http://swaramuslim.net/ebook/more.php?id=5753_0_11_0_M
Kepalsuan ajaran Gereja terbongkar bersama ayat-ayat palsu yang
dinisbahkan kepada Daud, Yohanes, Yesus, dan sebagainya. Misteri nabi
Muhammad dalam Bible (alkitab) akhirnya berhasil dibongkar melalui
penelitian yang dilakukan oleh seorang mantan pastur, Prof.David
Benjamin Keldani, berjudul Menguak Misteri Muhammad.
Prof. David Benjamin Keldani adalah seorang mantan pastur Katholik
Roma sekte Uniate-Chaldean. Ujarnya: "Kepindahan saya ke Islam tak
lain karena hidayah Allah. Tanpa bimbingan-Nya, semua pengetahuan,
penelitian untuk menemukan kebenaran ini mungkin hanya akan membawa
kepada kesesatan. Begitu saya mengakui keesaan mutlak Tuhan, maka nabi
Muhammad SAW pun menjadi pola sikap dan perilaku saya
David Benjamin Keldani
David Benjamin Keldani lahir pada tahun 1867 di Urmia, Persia. Setelah
masuk Islam, David Benjamin Keldani mengganti namanya menjadi Abdul
Ahad Dawud. Ia adalah seorang mantan pendeta katolik Roma dari sekte
Uniate-Khaldean. Ia mengenyam pendidikan sejak kecil dikota itu. Dari
1886-1889 (3 tahun) ia menjadi staf pengajar Arbischop of Canterbury's
Mission untuk Assyrian (Nestorian) Christians di Urmia.
Penobatan sebagai pendeta dan perjalanannya
Pada tahun 1892, ia diutus oleh Kardinal Vaughan ke Roma. Disana ia
mempelajari filsafat dan teologi pada Propaganda Fide College, dan
pada tahun 1895 dinobatkan sebagai pendeta. Pada tahun 1892 ia menulis
serangkaian artikel di The Tablet tentang "Assyria, Romawi, dan
Canterbury"; dan juga pada Irish Record tentang "keotentikan
Pentateuch". Pentateuch adalah lima kitab perjanjian lama yang terdiri
atas Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Ia mempunyai
beberapa terjemahan Ave Maria dalam bahasa berbeda-beda yang
diterbitkan di Illustrated Catholic Missions.
Ketika berada di Istanbul, dalam perjalanannya ke Persia pada tahun
1895, ia menulis serangkaian artikel panjang tentang "Gereja-Gereja
Timur" dalam bahasa Inggris dan Perancis di surat kabar harian yang
terbit disana dengan nama The Levant Herald. Pada tahun 1895, ia
bergabung dengan French Lazarist Mission di Urmia, dan terbit untuk
pertama kali dalam sejarah misi itu sebuah majalah berkala dalam
bahasa Syria yang bernama Qala-la-Syara (Suara Kebenaran).
Pada tahun 1867, ia diutus oleh dua uskup besar Uniate-Khaldean dari
Urmia dan Salmas untuk mewakili Katolik Timur pada Kongres Ekaristi
yang diselenggarakan di Paray-le-monial, Perancis, dibawah pimpinan
Kardinal Perraud. Tentu saja, ini adalah undangan yang resmi. Makalah
yang dibacakan di kongres oleh Benjamin disiarkan dalan Tawarikh
Kongres Ekaristik dan disebut disebut "Le Pellerin". Dalam makalah
ini, Khaldean Arch-Priest (begitu gelar resminya) menyesalkan sistem
pendidikan Katholik dikalangan Nestorian, dan meramalkan kemunculan
yang sudah dekat dari pendeta Rusia di Urmia.
Pada tahun 1888, Benjamin kembali lagi ke Persia. Di kampung
halamannya, Digala, sekitar 1 mil dari kota, ia membuka sekolah
gratis.
Tahun berikutnya ia dikirim oleh otoritas Gereja untuk memimpin
Keuskupan Salmas, dimana konflik yang tajam dan berbau skandal antara
Uskup Besar Uniate, Khudabash, dan para Bapa Lazarist yang sudah
berlangsung lama telah mengancam terjadinya perpecahan.
Khotbah terakhir
Pada tahun 1900, Bapak Benjamin menyampaikan khotbah terakhirnya dan
patut dikenang dihadapan banyak sekali jemaat, termasuk orang Armenia
yang non-Katholik dan lain-lainnya, didalam Katedral Khorovabad St.
George, Salmas. Pokok bahasan sang pengkhotbah adalah "Abad Baru dan
Manusia Baru". Ia mengingatkan kepada fakta bahwa misionaris
Nestorian, sebelum munculnya Islam, telah mengabarkan ajaran-ajaran
Yesus (injil) diseluruh Asia; Bahwa mereka memiliki banyak lembaga di
India (khususnya pantai Malabar), di Tartar, Tiongkok, dan Mongolia;
dan bahwa mereka menerjemahkan kitab Injil kedalam bahasa Turki,
Uighur, dan bahasa-bahasa lainnya; Bahwa misi-misi Katholik, Amerika,
dan Anglikan, meskipun mereka telah melakukan sedikit kebaikan untuk
bangsa Assyro-Khaldean melalui pendidikan dasar, telah memecah bangsa
itu di Persia, Kurdistan, dan Mesopotamia menjadi banyak sekali sekte
yang bermusuhan; dan bahwa upaya-upaya mereka ditakdirkan untuk
menyebabkan keruntuhan yang terakhir. Konsekuensinya, ia menganjurkan
kepada orang-orang pribumi untuk melakukan pengorbanan agar dapat
berdiri diatas kaki sendiri sebagai manusia sejati, dan tidak
tergantung pada misi-misi asing, dan sebagainya.
Ucapan-ucapannya menyinggung para misionaris. Khotbah ini segera
mendatangkan Delegasi Apostolik, Mgr. Lesne dari Urmia ke Salmas. Ia
tetap menjadi teman yang terakhir bagi Benjamin. Mereka berdua kembali
ke Urmia. Sebuah misi Rusia baru sudah diadakan di Urmia sejak tahun
1899. Kaum Nestorian dengan antusias memeluk agama Tsar untuk seluruh
Rusia.
Lima misi yang besar dan angkuh (Amerika, Anglikan, Perancis, Jerman,
dan Rusia) disertai universitas-universitas mereka, pers yang didukung
oleh kalangan agamawan yang kaya, para konsul dan duta besar, berusaha
keras mengajak sekitar 100.000 orang Assyro-Khaldean untuk pindah dari
Bid'ah Nestorian ke salah satu dari lima bid'ah itu. Tetapi misi Rusia
segera melampui misi-misi lainnya, dan misi inilah pada tahun 1915
mendorong bangsa Assyria dari Persia dan juga suku-suku pegunungan
Kurdistan, yang kemudian pindah ke Salmas dan Urmia, untuk angkat
senjata melawan pemerintah mereka masing-masing. Hasilnya adalah
separuh pengikutnya lenyap dan sisanya terusir dari kampung halaman
mereka.
Berpindah agama
Pertanyaan besar yang sudah lama berkecamuk dalam benak pendeta ini
sekarang mendekati klimaksnya: "Apakah agama Kristen, dengan banyak
sekali bentuk dan warnanya, dan dengan naskah-naskah sucinya yang
tidak otentik, palsu, dan menyimpang, adalah agama Tuhan yang sejati?"
Pada musim panas tahun 1900, ia pensiun dan tinggal di villa mungilnya
ditengah-tengah kebun anggur dekat air mancur Challi Boulaghi yang
terkenal di Digala, dan disana selama sebulan ia habiskan waktunya
untuk sembahyang dan meditasi, membaca berulang-ulang naskah-naskah
suci dalam teks-teks aslinya. Krisis pun berakhir dengan pengunduran
resmi yang dikirimkan ke Uskup Agung Uniate, Urmia, dimana ia secara
terbuka menjelaskan kepada Mar (Mgr.) Touma Audu mengenai alasan-
alasan dia melepaskan fungsi kependetaannya. Segala upaya yang
dilakukan oleh otoritas kependetaan untuk membatalkan keputusannya sia-
sia belaka. Tidak ada perselisihan atau permusuhan pribadi antara
Benjamin dan para atasannya.
Selama beberapa bulan Mr. Dawud - begitulah panggilannya sekarang -
dipekerjakan di Tibriz sebagai inspektur di Kantor Pos dan Bea Cukai
Persia dibawah para ahli Belgia. Kemudian ia ditugaskan sebagai guru
dan penerjemah Putera Mahkota Muhammad Ali Mirza.
Pada tahun 1903, sekali lagi ia mengunjungi Inggris dan disana ia
bergabung dengan komunitas Unitarian. Pada tahun 1904 ia dikirim oleh
British and Foreign Unitarian Association untuk menangani masalah
pendidikan dan penerangan ditengah masyarakat desanya. Dalam
perjalanan menuju Persia ia mengunjungi Istanbul; dan setelah
mengadakan beberapa wawancara dengan syeikh Islam yang bernama
Jamaluddin Effendi dan beberapa ulama lainnya, ia memeluk agama Islam.
(dari wikipedia)
KATA PENGANTAR
Ucapan Ilahi terhadap Arabia (Yesaya 21:13)
Periode kesarjanaan klasik yang mandul saat ini, disertai kurangnya
pengetahuan kita tentang bahasa-bahasa kuno, telah melumpuhkan cita
rasa modern dalam mengapresiasi setiap upaya seperti yang hendak saya
lakukan. Halaman-halaman berikut ini telah menghasilkan serangkaian
artikel yang sangat cerdas dari pena Rev. Profesor David Benjamin
Keldani (Abdul Ahad Dawud), tetapi saya ragu apakah terdapat banyak
orang, dikalangan hierarki gereja kristen sekalipun, yang dapat
mengikuti penjelasan terperinci dari seorang Profesor yang
berpengetahuan tinggi ini. Malah saya benar-benar ragu ketika ia
berusaha membawa para pembacanya kedalam sebuah labirin ilmu
pengetahuan dari ratusan tahun silam.
Bagaimana dengan bahasa Arami, ketika sangat sedikit dikalangan
pendeta sekalipun yang mampu memahami versi Perjanjian Baru dalam
bahasa latin (Vulgate) dan versi bahasa Yunani? Khususnya lagi ketika
riset-riset kami didasarkan hanya pada etimologi bahasa Yunani dan
Latin!
Bagaimanapun nilai disertasi-disertasi seperti itu di mata musuh kami,
pada saat sekarang, sama sekali tidak mampu mengapresiasinya dari
sudut ilmu pengetahuan; karena ambiguitas makna yang melekat pada
ungkapan-ungkapan nubuat yang saya singgung membuat ungkapan-ungkapan
itu cukup elastis untuk mencakup setiap kasus.
Yang dikatakan "paling kurang" dalam nubuat Johanes Pembaptis tidak
mungkin adalah anak Maria, meskipun ia dipandang hina oleh masyarakat
bangsanya sendiri. Asal tukang kayu suci itu dari kalangan sederhana.
Ia dicemooh, diperolok, dan didiskreditkan, ia diremehkan dan dibuat
keliatan "paling kurang" dalam penilaian kalangan Scribe (ahli
menulis) dan Pharisee (anggota sekte Yahudi yang menafsirkan hukum
Musa secara keras).
Ekses dari semangat yang ditunjukkan oleh para pengikutnya pada abad
kedua dan ketiga masehi, yang selalu cenderung loncat pada apa saja
dalam bentuk nubuat dalam Alkitab, sudah pasti akan menyebabkan mereka
meyakini ahwa Tuhan mereka adalah orang yang disinggung oleh Yohanes
Pembaptis.
Namun, ada kesulitan lain yang menghadang, bagaimana seseorang dapat
mempercayai kesaksian dari sebuah kitab yang tak dapat disangkal penuh
dengan dongeng? Keaslian Alkitab telah dipertanyakan oleh seluruh
dunia. Tanpa menindaklanjuti pertanyaan tentang keasliannya, paling
tidak kita bisa mengatakan bahwa kita tidak bisa bergantung pada
pernyataan-pernyataan Alkitab mengenai Yesus dan mukjizat-mukjizatnya.
Sebagian orang malah lebih jauh lagi menegaskan bahwa eksistensi dia
sebagai makhluk bersejarah dipertanyakan, dan menurut kitab Injil akan
berbahaya kalau sampai pada sesuatu kesimpulan yang keliatannya aman
mengenai masalah ini.
Seorang Kristen Fundamentalis tidak bisa berkomentar apa pun terhadap
pernyataan saya mengenai hal ini. Jika "kalimat-kalimat sesat" dan
kata-kata yang objektif dalam Perjanjian Lama dapat dikhususkan oleh
para penulis sinoptik sebagai berlaku bagi Yesus, maka segala komentar
dari penulis yang berpengetahuan tinggi mengenai artikel-artikel
ilmiah dan sangat menarik ini pasti menimbulkan respek dan apresiasi
dalam segala hal sekalipun dari lembaga kependetaan.
Saya menulis dengan nada yang sama, tetapi saya telah berusaha
mendasarkan argumen-argumen saya pada bagian-bagian Alkitab yang
hampir tidak membolehkan adanya perselisihan linguistik apa pun. Saya
tidak akan pergi ke bahasa Latin, Yunani, atau Arami, karena hal itu
tidak ada gunanya. Saya hanya memberikan kutipan berikut dari Alkitab
revisi Lembaga Alkitab Indonesia tahun 1974.
Kami membaca firman berikut dalam kitab Ulangan 18:18
"Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara
mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya,
dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan
kepadanya."
Jika firman diatas tidak tertuju kepada Muhammad, maka firman itu
tetap masih berlum terpenuhi. Yesus sendiri tidak pernah mengklaim
sebagai nabi yang dimaksud. Bahkan murid-muridnya pun berpendapat
sama. Mereka mengharapkan kedatangan Yesus yang kedua untuk memenuhi
nubuat [2].
Sejauh ini tidak ada perselisihan bahwa kedatangan Yesus yang pertama
bukanlah kelahiran "nabi seperti engkau", dan kelahirannya yang kedua
hampir tidak dapat memenuhi nubuat itu.
Yesus, sebagaimana diyakini oleh gerejanya, akan muncul sebagai
"Hakim" dan bukan sebagai "Pemberi Hukuman". Tetapi, orang yang
dijanjikan haruslah membawa "api (hukum) yang menyala" ditangannya.
Namun, dalam memastikan personalitas dari nabi yang dijanjikan, nubuat
yang lain dari Musa sangatlah menolong yang berkata tentang sinar
Tuhan dari Paran, pegunungan Mekah. Firman dalam naskah kitab King
James Version Ulangan 33:2, berbunyi sebagai berikut:
"Berkatalah ia: "Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari
Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Paran dan datang dengan
sepuluh ribu orang kudus; di sebelah kanannya tampak kepada mereka api
yang menyala."
Dalam firman ini, Tuhan diibaratkan dengan matahari. Dan Yesus sama
sekali tidak pernah ke Paran. Yang ada hubungannya dengan Paran adalah
Hajar dan anaknya yang bernama Ismail, berkeluyuran di padang gurun
Bersyeba, yang kemudian menetap dipadang gurun Paran.
"Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil
seorang isteri baginya dari tanah Mesir".(Kejadian 21:21)
Ismail menikahi seorang wanita Mesir, dan dari kelahiran pertamanya,
Kedar, memberikan keturunan kepada bangsa Arab yang dari sejak itu
sampai sekarang menjadi penghuni padang gurun Paran. Dan jika tidak
dapat disangkal lagi, bahwa silsilah keturunan Muhammad merujuk kepada
Ismail melalui Kedar dan ia tampil sebagai seorang nabi di padang
gurun Paran dan menaklukkan Mekah dengan 10.000 pasukan dan menegakkan
api (hukum) yang menyala kepada kaumnya, maka bukankah nubuat tesebut
terpenuhi sesuai bunyinya?
Bunyi nubuat dari Habakuk 3:3 sangat perlu diperhatikan. "Keagungannya
menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepadanya."
Mengenai padang gurun Paran juga telah diwahyukan :
"Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan
dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk
Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung!
Baiklah mereka memberi penghormatan kepada Tuhan dan memberitakan
pujian yang kepadanya di pulau-pulau. Tuhan keluar berperang seperti
pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangatnya untuk
bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuhnya
Ia membuktikan kepahlawanannya. (Yesaya 42:11-13)
Sehubungan dengan itu, ada dua nubuat lain yang perlu diperhatikan
yang merujuk kepada Kedar: Pertama dalam Yesaya 60:1-7 yang bunyinya :
"Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan
TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan
kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu,
dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun
datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit
bagimu. Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua
datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan
anak-anakmu perempuan digendong. Pada waktu itu engkau akan heran
melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar
hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan
kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan
menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua
akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta
memberitakan perbuatan masyhur TUHAN. Segala kambing domba Kedar akan
berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk
ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai
korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah
keagungan-Ku."
Nubuat lainnya, lagi-lagi dalam Yesaya 21:13-17 [3]
"Ucapan ilahi terhadap Arabia . Di belukar di Arabia kamu akan
bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan! Hai penduduk tanah Tema,
keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah
orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap
pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang
dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman
Tuhan kepadaku: "Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit
upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-
pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah
kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel , telah mengatakannya."
Bacalah nubuat-nubuat dari kitab Yesaya dan kitab Ulangan yang
berbicara tentang sinar Tuhan dari Paran: Jika Ismail menghuni padang
gurun Paran, tempat ia melahirkan Kedar, yakni nenek moyang bangsa
Arab; dan jika anak-anak Kedar harus memberikan sambutan pada altar
ilahi untuk mengagungkan "rumah keagunganNya" dimana kegelapan akan
menyelimuti bumi selama beberapa abad, dan kemudian negeri itu akan
menerima terang dari Tuhan; dan jika semua keagungan Kedar akan runtuh
dan jumlah para pemanah, orang-orang perkasa dari anak-anak Kedar akan
lenyap dalam setahun setelah orang itu melarikan diri dari pedang yang
di hunus dan busur yang dilentur-Yang kudus dari Pegunungan paran
(Habakuk 3:3) tak lain adalah Muhammad.
Muhammad keturunan suci dari Ismail melalui Kedar, yang berdiam di
padang gurun paran. Melalui dia, maka Tuhan bersinar di Paran, dan
Mekkah adalah satu-satunya tempat dimana rumah Allah (bait Allah)
dimuliakan dan domba-domba Kedar memberikan sambutan diatas altarnya.
Muhammad dizalimi oleh kaumnya dan terpaksa meninggalkan Mekkah. Dia
kehausan dan melarikan diri dari pedang yang dihunus dan busur yang
dilentur, dan setahun kemudian setelah Muhammad meninggalkan Mekkah,
dalam perang Badar, dia berhasil mengalahkan penduduk Mekkah dan
sejumlah bani Kedar yang gagah perkasa tewas dan semua kemuliaan Kedar
tumbang dalam perang Badar.
Jika para nabi suci tidak diakui sebagai pemenuhan semua nubuat ini,
maka nubuat-nubuat tersebut akan tetap tidak terpenuhi. "Rumah
keagunganKu" yang disebut dalam kitab Yesaya adalah rumah Tuhan di
Mekkah. Bukan Gereja Kristus sebagaimana perkiraan para ahli tafsir
Kristen. Kawanan domba-domba Kedar, sebagaimana disebut dalam ayat 7,
belum pernah datang ke Gereja Kristus, dan adalah fakta bahwa kampung-
kampung Kedar dan penduduknya adalah satu-satunya kaum didunia ini
yang tetap tidak dapat dimasuki pengaruh Gereja Kristus. Lagi-lagi,
penyebutan 10.000 orang kudus dalam ulangan 33, sangatlah penting: Dia
bersinar dari Paran. Dan ia datang bersama 10.000 orang kudus.
Bacalah seluruh sejarah padang gurun Paran dan Anda akan menemukan
tidak ada peristiwa lain selain peristiwa penaklukan Mekkan yang
dilakukan oleh nabi Muhammad bersama dengan 10.000 pengikutnya dari
Madinah dan memasuki kembali "rumah keagunganNya". Dia memberikan api
(hukum) yang menyala kepada dunia dan melenyapkan hukum-hukum lainnya.
Sang Penghibur (The Comforter) atau roh kebenaran yang disebut oleh
Yesus tidak lain adalah nabi Muhammad. Tidak bisa diartikan sebagai
Holy Ghost (Roh Kudus), seperti versi Teolog Kristen.
"Ada gunanya bagimu kalau aku pergi" Kata Yesus,"Karena kalau aku
tidak pergi maka Sang Penghibur tidak akan datang kepadamu, tapi jika
aku pergi, maka aku akan mengirim dia kepadamu".
Perkataan ini dengan jelas menunjukkan bahwa Sang Penghibur pasti
datang setelah Yesus pergi, dan tidak berada bersama Yesus ketika ia
mengucapkan kata-kata ini. Akankah kita menduka bahwa Yesus sama
sekali tanpa Holy Ghost jika kedatangannya tergantung pada kepergian
Yesus. Di samping itu, cara Yesus menggambarkan dia menunjukkan bahwa
dia adalah seorang manusia, bukan roh!. "Dia tidak akan berbicara
mengenai dirinya sendiri, melainkan apa yang akan didengarnya yang
akan ia bicarakan." Akankah kita menduga bahwa Holy Ghost dan Tuhan
adalah dua entitas yang berbeda dab bahwa Holy Ghost berbicara tentang
dirinya sendiri dan juga apa yang ia dengar dari Tuhan ?!
Ucapan-ucapan Yesus jelas sekali menunjuk kepada seorang pesuruh
Tuhan. Ia menyebutnya Roh Kebenaran, dan begitulah Al-Qur'an berbicara
tentang Muhammad
> Lengkapnya baca di :
Oooo.............jadi selama iki énté cumiQ ndongčng , ikupoen tanpa Faktah
yah ?
--
hadiz riwayat QW: "dengerkan pikiran dan ucapan adw yang ada dalam hati
kamu , niscaya adw akan mengangkatmu ke sorga"
Bung DokCin siap ga diskose, ngana akan bongkar kebongoongan "info
kalangan kendiri" anda???
hati2 mas.. . ada kura2 ngunthal perahu.. :-)
> Lengkapnya baca di :
>
> http://swaramuslim.net/ebook/more.php?id=5753_0_11_0_M
>
> Kepalsuan ajaran Gereja terbongkar bersama ayat-ayat palsu yang
> dinisbahkan kepada Daud, Yohanes, Yesus, dan sebagainya. Misteri nabi
> Muhammad dalam Bible (alkitab) akhirnya berhasil dibongkar melalui
>
bwahahahahahaha ane nyang justro bingung koQ situ malah terkagum2 ada
nyang beginian di situs eslam, aer laot aseen kendiri kata mBah nya mBah
gatho
kagak bisa diverifikasi, nenek2 bongkok nyang mao koet juga bisa noles
tolesan asimptot2an bin rosul-tante model beginian Dok :)
kirain ente bisa menjaga derajat entropi ke warasan pikiran ente, tau nya
... bahh ke laut aza lu dok , bwahahahahahahahah
ayo anak2 pelajaran fisika hari ini kita molaeen .....
Ashadu allah ilaha illal lahu wa ashhadu anna muhammdadur rasulullah
> Ashadu allah ilaha illal lahu wa ashhadu anna muhammdadur rasulullah
>
lha sapa nyang meninggal mBah ????
ha.ha..ha..
saragih udah mulaen ndak pede..
gereja 3 tingkat'e setop pembangunan'e..
wong tukang ngisi kotbah'e ajah hijrah ke masjid je.. :-)
nama sudah lengkap.. riset terang2an tidak menyembunyikan identitas..
tinggal dicek kebenaran hijrah'e.. :-)
Ngana nanya, Bung DokCin ce es siap ga diskose, ngana akan bongkar
> Ngana nanya, Bung DokCin ce es siap ga diskose, ngana akan bongkar
> kebongoongan "info kalangan kendiri" anda???
>
paleng nanti donie disuruh minum obat lageee sama mereka2 nyang memang
disebot denbaguse justru karena teteuB pEdE meski terang2an doenia sudah
li'at mereka salah banget1428x
kasihan yah.. si saragih dan donie dicuekin akhirnya ngobrol beduaan..
hati2 mas dokcin.. nyang satu sukak ngunthal perahu.. nyang satunya
lagi wawasan'e sanget kurang banget.. :-)
dua2e pedenya lagi merosot, apalgi kalok denger iku pendeta pada
pendah ke masjid.. he..he..he..
Iya .... ngana emang pEdEnya merosot karena dicuekin ama denmas qw ama
DokCin....... Abis denmas qw n dokCin emang hanya mo maen lempar issue
tok ga bisa apapa selaen nyuekin.... alias terpaksa nyuekin.... ngana
sech kasiman ama denmas qw n dokCin hanya bisa kopipis tanpa ngarti
isine..
kasihan.. masih nguntal perahu..
minum obat gih.. :-)