Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

YAPTO: PENJAHAT YANG INGIN JADI PRESIDEN

5,579 views
Skip to first unread message

Iwan Setiawan

unread,
Apr 3, 2004, 6:25:41 AM4/3/04
to mail2news-20040403-s...@anon.lcs.mit.edu

Indonesia memang aneh. Biasanya seorang presiden atau
wakil rakyat dipilih dari orang2 berkualitas yang
penuh kepedulian terhadap rakyat. Tapi di sini, karena
demokrasinya terlalu "bebas", bahkan para penjahat pun
bisa bikin partai dan mencalonkan diri jadi presiden.

Salah satunya adalah Yapto S. Soerjosoemarno. Yapto
yang ditahun 1970-an pernah dihukum karena kasus
kejahatan, serta sekarang jadi pimpinan mafia Pemuda
Pancasila, sekarang membuat parpol yang bernama
"Patriot Pancasila" dan jadi salah seorang calon
"Presiden!"

Bayangkan, jika para penjahat di Pemuda Pancasila yang
kerjanya menodong, membunuh, jadi beking klub malam
dan perjudian, serta pengedar narkoba jadi wakil
rakyat atau presiden. Bayangkan bila para penjahat
yang biasanya merugikan dan menyakiti rakyat jadi
pemimpin. Mau jadi apa negara kita?

Terhadap pertanyaan para wartawan bahwa anggota PP
(Pemuda Pancasila) kebanyakan penjahat, Yapto sering
berkilah, "Lebih baik jadi bajingan yang menuju
sajadah ketimbang kiai yang menuju penjara."
Kenyataannya, lebih dari 20 tahun memimpin PP, Yapto
dari dulu hingga sekarang tak lebih dari penjahat
aktif yang kebal hukum.

Tapi itulah dagelan politik di Indonesia.


Yapto S. Soerjosoemarno

Yapto S Soerjosoemarno jarang terekspos media. Namanya
kerap diucapkan sembari berbisik. Yapto adalah
pemimpin organisasi kepemudaan Pemuda Pancasila (PP).
Bersama Sekjennya, Yorris Raweyai, Yapto bahu membahu
membangun organisasi yang banyak disegani tersebut.

Selama puluhan tahun PP dekat dengan Golkar. Namun
kemesraan bertahun-tahun itu pecah tahun 2003. Yapto
mendirikan partai politik sendiri, yakni Partai
Patriot Pancasila. Saat ditanya alasannya hengkang
dari Golkar, Yapto mengatakan pihaknya merasa kini tak
pernah diperhatikan lagi oleh Golkar.

Walau memiliki trah keraton Mangkunegaran Solo, Yapto
yang dilahirkan 16 Desember 1949 ini dikenal egaliter.
Ia tak pernah pilih memilih teman. Tak heran,
organisasi pemuda yang dipimpinnya banjir Selain tokoh
pemuda, Yapto juga memiliki kantor hukum. Tak heran ia
juga seorang sarjana hukum.

Di luar aktivitas rutinnya, Yapto kerap berburu. Demi
hobi yang satu ini, ia melanglang buana hingga ke
benua hitam, Afrika. Saat diwawancarai sebuah majalah,
beberapa waktu lalu, Yapto tak segan memamerkan
koleksi binatang hasil buruannya. Bila tak sedang
berburu, Yapto lebih suka mendengarkan musik keroncong
atau klasik.

Kantor DPP Partai Patriot Pancasila, Gedung Tri
Tangguh Lantai III, Jl.H.Samali No.31, Kalibata,
Jakarta Selatan, Telp: (021)79198510, Fax: (021)
79198520.
http://www.indony.org/pemilu04/daftarcapres.htm
From owner-in...@indopubs.com Mon Mar 2 14:06:48
1998
Date: Mon, 2 Mar 1998 12:06:14 -0700 (MST)
Message-Id: <1998030219...@indopubs.com>
To: indon...@indopubs.com
From: apak...@clark.net
Subject: [INDONESIA-L] Ujung Pandang, Pemuda
Pancasila, Ekstasi dan Poltabes
Sender: owner-in...@indopubs.com


From: "ANDI MAPPANYUKI" <mappa...@wasantara.net.id>
To: <apak...@clark.net>
Subject: UJUNG PANDANG, PEMUDA PANCASILA, EKSTASI DAN
POLTABES
Date: Mon, 2 Mar 1998 11:36:46 +0800


UJUNG PANDANG DAN PEMUDA PANCASILA
Aneh dan lucu cara Yoris membersihkan diri di TV kalau
cerita dia
tertangkap basah main judi itu tidak benar. Di Ujung
Pandang Hotel Makassar
Palace (Markas PP) yang digerebek Yusuf Manggabarani
bukan cuma dikenal
sebagai sarang judi, sarang WTS, tetapi juga sarang
ekstasi. Makassar
Palace ini punya Reza Ali ketua PP, yang modalnya
berasal dari setoran
pedagang kaki lima Pantai Losari.


Buat orang Makassar PP cuma kumpulan para pencoleng
berotak tumpul yang
cuma tahu bikin susah orang kampung. Reza dkk pernah
mengamuk di Makassar
Cottage dengan berlagak anti prostitusi. Nyatanya
karena gagal memeras
pemilik hotel. Dia juga berhasil membunuh pacarnya
tanpa perlu masuk
penjara. Mereka juga pernah bekoar dengan bangga
membakar taxi Amal karena
pemiliknya menolak memberi setoran. PP itu memang
beraninya sama orang
kampung. Buktinya anggota presidiumnya Reza si Bachdar
waktu jadi Ketua
HIPMI pingsan ketika mencoba memeras seorang pengusaha
wanita yang tidak
dikenal. Takut sama dosanya sendiri, si Bachdar ini
tidak berani pulang
kerumahnya dan sembunyi di Makassar Palace. Anhar
investor Pasar Butung
diusir Malik Masry karena cuma tahu memanipulasi uang
pedagang, sementara
pasarnya tidak kunjung jadi. Sama dengan si Bachdar
dan gangnya (Safari
Aziz Huseindkk) yang diusir dan dijuluki Walikota
Pare-pare kumpulan
pengusaha carru. oleh Anhar ini juga merasa hebat
ketika berhasil membantai
managernya di Baji Pamai secara sadis. Si Chandra juga
hanya berani jadi
bandar judi di kalangan pribumi, tidak berani bersaing
dengan bandar Cina.


Reza dan Bachdar bergabung dengan Lantinro dipimpin
Ande Latif
memproklamirkan Enrekang Connection. Bisnisnya
memanipulasi PSM Ujung
Pandang dengan menyingkirkan Nurdin Halid. Mereka
merancang ide kampungan
membuat warna-warni stadion Matoangin yang
ujung-ujungnya penonton
diwajibkan membeli baju kaos yang sewarna dengan
tempat duduk setiap kali
pertandingan. Di otak mereka sudah menari
25.000XRp.4.000,- =Rp.100.000,-
sekali pertandingan. Tidak disangka pencinta PSM
mengamuk, rugi kan!!. Ande
Latif itu bos Tiga Utama yang menjadikan Majlis Taklim
tempat pertemuan
kiai dan artis. Dia dulu menghilang dari Ujung Pandang
dengan membawa uang
orang Makassar. Setelah dipikirnya orang sudah lupa,
barulah dia pulang
kampung lagi. Ande yang mantan calon mertua Desy
Ratnasari ini juga rajin
menggelar undian haji dan umroh. Pemenangnya tidak
sadar kalau mereka sudah
jadi tenaga kerja gratis si Ande yang tidak perlu
digaji, karena gaji
tenaga kerja di Arab cukup mahal. Karena sibuk hanya
memikirkan uang haram,
hasilnya PSM selalu kalah bertanding, terakhir 12-0.
Dileksposlah kalau
kegagalan ini akibat tidak becusnya Manggabarani
bersaudara (Yusuf dan
Hasyim ) mengurus supporter.


Para presidium PP ini merasa bangga kalau ditugaskan
mencari dan
menyediakan cewek ABG bagi si Yapto bila ke Ujung
Pandang. Mereka merasa
hebat karena Panglima menaruh hormat yang dalam pada
bos mereka, katanya.
Dipikirnya semua itu hebat. Mereka tidak tahu kalau
nama-nama mereka sudah
masuk sasaran Petrus II.


UJUNG PANDANG DAN EKSTASI
Barangkali tidak ada pelanggan ekstasi yang sehebat di
Ujung Pandang. Kalau
di tempat lain orang menenggak ekstasi
sembunyi-sembunyi karena tahu ini
barang haram, di UP dijadikan alat show. Ekstasi ini
juga dinikmati bersama
bapak, ibu, anak hingga cucu. Masyarakat UP sangat
salut buat Yusuf
Manggabarani yang menggerebek Makassar Palace yang
jadi sarang maksiat 24
jam ini. Yang kena razia antara lain anaknya Patompo
dan pacarnya kemudian
mengaku sebagai anaknya Ali Alatas jadi dilepas,
anaknya Anwar Fattah Ketua
Gapensi juga dengan pacarnya, serta beberapa anak
mantan orang kayanya UP.


Salutnya orang ke Poltabes karena sudah jadi
pengetahuan masyarakat kalau
distributor ekstasi di UP selama ini adalah Poltabes
(Hasanuddin, Syahrul
Mamma dkk) serta Gapensi. Karena itu kenapa pasar
ekstasi di UP sangat
menggiurkan. Pelanggannya jelas seluruh jajaran
Gapensi hingga di
daerah-daerah. Ekstasi juga salah satu alat promosi
untuk mendapatkan
proyek. Gapensi UP memang sangat kreatif mendekati
pejabat. Waktu Suharsono
Martakim jadi Kanwil PU jajaran Gapensi wajib bisa
nampang di karaoke
walaupun suara fals, karena Martakim memang jago
nyanyi. Waktu itu seluruh
tempat karaoke menjadi makmur tidak pernah sepi
melayani kebutuhan aparat
PU. Sekarang pejabat-pejabat Sulsel itu biangnya
ekstasi, ke situ juga
kelompok Gapensi berkiprah.


Sulsel adalah gudang pejabat pemakai ekstasi. Yang
populer Sekwilda
Hakamudin Jamal, Bupati Gowa Syahrul Limpo, Bupati
Pare-pare Alam Bulu,
Bupati Gowa Nasrun dan banya lagi. Tempat mangkalnya
yang aman di Tassa
Café milik Dewi Limpo, pengusaha wanita yang berani
berpoliandri. Si
Hakamuddin ini yang merusak sistem pemerintahan Basri
Palaguna dengan gaya
premannya menjadi "PARAKANG"nya Sulsel. Terakhir
diproklamirkan sebagai
pejabat pemilik garasi terbesar di KTI. Biasanya si
Haka ini bangga kalau
dianggap orang kaya (karena dulu asalnya dari rakyat
miskin). Kebiasaannya
setiap habis membeli barang baru, tidak lupa
mengundang orang untuk
dipamerkan. Makanya aneh kalau tiba-tiba dia menjadi
rendah hati dan
membayar Hr. Fadjar untuk membantah berita
kekayaannya.


Ketika istri si Haka di RS, dapat dilihat
penjilat-penjilat yang tiap malam
ikut begadang menemani Haka. Ini yang membuat susah
Basri. Si Haka itu
musuh dalam selimut, yang selalu menggunting dalam
lipatan. Dia yang
mengembar-gemborkan setoran Basri untuk jadi Gubernur,
padahal sesungguhnya
si Haka ini yang berambisi jadi Gubernur. Haka justru
yang tidak malu-malu
menaikkan tarip setoran hingga 200% ke Murdiono untuk
menyingkirkan Darwis
Wahab sebagai Sekwilda. Haka juga tidak malu-malu
membeli sertifikat
peserta terbaik Lemhanas, walaupun orang tahu otaknya
tidak terlalu bagus.
Ambisi pertamanya menjadi Walikota UP yang gagal
menjadikan si Haka kalap
dan mau melakukan apa saja untuk membuktikan
kehebatannya.


Ambisi Hakamudin untuk menjadi orang terkaya di KTI
dengan membuka markas
di Radisson Hotel, miliknya Passokorang Cina yang
memelihara si Haka.
Disinilah digarap rencana-rencana besar Haka untuk
menguasai Sulsel. Dengan
tidak tahu diri dia menganggap dirinya lebih berkuasa
dari Gubernur
sendiri, terbukti dengan seenaknya mengangkat dan
mencopot pejabat sesuai
keinginannya tanpa konsultasi dengan Basri. Untungnya
walaupun mengetahui
tindak-tanduk si Haka Basri Palaguna tetap sabar,
dengan demikian rakyat
Sulsel tidak perlu mengetahui betapa sulitnya Basri
bekerja dengan Sekwilda
yang berniat menghancurkannya.

__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Small Business $15K Web Design Giveaway
http://promotions.yahoo.com/design_giveaway/

0 new messages