Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

[MENGAPA AKU MEMILIH ISLAM]-003 : YU KENG ( H.MOH SUSILAWAN)

951 views
Skip to first unread message

zUlFaN K

unread,
Jan 1, 2000, 3:00:00 AM1/1/00
to
H. Muhammad Susilawan (Yu Keng)
Dulu, Panser Masuk Majelis

H. MUHAMMAD SUSILAWAN (YU KENG) adalah seorang Tionghoa Muslim asal Cirebon.
Pada dekade 1970 dan 1980-an ia termasuk salah seorang konglomerat terkaya
sekaligus termuda
di wilayah Cirebon. Ia tahu betul praktik bisnis di antara warga keturunan.
Bahkan, ia juga
sempat tidak disukai kawan-kawan bisnisnya karena ia sukses. Termasuk, banyak
pula yang
mencoba menjatuhkannya.

Pada masa jayanya, Yu Keng menjadi kontraktor Pertamina di Indramayu dan
cilacap, serta
Pabrik Krakatau Steel. "Boleh dibilang 90% dari bangunan pabrik baja Krakatau
Steel itu
diangkut oleh perusahaan saya langsung dari Jerman," ujar Yu Keng menceritakan
salah satu
contoh suksesnya. Namun, seperti kata pepatah, semakin tinggi pohon maka akan
semakin
kencang angin menerpanya, Yu Keng pun harus mengalaminya. Orang-orang yang tidak
suka
kepadanya, merekayasa suatu kasus dengan memanipulasi barang-barang di
Pertamina,
seolah-olah dialah yang melakukanya.

"Orang-orang Cina Medan itu bekerjasama dengan Sutikno Wijoyo alias Kwik Tek
Yong yang
merupakan kawan dekat mantan Presiden Soeharto, ia pun berusaha menyingkirka
saya. Waktu
itu sedang zamannya Petrus (penembakan misterius)," ujar Yu Keng mengenang.

Tak ayal, cerita selanjutnya pun lebih mirip kisah petualangan. Ia, yang waktu
itu masih lajang,
harus bersembunyi dari satu tempat ke lain tempat selama 6 bulan.

Yang ia sesalkan, beberapa jenderal kenalannya saat bisnisnya maju pesat dan
sangat dekat
dengan dirinya, ketika diminta bantuan untuk melindunginya, semuanya menolak.
Alasannya,
karena yang dihadapi itu temannya Pak Harto yang notabene saat itu punya
kekuasaan sangat
besar.

Beruntung, dalam keadaan kritis itu, Yu Keng memperoleh perlindungan seorang
pejuang
Cirebon yang pada masa penjajahan sangat ditakuti Belanda dan PBB karena
Batalyon 315 yang
dipimpinnya berhasil mengusir Jendral Westerling dari Sulawesi. Dia adalah Kol.
H. Datuk
Ahmad Pasha. Bersama Mahmud, Yu Keng akhirnya berhasil membongkar kasus di
Pertamina
dan menyeret para pelakunya ke meja hijau.

"Alhamdulillah, akhirnya saya terbebas dari tuduhan penyelewengan," ujarnya
dengan wajah
sumringah. Dan, lantaran peran tokoh besar itu pula, jalan hidup Yu Keng
berubah. Ia masuk
Islam pada Bulan Ramadhan 1983 di rumahnya dan dihadiri segenap kyai-kyai
Cirebon. Sebelum
mengikrarkan diri sebagai Muslim, selama 6 bulan Yu Keng berguru kepada sejumlah
tokoh
besar lain seperti Jend. Sambas Atmadinata, Syafrudin Prawiranegara, K.H.
Makhrus (dari
Pesantren Lirboyo), dan M. Natsir.

Panser

Setelah memeluk Islam, Yu Keng bertekad untuk mengamalkan ajaran itu secara
kaffah. Bersama
Mahmud Pasha, ia mendirikan Majelis Taklim "Hidayatullah" di rumahnya, Jl.
Ciptomangunkusumo no. 6 Cirebon. Sejak itu, pengajian yang digelarnya itu sangat
ditunggu
para jamaah wilayah III Cirebon, karena kerap mengundang para penceramah
terkenal.

Namun, di sini pun perjalanannya tidak mulus. Pengajiannya dicurigai terlalu
berani dalam
mengkritik kebijakan pemerintah lokal maupun nasional. Tak ayal, aparatur pun
mulai bertindak
represif. Bahkan, pada zamannya Menhankam LB Moerdani, ceramah yang digelarnya
ditongkrongi panser. Perilaku serupa juga diterima Yu Keng dari pejabat
setempat, khususnya
pada masa Kumaedhi Syafrufdin menjabat. Puncaknya, pengajian itu diancam akan
dipindahkan
ke Sitopeng, yang berada di luar kota.

Malangnya, ketika ia repot menghadapi berbagai tuduhan itu (1988) Mahmud Pasha,
orang
dianggapnya tawadhu dan istiqaomah itu pun wafat. Akhirnya ia harus berjuang
sendirian. "Saya
sangat terpukul waktu itu. Seorang muaallaf harus mewarisi majelis taklim yang
begitu besar.
Bukan hanya itu, saya juga harus mewarisi 'musuh-musuh', dalam artian orang yang
tidak senang
kepada Pak Mahmud," tuturnya mengenang.

Bukti lain, adanya sejumlah perilaku penguasa orde baru yang jelas-jelas tidak
menyukai
pengajiannya. Bahkan yang menyedihkan, para kyai yang dulu banyak membelanya
pun, saat
Pak Mahmud wafat, justru berbalik mengkhianati. "Memang tidak semua kyai. Tapi
waktu itu
saya betul-betul nangis. Bayangkan, seorang muallaf harus menghadapi cobaan
sedemikian rupa.
Hanya berkat pertolongan Allah SWT lah saya bisa bertahan," ujarnya dengan nada
pilu.

Pendeta

Hidayah dari Allah SWT, itulah kata yang paling pas untuk menggambarkan sosok Yu
Keng.
Padahal sebelumnya, selama 37 tahun ia mengabdi pada gereja Protestan. Bahkan
nyaris menjadi
pendeta. "Buat apa? Cuma untuk bisa bersekolah. Bayangkan!" Ujarnya

Kendati tidak mengenyam pendidikan tinggi, Yu Keng termasuk pemuda yang gigih.
Sebelum
menjadi pengusaha, ia pernah menjadi kondektur dan sopir. Tapi, justru di
sinilah jalannya ia
menjadi konglomerat sukses. Waktu itu, ia menjadi sopir Bea Cukai dan ditawari
menangani
ekspedisi muatan kapal laut di Pertamina. Dari situlah, ia melejit sukses sampai
akhirnya
dijatuhkan orang.

Begitulah perjalanan hidup Yu Keng. Namun sayang, tidak banyak diperoleh
keterangan
bagaimana kehidupan keluarganya. Alasannya, demi ketenangan keluarga. "Yang
jelas, saya,
istri, dan anak saya sudah masuk Islam semua dan sudah menunaikan ibadah haji
pada 1985,"
ujarnya singkat. ***

Amir Mahnud Alie

Mick

unread,
Jan 1, 2000, 3:00:00 AM1/1/00
to
Cuma karena bantuan dalam kasus bisnis?

Fisjono

unread,
Jan 1, 2000, 3:00:00 AM1/1/00
to
Menurut si Entong, si Yu Keng adalah pamannya si Ong Peng Kang, kenalannya si
Frangkie....

>Subject: Re: [MENGAPA AKU MEMILIH ISLAM]-003 : YU KENG ( H.MOH SUSILAWAN)
>From: Mick mkor...@dnet.net.id
>Date: Sat, 01 January 2000 09:15 AM EST
>Message-id: <386E0BFC...@dnet.net.id>

Chaumont Devin

unread,
Jan 1, 2000, 3:00:00 AM1/1/00
to
Karena engkau SUNGGUH tolol. Bukan tolol saja, tapi SUNGGUH tolol.

Islam adalah agama anjin, yang suruh orang berjihad dan membunuh sesama.
Agama seperti Islam hanya memperhambat kemajuan jutaan manusia. Lihatlah
sendiri negara2 Islam di dalam dunia ini. Mana ada satu yang mencapai
apa2 kecuali kebencian dan kekerasan? Islam selamanya angkat diri sebagai
hamba Allah, padahal semua perbuatannya perusak belaka, yang bukan
menceriterakan Sang Pencipta, melainkan jelas menceriterakan Setan. Islam
adalah agama pembunuh, dan agama penipu, dan agama Setan. Islam tidak ada
kebenaran sendiri, jadi curi Taurat, Nabi2, dan kitab puisi dari Yahudi,
dan curi Injil dari Kristen. Periksalah saja kitab2 yang tertuah, dan
periksalah saja sejarah.

Orang Islam adalah orang yang menyombongkan diri, padahal buta ilmu dan
buta rohani.

Coba tutup mulut sebentar lalu pikir sendiri.

Tapi mulut orang Islam lebih sukar ditutup daripada kran2 air di bendungan
Aswan.

Orang lain mencret dari pantat: orang Islam mencret dari mulut
siang-malam. Itulah justeru penyakit orang Islam--mencret dari mulut
siang-malam.


Sam Ananda

unread,
Jan 2, 2000, 3:00:00 AM1/2/00
to
apakah anda bicara truth and nothing but the truth 'Jo?

"Fisjono" <fis...@aol.com> wrote in message
news:20000101102001...@ng-fi1.aol.com...


> Menurut si Entong, si Yu Keng adalah pamannya si Ong Peng Kang, kenalannya
si
> Frangkie....

-dibusek-

Fisjono

unread,
Jan 2, 2000, 3:00:00 AM1/2/00
to
>Subject: Re: [MENGAPA AKU MEMILIH ISLAM]-003 : YU KENG ( H.MOH SUSILAWAN)
>From: "Sam Ananda" sama...@hotmail.com
>Date: Sat, 01 January 2000 07:17 PM EST
>Message-id: <T8Jb4.299$15.1743@news>

>
>apakah anda bicara truth and nothing but the truth 'Jo?
>
Mungkin Si Entong hanya ngebanyol saja? Tapi saya TAHU for SURE bahwa HAJI
ISLAM Rifai Burhanuddin pindah agama menjadi PENDETA Rifai Burhanuddin. Pada
waktu bukunya yang berjujul Isa Dalam Al'quran diterbitkan, ahli2x Torah dari
Departemen Agama mau cekek lehernya. Sampai2x orang2x Kramtung juga mau cekek
lehernya...I dunno why?

zUlFaN K

unread,
Jan 2, 2000, 3:00:00 AM1/2/00
to
Fisjono wrote:

> >Subject: Re: [MENGAPA AKU MEMILIH ISLAM]-003 : YU KENG ( H.MOH SUSILAWAN)
> >From: "Sam Ananda" sama...@hotmail.com
> >Date: Sat, 01 January 2000 07:17 PM EST
> >Message-id: <T8Jb4.299$15.1743@news>
> >
> >apakah anda bicara truth and nothing but the truth 'Jo?
> >
> Mungkin Si Entong hanya ngebanyol saja? Tapi saya TAHU for SURE bahwa HAJI
> ISLAM Rifai Burhanuddin pindah agama menjadi PENDETA Rifai Burhanuddin. Pada
> waktu bukunya yang berjujul Isa Dalam Al'quran diterbitkan, ahli2x Torah dari
> Departemen Agama mau cekek lehernya. Sampai2x orang2x Kramtung juga mau cekek
> lehernya...I dunno why?

Coz, Dia itu mengobok obok Islam dengan Jalan mengobok obok Al Quran dengan modus
Melakukan Pemurtadan dengan berkedok Islam.

Dia boleh saja mengobok obok bininya, tapi Say No to Islam, got it ??

Intel Inside

unread,
Jan 5, 2000, 3:00:00 AM1/5/00
to
Coz, Dia itu mengobok obok Indonesia dengan jalan mengobok obok partai
politik dengan modus melakukan pemurtadan dengan berkedok Islam.

zUlFaN K <zul...@iname.com> escreveu na mensagem
news:386F61F5...@iname.com...

0 new messages