Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

Halusinasi "Makrifat"

19 views
Skip to first unread message

JockoThinker

unread,
Jan 28, 2011, 9:32:53 AM1/28/11
to
Makrifat artinya mengenal, mengenal yang dimaskud tentu yang menyngkut
kesejatian.

Kesejatian berarti sesungguhnya, atau sebagaimana adanya, atau
sebagaimana mestinya.

Berarti makrifat itu kondisi dimana dapat mengenal kesejatian diri dan
alam sekitarnya.

Alam semesta ternyata di topang Oleh sebuah Sistem MAHA rumit dan Maha
Teliti, Maha Akurat, serta maha Canggih, setiap segala sesuatu ada
kadar dan ketentuan serta rumus-rumus nya kenapa demikian.
Oleh Karena itu sebenarnya Alam semesta dan Diri manusia pada umumnya
dalam Kondisi SIBUK LUAR BiASA, dan saling rangkai-merangkai dan
saling tergantung serta saling melengkapi ..... dan yg Jelas segala
nya itu ada Pusat Kontrol dan Pusat Monitoring, sebagaimana Jaringan
komputer pasti ada SERVER/Web Server/Database Server dan yg
sejenisnya.

Yang namanya Makrifat ..mstinya mendekati hal-hal demikian .. dan
semakin lama kepahamannya semakin mendekati SERVER,, dn itu Jelas
BANYAK apa-apanya.

Jika makrifat Justru mendorong kepada NIHILISME, justru makrifat yang
tidak sesuai dengan Kenyataan .... makrifat yang menjadikan pikiran
manusia tidak ada apa apa justru MAKRIFAT yang LARI dari
kenyataan ...

Jika Lari Dari Kenyataan berarti Berusaha Untuk BERBEDA Dengan
Kenyataan yang sesungguhnya, Jika Berbeda dengan yg sebagaimana
Mesinya berarti MARIFAT HALUSINASI.

bámbÖó

unread,
Jan 28, 2011, 7:49:44 PM1/28/11
to

sakjané si dOug sama gathO iku aliran-né sama , cumiQ cara penyampéannya
saja béda.

Syekh Siti Jenar itu seorang wali ma’rifat, maka ajaran Ma’rifat yang
dikembangkanya bukanlah suatu ajaran baru dan banyak dipengaruhi tokoh
Sufi sebelumnya yang berasal dari dataran Arab yaitu Mansyur Al Hallaj.

teori dari mansyur al Hallaj yang terkenal Al Hulull ( Tuhan mengambil
tempat pada diri manusia ), kalau pada teori Siti Jenar adalah Widhatul
Wujud , ( pada saat tertentu manusia bisa menyatu dengan Tuhannya ) ,

jadi kalau dilihat dari kedua teori tersebut sepertinya ada kesamaan
bahwa pada saat saat tertentu manusia seolah olah merasakan dapat
bersatu dengan Tuhannya .

Sesungguhnya konsep tesebut tidak dikenal dalam ajaran Islam , konsep
tersebut hanyalah pengaruh dari tradisi pemikiran yang ada , namun para
sufi berkeyakinan bahwa kita bisa memperoleh pengetahuan bukan hanya
dari panca indra seperti yang ditempuh oleh si dOug, melainkan dengan
hati nurani seperti gathOisme.

Bang Adil

unread,
Jan 28, 2011, 9:13:15 PM1/28/11
to

"Merasakan" apa saja bisa-bisa saja, seperti halunisasi. Bedanya Gatho
merasa
telah bersatu dengan kebenaran, dan kebenaran ini tak bisa dikonter
oleh ente
dan Brian. Apa yg ditunjukkan oleh Gato dengan tulisan2nya tidak ada
samanya
dengan tulisan2 siapa saja, sebab berdasarkan pengalaman pribadi. Dan
tidak
ada pengalaman pribadi yang percis sama dengan pengalaman pribadi
orang
lain. Jadi jangan sama-samakan keberanian Gatho dengan ente.....LOL

So MekoQ, kapan ente mau memberanikan diri untuk menulis seperti Ali
Sina,
kapan?

bámbÖó

unread,
Jan 29, 2011, 11:50:13 PM1/29/11
to
On 1/29/2011 9:13 AM, Bang Adil wrote:
>
> So MekoQ, kapan ente mau memberanikan diri untuk menulis seperti Ali
> Sina,
> kapan?
>>
>> Sesungguhnya konsep tesebut tidak dikenal dalam ajaran Islam , konsep
>> tersebut hanyalah pengaruh dari tradisi pemikiran yang ada , namun para
>> sufi berkeyakinan bahwa kita bisa memperoleh pengetahuan bukan hanya
>> dari panca indra seperti yang ditempuh oleh si dOug, melainkan dengan
>> hati nurani seperti gathOisme.
>

sakmowa yang ditolis Ali Sina sakbener� bokan tolisan blionya.
karena sakmowa yang kloewar dari piQran manoengso adalah pat�nt dari
allah semata. (H.R darion 1433H)

0 new messages