduk patuh kepada Allah
Pencipta langit dan bumi dengan memberlakukan persyaratan-persyaratannya
sendiri. Begitu juga agama yang dianut dan diajarkan oleh Nabi Musa AS
adalah agama yang mengajarkan tunduk patuh kepada Allah Pencipta langit dan
bumi dengan persyaratan-persyaratan khas tersendiri. Juga agama yang dianut
oleh Nabi Isa AS adalah agama yang mengajarkan tunduk patuh kepada Allah
Pencipta langit dan bumi dengan persyaratan-persyaratan yang khas untuk
menjadi penganutnya. Dan juga agama yang dianut dan diajarkan Nabi Muhammad
SAW adalah agama yang mengajarkan untuk tunduk patuh kepada Allah Pencipta
langit dan bumi dengan tidak mempersekutukan dengan yang lainnya dengan
segala persyaratan-persyaratan untuk menjadi pemeluknya.
Jadi, sebenarnya dasarnya dari agama-agama yang diturunkan kepada Nabi
Ibrahim AS, Nabi Ishaq AS, Nabi Ismail AS, Nabi Ya'kub AS, Nabi Musa AS,
Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW adalah sama datang dari Allah SWT dan
mengajarkan untuk tunduk patuh kepada Allah Pencipta langit dan bumi dengan
tidak mempersekutukan dengan yang lainnya.
TENTU SAJA KALAU OGAH DIBERI PENJELASAN SEPERTI INI PASTI GELENG KEPALA,
TETAPI SEBALIKNYA TUAN PADMANABA AKAN CEPAT MENANGKAP DAN MEMAHAMINYA
Saran untuk Bambang Ekalaya Suherman alias Ogah daripada membuang-buang
energi untuk menganalisa Islam yang sudah tidak dipercayainya lagi dengan
otak yang picik-nya itu, lebih baik pusatkan energi kepada pengembangan
teknologi alat kotrol senjata rudal-rudal agar bisa dijual kepada
negara-negara lain yang membutuhkannya.
Karena apa yang dipertanyakan Ogah dibawah itu sudah saya jawab dalam
tulisan sebelumnya "PIKIRAN BAMBANG EKALAYA SUHERMAN YANG MELANTUR(1)" yang
telah disebarkan kepada pembaca yang lainnya, dan tentu saja Ogah juga sudah
pula dikirim. http://www.dataphone.se/~ahmad/010406.htm
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
--------------------
Date: Thu, 26 Apr 2001 12:21:40 -0700
From: ogah <og...@1stnetusa.com>
X-Mailer: Mozilla 4.75 [en] (Win98; U)
X-Accept-Language: en
MIME-Version: 1.0
To: ah...@dataphone.se
Subject: Re: PIKIRAN BAMBANG EKALAYA SUHERMAN YANG MELANTUR(2)
Akhmad Sudirman! anda itu BUKAN BODOH TAPI GOBLOK, artinya kalau orang
bodoh bisa jadi tidak lagi bodoh kalau melalui proses belajar dari
pengalaman. Sedangkan anda itu Goblok karena tak mampu belajar dari
pengalaman. Anda tak
pernah menjawab sedikitpun argument Padmanaba, apalagi argumentnya pak Ogah,
akibatnya anda tak mampu membuat pembaca bisa simpati pada kepercayaan anda
maupun argument anda !
Islam memang mengajarkan untuk menjauhkan ataupun jangan membaca apapun yang
bisa melemahkan keimanan anda, itulah sebabnya anda tidak pernah membaca
tulisan saya ataupun Padmanaba.
Tulisan saya sederhana sekali, juga Padmanaba, isinya bahwa IBRAHIM TAK
MUNGKIN BERAGAMA ISLAM, KARENA SEORANG PENGANUT ISLAM HARUS MELAKSANAKAN
RUKUN ISLAM DAN MENGUCAPKAN SYAHADAT, PADAHAL IBRAHIM DIPASTIKAN TAK PERNAH
MEMBACA SYAHADAT, KARENA DALAM SYAHADAT ADA KESAKSIAN TENTANG NABI MUHAMMAD
YANG LAHIR RIBUAN TAHUN SETELAH IBRAHIM SENDIRI MATI, JUGA TAK PERNAH
MELAKSANAKAN RUKUN ISLAM.
SEDANGKAN AL QURAN YANG ANDA PERCAYA ITU MENGATAKAN IBRAHIM ITU BERAGAMA
ISLAM KARENA ISLAM BERARTI "MENYERAHKAN DIRI KEPADA ALLAH", SEDANGKAN OGAH
BILANG,
MENYERAHKAN DIRI KEPADA ALLAH BUKAN HANYA ADA PADA AGAMA ISLAM, TAPI JUGA
AGAMANYA YAHUDI, KRISTEN DAN BANYAK LAGI SEPERTI BAHAI, SYIAH (YANG MESKIPUN
ISLAM TAPI KEISLAMANNYA TAK DIAKUI OLEH SUNNY DAN SEBALIKNYA). MENYERAHKAN
DIRI
KEPADA TUHAN ITU ADALAH SEMUA AGAMA2 MONOTEISME, SEDANGKAN AGAMA2 POLITEISME
ITU JUGA MENYERAHKAN DIRI KEPADA TUHAN2/ DEWA2.
Tulisan anda cuma menceritakan tentang sejarah nabi Ibrahim tapi tak
menjelaskan kenapa dia jadi Islam atas dasar keberatan Ogah dan Padmanaba.
Sebaiknya anda bantahlah pernyataan saya sebagai bohong bahwa UMAT ISLAM ITU
ARTINYA UMAT YANG MELAKSANAKAN RUKUN ISLAM DAN MENGUCAPKAN SYAHADAT, atau
anda lah yang bohong yang mengatakan bahwa umat Islam itu adalah umat yang
menyerahkan diri kepada Allah!!??
Kalau anda bisa membantah pernyataan saya, pantaslah saya dianggap
pembohong,
tapi kenyataannya andalah yang PEMBOHONG YANG MENGGUNAKAN NAMA ALLAH UNTUK
MEMPERKUAT BOHONGNYA.
Tulisan pak Ogah tak ada yang baru bagi siapapun, tapi baik Al Quran,
apalagi pak Akhmad Sudirman tak mampu membantahnya sama sekali meskipun
menolaknya. Tentu saja kalau mau menolak, anda harus mampu memberi argument
yang valid dalam suatu perdebatan yang jujur dan fair! Tanpa mampu memberi
argument yang valid anda hanyalah debat kusir yang pasti ditolak semua
pembaca! dan sebagai bukti kebohongan anda! Kemampuan anda berpikir itu
terlalu dangkal sehingga tak bisa mencerna kemampuan berpikir orang lain
yang jauh lebih dalam dari pikiran anda. Tak mungkin pembaca bisa
mempercayai latar pendidikan anda meskipun anda bisa saja mengaku professor
atau apapun semau anda! Nilai2 seseorang bukanlah dihargai dari apa yang
diakuinya tapi dari apa yang dipikirkannya. Isi Al Quran bisa dibaca semua
orang, anda tak perlu mengulang dalam tulisan, tapi susunlah pendapat anda
dan alasan anda sehingga anda bisa menunjukkan mengapa anda
menganggap isi Al Quran itu benar. Tak perlu anda memaksa kebenaran Al
Quran karena anda percaya itu diturunkan oleh Tuhan. Padahal semua tahu
kalau Al Quran itu direlease dizaman setelah Utsman antara100-200 tahun
setelah Nabi
Muhammad terbuhuh di Medinah. Semua orang bisa membaca bahwa Aisah itu anak
Abu Bakar si pencipta Al Quran yang sekarang anda percaya itu adalah musuh
Ali yang merupakan menantu dan kemenakan Nabi Muhammad. Anda juga bisa
menemukan bahwa sebelum Aisah memerintahkan team 3 orang membuat Al Quran
palsu yang sekarang ini anda percaya, sudah ada paling sedikit 7 macam Al
Quran yang ditulis oleh pengikut2 Muhammad yang asli yang akhirnya dibunuh
dan semua Al quran yang ditulis dengan bahasa Quraish itupun dibakar habis!
jadi kalau anda mau jujur, ceritakanlah semua itu disini, jangan hanya
bagian2 yang anda percaya benar anda tulis, sedangkan bagian2 yang menentang
argument anda itu tidak anda tuliskan.Ceritakanlah fakta2 Al Quran yang
sebenarnya bukan hanya menuliskan pendapat2 anda yang anda percaya!
Anda harus mengerti arti "Referensi" sebelum mengucapkannya. Referensi
artinya, "support" yang menunjuang pernyataan anda, kalau Al Quran yang
menjadi topik suatu perdebatan, anda tak mungkin menggunakan Al Quran
ataupun buku2 yang
bertalian dengan Al Quran untuk anda gunakan sebagai Referensi. Contohnya
kalau anda jadi tertuduh pencuri, tentu anda tak bisa menggunakan diri anda
sendiri ataupun anak istri anda sebagai saksi bahwa anda itu bukan maling!
Agama Kristen contohnya, sama sekali agama bohong2an, tapi baik pendeta2nya
maupun penganutnya pandai sekali berdebat untuk mencari referensi dari
kitab2 yang bahkan bertentangan dengan bible mereka, itulah sebabnya,
pertentangan ajaran Kristen dengan biblenya dipelajari dan dianalisa dalam
semua study phyllosophy di seluruh dunia. Berbeda dengan Islam dengan Al
Qurannya, penganutnya tak pernah mau membaca buku2 lainnya apalagi kalau itu
bertentangan dengan Al Qurannya, akibatnya mereka tak mampu membuat argument
yang menyokong kepercayaan mereka, sehingga tak pernah agama Islam maupun Al
Quran dijadikan referensi untuk di analisa dalam semua tingkat pendidikan
yang ada didunia sekarang ini.
Etika Moral itu artinya hukum yang tak tertulis, dizaman Madinah belum ada
tulisan apapun, artinya tidak ada hukum yang tertulis juga belum ada Al
Quran yang anda percaya sekarang ini. Konsekuensinya, di Madinah itu
namanya bukan
Undang2 tapi etika moral, perjanjian. Anda memutar balik cerita bahwa Islam
itu berdasarkan UU Madinah. Tak pernah ada UU Madinah, populasi Madinah
waktu zaman Nabi Muhammad itu kurang dari 2000 orang dan mayoritas adalah
bangsa Yahudi, Muhammad diundang dan diminta oleh utusan dari Yahtrib yang
pemimpinnya adalah paman Siti Khadijah yang orang Yahudi. Itulah sebabnya
Muhammad bersedia menginggalkan Mekah menuju Madinah untuk membantu Warakah
(Yahudi yang merupakan paman Khadijah) dalam mengatur kota tersebut. Jadi
UU etika moral di Madinah sudah ada sebelum Muhammad hijrah ke Madinah, tapi
disusupi oleh orang2 Abu Bakar yang menyebabkan kota Madinah dikuasai Abu
Bakar dengan membunuhi semua orang Yahudi disana pada tahun 631 dimana Nabi
Muhammad akhirnya juga harus dipenggal kepalanya bersama Yahudi2 yang
menjadi saudara, keluarga Khadijah. Bukti2 memperkuat bahwa seluruh keluarga
Nabi Muhammad maupun teman2nya menjadi korban, termasuk Ali. Dalam rentetan
tragedi inilah kita mengetahui bahwa Aisah ada dibelakang semua kejadian
bersama suaminya yang dirahasiakan namanya. Aisah telah beberapa puluh kali
dipergoki berzinah dengan orang2 yang tak pernah disebutkan namanya dalam Al
quran, sebaiknya pak Sudirman tolong cari namanya! Pernyataan pak Ogah ini
banyak ditulis dalam buku2 study Islam dimanapun bukan hanya karangan!
Anda tak perlu menyombongkan bahwa anda diberi petunjuk pada Allah, karena
tak mungkin Allah memberi petunjuk kepada anda. Andaikata Allah memberi
petunjuk kepada anda, kiranya tak perlu Nabi Muhammad! Allah khan bisa
langsung memberi petunjuk kepada anda, jadi apa perlunya lagi yang namanya
nabi khan?
Anda itu sebenarnya diragukan berada di Swedia, karena memang tak terdaftar
di immigration Swedia, ini ditunjang dengan bukti2 anda ini anti sekuler,
sedangkan Swedia itu negara yang paling sekuler didunia ini, akibatnya kalau
betul anda itu berada di Swedia, tentunya anda menderita sekali secara
psikologis karena disatu pihak anda itu anti sekuler, dilain pihak secara
fisik anda bekerja dan bergantung pada kehidupan dan lingkungan pada negara
yang sangat sekuler. Artinya, bila kita berdasarkan pada kenyataan
psikologis, anda tidak akan mau tinggal dinegara sekuler dengan melarikan
diri dari Mesir dengan segala caci
maki anda bahwa Mesir itu bukan negara Islam. Logikanya mudah, Mesir itu
meskipun anda tuduh sebagai negara sekuler tapi pasti tidak se Sekuler
Swedia, sampai disini kita sudah bisa memastikan semua cerita bohong anda
memang terbukti. Logika dengan mudah bisa mengukur jarak bumi ke bulan
tanpa perlu kita mengukurnya secara fisik, cukup secara logical thinking.
Membuktikan kebohongan anda tak perlu menelepon kedutaan Swedia, karena
cukup membuka data Internet Immigration di Swedia, ternyata nama anda tak
terdaftar disana, artinya, mungkin saja anda berada disana, tapi dengan
status IMMIGRAN GELAP tentunya yang setiap detik bisa diusir, apalagi kalau
anda ketahuan seorang Muslim yang selalu beragitasi mengIslamkan negara
sekuler, pasti anda dianggap TERRORIST yang sangat ditakuti oleh orang2
Eropah sejak lama!
Bagaimana anda mau mencari simpati umat yang bukan Islam? kalau umat Islam
lainnya pun anda caci maki sebagai sekuler? Bagaimana orang bisa mengagumi
anda kalau menganggap anda itu bodohnya luar biasa dengan menganggap
Indonesia itu
negara Sekuler?? negara Sekuler itu adalah negara yang tidak
mengikutsertakan semua kegiatan agama dalam pemerintahan, sedangkan
Indonesia Dept Agama adalah bagian yang tak terpisahkan dari pemerintahan,
dan MPR & DPR itu banyak wakit2
golongan agama. Memang Indonesia bukan negara Islam tapi bukan negara
Sekuler. Tentu saja tak ada yang menganggap anda itu pernah sekolah di
sekolah umum formal, mungkin anda memang hanya pernah sekolah guru agama SPG
yang tak
berhasil lulus. Cara berpikir anda itu primordial yang bisa dipastikan tak
pernah mengenyam sekolah formal. Bagaimana mungkin anda bisa mengerti
tulisan saya ataupun orang lain kalau kenyataannya seperti itu. Anda hanya
mempermalukan umat Islam Indonesia.
Sebaiknya anda jadilah umat Islam yang berjiwa besar, welas asih, bukan cuma
ngomong "adil" "kasih sayang" dll tapi sikap anda bertentangan dengan semua
itu. Sekali lagi belajarlah, bacalah, buku2 pengetahuan umum, jangan
mengurung
dalam alam kepercayaan yang salah, kemampuan anda sekarang tak mungkin bisa
dipekerjakan dimanapun, kecuali belas kasihan kerabat dari staf lokal
konsulat yang sekarang pun sedang senin kemis yang budgetnya sudah disunat
dari Jakarta
akibat resesi ekonomi berkepanjangan!
Ogah
yang sedih melihat umat Islam dalam kegelapan!!
--------------------------
Dan inilah yang dijadikan standar oleh Pak Ogah buat menolak studi-studi
yang telah dilakukan oleh ilmuwan orientalis dari timur maupun barat.
Baik yang mau men-diskreditkan islam maupun yang mencoba menunjangnya.
Buat pak Ogah, baca saja deh segala sejarah islam karangan pihak
orientalis (yang lebih banyak anti islam dari pro-nya), dan dari
pihak lainnya. Toh semuanya punya satu pendapat, sejarah islam
itu bukan buatan Abu Bakar atau siapapun juga. Walaupun terdapat
banyak konflik dari awal sejarah Islam, tidak ada hal yang luar
biasa dalam hal tsb. Melihat peringai bangsa Arab pada saat itu,
itu sudah sewajarnya. Bahkan sesaat sebelum nabi Muhammad wafat,
pertikaian antara keluarga dekat nabi dan pihak lain, dan juga
antara pihal anshar dan muhajirin tetap kelihatan. Bahkan nabi
Muhammad batal menuliskan (atau sengaja dihapuskan?) wasiat
terakhirnya (perhatikan di sunnah Bukhari). Mungkin perpecahan
besar islam makin membesar sesudah peristiwa ini. Segala peristiwa
ini dikenal dengan nama peristiwa Saqifah. Dan dokumentasi
peristiwa ini ada di semua pihak, baik dari Khajirites, Sunni
maupun Shiah. Dan tidak ada peristiwa pembantaian keluarga
nabi yang digembar-gemborkan oleh pak Ogah. Yang ada peristiwa
tragis pembunuhan Ali dan juga pembantaian Hasan dan Husein
di Karbala. Memang sejarah islam itu penuh darah, akan tetapi
hal-hal vital keagamaan islam survive sampai sekarang.
Permasalahannya adalah mencari ajaran yang otentik. Itu adalah
masalah yang jauh lebih berat.
Dan anda, pak Ogah, berkeyakinan dengan "temuan" kulit kambingnya,
yang tidak jelas umurnya berapa (dan ini kan bisa diperiksa bila
otentik atau tidak lewat carbon dating), dan tidak jelas lagi siapa
penulisnya dan sebagainya. Dan inikah yang pak Ogah ingin gunakan
sebagai bukti untuk men-support pendapat anda? Orang-orang peneliti
sejarah islam bisa bilang: You gotta be kidding me?
Semua orang mempunyai alasan sendiri untuk beragama ataupun
tidak beragama. Agama islam itu adalah a thinking-person
religion. Lihat saja keindahannya secara keseluruhan dan
lihat juga ilmu-ilmu baru yang bisa dikaji didalamnya.
Lantas? Ponder the world and ponder your surrounding, you will
arrive at your own conclusion- be honest to yourself. Hopefully,
your conclusion is a valid one. Only God knows!
Sekian.
Stockholm, 27 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
BAMBANG EKALAYA YANG NGAKU PROFESOR TERNYATA PEMBUAL
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA
BAMBANG EKALAYA KALAU NULIS HARUS DIPIKIRKAN JANGAN ASAL NYEPLOS
"Pak Ogah tak pernah bilang tidak percaya Islam, tapi pak Ogah bilang pak
Ogah tak percaya pada agama apapun bukan cuma Islam, jadi artinya tak sama.
Semoga pak Dirman mau belajar membaca dan jangan mengisolasi pengetahuan
anda hanya dalam bacaan Al Quran yang ditulis atas perintah pembunuh Nabi
Muhammad 1500 tahun yang lampau. Jangan memberi referensi Al Quran yang tak
pernah dipercaya banyak orang." ( og...@1stnetusa.com ,Thu, 26 Apr 2001
19:59:23 -0700)
"Pak Ogah menceritakan tentang bagaimana Iran yang merupakan negara Islam
ternyata bersedia membayar Ogah $52 ribu untuk installasi kontrol yang
biayanya cuma kurang dari $2ribu. Tapi karena ahli2 Iran sudah kabur,
tinggallah ahli2 yang kolot yang belum pernah mengenal sistim digital dan
chip dalam relay design yang digunakan dalam semua sistim kontrol zaman
sekarang. Tentu saja pemerintahan Iran tahu berapa biaya nya kalau saja
mereka punya hubungan diplomatik resmi dengan USA. Artinya mereka bisa
menyewa kontraktor resmi dengan biaya kurang dari $ 2 ribu untuk kerjaan
yang pak Ogah kerjakan. Namun begitulah nasib negara yang kena embargo,
kontraktor resmi tak ada yang mau mengerjakannya karena bisa dicabut
licensenya di USA ini. Sedangkan pak Ogah bekerja tanpa izin kontraktor
karena resminya pak Ogah cuma dosen. Jadi kerjaan yang kayak gitu tentu
saja diluar professi Ogah."( og...@1stnetusa.com ,Thu, 26 Apr 2001 19:59:23
-0700).
CONTOH KACUNG YANG BISANYA HANYA MEMBUAL
Lihat saja tulisannya diatas yang mencoba menangkis jalan pikiran dan
ide-ide saya. Dimana isinya adalah nol besar.
Mengapa? Karena apa yang ditulisnya itu adalah asal tulis saja, tanpa
dipikirkan, dianalisa, dipahami, direnungkan terlebih dahulu.
Jadi, ketika ada seorang yang mengutip tulisannya kemudian dijadikan sebagai
suatu argumen, ternyata secepat kilat Bambang Ekalaya Suherman alias Ogah
membantahnya.
Persis seperti tulisannya yang saya kutip diatas itu. "Pak Ogah tak pernah
bilang tidak percaya Islam"( og...@1stnetusa.com ,Thu, 26 Apr 2001 19:59:23
-0700), padahal dalam tulisannya 48 jam sebelumnya yang sampai kepada saya,
Ogah menulis: "Bekerja hanya beberapa jam pak Ogah mengantongi uang $52 ribu
dari bayaran pemerintahan agama Islam dimana agamanya tidak lagi dipercaya
pak Ogah. Tentu saja pak Ogah datang di Iran bukanlah untuk sembahyang
jum'atan, juga bukan untuk berziarah ke Kabah buatan Iran disana. Pak Ogah
kesana se-mata2 di kontrak untuk menginstalasi kontrol electronik yang akan
digunakan membantai saudara2 mereka sendiri serumpun dan seagama atas
kepercayaan perintah kitab suci mereka." ( og...@1stnetusa.com , Tue, 24 Apr
2001 12:09:31 -0700)
Nah sekarang terbukti, ternyata Bambang Ekalaya yang mengaku dosen dan sudah
jadi warganegara Amerika itu tidak lebih dari seorang pembual yang ucapannya
melalui tulisan-tulisannya itu selalu bertentangan, tidak mengarah dan asal
tulis saja.
Mau bukti, baca saja kutipan saya yang diambil dari tulisannya yang sampai
kepada saya: "Al Quran yang ditulis atas perintah pembunuh Nabi Muhammad
1500 tahun yang lampau".
Padahal saya telah memberikan jawabannya yang ditulis dalam ""PIKIRAN
BAMBANG EKALAYA SUHERMAN YANG MELANTUR"
http://www.dataphone.se/~ahmad/010406.htm dan telah disebarkan termasuk
kepada Bambang Ekalaya Suherman alias Ogah ini. Dimana dalam tulisan itu
telah dipaparkan bagaimana Al Quran itu kembali disusun. Dan tentu saja Nabi
Muhammad saw adalah bukan pembunuh.
BAGAIMANA JADINYA MAHASISWA-MAHASISWA YANG DIAJAR OLEH OGAH INI NANTINYA
"...resminya pak Ogah cuma dosen..."( og...@1stnetusa.com ,Thu, 26 Apr 2001
19:59:23 -0700).
Kalau dosennya saja sudah berani melanggar aturan yang diberlakukan di
negara tempat tinggalnya, seperti melanggar peraturan embargo dimana
"...kontraktor resmi tak ada yang mau mengerjakannya karena bisa dicabut
licensenya di USA ini. Sedangkan pak Ogah bekerja tanpa izin kontraktor
karena resminya pak Ogah cuma dosen. Jadi kerjaan yang kayak gitu tentu saja
diluar professi Ogah."( og...@1stnetusa.com ,Thu, 26 Apr 2001 19:59:23
-0700).
Seorang dosen yang mencari pendapatan tambahan dengan cara gelap dan
melanggar peraturan yang berlaku di Amerika Perbuatan Bambang Ekalaya itu
kalau ada yang melaporkan kepada pihak penguasa setempat jelas akan dikenai
hukuman.
Nah sekarang, bagaimana Bambang Ekalaya alias Ogah ini berkaok-kaok ingin
menegakkan "kebenaran sejati", tetapi dalam kenyataan perilakunya tidak lain
selalu berani melanggar peraturan yang berlaku.
SARAN AHMAD SUDIRMAN KEPADA BAMBANG EKALAYA
Pikirkan, renungkan, hayati, analisa sebelum sesuatu ditumpahkan dalam
bentuk tulisan, karena akhirnya akan menghamtam balik kepada diri sendiri.
Dan janganlah mencoba-coba melanggar aturan yang telah disepakati.
Kalau dua hal itu saja Bambang Ekalaya mampu menjalankannya, Insya Allah
akan saya kembali menanggapi apa yang saudara tuliskan dan tujukan kepada
saya.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
-------------
Date: Thu, 26 Apr 2001 19:59:23 -0700
From: ogah <og...@1stnetusa.com>
Reply-To: Mimbar...@yahoogroups.com
Subject: [Mimbar_Bebas] Re: [IndonesiaMu] BAMBANG EKALAYA SUDAH TAK PERCAYA
ISLAM MASIH JUGA NGOTOT
Content-Type: text/plain; charset=US-ASCII
Pak Dirman, anda cuma muter balik kata2 kosong yang tak ada artinya.
Pak Ogah tak pernah bilang tidak percaya Islam, tapi pak Ogah bilang pak
Ogah tak percaya pada agama apapun bukan cuma Islam, jadi artinya tak sama.
Pak Ogah menceritakan tentang bagaimana Iran yang merupakan negara Islam
ternyata bersedia membayar Ogah $52 ribu untuk installasi kontrol yang
biayanya cuma kurang dari $2ribu. Tapi karena ahli2 Iran sudah kabur,
tinggallah ahli2 yang kolot yang belum pernah mengenal sistim digital dan
chip dalam relay design yang digunakan dalam semua sistim kontrol zaman
sekarang. Tentu saja pemerintahan Iran tahu berapa biaya nya kalau saja
mereka punya hubungan diplomatik resmi dengan USA. Artinya mereka bisa
menyewa kontraktor resmi dengan biaya kurang dari $ 2 ribu untuk kerjaan
yang pak Ogah kerjakan. Namun begitulah nasib negara yang kena embargo,
kontraktor resmi tak ada yang mau mengerjakannya karena bisa dicabut
licensenya di USA ini. Sedangkan pak Ogah bekerja tanpa izin kontraktor
karena resminya pak Ogah cuma dosen. Jadi kerjaan yang kayak gitu tentu
saja diluar professi Ogah.
Informasi yang diberikan Pak Ogah, se-mata2 ingin menunjukkan kepada semua
umat
Islam Indonesia bahwa bagaimana mudahnya sesama umat Islam saling membunuh
tanpa perlu orang2 kafir memprovokasinya. Islam yang membunuh sesama umat
Islam umumnya adalah orang2 yang seperti ente ini pak Dirman, mula2
menyalahkan umat Islam lainnya menyeleweng ajaran Al Quran, kemudian
mengajak umat Islam lainnya untuk bersatu, dan di akhirnya mengumpulkan dana
dan masa untuk membunuh umat Islam lainnya yang dirasakan merugikan anda.
Meskipun anda bersumpah serapah kepada pak Ogah, tentunya anda bisa
membandingkan sendiri semua tulisan pak Ogah tak pernah ada caci maki kayak
anda yang diberi petunjuk Allah. Semua pembaca pun bisa membandingkan isi
tulisan anda yang stereotype yang tak mungkin bisa menyanggah argumentasi
logis rasional dari tulisan2 pak Ogah! Pak Ogah selalu memberi definisi
pada semua kata2 dalam tulisan pak Ogah sehingga jelas kemana isi topik yang
pak Ogah permasalahkan.
Terima Kasih
Semoga pak Dirman mau belajar membaca dan jangan mengisolasi pengetahuan
anda hanya dalam bacaan Al Quran yang ditulis atas perintah pembunuh Nabi
Muhammad 1500 tahun yang lampau. Jangan memberi referensi Al Quran yang tak
pernah dipercaya banyak orang. Sekolah Kedokteran maupun Ilmu pengetahuan
tak pernah menggunakan referensi Al Quran tentang asal mula manusia.
Charles Darwin yang teorinya sekarang ini dianggap kurang sempurnapun masih
lebih memadai untuk dijadikan referensi dibandingkan Adam & Hawa yang diusir
Allah dari surga akibat berzinah!
Ogah
-------------
Stockholm, 28 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS GUS DUR MIMPI SATUKAN BANGSA PAKAI TOPENG PERDAMAIAN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
KENYATAAN YANG ADA SEKULARIS GUS DUR INJAK PERDAMAIAN
Apa yang diucapkan sekularis Gus Dur lewat pidatonya yang dibacakan oleh
Juru Bicara Kepresidenan Wimar Witoelar lewat TVRI, Jumat, 27 April 2001:
"Rakyat bangsa ini tengah merindukan kedamaian. Rakyat bangsa ini
mendambakan kesejukan. Semoga pertemuan kita malam ini mencairkan ketegangan
yang telah terjadi di antara kita." (Pidato Gus Dur, dari Auditorium Stasiun
TVRI Jakarta, Jumat 27 April 2001), ternyata hanya merupakan topeng penutup
kelemahan dan ketidak berhasilan sekularis Gus Dur dalam membangun persatuan
dan kesatuan seluruh rakyat negara pancasila.
Terbukti Nota Kesefahaman (memorandum of understanding) dan Damai Melalui
Dialog mengenai Aceh masih jauh tinggi dilangit dalam penerapan dan
pelaksanaannya yang benar, jujur dan adil.
Juga pergolakan dan permasalahan masyarakat Papua yang terus makin memanas
dan meruncing sampai detik ini. Tidak ketinggalan pergolakan dan
permasalahan masyarakat Maluku terutama di Ambon yang terus tidak
henti-hentinya. Ditambah dengan pertentangan dan tragedi pertumpahan darah
di Sampit, Kalimantan Tengah yang masih mencekam.
Penyelesaian damai yang ditempuh sekularis Gus Dur dengan Kabinetnya adalah
jauh dari apa yang dipidatokannya diatas. Sekularis Gus Dur hanya mimpi.
SEKULARIS GUS DUR TERSIRAM NOSTALGIA DIKTATOR SOEKARNO
Rupanya sekularis Gus Dur menemukan jalan keluar untuk menyatukan seluruh
rakyat negara pancasila yang sudah bosan kepadanya dengan mengutak-ngatik
sejarah lama yang bisa dijadikan nostaliga untuk menipu rakyat negara
pancasila melalui isi pidatonya: "Di bawah pemerintahan Presiden Soekarno,
bangsa kita berkembang pesat. Hal itu dapat dibuktikan dengan begitu
cepatnya bangsa Indonesia berada dalam posisi setara dengan bangsa-bangsa
lain di mata dunia. Bung Karno selalu menunjukkan kepada dunia bahwa kita
adalah bangsa yang besar."(Pidato Gus Dur, dari Auditorium Stasiun TVRI
Jakarta, Jumat 27 April 2001)
Adalah suatu kebodohan apabila sekularis Gus Dur bercermin dan mengambil
contoh diktator Soekarno sebagai idola untuk memberikan semangat persatuan
dan kesatuan rakyat negara pancasila. Tindakan dan perlakukan kebijaksanaan
politik diktator Soekarno yang bercoreng arang hitam sudah menjadi buah
bibir seluruh rakyat negara pancasila. Sekularis Gus Dur justru
menampilkannya sebagai gambaran kain putih yang bersih yang patut dijadikan
contoh teladan. Inilah gambaran sekularis Gus Dur yang benar-benar sedang
dalam keadaan mimpi disiang hari bolong.
SEKULARIS GUS DUR KUTUK DIKTATOR MILITER SOEHARTO MEMANG TEPAT, TETAPI LUPA
DIRINYA JUGA BERBUAT SAMA SEPERTI SOEHARTO
Tentu saja, sekularis Gus Dur harus punya kambing hitam yang bisa dijadikan
santapan empuknya bagi penyelamatan kekuasaan presidennya. Disini sekularis
Gus Dur mendapat satu mangsa, yaitu bekas diktator militer Soeharto yang
jadi santapan dan sasaran mepuknya. Tetapi sekularis Gus Dur lupa bahwa
kebijaksanaan politik, ekonomi dan keamanannya sekarang adalah tidak lebih
baik dari apa yang telah dibuat oleh rezim diktator militer Soeharto.
Muntahan-muntahan idenya terbaca dalam isi pidatonya :
"Sayang sekali, seiring dengan kejayaan pemerintahannya, utang luar negeri
kita membengkak sedemikian besarnya. Korupsi, kolusi dan nepotisme terjadi
di mana-mana. Dan yang lebih menyedihkan, adalah adanya bukti-bukti sejarah
yang diputarbalikkan. Perjalanan bangsa ini pun mulai terkotak-kotak dengan
yang namanya orde. Pak Harto menamakan pemerintahan Presiden Soekarno
sebagai Orde Lama dan menamakan pemerintahannya sebagai Orde Baru. Pada
zaman pemerintahan Soeharto, sama sekali tidak terlihat adanya tanda-tanda
kehidupan demokratis. Kejayaan pemerintahan Soeharto merupakan kejayaan
semu. Kejayaan itu bagaikan fatamorgana. Hanya indah dipandang dari
kejauhan.Pak Harto yang berkuasa selama 32 tahun, ternyata hanya menghantar
bangsa ini ke jurang kehancuran. Sehingga, mau tidak mau kita harus menerima
akibatnya. Menghadapi berbagai krisis dan berbagai permasalahan." (Pidato
Gus Dur, dari Auditorium Stasiun TVRI Jakarta, Jumat 27 April 2001)
SEKULARIS GUS DUR AKUI NASIONALIS AMIEN RAIS YANG MENGHANTARKAN DIRINYA KE
KURSI PRESIDEN
Tanpa bisa disangkal, walaupun sebagian besar para pengikut buta sekularis
Gus Dur menganggap bahwa Gus Dur dengan tingkat wali dan kehebatannya itu
yang membuat dirinya jadi presiden negara pancasila. Padahal kenyataannya
adalah karena kecerdasan otak politikus nasionalis Amien Rais yang
dipraktekannya yang menghantarkan sekularis Gus terpilih dan jadi presiden
negara pancasila sekarang ini.
Dan hal tersebut memang dibenarkan oleh sekularis Gus Dur dalam isi
pidatonya:
"Dari hasil penghitungan suara terbanyak waktu itu, Pemilu dimenangkan oleh
PDIP pimpinan Ibu Megawati Soekarnoputri. Tentunya beliau yang pantas
menjadi presiden sekarang ini. Karena apa, karena beliau lah pemimpin partai
yang memenangkan Pemilu dengan memperoleh suara jauh lebih besar
dibandingkan dengan partai-partai lainnya. Namun, mengingat ketegangan
politik sangat memuncak pada saat itu, bangsa kita seakan berada di ambang
perpecahan. Kemudian Poros Tengah yang diprakarsai oleh Bapak Amien Rais
mencoba mencari jalan keluar dari kemelut yang telah menghimpit bangsa.
Dipilihlah saya untuk menjadi presiden, dengan alasan pada waktu itu, saya
yang bisa diterima oleh segenap lapisan. Sehingga semua berharap saya mampu
menjadi perekat bangsa. Dengan kata lain, saya menjadi presiden ini bukan
karena saya orang hebat, tapi karena keadaan. Mungkin yang menjadi
pertimbangan lain adalah, saya punya ummat, punya pengikut dan punya rakyat
yang bukan hanya sekadar simpatisan partai. Antara saya dengan ummat, antara
ummat dengan saya, terjalin hubungan batin yang sangat mahabbah. Arti kata
mahabbah di sini adalah cinta. Mereka tersebar di seluruh Indonesia dan
merupakan bagian besar dari penduduk bangsa ini. Sehingga kalau saya dipilih
untuk menjadi perekat bangsa, mungkin itu dapat dimengerti."(Pidato Gus Dur,
dari Auditorium Stasiun TVRI Jakarta, Jumat 27 April 2001)
SEKULARIS GUS DUR PUJI SEKULARIS MEGA UNTUK DAPAT SIMPATI DAN DUKUNGAN
Sebenarnya sekularis Gus Dur tidak perlu berbasa-basi terhadap sekularis
Mega. Karena memang permainan politik dalam MPR yang diatur dan digariskan
oleh konstitusi sekular UUD 1945, memang siapa yang terpilih dengan suara
terbanyak itulah yang akan diangkat dan dijadikan presiden.
Jadi, sekularis Gus Dur tidak perlu melemparkan rasa sanjungnya kepada
sekularis Mega untuk dijadikan sebagai alasan, seolah-olah kalau sekularis
Mega itu seperti dia dan para pengikut sekularis Gus Dur yang taklid buta
seperti yang ditunjukkan sekarang ini bisa menimbulkan tumpah darah dan dia
tidak bisa jadi presiden.
Isi pidato yang bagian ini saya anggap sebagai ocehan sekularis Gus Dur
untuk mendapat dukungan sekularis Mega yang sekarang kelihatannya sudah siap
untuk ambil alih kekuasaan. Sekularis Gus Dur mendengungkan dalam pidatonya:
"Namun yang paling saya hormati pada waktu itu, adalah sikap Ibu Megawati
Soekarnoputri yang dengan legowo memberikan kesempatan kepada saya untuk
memimpin bangsa ini. Lebih dari itu, beliau juga mampu meredam emosi
pendukungnya, yang tentu saja sangat kecewa. Karena, orang yang dibanggakan,
yang notabene sebagai pemimpin partai pemenang Pemilu, rela untuk tidak
menjadi presiden. Andaikata pada waktu itu, Ibu Megawati bersikap sebagai
pemimpin partai, tentu apapun alasannya, tidak akan mau menerima kenyataan
itu. Tetapi, karena beliau bersikap sebagai negarawan sejati, di mana di
dalam tubuh beliau mengalir darah Bung Karno, tidak ada yang lebih berharga
bagi Ibu Megawati, kecuali utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia,
lestarinya Pancasila dan bersatunya anak bangsa."(Pidato Gus Dur, dari
Auditorium Stasiun TVRI Jakarta, Jumat 27 April 2001)
KALAU SEKULARIS GUS DUR MAU JUJUR, BENAR DAN ADIL HARUS AKUI BAHWA DIRI DAN
KABINETNYA TIDAK MAMPU MEMBANGUN NEGARA PANCASILA
Sebenarnya bukan suatu alasan yang dilontarkan sekularis Gus Dur dalam
pidatonya itu, melainkan dikarenakan kelemahan dan ketidakmampuan sekularis
Gus Dur dan Kabinetnya untuk mengelola, membangun kembali puing-puing yang
sudah berserakan ini.
Tetapi, kalau memang sekularis Gus Dur dan Kabinetnya tidak mampu, maka
harus diserahkan kepada yang lain yang lebih mampu, jangan mau didominir dan
terus keras kepala untuk hanya duduk diatas kursi presiden saja.
Jadi apa yang diucapkan dalam pidatonya itu hanyalah suatu alasan yang sudah
basi saja. "...setelah saya menjadi presiden, ternyata yang ada di depan
saya, hanyalah puing-puing tajam reruntuhan pemerintah masa lalu, utang luar
negeri yang sedemikian besar, perekonomian yang porak-poranda, kesenjangan
sosial dan berbagai gejolak serta tuntutan-tuntutan muncul di mana-mana.
Kondisi bangsa ini sungguh sangat memprihatinkan. Sekalipun dalam satu
tahun, bangsa ini seratus kali ganti presiden, tidak akan ada yang mampu
memulihkan perekonomian kita, yang memang sudah sangat terpuruk ini dalam
waktu yang singkat. Sebenarnya, saya sedang melakukan langkah-langkah awal
dalam menangani berbagai masalah yang sangat sulit dan kompleks ini.
Hendaknya jangan terlalu cepat menilai saya tidak mampu menjalankan roda
pemerintahan, kemudian berusaha menggulingkan saya dengan mencari
kesalahan."(Pidato Gus Dur, dari Auditorium Stasiun TVRI Jakarta, Jumat 27
April 2001)
SEBENARNYA VISI DAN MISI SEKULARIS GUS DUR DAN KABINETNYA TIDAK JELAS
SEHINGGA YANG TIMBUL PERPECAHAN
Buktinya memang tampak terlihat dengan mata bahwa sebenarnya sekularis Gus
Dur itu memang tidak ada visi dan misi yang jelas yang bisa membawa seluruh
rakyat negara pancasila ikut melibatkan diri dan kembali membangun bahtera
negara pancasila kearah yang lebih baik.
Jadi alasan-alasan yang diucapkan dalam pidatonya itu hanyalah
mengulang-ulang dari apa yang telah diucapkan dalam pidato sebelumnya.
Seperti kalau salah mohon dimaafkan. Tetapi kenyataannya terus saja degil
dan tetap menjalankan apa yang menyebabkan seluruh rakyat negara pancasila
makin terpecah.
Karena itu isi pidatonya ini tidak memberikan harapan baru seperti yang
diucapkannya:
"Kalau kesalahan yang dicari, saya ini memang manusia biasa, tempatnya
salah, tempatnya keliru. Kalau saya dianggap salah atau keliru, ya saya
minta dimaklumi dan dimaafkan. Saya berharap kebekuan komunikasi politik
seperti sekarang ini segera mencair, agar kita kembali bersahabat, tidak
saling menjauhkan. Ketegangan politik yang terjadi pada akhir-akhir ini
harus segera diselesaikan dengan mengedepankan kepentingan bangsa.
Silaturahmi antara penyelenggara negara, baik presiden, wakil presiden,ketua
MPR, ketua DPR dan pemimpin partai harus lebih banyak dilakukan. Kekuatan
bangsa ini sangat terletak pada utuhnya persatuan. Kesulitan apapun yang
dihadapi oleh bangsa ini akan dapat teratasi jika kita tetap bersatu dan
terus bersatu. Satu hal yang dapat kita lakukan adalah dengan berusaha
keras, menggali dan memanfaatkan segala potensi yang ada dengan tetap
mengacu pada utuhnya Negara Kesatuan."(Pidato Gus Dur, dari Auditorium
Stasiun TVRI Jakarta, Jumat 27 April 2001)
SEBENARNYA WALAUPUN DIBUANG ISTILAH ORDE TETAPI KENYATAANNYA MASIH TETAP
BERKELOMPOK-KELOMPOK
Alasan yang dilontarkan sekularis Gus Dur dengan masalah orde dianggapnya
diluar cita-cita proklamasi kemerdekaan hanyalah suatu alasan yang
dicari-cari saja. Karena tanpa istilah orde-pun tetap timbul
pengelompokan-pengelompokan yang membawa rakyat negara pancasila makin
terpisah dan bercerai berai.
Buktinya mereka yang diluar NU dihantamnya. Mereka yang diluar Muhammadiyah
diabaikan. Mereka yang diluar Persatuan Islam dikesampingkan. Mereka yang
diluar Partai di minggirkan. Mereka yang diluar kelompoknya diasingkan.
Jadi sebenarnya isi pidato sekularis Gus Dur itu hanyalah embel-embel saja
yang tidak ada pengaruh apa-apa, apalagi kalau sampai menyebut-nyebut
diktator Soekarno yang sudah lapuk itu.
"..demi kelangsungan bangsa dan kelanjutan negeri ini, saya ingin
menyampaikan satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh setiap
bangsa, yaitu masalah orde. Kita harus kembali pada cita-cita proklamasi
kemerdekaan, membangun bangsa, menyongsong masa depan Indonesia. Istilah
Orde Lama, Orde Baru, Orde Reformasi dan berbagai orde lainnya yang akan
muncul di kemudian hari, ada baiknya dihapus dan ditiadakan mulai dari
sekarang. Karena apa, karena orde itu hanya akan mengkotak-kotakkan
perjalanan bangsa. Bung Karno yang populer dengan sebutan proklamator
bangsa, pembuka pintu gerbang kemerdekaan Indonesia, tidak mengenal dan
tidak bersahabat dengan orde, dari zaman, dari generasi ke generasi, dari
waktu ke waktu, baik yang sudah, sedang dan akan kita lalui, Bung Karno
menyebutkannya sebagai perjalanan bangsa."(Pidato Gus Dur, dari Auditorium
Stasiun TVRI Jakarta, Jumat 27 April 2001)
KITA LIHAT SAJA APAKAH SEKULARIS GUS DUR MAMPU MENYETOP PARA
PENDUKUNG-BUTANYA YANG SUDAH SALAH KAPRAH ITU
Sekularis Gus Dur dengungkan untuk hentikan kekerasan. Padahal kenyataannya
dia sendiri yang memberikan angin untuk timbulnya kekerasan itu. Jadi
sebenarnya apapun yang dilontarkan sekularis Gus Dur untuk hentikan pakai
kekerasan tidak akan memberikan pengaruh positif, karena memang sekularis
Gus Dur sendiri yang sedang menjalankan kekerasa senjata. Contohnya di Aceh.
Jadi isi pidatonyapun hanyalah sebagai angin lalu saja. "Untuk itu, hentikan
kebiasaan hujat-menghujat, hentikan segala bentuk tindak kekerasan,
kehidupan demokrasi yang melindungi hak setiap individu warga negara dalam
kebebasan beragama, berorganisasi, berpartai dan berpolitik. Ibu Megawati
Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP dengan tegas telah menginstruksikan
kepada partainya agar menghentikan segala bentuk tindak kekerasan. Pada saat
ini juga, saya menginstruksikan kepada seluruh warga bangsa Indonesia, tanpa
kecuali, agar menghentikan segala bentuk tindak kekerasan. Tidak saling
menghujat, tidak pula saling menjatuhkan."(Pidato Gus Dur, dari Auditorium
Stasiun TVRI Jakarta, Jumat 27 April 2001)
Stockholm, 29 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
LOGIKA BAMBANG EKALAYA YANG PICIK HASILKAN KESIMPULAN YANG SALAH
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA
BAMBANG EKALAYA YANG TIDAK PERCAYA AGAMA APAPUN COBA MAINKAN LOGIKA YANG
PICIK SEHINGGA MENGHASILKAN KESIMPULAN YANG SALAH
Rupanya Bambang Ekalaya Suherman alias Ogah makin terus menerobos ke
berbagai milis diskusi untuk menunjukkan bagaimana untuk membuktikan bahwa
kaum muslimin tetap memegang keyakinannya yang diterapkan kedalam pola
berpikirnya untuk dilaksanakan dan dijalankan dalam kehidupan ini.
Keteguhan dan ketegasan cara berpikir kaum muslimin yang didasarkan kepada
keyakinannya itulah yang ingin didobrak oleh Bambang Ekalaya alias Ogah ini
dengan berusaha menggunakan logikanya yang picik yang berhasil menyimpulkan
bahwa Al Quran itu adalah palsu.
Nah sekarang, sebagai pembuka diskusi berdasarkan logika ini saya ingin
memberikan contoh bagaimana logika yang dipakai Bambang Ekalaya yang
berusaha membuktikan keberadaan Ahmad Sudirman di Swedia tetapi dengan hasil
kesimpulannya yang salah.
Dimana dasar logika Bambang Ekalaya yang picik itu sehingga menghasilkan
kesimpulan yang salah yaitu sebagaimana yang ditulis dalam emailnya:
"Logika dengan mudah bisa mengukur jarak bumi ke bulan tanpa perlu kita
mengukurnya secara fisik, cukup secara logical thinking. Membuktikan
kebohongan anda tak perlu menelepon kedutaan Swedia, karena cukup membuka
data Internet Immigration di Swedia, ternyata nama anda tak terdaftar
disana, artinya, mungkin saja anda berada disana, tapi dengan status
IMMIGRAN GELAP tentunya yang setiap detik bisa diusir, apalagi kalau anda
ketahuan seorang Muslim yang selalu beragitasi mengIslamkan negara sekuler,
pasti anda dianggap TERRORIST yang sangat ditakuti oleh orang2 Eropah sejak
lama!" ( og...@1stnetusa.com , Thu, 26 Apr 2001 12:21:40 -0700)
Jadi logika yang dipakai Bambang Ekalaya ini adalah karena nama Ahmad
Sudirman tidak ada dalam daftar imigrasi Swedia, maka Ahmad Sudirman mungkin
berada di Swedia, tetapi dengan status imigran gelap.
Sedangkan yang sebenarnya adalah nama Ahmad Sudirman tidak ada dalam daftar
imigrasi Swedia karena dari sejak tanggal 11 Juni 1986 Ahmad Sudirman telah
diterima sebagai warganegara Swedia. Jadi karena Ahmad Sudirman sejak 15
tahun yang lalu telah menjadi warganegara Swedia, maka nama Ahmad Sudirman
tidak ada dalam daftar imigrasi Swedia. Atau dengan kata lain, karena Ahmad
Sudirman bukan orang asing yang harus setiap tahun lapor ke bagian imigrasi
Swedia, maka nama Ahmad Sudirman tidak ada dalam daftar imigrasi Swedia.
JUGA LOGIKA BAMBANG EKALAYA YANG PICIK TENTANG AGAMA IBRAHIM SEHINGGA
MENGHASILKAN KESIMPULAN YANG SALAH
Pernyataan-pernyataan dibawah inilah yang merupakan dasar logika picik
Bambang Ekalaya sehingga menghasilkan kesimpulan yang salah.
"Bahwa berdasarkan AlQuran, Nabi Ibrahim beragama Islam, padahal Nabi
Ibrahim hidupnya ribuan tahun sebelum Nabi Muhammad sendiri dilahirkan.
Untuk memperkuat proposisi ini, AlQuran menjelaskan bahw yang disebut Islam
adalah "penyerahan diri kepada Allah". Akibatnya terjadilah kontradiksi
secara menyeluruh terhadap isi AlQuran tersebut karena seorang dianggap umat
Islam bila memenuhi persyaratan untuk melaksanakan rukun islam dan
mengucapkan syahadat. Tidak mungkin Ibrahim mengucapkan kalimat syahadat
yang berisi nama Muhammad yang belum lahir semasa dia hidup. Sedangkan
alasan "penyerahan diri kepada Allah" bukanlah hanya agama Islam, banyak
sekali agama yang juga diakui oleh Islam sebagai "penyerahan diri kepada
Allah" yang bisa dianggap juga Islam seperti agama Kristen, Yahudi, dan
lain2nya. Tapi AlQuran sendiri memusuhi agama2 tersebut meski mengakuinya
sebagai agama "Penyerahan diri kepada Allah" Isi AlQuran inilah yang
membuktikan kepalsuan kitab itu sendiri, karena kontradiksi ini membuktikan
bahwa lembaran2 AlQuran tersebut harus diperiksa lagi apakah betul2 ditulis
oleh satu team??? dari tulisan tersebut kita bisa simpulkan bahwa Islam
yang dimaksud oleh Al Quran adalah agama yang dianut oleh Nabi Ibrahim di
zaman dahulu, otomatis isi Al Quran tersebut bukanlah ajaran Nabi Muhammad."
ogah ( og...@1stnetusa.com ,Sun, 29 Apr 2001 06:18:13 -0700)
Bebarapa hal yang membuktikan logika Bambang Ekalaya diatas itu adalah picik
sehingga menghasilkan kesimpulan yang salah adalah:
Bambang Ekalaya tidak tahu (karena memang tidak percaya kepada agama apapun)
bahwa:
1. semua agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul
seperti kepada Nabi Ibrahim Alaihi salam, Nabi Ishaq AS, Nabi Ismail AS,
Nabi Ya'kub AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW adalah agama
yang berdasarkan "Penyerahan diri dengan tunduk patuh kepada Tuhan Pencipta
langit dan bumi dan tidak mempersekutukan dengan yang lainnya."
2. Agama yang mengajarkan pemeluknya untuk menyerahkan diri dengan tunduk
patuh kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi dan tidak mempersekutukan dengan
yang lainnya disebut agama Islam.
3. Setiap agama yang dibawa dan diajarkan para Nabi itu mempunyai
kewajiban-kewajiban masing-masing yang telah ditetapkan Allah SWT yang harus
dilaksanakan oleh para pemeluknya. Misalnya untuk pemeluk Islam berlaku
kewajiban seperti yang tercantum dalam Rukun Islam.
Nah sekarang, logika yang bisa diambil dari dasar-dasar pemikiran diatas
yaitu:
karena agama-agama yang diturunkan dari Allah SWT kepada para Nabi adalah
agama yang mengajarkan pemeluknya untuk menyerahkan diri dengan tunduk patuh
kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi dan tidak mempersekutukan dengan yang
lainnya dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban masing-masing yang telah
ditetapkan Allah SWT yang harus dilaksanakan oleh para pemeluknya, maka
agama yang diajarkan para Nabi itu dinamakan agama Islam.
Jadi kalau dibandingkan dengan logika yang dipakai Bambang Ekalaya alias
Ogah yang tidak percaya agama apapun, maka jelas terlihat jauh berbeda. Hal
itu disebabkan karena logika Ogah adalah logika yang picik yang masih perlu
dibetulkan dan diluruskan.
KEMUDIAN LOGIKA BAMBANG EKALAYA YANG PICIK LAINNYA TENTANG POLIGAMI
Pernyataan-pernyataan Bambang Ekalaya alias Ogah yang menjadi dasar
logikanya sehingga melahirkan kesimpulan yang cukup fatal seperti dibawah
ini.
"Bukti2 lain yang menyokong bahwa AlQuran tersebut bukan ajaran Nabi
Muhammad adalah bahwa, Nabi Muhammad itu adalah penganut Monogamy, ini
dibuktikan bahwa beliau tidak pernah mempunyai istri lagi setelah menikah
dengan siti Khadijah. Sedangkan ajaran AlQuran yang dianut oleh Nabi Ibrahim
justru sebaliknya adalah ajaran Polygami, artinya boleh menikahi lebih dari
satu wanita untuk dijadikan istrinya, dan ini memang dilakukan oleh Nabi
Ibrahim. Monogamy adalah perkawinan hanya dengan seorang istri, tapi bila
istrinya meninggal dan suaminya menikah lagi, tetap namanya monogamy, dan
itulah yang dianut oleh Nabi Muhammad. Berbeda dengan Polygamy yang
mempunyai beberapa istri dalam waktu hidup bersama-sama." (
og...@1stnetusa.com ,Sun, 29 Apr 2001 06:18:13 -0700)
Nah kekurangan data informasi dari pernyataan-pernyataan Bambang Ekalaya
diatas adalah:
Setelah Siti Khadijah meninggal dunia Rasulullah saw menikah dengan Saudah
binti Zama'ah. Kemudian menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar. Menikah
dengan Zainab binti Khuzaimah bin Abdullah yang meninggal tahun ke-4 H.
Menikah dengan Hafsah binti Umar bin Khattab. Menikah dengan Ummu Salamah
binti Suhail. Menikah dengan Zainab binti Jahsyi. Menikah dengan Raianah.
Menikah dengan Juwairiyah. Menikah dengan Shafiyah. Menikah dengan Ummu
Habibah. Menikah dengan Mariyah Al-Qibtiyah. Menikah dengan Maimunah. (Akmal
Haji Mhd.Zain, Mohd. Sfwan Amrullah, Istri-istri rasulullah, cetakan
pertama, Pustaka Al-Mizan, Kuala Lumpur, 1989) .
Dengan menikahnya lagi Rasulullah sepeninggal Siti Khadijah dengan
istri-istri Rasulullah tersebut diatas, menunjukkan bahwa poligami
dibenarkan oleh Islam.
MASIH LOGIKA BAMBANG EKALAYA YANG PICIK MENGHASILKAN KESIMPULAN YANG SALAH
Lagi-lagi pernyataan yang dijadikan dasar logika oleh Bambang Ekalaya
dibawah ini yang menghasilkan kesimpulan yang salah:
"Yang paling menyolok adalah bahwa keluarga Nabi Muhammad adalah penganut
matrialchart system dimana wanita melamar dan memberi mas kawin kepada pria,
berbeda dengan ajaran AlQuran yang sekarang yang menganut sistem
patrialchart. Semua keterangan pak Ogah ini membuktikan bahwa AlQuran
tersebut bukanlah ajaran yang diturunkan Nabi Muhammad, tapi membuktikan
bahwa AlQuran ini adalah ajaran agama yang sudah dianut oleh Nabi Ibrahim."
Ogah ( og...@1stnetusa.com ,Sun, 29 Apr 2001 06:18:13 -0700)
Ada beberapa data informasi yang kurang yang tidak dimasukkan oleh Bambang
Ekalaya dalam pengambilan logikanya diatas itu, yaitu
Ketika Muhammad saw berusia 25 tahun (sebelum diangkat menjadi Nabi dan
Rasul) melangsungkan pernikahan dengan Khadijah janda yang terhormat,
berumur 40 tahun dan telah menikah dua kali. Dimana Khadijah tidak langsung
sendiri melamar Muhammad saw, melainkan melalui sahabatnya Nafisah yang
langsung menanya kepada Muhammad saw. ( Ibnu Sa'd, Ath-Thabaqat al Kubra,
Beirut, 1960, Majid Ali Khan, Muhammad The Messenger, hal 52, 1980, Akmal
Haji Mhd.Zain, Mohd. Sfwan Amrullah, Istri-istri rasulullah, cetakan
pertama, Pustaka Al-Mizan, Kuala Lumpur, 1989).
Tetapi setelah Siti Khadijah meninggal dunia Rasulullah saw sendiri yang
melamar dan meminta calon-calon istrinya untuk menjadi istrinya. (Akmal Haji
Mhd.Zain, Mohd. Sfwan Amrullah, Istri-istri rasulullah, cetakan pertama,
Pustaka Al-Mizan, Kuala Lumpur, 1989)
Dari data informasi yang ada diatas itu menggambarkan bahwa sebenarnya apa
yang telah dicontohkan Rasulullah saw setelah diangkat sebagai Nabi dan
Rasul bahwa pihak laki-laki yang melamar pihak perempuan.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
-----------------
Date: Sun, 29 Apr 2001 06:18:13 -0700
From: og...@1stnetusa.com
To: ah...@dataphone.se
Cc: Sabili <sab...@egroups.com>, cus...@rad.net.id,
darul_i...@egroups.com, daulah...@planetaccess.com,
daulah...@egroups.com, fundam...@egroups.com,
masyum...@muslim.com, media...@iname.com,
mili...@connecticut.permias.org, muslim-...@egroups.com,
okt...@stud.uni-hannover.de, oposis...@yahoogroups.com,
partai-...@egroups.com, Kebangkita...@egroups.com,
milis-...@egroups.com, mimba...@egroups.com, mimba...@makelist.com,
bob_ba...@hotmail.com, PP...@egroups.com, keya...@egroups.com,
bdi...@egroups.com, Indon...@yahoogroups.com,
politikm...@yahoogroups.com, Mimbar...@egroups.com,
indonesiam...@usa.net, Syabab-Hiz...@yahoogroups.com,
Me...@yahoogroups.com, persatu...@yahoogroups.com
Subject: [OPOSISI] AlQuran adalah ajaran Ibrahim
Pembaca sekalian!
Saya tidak akan berdebat apapun dengan bapak Sudirman karena memang
kemampuannya dalam analyza sama sekali tidak ada, ini bisa dilihat bahwa
semua tulisannya bukanlah ekspresi daya analitisnya melainkan hanyalah COPY
dari tulisan2 lain di koran maupun dari Al Quran. Tentu saja setiap pembaca
yang pernah mengenyam pendidikan diperguruan tinggi pernah mendapatkan arti
atau definisi yang kita sebut "fact" dan "opinion". Hal apapun yang
merupakan fakta tak perlu kita sertakan referensi apapun dalam suatu
penulisan, tetapi opini penulis harus disupport dengan analisa yang logis
rasional, atau bisa juga dengan menggunakan referensi2. Khusus mengenai
referensi tentunya buku2 yang ditulis ahli2 yang diterima semua ahli2
lainnya. Suatu penulisan ilmiah selalu mempermasalahkan suatu topik yang
dipilih oleh si penulis, contoh nya bila seorang penulis mempermasalahkan
ALQURAN yang dianggapnya salah, tentu referensinya tak bisa digunakan Al
Quran, sedangkan Al Quran ditulis oleh siapa yang tak pernah bisa kita
buktikan meskipun dalam Al Quran ditulis bahwa Al Quran itu disusun atas
dasar kumpulan tulisan pengikut2 Nabi Muhammad yang ada di kulit2 kambing di
zaman dahulu. Tapi kulit2 kambing tersebut sudah musnah dibakar oleh sang
penulis, artinya kita kehilangan referensi, bahkan bukti2 kebenaran
penulisan tersebut dihilangkan secara sengaja. Akibatnya bila kita ingin
mempermasalahkan Al Quran tersebut, kita tak punya lagi referensi yang telah
dimusnahkan tersebut, tapi dalam dunia ilmu pengetahuan kita bisa memilih
banyak alternative untuk membuktikannya, antara lain dengan analisa logic
qualitative mengenai isi Al Quran tersebut, juga dengan Carbon radioactivity
terhadap lembaran2 Al Quran pertama yang disimpan oleh Aisyah. Dan
kesemuanya itu telah dilakukan oleh pak Ogah.
Tentu saja referensi itu haruslah se-netral2nya, kalau saja ada kepercayaan
kepada
tulisan tersebut tentu kenetralan tersebut sudah tercemar dan tulisan nya
pun menjadi tidak lagi valid bisa dipercaya. Semua cara untuk meneliti
kebenaran Al Quran se-netral2nya sudah dilakukan sesuai prosedure yang
berlaku hingga pembaca semua bisa membedakan dan mem validasi tulisan2 pak
Ogah dengan Al Quran nya sendiri
maupun umat2 yang percaya kepada buku itu.
Semua tulisan2 saya bukanlah ditujukan untuk pak Sudirman, sehingga bila
kebetulan
pak Sudirman pernah membaca tulisan saya, tentunya bukanlah urusan saya,
saya menuliskan untuk semua pembaca bukan untuk satu pembaca saja. Response
pak Sudirman terhadap tulisan saya tidak pernah cocok terhadap topik tulisan
saya, contohnya, saya membuktikan kepalsuan Al Quran melalui proposisi2 yang
ada dalam Al Quran sendiri sebaliknya pak Dirman itu bukan menyanggah topik
permasalahannya tapi menyalin apa yang ada di AlQuran sehingga tidak jelas
apa kesimpulan yang bisa ditarik dari tulisan pak Dirman tersebut, karena
salinan AlQuran yang ditulis pak Dirman justru merupakan permasalahan yang
saya bahas, sbb:
Bahwa berdasarkan AlQuran, Nabi Ibrahim beragama Islam, padahal Nabi Ibrahim
hidupnya ribuan tahun sebelum Nabi Muhammad sendiri dilahirkan. Untuk
memperkuat proposisi ini, AlQuran menjelaskan bahw yang disebut Islam adalah
"penyerahan diri kepada Allah". Akibatnya terjadilah kontradiksi secara
menyeluruh terhadap isi AlQuran tersebut karena seorang dianggap umat Islam
bila memenuhi persyaratan untuk melaksanakan rukun islam dan mengucapkan
syahadat. Tidak mungkin Ibrahim mengucapkan kalimat syahadat yang berisi
nama Muhammad yang belum lahir semasa dia hidup. Sedangkan alasan
"penyerahan diri kepada Allah" bukanlah hanya agama Islam, banyak sekali
agama yang juga diakui oleh Islam sebagai "penyerahan diri kepada Allah"
yang bisa dianggap juga Islam seperti agama Kristen, Yahudi, dan lain2nya.
Tapi AlQuran sendiri memusuhi agama2 tersebut meski mengakuinya sebagai
agama "Penyerahan diri kepada Allah"
Isi AlQuran inilah yang membuktikan kepalsuan kitab itu sendiri, karena
kontradiksi
ini membuktikan bahwa lembaran2 AlQuran tersebut harus diperiksa lagi apakah
betul2 ditulis oleh satu team??? dari tulisan tersebut kita bisa simpulkan
bahwa Islam
yang dimaksud oleh Al Quran adalah agama yang dianut oleh Nabi Ibrahim di
zaman
dahulu, otomatis isi Al Quran tersebut bukanlah ajaran Nabi Muhammad.
Bukti2 lain yang menyokong bahwa AlQuran tersebut bukan ajaran Nabi Muhammad
adalah bahwa, Nabi Muhammad itu adalah penganut Mono gamy, ini dibuktikan
bahwa beliau tidak pernah mempunyai istri lagi setelah menikah dengan siti
Khadijah. Sedangkan ajaran AlQuran yang dianut oleh Nabi Ibrahim justru
sebaliknya adalah ajaran Polygami, artinya boleh menikahi lebih dari satu
wanita untuk dijadikan istrinya, dan ini memang dilakukan oleh Nabi Ibrahim.
Monogamy adalah perkawinan hanya dengan seorang istri, tapi bila istrinya
meninggal dan suaminya menikah lagi, tetap namanya monogamy, dan itulah yang
dianut oleh Nabi Muhammad. Berbeda dengan Polygamy yang mempunyai beberapa
istri dalam waktu hidup bersama-sama. Yang paling menyolok adalah bahwa
keluarga Nabi Muhammad adalah penganut matrialchart system dimana wanita
melamar dan memberi mas kawin kepada pria, berbeda dengan ajaran AlQuran
yang sekarang yang menganut sistem patrialchart.
Semua keterangan pak Ogah ini membuktikan bahwa AlQuran tersebut bukanlah
ajaran yang diturunkan Nabi Muhammad, tapi membuktikan bahwa AlQuran ini
adalah ajaran agama yang sudah dianut oleh Nabi Ibrahim.
Semua susunan proposisi ini adalah susunan logis yang dijabarkan oleh pak
Ogah untuk semua pembaca dan referensinya bisa anda baca pada semua buku
yang berisi sejarah kehidupan keluarga Nabi Muhammad baik dari pihak Sunny
maupun dari Syiah. Sedangkan AlQuran sendiripun menyatakannya demikian,
tapi kalau umatnya menganggap ini sebagai ajaran Nabi Muhammad, tentunya pak
Ogah menganggap ajaran Nabi Muhammad yang palsu!
Oleh karena itu siapapun yang ingin menyanggah pernyataan yang disusun pak
Ogah atas dasar riwayat Nabi Muhammad tersebut diatas, dengan senang hati
pak Ogah
persilahkan, tapi tak perlu menyalin cerita dari Al Quran secara panjang
lebar yang
tidak menyanggah pernyataan pak Ogah ini. Contohnya, pak Dirman ini, dengan
segala kegoblokannya, dia menyalin semua pernyataan AlQuran yang justru
menyokong tulisan2 pak Ogah diatas, tapi dalam statementnya dia bilang
tulisan pak Ogah itu tidak ada dasarnya sama sekali, padahal dia sendiri
yang mulai menulis pertama kali bahwa Nabi Ibrahim itu beragama Islam, dan
dia buktikan bahwa tulisan itu memang berasal dari Al Quran, tapi dia
menyanggah se-olah2 tulisan Ogah yang mempersoalkan AlQuran itu salah karena
menganggap bahwa Nabi Ibrahim bukan Islam, padahal justru tulisan itulah
yang mendukung pendapat pak Ogah bahwa memang benar bahwa Islam yang
dimaksud dalam Al Quran sudah dianut sejak zaman Nabi Ibrahim, artinya bukan
ajaran dari Nabi Muhammad! Bagi pak Ogah yang penting membuktikan bahwa
memang AlQuran itu bukan ajaran Nabi Muhammad, tapi mungkin ajaran Nabi
Ibrahim!
Ogah
penulis yang hanya bersandar pada fakta dengan dukungan logika rasional
dengan
membebaskan segala bentuk "religious prejudice" yang selalu menutupi
kebenaran hanya untuk mempertahankan jumlah umatnya.
-----------------
Stockholm, 30 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
BAMBANG EKALAYA MAU BUKTIKAN KEYAKINAN UMAT ISLAM
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA
SEBENARNYA BAMBANG EKALAYA MAU COBA BUKTIKAN APAKAH UMAT ISLAM INDONESIA MASIH
TETAP TEGUH PADA KEYAKINANNYA
Bambang Ekalaya Suherman alias Ogah yang tidak percaya agama apapun dengan
mengirimkan tulisan-tulisannya ke berbagai milis sebenarnya ingin membuktikan
kepada saudara Padmanaba seorang sarjana yang berdomisili di Jerman bahwa "Anda
tak mungkin menganggap pandangan Sudirman tidak represent majority Islam, saya
bisa membuktikan bahwa pak Dirman ini merupakan contoh semua umat beragama dalam
memandang agamanya termasuk Islam, Kristen, dll. Sedangkan Kristen dan Katolik
memang tidaklah semenonjol ini tapi tetap behaviournya sama hanya kontrolnya
tidak terbuka seperti abad 17 an. Bahkan politkus/ekonom Indonesia semuanya
punya cara yang sama, yang beda hanyalah label profesinya yang berbeda. Bila
dia itu berprofesi ekonomi dan jadi menteri ataupun presiden kerjanya cuma bikin
uang palsu tapi asli, dan penggantinya kemudian menyalahkan yang sebelumnya tapi
tidak menangkapnya ataupun menuntutnya, malah melindunginya dan melanjutkannya
tapi dengan operator yang berbeda." ( og...@1stnetusa.com , Fri, 27 Apr 2001
12:14:10 -0700)
TERNYATA DARI HASIL TEROBOSAN KE BERBAGAI MILIS DISKUSI ISLAM BAMBANG EKALAYA
MENGHADAPI BENTURAN BENTENG TANGGUH UMAT ISLAM
Ternyata sejak beberapa hari ini, memang benar Bambang Ekalaya alias Ogah telah
mendapat sebagian besar jawaban dari para anggota milis yang dia masuki. Dimana
isi jawaban-jawaban tersebut (yang juga sampai kepada saya) menggambarkan sikap
kuat dan tegas umat Islam terhadap keyakinannya.
Tentu saja memang reaksi yang cukup keras dan kuat dari umat Islam di
milis-milis tersebut terhadap logika piciknya Bambang Ekalaya sudah bisa diduga
dan dibayangkan oleh dirinya. Karena memang itu tujuan Bambang Ekalaya
memuntahkan ide-idenya yang dibungkus melalui logikanya yang picik kepada
milis-milis yang dia masuki untuk membutikan bahwa apa yang dikatakan oleh
saudara Padmanaba dari Jerman yang mengirimkan surat kepada Ogah yang isinya:
"Wah, ramai juga perdebatan dengan pak Sudirman ini. Tetapi orang2 seperti dia
kelihatannya tak represent majority Islam di Indonesia. Kiranya kemajuan science
tak akan terhambat oleh fanatisme beberapa golongan, dan akan menembus kabut
gelap dibenak bangsa kita. Semoga. Salam. Padmanaba "( og...@1stnetusa.com , Fri,
27 Apr 2001 12:14:10 -0700).
SAMPAI KAPANPUN BAMBANG EKALAYA YANG TIDAK PERCAYA AGAMA APAPUN DENGAN LOGIKANYA
YANG PICIK TAK MUNGKIN MAMPU MEROBOHKAN KEYAKINAN UMAT ISLAM
Saran saya kepada Bambang Ekalaya alias Ogah lebih baik saudara bicarakan
masalah yang saudara kuasai dengan baik. Tidak perlu saudara mencoba-coba dengan
cara meraba-raba agama lain untuk dikutak-katik melalui logika yang picik yang
saudara miliki.
Karena kalau saudara terus juga degil, artinya keras kepala, maka apa yang
diusahakan saudara itu akan memakan saudara sendiri.
Dan tentu saja kalau saudara mau dan bisa datang ke Swedia langsung bertemu saya
atau kalau saya ada kesempatan berjumpa dengan saudara langsung di Amerika. Saya
mau coba sejauh mana sebenarnya kemampuan anda berlogika itu kalau langsung
berbicara dengan saya.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk
membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah
Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP
http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon
petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
-----------------
Date: Fri, 27 Apr 2001 12:14:10 -0700
From: ogah <og...@1stnetusa.com>
X-Mailer: Mozilla 4.75 [en] (Win98; U)
X-Accept-Language: en
MIME-Version: 1.0
To: Padm...@uboot.com, ah...@dataphone.se
Subject: Re: begitulah cara berfikir umat agama
Anda tak mungkin menganggap pandangan Sudirman tidak represent majority Islam,
saya bisa membuktikan bahwa pak Dirman ini merupakan contoh semua umat beragama
dalam memandang agamanya termasuk Islam, Kristen, dll. Sedangkan Kristen dan
Katolik memang tidaklah semenonjol ini tapi tetap behaviournya sama hanya
kontrolnya tidak terbuka seperti abad 17 an. Bahkan politkus/ekonom Indonesia
semuanya punya cara yang sama, yang beda hanyalah label profesinya yang
berbeda. Bila dia itu berprofesi ekonomi dan jadi menteri ataupun presiden
kerjanya cuma bikin uang palsu tapi asli, dan penggantinya kemudian menyalahkan
yang sebelumnya tapi tidak menangkapnya ataupun menuntutnya, malah melindunginya
dan melanjutkannya tapi dengan operator yang berbeda.
Padm...@uboot.com wrote:
Wah, ramai juga perdebatan dengan pak Sudirman ini. Tetapi orang2 seperti dia
kelihatannya tak represent majority Islam di Indonesia. Kiranya kemajuan science
tak akan terhambat oleh fanatisme beberapa golongan, dan akan menembus kabut
gelap dibenak bangsa kita. Semoga.
Salam
Padmanaba
___________________________________________________________
hol dir deinen nickname - gratis auf http://www.uboot.com
uboot - U better be inside
---------------
Stockholm, 30 April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
BAMBANG EKALAYA NGAKU PROFESOR DENGAN LOGIKANYA YANG CETEK MAKIN KESASAR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA
BAMBANG EKALAYA YANG NGAKU PROFESOR DENGAN LOGIKANYA YANG CETEK MENYIMPULKAN
IBADAH HAJI DENGAN PENSUCIAN KABAH
Logika yang cetek yang dipamerkan Bambang Ekalaya yang ngaku profesor telah
mengakibatkan lahirnya kesimpulan yang salah fatal mengenai pelaksanaan
haji. Dimana hasil logika yang cetek Bambang Ekalaya yaitu: "Ajaran Al Quran
bisa pak Ogah pastikan bukanlah ajaran Muhammad, karena Muhammad sendiri
menentang pen-sucian Kabah sedangkan Al Quran justru mewajibkannya dalam
Rukun Islam." ( og...@1stnetusa.com ,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)
Dimana Ekalaya berlogika karena Al Quran (yang tidak pernah dibaca oleh
Ekalaya) mewajibkan rukun Islam pergi haji dan Muhammad saw menentang
pensucian Kabah, maka apa yang diwajibakan dalam Al Quran adalah bukan
ajaran Muhammad saw.
Nah disini, Ekalaya kelihatan bodohnya, karena dia belum membaca atau
mendengar bahwa Nabi Muhammad saw sebelum menghadap ke Hadhirat Allah SWT
telah melakukan ibadah haji yang sekaligus jatuhnya negeri Mekah ketangan
kaum muslimin dari kaum Quraisy Mekah yang menentang ajaran Islam yang
dianut oleh kaum muslimin pengikut Nabi Muhammad saw.
Padahal logikanya yang benar adalah karena Nabi Muhammad saw sebelum
meninggal dunia melakukan ibadah haji sebagai satu pelaksanaan kewajiban
rukun Islam yang kelima, maka ajaran-ajaran Nabi Muhammad saw adalah sesuai
dengan apa yang diajarkan dalam Al Quran.
LOGIKA CETEK EKALAYA MELAHIRKAN KESIMPULAN HIJRAH NABI MUHAMMAD SAW KARENA
KONFLIK DENGAN FEODAL MEKAH
Dasar pikiran Ekalaya yang melahirkan kesimpulan yang benar-benar salah
besar yaitu: "Kalau posisi Muhammad harus berakhir meninggalkan Mekah
setelah konflik dengan kaum feodal Mekah dari keluarga besar Siti Khadijah,
tentu saja bisa kita maklumi, bayangkanlah anda sebagai ahli waris kekayaan
bibi anda yang kaya raya tapi ternyata batal karena bibi anda menikahi
pembantunya sendiri. Dimanapun dizaman dahulu krisis ini akan fatal bila
seorang feodal menikahi pembantunya, ataupun seorang ratu menikahi
pembantunya. Demikian pulalah yang dialami Muhammad." ( og...@1stnetusa.com
,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)
Karena kecetekan ilmu dan logika Ekalaya ini yang menghasilkan kesimpulan
yang salah fatal. Dimana Ekalaya berlogika, karena Siti Khadijah menikahi
pembantunya Muhammad saw, maka Siti Khadijah telah melanggar kebiasaan
feodal Mekah sehingga Muhammad saw harus meninggal Mekah pergi ke Madinah.
Logikanya yang benar mengenai hijrahnya Rasulullah saw ke Madinah yaitu,
karena kaum Quraisy Mekah yang tidak percaya kepada ajaran Nabi Muhammad saw
yang menyerahkan diri dengan tunduk patuh kepada Tuhan Pencipta langit dan
bumi dan tidak mempersekutukan dengan yang lainnya, telah melakukan berbagai
tindakan permusuhan terhadap Nabi Muhammad saw dan kaum muslimin, maka
setelah hampir tiga belas tahun dari sejak diangkat jadi Nabi dan Rasul,
Nabi Muhammad saw dengan para pengikutnya keluar dari Mekah hijrah ke
Madinah.
EKALAYA MENYIMPULKAN PERTEMUAN NABI MUHAMMAD DENGAN WARAQAH SEBAGAI
PENGANGKATAN HAKIM DI MADINAH
Kecetekan ilmu Ekalaya dengan logikanya yang miring melahirkan kesimpulan
ini. "Seorang imam Yahudi di Madinah yang bernama "Waraqa" yang menjadi
paman terdekat Khadijah mengundang dan mengangkat Muhammad sebagai pengawas,
ataupun hakim di Kota Madinah tentu diterima Muhammad dengan amat sangat,
maka ditinggallah kota Mekah dengan segala kekacauannya." (
og...@1stnetusa.com ,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)
Padahal logika yang sebenarnya adalah karena pada tahun pertama kenabian,
Waraqah bin Naufal yang akhli kitab suci Kristen dan Yahudi sepupu Siti
Khadijah diminta penjelasannya oleh Siti Khadijah tentang apa yang dialami
Muhammad saw di Gua Hira, maka Waraqah mengatakan bahwa itulah malaikat yang
juga turun menemui Nabi Musa dan Nabi Isa. Apakah aku tetap sehat dan
panjang umur sehingga aku dapat menyaksikan masyarakat mengusir dari
rumahmu.
KEPICIKAN EKALAYA YANG MENYIMPULKAN PEMBANGUNAN KEMBALI KABAH UNTUK
MENGHIDUPAN KEMBALI PENYEMBAHAN BERHALA
Hasil logika Ekalaya mengenai pembangunan kembali Kabah adalah, karena
perebutan kekuasaan di Kota Mekah menyebabkan hancurnya kota Mekah, bahkan
Kabah pun sudah hancur, tinggap puing2nya saja dan kembali dibangun oleh
seorang Greek belakangan atas perintah Abu Bakar untuk menghidupkan kembali
penyembahan berhala Kabah yang sangat ditentang oleh Nabi Muhammad." (
og...@1stnetusa.com ,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)
Padahal logika yang sebenarnya adalah, karena diwaktu Muhammad saw belum
diangkat Nabi dan Rasul terjadi hujan yang begitu lebat diperbukitan Mekah
dan terjadi banjir besar yang merusak bangunan Kabah, maka Kaum Quraisy
berpikir untuk membangun kembali Kabah.
LOGIKA CETEK EKALAYA MENYIMPULKAN NABI MUHAMMAD SAW DIANGKAT SEBAGAI HAKIM
DI MADINAH YANG TIDAK MENDASARKAN HUKUMNYA PADA AGAMA APAPUN
Inilah hasil kesimpulan logika picik Ekalaya yaitu, "Muhammad meninggalkan
Mekah bersama 100-200 orang pengikutnya menuju kota Yahudi di Medinah yang
populasinya sekitar kurang dari 2000 orang. Diangkatnya Muhammad sebagai
hakim disana tidak mungkin menggunakan kitab2 hukum Al Quran yang belum ada
dizaman itu. Seperti anda ketahui Muhammad sebagai hakim tentunya boleh
membuat undang2 tapi tak mungkin menggunakan kitab2 apapun yang belum ada
waktu itu, tidak mungkin Muhammad bisa menggunakan Kitab Al Quran yang anda
kenal sekarang ini dalam mempertimbangkan keadilan pada saat itu, apalagi
kalau anda percaya bahwa Nabi Muhammad sendiri buta huruf. Singkatnya
Muhammad berdiri diatas hukum atas dasar pertimbangan keadilan yang logis
dan rasional yang kita sekarang sebagai bentuk hukum yang "Sekuler" artinya
tidak berdasarkan ataupun berpihak pada agama apapun."( og...@1stnetusa.com
,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)
Padahal logika yang benar adalah, karena Al Quran yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad diturunkan secara bertahap dari sejak di Mekah (13 tahun)
sampai akhir hayatnya di Madinah (10 tahun), maka Nabi Muhammad saw dalam
membina masyarakat Madinah selalu berdasarkan kepada hukum-hukum,
aturan-aturan yang telah diturunkan Allah SWT.
EKALAYA DENGAN KEPICIKANNYA MENYIMPULKAN NABI MUHAMMAD SAW MEMPERKENALKAN
UNDANG-UNDANG SEKULAR YANG TIDAK TERTULIS
Inilah kesimpulan dari logika cetek Bambang Ekalaya yaitu, "tak mungkin bisa
dibantah, bahwa Muhammadlah yang memperkenalkan etika moral ataupun undang2
tak tertulis yang sekuler untuk pertama kali didunia ini. Karena kalau anda
melihat kerajaan2 yang pernah ada diwaktu itu semua berkiblat pada
agama/kepercayaan tertentu, kecuali pemerintahan dalam kota Muhammad ini di
Medinah." ( og...@1stnetusa.com ,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)
Sebenarnya logika yang benar adalah, karena pada tahun pertama Hijrah
Rasulullah saw dengan kaum Muhajirin, Kaum Anshor dan kaum Yahudi Madinah
mengadakan perjanjian pakta pertahanan bersama, maka lahirlah perjanjian
tertulis yang dinamakan Undang Undang Madinah yang hasilnya bisa dilihat dan
dibaca sampai sekarang
BAMBANG EKALAYA MENYIMPULKAN SEENAKNYA SAJA PERTENTANGAN DENGAN YAHUDI DI
MADINAH
Kesimpulan yang ngaco dari hasil logika cetek Bambang Ekalaya yaitu, "Kalau
pada akhirnya seluruh orang Yahudi dibantai di Medinah oleh orang Arab, itu
bukanlah karena perbuatan nabi Muhammad yang justru diundang dengan baik2,
penuh persaudaraan oleh imam bangsa Yahudi itu sendiri di Medinah. Juga tak
mungkin Muhammad yang orang Arab dengan pengikutnya yang sangat sedikit di
Madinah mampu mengalahkan orang Yahudi yang bersenjata lengkap dan berjumlah
lebih banyak dikota Medinah. Semua pembantaian itu terjadi justru akibat
serbuan Abu Bakar yang ber-pura2 berteman dengan Muhammadlah yang akhirnya
menyusupi pasukannya dimalam hari untuk membantai semua Yahudi dan termasuk
Nabi Muhammad sendiri yang mati secara mengenaskan disini. Anak angkat Nabi
Muhammad bernama Ali justru berada di negara lain untuk urusan yang
diperintahkan Nabi Muhammad tidak tahu menahu urusan ini yang pada saatnya
juga dibantai habis sekeluarga yang urusannya tak pernah usai hingga zaman
sekarang." ( og...@1stnetusa.com ,Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700)
Padahal logika yang sebenarnya adalah, karena Bani-Bani dari kalangan Yahudi
yang dipimpin oleh orang-orang yahudi bukan oleh Abu Bakar Sidiq selalu
melanggar perjanjian dengan kaum muslimin dan mengadakan permusuhan dan
penyerangan, maka kaum muslimin selalu mengadakan pembelaan diri dan
pertahanan dan Nabi Muhammad saw tidak pernah terbunuh dalam satu
peperangan, Rasulullah saw meninggal karena usianya sudah lanjut dan sudah
sampai waktunya untuk menghadap ke khadirat Allah SWT.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
-----------------
Date: Sat, 28 Apr 2001 10:51:52 -0700
From: ogah <og...@1stnetusa.com>
To: Indon...@yahoogroups.com
Cc: Mimbar...@yahoogroups.com, milis-...@yahoogroups.com,
Subject: :) MUHAMMAD PERTAMA DIDUNIA YANG MEMPERKENALKAN SEKULERISME
Banyak umat Islam maupun umat beragama lain yang mengabaikan kenyataan2 dan
bukti2: BAHWA KEPEMIMPINAN SEKULER PERTAMA KALI JUSTRU DIPERKENALKAN OLEH
NABI MUHAMMAD.
Ajaran Al Quran bisa pak Ogah pastikan bukanlah ajaran Muhammad, karena
Muhammad sendiri menentang pen-sucian Kabah sedangkan Al Quran justru
mewajibkannya dalam Rukun Islam. Muhammad meninggalkan Mekah menuju Medinah
merupakan bukti yang tak bisa di tentang siapapun bahwa Islam yang ajaran
Muhammad asli dimulai di Medinah. Pemutar balikkan kenyataan yang ditulis
pada Al Quran sekarang ini jelas sia2, karena fakta tidak ada yang
menyokongnya. contohnya, dikatakan bahwa Islam memperbolehkan Polygami,
sedangkan Muhammad justru melarang Polygami, itulah sebabnya ia dimusuhi.
Polygami yang dalam Al Quran se-olah2 ajaran Muhammad sama sekali tidak
benar karena Polygami sudah berlangsung diseluruh dunia termasuk di Arab
ribuan tahun
sebelum Nabi sendiri dilahirkan (bisa dibuktikan dalam semua ajaran agama2
tua). Nabi Muhammadlah pelopor Monogamy bukan Yesus Kristus yang tidak
pernah
menikah dengan wanita.
Yang tak mungkin diputer balik adalah bahwa Khadijah melamar dan memberi
mahar
kepada Muhammad untuk menikahinya. Sistim perkawinan inilah yang disebut
sistim Matriachart yang hanya ada diwilayah Arab dan sekitarnya (mesir) tapi
tidak berlaku dalam keluarga Arab. Wilayah Arab zaman dulu bukanlah milik
orang Arab,
karena istilah "Arab" adalah berarti "Nomad" bukan nama suatu bangsa. Siti
Khadijah merupakan ciri kelas feodal dari keturunan suku Matriachart dari
campuran Yahudi & Mesir kuno, ini ditunjang dengan budaya umum Arab yang ber
Nomad sepanjang masa, sedangkan Khadijah sekeluarga bukanlah kelompok
Nomaden.
Sebaliknya Muhammad adalah keturunan Arab (Nomaden) yang sangat jelas, dan
itulah merupakan alasan kuat bagi Siti Khadijah yang membutuhkan orang
kepercayaan yang seperti Muhammad yang mampu melakukan ekspedisi kesemua
negara dalam melebarkan ekspansi bisnis Siti Khadijah.
Kalau posisi Muhammad harus berakhir meninggalkan Mekah setelah konflik
dengan
kaum feodal Mekah dari keluarga besar Siti Khadijah, tentu saja bisa kita
maklumi, bayangkanlah anda sebagai ahli waris kekayaan bibi anda yang kaya
raya tapi ternyata batal karena bibi anda menikahi pembantunya sendiri.
Dimanapun dizaman dahulu krisis ini akan fatal bila seorang feodal menikahi
pembantunya, ataupun seorang ratu menikahi pembantunya. Demikian pulalah
yang dialami Muhammad. Seorang imam Yahudi di Madinah yang bernama "Waraqa"
yang menjadi paman terdekat Khadijah mengundang dan mengangkat Muhammad
sebagai pengawas, ataupun hakim di Kota Madinah tentu diterima Muhammad
dengan amat sangat, maka ditinggallah kota Mekah dengan segala
kekacauannya. Perebutan kekuasaan di Kota Mekah menyebabkan hancurnya kota
Mekah, bahkan Kabah pun sudah hancur, tinggap
puing2nya saja dan kembali dibangun oleh seorang Greek belakangan atas
perintah
Abu Bakar untuk menghidupkan kembali penyembahan berhala Kabah yang sangat
ditentang oleh Nabi Muhammad.
Muhammad meninggalkan Mekah bersama 100-200 orang pengikutnya menuju kota
Yahudi di Medinah yang populasinya sekitar kurang dari 2000 orang.
Diangkatnya
Muhammad sebagai hakim disana tidak mungkin menggunakan kitab2 hukum Al
Quran yang belum ada dizaman itu. Seperti anda ketahui Muhammad sebagai
hakim tentunya boleh membuat undang2 tapi tak mungkin menggunakan kitab2
apapun yang
belum ada waktu itu, tidak mungkin Muhammad bisa menggunakan Kitab Al Quran
yang anda kenal sekarang ini dalam mempertimbangkan keadilan pada saat itu,
apalagi kalau anda percaya bahwa Nabi Muhammad sendiri buta huruf.
Singkatnya Muhammad berdiri diatas hukum atas dasar pertimbangan keadilan
yang
logis dan rasional yang kita sekarang sebagai bentuk hukum yang "Sekuler"
artinya tidak berdasarkan ataupun berpihak pada agama apapun.
ATAS DASAR FAKTA2 TERSEBUT DIATAS, SUNGGUH MENGGELIKAN KALAU DIKATAKAN BAHWA
MUHAMMAD MEMERINTAH MEDINAH DENGAN HUKUM ISLAM YANG ANDA KENAL SEKARANG,
TIDAK
MUNGKIN MEDINAH ITU MENJADI CONTOH HUKUM AL QURAN YANG ANDA KENAL SEKARANG
TAPI BELUM TERBIT DIZAMAN TERSEBUT.
TAK MUNGKIN BISA DIBANTAH, BAHWA MUHAMMADLAH YANG MEMPERKENALKAN ETIKA MORAL
ATAUPUN UNDANG2 TAK TERTULIS YANG SEKULER UNTUK PERTAMA KALI DIDUNIA INI.
KARENA KALAU ANDA MELIHAT KERAJAAN2 YANG PERNAH ADA DIWAKTU ITU SEMUA
BERKIBLAT PADA AGAMA/ KEPERCAYAAN TERTENTU, KECUALI PEMERINTAHAN DALAM KOTA
MUHAMMAD INI DI MEDINAH.
SEORANG ISLAM YANG BENAR2 MENDALAMI AJARAN MUHAMMAD TENTU MENGERTI BAHWA GUS
DUR JUSTRU SEBENARNYA SEORANG YANG MEMAHAMI SECARA MENDALAM AJARAN NABI
BESAR MUHAMMAD YANG MENJADI LANDASAN BELIAU UNTUK BERPIKIR.
Kalau pada akhirnya seluruh orang Yahudi dibantai di Medinah oleh orang
Arab, itu bukanlah karena perbuatan nabi Muhammad yang justru diundang
dengan baik2, penuh persaudaraan oleh imam bangsa Yahudi itu sendiri di
Medinah. Juga tak mungkin Muhammad yang orang Arab dengan pengikutnya yang
sangat sedikit di Madinah mampu mengalahkan orang Yahudi yang bersenjata
lengkap dan berjumlah lebih banyak dikota Medinah. Semua pembantaian itu
terjadi justru akibat serbuan Abu Bakar yang ber-pura2 berteman dengan
Muhammadlah yang akhirnya menyusupi pasukannya dimalam hari untuk membantai
semua Yahudi dan termasuk Nabi Muhammad sendiri yang mati secara mengenaskan
disini. Anak angkat Nabi Muhammad bernama Ali justru berada di negara lain
untuk urusan yang diperintahkan Nabi Muhammad tidak tahu menahu urusan ini
yang pada saatnya juga dibantai habis sekeluarga yang urusannya tak pernah
usai hingga zaman sekarang.
Pak Ogah sama sekali bukan ingin merendahkan kepercayaan umat Islam manapun
juga, tapi sebaliknya ingin menjunjung kebenaran yang sejati se-tinggi2nya
dengan fakta2 yang ada yang tak mungkin bisa disingkirkan begitu saja.
Akibat pemutar balikkan fakta2 itulah umat Islam berada selalu dalam
kebencian yang tak pernah habis2nya terhadap bangsa Yahudi dimanapun yang
pada kenyataannya pernah bersaudara dan bekerja dengan harmonis sekali
melalui Nabi Muhammad (bukan
melalui konflik Ismail dalam keluarga Ibrahim).
Bukti2 kuat bahwa ajaran Al Quran yang anda percaya sekarang ini bukanlah
ajaran
Muhammad melainkan ajaran agama berhala zaman Jahiliah sebelum nabi Muhammad
sendiri dilahirkan adalah pernyataan dalam Al Quran yang mengatakan bahwa
"Nabi Ibrahim juga beragama Islam" padahal ajaran Islam itu adalah ajaran
Muhammad yang belum lahir sewaktu zaman Nabi Ibrahim, mana mungkin Ibrahim
menjadi penganut ajaran Muhammad yang lahirnya ribuan tahun setelah Ibrahim
sendiri mati?? Tapi menjadi mungkin, kalau Al Quran yang anda percaya
sekarang ini memang bukan ajaran Muhammad sehingga logis kalau Ibrahim
adalah penganut
ajaran Islam berdasarkan Al Quran sekarang ini tapi bukan ajaran Muhammad.
Untuk bisa anda percaya bahwa Al Quran palsu ini adalah diturunkan Muhammad,
Hadist2 berusaha mengkoreksi kesalahan fatal Al Quran palsu tersebut dengan
menyatakan bahwa arti Islam itu adalah "Penyerahan kepada Allah", padahal
kita menyebut seseorang Islam berdasarkan Al Quran itu sendiri bila
"melaksanakan rukun Islam dan mengucapkan Syahadat", sedangkan "penyerahan
diri kepada Allah" adalah merupakan ciri2 umum pada semua agama dizaman dulu
yang menganut monoteisme termasuk Islam, tapi Islam yang diajarkan Nabi
Muhammad tentu saja berciri khusus yang membedakannya dengan umat agama
lainnya karena harus ber
"syahadat dan rukun Islam".
Terserah kepada semua umat Islam untuk mempercayainya ataupun untuk tidak
mempercayainya, pengabdian pak Ogah hanya demi perdamaian dunia dan umat
manusia yang abadi yang bebas dari kebencian apapun termasuk agama.
Sedangkan Al Quran yang anda percaya sekarang ini penuh dengan nafas
kebencian, permusuhan, pembunuhan, dan saling mencurigai antar umat beragama
nya sendiri juga terhadap agama lainnya. Dengan fakta2 yang pak Ogah
berikan diatas, tentu tidak perlu anda menghilangkan kepercayaan anda
terhadap Nabi Muhammad, tapi pasti menghilangkan perasaan kebencian,
permusuhan, dan saling mencurigai paling
sedikit terhadap sesama umat Islam sendiri dan akan berakibat melapangkan
dada
anda untuk bisa bersahabat dengan lain agama. Perlu anda sadari, Al Quran
yang
anda percaya justru mengajarkan semua permusuhan yang dipoles dengan segala
bentuk kasih kebaikan, contohnya, semua umat Islam dilarang mengucapkan
"selamat
hari natal" kepada umat Kristen, tentu saja dengan segala pemutar balikkan
kata tak bisa anda artikan lain daripada jiwa kebencian yang menyelimuti
larangan ini. Jelas, hari Natal itu diakui banyak umat Kristen sebagai
bukan tanggal kelahiran Yesus yang serba tidak jelas, tapi kalau mereka
merayakannya bukan berarti kita tak boleh mengucapkan selamat. Perayaan
Hallowen yang di USA dirayakan oleh semua umat beragama padahal semua tahu
bahwa itu adalah hari bahagia bagi "setan2 didunia" yang dipercaya menjadi
musuh semua agama, tapi jelas2 siapapun yang merayakannya tidak ada yang
percaya pada setan, dan tidak juga menjadi bersalah hanya merayakan sesuatu
yang tidak ada ataupun yang tidak kita percaya. Melarang mengucapkan
selamat apapun tidak lain merupakan ekspresi rasa kebencian yang dipendam
dalam sanubari seseorang. Pak Ogah hanya bisa menasihati untuk membebaskan
anda dari kebencian apapun untuk bisa hidup berbahagia.
TAK MUNGKIN SESEORANG BISA HIDUP BERBAHAGIA DENGAN MENGIDAP RASA KEBENCIAN,
IRI, DENDAM, DAN PERMUSUHAN DALAM HATINYA.
Bacalah tulisan pak Ogah ini ber-ulang2 tanpa prasangka buruk pada diri
anda.
Siapapun yang menganggap pak Ogah mempunyai rasa benci terhadap agama,
tentunya karena mereka sendirilah yang mempunyai perasaan kebencian
tersebut, sebab kalau anda mau membayangkan untuk berdiri pada posisi pak
Ogah yang tidak percaya pada agama apapun, dan tidak membedakan agama
apapun, tentu yakin bahwa tak ada alasan apapun bagi pak Ogah untuk membenci
agama manapun. Anda bisa saja tidak percaya bahwa Toyota yang anda kendarai
itu adalah buatan Jepang, tapi meskipun anda tidak percaya tentunya anda tak
perlu membenci mobil anda itu, dan anda tetap akan merawatnya dengan baik
dan penuh kasih sayang karena dengan mobil itulah anda dibantunya kemanapun
anda ingini. Begitulah dengan ajaran agama, tak perlu anda percaya
sepenuhnya, meskipun anda menjalani semua ritualnya sebagaimana mestinya.
Anda akan lebih mengasihi agama anda meskipun anda tahu bahwa itu merupakan
ajaran palsu Nabi Muhammad yang anda percaya penuh, tapi kepalsuannya cukup
anda ketahui untuk menyingkirkan segala kelemahan dan keburukan daripada
ajaran tersebut, dan bukan justru untuk memelihara keburukannya dan
menghancurkan fungsinya dalam membahagiakah kehidupan anda dalam beragama.
Indonesia terpecah belah, ketinggalan semua teknology yang sekarang
berkembang
pesat didunia bukan karena kurangnya fasilitas, tapi karena akibat POLA
BERPIKIR
BANGSANYA YANG RELIGIOUS NORMATIVE, artinya agama sebagai norma sosial yang
mutlak menjadi dasar semua keputusan yang bukan agama.
Ogah
Membuka wasasan berpikir dan bertindak Logis Rasional tanpa "Religious
prejudice"
-------------
Anda cuma baca kitab yang justru dibuat oleh Abu Bakar yang tujuannya cuma mau
menggantikan kedudukan Nabi Muhammmad. Lihatlah semua Caliph kerjanya perang
satu dengan lainnya, tapi tidak ditulis di Al Quran, mulai dari Abu Bakar
samapai Caliph ke 7 semuanya mati terbunuh tahu engga????? Setelah itu
Caliphnya jadi banyak, Iran punya Caliph sendiri, dan Arab punya Caliph sendiri,
belakangan Ghulam Akhmad jadi Nabi sendiri bukan lagi Caliph. Kalau bener
diridhoi Allah, apanya yang diridhoi.
Ketahuilah GOD BLESS USA dan itu dibuktikannya, seluruh muslim sedunia butuh
$$$, uang ciptaan AlQuran yang satuannya PAHALA tak laku!!
Ogah
bicara dengan fakta bukan fatamorgana!
Logika akan menunjukkan fakta yang sama, tanpa perlu percaya, beda dengan
kepercayaan, setiap orang menyaksikan hal yang berbeda untuk fakta yang sama!!!
Pantesnya debat di Mesjid bukan di muka kaum intelektual!
Just Suggestion......
<OGah dan Ahmad Sudirman digoawaykeun>
Stockholm, 1 Mei April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
BAMBANG EKALAYA BETUL-BETUL BODOH TAK PANTAS JADI DOSEN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA
BAMBANG EKALAYA BETUL-BETUL BODOH TIDAK PANTAS JADI DOSEN DI CALIFORNIA STATE
UNIVERSITY
Memang benar-benar bodoh dan buta manusia yang menamakan dirinya Bambang Ekalaya
alias Ogah yang ngaku profesor ini.
Sudah saya jawab dengan jalan pikiran yang masuk akal semua macam ocehan Ekalaya
yang katanya "membuka wawasan berpikir dan bertindak Logis Rasional tanpa
"Religious prejudice".
Tetapi ternyata tetep saja Ekalaya yang buta-hati ini masih mau berkelit dengan
alasan "Pak Dirman anda tak mengerti apa artinya "Logika" .....Kepercayaan bukan
Logika! Logika akan menunjukkan fakta yang sama, tanpa perlu percaya, beda
dengan kepercayaan, setiap orang menyaksikan hal yang berbeda untuk fakta yang
sama!!! Pantesnya debat di Mesjid bukan di muka kaum intelektual!" (
og...@1stnetusa.com ,Tue, 01 May 2001 01:38:32 -0700).
Dasar memang Ekalaya ini bodohnya tidak ketulungan yang tidak pantas jadi dosen
di Universitas Negeri California.
Nah, kalau Ekalaya masih bodoh, yang namanya logika itu adalah jalan pikiran
yang masuk akal. Jadi saya sudah jawab dengan melalui jalan pikiran yang masuk
akal semua alasan yang kamu tuliskan dalam email-email yang dikirimkan kepada
saya. Tetapi karena kamu itu masih bodoh dan dungu, tetap saja ngotot.
Nah sekarang, saya tidak kutif ayat-ayat Al Quran karena memang kamu tidak
percaya Al Quran, tetapi cukup saya katakan pada kamu silahkan kamu perbuat apa
yang kamu anggap sesuai dengan pikiranmu dan saya akan tetap menjalankan apa-apa
yang diperintahkan Allah SWT dan dicontohkan Rasul-Nya serta menjauhi segala
yang dilarang-Nya.
Silahkan kamu cuap-cuap di internet, walaupun tak akan ada banyak lagi yang
percaya bualanmu. Dan tentu saja saya tidak akan memusuhi dan tidak akan
membencimu. Kamu boleh hidup sesuka-hatimu.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk
membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah
Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP
http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon
petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
--------------------
Return-Path: <og...@1stnetusa.com>Received: from mail2.1stnetusa.com
(mail2.1stnetusa.com [206.171.253.49])
by mail04.dataphone.se (8.11.3/8.11.2) with ESMTP id f417e3d08412
for <ah...@dataphone.se>; Tue, 1 May 2001 09:40:03 +0200 (CEST)
(envelope-from og...@1stnetusa.com)
Received: from 1stnetusa.com (ca-mdm54.1stnetusa.com [207.105.149.54])
by mail2.1stnetusa.com (8.9.3/8.9.1) with ESMTP id AAA01194;
Tue, 1 May 2001 00:56:17 -0700 (PDT)
(envelope-from og...@1stnetusa.com)
Message-ID: <3AEE7608...@1stnetusa.com>
Date: Tue, 01 May 2001 01:38:32 -0700
From: ogah <og...@1stnetusa.com>
X-Mailer: Mozilla 4.75 [en] (Win98; U)
X-Accept-Language: en
MIME-Version: 1.0
To: ah...@dataphone.se
CC: Amien Rais <200...@jakarta.wasantara.net.id>,
Mail2news-20010430-soc.culture....@anon.lcs.mit.edu,
abdh...@cbn.net.id, Aceh...@aol.com, arbja...@yahoo.com,
edi...@pontianak.wasantara.net.id, ant...@rad.net.id, ash...@cabi.net.id,
ber...@indomedia.com, bu...@indosat.net.id, dpm...@yahoo.com,
hab...@ristek.go.id, hud...@cbn.net.id, in...@pikiran-rakyat.com,
in...@nusapost.com, jktp...@cbn.net.id, kor...@cbn.net.id,
niko...@email.com, panj...@indo.net.id, pem...@indo.net.id,
pos...@kupang.wasantara.net.id, r...@tempo.co.id, red...@astaga.com,
red...@detik.com, red...@kompas.com, red...@mdopost.co.id,
red...@mediaindo.co.id, red...@riaupos.co.id, red...@satunet.com,
red...@siar.co.id, red...@tempo.co.id, red...@waspada.co.id,
repu...@rad.net.id, sby...@surabayapost.co.id, ser...@indomedia.com,
si...@minihub.org, soa...@egroups.com, sol...@bumi.net.id,
sr...@indomedia.com, suara...@suarakaltim.co.id,
su...@jakarta.wasantara.net.id, sby...@rad.net.id, us6...@wolf.ubaya.ac.id,
was...@waspada.co.id, webm...@detik.com, yusuf...@telia.com,
zul...@iname.com, cus...@rad.net.id, Edi...@Indo-News.com,
ad...@Indo-News.com, indo...@Indo-News.com, kom...@kompas.com,
Agus John <agus...@ratelindo.co.id>,
apakabar <apak...@saltmine.radix.net>, apakabar <apak...@radix.net>,
Forum_35 <foru...@yahoogroups.com>, Padmanaba <Padm...@uboot.com>
Subject: Re: BAMBANG EKALAYA NGAKU FROPESOR DENGAN LOGIKANYA YANG CETEK MAKIN
KESASAR
References: <3ABC6047...@dataphone.se> <3AED6E6E...@dataphone.se>
Content-Type: text/plain; charset=us-ascii
Content-Transfer-Encoding: 7bit
X-UIDL: ^27"!+n6"!3?p!!Y;#"!
Pak Dirman anda tak mengerti apa artinya "Logika" .....Kepercayaan bukan Logika!
Logika akan menunjukkan fakta yang sama, tanpa perlu percaya, beda dengan
kepercayaan, setiap orang menyaksikan hal yang berbeda untuk fakta yang sama!!!
Pantesnya debat di Mesjid bukan di muka kaum intelektual!
(Ogah)
<og...@1stnetusa.com>
-------------------------
Stockholm, 2 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
GUS DUR TURUN MEGA NAIK RAKYAT TETAP SENGSARA NEGARA TETAP AKAN PECAH
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
AKHIRNYA SEKULARIS GUS DUR DIJATUHKAN SUARA TERBANYAK
DPR dalam sidang paripurnanya tanggal 30 April 2001 yang memutuskan
keputusan untuk menjatuhkan memorandum kedua tidak mengherankan. Karena
memang sebagian anggota Dewan tersebut tidak puas dengan jawaban Gus Dur
terhadap memorandum pertama.
Tentu saja tidak juga mengherankan apabila dari 457 anggota DPR yang hadir,
363 setuju memorandum kedua dijatuhkan, 52 tidak setuju, dan 42 abstain.
Dimana anggota DPR yang abstain itu adalah hampir semuanya dari Fraksi
TNI/Polri (38 anggota) yang berusaha berdiri netral tanpa memihak siapapun.
Ini menunjukkan bahwa walaupun isi rumusannya dari memorandum kedua ini
belum diputuskan tetapi jalan yang akan ditempuh menuju SI MPR sudah
terbuka.
Jadi tanpa ada lagi suatu rintangan yang cukup besar Gus Dur akan dipaksa
turun melalui jalan konstitusi dengan cara membuka Sidang Istimewa MPR untuk
meminta pertanggungjawaban presiden, sebagaimana yang juga pernah dilakukan
terhadap Presiden BJ Habibie yang ditolak pidato pertanggungjawabannya oleh
MPR.
Satu bulan sesuai pasal 7 Ketetapan MPR Nomer III/MPR/1978 waktu yang
diberikan untuk Gus Dur guna menyiapkan dan memperbaiki tugas kerjanya
adalah waktu yang tidak mungkin cukup. Karena itu saya yaqin bahwa Gus Dur
akan diseret ke depan Sidang Istimewa MPR dan diminta untuk menyampaikan
pidato pertanggungjawabannya yang tentu saja hasilnya akan ditolak oleh
sebagian besar anggota MPR, yang mengakibatkan Gus Dur jatuh dari kursi
presidennya.
SEKULARIS MEGA NAIK TIDAK JUGA AKAN MAMPU MENYELESAIKAN KEMELUT YANG ADA
Sebenarnya pernah saya memberikan kritik terhadap pidato Gus Dur yang
disampaikan dari Auditorium Stasiun TVRI Jakarta, Jumat 27 April 2001, yang
saya tulis dalam tulisan "Sekularis Gus Dur mimpi satukan bangsa pakai
topeng perdamaian" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/010428.htm ).
Dimana isi kritik saya itu "Sebenarnya bukan suatu alasan yang dilontarkan
sekularis Gus Dur dalam pidatonya itu, melainkan dikarenakan kelemahan dan
ketidakmampuan sekularis Gus Dur dan Kabinetnya untuk mengelola, membangun
kembali puing-puing yang sudah berserakan ini. Tetapi, kalau memang
sekularis Gus Dur dan Kabinetnya tidak mampu, maka harus diserahkan kepada
yang lain yang lebih mampu, jangan mau didominir dan terus keras kepala
untuk hanya duduk diatas kursi presiden saja. Jadi apa yang diucapkan dalam
pidatonya itu hanyalah suatu alasan yang sudah basi saja. "...setelah saya
menjadi presiden, ternyata yang ada di depan saya, hanyalah puing-puing
tajam reruntuhan pemerintah masa lalu, utang luar negeri yang sedemikian
besar, perekonomian yang porak-poranda, kesenjangan sosial dan berbagai
gejolak serta tuntutan-tuntutan muncul di mana-mana. Kondisi bangsa ini
sungguh sangat memprihatinkan. Sekalipun dalam satu tahun, bangsa ini
seratus kali ganti presiden, tidak akan ada yang mampu memulihkan
perekonomian kita, yang memang sudah sangat terpuruk ini dalam waktu yang
singkat. Sebenarnya, saya sedang melakukan langkah-langkah awal dalam
menangani berbagai masalah yang sangat sulit dan kompleks ini. Hendaknya
jangan terlalu cepat menilai saya tidak mampu menjalankan roda pemerintahan,
kemudian berusaha menggulingkan saya dengan mencari kesalahan."(Pidato Gus
Dur, dari Auditorium Stasiun TVRI Jakarta, Jumat 27 April 2001)
Memang saya juga tidak menyalahkan seratus persen terhadap apa yang
dikatakan Gus Dur bahwa "Sekalipun dalam satu tahun, bangsa ini seratus kali
ganti presiden, tidak akan ada yang mampu memulihkan perekonomian kita, yang
memang sudah sangat terpuruk ini dalam waktu yang singkat", kalau seratus
presiden yang akan menjadi penggantinya itu sama kwalitas, kemampuan dan
tindakannya seperti Gus Dur.
Dan saya tidak melihat tanda-tanda positif dari sekularis Mega yang oleh
sebagian besar anggota DPR akan dijagokan sebagai pengganti Gus Dur. Atau
walaupun Mega tidak didukung oleh sebagian besar anggota DPR/MPR tetapi
menurut konstitusi dia sebagai Wakil Presdien otomatis akan menggantikan
kedudukan presiden sampai habis masa jabatannya.
Tetapi seperti yang dikatakan Gus Dur dalam pidatonya itu yang kalau saya
tarik garis lurus yaitu, sekalipun sekularis Mega menggantikan Gus Dur,
tidak akan ada yang mampu memulihkan perekonomian negara pancasila, yang
memang sudah sangat terpuruk ini dalam waktu yang singkat, karena memang
sekularis Mega kemampuannya tidak lebih dari sekularis Gus Dur.
SELURUH RAKYAT TETAP MAKIN TERJEPIT
Nah, kalau Gus Dur jatuh dalam beberapa bulan mendatang ini, kemudian Mega
naik untuk menggantikannya, sedangkan kemampuan Mega sudah bisa dibayangkan
kemampuannya dari sekarang, maka seperti apa yang dikemukakan Gus Dur :
"...puing-puing tajam reruntuhan pemerintah masa lalu, utang luar negeri
yang sedemikian besar, perekonomian yang porak-poranda, kesenjangan sosial
dan berbagai gejolak serta tuntutan-tuntutan muncul di mana-mana..." tidak
akan mungkin bisa diselesaikan oleh sekularis Mega dengan staffnya juga.
Dan tentu saja yang akan menderita dari akibat ulah-ulah presiden dan
kabinetnya, politikus, dan pimpinan lembaga legislatif ini adalah seluruh
rakyat negara pancasila yang makin terjepit oleh gencatan
kesulitan-kesulitan kehidupan ekonomi.
GEJOLAK-GEJOLAK DI DAERAH YANG MASIH BELUM BISA DISELESAIKAN SECARA TUNTAS
Kelemahan dan ketidak mampuan Gus Dur beserta Kabinet dan para pembantunya
dalam penyelesaian masalah berbagai gejolak yang muncul, seperti di Aceh dan
Papua, akan tetap menjadi hantu bagi kelangsungan pemerintahan Mega apabila
memang Mega meneruskan jabatan Presiden sampai akhir masa jabatan Gus Dur
yang (kemungkinan) diturunkan melalui Sidang Istimewa MPR.
Misalnya permasalahan Aceh yang tidak melibatkan wakil-wakil komponen dari
seluruh rakyat Aceh dalam meja perundingan yang adil dan setaraf ini
ditambah dengan ketidak jujuran dan kepincangan dalam pelaksanaan dilapangan
(antara pusat dan daerah) dari hasil Nota Kesefahaman dan Damai Melalui
Dialog telah menunjang lahirnya hambatan dan rintangan dalam penyelesaian
Aceh yang menyeluruh.
Begitu juga belum adanya keseriusan dari pihak pemerintah negara pancasila
untuk menangani dan merundingkan secara menyeluruh dengan pihak Organisasi
Papua Merdeka yang ada di luar negeri yang sedang memperjuangkan Papua
Merdeka. Apabila hal-hal ini tidak ditangani secara serius dan menyeluruh,
maka sudah bisa dibayangkan bahwa negara pancasila akan menghadapi masa
perpecahan.
yang kamu harapkan itu kan... kaya'nya memang harusnya kamu yang jadi
presiden saja dengan segala teori yang tidak pernah kamu praktekan dan
segala ocehanmu itu gar negara bobrok sekalian. kamui menulis seperti
seorang pakar saja. ngomong atau nulist itu gampang bung ibarat membalik
dua telapak tangan saja. tapi paling kamu jadi ketua RT saja paling tidak
becus......
----------
In article <3AF02BE8...@dataphone.se>, Ahmad Sudirman
<ah...@dataphone.se> wrote:
-----= Posted via Newsfeeds.Com, Uncensored Usenet News =-----
http://www.newsfeeds.com - The #1 Newsgroup Service in the World!
-----== Over 90,000 Newsgroups - 16 Different Servers! =-----
Stockholm, 3 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SOLUSI SEDERHANA KECAKAPAN MENJALANKAN KEJUJURAN DAN KEADILAN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
TAK PERLU DULU TAMPILKAN SOLUSI CEMERLANG CUKUP DENGAN SOLUSI SEDERHANA
KEMAMPUAN MENJALANKAN KEJUJURAN DAN KEADILAN
"Mr. Ahmad Sudirman, apakah anda punya Solusi yang cemerlang yang dapat
disumbangkan untuk negeri ini, ketimbang hanya menyebarkan tulisan-tulisan
(artikel) yang mengakibatkan suasana bertambah tidak kondusif, bahkan
mungkin cenderung fitnah. Artikel anda dapat menstimulir perpecahan yang
tidak berkesudahan di negeri ini, kita-kita yang ada di Indonesia sudah
capek dengan berita-berita kacang goreng seperti yang anda selalu kirimkan.
Gunakanlah media milis grup yang bernuansakan Islami ini sebagai media
silaturahmi dan dakwah yang menyejukkan yang dapat meningkatkan ke Islaman
dan ke Imanan kita. Arief Rachman" ( ari...@bppn.go.id ,Thu, 3 May 2001
09:32:13 +0700)
Sebenarnya tidak perlu dahulu jauh-jauh memikirkan solusi cemerlang
berdasarkan pada dasar-dasar pikiran visi dan misi DIR (Daulah Islam
Rasulullah) kalau solusi sederhana saja yang berdasarkan konstitusi,
ketetapan-ketetapan, undang-undang, dan aturan-aturan yang telah disepakati
dan ditetapkan bersama di negara sekular pancasila ini masih belum mampu
sekularis Gus Dur dan Kabinetnya menjalankan dan menerapkan dalam kehidupan
masyarakat, pemerintah dan negara yang dipimpinnya.
Saya yakin, apabila sekularis Gus Dur yang telah memenuhi syarat-syarat
(sesuai dengan Ketetapan MPR RI No. VI/MPR/1999 tentang tata-cara pencalonan
dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Bab I, Pasal 1,
Ayat (1)) untuk menjadi calon presiden dan telah terpilih serta diangkat
oleh MPR menjadi presiden negara pancasila dan juga telah disumpah dengan
nama Allah didepan sidang MPR (menurut UUD 1945, Bab III, Pasal 9) sebelum
memangku jabatannya sebagai presiden mampu menjalankan kejujuran dan
keadilan dalam melaksanakan segala undang-undang dan peraturan-peraturan
yang telah ditetapkan dan disepakati, maka kemelut yang sedang melanda
rakyat negara pancasila akan mampu diselesaikan secara bijaksana, benar,
lurus, tulus dan adil.
KENYATAANNYA GUS DUR TIDAK MEMPUNYAI KECAKAPAN UNTUK MENJALANKAN SEGALA
UNDANG-UNDANG DAN PERATURANNYA SECARA JUJUR, LURUS HATI DAN ADIL
Saya yakin, apabila sekularis Gus Dur itu benar, jujur, tulus, ikhlas, tidak
curang serta tidak memihak dalam menangani Dana Milik Yayasan Dana
Kesejahteraan Karyawan Badan Urusan Logistik (Yanatera Bulog) dan Dana
Bantuan Sultan Brunei Darussalam Kepada Presiden KH, maka tidak akan mungkin
lahir memorandum pertama dan kedua dari pihak DPR yang membuka jalan kepada
digelarnya Sidang Istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban presiden
yang sudah bisa dibayangkan dari sekarang akan membawa kearah berakhirnya
kekuasaan presiden sekularis Gus Dur dalam beberapa bulan mendatang ini.
KARENA SEKULARIS GUS DUR TELAH MELANGGAR SUMPAH JABATAN DAN TELAH MENGINJAK
PERSYARATAN JADI PRESIDEN SERTA MELAHIRKAN KKN BARU, MAKA KURSI PRESIDENNYA
BISA JATUH
Nah solusinya yang sederhana ini adalah karena sekularis Gus Dur tidak
memenuhi kewajiban Presiden negara pancasila sebaik-baiknya dan
seadil-adilnya sebagaimana yang telah diucapkan dalam sumpahnya "Demi Allah,
saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil
Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,
memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan
peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa"
(UUD 1945, Bab III, Pasal 9), dan telah melanggar Ketetapan MPR RI. No.
XI/MPR/1998 tentang Penyeleggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, maka sekularis Gus Dur senang atau tidak
senang, suka atau tidak suka akan menghadapi hari akhir sebagai presiden
negara pancasila dalam waktu beberapa bulan ini.
KECAKAPAN MENJALANKAN KEJUJURAN DAN KEADILAN ADALAH SOLUSI SEDERHANA YANG
BISA MENYELAMATKAN RAKYAT DAN NEGARA
Siapa saja, menurut konstitusi dan Ketetapan-ketetapan sekular negara
pancasila yang akan menjadi presiden dan wakil presiden mampu menjalankan
kewajiban presiden dan wakil presiden dengan sebaik-baiknya dan
seadil-adilnya, dan mematuhi segala undang-undang dan
peraturan-peraturannya, maka rakyat negara pancasila tidak akan menderita
dan mengalami kesengsaraan seperti yang menimpa sekarang ini.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
---------------------
Return-Path: <ari...@bppn.go.id>
Received: from jktsm02.indosat.net.id (jktsm02.indosat.net.id
[202.155.50.3])
by mail04.dataphone.se (8.11.3/8.11.2) with ESMTP id f432Xlg41025
for <ah...@dataphone.se>; Thu, 3 May 2001 04:33:49 +0200 (CEST)
(envelope-from ari...@bppn.go.id)
Received: from messin.bppn.go.id ([202.155.35.245])
by jktsm02.indosat.net.id
(InterMail vK.4.02.00.10 201-232-116-110 license
30f8eb5c6a4977202bec32590427e0f)
with SMTP id <20010503022825....@messin.bppn.go.id>;
Thu, 3 May 2001 09:28:25 +0700
Received: From BPPNSMTP.BPPN.GO.ID (128.1.2.144[128.1.2.144 port:1053]) by
messin.bppn.go.id
Mail essentials (server 2.422) with SMTP id: <11...@messin.bppn.go.id>
for <persatu...@yahoogroups.com>; Thu, 3 May 2001 9:38:28 AM +0000
smtpmailfrom <ari...@bppn.go.id>
Received: by BPPNSMTP with Internet Mail Service (5.5.2650.21)id <JGVKZP77>;
Thu, 3 May 2001 09:32:13 +0700
Message-ID:<51F012E29D0BD411BBEF00508B6A90C504B7E9DE@BPPNMAIL> From: Arif
Rahman <ari...@bppn.go.id>
To: ah...@dataphone.se
Cc: bdi...@yahoogroups.com, Sabili <sab...@egroups.com>,
cus...@rad.net.id, darul_i...@egroups.com,
daulah...@planetaccess.com, daulah...@egroups.com,
fundam...@egroups.com, masyum...@muslim.com, media...@iname.com,
mili...@connecticut.permias.org, muslim-...@egroups.com,
okt...@stud.uni-hannover.de, oposis...@egroups.com,
partai-...@egroups.com, Kebangkita...@egroups.com,
milis-...@egroups.com, mimba...@egroups.com,
indonesiam...@usa.net, Syabab-Hiz...@yahoogroups.com,
Me...@yahoogroups.com, persatu...@yahoogroups.com
Subject: RE: [bdi-kps] GUS DUR TURUN MEGA NAIK RAKYAT TETAP SENGSARA NEGARA
TETAP AKAN PECAH
Date: Thu, 3 May 2001 09:30:41 +0700
Return-Receipt-To: Arif Rahman <ari...@bppn.go.id>
MIME-Version: 1.0
X-Mailer: Internet Mail Service (5.5.2650.21)
Content-Type: text/plain;
charset="iso-8859-1"
X-UIDL: LQ-!!9=4!!=EI!!Og8!!
Mr. Ahmad Sudirman, apakah anda punya Solusi yang cemerlang yang dapat
disumbangkan untuk negeri ini, ketimbang hanya menyebarkan tulisan-tulisan
(artikel) yang mengakibatkan suasana bertambah tidak kondusif, bahkan
mungkin cenderung fitnah. Artikel anda dapat menstimulir perpecahan yang
tidak berkesudahan di negeri ini, kita-kita yang ada di Indonesia sudah
capek dengan berita-berita kacang goreng seperti yang anda selalu kirimkan.
Gunakanlah media milis grup yang bernuansakan Islami ini sebagai media
silaturahmi dan dakwah yang menyejukkan yang dapat meningkatkan ke Islaman
dan ke Imanan kita.
Arief Rachman
ari...@bppn.go.id
-----Original Message-----
From: Ahmad Sudirman [SMTP:ah...@dataphone.se]
Sent: Wednesday, May 02, 2001 10:46 PM
To: Sabili; cus...@rad.net.id; darul_i...@egroups.com;
daulah...@planetaccess.com; daulah...@egroups.com;
fundam...@egroups.com; masyum...@muslim.com; media...@iname.com;
mili...@connecticut.permias.org; muslim-...@egroups.com;
okt...@stud.uni-hannover.de; oposis...@egroups.com;
partai-...@egroups.com; Kebangkita...@egroups.com;
milis-...@egroups.com; mimba...@egroups.com; mimba...@makelist.com;
bob_ba...@hotmail.com; PP...@egroups.com; keya...@egroups.com;
bdi...@yahoogroups.com; Indon...@yahoogroups.com;
politikm...@yahoogroups.com; Mimbar...@egroups.com;
indonesiam...@usa.net; Syabab-Hiz...@yahoogroups.com;
Me...@yahoogroups.com; Persatuan Islam
Subject: [bdi-kps] GUS DUR TURUN MEGA NAIK RAKYAT TETAP SENGSARA NEGARA
TETAP AKAN PECAH
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
Stockholm, 2 Mei 2001
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
----------------
Stockholm, 4 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
MENYOROT TITIAN DAN DASAR PIJAKAN SEKULARIS GUS DUR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
JALAN PIKIRAN NGAMBANG HASILKAN KESIMPULAN NGAMBANG
Salah satu contohnya adalah Pandapotan yang biasa suka memberikan
ulasan-ulasannya yang dikirimkan via email pada jam-jam awal kerja
(8.00-10.00) atau pada jam-jam akhir kerja (16.00-17.00) melalui
telkom.co.id-nya di Bandung. Dimana pikiran ngambang Pandapotan (kalau perlu
nama aslinya saya akan tanyakan kepada sdr Joedi Wisoeda, jo...@telkom.co.id
, dari Telkomnet) ini:
"Bung Achmad ini kalau diperhatikan ternyata orang rajin mengutipi dan
menghapali pengetahuan, kemudian coba memainkannya/mengkombinasikan
dikaitkan dengan fenomena. Namun sayangnya dia bingung sendiri dan bisa juga
membingungkan orang. Disebabkan semua itu karena semuanya itu di Panglimain
oleh suatu Visinya or Hawa Nafsunya. Pemahaman nya pun kacau, termasuk
pemahaman tentang sekuler itu hanya ia hafal dari buku/literatur. Namun tak
menjamin pemahamannya, layaknya beberapa tokoh Muslim. Hal ini terlihat
nyata waktu mereka terperangkap dalam kasus Aji No Moto. GusDur tak boleh
mencampuri, ini urusan MUI. Sebab kini beliau Presiden. Lha kan ini sama
saja minta urusan Agama dipisahin dengan Negara. Nach loo ketahuan
Gobloknya...yg nolak Negara Sekuler. Artinya mereka minta agar Gd tak ikut
campur. Sama dong dengan Negara sekuler yg disampaikan GusDur. Dimana Negara
tdk punya hubungan formal dengan Agama. Hubungannya adalah budaya. Konteks
ini saja belum difahami. Soal literatur yang dibaca sih seabrek. Bung A
Sudirman ini juga masih kacau balau dalam kaitan membahas Politik, hukum dan
Negara. Apalagi soal strategis kelihatannya belum faham. Demikian dahulu
mohon ma'af sekedar mengingatkan. Wassalam" ( panda...@divnet.telkom.co.id
, Bandung- Jawa Barat, Fri, 4 May 2001 09:10:58 +0700)
SEBENARNYA TAK SUSAH MEMBUKTIKAN NEGARA PANCASILA INI NEGARA SEKULAR
Sebenarnya apa yang dijadikan alasan Pandapotan diatas adalah alasan yang
lahir dari jalan pikiran yang ngambang yang disangka telah bisa diterima
oleh akalnya.
Padahal negara sekular pancasila tak ada bedanya dengan kerajaan sekular
Swedia. Kalau kita lihat dari konstitusi negara sekular pancasila yang
dinamakan UUD 1945 memang secara jelas dan gamblang menggambarkan bagaimana
sebenarnya batang tubuh negara sekular pancasila.
Walaupun memang tercantum dalam Bab XI Agama Pasal 29 (1) Negara berdasar
atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap
penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut
agamanya dan kepercayaannya itu.
Tetapi kalau ditelusuri lebih mendalam apa yang dinyatakan dalam ayat (1)
diatas dengan bunyi negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa hanyalah
merupakan simbol, label, atau nama saja yang tidak mempunyai pengaruh dan
akibat hukum. Karena buktinya penjabaran dari ayat (1) diatas tidak ada
dalam hasil ketetapan-ketetapan MPR sampai detik ini yang mempertimbangkan
ketetapannya kepada hukum-hukum agama. Begitu juga undang-undang yang
dilahirkan oleh DPR atas persetujuan Presiden atau sebaliknya tidak ada yang
mempertimbangkan kepada ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum agama.
Adapun ayat (2)-nya yang memberikan jaminan kemerdekaan tiap-tiap
penduduknya untuk memeluk agamanya masing-masing itu merupakan bunyi
pernyataan dan aturan yang umum. Karena di kerajaan sekular Swedia pun semua
pemeluk agama diberikan jaminan dan kebebasan untuk menjalankan agamanya
masing-masing. Selama hukum-hukum agama yang ada itu tidak dilibatkan dan
diperjuangkan untuk dimasukkan kedalam undang-undang kerajaan yang diakui
dan disyahkan oleh lembaga Parlemen yang ada.
Sedangkan Departemen Agama yang masih ada dibawah pimpinan Menteri Agama di
negara pancasila bukan berarti suatu tanda atau alasan bahwa negara sukular
pancasila adalah negara non-sekular pancasila. Karena walaupun ada
Departemen Agama tetapi dalam mengacu hukum-hukum yang diberlakukan atau
aturan-aturan yang diberlakukan bukan mengacu dan mempertimbangkan kepada
hukum-hukum agama, melainkan mengacu dan mempertimbangkan kepada UUD 1945,
ketetapan-ketetapan MPR dan undang-undang hasil DPR dan peraturan-peraturan
Presiden.
DIBANDINGKAN DENGAN NEGARA SEKULAR LAINNYA
Karena hal ini memang ada dan terjadi di negara-negara sekular lainnya,
misalnya di kerajaan sekular Swedia. Dimana pemerintah membawahi
gereja-gereja yang ada di seluruh Swedia. Pendeta-pendetanya digajih oleh
pemerintah dan Pendeta tertinggi diangkat oleh Pemerintah. Hanya hukum agama
yang ada dan resmi diakui di Swedia tidak dimasukkan dan tidak dijadikan
dasar pertimbangan dalam pengambilan hukum bagi pemerintahan kerajaan
Swedia.
Walaupun ada partai-partai yang berlabel agama, seperti partai Kristen
demokrat yang berhasil masuk ke parlemen dan yang ketua umumnya bekas
pendeta. Tetapi dasar partainya bukan Kristen. Begitu juga program-program
kerjanya tidak ada yang mengarah kepada penegakkan hukum Kristen di wilayah
kerajaan sekular Swedia.
Juga dalam kehidupan pendidikan di sekolah-sekolah menengah atas diberikan
pelajaran agama. Tetapi hanya sekedar sebagai bahan informasi dan
pengetahuan bukan sebagai bahan pertimbangan untuk dijadikan sebagai patokan
hukum dalam kehidupan masyarakat dan negara dalam ruang lingkup kerajaan
sekular Swedia.
Begitu juga dengan adat istiadat, tata-cara yang ada dan datang dari agama
memang diakui, diterima dan dilindungi di kerajaan sekular Swedia. Misalnya
perkawinan muslim yang dilangsungkan menurut tata-cara Islam dan
dilaksanakan di mesjid dan disaksikan oleh para saksi memang hasilnya bisa
diterima dan diakui oleh pemerintah daerah setepat di wilayah kerajaan
sekular Swedia. Contohnya surat kawin yang ditandatangani oleh para saksi
dan pengurus masjid yang mengawinkan itu bisa diterima sebagai satu bukti
syahnya perkawinan menurut Islam dan bisa diterima oleh bagian kantor
perpajakan, kementrian dalam negeri dan kementrian luar negeri apabila
sebelumnya surat kawin itu disyahkan dan ditandatangani oleh notaris yang
telah ditunjuk oleh pemerintah kerajaan sekular Swedia.
TIDAK BERBEDA DENGAN YANG BERLAKU DI NEGARA SEKULAR PANCASILA
Tentu saja sebenarnya keadaan kehidupan pendidikan di kerajaan sekular
Swedia itu tidak ada bedanya dengan keadaan kehidupan pendidikan di negara
sekular pancasila ini. Dimana kehidupan pendidikan agama hanyalah sekedar
bahan informasi dan pengetahuan untuk para murid dan mahasiswanya, dan bila
setelah berhasil keluar dan meraih gelar pengetahuan agamanya itu tidak bisa
dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk membuat ketetapan-ketetapan,
undang-undang, peraturan-peraturan, hukum-hukum yang bisa berlaku dalam
masyarakat, pemerintah dan negara sekular pancasila.
Begitu juga adat istiadat dan tata-cara kawin menurut Islam di negara
sekular pancasila-pun diakui oleh pemerintah daerah setempat, sebagaimana di
kerajaan sekular Swedia.
HASIL TARIKAN GARIS LURUS DARI JALAN PIKIRAN DIATAS
Jadi kalau ditarik garis lurus dari hasil jalan pikiran diatas itu negara
dan kerajaan dinamakan sekular apabila konstitusi atau undang-undang
dasarnya tidak mencantumkan dalam pasal-pasal-nya atau ayat-ayat-nya bahwa
negara berdasarkan agama dan hukum-hukum-nya bersumberkan kepada agama.
JALAN PIKIRAN NGAMBANG YANG PERLU DIPERDALAM
Jadi jalan pikiran Pandapotan diatas yang menyatakan bahwa "GusDur tak boleh
mencampuri, ini urusan MUI. Sebab kini beliau Presiden. Lha kan ini sama
saja minta urusan Agama dipisahin dengan Negara. Nach loo ketahuan
Gobloknya...yg nolak Negara Sekuler. Artinya mereka minta agar Gd tak ikut
campur. Sama dong dengan Negara sekuler yg disampaikan GusDur" (
panda...@divnet.telkom.co.id , Fri, 4 May 2001 09:10:58 +0700) adalah
merupakan jalan pikiran yang ngambang yang tidak mengerti dan tidak memahami
dasar dan sumber hukum serta buta terhadap pengakuan dan kehidupan hukum
yang berlaku di negara sekular.
MEREKA YANG PAHAM JALAN PIKIRAN AHMAD SUDIRMAN
Mereka yang paham dan mengerti jalan pikiran Ahmad Sudirman adalah mereka
yang mengerti dari mana Ahmad Sudirman menyorot dan memandang sesuatu.
Apabila Ahmad Sudirman menyorot dari sudut konstitusi atau UUD 1945 berarti
Ahmad Sudirman melihat dari sudut kacamata sekular, dan ini bukan berarti
Ahmad Sudirman itu sekularis, melainkan supaya para pembaca mengerti.
Misalnya menyorot Gus Dur dari sudut UUD 1945 berarti menyorot Gus Dur dari
sudut sekular. Kalau dari sudut sekular saja Gus Dur sudah membuat
penyimpangan dan penyelewengan konstitusi, apalagi kalau disorot dari segi
agama (DIR, Daulah Islam Rasulullah) Gus Dur itu sudah benar-benar
menyimpang jauh).
Karena itu para pembaca yang telah paham pemikiran Ahmad Sudirman mengerti
dari arah mana Ahmad Sudirman menyorot sesuatu. Bukan seperti Pandapotan
yang jalan pikirannya masih ngambang lalu menyimpulkan dengan hasil yang
ngambang dan dangkal.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
---------------------
Date: Fri, 4 May 2001 09:10:58 +0700
From: "Dapot" <panda...@divnet.telkom.co.id>
To: <persatu...@yahoogroups.com>, "Sabili"
<sab...@egroups.com>,--delete--<oposis...@yahoogroups.com>, --delete--
<mimba...@egroups.com>, <mimba...@makelist.com>,--delete--
Date: Fri, 4 May 2001 09:10:58 +0700
From: "Dapot" <panda...@divnet.telkom.co.id>
Subject: [OPOSISI] Re: [PERSIS] SOLUSI SEDERHANA KECAKAPAN MENJALANKAN
KEJUJURAN DAN KEADILAN
Bung Achmad ini kalau diperhatikan ternyata orang rajin mengutipi dan
menghapali pengetahuan, kemudian coba memainkannya/mengkombinasikan
dikaitkan dengan fenomena.
Namun sayangnya dia bingung sendiri dan bisa juga membingungkan orang.
Disebabkan semua itu karena semuanya itu di Panglimain oleh suatu Visinya or
Hawa Nafsunya.
Pemahaman nya pun kacau, termasuk pemahaman tentang sekuler itu hanya ia
hafal dari buku/literatur. Namun tak menjamin pemahamannya, layaknya
beberapa tokoh Muslim.
Hal ini terlihat nyata waktu mereka terperangkap dalam kasus Aji No Moto.
GusDur tak boleh mencampuri, ini urusan MUI. Sebab kini beliau Presiden. Lha
kan ini sama saja minta urusan Agama dipisahin dengan Negara.
Nach loo ketahuan Gobloknya...yg nolak Negara Sekuler. Artinya mereka minta
agar Gd tak ikut campur. Sama dong dengan Negara sekuler yg disampaikan
GusDur. Dimana Negara tdk punya hubungan formal dengan Agama. Hubungannya
adalah budaya. Konteks ini saja belum difahami. Soal literatur yang dibaca
sih seabrek.
Bung A Sudirman ini juga masih kacau balau dalam kaitan membahas Politik,
hukum dan Negara. Apalagi soal strategis kelihatannya belum faham.
Demikian dahulu mohon ma'af sekedar mengingatkan.
Wassalam
Dapot
(Bandung- Jawa Barat)
panda...@divnet.telkom.co.id
Fri, 4 May 2001 09:10:58 +0700)
---------------------
Stockholm, 6 Mei April 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
TIDAK SUSAH MENGETAHUI IDENTITAS BAMBANG EKALAYA ALIAS OGAH
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA
MUARA SAKTI DARI ITB-BANDUNG INGIN TAHU IDENTITAS BAMBANG EKALAYA ALIAS OGAH
YANG LOGIKANYA MIRING
"Ass. Samapai sekarang saya belum menerima jawaban tentang identitas pak
ogah...ada yg bisa bantu? Muara Sakti" ( mua...@pl.itb.ac.id ,Sat, 5 May
2001 09:04:34 +0700 (JAVT)).
Sebenarnya tak susah untuk mengetahui identitas Bambang Ekalaya alias Ogah
yang selalu memainkan logikanya yang cetek, picik dan ngambang itu. Dan
tentu saja identitas Ogah ini masih perlu dicek kebenarannya, hanya untuk
langkah pertama bisa dijadikan sebagai satu bukti sebelum dibuktikan dengan
data-data lainnya yang bisa diterima akal. Karena Ogah ini selalu berbohong
dan melanggar peraturan embargo senjata ke Iran, misalnya menjadi kacung
tukang pasang alat pengontrol rudal yang dibeli dari China oleh Iran.
Misalnya setahun yang lalu Ogah ini mengirim email kepada saya dengan
memperkenalkan dirinya sebagai berikut: "Saya tidak tinggal di Indonesia,
saya staff pengajar Physica Quantum di California State University selama 10
tahun, saya tinggal disini sudah 20 tahun. Jadi saya bisa dianggap sekuler,
dan memang saya juga menganggap diri saya sekuler tapi bukan tidak beragama,
saya sangat menghargai agama nenek moyang saya (Islam), bukan berarti saya
anti Islam atau anti Kristen
atau agama lainnya. Ronda Malem ( og...@1stnetusa.com , Sun, 5 Mar 2000
11:04:57 -0500)
"Saya mau tambahkan bahwa saya bekerja sebagai seorang dokter sewaktu di
Indonesia, dan lulus thn 70 an di Pergutruan tinggi Negeri di Bandung. Saya
jadi dokter militer dan dididik spesialisasi Kedokteran Jiwa Militer, jadi
kalau cuma kepribadian seperti anda itu saya sudah engga asing, seringkali
saya asik semalam ngobrol dengan orang2 seperti Bapak Dirman ini, sebetulnya
engga sulit memperbaikinya, cuma dibutuhkan kesadaran, mau menerima
kenyataan. Saya dapat Tugas Belajar ke Amerika, kemudian pemerintah
kesulitan dana, sehingga saya harus mencari uang sendiri untuk menyelesaikan
Master saya dibidang Biomedical Engineering. Tetapi kemudian ada tawaran
beasiswa untuk Physica Quantum yang bukan bidang saya, tetapi karena angka2
saya cemerlang untuk bidang ini akhirnya beasiswa itu jatuh pada saya.
Sekarang saya bekerja dalam suatu team dalam menciptakan alat2 baru untuk
angkasa luar. Ronda Malem" ( og...@1stnetusa.com ,Tue, 7 Mar 2000 00:32:15
-0500)
Kemudian si Ogah ini ngaku jadi WN USA: "Padahal harus takut apa?? di
Indonesia juga kalau saya ngomong gini ditangkep sebentar kemudian di
deportasi karen saya khan WN USA sipemberi makan rakyat Indonesia mana
berani nangkep terus macem2. Engga kayak bapak ngomong salah bisa dibikin
kayak AM Fatwa, dipenjara engga pake pengadilan, bahkan mungkin bisa hilang
gitu saja. Ronda Malem" ( og...@1stnetusa.com ,Sat, 11 Mar 2000 22:44:35
-0500)
Itu setahun yang lalu Ogah mengatakan bahwa dirinya sekular tapi bukan tidak
beragama. Artinya Ogah itu masih beragama, atau istilah lainnya masih
muslim. Kemudian kerja dalam suatu team dalam menciptakan alat2 baru untuk
angkasa luar.
Tetapi beberapa hari terakhi ini Ogah menulis emailnya lagi kepada saya:
"Pak Ogah tak pernah bilang tidak percaya Islam, tapi pak Ogah bilang pak
Ogah tak percaya pada agama apapun bukan cuma Islam. ogah" (
og...@1stnetusa.com ,Thu, 26 Apr 2001 19:59:23 -0700). Kemudian sekarang Ogah
kerja sebagai pemasang alat kontrol rudal (peluru kendali) tapi dengan cara
gelap dan melanggar peraturan embargo: "Tapi karena ahli2 Iran sudah kabur,
tinggallah ahli2 yang kolot yang belum pernah mengenal sistim digital dan
chip dalam relay design yang digunakan dalam semua sistim kontrol zaman
sekarang. Tentu saja pemerintahan Iran tahu berapa biaya nya kalau saja
mereka punya hubungan diplomatik resmi dengan USA. Artinya mereka bisa
menyewa kontraktor resmi dengan biaya kurang dari $ 2 ribu untuk kerjaan
yang pak Ogah kerjakan. Namun begitulah nasib negara yang kena embargo,
kontraktor resmi tak ada yang mau mengerjakannya karena bisa dicabut
licensenya di USA ini. Sedangkan pak Ogah bekerja tanpa izin kontraktor
karena resminya pak Ogah cuma dosen. Jadi kerjaan yang kayak gitu tentu
saja diluar professi Ogah.Ogah" ( og...@1stnetusa.com ,Thu, 26 Apr 2001
19:59:23 -0700)
UNTUK MEREKA YANG INGIN MELACAK OGAH, AHMAD SUDIRMAN KASIH JALAN KELUARNYA
Tentu saja bukan hanya Muara Sakti yang dari ITB-Bandung saja yang ingin
tahu identitas Ogah alias Bambang Ekalaya yang pembual ini, tetapi banyak
yang lainnya.
Nah disini saya sedikit akan memberikan jalan keluarnya yaitu coba kontak
saja saudara Lambert, Russell Sr di Computers, Parts & Repairs Inc. PO Box
3218 Glendale, CA 91221, dengan email adres rlam...@1STNETUSA.COM dan
telepon numernya 818-247-3888. Atau saudara Orrantia, Jorge , Computers,
Parts & Repairs Inc. 1808 Victory Bl. Glendale, CA 91201, dengan email adres
jorr...@1STNETUSA.COM dan telepon numernya 818-247-3888
Tentu saja, kalau menanyakan kepada saudara Lambert, Russell Sr atau
saudara Orrantia, Jorge jangan langsung menanyakan si Ogah alias Bambang
Ekalaya, karena mereka tidak akan memberikan identitas Ogah. Hal ini
disebabkan karena peraturan dan hukum di Amerika dan juga di negara-negara
Eropa tidak membenarkan memberikan identitas kepada siapapun, kecuali kalau
ada penyelidikan dari pihak kepolisian setempat baru identitas itu diberikan
kepada pihak kepolisian, tetapi bukan kepada yang lainnya.
Oleh karena itu saya memberikan saran, tanyakan kepada mereka berdua di
Computers, Parts & Repairs Inc. bahwa menurut informasi yang diterima ada
seorang yang bernama Bambang Ekalaya dengan userid-nya ogah dan email
adresnya og...@1stnetusa.com yang pandai memasang alat pengontrol peluru
kendali (rudal). Sebutkan saja bahwa kepandaian Ogah ini diperlukan untuk
pemasangan alat-alat pengontrol itu, jadi perlu kami mengetahui bagaimana
caranya untuk menghubunginya, kalau perlu lewat Computers, Parts & Repairs
Inc
Cara ini bisa langsung dilacak dan ditanyakan oleh mereka-mereka yang
tinggal di California, terutama di daerah sekitar Glendale.
KEBIASAAN OGAH MENGIRIM EMAIL LEWAT 1STNETUSA.COM
Dari data-data yang bisa ditanggkap oleh komputer Ahmad Sudirman bahwa Ogah
alias Bambang Ekalaya ini kalau bukan hari libur (Sabtu atau Minggu)
biasanya dia mengirimkan emailnya (tentu saja lewat komputernya yang ada
dikamar kerja rumahnya) ketika anak-anak dan istrinya sedang tidur.
Misalnya:
pada tanggal 30 April 2001 dari data-data yang sampai dan ditangkap oleh
komputer Ahmad Sudirman. Ogah asik mengirimkan tulisan-tulisannya hasil
logikanya yang picik, cetek dan miring tentang Islam melalui email dimulai
pukul 03.49 sampai pukul 04.39.
Kemudian pada tanggal 1 Mei 2001 dari data-data yang sampai dan ditangkap
oleh komputer Ahmad Sudirman. Ogah asik mengirimkan tulisan-tulisannya hasil
logikanya yang picik, cetek dan miring tentang Islam melalui email dimulai
pukul 00.24 sampai pukul 02.49. Kemudian dia tidur sebentar. Bangun kembali
sekitar pukul 07.00 sambil sarapan pagi. Lalu buka lagi komputernya dan
mengirimkan lagi hasil logikanya yang miring itu antara pukul 08.28 sampai
pukul 08.56. Kemudian pergi mengajar atau pergi kerja cari uang tambahan.
Sepulang mengajar atau kerja, siap kembali didepan komputernya pukul 21.18
sampai pukul 22.42
PESAN AHMAD SUDIRMAN
Apabila Bambang Ekalaya alias Ogah si pembual yang punya logika miring,
picik, cetek dan ngambang ini bisa diketemukan di California biarkan dia
hidup bebas sesuka hatinya. Jangan diganggu. Kita tunjukkan kepadanya bahwa
Islam dan penganutnya tidaklah sebejad dan sejahat seperti yang selalu
dituliskan dalam email-emailnya.
Karena saya sudah menjawab sebagian besar hasil logika picik Ogah ini dalam
tulisan-tulisan saya yang lalu, kemudian kalau masih juga mengulang-ulangnya
kembali dan tetap keras kepala dan ngotot, maka perlu diperingatkan.
Apabila masih juga degil atau tetap keras kepala, maka perlu dilaporkan
kepada pihak yang berwajib di California dengan suatu alasan telah membuat
penghinaan dan pelecehan terhadap agama. Karena menurut pengakuannya si Ogah
ini warganegara Amerika maka ia akan dijatuhi hukuman menurut hukum negara
sekular Amerika.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
--------------------
Return-Path: <is-lam-return-26841-ahmad=dataph...@isnet.org>
Received: from isnet.org ([192.17.3.145])
by mail04.dataphone.se (8.11.3/8.11.2) with SMTP id f4526H847044 for
<ah...@dataphone.se>; Sat, 5 May 2001 04:06:18 +0200 (CEST)
(envelope-from is-lam-return-26841-ahmad=dataph...@isnet.org)
Received: (qmail 3693 invoked by alias); 5 May 2001 02:05:39 -0000
Mailing-List: contact is-la...@isnet.org; run by ezmlm
Reply-To: is-...@isnet.org
Precedence: bulk
X-No-Archive: yes
list-help: <mailto:is-la...@isnet.org>
list-unsubscribe: <mailto:is-lam-unsubscribe-ahmad=dataph...@isnet.org>
list-post: <mailto:is-...@isnet.org>
Delivered-To: mailing list is-...@isnet.org
Received: (qmail 3685 invoked from network); 5 May 2001 02:05:34 -0000
Date: Sat, 5 May 2001 09:04:34 +0700 (JAVT)
From: Muara Sakti <mua...@pl.itb.ac.id>
To: is-...@isnet.org
cc: enh...@mataram.wasantara.net.id
Message-ID: <Pine.BSF.4.21.010505...@mail.pl.itb.ac.id>
MIME-Version: 1.0
Content-Type: TEXT/PLAIN; charset=US-ASCII
Subject: [is-lam] Alamat Ogah
X-UIDL: [EI"!N+*!!n[%"!QCf"!
ass.
Samapai sekarang saya belum menerima jawaban tentang identitas pak ogah...
ada yg bisa bantu?
Muara Sakti
mua...@pl.itb.ac.id
---------------
SEDIKIT INFORMASI BAGI MEREKA YANG INGIN MELACAK SI OGAH LEWAT JALUR
KOMPUTER
(DATA TERBARU)
Return-Path:
<sentto-1993800-241-989119990-ahmad=dataph...@returns.onelist.com>
Received: from hl.egroups.com (hl.egroups.com [208.50.99.197])
by mail04.dataphone.se (8.11.3/8.11.2) with SMTP id f463XB869332
for <ah...@dataphone.se>; Sun, 6 May 2001 05:33:16 +0200 (CEST)
(envelope-from
sentto-1993800-241-989119990-ahmad=dataph...@returns.onelist.com)
X-eGroups-Return:
sentto-1993800-241-989119990-ahmad=dataph...@returns.onelist.com
Received: from [10.1.4.52] by hl.egroups.com with NNFMP; 06 May 2001
03:33:10 -0000
X-Sender: og...@1stnetusa.com
X-Apparently-To: persatu...@yahoogroups.com
Received: (EGP: mail-7_1_2); 6 May 2001 03:33:09 -0000
Received: (qmail 20895 invoked from network); 6 May 2001 03:33:08 -0000
Received: from unknown (10.1.10.26) by m8.onelist.org with QMQP; 6 May 2001
03:33:08 -0000
Received: from unknown (HELO mail2.1stnetusa.com) (206.171.253.49) by mta1
with SMTP; 6 May 2001 03:33:08 -0000
Received: from 1stnetusa.com (ca-mdm181.1stnetusa.com [207.105.149.181]) by
mail2.1stnetusa.com (8.9.3/8.9.1) with ESMTP id UAA27158; Sat, 5 May 2001
20:31:30 -0700 (PDT) (envelope-from og...@1stnetusa.com)
Message-ID: <3AF4B368...@1stnetusa.com>
X-Mailer: Mozilla 4.76 [en] (Win98; U)
X-Accept-Language: en
To: persatu...@yahoogroups.com
Cc: is-...@isnet.org, anti-...@egroups.com, isti...@egroups.com,
mitrape...@egroups.com, partai-...@egroups.com,
nahdlat...@egroups.com, p...@egroups.com, foru...@egroups.com
References: <2001050400...@vectraC.total.com>
<002c01c0d5bc$fb1b9270$2fa40bd4@homemyum2wj7fr>
From: Ogah <og...@1stnetusa.com>
MIME-Version: 1.0
Mailing-List: list persatu...@yahoogroups.com; contact
persatuan-...@yahoogroups.com
Delivered-To: mailing list persatu...@yahoogroups.com
Precedence: bulk
List-Unsubscribe: <mailto:persatuan-isl...@yahoogroups.com>
Date: Sat, 05 May 2001 19:14:01 -0700
Reply-To: persatu...@yahoogroups.com
Subject: Re: [PERSIS] Re: Petisi Anti Taleban
Content-Type: text/plain; charset=US-ASCII
Content-Transfer-Encoding: 7bit
X-UIDL: i'd!!]Lj!!`?n"!HWU!!
Hei orang2 yang keracunan agama!!!
----delete--------
Ogah
si Penguasa Dunia ini
Hi semuanya...gue udah bilang resign dari pengiriman
nyang model beginian kok di kirimin terus
sich...tolong ya sekali lagi jangan dikirimin lagi
Wassalam
Kiromul
=== message truncated ===
Stockholm, 7 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
BELUM APA-APA SEKULARIS MEGA DENGAN PDIP-NYA TOLAK SYARIAT ISLAM
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
SEKULARIS MEGA DENGAN PDIP-NYA BELUM DISUMPAH JADI PRESIDEN SUDAH TUNJUKKAN
TARING
Memang karena konstitusi atau UUD 1945 adalah konstitusi yang sekular negara
pancasila dan pancasila itu sendiri merupakan sumber hukum dasar nasional
yang sekular, sebagaimana yang tertulis dalam Pembukaan dan batang tubuh
Undang-Undang Dasar 1945 yang diperjuangkan oleh sekularis Mega dengan
PDIP-nya, maka tidak mengherankan apabila pimpinan-pimpinan PDIP yang
sekarang sedang mendapat angin menuju arah puncak kekuasaan negara pancasila
mulai menunjukkan taringnya dengan menghantam syariat Islam tidak perlu
diberlakukan di Provinsi Daerah Istimewa Aceh dengan alasan masyarakat Aceh
bukan masyarakat yang hidup di negeri yang terpisah dari NKRI.
KALAU DITEROPONG DARI SUDUT SEKULAR
Padahal Ketetapan MPR No IV/MPR/2000 tentang Rekomendasi Kebijakan Dalam
Penyelenggaraan Otonomi Daerah mengeluarkan pandangan Majelis terhadap
pelaksanaan otonomi daerah. Dalam bagian lampirannya MPR memberikan
rekomendasi: 1. UU tentang Otonomi Khusus bagi DI Aceh dan Irian Jaya
dikeluarkan paling lambat 1 Mei 2001 dengan memperhatikan aspirasi
masyarakat daerah yang bersangkutan.
Walaupun sebenarnya keinginan sebagian besar masyarakat Aceh bukan otonomi
khusus melainkan berdiri sendiri diatas kemampuan pemerintahan dan negara
sendiri yang menerapkan syariat Islam atas dasar agama Islam yang telah
dipeluk oleh rakyat Aceh dari sejak abad ke 13 jauh sebelum negara sekular
pancasila yang diproklamirkan oleh Soekarno ini muncul kepermukaan.
KEBUTAAN DAN KEBODOHAN PIMPINAN PDIP MENOLAK SYARIAT ISLAM BERLAKU DI ACEH
Dan memang suatu kebutaan dan kebodohan dari para pimpinan PDIP yang telah
berani dengan lantangnya mendengungkan sumber hukum dasar nasional yang
sekular dan batang tubuh UUD 1945 yang berisikan nilai-nilai sekularisme
untuk dijadikan alat pendobrak dan penghancur syariat Islam.
Dan tentu saja ide-ide dan sikap-sikap negatif dari pihak pimpinan PDIP ini
terhadap nilai-nilai yang berisikan kandungan-kandungan hukum agama (Islam)
yang sudah mulai didengungkan keudara akan membawa benih yang kurang subur
bagi pertumbuhan sekularis Mega dengan PDIP-nya ini.
PIMPINAN PDIP MULAI LAKUKAN SIKAP KONFRONTASI
Padahal kalau para pimpinan PDIP itu secara luwes dan penuh pengertian untuk
saling hormat-menghormati demi kesatuan dan persatuan rakyat negara
pancasila, maka bukan jalan konfrontasi ide dan sikap negatif terhadap
nilai-nilai hukum agama (Islam) yang terlebih dahulu ditonjolkan, melainkan
justru harus menampilkan sikap positif yang mengarah kepada pengayoman dan
penyatuan pemikiran, pemahaman dan ide-ide yang datang dari berbagai agama
yang ada di negara pancasila.
Dan sikap positif yang mengarah kepada pengayoman dan penyatuan pemikiran,
pemahaman dan ide-ide yang datang dari berbagai agama yang ada di negara
pancasila inilah yang menurut saya apa yang dimaksud dalam Ketetapan MPR No
IV/MPR/2000 tentang Rekomendasi Kebijakan Dalam Penyelenggaraan Otonomi
Daerah mengeluarkan pandangan Majelis terhadap pelaksanaan otonomi daerah.
Dalam bagian lampirannya MPR memberikan rekomendasi: 1. UU tentang Otonomi
Khusus bagi DI Aceh dan Irian Jaya dikeluarkan paling lambat 1 Mei 2001
dengan memperhatikan aspirasi masyarakat daerah yang bersangkutan.
PIMPINAN PDIP HARUS BELAJAR BAGAIMANA MENGARAHKAN PIKIRAN DARI BERBAGAI
AGAMA KEARAH YANG POSITIF DAN SEJALAN
Kalau belum apa-apa pimpinan PDIP sudah berteriak-teriak "Daerah Istimewa
Aceh merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan NKRI" padahal hak-hak
rakyat Aceh itu telah ditindas dan diperlakukan tidak adil oleh diktator
Soekarno, diktator militer Soeharto dan sekarang oleh sekularis Gus Dur yang
degil, maka bagaimana rakyat Aceh akan mau ikut dan percaya kepada sekularis
Mega dengan PDIP-nya yang sudah menunjukkan terlebih dahulu sikap negatif
dan konfrontatifnya terhadap aspirasi rakyat Aceh, apalagi sambil
mengayun-ngayun pentungan yang dibuat dari lumpur pancasila.
Sebaiknya pimpinan PDIP dibawah sekularis Mega harus jauh meneropong,
memikirkan, menghayati dan menyatukan ide-ide yang lahir dari berbagai
aspirasi rakyat yang menganut berbagai agama untuk dibawa bersama-sama dalam
membangun masyarakat pemerintah dan negara.
Bagaimana.....?
Haiyaaa....2+2=6...? Begitu...?
>Subject: BELUM APA-APA SEKULARIS MEGA DENGAN PDIP-NYA TOLAK SYARIAT ISLAM
>From: Ahmad Sudirman ah...@dataphone.se
>Date: 5/7/2001 1:39 PM Pacific Daylight Time
>Message-id: <3AF70807...@dataphone.se>
Stockholm, 9 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS GUS DUR JERAT LASKAR JIHAD DENGAN HUKUM SEKULAR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
SEKULARIS GUS DUR JERAT PIMPINAN LASKAR JIHAD DENGAN TALI HUKUM SEKULAR
Pada tanggal 5 April 2001 Panglima Laskar Jihad Jaffar Umar Thalib ditangkap
berdasarkan surat penangkapan bernomor Sprin Kab/02/V/2001/Pidter oleh
jajaran Korserse Mabes Polri di Surabaya dengan tuduhan melanggar pasal 156
KUHP tentang menimbulkan rasa permusuhan terhadap agama lain dan pasal 340
KUHP tentang penganiayaan berat dan pembunuhan juncto pasal 355, ayat 1 dan
2 KUHP juncto pasal 55 KUHP
Nah, disinilah harus disadari, bahwa hukum yang berlaku di negara pancasila
adalah hukum yang bukan berdasarkan kepada sumber-sumber yang datangnya dari
agama. Karena itu apapun alasan yang didasarkan kepada alasan-alasan agama
tidak akan didengar dan tidak akan diterima oleh sekularis Gus Dur.
TARGET UTAMA DAN TUJUAN LASKAR JIHAD
Dan tentu saja, saya pada tanggal 16 April 2000, 3 hari setelah Jaffar Umar
Thalib memberikan wawancaranya kepada wartawan, saya telah menyatakan dalam
tulisan "Laskar Jihad bela Negara Islam bukan Negara Pancasila-sekular" (
http://www.dataphone.se/~ahmad/000416.htm )
Kalau saya buka kembali dari apa yang saya tulis setahun yang lalu itu guna
menyimak kembali target utama dan tujuan Laskar Jihad berperang di Maluku.
"Sebenarnya target utamanya adalah mengembalikan wibawa umat Islam Indonesia
di hadapan dunia internasional, guna mendorong terbentuknya pemerintah yang
berwibawa. Sekarang ini kita melihat kenyataan, pemerintah kita adalah
pengemis internasional. Mereka minta bantuan kepada lembaga-lembaga
internasional sampai pada tingkat tidak ada harga diri. Karena itu kita
membuat laskar jihad dengan upaya untuk menaikan wibawa umat Islam. Ini
sekaligus sebagai reaksi terhadap ketidakmampuan pemerintah untuk mengangkat
harkat dan martabat bangsa ini" (Astaga.com ,Wawancara Dengan Panglima
Laskar Jihad, Bogor - 13 Apr 00 11:48 WIB).
"Dan tujuan di Maluku adalah berperang melawan kelompok separatis RMS yang
ingin memisahkan diri dari RI. Kemudian sekarang berkembang ada kelompok
Gereja Protestan Maluku (GPM) yang ternyata ambisinya lebih besar dari RMS.
Kalau RMS ingin memisahkan diri dari RI, tapi kalau GPM ingin mendirikan
Negara Kristen Indonesia Timur meliputi yang meliputi 3 wilayah: Irian,
Maluku dan Sulawesi Utara. Kita akan berperang melawan mereka" (Astaga.com
,Wawancara Dengan Panglima Laskar Jihad, Bogor - 13 Apr 00 11:48 WIB)
KALAU DILIHAT PAKAI KACAMATA SEKULARIS GUS DUR
Jaffar Umar Thalib telah mendeklarkan tanggal 13 April 2000 bahwa target
utama Laskar Jihad adalah untuk mengembalikan wibawa umat Islam Indonesia
dibawah naungan negara pancasila yang memiliki konstitusi dan sumber hukum
yang sekular dihadapan dunia internasional yang terdiri dari negara-negara
yang sebagian besar sekular, dan juga mendorong terbentuknya pemerintah yang
berwibawa yang berpegang kepada dasar konstitusi sekular dan sumber hukum
sekular pancasila, serta bertujuan untuk berperang melawan kelompok
separatis RMS yang ingin memisahkan diri dari RI (dan) kelompok Gereja
Protestan Maluku (GPM) yang ingin mendirikan Negara Kristen Indonesia Timur.
Tetapi taktik, siasat, muslihat dan rencana kegiatan untuk mencapai sasaran
khusus atau strategi Laskar Jihad itu justru lebih banyak menguntungkan
sekularis Gus Dur ketimbang naiknya wibawa umat Islam, dan ternyata
memberikan peluang naiknya sekularis Mega dengan PDIP-nya yang sekular.
Dan tentu saja bukan Laskar Jihad yang harus menghadapi RMS dan GPM,
melainkan ABRI. Karena tugas dan kewajiban ABRI-lah untuk mempertahankan
Negara Pancasila dari gangguan dan ancaman bersenjata yang membahayakan
NKRI. Dan jelas yang harus mendeklarkan perang melawan RMS dan GPM adalah
Gus Dur sebagai Presiden RI setelah mendapat persetujuan DPR, bukan panglima
perang Laskar Jihad.
KALAU PAKAI KACAMATA NON-SEKULAR
Maka kewajiban orang yang beragama, khususnya umat Islam, juga sebagai
rakyat negara pancasila untuk siap membantu dan memberikan jalan keluar
kepada pihak penguasa eksekutif dan wakil-wakil rakyat dilembaga legislatif
untuk menyelesaikan konflik berdarah yang telah melibatkan pertentangan dan
pertumpahan darah antar suku dan antar agama di wilayah negara sekular
pancasila yang tidak bersumberkan hukumnya kepada hukum-hukum agama (Islam)
sedapat mungkin melalui jalan perundingan dengan melibatkan seluruh unsur
yang terlibat dalam konflik berdarah yang dilaksanakan dan dijalankan secara
adil dan lurus.
Adapun kalau terbukti adanya usaha dari sebagian kelompok rakyat negara
pancasila untuk memisahkan diri dari negara kesatuan pancasila, maka
bukanlah tugas dan kewajiban utama dari pihak umat Islam (rakyat negara
pancasila) untuk angkat senjata dan mendeklarkan perang, melainkan itu
adalah tugas pimpinan negara sekular pancasila dibawah sekularis Gus Dur
yang mempunyai hak dengan persetujuan DPR untuk mendeklarkan dan menyatakan
perang kepada pihak-pihak yang ingin menyatakan diri keluar dari negara
kesatuan pancasila.
Memang sebagai umat beragama (Islam) telah diwajibkan untuk jihad kuffar
guna mempertahankan diri dan melawan kaum yang ingin menghancurkan agama
(Islam), umat agama (Islam), dan negara yang berdasar agama (Islam), serta
bersumberkan hukum agama (Islam), sesuai dengan hukum perang yang ada dalam
agama (Islam): "Dan perangilah dijalan Allah orang-orang yang memerangi
kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah
tidak menyukai orang-orang yang melampui batas" (Al Baqarah: 190). Tetapi
jelas hukum ini tidak berlaku, apabila umat beragama (umat Islam) yang hidup
di negara sekular pancasila yang berkonstitusi UUD 1945 dan bersumberkan
hukum pancasila serta dipimpin oleh sekularis Gus Dur.
UNTUK MENGHADAPI SEKULARIS GUS DUR HARUS BAWA PENTUNGAN YANG TERBUAT DARI
UUD 1945
Salah satu pentungan yang bisa dipakai untuk mengusir sekularis Gus Dur
adalah UUD 1945. Karena kalau pakai pentungan yang dibuat dari agama (Islam)
akan mental karena memang tidak dijadikan sumber hukum di negara pancasila.
Misalnya dengan gagalnya sekularis Gus Dur "...memenuhi kewajiban Presiden
Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya..." (UUD 1945,
Bab III, pasal 9).
Seperti gagalnya menyelesaikan konflik berdarah di Maluku yang memakan
ribuan jiwa rakyat negara pancasila. Sehingga terpaksa memberlakukan
Keputusan Presiden No. 88/2000 yang berisikan penetapan keadaan darurat
sipil, di Propinsi Maluku dan Maluku Utara yang berlaku mulai pukul 00:00
WBTI, Selasa 27 Juni 2000.
Jadi sebenarnya dengan dijeratnya Jaffar Umar Thalib hari Jumat yang lalu
itu, justru menunjukkan betapa lemah dan tidak mampunya sekularis Gus Dur
memenuhi kewajibannya sebagai presiden negara pancasila dalam penyelesaian
konflik berdarah rakyat di Maluku.
Atau dengan kata lain karena ketidak mampuan sekularis Gus Dur menjalankan
sumpah jabatannya yang tertuang dalam UUD 1945, Bab III, pasal 9 yang
menyebabkan konflik berdarah antar suku dan antar agama di Maluku tidak bisa
dengan segera diselesaikan dengan cara menyeluruh, damai, adil dan jujur,
sehingga mendorong Jaffar Umar Thalib dengan Laskar Jihadnya untuk bertindak
menyelesaikan konflik berdarah itu menurut caranya sendiri.
Berpolitik
Sepanjang Sejarah, Pelaksanaan Syari'at Islam Gagal Rabu, 09 Mei 2001, @16:36 WIB
Jakarta -- Cendekiawan Prof Dr Nurcholish Madjid mengaku khawatir syari'at Islam di Aceh tidak berhasil. Sebab, dalam sejarahnya, upaya pelaksanaan syari'at Islam baru merupakan eksperimen. Dan, katanya, dari ekperimen itu belum ada satu pun negara yang berhasil.
Rektor Universitas ParamadinaMulya itu menyampaikan kekhawatirannya saat ditemui wartawan usai seminar "Manajemen Reformasi untuk Menyelesaikan Konflik", di Auditorium Lemhanas, Jakarta, hari ini.
Menurut Cak Nur -panggilan Nurcholish Madjid, secara historis telah ada percobaan pelaksanaan syariat, tapi tak ada yang berhasil. "Contoh yang paling mencolok adalah Pakistan, jadi kansnya sama saja di dunia," ujarnya.
Upaya pelaksanaan syari'at Islam merupakan hal yang tidak gampang. Sebab itu, bila syari'at Aceh diberlakukan di Aceh, pendiri Yayasan Paramadina ini khawatir bahwa penerapan hukum syariat Islam hanya separoh sektorial saja. "Seperti pepatah seberat-beratnya mata memandang lebih baik memikul, seberat-beratnya mengucapkan lebih berat melaksanakan," kata Cak Nur menganalogikan betapa sulitnya penerapan hukum Islam.
Apalagi, demikian Cak Nur, syari'at Islam yang kini menjadi perdebatan sebenarnya hanyalah masalah terminologi saja. Soalnya, sebenarnya syari'at Islam itu adalah seluruh semangat agama yang sama-sama mengajarkan keadilan, kemanusiaan, kehormatan terhadap hak asasi manusia.
Ibaratnya, seperti metamorfosa negeri bunga. Dimana di hulu sungai itu bersih, tapi di hilir airnya keruh. Artinya, bahwa karena faktor-faktor sejarah, maka pengertian syari'at seperti itu. Tapi lanjut Cak Nur, sebenarnya kalau dikembalikan pada maksudnya, syari'at itu adalah seluruh semangat agama, dan dalam semua agama sama.
Selain itu, Cak Nur yakin bahwa syari'at Islam tidak akan menjadi amunisi politik bagi bangkitnya Islam Nasionalis bila Presiden Abdurrahman Wahid mau menerangkan apa itu syari'at Islam. Menurutnya, Abdurrahman mempunyai pendapat yang berbeda soal syari'at Islam. Pendapat Abdurrahman ini setidaknya bisa mengurangi pandangan yang kurang positif bagi syari'at Islam. Sementara, kebanyakan orang memahami pengertian syari'at sudah semacam kolusi atau pengaruh-pengaruh yang kurang positif dari perkembangan sejarah. *** (zam)
Semoga Sdr Sudirman cs bisa memberikan penjelasan dengan contoh-contoh yang berguna.
Wassalam,
> ---------------------------------------------------------------------
> [oe] i tuoi dati sono in pericolo...
> http://groups.yahoo.com/group/soasiu
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
Stockholm, 11 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS MEGA COBA RABA PENYEBAB KEMELUT POLITIK DAN SUMBER KKN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
SEKULARIS MEGA PERCAYA KKN BERSUMBER PADA KURANGNYA INTEGRITAS PRIBADI
Yang dimaksud dengan integritas pribadi adalah wujud keutuhan prinsip moral
dan etika pribadi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Kurangnya
integritas pribadi berarti kurangnya wujud keutuhan prinsip moral dan etika
pribadi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Apa yang disorot oleh sekularis Mega mengenai merajalelanya KKN (Korupsi
Kolusi Nepotisme) adalah seperti yang diucapkannya dalam sambutan tertulis
pada Dies Natalis ke-19 Universitas Bengkulu, di Bengkulu, 11 Mei 2001:
"Saya percaya bahwa korupsi, kolusi, serta nepotisme yang kita sinyalir
merupakan penyakit terparah yang sedang diidap oleh bangsa dan negara kita
dewasa ini, bersumber pada kurangnya integritas pribadi para penyelenggara
negara, serta selera terlalu memandang kekuasan demi kekuasaan itu sendiri.
Hanya mereka yang integritas pribadinya bermasalah yang bersedia melakukan
berbagai perbuatan tercela, baik dalam bidang politik maupun dalam bidang
hukum, baik dalam jajaran suprastruktur politik maupun pada tataran
infrastruktur politik". (www.mediaindo.co.id , 11 Mei 2001, www.detik.com,
11 Mei 2001)
Kalau ditarik garis lurus dari apa yang dilontarkan sekularis Mega diatas,
maka akan menghasilkan suatu gambaran yang menunjukkan bahwa para
penyelenggara negara baik yang ada pada jajaran tingkat atas dan juga pada
jajaran tingkat bawah yang integritas pribadinya kurang akan bersedia
melakukan berbagai perbuatan tercela dan melanggar hukum seperti KKN
sehingga menimbulkan kemelut politik.
SEKULARIS MEGA PERCAYA PENYEBAB KEMELUT POLITIK TIDAK KONSISTEN MENJALANKAN
KONSTITUSI SEKULAR
Nah, kalau dihubungkan dengan apa yang diungkapkan sekularis Mega beberapa
hari sebelumnya ketika menerima pengurus Partai Syarikat Islam Indonesia
(PSII) di Istana Wapres Jakarta ,9 Mei 2001, ia menyatakan bahwa "kemelut
politik yang terjadi saat ini antara lain karena banyak pihak yang tidak
konsisten dalam menjalankan konstitusi." (www.mediaindo.co.id , Wapres:
Kemelut Politik karena tak Konsisten pada Konstitusi, 9 Mei 2001)
YANG TERKANDUNG DALAM KONSTITUSI ATAU UUD 1945 YANG DIMAKSUD SEKULARIS MEGA
Yang terkandung dan yang dimaksud dalam konstitusi oleh sekularis Mega
adalah apa yang dinamakan dengan pancasila, dan yang dijadikan sebagai
sumber hukum sekular di negara pancasila. Dimana pancasila ini ditulis dan
dituangkan didalam pembukaan atau preambul konstitusi atau UUD 1945.
SEBENARNYA DARI SEJAK DIKTATOR SOEKARNO, DIKTATOR MILITER SOEHARTO, BJ
HABIBIE DAN SEKULARIS GUS DUR, PANCASILA SUDAH DIJALANKAN SECARA KONSISTEN
Apa yang didengungkan dan diungkapkan oleh sekularis Mega diatas itu, yaitu
pancasila yang tertulis dan tertuang didalam preambul atau pembukaan UUD
1945 belum atau tidak dijalankan secara konsisten.
Padahal kalau mau mengakui secara jujur dan lurus sebenarnya pancasila itu
telah dilaksanakan secara konsisten dari sejak penguasa diktator Soekarno,
diktator militer Soeharto, BJ Habibie dan sekarang penguasa sekularis Gus
Dur.
KONSTITUSI YANG MENGANDUNG PANCASILA MERUPAKAN SUMBER HUKUM DAN MORAL/ETIKA
YANG LEMAH DAN RAPUH
Yang sebenarnya, persoalan sekarang adalah pancasila yang merupakan sumber
dasar hukum nasional dan sumber prinsip moral dan etika pribadi dalam
kehidupan bermasyarakat dan bernegara adalah sumber hukum dan sumber moral
dan etika pribadi yang lemah dan rapuh.
BANDINGKAN DENGAN SUMBER HUKUM DAN SUMBER MORAL/ETIKA YANG ADA DALAM DIR
Dan tentu saja kalau kita bandingkan antara sumber hukum dan moral/etika
yang tertuang dalam preambul UUD 1945 dinegara pancasila yang berbunyi:
"berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa,
kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta
dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia."
Dengan apa yang digariskan dalam Daulah Islam Rasulullah yang berbunyi:
"Visi untuk membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan
perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha
Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non
muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang
menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil,
berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan konstitusi
yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal
nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras."
PLEASE FORWARD TO ANY MAILING LIST
===================================
Bismillaahir RaHmaanir RaHiim
President Abdur-Rahman Wahid
Office of the President
Istana Merdeka
Jakarta 10110
Your Excellency,
Assalaam Aleykum Wa Rahmatullaah Wa Barakatahu
The following report is an indication that Indonesian efforts to
bring a cessation to hostilities between Christians and Muslims in the
Maluccas have been inadequate and perhaps ill-directed..
INDONESIANS ARREST MUSLIM ACTIVIST RE-MALUKU
On 4th May 2001 Sheikh Ja'far 'Umar Talib was arrested by the
Indonesian Authorities and charged on two counts.
a) Inciting religious violence in Maluku
b) Murder for stoning to death an adulterer.
Sheikh Ja'far is the leader of Laskar Jihad Ahlus Sunnah wa'l Jama'ah
which is the organisation that has been fighting in the Maluku region
against "Christian" marauders since the commencement of conflict
between the two religious combatants in early 1999.
The Laskar Jihad Movement claims that, "Christians of Maluku killed
approximately 3,000 Muslims on the Muslim Day of Eidul Fitr, 1999.
Since then 4,000 Muslims have been killed, 3,000 injured and 91,500 have
been forced to flee the area. In addition, 11,000 houses, 93 mosques and
2,400 vehicles have been destroyed."
With regard to the alleged murder, the victim, Abdullah, a member of
Laskar Jihad, admitted to having committed adultery, which according
to Laskar Jihad is punishable under Islamic Law by stoning to
death. Abdullah having admitted to the crime Sheikh Ja'far ordered
the punishment to be carried out.
The National Police Chief, General Surojo Bimantoro claims that under
Indonesian National Law this killing was an act of pre-meditated
murder.
With regard to the incitement to religious violence, the Muslims of
Indonesia and of Australasia (The IISNA) protest that the arrest of
the Sheikh was politically motivated and unjust.
They base this claim on :
a) That it was the Christians that initiated the conflict and are
responsible for its continuation.
b) That the Laskar Jihad are engaged merely in defending, and
organising the defence of, the Muslim inhabitants of the region, the
Indonesian Government being incapable of doing so.
c) That the initial riots in Kupang in 1999 that sparked off the
conflict, were deliberately provoked by Major General Theo Syafei who is
vice president of PDI Perjuangan, the political party of Megawati
Sukarnoputri, and the Indonesian vice-president. Syafei, a Christian
Protestant, is stridently anti-Muslim and a former officer of the Kopassus.
d) That Theo Syafei is not less responsible than Sheikh Ja'far
for the continuation of the conflict and that ipso facto if the Sheikh is
imprisoned, so should Syafei be imprisoned.
e) That in the name of humanity, the conflict should be resolved
as early as possible, but this will never be possible if the Indonesian
Government favours only one side.
We demand, in the name of Peace, Stability, and the Freedom of which
Indonesia was once so proud, that Justice in this case is done, and
that both parties to the conflict be treated fairly and equally.
Will you kindly make it known what action you are taking in this Cause.
Wassalaam fi Sabii li llaahi
Hadji Sadiiq Sandbach
227 Dilston Road, Fenham, Newcastle Upon Tyne. NE4 5AD, England
Email ssa...@hotmail.com Friday, 11 May 2001
_________________________________________________________________
Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com
----- Original Message -----
From: "Ahmad Sudirman" <ah...@dataphone.se>
Stockholm, 16 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
CARA MENGGODAM SEKULARIS GUS DUR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
MENURUT HUSEIN AL HABSYI MENGGULINGKAN GUS DUR ADALAH WAJIB
Saudara Rudy Tjahjono <Rudy_T...@app.co.id> yang berdomisili di sekitar
Jakarta bertanya kepada saya apakah saya setuju hasil wawancara wartawan
FORUM, Irfan Aminullah, dengan Habib Husein Al Habsyi Presiden Ikhwanul
Muslimin Indonesia (IMI) beberapa hari sebelum Sidang Paripurna DPR digelar
untuk menanggapi jawaban sekularis Gus Dur atas Memorandum I pada tanggal 30
April 2001 yang lalu. Dimana hasil wawancara itu dilampirkan dibawah.
Tentu saja saya sebagai seorang muslim yang kebetulan tidak berdomisili di
negara sekular pancasila melainkan di kerajaan sekular Swedia bisa memahami
dan mengerti alasan-alasan yang telah diutarakan oleh Husein Al Habsyi
Presiden Ikhwanul Muslimin Indonesia yang menjadi dasar fatwanya yang
mewajibkan penggulingan presiden sekularis Gus Dur.
DISOROT DARI HUKUM YANG BERLAKU
Hanya masalah yang timbul sekarang adalah hukum yang diakui dan ditegakkan
di negara sekular pancasila adalah hukum sekular yang bersumberkan pada
pancasila yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945 dan batang tubuh UUD 1945.
Begitu juga konstitusi yang dijadikan sebagai landasan negara sekular
pancasila adalah konstitusi sekular Undang Undang Dasar 1945.
Dari dasar inilah saya akan menyorot kalau memang mau menggulingkan presiden
sekularis Gus Dur.
Mengapa? Karena sampai dunia kiamatpun, selama hukum yang diakui dan
dijadikan landasan jalannya peradilan dinegara sekular pancasila ini masih
bersumberkan pada pancasila dan dasar negaranya masih berlandaskan pada
Undang Undang Dasar 1945, maka selama itu hukum-hukum yang ada dalam agama
(Islam) tidak bisa dijadikan sebagai sumber hukum yang berlaku di negara
pancasila.
Jadi sebagai rakyat negara sekular pancasila yang kebetulan mayoritas muslim
telah dijerat dan diikat oleh tali ikatan hukum yang dibuat berdasarkan
sumber hukum dasar nasional yaitu pancasila yang tertulis dalam pembukaan
Undang Undang Dasar 1945 dan batang tubuh Undang Undang Dasar 1945.
Karena itu kalau memang ada usaha untuk menggulingkan sekularis Gus Dur
presiden negara sekular pancasila, maka harus berlandaskan kepada konstitusi
yang berlaku dan diakui (UUD 1945), harus berdasarkan hukum-hukum yang
bersumberkan pada pancasila, dan harus mempergunakan ketetapan-ketetapan
yang telah ditetapkan oleh lembaga legislatif.
DISOROT DARI TAKTIK, STRATEGI, POLITIK DAN HUKUM YANG DIJALANKAN RASULULLAH
SAW
Nah, kalau kita lihat taktik, siasat, muslihat, dan politik yang diterapkan
dan dijalankan Rasulullah saw selama hampir tiga belas tahun di wilayah
daerah kekuasaan Quraisy pimpinan Walid bin Mughirah adalah membangun,
membina, memperkuat aqidah umat Islam dengan tidak melibatkan diri kedalam
arus sistem kekuasaan yang berlaku pada saat itu.
Dimana hukum yang berlaku di daerah kekuasaan Quraisy pada saat itu adalah
hukum yang tidak bersumberkan pada agama (Islam) walaupun pada saat itu
Rasulullah saw sudah hampir 13 tahun dari sejak diangkat sebagai Nabi dan
Rasul berada diwilayah kekuasaan politik Walid bin Mughirah.
Selama hampir 13 tahun di Mekah Rasulullah saw terlebih dahulu bukan
memperjuangkan hukum-hukum yang bersumberkan pada Islam agar berlaku dan
diakui di wilayah kekuasaan Walid bin Mughirah, melainkan yang Rasulullah
saw majukan dan kedepankan pada saat itu adalah taktik dan politik bermain
diluar sistem kekuasaan yang dipakai dengan menerapkan strategi atau rencana
kegiatan untuk mencapai sasaran khusus melalui pembinaan aqidah, pembangunan
jamaah, dan tetap menjalankan dakhwah Islam tanpa kenal mundur diwilayah
kekuasaan Quraisy dibawah penguasa Walid bin Mughirah.
Tetapi ketika sudah sampai waktunya, yaitu ketika perintah hijrah ke Yatsrib
telah diturunkan, dan perjanjian pakta pertahanan bersama (yang sekarang
dikenal dengan Undang Undang Madinah) antara kaum Muhajirin, Anshor dan
Yahudi yang ada di Yatsrib telah disepakati, maka dari mulai saat itu
hukum-hukum yang bersumberkan pada Islam secara berangsur bisa ditetapkan,
dilaksanakan dan diberlakukan sesuai dengan waktu ketika diturunkannya
hukum-hukum itu oleh Allah SWT.
LANGKAH RASULULLAH SAW YANG BISA DIJALANKAN DI NEGARA PANCASILA DIBAWAH
KEKUASAAN SEKULARIS GUS DUR
Nah sekarang, sebenarnya dalam usaha menegakkan apa yang telah diperintahkan
Allah SWT ini, khususnya di negara sekular pancasila di bawah presiden
sekularis Gus Dur adalah dengan cara menerapkan jejak-jejak yang telah
dicontohkan Rasulullah saw ketika masih berada di Mekah melalui taktik dan
politik bermain diluar sistem kekuasaan yang dipakai dengan menerapkan
strategi atau rencana kegiatan untuk mencapai sasaran khusus melalui
pembinaan aqidah, pembangunan jamaah, dan tetap menjalankan dakhwah Islam
tanpa kenal mundur diwilayah kekuasaan penguasa sekularis Gus Dur.
Jadi dengan melalui dakhwah ini juga bisa ditampilkan dan dicari
lubang-lubang atau kelemahan-kelemahan yang ada pada konstitusi atau Undang
Undang Dasar 1945, dan kepincangan-kepincangan pancasila yang merupakan
sumber hukum nasional, serta kelemahan-kelemahan yang ada pada
ketetapan-ketetapan MPR guna dijadikan alat pembuat godam yang bisa dipakai
sebagai tameng dan sekaligus alat pemukul sekularis Gus Dur.
Karena kalau godam itu dibuat dari hukum-hukum yang ada dalam agama (Islam)
maka belum-apa apa sekularis Gus Dur sudah melemparkan tali pengikat
pancasila yang merupakan sumber hukum dasar nasional negara pancasila untuk
menjerat umat Islam dan sekaligus menghancurkan godam itu. Ini disebabkan
karena sekularis Gus Dur itu mengetahui bahwa sampai dunia kiamatpun
hukum-hukum yang ada dalam agama (Islam) apabila tidak diakui dan tidak
dijadikan sumber hukum yang berlaku di negara pancasila, bisa saja
diinjak-injak oleh kakinya.
Oleh karena itu, sebenarnya mudah untuk menggodam sekularis Gus Dur jatuh
dari kursi presidennya, yaitu dengan cara dakhwah melalui pembuktian, baik
melalui jalur hukum maupun jalur politik bahwa sekularis Gus Dur telah
melanggar konstitusi (seperti melanggar UUD 1945 pasal 9 tentang Sumpah
Jabatan), menginjak-nginjak ketetapan-ketetapan MPR (misalnya Tap MPR No
XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas KKN), dan
melanggar hukum tindak pidana korupsi yang berlaku dinegara sekular
pancasila (seperti kasus Buloggate dan Bruneigate).
Dan tentu saja melalui jalan dakhwah ini juga bisa secara langsung tanpa
kenal mundur untuk meluruskan sekularis Gus Dur (yang sampai sekarang masih
muslim) kembali kejalan yang telah digariskan Allah SWT melalui Rasul-Nya
Muhammad saw apabila memang terlihat bahwa sekularis Gus Dur sudah
menyimpang dari garis-garis yang telah ditetapkan Allah SWT dan dicontohkan
Rasulullah saw.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
---------------------
Date: Wed, 16 May 2001 11:56:44 +0700
From: Rudy_T...@app.co.id
To: ucup...@myquran.com, ah...@dataphone.se
Subject: Re: Anda setuju??
Habib Husein Al Habsyi: "Menggulingkan Gus Dur Adalah Wajib"
Seorang ulama tunanetra menyatakan "perang terbuka" kepada Presiden
Abdurrahman Wahid alias Gus Dur dan para pengikutnya. Jika Gus Dur memiliki
pasukan jihad yang siap mati membela dirinya, ia juga punya pasukan jihad
yang siap mati untuk menggulingkan Gus Dur. Bahkan, ulama tersebut sudah
memfatwakan kepada para pengikutnya bahwa menggulingkan Gus Dur adalah wajib
hukumnya.
Ia adalah Habib Husein Al Habsyi, 48 tahun. "Jabatannya" adalah Presiden
Ikhwanul Muslimin Indonesia (IMI) atau Persaudaraan Muslim Indonesia, sebuah
organisasi yang mempunyai link ke 72 negara. Ulama yang matanya buta sejak
usia 29 tahun itu bukan orang sembarangan. Ia pernah mendekam di penjara
selama 10 tahun akibat kasus peledakan Candi Borobudur pada 1985. Ia juga
salah seorang dari segelintir tokoh Islam penentang asas tunggal Pancasila
yang kemudian "ditumpas" oleh rezim Orde Baru.
Bagi pemerintahan Soeharto, memang ia dianggap orang "berbahaya". Tapi,
sekarang, mengapa Husein Al Habsyi juga "memberontak" terhadap Gus Dur? Apa
cita-cita perjuangannya? Apakah ia mendukung Megawati menjadi presiden?
Pekan lalu, master pertanian lulusan Riyadh University, Saudi Arabia, itu
diwawancarai wartawan FORUM, Irfan Aminullah, di kediamannya yang sekaligus
markas IMI, di perumahan Pesona Depok, Depok, Jawa Barat.
Apa Anda siap perang terbuka dengan Gus Dur dan pendukungnya itu? Ya, saya
sudah memfatwakan bahwa penggulingkan Gus Dur adalah wajib, dan saya
menyerukan kepada kaum muslim untuk berpartisipasi menyumbangkan keringat
dan darahnya dalam upaya menggulingkan dan menjungkalkan dia. Kalau kita
mati, maka matinya adalah mati syahid. Sebaliknya, saya serukan kepada
pembela-pembela Gus Dur yang awam itu bahwa kalau mereka mati karena membela
Gus Dur, maka matinya adalah mati sangit (konyol).
Mengapa Gus Dur wajib digulingkan? Karena kinerjanya yang sangat-sangat
buruk, rakyat semakin sengsara, dolar semakin naik, dan rupiah semakin
anjlok. Pembodohan kepada bangsa dan negara terus dilakukan. Di satu sisi,
TNI dan Polri berusaha untuk menghancurkan kelompok-kelompok preman, tapi
Presiden sendiri adalah seorang preman. Buktinya, ia mengerahkan kiai-kiai
dari kelompok "klenikisme". Cerita tentang pengerahan jin, tentang orang
berjalan di dinding seperti cecak, semuanya itu merupakan pembodohan kepada
umat dan merampok intelektualitas umat.
Tapi, mengapa sampai harus keluar fatwa penggulingan itu? Mengapa saya
sampai memfatwakannya? Karena ia adalah seorang pendiri Yayasan Shimon
Perez, dan yayasan ini bergerak untuk kepentingan Yahudi. Yang kedua, zionis
ini bertujuan menghancurkan umat Islam dan negara-negara Timur guna mengeruk
harta kekayaan negara-negara itu demi keuntungan mereka. Apa yang ia lakukan
sebelum dan sesudah menjadi Presiden adalah kampanye zionis.
Buktinya apa? Sebelum menjadi Presiden, ia mengeluarkan
pernyataan-pernyataan yang kontroversial, seperti ingin menggantikan ucapan
"assalamualaikum" dengan "selamat pagi" dan kemudian pernyataannya bahwa
Yahudi dan Islam adalah satu. Selanjutnya kami lihat, Abdurrahman ini sangat
diskriminatif dalam persoalan-persoalan umat Islam. Saya beri contoh, dalam
persoalan Ambon. Kami sangat marah karena di Ternate (Kecamatan Gagela dan
Tubelo) ada pembantaian terhadap kaum muslim, dan yang mati ratusan orang.
Tapi, ia bilang yang mati cuma dua orang.
Selama menjadi Presiden tidak ada satu pun pernyataannya yang menenangkan
atau menyejukkan umat Islam. Ia pernah bilang, "Kami akan membantu umat
Katolik dari serangan kaum muslim yang galak." Ucapan itu kan merupakan
rangsangan bagi ekstremisme kedua belah pihak. Kemudian, ia juga berkata,
"Peperangan itu terjadi karena umat Islam di Ambon dimanjakan oleh rezim
Soeharto." Pernyataan-pernyataan itu menyakitkan kaum muslim.
Tapi, kalau Anda bertempur dengan kelompok Gus Dur, berarti akan terjadi
perang sesama muslim? Yang kami hadapi adalah preman. Karena otaknya preman,
maka ketika kursinya terancam, lantas ia mengatur kiai-kiai yang bergumul di
dunia klenik untuk melatih dan mengajarkan orang, terutama orang-orang awam
yang standar intelektualnya rendah, untuk siap mati membela dirinya. Lalu,
digembar-gemborkan bahwa pendukungnya ada yang kebal, bisa berjalan di
dinding. Itu membodohi umat. Rasulullah saja enggak kebal, kok orang bisa
kebal?
Saya memberi contoh, supaya fatwa saya kuat, Rasulullah Saw. Itu dalam
peperangan Uhud pernah dilempar dengan alat pelempar batu dan giginya
tanggal beberapa buah. Karena apa? Sebab, ia juga seorang manusia. Apakah
kiai-kiai keblinger itu bisa lebih tinggi derajatnya dari Rasulullah,
keluarganya, dan para sahabatnya?
Jadi, kesaktian yang ditunjukkan orang-orangnya Gus Dur itu tidak ada
hubungannya denganIslam? Sama sekali tidak ada. Itu klenikisme, penipuan.
Mereka memanipulasi agama untuk kepentingan "kursiologi" (kekuasaan) dan
"fulusiologi" (uang). Saya ingin membuktikan apa benar mereka kebal.
Bagaimana kalau saya meminjam senapan mesin, lalu kepala mereka saya tembak?
Kalau tidak mati, wallahi, saya akan menjadi pendukung Abdurrahman Wahid
number one! Catat kalimat saya ini, "Hai Mr. Abdurrahman Wahid, Anda
berselimut di dalam pakaian ketuhanan, keadilan, dan kebenaran,
melompat-lompat seperti kera, membuat iblis menjadi tertawa." Saya minta
kepada para kiai klenik, kiai proyek, kiai keblinger itu untuk memfatwakan
bahwa saya ini super bughat. Saya tidak akan mundur selangkah pun dalam
melawan orang yang memanipulasi dan sinis terhadap agama.
Maksud kalimat Anda tadi apa? Di satu sisi, ia menentang premanisme Islam,
tapi di sisi lain, ia memfatwakan bughat. Bughat itu konsekuensinya
berjihad. Itu bukan ia yang memfatwakan, tapi ia sutradaranya. Buktinya, ia
tidak pernah mau melarang preman pendukungnya masuk ke Jakarta, ia
mendiamkannya saja. Artinya, ia setuju bahwa para penentangnya dikatakan
berbuat bughat. Bughat ini artinya makar. Bagaimana bisa orang yang
beroposisi, yang mengkritik, yang mau menentang kezaliman pemerintah disebut
bughat? Kalau begitu, saya ini super bughat. Silakan saja. Sebab, di mana
ada Fir'aun, pasti di situ ada Musa, di mana ada Namrud, di situ pasti ada
Ibrahim. Nah, di mana ada Mr. Dur, di situ pasti ada Husein Al Habsyi.
Apakah gerakan penentang Gus Dur itu belum masuk kategori bughat? Fatwa
bughat hanya boleh kita lakukan terhadap orang-orang kafir yang menyerang
orang-orang Islam. Tapi, tidak semua orang kafir boleh kita serang. Yang
dimaksud dengan kafir itu juga ada dua macam. Yang pertama, kafir harbi,
yang memerkosa kaum muslim, membakar rumah-rumah kaum muslim, yang melarang
kaum muslim salat, yang memusuhi kita. Itu boleh kita perangi. Yang kedua,
kafir dzimni, yaitu orang sebangsa, senegara, hidup dengan kita, makan
dengan kita, berdagang dengan kita, membayar pajak, dan hidup normal bersama
kita. Nah, itu tidak boleh kita perangi.
Masalahnya, Gus Dur ini kan mau memerangi sesama muslim?
Tapi, mereka menganggap bughat itu hanya sebagai wacana? Ah, kalau sebagai
wacana tentu ia tidak mengirim pasukan berani mati ke Jakarta, dong.
Hasyim Muzadi mengatakan, pasukan berani mati itu di luar struktur PBNU? Itu
sandiwara. William Shakespeare berkata, hidup ini seperti permainan dan
sandiwara. Tapi, yang paling tolol, paling bodoh, adalah manusia yang
bermain sandiwara tapi tidak mendapat sorakan dari penonton. Ia hanya bisa
menipu kaum awam, tapi ia tidak bisa menipu kaum intelektual. Ia kepengin
merampok intelektualitas setiap orang, tapi ia tidak akan berhasil untuk
itu. Yang menjadi pengikut mereka hanya orang-orang yang kadar
intelektualnya rendah.
Sekarang, bagaimana dengan posisi NU? NU itu organisasi yang tujuannya baik.
Pengikut-pengikutnya minal mukhlisin. Tapi, ada segelintir kiainya yang kiai
trayek, kiai omprengan, kiai amplop. Mereka itulah yang kini bercerita
tentang ilmu kebal, tentang manusia cecak yang bisa yang berjalan di
dinding, dan kiai-kiai yang ngotot membela Abdurrahman Wahid, seperti Agil
Sirajd. Rasulullah Saw. membagi ulama atas dua bagian, yang pertama ulama
warrasatul anbiya, yaitu ulama sebagai pewaris para nabi. Yang kedua, ulama
su'u, atau ulama proyek atau ulama omprengan atau ulama yang "imanul
amplopihim", yang tergantung amplop.
Kelompok terakhir itulah yang sekarang membela Gus Dur. Karena itu, saya
mengeluarkan fatwa-fatwa seperti ini, wallahi, saya bersumpah demi Allah,
saya pertaruhkan jantung saya bahwa yang penting Gus Dur harus terjungkal.
Saya berprinsip bahwa hancurkanlah kebatilan walaupun Anda binasa dan
kebatilan itu masih berjalan. Allah tidak melihat suatu perjuangan dari
hasilnya, tapi yang dilihat Allah adalah kemauan berbuat dan keikhlasan
dalam berbuat.
Sejauh mana kemampuan Anda menghadapi kekuatan Gus Dur? Saya sudah
menyampaikan pesan kepada Polri dan TNI, kalau mereka membutuhkan bantuan
kami, tidak usah minder. Kami akan menyiapkan 150 ribu orang.
Dan, massa kami bukan massa mengambang, bukan orang-orang bodoh. Massa kami
adalah massa yang dikader, yang sudah terlatih dan pernah diterjunkan di
Ambon dan Poso, Sulawesi Tengah. Mereka terjun langsung dalam pertempuran.
Instrukturnya adalah veteran Moro, Afganistan, dan Bosnia. Tapi, mereka
tidak bercerita tentang ilmu kebal dan tentang pembodohan-pembodohan. Kami
tidak berkhayal dengan ilmu kebal dan ilmu cecak. Semua manusia sama. Kata
Shakespeare lagi, barang siapa yang mencoba lari dari kenyataan hidup, maka
kenyataan hidup itu akan mencekik batang lehernya sendiri. Nah, pendukung
Gus Dur itu mau lari dari sifat-sifat kemanusiaan. Impossible!
Pasukan Anda besar sekali, pembiayaannya dari mana? Hasan Al Banna, pendiri
Ikhwanul Muslimin, juga pernah ditanya bagaimana ia membiayai organisasinya.
Ya, dibiayai dari kantongnya sendiri. Ikhwanul Muslimin ada di 72 negara.
Bila di satu negara kami ditekan, berarti yang berada di 72 negara itu
merasakan sakit yang sama.
Apakah pasukan Anda sudah masuk Jakarta? Dengan segera, mereka bisa
didatangkan. Kami mempunyai tiga titik latihan di Jawa, dan ini kami
rahasiakan. Di Jawa Barat ada, di Jawa Tengah serta Jawa Timur pun ada. Ada
beberapa hal yang ingin saya informasikan. Berdasarkan laporan dari Badan
Intelijen Ikhwanul Muslimin, ada tiga ribu sampai empat ribu orang dari
laskar klenik itu yang sudah masuk Jakarta. Saya menyerukan kepada Polri
supaya tidak segan-segan meminta bantuan kami. Tapi, kalau Polri dan TNI
sudah tidak bisa menyelesaikannya, maka saya akan bertindak sendiri, tanpa
berpikir tentang polisi dan TNI lagi.
Katanya, Anda pernah bertemu dengan Gus Dur? Saya pernah bertemu dengan
Abdurrahman Wahid. Saya dipanggil melalui comblangnya, Gus Wahid (K.H. Abdul
Wahid Bisri), kalau tidak salah sekitar enam bulan yang lalu. Jadi, Gus
Wahid ingin supaya namanya terangkat di mata Mr. Dur bahwa ia bisa
menjinakkan orang yang liar terhadapnya. Karena itu, ia melakukan permainan
yang ternyata ia salah hitung. Ia membawa saya untuk bertemu empat mata
dengan Mr. Dur. Saya dibawa ke Jalan Irian No. 7, rumah H. Masnuh, tapi
sebenarnya itu rumah Mr. Dur juga. Saya
bilang waktu itu, apakah benar Gus Dur mau bertemu saya secara empat mata,
sedangkan kami sama-sama tidak punya mata. Kan, berarti itu pertemuan empat
kuping?
Jadi, waktu itu ia mau membikin semacam bargaining position. Ia akan
memberikan Rp 1,5 miliar dengan catatan harus tutup mulut. Di matanya, saya
orang liar yang perlu dijinakkan, dan Gus Wahid ini menepuk dadanya, merasa
dirinya adalah comblang yang sukses. Saya yakin, kalau waktu itu berhasil
mungkin Tolchah Hasan (Menteri Agama) akan disingkirkan, dan Gus Wahid akan
menjadi menteri agama. "Bib, bantu saya!" kata Gus Wahid. Tapi, setelah
pertemuan diadakan, besoknya hal itu saya bocorkan kepada pers. Saya tidak
mau menunggu lama. Kalau saya membuka hal itu terlalu lama, berarti saya
memang ada main, ya kan? Sejak kejadian itu, Gus Dur tidak mau berbicara
dengan Gus Wahid. Ia merasa Gus Wahid telah membawa malapetaka.
Omong-omong, Anda berasal dari mana? Saya dilahirkan di Ambon, Maluku, pada
28 Januari 1953. Tepatnya di Batu Gajah, di depan Gereja Advent. Menempuh
pendidikan SD, SMP, dan SMA di sekolah Kristen di Ambon. Setelah selesai
sekolah, saya belajar musik konser piano di Bandung, selama dua tahun. Saya
belajar Beethoven, Mozart, Antonio, Bach, dan lain-lain. Ya, itu musik-musik
yang saya mainkan. Setelah itu, saya belajar di Riyadh, Saudi Arabia, sampai
S2. Saya mengambil teologi, jurusan ilmu perbandingan agama. Juga filsafat.
Kapan Anda selesai belajar di Riyadh? Tahun 1982, dan bolak-balik ke sana
tiap tahun. Saat musim panas, kadang-kadang kalau enggak dapat tiket, saya
enggak pulang ke Indonesia. Jadi, saya berkeliling dunia.
Bagaimana gerakan Ikhwanul Muslimin bisa mempengaruhi perjuangan Anda? Saya
mulai banyak belajar dari guru Umar Abdulrahman, yang meledakkan Wallstreet
Centre. Ia juga buta. Saya sering bersama-sama mereka. Setelah itu, saya
pulang ke Indonesia dan berceramah di mana-mana. Saya sudah menolak asas
tunggal waktu itu. Setahun kemudian, saya mulai ribut dengan L.B. Moerdani.
Ia membuat skenario bahwa saya adalah otak peledakan candi Borobudur (1985).
Padahal, semua orang tahu bahwa mana mungkin saya bisa membedakan antara bom
dan dodol jenang. Itu impossible. Skenario Moerdani.
Lantas, mengapa Anda sekarang memusuhi Gus Dur? Saya minta jangan sampai
tidak ditulis karena ini pernyataan penting, yaitu sebab musabab saya
mengeluarkan fatwa penggulingan Abdurrahman Wahid dan para kiai dari
kelompok klenikisme, amplopisme, dan supranatural yang membodohi umat. Kita
lihat, para kiai kelompok ini, pada zaman Soekarno pernah menyesatkan Bung
Karno dengan memberikan gelar "Waliyul Amri" (lengkapnya Waliyul Amri
Addaruriyu bis-Syauqah, artinya pemimpin umat di masa darurat yang wajib
dipatuhi). Kiai-kiai semacam ini pulalah yang pertama kali mengakui Nasakom.
Selanjutnya, kelompok itu juga yang menjadi kelompok pertama yang mengakui
asas tunggal.
Kelompok inilah yang digiring oleh Alamsyah Ratuprawiranegara untuk
melakukan "doa politik" terkenal waktu itu. Dan, kiai-kiai ini juga pernah
dikumpulkan oleh habib-habib "omprengan" ke Asrama Haji Pondok Gede,
Jakarta, untuk berdoa supaya Habibie menjadi presiden. Karena doa itu doa
amplop, maka Habibie tidak jadi presiden, tapi justru Mr. Dur. Para kiai ini
jugalah yang mengeluarkan fatwa bughat dan jihad yang keblinger itu. Jadi,
ini semua pekerjaan kiai proyek. Ini pembodohan terhadap umat. Tujuan
Ikhwanul Muslimin adalah pemberantasan kebodohan. Kami harus menumpasnya.
Tidak takut masuk penjara lagi? Oh, sama sekali tidak. Sebab, penjara sudah
menjadi peninggalan nenek moyang saya. Saya sudah 10 tahun dipenjara [dalam
kasus peledakan Borobudur].
Kabarnya, Anda pernah dekat dengan Abdullah Sungkar? Sama sekali tidak.
Sebab, saya tidak sejalan dengan mereka. Mereka kan [kelompok] Negara Islam
Indonesia (NII). Saya Ikhwanul Muslimin. Kami adalah suatu organisasi yang
bergerak tidak di dalam sebuah sistem, tapi di luar sistem. Kenapa? Sebab,
kami tidak ikut dalam perebutan kursi. Tidak menjanjikan apa-apa kepada
pengikut saya kecuali kursi yang kelak ada di surga, bersama-sama Rasulullah
Saw., jika mereka istikamah.
Bagaimana hubungan dengan Partai Keadilan, yang disebut-sebut dipengaruhi
pemikiran Ikhwanul Muslimin? Ya, saya beri contoh. Partai Keadilan itu kan
berada di dalam sistem? Nurmahmudi Ismail, Presiden partai itu, begitu ia
mendapat kursi menteri, maka keadilannya dibuang. Tinggal kursinya yang
dipegang. Tapi, sekarang juga hilang. Itu salah satu contoh kalau kita
bergerak dalam sebuah sistem. Karena itu saya lebih memilih bergerak di luar
sistem. Sebab, kalau saya bergerak dalam sebuah sistem, dengan umat yang
hampir berjumlah 11-an juta orang ini, maka apabila saya duduk di kursi
mungkin saya akan berpikir jangan-jangan kursi saya itu mau diambil
orang. Akhirnya, kebersihan hati tidak ada. Memang, Partai Keadilan itu
memakai doktrin Ikhwan, tapi mereka tidak sampai kepada syariat moral.
Walhasil, yang penting mereka itu sama tujuannya dengan kami, jadi mari
bergandengan tangan.
Kalau nanti Gus Dur jatuh, apakah Anda mendukung Megawati menjadi presiden?
Justru sekarang saya serukan kepada Mbak Mega agar tidak terus berdiam diri.
Sebab, dalam hal ini ia adalah juru selamat, yang bisa menyelamatkan bangsa
dan negara.
Tapi, Megawati itu perempuan, apakah Anda tidak berkeberatan? Sekarang kita
tidak usah berbicara itu dulu. Penggulingan Abdurrahman Wahid lebih penting
dari soal itu. Penggulingan Abdurrahman Wahid ini untuk menyelamatkan bangsa
dan negara dari kehancuran. Saya akan memberikan dukungan sepenuhnya apabila
Mbak Mega mau mengambil alih kekuasaan.
Apakah Anda sudah mengirimkan pesan dukungan kepadanya? Ia tidak perlu tahu.
Yang penting, saya akan mendukungnya asal ia mau mengambil alih kekuasaan
dari Mr. Dur. Sebab, tidak ada yang bisa selain dia. Sekarang ini, yang
punya kursi terbanyak kan Mega? Atau, kalau ia memang merasa kurang srek, ya
bikin pemilu. Tapi, ambil dulu kekuasaan dari Mr. Dur.
Bila Mega jadi presiden, Anda yakin ia tidak akan menyakiti hati umat Islam?
Saya yakin karena Mega sudah banyak belajar. Bagaimana pun, ia punya
kepintaran. Kita boleh yakin. Kita bisa melihat apa yang dikatakannya nanti.
Mengenai penggulingan Abdurrahman Wahid ini, saya berprinsip lebih baik
musuh yang kelihatan mata ketimbang musuh yang menggunting dalam lipatan.
Abdurrahman Wahid ini menghancurkan Islam atas nama Islam.
Kabarnya, Anda punya hubungan baik dengan Fuad Bawazier dan Amien Rais? Saya
pernah duduk dengan Fuad Bawazier, Amien Rais, dan berbagai tokoh. Saya
katakan kepada mereka, demi Allah, di dalam penggulingan Abdurrahman Wahid
ini kita semua punya kepentingan. Kepentingan saya adalah Allah dan Islam.
Kepentingan kalian adalah inamal a'malu binniyyat, tergantung niat
masing-masing. Yang penting, bagi saya, musuhnya musuhku adalah temanku.
Dan, di dalam politik, wallahi, sampai mati saya tidak akan pernah duduk di
kursi-kursi itu. Saya omong begini bukan karena tidak punya kans untuk dapat
kursi 99,9 persen. Kenapa saya tidak bilang 100 persen? Sebab, yang 1 persen
itu kan insya Allah? Tapi, saya tinggalkan itu karena Allah. Kalau saya
sudah duduk di kursi, maka saya akan menjadi seorang "kursiolog". Saya tahu,
dalam politik tidak ada kawan yang abadi dan tidak ada lawan yang abadi,
yang ada cuma kepentingan. Karena itu saya tidak berpolitik.
--------------------
Salam,
> ----------
> From: Ahmad Sudirman[SMTP:ah...@dataphone.se]
> Reply To: ah...@dataphone.se
> Sent: Thursday, May 17, 2001 2:08 AM
> To: Amien Rais;
> Mail2news-20010517-soc.culture....@anon.lcs.mi
> t.edu; abdh...@cbn.net.id; Aceh...@aol.com; arbja...@yahoo.com;
> edi...@pontianak.wasantara.net.id; ant...@rad.net.id; ash...@cabi.net.id;
> ber...@indomedia.com; bu...@indosat.net.id; dpm...@yahoo.com;
> hab...@ristek.go.id; hud...@cbn.net.id; in...@pikiran-rakyat.com;
> in...@nusapost.com; jktp...@cbn.net.id; kor...@cbn.net.id;
> niko...@email.com; panj...@indo.net.id; pem...@indo.net.id;
> pos...@kupang.wasantara.net.id; r...@tempo.co.id; red...@astaga.com;
> red...@detik.com; red...@kompas.com; red...@mdopost.co.id;
> red...@mediaindo.co.id; red...@riaupos.co.id; red...@satunet.com;
> red...@siar.co.id; red...@tempo.co.id; red...@waspada.co.id;
> repu...@rad.net.id; sby...@surabayapost.co.id; ser...@indomedia.com;
> si...@minihub.org; soa...@egroups.com; sol...@bumi.net.id;
> sr...@indomedia.com; suara...@suarakaltim.co.id;
> su...@jakarta.wasantara.net.id; sby...@rad.net.id;
> us6...@wolf.ubaya.ac.id; was...@waspada.co.id; webm...@detik.com;
> yusuf...@telia.com; zul...@iname.com; cus...@rad.net.id;
> Edi...@Indo-News.com; ad...@Indo-News.com; indo...@Indo-News.com;
> kom...@kompas.com; ucup...@myquran.com; Rudy_T...@app.co.id; Abu
> Azmi; Agus John; apakabar; apakabar; Forum_35; Padmanaba
> Subject: CARA MENGGODAM SEKULARIS GUS DUR
Jakarta, 16 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
KONSTITUSI HARUS DIPERMAK
Yusuf Jussac, Jr.
Jakarta - INDONESIA.
SEBENARNYA SEKULARIS GUS DUR YANG MELANGGAR KONSTITUSI DAN HARUS DITINDAK
"Pemerintah tidak akan mentoleransi siapapun yang melanggar konstitusi karena
akan mengganggu jalannya pemerintahan Indonesia saat ini. Hal itu dikatakan
Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur) pada pers seusai membuka seminar nasional di
Lemhanas Jakarta, Rabu (16/5). Menurut Presiden, pemerintah akan menindak tegas
siapapun yang melanggar konstitusi karena hal itu sama dengan merongrong wibawa
pemerintah. "Siapa saja boleh mengakomodasikan kepentingan politiknya, namun
jika dalam penerapannya berseberangan dengan konstitusi maka aparat keamanan
akan bertindak tegas," kata Gus Dur. Presiden juga mengajak semua komponen
bangsa untuk menyesuaikan semua aspirasi yang akan disampaikan dalam bentuk
apapun agar tidak melanggar konstitusi dan undang-undang (UU) yang sudah ada.
Menjawab pertanyaan tentang akan diterapkannya syariat Islam di Aceh, Gus Dur
mengatakan bahwa hal itu harus disesuaikan dengan UU yang berlaku saat ini,
dimana dalam UU tersebut telah berisi tentang perikemanusiaan, keadilan dan
perlakuan hukum yang sama.[HAR/JH] ( www.mandiri.com ,Gus Dur : Pelanggar
Konstitusi akan Ditindak Tegas, May. 16, 2001 11:54:44 WIB )
KONSTITUSI YANG LEMAH PERLU DIPERMAK
Emang gue pikirin! Konstitusi bikinan manusia da'if, sebagian besar muslim
munafik, dan Islamfobi! Hukum Allah swt, syari'at Islam, di atas segala-galanya.
Penentangnya adalah pendurhaka Allah, yangtelah membuat mereka mampu berfikir,
dari orok cuma menetek ibunya, bisa berdebat kusir sok lebih tahu daripada
Allah!
Para pelanggar dan pembangkang Allah swt bakal dijeblosin ke neraka, diazab di
dunia, kubur dan akhirat. Bencana multidimensi di negeri kusut ini adalah dampak
langsung dari aksi pembangkangan terhadap hukum hukum illahi itu! Termasuk para
pemimpinnya, yang muslim, tapi sok modernis menolak memberlakukan syari'at
Islam.
Buka Al-Qur'an dan hadith, hei wong wong tersesat dan bodoh; Allah swt
berulangkali berfirman, a.l., agar kita menggunakan akal dan pikir kita. Siapa
yang menciptakan kalian? Gusti Allah! CO2 yang kita hirup gratis, Allah tak
menagihnya kini.
Konstitusi tidak memberi kemaslahatan apapun sejak dicanangkan tahun 1945. Ini
negeri pembangkang, pendurhaka, orang orang khianat, pemburu kenikmatan duniawi,
penjual aqidah mereka.Go to hell, die you all and "rest in Pieces" sebelum
dipanggang api neraka -- sebab terus mengangkangi HAK HAK Allah!
Wassalam.
Yusuf Jussac, Jr.
ucup...@myquran.com
Stockholm, 17 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKILAS TAKTIK DAN STRATEGI DAKWAH DILUAR GARIS SISTEM KEKUASAAN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
MASIH PERLU SEKILAS MEMBUKA TABIR JEJAK DAKWAH
"Paparan Saudaraku Ahmad Sudirman ("Cara menggodam sekularis Gus Dur",
http://www.dataphone.se/~ahmad/010516.htm ) tampaknya dia sedikit terjebak
dalam aturan main negara sekuler Pancasila Indonesia. Padahal pada awal
paparannya sudah pas bahwa langkah yang ditempuh Presiden IMI jelas-jelas
tidak mengikuti jejak Rasulullah SAW. Akan tetapi pada akhir paparannya
justru malah membingungkan, karena campur aduk nggak karuan. Kan kita sudah
jelas sebagai Ummat Islam adalah satu-satunya contoh harus kepada Rasulullah
SAW."(Abu Azmi Azmi <fil...@usa.net ,Thu May 17 08:01:01 GMT 2001)
TAKTIK DAN STRATEGI DAKWAH DARI LUAR GARIS SISTEM KEKUASAAN NEGARA SEKULAR
PANCASILA
Bila sedikit saja digali lebih dalam apa yang terkandung dalam tulisan "Cara
menggodam sekularis Gus Dur", http://www.dataphone.se/~ahmad/010516.htm,
maka sebenarnya kebingungan yang menimpa Abu Azmi tidak akan pernah terjadi.
Dimana dalam tulisan itu saya sodorkan contoh Rasulullah saw ketika masih
berada di Mekah menjalankan taktik dan politik bermain diluar sistem
kekuasaan yang dipakai, dengan menerapkan strategi atau rencana kegiatan
untuk mencapai sasaran khusus melalui pembinaan aqidah, pembangunan jamaah,
dan tetap menjalankan dakwah Islam tanpa kenal mundur diwilayah kekuasaan
penguasa Walid bin Mughirah.
Dimana contoh Rasulullah saw ini bisa dijadikan acuan untuk diterapkan di
negara sekular pancasila di bawah penguasa sekularis Gus Dur.
Ketika dalam melakukan dakwah Islam di negara sekular pancasila menyinggung
lubang-lubang atau kelemahan-kelemahan yang ada pada konstitusi atau Undang
Undang Dasar 1945, dan kepincangan-kepincangan pancasila sebagai sumber
hukum nasional, serta kelemahan-kelemahan yang ada pada ketetapan-ketetapan
MPR bukan berarti dakwah Islam itu menjadi campur aduk atau terjebak kedalam
aturan main sistem kekuasaan negara sekular pancasila.
Justru sebagai muslim sekaligus rakyat negara pancasila dengan kemampuan
membuka kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan yang ada dalam
konstitusi, sumber hukum, dan ketetapan-ketetapan tersebut akan membantu
kepada rakyat negara pancasila lainnya untuk membuka mata terhadap adanya
kelemahan, kepincangan, dan kekurangan tersebut.
Dan lewat jalur inilah salah satunya bisa ditampilkan nilai-nilai,
aturan-aturan, hukum-hukum yang ada dalam agama (Islam) untuk membuka dan
membawa keluar dari kelemahan, kepincangan, dan kekurangan tersebut.
Dan tentu saja kelemahan-kelemahan dan kekurangan-kekurangan yang ada dalam
konstitusi, sumber hukum, dan ketetapan-ketetapan tersebut bisa juga salah
satunya dijadikan sebagai suatu alat untuk memukul dan mengkritik pihak
eksekutif mapun pihak legislatif setelah diolah dan dipertimbangkan dengan
nilai-nilai, aturan-aturan, hukum-hukum yang ada dalam agama (Islam).
Begitu juga dengan adanya pembuktian baik melalui jalur hukum yang ada
ataupun jalur politik yang berlaku mengenai pelanggaran-pelanggaran dari
pihak penguasa terhadap konstitusi, sumber hukum, dan ketetapan-ketetapan
yang telah disepakati oleh mereka akan menjadi dasar argumen yang cukup kuat
setelah diolah dan dipertimbangkan dengan nilai-nilai, aturan-aturan,
hukum-hukum yang ada dalam agama (Islam) untuk dipakai salah satunya sebagai
alat peringkus dan penjungkir penguasa yang telah menyimpang itu (misalnya
sekularis Gus Dur).
Nah dari apa yang saya kupas diatas bisa ditarik garis lurus bahwa tindakan
dalam dakwah Islam yang menyinggung dan melibatkan konstitusi, sumber hukum,
dan ketetapan-ketetapan yang berlaku di negara sekular pancasila ini bukan
berarti suatu tindakan dakwah yang mencampur baurkan konstitusi, sumber
hukum, dan ketetapan-ketetapan sekular kedalam nilai-nilai, aturan-aturan,
hukum-hukum yang ada dalam agama (Islam) atau terjebak oleh aturan sistem
kekuasaan di negara sekular pancasila, melainkan suatu tindakan untuk
melihat, menguji dan membuktikan apakah konstitusi, sumber hukum, dan
ketetapan-ketetapan di negara sekular pancasila itu masih banyak mempunyai
kekurangan dan kelemahan apabila diolah dan dipertimbangkan dengan
nilai-nilai, aturan-aturan, hukum-hukum yang ada dalam agama (Islam).
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
---------------------
Thu May 17 08:01:01 GMT 2001
Date: 17 May 2001 02:01:01 MDT
From: Abu Azmi Azmi <fil...@usa.net>
To: ah...@dataphone.se, Amien Rais <200...@jakarta.wasantara.net.id>,
Mail2news-20010517-soc.culture....@anon.lcs.mit.edu,
abdh...@cbn.net.id, Aceh...@aol.com, arbja...@yahoo.com,
---delete---
<bag....@bumiputera.com>, Agus John <agus...@ratelindo.co.id>, apakabar
<apak...@saltmine.radix.net>,Forum_35 <foru...@yahoogroups.com>, Padmanaba
<Padm...@uboot.com>
Subject: Re: [CARA MENGGODAM SEKULARIS GUS DUR]
Assalaamu'alaikum wr wb.
Paparan Saudaraku Ahmad Sudirman tampaknya dia sedikit terjebak dalam aturan
main negara sekuler Pancasila Indonesia.
Padahal pada awal paparannya sudah pas bahwa langkah yang ditempuh Presiden
IMI jelas-jelas tidak mengikuti jejak Rasulullah SAW. Akan tetapi pada akhir
paparannya justru malah membingungkan, karena campur aduk nggak karuan. Kan
kita sudah jelas sebagai Ummat Islam adalah satu-satunya contoh harus kepada
Rasulullah SAW.
Presiden IMI, dalam satu sisi tampak memperjuangkan kepentingan Ummat Islam,
tapi di lain pihak juga menabrak tatanan Islam, dengan nyata-nyata membuat
statement "Megawati adalah satu-satunya penyelamat bangsa dan negara" -
Presiden IMI telah membuat tandingan Allah SWT dalam rububiyah.
Bang Ahmad, mengapa tidak secara tegas saja bahwa kita harus bara' terhadap
pemerintahan yang diatur tidak berdasarkan Al Qur'an dan As Sunnah -
termasuk Indonesia saat ini. Bukankah Bang Ahmad telah memberikan contoh
perjalanan Rasulullah semasa pemerintahan Walid bin Mughirah?
Maka seharusnya kita bersikap Wait and Sea sajalah, Gus Dur mau digulingkan
atau tidak - kita tidak mau peduli. Langkah kita tetap membangun jamaah dan
meluruskan aqidah secara istiqomah.
Jika Allah SWT telah menilai Ummat Islam telah berjuang sesuai dengan contoh
Rasul-Nya pastilah akan diberikan kemenangan, karena bumi ini diwariskan
untuk mereka yang beriman dan beramal sholeh.
Bagi Presiden IMI, hendaknya segera kembali kepada jalan yang telah
dicontohkan Rasulullah. Anda mempunyai semangat dengan berdiri di luar
sistem, tapi kok ikut-ikutan mendongkel Presiden yang anda sendiri tidak
berada di dalam sistem pemerintahannya? Rasulullah SAW tidak pernah
melakukan tindakan penggulingan pemerintahan Walid bin Mughirah!!?? Daripada
anda susah payah menggulingkan Gus Dur, alangkah baiknya anda berupaya
sekuat tenaga untuk menyatukan langkah seluruh harakah yang satu visi dan
misi "Tegaknya Al Qur'an dan As Sunnah" di bumi ini dengan pola juang
sebagaimana Rasulullah SAW telah lakukan.
Wassalaam,
Abu Azmi
---------------
Jakarta, 18 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS GUS DUR COBA IKAT RAKYAT DENGAN TALI UUD 1945 DAN PENTUNGAN PANCASILA
Yusuf Jussac, Jr.
Jakarta - INDONESIA.
SEKULARIS GUS DUR SIAP TEMPUR WALAUPUN HARUS DITUNTUN
Sekularis Gus Dur ini memang degil artinya keras kepala. Dia mencoba-coba ikat
rakyat negara sekular pancasila, yang sebagian sudah tidak percaya lagi untuk
bersatu dibawah naungan negara sekular pancasila, dengan tali UUD 1945.
Kita buktikan saja dalam waktu dekat ini apakah sekularis Gus Dur itu mampu
menyatukan rakyat negara sekular pancasila dengan tali UUD 1945 dan pentungan
pancasilanya.
Karena gebrakannya telah ditunjukkan di hadapan peserta rapat konsolidasi Pemda
seluruh Indonesia, Jum`at, 18 Mei 2001 di Binagraha. "Saya tidak lemah hanya
karena dikatakan toleran, tapi ini adalah proses edukasi ke demokrasi. Patokan
kita undang-undang dan UUD 45, jika ada yang menyimpang harus dilawan dengan
sekuatnya. Kita bisa menjadikan sejuk, damai dan tanpa pertumpahan darah, tapi
kita harus berbuat apa saja untuk mempertahankan keutuhan bangsa. Kalau ada
pihak yang ingin mengacaukan sistem itu, maka harus dilawan jika tidak ingin
negara bubar. Saya takut kalau parlementer digunakan, undang-undang kita akan
ditinggalkan seperti kecenderungan sekarang" ( www.mandiri.com ,Gus Dur: Jangan
Anggap Saya Lemah, May. 18, 2001 11:31:02 WIB)
SEKULARIS GUS DUR MEMANG BUKAN DEGIL SAJA TETAPI JUGA SOMBONG
Satu bukti lagi yang beyond any doubt (kecuali di mata orang orang tersesat
penghamba iblis!), bahwa RI-1 ini benar benar orang sombong. Allah swt paling
benci kesombongan!.
Jalan saja dituntun, baca kagak bisa, disaksikan beberapa crew Garuda (dan putri
putrinya?) dan penggembiranya kalau plesiran ke manca negara, terakhir Umrah
tidak menjalankan salah satu kewajiban sya'i (?). Apa katanya ketika ditanya,
"Kiai kok tidak sya'i?" Jawabnya, enak saja, seperti dia itu Tuhan: "Oo, itu
hanya untuk orang orang yang Islamnya tidak sesempurna saya!"
Gusti Allah, kiranya Engkau akhiri cobaan berat ini dengan Engkau berikan
pemimpin Maha Dholim ini. Amien.
Sombongnya, Rek! Gaji Rp 30an juta (?), kami pekerja ikut membayarnya dengan
tiap bulan gaji kami dipotong pajak pendapatan; kok bisa bisanya terus
berperilaku dan berucap arogan.
Ya, memang, Panjenengan Mr. Presiden bukan lemah (tanah - Bahasa Jawa). Tapi
dibuat dari lemah! Dan akan kembali jadi lemah pula! Ghurur kok dipelihara.
Entar Kuwalat, "njeglek" beneran.
Gimana kalau gajinya dipotong 40 persen ya? abis ndableg melulu, dipikirnya
Indonesia milik Mbahnya.
Kehadiranmu tidak memberikan kemaslahatan, kecuali bagi muslim di kalangan
sebagian Nahdliyyin. Jawa Timur mau merdeka ni ye? Merdekalah, jangan injakkan
kaki kalian lagi di Jakarta! Boikot seluruh produk Jawa Timur. Rek, kalian bukan
Bung Tomo yang Istiqomah!
Jakarta, 19 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS MEGA DAN GUS DUR HANYA MEMPEREBUTKAN KURSI KEKUASAAN
Yusuf Jussac, Jr.
Jakarta - INDONESIA.
PENDUKUNG SEKULARIS GUS DUR SIAP PUKUL MEGA
"Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar minta agar Wakil Presiden
Megawati mengundurkan diri. Juga Wakil Sekjen PKB Khotibul Umam, menyatakan bahwa
pihaknya ingin memberikan pesan moral kepada Megawati (dan) jika wapres memang
berbeda visi maka etika politiknya memang harus mundur" ( www.mandiri.com ,PKB Ingin
Beri Pesan Moral Pada Mega, May. 19, 2001 10:32:17 WIB)
SIMPATISAN SEKULARIS MEGA SIAP PERTAHANKAN
"Cendekiawan muslim Dahlan Ranuwiharjo menganggap pernyataan Mega yang mengatakan
proses Sidang Istimewa tidak dapat dibendung lagi adalah pernyataan yang wajar
sebagai salah satu pimpinan parpol terbesar. Rumah itu kan telah dipinjamkan
kepadanya kerena menjabat wakil presiden. Perlu disadari, posisi Mega sebagai wapres
dan Ketua Umum PDIP.
Sistim pemerintahan dan politik di Indonesia presiden dan wakil presiden dipilih
secara terpisah. Jika wapres tidak diberi tugas oleh presiden yang wapresnya
nganggur. Jadi jangan terus diminta mundur" ( www.mandiri.com ,PKB Ingin Beri Pesan
Moral Pada Mega, May. 19, 2001 10:32:17 WIB)
DISOROT DARI KEWAJIBAN SESAMA MUSLIM
Baru kali ini, saya harus mengamini sikap terbaru (hebat!) elit PKB, utamanya Sekjen
Bung Muhaimin Iskandar. He's got a point!
Disini saya, utamanya menyangkut kecenderungan "Pejah Gesang nDerek G.D." di
kalangan sebagian warga Nahdliyyin -- terutama elit PKB -- selama beberapa bulan
terakhir, harus diakui saya mengambil sikap amat sangat kritis, bahkan tidak jarang
sangat keras.
Bukan apa apa, saya hanya menjalankan kewajiban sesama muslim (ada ayat pendek di
Qur'an tentang wajibnya kita saling menyeru kepada kebenaran dan menjauhi
kemunkaran), yakni "amar ma'ruf nahi munkar". Saya tidak senang dengan kecenderungan
sesat di kalangan segelintir Nahdliyyin bodoh, yaitu dalam hal perklenikan (seperti
minta berkah kepada kuburan para ulama!).
Singkat kata, sikap kritis saya dan kadang keras, adalah didasari sayang saya kepada
sesama muslim. NU, Muhammadiyah dan sebagainya adalah sesama saudara. Menteror terus
warga Muhammadiyah (oleh segelintir kelompok yang mendaku simpatisan GD -- bisa saja
mereka provokator, termasuk unsur crypto Communist yang saya dapat buktikan masih
ada di negeri kusut ini!) adalah bukan sikap islami. Warga Nahdliyyin bukan tak
pernah mendapat tekanan di era Soekarno vs. segelintir aparat beroientasi Masyumi di
Jawa Timur dan Jawa Tengah. Namun, bukan dalih untuk membalas kedholiman seperti itu
-- kini -- terhadap warga Muhammadiyah.
Menyangkut sikap terkini Megawati, adalah GD setahun atau dua tahun yl menyangkut
pembagian kewenangan mengurus negara, Mega diserahi mencermati dan mengurus wilayah
Indonesia Timur -- jika tak salah ingat saya. Apa yang dia lakukan mengenai Ambon?
Max Tamaela, Pangdam yg membawahi Ambon, dia pertahankan. Akibatnya, konflik Ambon
berkepanjangan. RMS dan Kristen sesat (tidak semuanya sesat, seperti disebut di
Al-Qur'an!) terus memprovokasi muslim di sana. Max Tamaela melucuti para Pamen
bawahannya, ketika terjadi eskalasi konflik, dan ada indikasi Kodam dikepung massa
yang tak jelas dari pihak yang mana waktu itu. Max was a damn stupid 1-star general!
Itu salah satu Pe-Er Megawati yang terbengkalai. GD juga bertanggungjawab atas
eskalasi kemelut etnis dan antaragama di Ambon dan Maluku. Adalah GD, ada rekordnya,
yang menyuruh warga Ambon menyelesaikan sendiri konflik mereka (Jujurlah: yang
memicu konflik Ambon 1 adalah pihak Kristen, menyerang ummat muslim di malam
menjelang Iedul Fitri!). Presiden digaji Rp. 30 juta, tanpa dipotong pajak
pendapatan (?), Istana gratisan dsb, koq seperti itu sikapnya terhadap rakyat yang
ia wajib mengayomi!
Kini, tak dapat ditutup tutupi lagi, Mega cs mengambil sikap berseberangan dengan
RI-1. Aneh, kalau sikap itu selaku Ketua Umum PDIP-P -- tanpa menikmati seluruh
fasilitas negara dan gaji besar sebagai Wapres -- its is completely alright! Benar
Muhaimin Iskandar, kalau mau mengambil sikap itu, seyogyanyalah Megawati resign, dan
pimpin PDI-P untuk menjadi parpol yang dewasa, dan tidak Islamphobi! Syari'ayt Islam
di Aceh, perintah Allah, kok terus dipersoalkan! Buka mata lebar lebar para elit
PDIP yang Islamfobi, begitu juga di kalangan ormas lain teramsuk segelintir
Nahdliyyin tersesat -- bangsa ini kusut terus sejak Proklamasi 1945, akibat semua
pemimpinnya munafik, yang muslim lemah iman, bahkan khianat tidak amanah, sok
negarawan, sok Nasionalis, terus membangkang terhadap ketentuan Illahi! Buka
Al-Qur'an dan Hadith shahih -- syari'at Islam wajib hukumnya diberlakukan di bumi,
di segala bidang dan aspek kehidupan! No argument whatsoever!
Silahkan tengok tulisan saya di http://www.dataphone.se/~ahmad/opini.htm menyangkut
masalah ini (cari di Search engine Google.com: ketikkan nama saya "Ucup1954", "Yusuf
Jussac, Jr.", atau "Yusuf Nugroho". Saya bukan pakar tentang syari'at, saya bukan
uztadz, bukan pula santri.But for sure I am a Muslim! Cukup Allah penolong kami.
Bung Muhaimin Iskandar dkk, mari kita bangun bersama ahlak bangsa durhaka ini.
Jangan lagi menghambakan diri pada keduniawian melulu.
Kepada Megawati, make up your mind! Be yourself. Hentikan ber-politicking.
Bila dipaksakan juga hukum islam di negara indonesia, maka yang akan terjadi
adalah bahwa, bukan hanya Gus Dur yang mengalami cacat mata, tetapi 95%
lebih rakyat indonesia akan berubah menjadi cacat, karena hampir semuanya
(saya tidak termasuk) akan mendapatkan hukuman secara mengenaskan. Mengapa?
karena sebagian besar rakyat indonesia sudah melakukan kejahatan-kejahatan
yang di dalam islam biasa dikatakan "dosa"
Apakah anda tega melihat saudara senegara sendiri yang mayoritasnya beragama
islam itu cacat??
"Ahmad Sudirman" <ah...@dataphone.se> wrote in message
news:3B02D02D...@dataphone.se...
Stockholm, 21 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS GUS DUR MIMPI KELUARKAN DEKRIT
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
SEKILAS MENYOROT LIMA ALASAN DASAR YANG DIPAKAI DIKTATOR SOEKARNO UNTUK
MENGELUARKAN DEKRIT 5 JULI 1959
Ada 5 alasan yang dijadikan dasar landasan dikeluarkannya Dekrit 5 Juli 1959
untuk membubarkan Konstituante (Sidang Pembuat Undang-Undang Dasar) hasil
pemilu pertama tanggal 15 Desember 1955 oleh diktator Soekarno, yaitu:
1. Anjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada UUD 1945 yang
disampaikan lewat pidatonya pada tanggal 22 April 1959, tidak memperoleh
keputusan dari Konstituante sebagaimana ditentukan dalam UUD Sementara.
2. Adanya pernyataan sebagian besar Anggota-anggota Sidang Pembuat
Undang-Undang Dasar untuk tidak menghadiri lagi sidang, dimana Konstituante
tidak mungkin lagi menyelesaikan tugas-tugasnya.
3. Bisa menimbulkan keadaan ketata-negaraan yang membahayakan persatuan dan
keselamatan Negara, Nusa dan Bangsa, serta menghambat pembangunan untuk
mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
4. Dengan adanya dukungan besar Rakyat Indonesia dan terpaksa menempuh
satu-satunya jalan untuk menyelamatkan Negara Indonesia.
5. Dengan adanya keyakinan bahwa Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945
menjiwai UUD 1945 dan merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi
tersebut.
SEKULARIS GUS DUR BERMIMPI KELUARKAN DEKRIT UNTUK BUBARKAN DPR HASIL PEMILU
7 JUNI 1999 TETAPI TANPA DASAR ALASAN YANG KUAT
Nah sekarang, apabila sekularis Gus Dur akan mengeluarkan Dekrit sebagaimana
yang telah dilakukan oleh diktator Soekarno tanggal 5 Juli 1959, maka tidak
ada alasan-alasan yang kuat bagi sekularis Gus Dur untuk dijadikan dasar
dikeluarkannya Dekrit pembubaran DPR hasil pemilu 7 Juni 1999 yang lalu.
Karena alasan yang melambungkan kemelut di negara pancasila sekarang ini
sebagian besar disebabkan oleh tindakan dan kebijaksanaan pemerintah yang
dipimpin sekularis Gus Dur sendiri.
Kemelut yang salah satunya melahirkan memorandum pertama dan kedua oleh DPR
adalah karena:
1. Sekularis Gus Dur telah melanggar konstitusi (seperti melanggar UUD 1945
pasal 9 tentang Sumpah Jabatan).
2. Menginjak-nginjak ketetapan-ketetapan MPR (misalnya Tap MPR No
XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas KKN).
3. Melanggar hukum tindak pidana korupsi yang berlaku dinegara sekular
pancasila (seperti kasus Buloggate dan Bruneigate).
Akibat dari kemelut lahirnya memorandum pertama dan kedua ini oleh DPR dan
sekarang sudah jadi bola yang telah dilemparkan ke lapangan MPR, maka Badan
Pekerja MPR akan segera melakukan sidang pleno untuk memainkan bola guna
dipakai dalam Sidang Istimewa MPR dengan alasan seperti yang dikemukakan
oleh Ketua MPR Amien Rais: "Alasan ada SI kan karena Gus Dur telah melanggar
sumpah jabatan dan tentang penyelenggaraan negara yang bersih KKN." (
www.detik.com ,Amien Rais: Dekrit Gus Dur Akan Di-cuekin DPR, MPR & TNI,
Senin, 21 Mei 2001)
Jadi apabila sekularis Gus Dur tetap degil juga untuk mengeluarkan Dekrit,
maka bisa saja akibatnya Dekrit itu akan menjadi senjata makan tuan.
Karena sebagai Presiden yang dipilih dan diangkat oleh Permusyawaratan
Rakyat Republik Indonesia tunduk dan bertanggung jawab kepada Majelis dan
pada akhir masa jabatannya memberikan pertanggungjawaban pelaksanaan
garis-garis besar daripada haluan negara ditetapkan oleh Undang-Undang Dasar
1945 dan atau oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.
Dan tentu saja sebaiknya salah satu jalan yang bisa dilakukan oleh sekularis
Gus Dur daripada mengeluarkan dekrit yang tidak didukung oleh sebagian besar
rakyat negara pancasila adalah dengan mempersiapkan pidato
Pertanggungjawaban Presiden selama menjadi presiden negara pancasila
dihadapan Rapat Paripurna Sidang Istimewa MPR yang akan digelar dalam waktu
dekat ini.
Dimana Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia perlu menilai dan
mengambil putusan terhadap pertanggungjawaban Presiden sekularis Gus Dur
selama mernangku jabatannya berdasarkan Ketetapan-Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.
Apabila pidato Pertanggungjawaban Presiden itu setelah dinilai bisa diterima
oleh sebagian besar anggota MPR, maka sekularis Gus Dur akan tetap duduk
diatas kursi presidennya dan melanjutkan program dan kebijaksanaan
pemerintahnya.
Tetapi kalau pidato Pertanggungjawaban Presiden itu setelah dinilai ditolak
oleh sebagian besar anggota MPR, maka habislah masa kekuasaan sekularis Gus
Dur sebagai presiden negara sekular pancasila. Sebagaimana yang telah
menimpa kepada BJ Habibie yang pidato Pertanggungjawaban Presidennya ditolak
oleh sebagian besar anggota MPR dalam Rapat Paripurna tanggal 17 Oktober
1999.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
---------------------
DEKRIT
Dengan Rakhmat Tuhan Yang Maha Esa
KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG
Dengan ini menyatakan dengan khidmat:
Bahwa anjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada Undang-Undang
Dasar 1945 yang disampaikan kepada segenap Rakyat Indonesia dengan amanat
Presiden pada tanggal 22 April 1959, tidak memperoleh keputusan dari
Konstituante sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Dasar Sementara;
Bahwa berhubung dengan pernyataan sebagian besar Anggota-anggota Sidang
Pembuat Undang-Undang Dasar untuk tidak menghadiri lagi sidang, Konstituante
tidak mungkin lagi menyelesaikan tugas yang dipercayakan oleh Rakyat
kepadanya;
Bahwa hal yang demikian menimbulkan keadaan ketata-negaraan yang
membahayakan persatuan dan keselamatan Negara, Nusa dan Bangsa, serta
merintangi pembangunan semesta untuk mencapai masyarakat yang adil dan
makmur;
Bahwa dengan dukungan bagian terbesar Rakyat Indonesia dan didorong oleh
keyakinan kami sendiri, kami terpaksa menempuh satu-satunya jalan untuk
menyelamatkan Negara Proklamasi;
Bahwa kami berkeyakinan bahwa Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945
menjiwai Undang-Undang Dasar 1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian
kesatuan dengan Konstitusi tersebut.
Maka atas dasar-dasar tersebut diatas,
KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG,
Menetapkan pembubaran Konstituante.
Menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku lagi bagi segenap Bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah-darah Indonesia, terhitung mulai hari tanggal
penetapan Dekrit ini dan tidak berlakunya lagi Undang-Undang Dasar
Sementara.
Pembentukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara, yang terdiri atas
Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat ditambah dengan utusan dari
Daerah-daerah dan Golongan-golongan serta pembentukan Dewan Pertimbangan
Agung Sementara, akan diselenggarakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 5 Juli 1959.
Atas nama Rakyat Indonesia
Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang
Soekarno.
(30 Tahun Indonesia Merdeka,1950~1964, Sekretariat Negara RI, hal. 143,
cetakan ke-7, 1986)
-------------------
Stockholm, 23 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS GUS DUR COBA TUTUPI JEJAK PELANGGARAN KONSTITUSI
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
BASUKI DI BANDUNG JAWA BARAT IKUT MENCOBA-COBA TUTUPI JEJAK PELANGGARAN
KONSTITUSI SEKULARIS GUS DUR
"Anda hanya melihat laporan Pansus (saya tidak tahu legalitas pansus ini),
tanpa melihat sedikitpun keterangan GD, Ario wowor dan H.Masnuh. Kesalahan
fatal adalah ada pada diri Sapuan, dia tidak chek dan rechek terhadap
tindakan yang akan dikeluarkannya(dalam masalah ini sola pengeluaran Dana 35
M itu). Kenapa dia begitu percaya terhadap seorang Suwondo. Dana itu cukup
besar, tetapi sangat kecil seandainya itu sengaja di selewengkan oleh
seorang Presiden. Dengan tanpa ada bukti tertulis seculipun dari RI 1
Sapuan berani keluarkan uang sebesar itu dan begitu yakin bahwa itu memang
atas perintah GD yang di bawa oleh Suwondo. Padahal Suwondo tak lebih dari
seorang tukang pijit. Begitu cerobohnya dia melakukan itu. Hal ini dikuatkan
GD sendiri bahwa dia mengurungkan niatnya untuk meminjam dana Bulog itu,
setelah dikasih tahu Yusuf Kala bahwa pengeluaran dana itu harus dengan
Kepres." ( basu...@indonesian-aerospace.com , Wed, 23 May 2001 09:46:08
+0700)
"Saya tidak mau membicarakan aliran dana setelah keluar dari tangan Sapuan.
Justru GD mengikuti anjuran Lopa maka dia mengurungkan niat untuk pinjem
dana Bulog itu. Anda cermati sekali lagi adakah bukti tertulis yang
menyatakan bahwa GD memerintahkan Sapuan untuk mengeluarkan duit itu kepada
Suwondo. Kalau toh itu dibilang Sapuan itu sebagai perintah lesan GD, siapa
saksinya. Karena itu saya katakan bahwa keluarnya memo 1, berhubung
sepertinya sudah ada niatan DPR untuk mendongkel GD maka memo 1 harus keluar
yang penting didukung mayoritas anggota( itung-itung sebagai peringatan
terhadap RI 1 yang sering melecehkan DPR)." (
basu...@indonesian-aerospace.com , Wed, 23 May 2001 09:46:08 +0700)
"Padahal kalau benar dengan apa yang saya duga maka semuanya hanyalah ftinah
terhadap GD. Anda masih belum jawab bagaimana selanjutnya memo 1 itu, cacat
tidak kalau ternyata didepan hukum GD tidak bersalah (sekarang masih
berjalan kan) Kalau mengenai Dana dari Sultan Brunai, kesalahan GD adalah
dia mengetahui dan tidak melaporkan kepada negara. Saya juga kurang mengerti
apakah yang begini dianggap salah, karna jelas bahwa itu adalah dana Zakat
keluarga S.Brunai, itupun sama sekali tidak masuk kerekening GD, jadi hanya
Ario Wowor dan H.Masnuh lah yang paling berperan. Saya juga tidak mengerti
kalau yang begini ini dijadikan dasar dan sebagai suatu pelanggaran berat
thd Presiden sehingga dikeluarkan memo 1. Kenapa dana yang jauh lebih besar
yang dikeluarkan bulog untuk Golkar malah tidak dipermasalahkan. Karena itu
saya masih berpendapat bahwa keluarnya memo 1 lebih karena faktor ketidak
sukaan anggota DPR saja terhadap pribadi GD. Memo 1 tetep sah karna didukung
oleh mayoritas anggota DPR. Oh ya anda Agar lebih sedikit adil setidaknya
andapun mengambil pendapat pakar hukum tata negara yang pro GD yaitu Prof.Dr
Harun Alrasyid jadi bukan yang kontra saja. Basuki" (
basu...@indonesian-aerospace.com , Wed, 23 May 2001 09:46:08 +0700)
SEKULARIS GUS DUR BERUSAHA TUTUPI JEJAK-JEJAK PELANGGARAN KONSTITUSI
Mengenai masalah legalitas Pansus itu sudah tidak dipermasalahkan lagi,
karena seperti yang dikemukakannya sendiri oleh sekularis Gus Dur: "Dengan
memberi jawaban atas Memorandum yang dikeluarkan pada tanggal 1 Pebruari
2001 berarti saya selaku Presiden menerima Memorandum sebagai kenyataan
politik yang tidak dapat dihindarkan. Soal kontroversi legalitas Pansus
biarlah terus dikaji oleh para pakar konstitusi dan hukum untuk keperluan
perbaikan ke masa depan. Pada saat ini selaku Presiden saya harus memberikan
jawaban dengan menerima kenyataan bahwa Memorandum itu adalah produk politik
dalam rangka pengawasan DPR kepada Presiden. Oleh sebab itu jawaban saya
pada kesempatan ini bukan lagi soal legal atau tidaknya Pansus melainkan
pada proses dan hasil kerja Pansus itu sendiri." (Jawaban Presiden Republik
Indonesia atas Memorandum DPR-RI tanggal 1 Pebruari 2001 tentang Dana Milik
Yanatera Bulog dan Dana Bantuan Sultan Brunei disampaikan di depan Sidang
DPR-RI pada hari Rabu tanggal 28 Maret 2001)
Memang untuk mengeluarkan dana milik Yanatera Bulog itu harus melalui
Keppres seperti yang dikatakan oleh Jusuf Kalla dalam kesaksiannya dihadapan
Pansus pada 17 Oktober 2000 bahwa dalam pertemuan 11 Desember 1999 Presiden
menyampaikan bahwa dirinya memerlukan dana lebih dari Rp.100 miliar untuk
dana kemanusiaan Aceh. Jusuf Kalla setuju asal ada perintah tertulis dari
Presiden. (Laporan Panitia Khusus DPR RI tentang Buloggate dan Bruneigate,
Disampaikan Pada Rapat Paripurna DPR RI Tanggal 20 Januari 2001).
Tetapi sekularis Gus Dur bukan mengurungkan niatnya setelah diberitahu Jusuf
Kalla tersebut, melainkan sekularis Gus Dur justru berusaha bagaimana agar
bisa mengeluarkan dana Bulog tanpa melalui Keppres, seperti yang diungkapkan
sekularis Gus Dur "kepada Komisi III DPR-RI di Binagraha pada 7 Juni 2000
bahwa dalam pembicaraan sewaktu Sapuan menghadap Presiden teringat informasi
dari Suwondo tentang dana nonbudgeter Bulog dan menanyakan kepada Sapuan :
"Ada tidak dana nonbudgeter Bulog" Sapuan menjawab : "Ya ada dan
pengeluarannya harus dengan Keppres" Presiden menukas," Walah kalau dengan
Keppres panjang lagi urusannya". Menurut Presiden, Keppres, panjang urusanya
harus bicara dengan beberapa orang di pemerintahan, keterangan ini
dikemukakan lagi oleh Presiden kepada Pansus dalam rapat tertutup di Jakarta
Covention Centre pada 2 Januari 2001".(Laporan Panitia Khusus DPR RI tentang
Buloggate dan Bruneigate, Disampaikan Pada Rapat Paripurna DPR RI Tanggal 20
Januari 2001)
Juga usaha sekularis Gus Dur untuk mengeluarkan dana milik Yanatera Bulog
ternyata diungkapkan oleh Jenderal Pol. Rusdihardjo dalam kesaksiannya
"kepada Pansus pada 28 November 2000 bahwa sekitar awal Mei 2000 Rusdihardjo
dipanggil Presiden, saat itu Presiden berkata kepada Rusdihardjo "Pak Rusdi
mengetahui bahwa saya tidak melihat sehingga saat saya memberikan satu
lember cek kepada Siti Farikha saya tidak melihat cek yang mana, cek
tersebut diambil dari laci satu lembar, diberikan kepada Farikha untuk
keperluan kemanusiaan". Tidak disangka, menurut Presiden, cek yang diberikan
kepada Siti Farikha adalah cek yang berasal dari Yanatera Bulog. Menurut
Rusdihardjo, Presiden sudah bicara dengan Jaksa Agung (Marzuki Darusman)
tetapi disarankan sebaiknya bicara dengan Kapolri (Jenderal Pol.
Rusdihardjo), karena ini tindak pidana umum. Rusdihardjo berkesimpulan bahw
ini masalah serius karena cek yang diberikan Presiden kepada Farikha adalah
hasil dari perbuatan pidana. Menurut Rusdihardjo, kedudukan Presiden adalah
sebagai tersangka yang bisa dikenakan Pasal 480 atau paling tidak Pasal 55
KUHP. Rusdihardjo sudah memerintahkan stafnya untuk menangani masalah ini
secara sangat hati-hati, tanpa menimbulkan kegoncangan, karena menyangkut
nama Presiden pribadi. Menjelang diberhentikan dari Kapolri, Rusdihardjo
baru mengetahui bahwa fakta adanya keterlibatan Presiden dihilangkan dengan
cara memunculkan seorang bernama Aris Djunaidi yang seolah-olah menerima cek
dari Suwondo dan kemudian memberikannya kepada Siti Farikha, sehingga peran
Presiden terputus dan Presiden tidak tersentuh hukum dalam kasus dana
Yanatera Bulog ini padahal ketika Rusdihardjo berbicara berdua dengan
Presiden nama Aris Djunaidi belum muncul. Menurut Rusdihardjo, nama Aris
Djunaidi muncul setelah penyidik melakukan penyidikan". (Laporan Panitia
Khusus DPR RI tentang Buloggate dan Bruneigate, Disampaikan Pada Rapat
Paripurna DPR RI Tanggal 20 Januari 2001)
KESALAHAN FATAL BUKAN PADA WAKIL KEPALA BULOG SAPUAN, MELAINKAN PADA DIRI
SEKULARIS GUS DUR
Sebenarnya yang membuat kesalahan fatal adalah bukan Wakil Kepala Bulog
Sapuan, melainkan sekularis Gus Dur sebagai presiden negara sekular
pancasila.
Dimana seperti yang dinyatakan Sapuan dalam kesaksiannya "kepada Pansus pada
20 November 2000 bahwa dalam pertemuan antara Sapuan dengan Presiden pada 7
Januari 2000 Presiden menanyakan kemungkinan penggunaan 50% dari dana taktis
Bulog sebesar Rp 370 miliar (= Rp 185 miliar) untuk dana kemanusiaan Aceh.
Sapuan setuju asal dikeluarkan Keputusan Presiden untuk hal itu. Kesaksian
Sapuan ini sejalan dengan keterangan Presiden kepada Komisi III DPR-RI pada
7 Juni 2000 bahwa ketika bertemu Sapuan dirinya menanyakan keberadaan dana
nonbugeter Bulog dan cara mendapatkannya". Yang juga diperkuat oleh
"kesaksian Baharuddin Lopa kepada Pansus pada 18 Januari 2001 bahwa dalam
pertemuan antara Baharuddin Lopa dengan Presiden Wahid, Presiden bercerita
pernah memanggil Sapuan untuk meminta keterangan mengenai dana nonbudgeter
Bulog dan menyampaikan keinginannya untuk menggunakan dana tersebut".
(Laporan Panitia Khusus DPR RI tentang Buloggate dan Bruneigate, Disampaikan
Pada Rapat Paripurna DPR RI Tanggal 20 Januari 2001).
Karena Sapuan sudah mengetahui keinginan sekularis Gus Dur untuk menggunakan
50% dari dana taktis Bulog sebesar Rp 370 miliar (= Rp 185 miliar) untuk
dana kemanusiaan Aceh, maka ketika datang Suwondo dengan jabatan Aspri
Presiden, Sapuan dan pihak Yanatera Bulog menaruh kepercayaan bahwa Suwondo
adalah orang dekat Presiden. Hal ini diperkuat oleh Muharto yang memberikan
kesaksiannya "kepada Pansus pada 30 Oktober 2000 bahwa Muharto yakin Suwondo
masih berkomunikasi dan bertemu dengan Abdurrahman Wahid sesudah Abdurrahman
Wahid menjadi Presiden dan pertemuan Sapuan dengan Presiden pada 7 Januari
2000 adalah berkat bantuan Suwondo. Dan pihak Yanatera Bulog tahu tentang
status hubungan Suwondo dengan Presiden Wahid, tetapi tidak ada yang
mempertanyakan jabatan Aspri Presiden saat Suwondo menandatangani tanda
terima cek dan kwintasi pada 21 Januari 2000". Juga Suwondo sendiri dalam
kesaksiannya kepada Pansus pada 19 Januari 2001 bahwa dirinya memiliki
hubungan dengan Abdurrahman Wahid sejak tahun 1986, membantu mempertemukan
Sapuan dengan Presiden". Dan ini diperkuat juga oleh "Alwi Shihab yang
memberikan kesaksiannya kepada Pansus pada 8 November 2000 bahwa Suwondo
adalah salah satu orang dekat Presiden Abdurrahman Wahid". (Laporan Panitia
Khusus DPR RI tentang Buloggate dan Bruneigate, Disampaikan Pada Rapat
Paripurna DPR RI Tanggal 20 Januari 2001).
SEKULARIS GUS DUR TERUS COBA HAPUSKAN INJAKAN PELANGGARAN KONSTITUSI
Tentu saja tidak logis atau tidak bisa diterima akal kalau Sultan Brunei
Darussalam memberikan Dana Bantuan sebesar US $ 2 juta yang diperuntukkan
untuk dana kemanusiaan Aceh tidak melalui jalur Presiden, walaupun memang
dalam penyampaiannya melalui tangan Ario Wowor, kepercayaan Sultan Brunei.
Dan memang ternyata terbukti bahwa Gus Dur telah mengatur rencana dan
meminta mengkoordinasikan perihal dana bantuan Sultan Brunei itu. Dimana hal
ini dikemukakan oleh H. Masnuh dalam kesaksiannya kepada Pansus pada 23
November 2000 bahwa pada hari lebaran Januari 2000 H. Masnuh bertemu dengan
Ario Wowor di rumah H. Masnuh Ario Wowor memberi tahu H. Masnuh tentang
adanya bantuan pribadi Sultan Brunei Darussalam untuk dana kemanusiaan Aceh,
dan Presiden ketika bertemu Ario Wowor pada open house di Istana meminta
agar mengkoordinasikan perihal dana bantuan tersebut dengan saksi. H. Masnuh
dan Ario Wowor sepakat berangkat ke Brunei Darussalam untuk ikut secara open
house Idul Fitri. Pada kesempatan itulah Sultan Brunei memberikan sedekah
pribadi melalui Pehin kepada Wowor untuk dana kemanusiaan sebesar US $ 2
juta dalam bentuk cek yang kemudian ditransfer ke rekening H. Masnuh di Bank
BNI Sudirman, Jakarta. Dana tersebut masuk ke rekening H. Masnuh dengan kurs
Rp. 7.000,- per US $ 1 (= Rp. 14 Miliar) antara tanggal 23 & 25 Januari 2000
Ario Wowor melaporkan kepada Presiden tentang bantuan Sultan Brunei
tersebut. (Laporan Panitia Khusus DPR RI tentang Buloggate dan Bruneigate,
Disampaikan Pada Rapat Paripurna DPR RI Tanggal 20 Januari 2001).
Jadi ternyata jelas bahwa Presiden ketika bertemu Ario Wowor pada open house
di Istana bukan atas nama pribadi kiyai Gus Dur yang mengadakan open house
di Ciganjur, melainkan atas nama Presiden yang mengadakan open house di
Istana meminta secara resmi kepada Ario Wowor agar mengkoordinasikan perihal
dana bantuan Sultan Brunei.
Karena itu apa yang dikatakan sekularis Gus Dur dalam jawabannya terhadap
Memorandum 1 itu: "...Seperti disampaikan oleh Prof Arifin Soeriaatmadja
maka bantuan yang diberikan dalam kedudukan saya sebagai pribadi tidak
terikat pada hukum publik, apalagi dana itu. tidak diberikan kepada saya
melainkan kepada Sdr. Ario Wowor yang kemudian meminta saya
menyalurkannya..." adalah tidak benar. Justru sekularis Gus Dur secara
terencana dan terkoordinir meminta kepada Ario Wowor pada open house di
Istana mengkoordinasikan perihal dana bantuan Sultan Brunei itu. (Jawaban
Presiden Republik Indonesia atas Memorandum DPR-RI tanggal 1 Pebruari 2001
tentang Dana Milik Yanatera Bulog dan Dana Bantuan Sultan Brunei disampaikan
di depan Sidang DPR-RI pada hari Rabu tanggal 28 Maret 2001)
Jadi menurut Prof. Arifin Soeriaatmadja dalam kesaksian kepada Pansus pada 8
November 2000, menyatakan bahwa Abdurrahman Wahid sebagai pribadi adalah
subjek hukum privat yang tidak berwenang membuat kebijaksanaan publik dan
Abudrrahman Wahid sebagai Presiden adalah subjek hukum privat yang berwenang
membuat kebijaksanaan publik. Jika bantuan dari Sultan Burnei Darussalam
bersifat pribadi maka tidak tunduk kepada hukum publik, sebaliknya jika
bantuan tersebut bersifat kedinasan maka tunduk kepada hukum publik.
(Laporan Panitia Khusus DPR RI tentang Buloggate dan Bruneigate, Disampaikan
Pada Rapat Paripurna DPR RI Tanggal 20 Januari 2001).
Nah, karena Abudrrahman Wahid sebagai Presiden yang memerintahkan kepada
Ario Wowor pada open house di Istana untuk mengkoordinasikan perihal dana
bantuan Sultan Brunei itu, maka menurut Prof. Arifin Soeriaatmadja
"Abudrrahman Wahid sebagai Presiden adalah subjek hukum privat yang
berwenang membuat kebijaksanaan publik, maka tunduk kepada hukum publik".
JADI KELUARNYA MEMORANDUM 1 DARI DPR ITU BUKAN FITNAH ATAU TIDAK SUKA ATAU
INGIN MENDONGKEL, MELAINKAN KARENA MEMANG SEKULARIS GUS DUR YANG TELAH
MENGINJAK-INJAK KONSTITUSI
Dari fakta-fakta diatas yang telah ditemukan oleh Panitia Khusus DPR RI
Untuk Mengadakan Penyelidikan Terhadap kasus Dana Milik Yayasan Dana
Kesejahteraan Karyawan (Yanatera) Bulog dan kasus Dana Bantuan Sultan Brunei
Darussalam kepada Presiden Abdurrahman Wahid melalui rapat dengar pendapat
dengan pihak instansi, ahli dan perseorangan termasuk sekularis Gus Dur
sendiri, dapat ditarik garis lurus bahwa sebenarnya justru sekularis Gus Dur
sebagai presiden negara sekular pancasila yang telah menginjak-nginjak
konstitusi UUD 1945 pasal 9 tentang Sumpah Jabatan dan Ketetapan MPR RI No.
XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi,
Kolusi, dan Nepotisme.
Jadi bukan karena fitnah atau karena faktor ingin mendongkel atau faktor
ketidak sukaan anggota DPR terhadap pribadi sekularis Gus Dur yang menjadi
sebab lahirnya Memorandum 1.
MEMORANDUM 1 YANG DILAHIRKAN OLEH LEMBAGA YANG MEMPUNYAI FUNGSI MEMBUAT
UNDANG-UNDANG, MENGAWASI DAN MEMBUAT ANGGARAN
Jelas karena DPR yang mempunyai fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan
fungsi pengawasan, tetapi bukan sebagai lembaga pelaksana kekuasaan
kehakiman, telah melahirkan Memorandum 1 sebagai akibat dari hasil Panitia
Khusus DPR RI Untuk Mengadakan Penyelidikan Terhadap kasus Dana Milik
Yayasan Dana Kesejahteraan Karyawan (Yanatera) Bulog dan kasus Dana Bantuan
Sultan Brunei Darussalam kepada Presiden Abdurrahman Wahid melalui rapat
dengar pendapat dengan pihak instansi, ahli dan perseorangan termasuk
sekularis Gus Dur sendiri yang kesaksiannya diberikan dibawah sumpah/janji
(seperti diperintahkan oleh Pasal 8 Undang-undang No. 6 Tahun 1954), maka
untuk tegaknya keadilan hukum hasil dari Panitia Khusus DPR RI itu harus
diserahkan kepada Kejaksaan Agung untuk dilakukan proses penyelidikan
selanjutnya dan dituntaskan melalui Mahkamah Agung yang melaksanakan
Kekuasaan Kehakiman yang berlaku di negara sekular pancasila.
Dan tentu saja apapun hasil yang akan keluar nantinya dari Mahkamah Agung
ini tidak akan mempengaruhi Memorandum 1 yang telah dihasilkan oleh DPR itu.
Stockholm, 24 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
TAK SUSAH MEMBUKTIKAN NEGARA PANCASILA INI NEGARA SEKULAR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
SEBENARNYA TAK SUSAH MEMBUKTIKAN NEGARA PANCASILA INI NEGARA SEKULAR
Sebenarnya apa yang dijadikan alasan Saudara A. Simanjuntak dalam tulisannya
dibawah adalah alasan yang berbelit-belit yang tidak mendasarkan kepada satu
pegangan yang jelas dan bisa diterima dengan akal.
Undang-Undang Dasar 1945, Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR),
Undang-undang, Peraturan pemerintah pengganti undang-undang, Peraturan
Pemerintah, Keputusan Presiden, Peraturan Daerah.
Swedia itu tidak ada bedanya dengan keadaan kehidupan pendidikan di negara
sekular pancasila ini. Dimana kehidupan pendidikan agama hanyalah sekedar
bahan informasi dan pengetahuan untuk para murid dan mahasiswanya, dan bila
setelah berhasil keluar dan meraih gelar pengetahuan agamanya itu tidak bisa
dijadikan sebagai dasar pertimbangan untuk membuat ketetapan-ketetapan,
undang-undang, peraturan-peraturan, hukum-hukum yang bisa berlaku dalam
masyarakat, pemerintah dan negara sekular pancasila.
Begitu juga adat istiadat dan tata-cara kawin menurut Islam di negara
sekular pancasila-pun diakui oleh pemerintah daerah setempat, sebagaimana di
kerajaan sekular Swedia.
HASIL TARIKAN GARIS LURUS DARI JALAN PIKIRAN DIATAS
Jadi kalau ditarik garis lurus dari hasil jalan pikiran diatas itu negara
dan kerajaan dinamakan sekular apabila konstitusi atau undang-undang
dasarnya tidak mencantumkan dalam pasal-pasal-nya atau ayat-ayat-nya bahwa
negara berdasarkan agama dan hukum-hukum-nya bersumberkan kepada agama.
A.SIMANJUNTAK MENJADIKAN PERILAKU DAN MENTALITAS RAKYAT NEGARA SEKULAR
PANCASILA SEBAGAI CONTOH PERILAKU DAN MENTALITAS RAKYAT NEGARA NON-SEKULAR
Kalau saya kutip dari apa yang ditulis oleh Saudara Simanjuntak dibawah ini
mengenai penomena yang ada dan terjadi di suatu negara agama, maka saya jadi
bertanya apakah memang penomena perilaku dan mentalitas rakyat negara
sekular pancasila yang dijadikan sebagai perilaku dan mentalitas rakyat
suatu negara yang berdasarkan kepada agama. Kalau memang benar, maka
benar-benar menyimpang hasil cukilan jalan pikiran Saudara Simanjuntak ini.
Coba perhatikan kutipan yang saya ambil dari tulisan saudara Simanjuntak di
bawah ini.
"Yang lebih parah lagi ialah, ketika tokoh-tokoh agama tidak memberdayakan
umatnya, sehingga umat ibarat katak dalam tempurung; bodoh dan
ketertinggalan budaya. Bahkan, tokoh-tokoh agama tidak ingin umatnya maju
atau berdaya sebab takut kehilangan ladang mata pencaharian (urusan perut).
Ini adalah kejahatan yang luar biasa. Adanya institusi agama juga penyebab
munculnya berbagai konflik berbau SARA, sebab, tokoh agama dalam institusi
itu kerapkali menjadi provokator utama dalam pertikaian antar agama
sepanjang sejarah. Keputusan untuk berperang atau memusuhi agama lain adalah
keputusan institusi yang telah banyak dimanipulasi oleh tokoh-tokoh
keagamaan yang sebenarnya hanya karena motif persaingan antar institusi.
"Semua agama mengajarkan kebaikan" menjadi retorika semata ketika institusi
dan tokoh-tokoh agama mengambil alih tugas Allah untuk menghukum manusia,
atau ketika tokoh-tokoh agama menjadikan agama (bahkan Allah) seolah-olah
tidak berdaya dalam menyelesaikan persoalan kehidupan manusia (DISTORSI
ajaran agama). Akibatnya, umat sebenarnya terjajah dan terkungkung dalam
hegemoni institusi dan ketokohan agama-agama saat ini. A. Simanjuntak" (
<aug...@telkom.net> ,Thu, 24 May 2001 16:57:58 +0700)
TENTANG MENGAPA GUS DUR SAYA PANGGIL SEKULARIS ?
Saya panggil sekularis kepada Gus Dur karena memang Gus Dur secara sadar dan
penuh ketegasan untuk memisahkan urusan agama dari urusan negara. Segala hal
yang ada hubungannya dengan agama, baik itu aturan-aturan, hukum-hukum agama
yang telah ditetapkan Allah SWT tidak bisa dijadikan sebagai landasan dan
pertimbangan dalam menetapkan sesuatu ketetapan dan keputusan di lembaga
legislatif, eksekutif, dan yudikatif.
Jadi orang yang mempunyai cita-cita, pandangan, pemikiran, sikap, dan
tindakan seperti yang disebutkan diatas, orang itu disebut sekularis.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
---------------------
Date: Thu, 24 May 2001 16:57:58 +0700
From: "As" <aug...@telkom.net>
To: <basu...@indonesian-aerospace.com>, <in...@alislam.or.id>, "MPR"
<su...@jakarta.wasantara.net.id>, "Gus Dur" <pres...@ri.go.id>, "HANKAM"
<postm...@hankam.go.id>, "PKB" <pkb....@mailcity.com>,
<padhang...@egroups.com>, <khil...@s-s-net.com>, "Humas PAN"
<hu...@pan-diy.8m.com>, <hassan....@ties.itu.int>,
<hab...@ristek.go.id>, "DPP PPP" <dp...@indosat.net.id>, "Alwi Shihab"
<ash...@cabi.net.id>, "Megawati Soekarnoputri" <mega...@gmx.net>,
<siy...@isnet.org>, <is-...@isnet.org>, <hik...@isnet.org>, "Sabili
@egroups. com" <sab...@egroups.com>, <ijt...@yahoogroups.com>,
<padhang...@yahoogroups.com>, <isti...@yahoogroups.com>
Subject: [siyasah] Re: SEKULARIS GUS DUR COBA TUTUPI JEJAK PELANGGARAN
KONSTITUSI
Salam persatuan untuk kita semua,
Saya sebagai bagian dari anak negeri ini terbeban untuk mencoba menanggapi
pemikiran Pak Ahmad Sudirman, yang tampaknya sejak awal sudah berangkat dari
'frame' ketidaksukaan terhadap sosok kepemimpinan Gus Dur, ditandai dengan
selalu adanya stigma "Sekuleris Gus Dur", yang semestinya tidak pantas
dilakukan oleh seorang intelektual (apalagi notabene sekolah dan berada di
negeri asing), karena hal itu jelas akan selalu mempengaruhi obyektifitas
dalam pengamatan dan penilaiannya.
Apa sebenarnya maksud stigma 'sekuleris Gus Dur' di sini. Sekilas mungkin
dimaksudkan sebagai pemerintahan sekuler. Benarkah pemerintahan kita
pemerintahan sekuleris ?. Untuk membahasnya maka saya membuat pembahasan
dengan judul sebagai berikut:
PEMISAHAN URUSAN NEGARA DARI URUSAN AGAMA BUKAN BERARTI NEGARA ITU NEGARA
SEKULER
A. Negara Agama Sangat Tidak Relevan
------------------------------------------
Negara agama adalah negara yang mendasarkan diri pada salah satu agama. Ini
dimungkinkan pada negara yang memang hampir seluruh warganya memeluk salah
satu agama. Namun realitas Indonesia adalah negara yang sangat majemuk, baik
dalam intern agama-agama sendiri banyak perbedaan, apalagi perbedaan dalam
'wilayah bangsa' (suku, budaya, agama, ras, dan bahasa). Belum lagi
banyaknya warga negara yang sebenarnya sekedar beragama "KTP", beragama
tetapi berpola hidup liberal, beragama tetapi materialistik, beragama tetapi
hedonistik, beragama tetapi lebih percaya evolusionisme, beragama tetapi
lebih percaya hal-hal yang magic/mistis, dan sebagainya. Jadi, sekedar
beragama, atau agama hanya sebagai identitas pelengkap karena kepentingan
institusional keagamaan maupun kenegaraan (birokrasi). Kawin harus beragama,
masuk PTN harus beragama, masuk TNI/PNS harus beragama. Seorang artis pun
tampaknya mau tidak mau (seolah-olah terpaksa) harus memerankan simbol agama
agar tidak dituduh tidak beragama (padahal mereka sebenarnya suka
kebebasan). Untuk meraih dukungan masyarakat, agama dijadikan sebagai alat
politik. Para elit, tampak seolah-olah paling alim, paling suci, dan paling
berhak menggunakan simbol-simbol keagamaan dalam berpolitik sehingga
kelihatan sangat menjijikkan. Artinya, di negeri ini sedang banyak terjadi
kemunafikan. Oleh karena itu, dalam realitas seperti itu membentuk suatu
negara agama adalah sangat tidak relevan, karena pasti akan banyak
pemaksaan-pemaksaan, pelanggaran HAM hebat , benturan-benturan kepentingan,
pemberontakan, bahkan bisa menimbulkan banyak yang terkorbankan, baik korban
jiwa maupun korban disintegrasi karena beberapa daerah akan memilih merdeka,
dan sebagainya. Ini adalah fakta sosiologis-antropologis bangsa Indonesia.
Kalau pun dikatakan bahwa agama tertentu-lah yang paling adil, paling
mujarab untuk mengatasi persoalan bangsa ini maka bolehlah itu dipandang
sebagai suatu 'impian' atau 'angan-angan' yang sebenarnya sangat tidak
realistis. Kalau dikatakan sebagai agama pembawa solusi atau pembawa
keadilan maka semestinya sejak dulu (dalam sejarah perjalanan bangsa) harus
sudah terbukti dalam realitas kehidupan bermasyarakat bahwa walaupun belum
dalam kerangka negara agama sudah tampak sinar 'solusi' dan 'keadilan' yang
dipancarkan oleh agama itu. Tetapi, adakah agama yang bisa mengklaim bahwa
agama itu sudah berhasil sebagai perintis perjuangan 'keadilan',
'kebenaran', dan 'kesejahteraan' dalam masyarakat ?. Sudah lebih 50 tahun
usia negeri ini, tetapi sudah sejauh mana negara ini mencapai 'kemakmuran
yang berkeadilan' ?. Dalam fase mana-kah sebuah agama bisa mengklaim bahwa
sinar 'keadilan dan kesejahteraan' dari agama itu sudah pernah diwujudkan
dalam pembangunan negeri ini sebagai bukti untuk mengkalim bahwa agama itu
sebagai agama 'solusi dan keadilan' bagi seluruh rakyat ?. Bukankah selama
ini agama justru dianggap sebagai sumber konflik?. Bahkan, ada tuduhan bahwa
agama acapkali sudah terlalu jauh menghakimi 'kesalahan' warga dengan
cara-cara yang anarkhis atau tidak manusiawi?. Menghakimi sesama manusia
mengatasnamakan agama, seolah-olah ia paling berhak mengambil alih wewenang
Tuhan di dunia ini. Sering kali memang orang melihat realitas (bukan
anggapan lagi) bahwa para pihak yang merasa dirinya sebagai penegak hukum
agama itu sudah tidak proporsional lagi dalam bertindak, bahkan cenderung
anarkhis dan brutal. Mereka membawa senjata tajam di depan umum dengan
pakaian bersimbolkan agama, sehingga sangat kontraproduktif terhadap nama
baik agama itu. Sehingga masyarakat pun menilai bahwa agama itu sesuatu yang
menakutkan.... Mungkin saja mereka menganut suatu agama hanya karena takut
terhadap 'vonis' kafir dari komunitas masyarakat beragama yang lebih banyak,
alias agama ikut-ikutan (takut tersingkirkan). Dalam kondisi seperti ini,
dapatkah pemeluk agama tertentu mengklaim diri sebagai pemegang agama yang
paling sesuai untuk mengatasi persoalan bangsa yang rumit ini ?. Sekali
lagi, dalam fase mana dia bisa membuktikan bahwa agama tersebut pernah
menjadi sinar bagi penegakan keadilan dan kebenaran di negeri ini ?. Selama
32 tahun bangsa Indonesia tidak bisa lepas dari berbagai tindakan KKN
(korupsi. kolusi, dan nepotisme). Paling memalukan lagi, Indonesia notabene
sebagai negara religius dengan beragam agama dan kepercayaannya, tetapi
mengapa Indonesia pernah menjadi negara terkorup di Asia dan termasuk negara
miskin di dunia ?. Mengapa pelanggaran HAM sering terjadi di negeri ini
?.Mengapa angka kejahatan terus meningkat ?. Mengapa angka aborsi sangat
mengerikan (2 juta pertahun) ?. Kalau ternyata suatu agama tidak bisa
membuktikan dalam fase mana pun ia pernah menjadi penyejuk semua hati
rakyat, atau sebagai sinar pendorong keadilan dan kesejahteraan rakyat maka
agama itu sangat tidak layak untuk mengklaim diri sebagai agama yang paling
sesuai dalam penyelesaian berbagai persoalan bangsa.
Apalagi setelah menjadi institusi, Agama sering kali malah menjadi pengekang
manusia, bukan sebagai pembebas manusia. Agama seharunsya membebaskan
manusia dari dosa, kebodohan, keterkekangan, ketertinggalan, penghakiman,
kebencian, kejahatan, dan sebagainya. Padahal, keyakinan adalah urusan
pribadi seseorang dengan Allah, bukan urusan individu dengan institusi
agama, bukan urusan individu dengan imam-imam, atau dengan tokoh-tokoh
agama. Sering kali tokoh-tokoh dalam institusi agama justru bertindak
seolah-olah berhak mengabil alih tugas dan wewenang Allah di bumi, misalnya
sikap institusi keagamaan yang selalu menghakimi umatnya, merasa paling
benar, dan menentukan hukum atas nama agama yang justru menekan (mengekang)
umatnya, karena bukan otoritas Allah yang mereka tegakkan, tetapi otoritas
institusi agama yang telah mengalami reduksi menjadi otoritas tokoh
keagamaan untuk mengambil keuntungan dari umatnya (hegemoni sekaligus
pembodohan umat). Ini adalah penjajahan atau penindasan sesama yang tidak
disadari oleh umat manusia di dunia karena kepintaran orang-orang dalam
institusi agama untuk menjadikan kedok agama sebagai alat legitimasi
tindakannya.Agama yang ter-institusi penyebab banyaknya terjadi reduksi
substansi terhadap ajaran agama itu sendiri. Ini adalah salah satu dampak
buruk dari agama yang menjadi institusi. Tokoh agama dan umat akhirnya
terjebak dalam sistem dan norma institusi itu. Dimana substansi ajaran dalam
agama tergeser oleh aturan-aturan baku dan kaku dalam institusi. Yang lebih
parah lagi ialah, ketika tokoh-tokoh agama tidak memberdayakan umatnya,
sehingga umat ibarat katak dalam tempurung; bodoh dan ketertinggalan budaya.
Bahkan, tokoh-tokoh agama tidak ingin umatnya maju atau berdaya sebab takut
kehilangan ladang mata pencaharian (urusan perut). Ini adalah kejahatan yang
luar biasa. Adanya institusi agama juga penyebab munculnya berbagai konflik
berbau SARA, sebab, tokoh agama dalam institusi itu kerapkali menjadi
provokator utama dalam pertikaian antar agama sepanjang sejarah. Keputusan
untuk berperang atau memusuhi agama lain adalah keputusan institusi yang
telah banyak dimanipulasi oleh tokoh-tokoh keagamaan yang sebenarnya hanya
karena motif persaingan antar institusi. "Semua agama mengajarkan kebaikan"
menjadi retorika semata ketika institusi dan tokoh-tokoh agama mengambil
alih tugas Allah untuk menghukum manusia, atau ketika tokoh-tokoh agama
menjadikan agama (bahkan Allah) seolah-olah tidak berdaya dalam
menyelesaikan persoalan kehidupan manusia (DISTORSI ajaran agama).
Akibatnya, umat sebenarnya terjajah dan terkungkung dalam hegemoni institusi
dan ketokohan agama-agama saat ini. Tokoh dimaksud di sini ialah; para
penegak institusi keagamaan itu sendiri. Institusi agama juga berakibat
GENERALISASI kesalahan individu. Misalnya; seorang si A beragama X
bertengkar dengan si B yang beragama Y, maka seluruh orang-orang yang Agama
X akan membenci agama Y. Inilah yang kerapkali banyak menimbulkan konflik
antar agama, karena generalisasi kesalahan seseorang atau beberapa orang,
atau mengangkat kasus dua orang menjadi kasus antar institusi. Ini sangat
mengerikan. Institusi agama gampang dijadikan sebagai adu domba antar
manusia, institusi agama gampang dijadikan sebagai alat legitimasi suatu
tindakan yang sebenarnya sangat bertentangan dengan substansi ajaran agama
itu sendiri.Yang menjadi korban akibat generalisasi ini ialah, sesama yang
tidak tahu-menahu persoalan yang sebenarnya yang terjadi, koq tiba-tiba ada
pertikaian antar agama. Nah, orang yang paling bertanggungjawab dan yang
paling jahat dalam hal ini
ialah; pertama, para tokoh keagamaan yang mem-provokasi umatnya
(melegitimasi pertikaian itu) dengan jargon/simbol/kedok keagamaan. Kedua,
para elit atau tokoh yang menjadikan institusi agama menjadi alat politik
dengan mengadu domba rakyat.
Persoalannya sekarang ialah, Agama yang terinstitusi saja sudah banyak
sekali menimbulkan masalah, apalagi kalau agama tertentu dijadikan sebagai
dasar dalam institusi negara, jelas akan tambah runyam-lah negara ini.
2. Negara Kita Negara Religius, Bukan Negara Agama
--------------------------------------------------------
Memisahkan urusan negara dengan urusan agama bukan berarti negara sekuler.
Kalau ada yang menilai bahwa negara Pancasila sebagai negara sekuler maka ia
sebenarnya tidak memahami kondisi/realitas bangsa ini yang sesungguhnya,
seperti uraian di atas. Negara Pancasila berarti negara tidak mendasarkan
diri pada salah satu agama, namun bukan berarti menjadi negara sekuler.
Sebab, YANG BERAGAMA ITU IALAH INDIVIDU-INDIVIDU WARGA NEGARA, BUKAN NEGARA.
Negara tidak perlu beragama, karena hal itu sama dengan negara agama yang
tidak mungkin diterapkan di Indonesia, sebagai bangsa yang sangat majemuk.
Gus Dur sebagai presiden, atau Megawati sebagai Wapres, atau Alwi Shihab
sebagai Menlu, adalah orang-orang yang beragama yang duduk dalam
pemerintahan. Demikian juga, Gubernur, Bupati, Camat, dst, adalah
orang-orang yang beragama yang duduk dalam pemerintahan. Jadi, apakah masih
pantas jika negara ini sebagai negara sekuler ?. Bukankah Gus Dur sebagai
seorang tokoh agama yang menjadi presiden ?. Bukankah individu-individu
pemerintah itu memakai agama sebagai standard hidup dalam menjalankan
pemerintahan ?. Oleh karena itulah, negara Pancasila tidak benar sebagai
negara sekuler, melainkan sebagai NEGARA RELIGIUS, karena individu-individu
pemerintahan dan masyarakat adalah orang-orang yang beragama. Sekarang yang
menjadi tantangan kita ialah, bagaimana memperkokoh agama sebagai standard
hidup pribadi-pribadi warga masyarakat maupun pemerintah sehingga pemerintah
dapat hidup jujur dan memperjuangkan kepentingan rakyat, serta bagaiamana
agar rakyat dapat hidup dengan moralitas yang tinggi dalam turut serta
membangun bangsa yang bermartabat dan sejahtera.
Jadi, masih pantaskah ada istilah "sekuleris Gus Dur" ?. Saya kira,
berdasarkan uraian di atas tidak relevan lagi menyebut pemerintahan Gus Dur
sebagai pemerintahan sekuler, karena Gus Dur adalah seorang pemeluk agama,
bahkan seorang tokoh agama. Itu kalau kita masih mau menghargai beliau
sebagai tokoh agama yang patut dihormati, bukan malah dihujat atau dihina.
Demikianlah tanggapan saya kepada Pak Ahmad Sudirman. Kiranya tanggapan ini
bermanfaat bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia yang kita cintai ini.
Salam hormat,
A. Simanjuntak
----------------------
Stockholm, 26 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
MIMPI SEKULARIS GUS DUR KELUARKAN DEKRIT PEMBUBARAN DPR DAN MENGADAKAN
PEMILU SECEPATNYA DIREALISASIKAN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
JALAN TERAKHIR SEKULARIS GUS DUR KELUARKAN DEKRIT PEMBUBARAN DPR DAN
MENGADAKAN PEMILIHAN UMUM SECEPATNYA
Tulisan ini dibuat 5 jam sebelum deadline yang dijatuhkan kepada Wakil
Presiden Megawati Soekarnoputri untuk menerima pelimpahan tugas
konstitusional sampai 2004 yang diundurkan sampai pukul 10.00 hari Sabtu
ini, 26 Mei 2001.
Kelihatannya ternyata kalau sampai pukul 10.00 hari Sabtu pagi ini, 26 Mei
2001 Wakil Presiden Megawati masih tetap menolak untuk menerima pelimpahan
tugas konstitusional sampai 2004, maka bisa jadi sekularis Gus Dur akan
mengeluarkan Dekrit untuk membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat hasil
pemilihan umum 7 Juni 1999 dan mengadakan pemilihan umum secepatnya.
Dimana alasan dasar keluarnya Dekrit ini adalah karena Dekrit 5 Juli 1959
yang dikeluarkan oleh diktator Soekarno untuk membubarkan Konstituante
(Sidang Pembuat Undang-Undang Dasar) hasil pemilu pertama tanggal 15
Desember 1955 dengan menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku lagi bagi
segenap Bangsa Indonesia ternyata dalam pelaksananaannya sampai detik ini
tidak dijalankan secara teliti oleh sebagian rakyat negara pancasila,
sehingga menurut sekularis Gus Dur menimbulkan: "pertentangan antara
praktek-praktek dengan undang-undang yang tertulis. Karena itu, sebagai
presiden, saya mengambil sikap yang tertulis dalam undang-undang, tidak
peduli, berhadapan dengan siapapun." ( www.detik.com ,Menengok Dekrit
Presiden 5 Juli 1959, Sabtu, 26 Mei 2001)
DPR HASIL PEMILU 7 JUNI 1999 DIBUBARKAN PEMILU SECEPATNYA DIADAKAN
Kita lihat dan tunggu langkah selanjutnya dari sekularis Gus Dur apabila
Dekrit dikeluarkan yang berisikan pembubaran DPR hasil pemilu 7 Juni 1999
dan pemilihan umum secepatnya diadakan.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
---------------------
DEKRIT
tapi banyak mimpi gusdur yang jadi kenyataan
----------
In article <3B0EEB1D...@dataphone.se>, Ahmad Sudirman
<ah...@dataphone.se> wrote:
Ustadz Ahmad yth, setelah sekian tahun mengikuti
tulisan-tulisan anda, semakin lama saya semakin tidak
mengerti dengan apa yang ingin anda raih dan apa target
anda dengan tulisan-tulisan tersebut.
Anda punya ide yang sangat besar yaitu mendirikan
kembali daulah Islam di muka bumi ini. Tetapi
bahasan-bahasan anda sangat dangkal terhadap ilmu-ilmu
Islam yang seharusnya anda sampaikan guna mencapai
tujuan pendirian daulah tersebut.
Anda selalu menyerang GD dengan aturan-aturan sekuler
dan anda memberi solusi pun dengan aturan-aturan sekuler
(sesuai dengan UUD dll). Dan mengapa selalu Indonesia
yang anda sorot? Apakah karena anda menganggap
"Madinahnya" daulah yang akan anda dirikan adalah
Indonesia?
Dulu saya sangat tertarik dengan bahasan anda, kini
kadankala belum saya bacapun tulisan anda sudah langsung
saya hapus dari mailbox saya.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum.
Quoting Ahmad Sudirman <ah...@dataphone.se>:
---------------------------------------------------
This mail is sent through http://dingo.ubaya.ac.id/
Stockholm, 26 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEBENARNYA VISI DAN MISI SUDAH JELAS
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
VISI DAN MISI SUDAH JELAS
"Assalamu'alaikum, Ustadz Ahmad yth, setelah sekian tahun mengikuti
tulisan-tulisan anda, semakin lama saya semakin tidak mengerti dengan apa yang
ingin anda raih dan apa target anda dengan tulisan-tulisan tersebut." (
us6...@wolf.ubaya.ac.id ,26 May 2001 04:34:32 -0000)
Sebenarnya sudah jelas visi membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan,
amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap
ridha Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non
muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang
menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan
akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan
dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan
dan ras.
TENTU SAJA DALAM DAKWAH ISLAM KADANG-KADANG MENYINGGUNG IDEOLOGI, KONSTITUSI,
SUMBER HUKUM, POLITIK, PEMERINTAHAN, DAN NEGARA PANCASILA.
Jadi sebenarnya apa yang saya singgung dan sorot dalam tulisan-tulisan saya itu
merupakan suatu bahan pembuktian bagaimana sebenarnya kalau melihat lebih dalam
keadaan negara sekular pancasila ini.
Dan tentu saja apabila telah dikupas semuanya barulah kita cuci dan bersihkan
dengan apa yang telah menjadi visi dan misi diatas.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk
membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah
Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP
http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon
petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
-------------------
Date: 26 May 2001 04:34:32 -0000
From: us6...@wolf.ubaya.ac.id
To: ah...@dataphone.se, Ahmad Sudirman <ah...@dataphone.se>
Reply-To: us6...@wolf.ubaya.ac.id
Cc: Amien Rais <200...@jakarta.wasantara.net.id>,
Mail2news-20010526-soc.culture....@anon.lcs.mit.edu,
abdh...@cbn.net.id, Aceh...@aol.com, arbja...@yahoo.com,
edi...@pontianak.wasantara.net.id, ant...@rad.net.id, ash...@cabi.net.id,
ber...@indomedia.com,
bu...@indosat.net.id, dpm...@yahoo.com, hab...@ristek.go.id,
hud...@cbn.net.id, in...@pikiran-rakyat.com, in...@nusapost.com,
jktp...@cbn.net.id, kor...@cbn.net.id, niko...@email.com,
panj...@indo.net.id, pem...@indo.net.id, pos...@kupang.wasantara.net.id,
r...@tempo.co.id, red...@astaga.com, red...@detik.com, red...@kompas.com,
red...@mdopost.co.id, red...@mediaindo.co.id, red...@riaupos.co.id,
red...@satunet.com, red...@siar.co.id, red...@tempo.co.id,
red...@waspada.co.id, repu...@rad.net.id, sby...@surabayapost.co.id,
ser...@indomedia.com, si...@minihub.org, soa...@egroups.com,
sol...@bumi.net.id, sr...@indomedia.com, suara...@suarakaltim.co.id,
su...@jakarta.wasantara.net.id, sby...@rad.net.id, us6...@wolf.ubaya.ac.id,
.@dingo.ubaya.ac.id
X-HomePage: http://www.ubaya.ac.id/
Sender: us6...@wolf.ubaya.ac.id
X-Originating-IP: 192.168.26.99
Subject: Re: MIMPI SEKULARIS GUS DUR KELUARKAN DEKRIT PEMBUBARAN DPR
DIREALISASIKAN
Jakarta, 26 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
GOOD LUCK MR. PRESIDEN, S.I. BUKAN THE END OF THE WORLD
Yusuf Jussac, Jr.
Jakarta - INDONESIA.
PRESIDEN ABDURRAHMAN WAHID HENTIKAN PERCOBAAN POLSOSKAM ORANG-ORANG KECIL DAN
KALANGAN PERS AMATIRAN
Assalamu'alaikum Wr. Wbr.,
Saudara saudaraku kaum Nahdliyyin di Jatim dan Jawa Tengah, adalah hak anda
semua mempertegas dukungan kepada Kiai Haji Presiden Abdurrahman Wahid (GD).
Setia dan loyal kepada pemimpin bukan hal tabu. Namun, selaku sesama muslim
ijinkan saya mengingatkan anda semua, tentang ikrar kita selaku muslim kepada
Allah swt.
Yaitu, setiap kali kita hendak menjalankan shalat fardlu maupun sunnat: "Ya
Allah, ibadahku, shalatku, hidup dan matiku hanya untukmu." Selain itu, sudilah
kiranya juga tetap berpegang teguh kepada pesan terakhir Rasulullah, yakni agar
sepeninggal beliau -- jika ingin selamat di dunia dan akhirat -- berpeganglah
pada Al-Qur'an dan hadith ("sunnahku" kata beliau). Beliau tegaskan pula,
berhati hatilah terhadap godaan syeitan, terutama akan hal hal kecil yang dapat
menggelincirkan kita kepada kekufuran.
Tak usah bawa pedang, parang dan badik. Bawakan kami di Jakarta oleh oleh
bandeng presto Surabaya. Yang dari Semarang sudilah kiranya bawa oleh oleh
Wingko Babat. Yang dari Madiun bawa "brem", yang dari Yogya bawa Gudeg Kendil
Kranggan, dsb. Yang dari Magelang, bawalah Getuk Trio.
Satu hal, perlu anda catat: warga muslim Betawi sudah siap menyambut Tuan Tuan
sebagai tamu. Adalah ajaran Rasulullah, bahwa tamu wajib dihormati tuan rumah.
Namun tamu pun wajib tahu diri, datang ke rumah orang lain harus mentaati adab
bertamu. Jangan petakilan, jangan "bekasakan", apalagi "pecicilan" bawa clurit,
parang, pedang atau kelewang.
Sudilah kiranya anda semua tidak coba coba bersikap gagah-gagahan, "sok jago" di
"negerinya" orang Betawi. Kata mereka, "Ente jual, ane beli!" Tahu kan
maksudnya? Para si Pitung tidak gentar oleh potensi ancaman anarki para
"Bromocorah" Jatim.
Ingat, kita semua sesama muslim! Terhadap non-muslim pun, jelas aturannya.
Selama mereka tidak MENGHALANGI ketaatan kita terhadap Sang Pencipta; kita
diharamkan menyakiti (membalas) mereka!
Saya wong Mataram (Yogya) aseli, tetapi sudah ber-KTP DKI (Kecamatan Gambir)
pada tahun 1982, kini warga Propinsi Banten -- negeri para "Jawara" istiqomah!
Demi Allah, sebagai mantan warga DKI, dan kini Banten, saya tidak akan
membiarkan "negerinya" orang Betawi ini diacak acak oleh tindakan anarki anda
sekalian.
Sebagai muslim, adalah kewajiban kita saling mengingatkan, dan mencegah masing
masing dari berbuat dholim dan munkar. Kewajiban kita pula mendoakan GD agar
kiranya beliau dijauhkan dari kekufuran.
Beliau tidak sebodoh yang disangka publik, pengamat amatiran, dan elit yang
memposisikan diri mereka sebagai lawan beliau. Apa yang sesungguhnya ada di
benak beliau detik ini, dan apa yang beliau akan lakukan minggu depan; hanya GD
dan Allah yang tahu. Jeng Yenny pun barangkali tidak tahu!
Adapun kepada pihak pihak yang selama ini kegerahan dengan perilaku politik
beliau (GD), bahkan kemudian memelihara dengki terhadap beliau -- apapun dalih
mereka -- sudilah kiranya ingat pesan Ralp Waldo Emerson: "Never spend even one
minute to think about somebody you dislike!" Wong rasa dengki koq dipelihara.
UNTUK DR. AMIEN RAIS
Kepada mantan senior saya Pak Doktor Amin Rais, MA, kini Ketua MPR, tiga bulan
yl saya sudah menghimbau -- secara tertulis via fax ke kantor panjenengan --
sudilah kiranya menghentikan "nyinyir" terhadap Gus Dur. Berikan rasa empati
kepada beliau. Saya tulis, waktu itu, antara lain "apakah kita juga mampu (jadi
Presiden)) kalau kita ditimpa kemalangan yang sama seperti yang kini dirasakan
GD?", yakni penglihatan sudah tidak sempurna lagi. Kira kira begitu nuansa pesan
yang saya tulis waktu itu.
Tentang celotehan orang yang membenci anda, Pak Amien, bahwa anda berambisi jadi
Presiden RI; kalau benar begitu (artinya panjenengan berambisi jadi RI-1) --
with all due respect DR.Rais, my personal opinion is that anda TIDAK akan mampu
jadi presiden! Anda tidak punya pengalaman ikut langsung mengelola negara (I did
it for 15 years, DR. Amien). Sorry to say, anda tidak punya "potongan" menjadi
Presiden! Penghargaan saya bahwa selama dua bulan terakhir anda tidak lagi
sering mencerca GD.
UNTUK PRESIDEN ABDURRAHMAN WAHID
Akhir kata, kepada Yang Mulia Presiden Abdurahman Wahid, sudilah kiranya
panjenengan berhenti melakukan "eksperimen" polsoskam yang penuh dengan
hentakan-hentakan mengejutkan wong wong cilik dan kalangan pers amatiran!
Eksperimen panjenengan sudah cukup. Siapa yang bodoh, siapa yang khianat, siapa
yang "emang gue pikirin" perilakunya, siapa yang rakus dan haus kekuasaan --
kini kami tahu. Kiai, 60 juta plus orang kini menganggur. Anak anak mereka putus
sekolah jadi anak jalanan, jadi Pak Ogah, dan jadi Joki 3-in-1 tapi terus diburu
aparat DKI, seperti anjing kurap! Jangan lagi ditambah semua derita "maha
dahsyat" itu.
Semoga Allah swt senantiasa melindungi Kiai dan keluarga, dan semoga pula Allah
swt memberikan petunjuk dan hidayah-NYA kepada Kiai. Good luck Mr. Presiden,
Sidang Istimewa bukan the end of the world. Ora dadi Presiden ora pateken!
Kepada para dokter independen dan dokter pribadi GD, sudilah kiranya meneliti,
apakah antek antek Illuminati di USA tidak telah menanam "Bio Implant Chip"
dikepala RI-1 ketika beliau menjalani operasi di USA tahun lalu! Silahkan
kunjungi, www.rense.com pada sub-sites "Science", "Conspiracy" atau
"Intelligence".
Ratusan US Air Force telah "dipaksa" ditanam bio-chip di kepala mereka, yakni
untuk mengontrol perilaku mereka (dikendalikan via jaringan satelit militer
USA!).
Ketikkan di www.Google.com atau Yahoo.com, "Mind Control". Demikian mudah para
agen DIA di Merdeka Selatan untuk membombardir Istana Merdeka dengan gelombang
microwave pulse!
Teknologi GSM pun kini mengakibatkan sentra sentra industri di RI dikepung
radiasi microwave, yang dalam doses tertentu berpengaruh buruk pada perilaku
orang atau kelompok. Ketikkan pada search engines di atas "Scallar" dan "HAARP".
Kunjungi pula, www.bbc.com, bagaimana seorang profesor di Inggris menanam bio
implant chip di otak istrinya, yakni untuk mengendalikan perilaku istrinya! This
is NOT fiction, folks! Global mind control is underway!
Paling akhir, kepada warga Nahdliyyin Jateng dan Jatim dll daerah yang hendak ke
Jakarta, sudilah kiranya memperbanyak dzikir dan istighfar. Begitu pula kepada
warga Betawi dan kelompok aliran keras lainnya. Waspadai penyusup dan provokator
(dari pihak manapun) yang tidak menghendaki Islam tumbuh kuat dan solid di
negeri ini.
Cukup Allah sebagai penolongku.
Seperti mimpi meniduri Aryanti ....
Stockholm, 30 Mei 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS GUS DUR, MEGA, AMIEN, AKBAR, DARUSMAN, BAGIR, YUDHOYONO MAU DIBAWA
KEMANA INDONESIA?
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
BUKAN HANYA BU ROS SHAHRIR, TETAPI HAMPIR SELURUH RAKYAT NEGARA PANCASILA
MERASA CEMAS
"Bismillaahirrahmanirrahiim. Assamu'alaikum wr wbr. Ustadz Ahmad beserta
keluarga yang di rahmati Allah. Saya punya soalan dengan harapan ustadz yth
bisa memberi penjelasan/pencerahan. Indonesia sikonnya semrawut di segala
sektornya (kini). Jika keadaan semacam ini terus berlanjut, apa pandangan
ustadz Ahmad terhadap masa depan negara/bangsa ini ? Kita sebagai muslim,
apa kewajibannya dengan keadaan yang semacam ini? Seperti yang kita ketahui,
umat Islam percaya bahwa setiap anak manusia bertanggung jawab atas
perbuatan masing-masing dihadapan-Nya kelak. Saya punya anak, saya berharap
cemas dengan masa depan mereka. Jazaakumullah khairan kathiran wa
Yukaththiru min amtsalakum. Jika tidak keberatan jawaban ustadz Ahmad ada
baiknya lewat jalur publik. Wassalaam RSyahrir ". ( rsha...@crosswinds.net
, Dimana & bagaimana masa depan bangsa Indonesia?, Wed, 30 May 2001 08:04:43
+0300)
MAU DIBAWA KEMANA RAKYAT DAN NEGARA PANCASILA OLEH SEKULARIS GUS DUR, MEGA,
AMIEN, AKBAR, ANGGOTA-ANGGOTA DPR, BAGIR, DARUSMAN DAN YUDHOYONO?
Dua hari yang lalu salah seorang staf bertanya kepada saya, bagaimana itu
keadaan mereka di Indonesia? (setelah dia mendengar dan melihat berita di TV
tentang Indonesia). Saya jawab mereka itu sebagian besar lebih banyak
menggunakan dengkul daripada mempergunakan jalan pikirannya. Mendengar
jawaban singkat saya itu, dia hanya tersenyum sambil mengangguk-angguk.
Sebagai seorang muslim dimanapun berada berkewajiban untuk saling nasehat
menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, menegakkan yang ma'ruf, mencegah
dari yang munkar dan tetap berada dijalan yang telah digariskan Allah SWT.
Memang kalau melihat bagaimana perilaku muslim-muslim yang kebetulan sedang
memegang kekuasaan politik di Badan Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif di
negara pancasila ini mereka lebih banyak menunjukkan kekuatan
otot-dengkulnya, daripada menunjukkan dan menjalankan kekuatan yang
dilahirkan dari hasil temuan jalan pikiran yang diolah melalui proses
penggodokan logikanya dengan tidak melupakan hasil timbangan hati nurani
yang telah disirami nilai-nilai, aturan-aturan, hukum-hukum yang datang dari
Allah SWT.
Sekularis Gus Dur, seorang muslim, sekaligus Penguasa Tertinggi Badan
Eksekutif lebih banyak menonjolkan kekuatan_otot_hukum_politiknya yang
gersang dari siraman nilai-nilai kejujuran dan keadilan yang datang dari
Allah SWT yang telah diadopsi menjadi nilai-nilai yang sifatnya universal.
Nilai-nilai kejujuran dan keadilan adalah dua pondasi yang telah
dikesampingkan sekularis Gus Dur.
Sekularis Mega, seorang muslimah, sekaligus Wakil Penguasa Tertinggi Badan
Eksekutif lebih banyak menonjolkan sikap yang gersang dari
ide_inisiatif_positif untuk membangun kemajuan rakyat negara pancasila.
Nasionalis Amien Rais, seorang muslim, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
yang tidak mampu membawa dan mengayomi seluruh anggota MPR apalagi seluruh
rakyat negara pancasila kearah jalan menuju kejujuran, keadilan, keamanan,
kedamaian, dan kesatuan.
Sekularis Akbar Tandjung, seorang muslim, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang
tidak mampu membawa dan mengarahkan seluruh anggota DPR apalagi seluruh
rakyat negara pancasila kearah jalan menuju persatuan, perdamaian dan
keadilan.
Anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang sebagian besar adalah muslim,
sekaligus sebagai anggota-anggota Badan pembuat Undang-undang, Pengawas
Undang-undang, dan Pembuat Anggaran lebih banyak menonjolkan
kekuatan_otot_kekuasaan_politiknya yang gersang dari pertimbangan pada
nilai-nilai, aturan-aturan, hukum-hukum yang datang dari Allah SWT.
Bagir Manan, Ketua Mahkamah Agung yang sulit untuk dijadikan sebagai orang
tengah, masih mencari-cari jalan keluar dari kemelut pergumulan Presiden vs
DPR, melalui Tim Sembilan yang diketuai Paulus Effendi Lotulung, Ketua Muda
MA Urusan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara, yang hasilnya tentu saja
tidak mengikat, karena memang Mahkamah Agung tidak mempunyai kewenangan
untuk menguji aturan hukum di atas UU menurut Undang-Undang (UU) Nomor 14
Tahun 1985.
Marzuki Darusman, Jaksa Agung yang diangkat Presiden, yang membawahi
Kejaksaan Agung yang merupakan bagian dari Badan Mahkamah Agung sebagai
pelaksana Kekuasaan Kehakiman, dalam penyelidikannya mengenai masalah
Buloggate dan Bruneigate yang melibatkan dan menyangkut Presiden sekularis
Gus Dur ternyata hasil penyelidikannya lebih banyak menonjolkan
kekuatan_otot_kekuasaan_hukum yang gersang dari nilai-nilai kejujuran dan
keadilan yang merupakan pondasi untuk tegaknya keadilan hukum, sehingga
sekularis Gus Dur dibebaskan dari semua tuduhan yang menyangkut Buloggate
dan Bruneigate dikarenakan tidak cukupnya saksi-saksi dan tidak kuatnya
bukti-bukti.
Susilo Bambang Yudhoyono Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan,
lulusan Akabri tahun 1973, telah menerima mandat dari Presiden Gus Dur
melalui maklumat (28 Mei 2001) untuk mengamankan situasi dan kondisi.
Apabila keadaan makin buruk, maka Yudhoyono sebagai pengemban mandat
Presiden Gus Dur berhak menyatakan keadaan darurat. Tentu saja sebelum
situasi dan kondisi dinyatakan darurat terlebih dahulu diberitakan kepada
DPR.
MASA DEPAN RAKYAT NEGARA PANCASILA GELAP APABILA MASIH DIPIMPIN OLEH MODEL
ORANG-ORANG TERSEBUT DIATAS
Memang benar negara sekular pancasila telah dan sedang dipimpin oleh
sebagian besar orang-orang muslim. Konstitusi negara yang dipakai adalah
konstitusi yang berisikan nilai-nilai, aturan-aturan yang sekular. Sumber
hukum yang dipakai adalah sumber hukum sekular. Ketetapan-ketetapan MPR yang
diputuskan setelah dipertimbangkan pada konstitusi sekular UUD 1945 dan pada
sumber hukum sekular pancasila. Undang-undang yang ditetapkan di DPR setelah
dipertimbangkan pada konstitusi sekular UUD 1945, sumber hukum sekular
pancasila, dan Ketetapan-ketetapan sekular MPR.
Jadi walaupun Badan Eksekutif negara pancasila ini dipimpin oleh orang
muslim, dan anggota-anggota Badan Legislatif dan Badan Yudikatif juga adalah
sebagian besar terdiri dari muslim, tetapi tetap saja sasaran mereka bukan
ke arah tujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT.
Jelas dari sekitar 240 juta rakyat negara pancasila ada beberapa bakal-bakal
calon pemimpin umat yang Insya Allah dengan Pertolongan dan Petunjuk Allah
SWT akan membawa rakyat negara pancasila menuju kepada ridha Allah SWT.
Tetapi tentu saja pemimpin umat ini bukan lahir dari lembaga MPR atau DPR,
tetapi lahir dari luar sistem kekuasaan negara pancasila.
YANG TERBAIK DALAM MENGHADAPI SITUASI DI NEGARA PANCASILA ADALAH MENCONTOH
RASULULLAH SAW SEMASA MASIH DI MEKAH
Dalam menghadapi situasi dan kondisi yang terjadi di negara pancasila
sekarang ini yang terbaik bagi setiap muslim adalah menjalankan taktik,
strategi, politik, dakwah yang telah dicontohkan Rasulullah saw ketika masih
berada di Mekah di bawah kekuasaan Penguasa Walid bin Mughirah.
Seperti yang sering saya singgung dalam tulisan-tulisan sebelumnya, dimana
taktik, siasat, muslihat, dan politik yang diterapkan dan dijalankan
Rasulullah saw selama hampir 13 tahun di wilayah daerah kekuasaan Quraisy
pimpinan Walid bin Mughirah adalah membangun, membina, memperkuat aqidah
umat Islam dengan tidak melibatkan diri kedalam arus sistem kekuasaan yang
berlaku pada saat itu.
Jadi selama hampir 13 tahun di Mekah dari sejak Rasulullah saw diangkat
sebagai Nabi dan Rasul adalah memajukan dan mengedepankan taktik dan politik
bermain diluar sistem kekuasaan yang dipakai penguasa Walid bin Mughirah,
dengan menerapkan strategi atau rencana kegiatan untuk mencapai sasaran
khusus melalui pembinaan aqidah, pembangunan jamaah, dan tetap menjalankan
dakhwah Islam tanpa kenal mundur diwilayah kekuasaan Quraisy dibawah
penguasa Walid bin Mughirah.
"Dan diantara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk
dengan yang hak dan dengan yang hak itu mereka menjalankan keadilan" (Al
A'raaf, 7:181). "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat
kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum
diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah
memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah
Maha
Mendengar lagi Maha Melihat" (An Nisaa, 4: 58). "...jadilah kamu orang yang
benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap
dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu..." (An Nisa, 4:135).
BAGI MUSLIM YANG PAKAI TAKTIK, STRATEGI, DAKWAH, POLITIK LANGSUNG MELIBATKAN
KEDALAM SISTEM KEKUASAAN NEGARA PANCASILA
Tentu tidak semua muslim yang mencontoh Rasulullah saw dalam menjalankan
taktik, strategi, dakwah dan politiknya. Sebagian muslim di negara pancasila
ada yang menjalankan taktik, strategi, dakwah dan politiknya langsung
terlibat dan terjun kedalam sistem kekuasaan penguasa negara sekular
pancasila.
Taktik dan strategi mereka itu sebenarnya suatu bentuk usaha untuk
membuktikan apakah bisa berhasil apabila muslim dalam menjalankan taktik,
strategi, dakwah dan politiknya tidak mencontoh Rasulullah saw dengan cara
ikut terlibat didalam sistem kekuasaan yang dipakai di negara pancasila?.
Dan tentu saja mereka muslim yang menjalankan taktik, strategi, dakwah dan
politiknya langsung melibatkan kedalam sistem kekuasaan negara sekular
pancasila jangan dianggap sebagai lawan dan musuh, melainkan tetap harus
dijaga hubungan silaturakhmi Islam dan tetap harus saling nasehat-menasehati
dalam kebenaran dan kesabaran.
"Sesungguhnya kamu adalah ummat yang satu, Aku adalah Tuhanmu, maka
sembahlah Aku" (An-Biyaa',21: 92). "Dan sesungguhnya kamu adalah ummat yang
satu, Aku adalah Tuhanmu, maka bertaqwalah kepada-Ku" (Al Mu'minun,23: 52 ).
Stockholm, 1 Juni 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS MEGA COBA AMATI AKIBAT PEMIMPIN YANG TAK KONSISTEN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
SECUIL HASIL PENGAMATAN SEKULARIS MEGA TENTANG AKIBAT PEMIMPIN YANG TAK
KONSISTEN
Setelah terbuka jalan untuk naik ke kursi presiden negara pancasila,
sekularis Mega mencoba-coba untuk mengamati faktor-faktor apa yang menjadi
penyebab kemelut yang menimpa kehidupan masyarakat, bangsa dan negara
sekular pancasila dewasa ini.
Hasil pengamatan sekularis Mega diformulasikan kedalam bentuk
untaian-untaian kata amanatnya yang disampaikan dalam rangka memperingati
100 tahun ayahnya, diktator Soekarno, Presiden pertama negara sekular
pancasila, di Aula Barat Kampus Institut Teknologi Bandung, dengan harapan
kalau-kalau hasil pengamatannya itu benar.
Dimana hasil pengamatan sekularis Mega itu adalah: "Kurang konsistennya
jajaran kepemimpinan, mempunyai akibat yang sangat jauh baik di tingkat
nasional, daerah dan lokal. Saya rasa memang itulah kelihatannya yang hampir
selalu menjadi kritikan warga masyarakat. Jika pengamatan saya ini benar,
besar kemungkinan kondisi kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan serta
kenegaraan kita akan dapat membaik dengan cepat (untuk itu) seluruh lapisan
kepemimpinan dapat bersepakat membangun visi yang jelas. Selain itu juga mau
bersikap rendah hati dalam kerangka konsitusional, dan institusional yang
telah disediakan para pendiri republik ini". ( detik.com ,Mega: Kelemahan
Bangsa karena Kepemimpinan Kurang Konsisten, 1 Juni 2001).
AGAR SEKULARIS GUS DUR JANGAN DIANGGAP KURANG KONSISTEN, IA COBA DEKLARKAN
AKAN BERJUANG MATI-MATIAN UNTUK PERTAHANKAN PANCASILA
Pada acara peringatan hari lahirnya pancasila di Istana Negara, Jakarta
Pusat, hari ini, Jumat, 1 Juni 2001 adalah suatu kesempatan terbaik bagi
sekularis Gus Dur untuk mencoba agar dianggap sebagai seorang pemimpin yang
konsisten atau yang konsekuen atau yang teguh atau yang taat asas dengan
cara mendeklarkan siap berjuang sampai mati untuk pertahankan pancasila
sebagai ideologi sekular.
Dimana bunyi deklarasi sekularis Gus Dur sebagai berikut: "Saya akan
berjuang mati-matian untuk mempertahankan pancasila sebagai satu-satunya
ideologi. Ideologi sih macam-macam. Ada yang keagamaan, ada yang sosialis
dan sebagainya. Ini semuanya harus dilihat sebagai titik temu". ( detik.com
,Gus Dur Pertahankan Pancasila, 1 Juni 2001).
Kemudian untuk meyakinkan rakyat negara pancasila sekularis Gus Dur coba
mendongeng bagaimana ia mula kenal dengan pancasila: "Saya mendapat cerita
dari Almarhum KH Masykur. Bung Karno waktu itu meminta kepada semua pihak
termasuk NU untuk memberikan kepada Bung Karno dasar-dasar negara yang dapat
digunakan setelah merdeka. Akhirnya ditemukan 70 dasar negara. Dari 70 itu
ada 3 yang dalam pancasila. Pancasila tidak bisa berdiri sendiri. Tapi,
Pancasila menggali kekayaan pandangan di Indonesia. Dan inilah kehebatan
Bung Karno".( detik.com ,Gus Dur Pertahankan Pancasila, 1 Juni 2001).
RUPANYA SEBAGAI JALAN TERAKHIR, DIKTATOR SOEKARNO DENGAN PANCASILA-NYA
KEMBALI DIJADIKAN SEBAGAI ALAT PEMERSATU RAKYAT NEGARA SEKULAR PANCASILA
Kelihatannya ternyata satu-satunya jalan terakhir untuk pemecahan yang
ditempuh oleh sekularis Mega dan sekularis Gus Dur yaitu dengan mencoba
menampilkan kembali peranan bekas diktator presiden Soekarno dengan senjata
pancasilanya.
Coba perhatikan apa yang dideklarkan sekularis Gus Dur melalui dongeng
pancasilanya yang berusaha kembali untuk mengangkat bekas diktator Soekarno:
"Bung Karno waktu itu meminta kepada semua pihak termasuk NU untuk
memberikan kepada Bung Karno dasar-dasar negara yang dapat digunakan setelah
merdeka. Akhirnya ditemukan 70 dasar negara. Dari 70 itu ada 3 yang dalam
pancasila. Pancasila tidak bisa berdiri sendiri. Tapi, Pancasila menggali
kekayaan pandangan di Indonesia. Dan inilah kehebatan Bung Karno".
Begitu juga coba perhatikan apa yang ditelorkan sekularis Mega melalui hasil
pengamatannya bahwa karena pemimpin nasional, daerah dan lokal yang kurang
konsisten atau tidak konsekuen atau tidak teguh atau tidak taat asas dalam
memegang konstitusi yang didalam preambulnya mengandung nilai-nilai
pancasila yang asalnya merupakan hasil comotan jalan pikiran Soekarno, maka
bisa mengakibatkan buruknya kondisi kehidupan masyarakat, bangsa serta
negara sekular pancasila. Karena itu dari sejak sekarang untuk
memperbaikinya kembali, perlu semua jajaran pimpinan nasional, daerah dan
lokal untuk menyatukan visi sesuai dengan apa yang telah digariskan dalam
konstitusi hasil pikiran dan kerja para pendiri negara pancasila.
Adapun visi yang dimaksud sekularis Mega dasarnya diambil dari nilai-nilai
pancasila yang tertuang dalam pembukaan konstitusi UUD 1945 yang bisa
diformulasikan sebagai berikut: "berkedaulatan rakyat dengan berdasar
kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab,
persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia".
SEHARUSNYA PIMPINAN NASIONAL, DAERAH, DAN LOKAL PERLU DIBERIKAN PENGARAHAN
BAHWA SEBENARNYA SOEKARNO DENGAN PANCASILA DAN AJARAN NASAKOM-NYA TELAH
GAGAL
Kesalahan besar kalau sekarang kembali dibuka tabir jejak-jejak diktator
Soekarno untuk dipakai sebagai penunjuk jalan guna mempersatukan seluruh
rakyat negara pancasila. Karena sejarah telah membuktikan bagaimana
sebenarnya diktator Soekarno dengan pancasilanya yang ditunjang oleh
konsepsi demokrasi terpimpin dengan kabinet kaki empat-nya (PNI, Masyumi,
NU, dan PKI) agar tercipta kegotong-royongan nasional (pada 27 Februari
1957). Kemudian disusul (dari tanggal 1-10 Juni 1965) dengan pendidikan
kilat kader nasakom (nasionalis-agama-komunis) yang merupakan ajaran
Soekarno yang mengharuskan adanya persatuan nasional progresif revolusioner
dengan ketiga golongan politik tersebut sebagai poros-nya. Ajaran nasakom
ini oleh PKI diterapkan secara struktural, yaitu dalam setiap badan dan
kegiatan negara termasuk ABRI, golongan komunis harus diikut sertakan.
Karena itu suatu kemunduran dan bodohan kalau ada orang yang menyuarakan dan
mendengungkan kembali jejak-jejak kegagalan diktator Soekarno dengan ajaran
nasakom-nya yang ditunjang oleh unsur-unsur yang ada dalam pancasila untuk
dipakai sebagai acuan guna membangun kembali kondisi kehidupan
kemasyarakatan, kebangsaan serta kenegaraan yang sudah lumpuh ini.
DAN JUGA SEHARUSNYA PIMPINAN NASIONAL, DAERAH, DAN LOKAL PERLU DIBERIKAN
PENGARAHAN YANG MENUJU KEJALAN GLOBAL
Disinilah sebenarnya para pimpinan nasional, daerah, dan lokal perlu
mendapat pengarahan yang menuju kejalan global artinya tidak terpaku dan
terkurung oleh pandangan nasional yang sempit, melainkan membuka lebar-lebar
rintangan yang ada dengan mempertimbangkan pada nilai-nilai, aturan-aturan,
dan hukum-hukum yang datang dari Yang Maha Kuasa Pencipta seluruh alam
termasuk manusia.
Dimana nilai-nilai global ini bisa diformulasikan kedalam bentuk:
Visi untuk membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan
perdamaian. Dengan tujuan untuk melaksanakan apa yang telah diperintahkan
Allah SWT dan mengharap ridha-Nya. Melalui misi membangun masyarakat yang
majemuk dibawah lindungan satu kekuasaan pemerintahan yang berdasarkan
akidah Islam dengan menghormati agama lain, menjalankan hukum yang
bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah dengan adil, menerapkan musyawarah,
tidak memandang nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras.
Jakarta, 2 Juni 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SARAN MANTAN MAHASISWA UGM KEPADA PARA MAHASISWA ITB
Yusuf Jussac, Jr.
Jakarta - INDONESIA.
SEBAGIAN MAHASISWA ITB TOLAK MEGA DATANG KE KAMPUS
"Ratusan mahasiswa di Bandung melakukan aksi menentang kehadiran Megawati dengan
alasan tidak ingin kampus dijadikan ajang politik. Mereka menolak politisasi
kampus, termasuk menolak kehadiran elit politik di kampus-kampus. Selain itu
mahasiswa juga menolak kehadiran aparat keamanan baik dari TNI/Polri ke kampus
dengan dalih mengamankan kunjungan Wakil Presiden. Kehadiran Megawati di kampus
ITB untuk meresmikan patung Bung Karno dalam rangka peringatan Satu Abad Bunga
Karno. Sebab Ir Soekarno --ayahanda Megawati, adalah salah seorang alumni ITB di
masa penjajahan Belanda. Bung Karno pernah menempuh kuliah di ITB dengan jurusan
teknik arsitektur". (mandiri.com ,Mahasiswa Tolak Kehadiran Mega di Bandung,
June. 01, 2001 12:42:16 WIB)
BUALAN KOSONG KALAU MAHASISWA TIDAK BERPOLITIK
Gusti!
Aku bukan pemuja Megawati, tetapi paling benci dengan lelaki yang arogan suka
merendahkan martabat wanita! Hanya Yahudi sesat Zionist yang amat sangat
merendahkan kaum wanita, apalagi wanita "Goyim" alias non-Yahudi. Tidak percaya?
Bacalah Kitab TALMUD, kitab "hukum" Yahudi sesat yang sangat menghinakan semua
agama, utamanya Kristen. Baca dan kunjungi www.abbc.com/english; baca pula "The
Destruction of Amirica" (ketikan di www.google.com). Kelompok mahasiswa itu
ternyata berotak dan berperilaku Yahudi sesat!
Saya pernah jadi mahasiswa (Fisipol, Hubungan Internasional, UGM), benar benar
independen: bukan HMI, bukan GMNI, bukan pula KNPI (mit mit amit, jijay!). Sudah
"tumegh", alias overdose politik praktis sejak kelas 4 SD mengikuti kegiatan
kampanye dan pembinaan generasi muda Marhaen oleh ayah yg aktivis PNI-FM.
Adalah klaim omong kosong kalau mahasiswa tidak berpolitik. Apalagi anak anak
ITB, yang mencirikan dirinya sejak dekade 1970an awal, sebagai oposan "the
establishment". Tidak benar pula mahasiswa tidak korup! Saya saksikan, bagaimana
mereka (segelintir mahasiswa kita) kalau ada acara kampus atau off-campus, costs
mereka blow-up! Ya, memang tak semuanya.
ANAK-ANAK ITB APA MAUNYA ?
Ini anak anak ITB, apa maunya. Megawati datang selaku Wapres RI, didholimi pula!
Ingat bagaimana sekelompok mahasiswa di ITB pada medio 1998 "nyundut" penjual
tahu dengan rokok menyala, sebab mereka curigai orang itu intel TNI? Itu
kelakuan Tuan Tuan kecil yang sok demokrat!
Bayangkan, generasi penerus kita, di kampus top (katanya!) dan selaku calon
pemimpin, perilakunya seperti itu. Utamanya dalam memperlakukan seorang wanita.
Dan wanita itu, meskipun tidak sempurna (WHO IS, anyway?), adalah wanita
terhormat, bukan koruptor, santun perilakunya, muslimah pula! She is Madame
Megawati Soekarnoputeri, salah satu calon terkuat Presiden RI!
Potong jari kelingking saya (sudah putus, disambung lagi, akibat disambar hollow
point, .25 ACP!), kalau Tuan Tuan Diktator kecil ITB itu mampu membuktikan,
bahwa mereka sedang tidak berpolitik pula! Buktikan pula kalau mereka di kampus
tidak sering ngerumpi tentang politik dan masalah masalah negara!
Saya ingatkan, terutama kalian yang mengaku muslim istiqomah, tentang sabda
Rasulullah: "Hanya lelaki rendah yang akan merendahkan wanita; hanya lelaki
mulia yang akan memuliakan wanita"! Jangan lagi mengaku muslim sejati, selama
kalian mempermalukan dan mendholimi Megawati! Kalian tak pantas disebut lelaki!
You are all chicken, and pathetic! (yg ikutan memblokir Megawati hari itu).
Sungguh picik kalian, memburuk-sangkai Megawati sebagai hendak "politicking" di
kampus ITB. Padahal beliau hendak meresmikan patung mendiang ayahnya, Presiden
RI pertama!
Yang muslim wajib istighfar, memohon ampunan Allah swt, karena telah mendholimi
Megawati, kaum yang dimuliakan oleh Allah! Baca Qur'an kalian, "smart ass", sok
pahlawan pula! Cari duwit saja belum "gebleg", apalagi bayar pajak! Sok jago
bener, perempuan mulia dikeroyok!
Mit amit, anak anakku jangan sampai ada yang kuliah di ITB! Kampus besar dan
terhormat itu, ternyata dicemari virus virus "losers" yang gemar merendahkan
martabat wanita!
Semoga kawan kawan di Satgas PDI-P bersabar hati. Ingat firman Allah:
"Bersabarlah terhadap orang orang yang mendholimimu ..." Allah lebih menyukai
kalau kita mau memaafkan orang orang yang mendholimi kita.
UNTUK MEGA
Mega, bersabarlah. Anggap saja mereka "ketek njoget"! Never spend even one
minute to think of somebody you dislike. Nggak level, mBak Mega.
Rekan-rekan,
banyak orang tidak menjadikan agama untuk menyebarkan cintkasih sebagaimana
termuat dalam kata Bismilahirohmanirohiim: ATAS NAMA ALLAH YANG MAHA PEMBERI
DAN MAHA PENYAYANG, padahal Allah tak jauh dari urat nadi leher kita.
Perbedaan makin mencuat, sikap toleransi semakin jauh dari jangkauan.
Wahai kawula muda!
Anda lupa bahwa tanpa perempuan, tanpa peran seorang ibu, sudah sejak lama
planet bumi ini tidak ada kehidupan. Anda lupa bagaimana Tuhan sendiri telah
menempatkan Siti Hajar, seorang budak hitam pada tempat yang terhormat,
yakni di tengah ruang Kabah. Bukan N. Ibrahim. Anda lupa Siti Maryam juga
memperoleh penghormatan tertinggi, sebagai Perawan Suci? Mengapa? Karena
Tuhan menciptakan perempuan atas kehendakNya demi adanya generasi-generasi
penerus. Tanpa perempuan siapa yang akan melahirkan anak-anak bangsa di
setiap sudut bumi Indonesia?
Mengapa anda yang telah duduk diperguruan tinggi tidak menggunakan nalar,
dengan pikiran yang terbuka dan wawasan lebih luas? Apakah agama mengajarkan
kesombongan, keserakahan? Nengajarkan kebencian? Mengajarkan diskriminasi?
Mengajarkan saling merendahkan sesama kita? Merendahkan wanita dan
menempatkan lelaki diatas sana?
Tuhan telah menempatkan wanita sebagai Sumber Cinta Kasih. Tanpa ada wanita
anda tak akan memajhami makna cinta kasih tiu. Yakni Ibu.... Ibu....Ibu....
Bukankah kata itu pula yang disebutkan Nabi Muhammad saw? Ucapan N. Muhammad
bukan sekedar pada ibu yang melahirkan si penanya saat itu. Tetapi Ibu,
sebagai wakil ibu alam semesta itu yang ditempatkan pada posisi tertinggi.
Sebagai seorang ibu, saya merasa kecewa melihat sudurt pandang kawula muda
yang tidak mengerti lagi makna cintakasih tanpa batas, karena ia tak
mengerti peranan perempuan sebagai Ibu yang melahirkan anak-anaknya yang
akan meneruskan tugas-tugas dariNya.
Salam prihatin,
Ani Sekarningsih
penulis novel: NAMAKU TEWERAUT
====================
Sent: Saturday, June 02, 2001 2:58 PM
Subject: [oe] YUSUF J: SARAN MANTAN MAHASISWA UGM KEPADA PARA MAHASISWA ITB
Stockholm, 6 Juni 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
MENJERNIHKAN AKIBAT TULISAN YUSUF JUSSAC, Jr
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
SEBENARNYA IDEA SAUDARA YUSUF JUSSAC KALAU DITANGGAPI DENGAN KEPALA DINGIN TAK AKAN
MENJADI MASALAH
"Pak Ahmad, mohon dengan segala hormat sudilah kiranya dijelaskan sekali lagi bahwa
saya telah minta maaf kalau posting saya itu menyinggung netters lain dan anak anak
ITB itu. Bukan berarti saya mencabut pesan utama posting itu, yakni bahwa wanita
adalah kaum yang dimuliakan Allah, ada ayatnya itu! (sayang, di antara muslimah kita
mayoritas justru men-de-muliakan diri mereka sendiri, dengan berbuat maksiat melulu,
yakni pamerkan aurat mereka dan berihtilat terus di perkantoran dan kampus!).
Thanks. Yusuf Nugroho." ( ucup...@myquran.com ,Tue, 5 Jun 2001 19:43:37 -0700
(PDT)).
Sebenarnya hasil olahan jalan pikiran Saudara Yusuf Jussac yang dikirimkan kepada
saya melalui ah...@dataphone.se setelah saya baca, teliti dan diambil langsung dari
mandiri.com kemudian disebarkan kebeberapa surat kabar online dan milis-milis
diskusi itu adalah hasil olahan pikiran yang biasa yang menyangkut sosok sekularis
Mega yang disambut oleh sebagian mahasiswa ITB yang tidak menghendaki kampusnya
dipolitisir.
Hanya tentu saja saudara Yusuf Jussac ini dalam menyampaikan ideanya dengan cara
yang terus-terang, gamblang dan tidak menutup-nutup. Inilah yang saya anggap dan
perhatikan hasil olahan pikiran saudara Yusuf Jussac ini cukup original, sehingga
isi tulisannya itu saya tidak edit dan tidak dirubah, kecuali yang saya ganti adalah
judul dan cara penempatan urutan-urutan isi tulisannya itu.
Permasalahannya, Saudara Yusuf Jussac melihat sosok sekularis Mega dari sudut
kedudukan perempuan yang dimuliakan dalam Islam. Hanya tentu saja karena yang
disorotnya adalah seorang pemimpin Wakil Presiden negara sekular pancasila, maka
akibatnya jatuh kedalam jurang rimba adu_dengkul_politik praktis, sehingga
membangkitkan dorongan_nafsu_politik_praktis para mahasiswa ITB yang memang
sebenarnya tidak diajarkan untuk terjun langsung kekancah
hutan_rimba_politik_praktis.
Dan Saudara Yusuf Jussac sendiri adalah bukan pemuja, bukan pendukung, dan bukan
anggota partai sekular PDI-P sekularis Mega, melainkan hanyalah seorang muslim yang
secara spontan melambungkan hasil olahan pikirannya setelah membaca dan mendengar
sekularis Mega datang ke kampus ITB untuk meresmikan patung ayahnya, diktator
Soekarno, dan sekaligus memberikan secuil kata sambutannya, tetapi ternyata mendapat
sambutan demontrasi dari sebagian mahasiswa ITB.
SARAN AHMAD SUDIRMAN KEPADA SAUDARA YUSUF JUSSAC, Jr
Sebenarnya apa yang telah saudara Yusuf Jussac curahkan dan tuliskan kemudian telah
saya sebarkan ke berbagai surat kabar online dan milis-milis diskusi tidak perlu
ditarik kembali, tetapi biarkan saja, dan justru saudara harus mampu memberikan
berbagai argumen dan jalan keluarnya demi kebaikan seluruh rakyat negara sekular
pancasila.
Dan saya telah membaca beberapa argumen dan jawaban-jawaban saudara (di cc-kan
kepada ah...@dataphone.se ) yang disampaikan kepada beberapa orang penanya dari
beberapa milis diskusi yang saudara Yusuf Jussac sendiri bukan anggotanya.
Dan tentu saja, saya salut juga pada saudara Yusuf Jussac dengan menyampaikan
permintaan maaf kepada sebagian netters yang merasa tersinggung, terutama oleh
kata-kata saudara Yusuf Jussac yang dianggapnya tidak pantas atau kasar.
SARAN AHMAD SUDIRMAN KEPADA PARA MAHASISWA ITB
Sebenarnya kalau sebagian para mahasiswa ITB itu menggunakan kepala dingin dengan
memutar mesin_pengolah_alur_logikanya dengan tidak meninggalkan pada
pertimbangan-pertimbangan nilai-nilai, aturan-aturan dan hukum-hukum yang datang
dari Tuhan Pencipta Alam Semesta termasuk para mahasiswa ITB, maka justru setelah
membaca tulisan Saudara Yusuf Jussac itu harus lahir suatu pemikiran bagaimana untuk
mendobrak hasil jalan_olahan_pikiran sekularis Mega dengan cara menampilkan
idea-idea dan jalan keluarnya yang bisa membawa ke arah dan jalan untuk menuju ke
pada persatuan, keadilan, dan perdamaian seluruh rakyat negara pancasila serta
mengharap keridhaan Allah SWT.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
ah...@dataphone.se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk
membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam
dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP
http://www.dataphone.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon
petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
------------------------
http://www.dataphone.se/~ahmad
ah...@dataphone.se
Jakarta, 2 Juni 2001
Gusti!
UNTUK MEGA
Wassalam.
Yusuf Jussac, Jr.
ucup...@myquran.com
---------------
Stockholm, 23 Juli 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS GUS DUR DISUNGKURKAN, SEKULARIS MEGA DINAIKKAN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
PARA PIMPINAN DAN ELIT POLITIKUS YANG RAKUS KEKUASAAN
Rakyat negara pancasila makin dibikin muak oleh ulah para pimpinan dan elit
politikus yang makin hari makin rakus kekuasaan. Hari ini, 23 Juli 2001, pukul
01.10 wib sekularis Gus Dur sebagai presiden negara pancasila telah mengeluarkan
dekrit pembubaran DPR/MPR yang ternyata tidak ditanggapi dan dituruti oleh para
anggota DPR/MPR juga oleh sekularis Mega.
Sebagaimana yang sudah direncanakan semula setelah sekularis Gus Dur menolak
untuk memberikan pertanggungjawaban di depan sidang paripurna MPR hari ini dan
bahkan mengeluarkan dekrit 23 Juli 2001 sebagai senjata untuk membubarkan
DPR/MPR, maka sekularis Mega yang tidak mempunyai kemampuan untuk memimpin dan
menyatukan rakyat negara pancasila diangkat dan dilantik sebagai presiden negara
pancasila ke 5 oleh MPR yang dipimpin oleh nasionalis Amien Rais.
Penjungkiran sekularis Gus Dur dari kursi presiden negara pancasila dan penaikan
sekularis Mega kesinggasana kursi ke 5 presiden negara pancasila tidak akan
membawa kejalan kesejahteraan, kemakmuran, kedamaian, keadilan, persatuan dan
kerukunan hidup beragama rakyat negara pancasila.
SEKULARIS MEGA TIDAK MAMPU MEMBAWA RAKYAT NEGARA PANCASILA KEPUNCAK
KESEJAHTERAAN, KEMAKMURAN, KEDAMAIAN, KEADILAN, PERSATUAN DAN KERUKUNAN HIDUP
BERAGAMA
Disini dalam tulisan ini yang saya tulis 6 jam setelah dekrit sekularis Gus Dur
keluar, saya nyatakan bahwa sekularis Mega yang hari ini dilantik sebagai
presiden negara pancasila tidak akan mampu membawa rakyat negara pancasila
kepuncak kesejahteraan, kemakmuran, kedamaian, keadilan, persatuan dan kerukunan
hidup beragama.
Karena baik sekularis Mega ataupun para pimpinan lainnya juga para elit
politikus yang duduk di lemaga legislatif hanyalah terpukau dan terpaku oleh
kekuasaan. Dalam otak-otak mereka bukan usaha untuk membawa keadamaian,
keadilan, kesejahteraan rakyat negara pancasila, melainkan yang terhunjam dalam
otak-otak mereka adalah bagaimana untuk memperoleh kekuasaan secepatnya.
Inilah kebokbrokan mentalitas-mentalitas para pimpinan dan elit politikus di
negara pancasila saat ini. Mereka sudah tidak punya rasa malu, baik kepada
rakyat negara pancasila apalagi ada rasa malu kepada Allah SWT.
Selama mentalitas-mentalitas para pimpinan dan elit politikus yang sudah
tercemar dan terkena racun rakus_kekuasaan ini tetap memegang tampuk kekuasaan,
maka selama itu rakyat negara pancasila tetap akan menderita dan bahtera negara
pancasila akan tenggelam kedasar laut yang dalam.
NEGARA PANCASILA SUDAH HANCUR
Dan saya melihat bahtera negara pancasila sudah hancur dan secara berangsur
tenggelam kedasar samudra yang dalam.
Stockholm, 24 Juli 2001
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
SEKULARIS MEGA MENATAP DARI BALIK PATUNG DIKTATOR SOEKARNO
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.
LANGKAH AWAL KUDA-KUDA SEKULARIS MEGA
"Di hadapan para anggota majelis, saya sudah mengucapkan sumpah. Saya menyadari
tugas yang saya emban tidaklah ringan. Saya memahami dibutuhkan upaya keras agar
segera keluar dari krisis yang melanda bangsa ini. Saya juga prihatin dengan
kondisi Indonesia. Saya menangkap adanya rasa lelah bahkan kian melunturnya
kepercayaan terhadap kemampuan pemerintah negara untuk menyelesaikan kemelut.
Saya memahami tekad tidaklah cukup untuk menuntaskan permasalahan yang besar.
Dengan kondisi seperti ini, tidak ada satu kelompok pun yang mampu mengatasi
masalah ini dengan sendiri. Mengawali tugas ini, saya mengajak semua pihak untuk
menerima hasil dengan ikhlas, legowo tanpa mengenyampingkan aspek voting. Tapi
itulah suara rakyat yang harus kita junjung tinggi. Penghormatan terhadap suara
rakyat serta ketaatan terhadap aturan main yang diciptakan merupakan sendi utama
yang menopang demokrasi. Kepada seluruh rakyat Indonesia, saya serukan marilah
kita tatap masa depan kita yang baru sebagai satu bangsa di atas bingkai NKRI
yang kita cintai ini. Marilah kita akhiri silang kata atau pertikaian yang hanya
memperpanjang penderitaan rakyat". (detik.com, Presiden Baru Megawati: Mari Kita
Tatap Masa Depan, 2001/07/23 )
SEKULARIS MEGA COBA MAINKAN PATUNG DIKTATOR SOEKARNO
Dengan didorong oleh tiupan angin_seluruh_anggota MPR dan hembusan partai
sekular PDI-P, sekularis Mega mencoba menguliti permasalah besar yang menimpa
rakyat negara pancasila.
Dua bulan yang lalu pernah salah seorang Duta Besar Indonesia yang ditugaskan di
salah satu negara Eropa menyatakan kepada saya bahwa seorang presiden tidak
perlu orang pandai yang penting adalah para pembantunya. Dimana kata-kata Duta
Besar tersebut adalah dimaksudkan apabila sekularis Mega menjadi presiden, dan
memang sekarang telah resmi menjadi presiden negara pancasila ke-5 menggantikan
sekularis Gus Dur yang telah digusur MPR dibawah pimpinan nasionalis Amien Rais.
Dan memang sekularis Mega adalah tidak pandai dan tidak mempunyai kemampuan
untuk memimpin seluruh rakyat negara pancasila yang multi-suku dan multi-agama
ini. Tentu saja hanya satu yang bisa dimainkan sekularis Mega dalam usaha
mengatur rakyat dan negara pancasila ini yaitu dengan memainkan patung diktator
Soekarno.
Karena sampai sekarang masih ada sebagian rakyat dan sebagian elit politikus
negara pancasila yang masih menaruh kepercayaan kepada jejak-jejak diktator
Soekarno pembawa ideologi nasakom (nasionalis-agama-komunis) untuk menjadi alat
penyatu rakyat yang multi suku dan multi agama ini dibawah naungan negara
pancasila.
Karena itu sekularis Mega yang berlindung dibalik patung Soekarno ini nantinya
hanya akan dijadikan sebagai boneka mainan oleh para pembantunya yang
mental-mentalnya sudah dikotori oleh racun rakus_harta dan racun
rakus_kekuasaan.
SEKULARIS MEGA GERSANG DARI SOLUSI PENYELESAIAN ACEH, PAPUA DAN MALUKU
Sekularis Mega memang gersang dari ide dan solusi untuk penyelesaian Aceh, Papua
dan Maluku. Dan justru salah satu kegagalan sekularis Gus Dur adalah tidak
berhasilnya secara tuntas menyelesaikan krisis Aceh, Papua dan Maluku.
Dari celah-celah kata sambutan sekularis Mega setelah disumpah menjadi presiden
ke 5 negara pancasila tidak terkilas ide dan solusi untuk menyelesaikan krisis
perpecahan negara pancasila, yang terdengar hanyalah ajakan "Kepada seluruh
rakyat Indonesia, saya serukan marilah kita tatap masa depan kita yang baru
sebagai satu bangsa di atas bingkai NKRI yang kita cintai ini. Marilah kita
akhiri silang kata atau pertikaian yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat".
Disini sekularis Mega mencoba menyelesaikan krisis Aceh, Papua dan Maluku dengan
melalui seruan untuk menatap masa depan sebagai satu bangsa diatas bingkai
negara kesatuan republik Indonesia sambil mencoba mengakhiri silang kata.
Apa pendapat terbaik dari Anda bagi rakyat yang dirampok agar bisa merembut nilai sebagai manusia yang berhak hidup dalam kebebasan hidup manusia merdeka, bebas dari penindasan, bebas dari kelaparan, bebas dari ketakutan, bebas dari keterbelakangan dan bebas mengecap kenikmatan dan kekayaan yang dianugerahi??
----- Original Message -----
From: "Ahmad Sudirman" <ah...@dataphone.se>
> -------------------------------------------------------
> [oe] classic . . .