Dari dulu saya selalu merasa risih dengan orang yang mengangkat
dirinya sebagai pembawa pencerahan, pembawa kebenaran, dan yang
sejenisnya.
Mengapa risih?
Sebab apakah anda sungguh membawa pencerahan atau tidak, itu
seharusnya orang lain-lah yang menilai. Bukan diri anda sendiri.
Sudah berulang kali orang mengkritik Darion (ketika itu) sebab beliau
menjadi pemain yang merangkap dewan juri dan lalu memutuskan dirinya
sendiri sebagai pemenang.
Semua orang bisa ngomong apa saja, lalu mengumumkan bahwa yang
dikatakannya itu adalah "pencerahan 5 juta watt".
Untuk menjadi guru yang sejati, orang perlu kerendahan hati dan
kebijaksanaan, dan membiarkan kebenaran menyatakan dirinya sendiri,
alih-alih MENGKLAIM sebagai pembawa pencerahan, kebenaran, apalagi
mengangkat diri sendiri sebagai guru.
Kedua,
Di dunia hukum orang sudah mengetahui bahwa kewajiban untuk
membuktikan tuduhan pertama-tama berada di tangan si penuduh. Jika
tidak, tentu orang dengan gampangnya menuduh kiri kanan, lalu duduk
manis ongkang-ongkang kaki, sementara si tertuduh jungkir balik
membuktikan ketidak bersalahannya. Di dalam pengadilan, si tertuduh
memang harus kerja keras juga menyiapkan pembelaan. Tetapi, jaksa
penuntut wajib bekerja lebih keras lagi mengumpulkan bukti dan
menunjukkan bahwa tuduhannya mempunyai dasar yang kuat. Dan kerja
keras itu seharusnya dilakukan SEBELUM melontarkan tuduhan.
Ketiga,
Orang yang jujur akan merasa risih akan setidak-tidaknya dua hal: (1)
Jika ia dituduh tidak jujur, (2) Jika ia melihat orang jujur lain yang
dituduh tidak jujur.
Membaca tulisan-tulisan David G., seorang lulusan ilmu matematika dan
fisika, membuat saya heran sekali
karena jawaban2x dan tulisan2x David tidak ada logiknya sama sekali.
Apakah David lulusan dari sekolah madrasah?
Mayor Hasan adalah PEMBAWA berita, begitu pula saya dan Fisjono.
Semuanya PEMBAWA BERITA, benar atau tidak? Mengapa yg dipermasalahkan
pembawa berita? Mengapa yg diperdebatkan pembawa berita, dan bukannya
berita yg dipersembahkan? Mengapa yg diragukan dan diperdebatkan
pembawa berita, Mayor Hasan?
Seandainya Mayor Hasan TIDAK menulis apa-apa, apakah David tetap
merasa risih terhadap Mayor Hasan? Tidak bukan? Seandainya Fisjono
atau saya tidak menulis apa-apa, apakah David merasa risih terhadap
kami berdua? Apakah mBill atau MekoQ akan merasa risih terhadap Mayor
Hasan, Fisjono dan saya jika KAMI tidak tulis apa-apa, tidak kan?
Jadi sebenarnya kalian merasa risih terhadap BERITA yg di bawakan oleh
Fisjono, Mayor Hasan dan Bang Adil, correct? Bukankah begitu logiknya?
Kalau bersih mengapa risih?
Bang Adil, psikater SCI
http://www.kpk.go.id/modules/news/
http://www.kabarinews.com/article.cfm?articleID=33812
Jika bersih, mengapa risih?