1.Islam menghalalkan untuk mencaci-maki orang tidak seagama.
2.Islam menghalalkan untuk mengancam membunuh bahkan membunuh orang
tidak seagama.
3.Islam menghalalkan perpecahan bangsa Indonesia demi kepentingan
agama Islam sendiri.
Bukti-bukti bisa dicari dengan mudah di S.C.I.
"Kita bisa melihat kwalitas sebuah pohon dari buahnya".
> Hasil dari perdebatan agama di S.C.I. adalah berikut ini.
>
> 1.Islam menghalalkan untuk mencaci-maki orang tidak seagama.
Sebelum menulis sesuatu, yaa bercermin sesaat deh. Anonymous ini si A.H.A
'kan ? Apa yang suka dilakukan si A.H.A. selama ini nggak lebih daripada
caci maki belaka.
> 2.Islam menghalalkan untuk mengancam membunuh bahkan membunuh orang
> tidak seagama.
Tentu saja ada orang-orang yang halal untuk dibunuh. Apa salahnya membunuh
orang yang memang pantas untuk dibunuh ? Membunuh sembarang orang atau
membunuh orang tanpa alasan yang sah memang salah. Namun membunuh orang
tidak selalu salah. Hukuman mati, yang masih berlaku di Indonesia, adalah
contoh pembunuhan manusia yang sah. Membunuh tentara musuh yang menyerang
kedaulatan negara adalah contoh lain.
> 3.Islam menghalalkan perpecahan bangsa Indonesia demi kepentingan
> agama Islam sendiri.
Saya tidak tahu, bagaimana kesimpulan ini diturunkan. Rasa-rasanya sih, as
always, memakai cara-cara jumping reasoning yang mengabaikan kaidah-kaidah
bernalar yang sehat dan memakai premis-premis yang asal-asalan.
Membuat posting yang asal-asalan dan main tuduh seperti yang dilakukan
anonymous ini justru yang layak dikategorikan sebagai usaha untuk
menumbuhkan perpecahan bangsa. Sudah asal tuduh, yang dituduhpun tidak
tahu siapa penuduhnya ini. This coward anonymous guy plays a dangerous
game. (Otherwise, this coward anonymous guy has an extremely poor
capability of reasoning).
Islam adalah agama dari 87% penduduk Indonesia. Namun saya yakin, walaupun
Muslim Indonesia adalah mayoritas, Muslim Indonesia tidak akan pernah
melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Kristen Serbia (yang secara tak
langsung dibantu oleh negara-negara Barat) yaitu main ethnic cleansing
(terhadap Muslim Bosnia).
On 28 May 1996, Anonymous wrote:
> Hasil dari perdebatan agama di S.C.I. adalah berikut ini.
>
> 1.Islam menghalalkan untuk mencaci-maki orang tidak seagama.
> 2.Islam menghalalkan untuk mengancam membunuh bahkan membunuh orang
> tidak seagama.
> 3.Islam menghalalkan perpecahan bangsa Indonesia demi kepentingan
> agama Islam sendiri.
>
> Bukti-bukti bisa dicari dengan mudah di S.C.I.
>
> "Kita bisa melihat kwalitas sebuah pohon dari buahnya".
>
>
>
>
>
>
>
>
Buktinya mana?
Inilah contoh orang Keristen Fundamentalis Fanatik Sesat.
Kasian-kasian, inilah contoh orang Kristen yang sudah frustasi, dan nggak
mampu lagi berargumen sehat untuk membela agamanya sendiri. Tapi bisa
dimengerti, mempertahankan agamanya di depan orang Islam, sama susahnya
seperti "menegakkan benang basah".
>"Kita bisa melihat kwalitas sebuah pohon dari buahnya".
Yup,.....saya setuju dengan ungkapan ini. Mari kita melihat "buah-buah"
Kristen ortodhok di Bosnia, di Rusia dan "buah-buah" Katolik di Irlandia.
Dan pohonnya adalah .............................. he..he..he
Eeeit......kelupaan, ada satu "buah" lagi di Timor-timur, ha..ha..ha..
It goes both ways my friend. This is stupid...
My name is Hendi and what is yours?
:Hasil dari perdebatan agama di S.C.I. adalah berikut ini.
:
wah... bung anon... anda menarik kesimpulan yang salah.
sample anda kan dibawah 30 orang. Berdasarkan ilmu
statistics sample anda tidak akan menghasilkan
normal distribution. Therefore, penghitungan anda
semestinya tidak dipakai sebagai indikasi general.
Sangat tidak beruntung aja penyanyi tenor kita hit
the high notes without thoughts... sehingga telinga
anda terganggu.
:
:"Kita bisa melihat kwalitas sebuah pohon dari buahnya".
Berdasarkan ilmu woodyistic saya kaga setuju koq.
kita bisa melihat kwalitas sebuah pohon dari kayunya. ^_^
Ismeth Firdaus <fir...@osuunx.ucc.okstate.edu> wrote:
>
>
>On 28 May 1996, Anonymous wrote:
>
>> Hasil dari perdebatan agama di S.C.I. adalah berikut ini.
>>
>> 1.Islam menghalalkan untuk mencaci-maki orang tidak seagama.
>> 2.Islam menghalalkan untuk mengancam membunuh bahkan membunuh orang
>> tidak seagama.
>> 3.Islam menghalalkan perpecahan bangsa Indonesia demi kepentingan
>> agama Islam sendiri.
>>
>> Bukti-bukti bisa dicari dengan mudah di S.C.I.
>>
>> "Kita bisa melihat kwalitas sebuah pohon dari buahnya".
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
> Matamu tentunya sudah buta tidak bisa melihat bukti-bukti yang
> berserakkan di S.C.I. ini. Bacalah tulisan Arif M dkk.nya.
> Bacalah ancaman pembunuhan dari A.H. Ramli, K.U. Rahardjo, Kentut
> Wikantiyos dan Denny terhadap Johny Tan. Bacalah ajakkan Mohdsha kepada
> C.N. Suraja untuk mementingkan Islam dan bukan mementingkan bangsa
> Indonesia. Bukti-bukti ini sudah dikirimkan ke BAKIN.
> Kalau kau memang tidak tahu, maka perlu kau periksakan matamu itu....
> segera sebelum dimasukkan ke penjara seperti mulah buta di N.Y. itu.
>
Lae kau bicara cara apa??, apakah agama kau mengajarkan cara yang pengencut
dengan anonymous seperti ini untuk me-maki2 agama lain.
Bonar2 somperet kau, habis dari lapo tuak mengi'gau lagi.
Makanya cepat kawin biar tidak sering kumat, dasar buzang lapuk.
Mas anonim, mereka mengancam membunuh kan ada sebabnya, tidak asal-
asalan seperti posting anda. Kalau mau tahu, J. Tan menulis posting
yang menghina dan melecehkan Nabi Muhammad SAW dan ini sangat
sensitif bagi umat Islam.
>C.N. Suraja untuk mementingkan Islam dan bukan mementingkan bangsa
>Indonesia. Bukti-bukti ini sudah dikirimkan ke BAKIN.
>Kalau kau memang tidak tahu, maka perlu kau periksakan matamu itu....
>segera sebelum dimasukkan ke penjara seperti mulah buta di N.Y. itu.
Mas, mas... mementingkan agamanya masing-masing kan wajar saja.
Kalau mengambil kesimpulan atau merujuk posting orang lain kan
harus dilihat konteksnya, jangan asal ngomong ah mas...
Ini lagi, ngancam melaporkan ke BAKIN segala... Anda ini masih
kecil ya?
Apakah anda membaca pula tulisan Johny Tan? Bagaimana pendapat anda?
Asal anda tahu, penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad saw. adalah
sesuatu yang fatal bagi umat Islam. Kami adalah orang-orang yang memulyakan
para Rasul dan Nabi termasuk Yesus as.
Saya tidak heran jika Johny Tan begitu kurang ajar terhadap Muhammad saw.,
karena jika kita baca Bibel maka kita akan merasa bahwa penghormatan
terhadap Nabi dan Rasul sangat kurang. Banyak ayat-ayat yang menghujat
para Rasul seperti Yakob as.,Solomon as. dll. (mau bukti ?????????).
Kami akan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang non Islam yang
tahu aturan, tapi kami tak akan segan untuk berbuat keras terhadap
siapapun yang menghujat para Rasul dan nabi, tidak hanya Muhammad saw.
Lihatlah, bumi Indonesia bisa damai walaupun penghuninya menganut berbagai
macam agama. Karena apa? Karena mayoritas muslim !!!!
Orang Islam diwajibkan membiarkan hidup orang lain tenang selama orang
tsb. tidak mengganggu orang lain.
Bagaimana kira-kira jika umat Kristen yang mayoritas misalnya??
Kita lihat Timor-Timur!!!!
Kita lihat kebrutalan Serbia yang didukung penuh Gereja Ortodox Serbia.
Kita lihat kebengisan pemerintah Philipina terhadap orang-orang Islam Moro.
Kita lihat Irlandia !!!!!!
Dll.
Jangan dikira hal tersebut di atas adalah suatu kebetulan. Hal demikian
telah menjadi sejarah.
Ketika Islam memegang kekuasaan di Spanyol dahulu kala, maka Spanyol
mencapai masa kejayaannya. Seluaruh masyarakat waktu itu hak-haknya
terjamin, baik orang Islam ataupun orang non Islam.
Apa yang terjadi ketika orang-orang Nasrani mengambil alih kekuasaan????
Dimana-mana didirikan tempat penyiksaan orang-orang non Kristen
yang ketahuan beribadah menurut agamanya.
Maka bangsa Indonesia patut berterima kasih terhadap orang Islam yang
mayoritas, yang tidak mengganyang umat agama lain. Tapi jangan coba-coba
cari perkara............
Saya pribadi siap hidup berdampingan dengan siapapun, latar belakang
apapun, asalkan jelas aturannya. Termasuk dalam berdiskusi, haruslah
jelas aturannya. Jangan seenak perut menghina para Rasul dan Nabi.
Darah dan nyawaku taruhannya.
Jangan dikira pula BAKIN itu sepicik pikiran anda.
BAKIN tahu betul, kenapa dalam keragaman agama di Indonesia masih tetap
di bawah kontrol, pembangunan laju terus. Karena mayoritas orang
Indonesia Islam .....
BAKIN pun kiranya telah lebih dulu paham dari peristiwa kerusuhan
di Timor-Timor karena masalah agama. Timor-Timur yang kecil....
Jika Indonesia yang besar telah dimayoritasi oleh orang-orang seperti
mereka, maka pembangunan Indonesia kita selama ini akan berubah menjadi
tanah kerusuhan dan peperangan, tidak mustahil pembantaian seperti
di Bosnia.
Orang-orang yang berpikir tentunya mengambil pelajaran..............
Saya yang menuliskan nama terang di bawah ini berniat baik. Bagaimana
dengan anda yang main selingkuh? Jika anda tidak berlaku kelicikan, maka
anda tak usahlah takut.
Ahmad Hazairin Ramli
====================
On 29 May 1996, Anonymous wrote:
> Matamu tentunya sudah buta tidak bisa melihat bukti-bukti yang
> berserakkan di S.C.I. ini. Bacalah tulisan Arif M dkk.nya.
> Bacalah ancaman pembunuhan dari A.H. Ramli, K.U. Rahardjo, Kentut
> Wikantiyos dan Denny terhadap Johny Tan.
Ancaman pembunuhan kayak apa
Di kampung orang suka bilang
Permisi tak tembak matanya
Tapi ngak kayak ancaman pembunuhan seperti Serbia
Serbia membunuh Muslim Bosnia
Tahu ngak ada pembunuhan
Pendeta - pendeta Keristen oleh orang Keristen
Bacalah ajakkan Mohdsha kepada
> C.N. Suraja untuk mementingkan Islam dan bukan mementingkan bangsa
> Indonesia. Bukti-bukti ini sudah dikirimkan ke BAKIN.
Kamu bisa baca tanpa ngak bisa ngerti
> Kalau kau memang tidak tahu, maka perlu kau periksakan matamu itu....
> segera sebelum dimasukkan ke penjara seperti mulah buta di N.Y. itu.
>
> Ismeth Firdaus <fir...@osuunx.ucc.okstate.edu> wrote:
> >
> >
> >On 28 May 1996, Anonymous wrote:
> >
> >> Hasil dari perdebatan agama di S.C.I. adalah berikut ini.
> >>
> >> 1.Islam menghalalkan untuk mencaci-maki orang tidak seagama.
> >> 2.Islam menghalalkan untuk mengancam membunuh bahkan membunuh orang
> >> tidak seagama.
> >> 3.Islam menghalalkan perpecahan bangsa Indonesia demi kepentingan
> >> agama Islam sendiri.
> >>
> >> Bukti-bukti bisa dicari dengan mudah di S.C.I.
> >>
> >> "Kita bisa melihat kwalitas sebuah pohon dari buahnya".
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >>
> >Buktinya mana?
> >Inilah contoh orang Keristen Fundamentalis Fanatik Sesat.
> >
>
>
>
>
>
Kasihan. Orang Tua ngasih nama tapi malu makenya.
Saya yakin anda ini sarjana hukum
Boleh kasih tahu kita dibayar berapa untuk membela
Orang SE TAN bernama Johny (Rahasia?. Okelah.)
Lalu Orang SE TAN itu punya uang banyak dari mana untuk
Membayar orang seperti anda
Mungkinkah Johny dapet uang dari Orang SE TAN yang lain
Seperti Eddy TANzil
Hanya dugaan. Please don't take me to the court or special agent
keep it off the record
Anda ini pasti orang penting kan
Ngak semua orang bisa tahu namamu yang dikasih orang tuamu itu
>:Hasil dari perdebatan agama di S.C.I. adalah berikut ini.
Betul juga Woody ini( Aduh kita kan lagi Puasa!)
>:
>:"Kita bisa melihat kwalitas sebuah pohon dari buahnya".
>
>Berdasarkan ilmu woodyistic saya kaga setuju koq.
>kita bisa melihat kwalitas sebuah pohon dari kayunya. ^_^
Si Buta sudah keluar dari Goa Hantu: hhiiiiiiii!
Woody! Terpaksa buka puasa kata-kata!
Susah jadi Gunawan Muhamad penulis Caping Tempo Interaktif ketuai KIPP yang
pernah melakukan "kemerdekaan dalam diam". Apalagi menulis puisi NYEPI model
I Made Sudana (benar-benar halaman kosong tanpa huruf).
Anymos anominus kamu minus apa sih! Sampe-sampe anonim! Bagaimana kau lahir
dulu? Kasihan orang tua kasih nama kau hapus jadi anonim (atau sebuah nama
rame-rame?) Orangtua susah-susah kasih nama pakai kenduri dan doa-doa cuma
dilenyapkan begitu saja.
Woody!
Kalau baca posting SCI boleh sambil mengantuk tidak?
Kalau tidak boleh saya cuci kaki dan bobo dulu ya! Mau Bobo dengan Gadis!
(ada nggak di Waikato!)
>Matamu tentunya sudah buta tidak bisa melihat bukti-bukti yang
>berserakkan di S.C.I. ini. Bacalah tulisan Arif M dkk.nya.
>Bacalah ancaman pembunuhan dari A.H. Ramli, K.U. Rahardjo, Kentut
>Wikantiyos dan Denny terhadap Johny Tan. Bacalah ajakkan Mohdsha kepada
>C.N. Suraja untuk mementingkan Islam dan bukan mementingkan bangsa
>Indonesia. Bukti-bukti ini sudah dikirimkan ke BAKIN.
On 29 May 1996, Ahmad-Hazairin Ramli wrote:
Bung Ahmad, saya rasa anda juga terbakar emosi, yang sebenarnya tidak
perlu. Dari jawaban anda kelihatnannya anda cukup rasional, tapi mohon
janganlah intelektual anda terkubur oleh emosi yang dibangkitkan oleh
orang-orang yang sebenarnya ngga' perlu dilayani.
Membuat perbandingan-perbandingan seperti di bawah ini, ngga' ada bedanya
dengan fanatisme buta yang telah ditunjukkan oleh penulis-penulis
terdahulu (johnny tan, anonymous, dsb). Jika menilik sejarah, Islam juga
tidak lepas dari noda dan bercak darah kekerasan.
> Lihatlah, bumi Indonesia bisa damai walaupun penghuninya menganut berbagai
> macam agama. Karena apa? Karena mayoritas muslim !!!!
> Orang Islam diwajibkan membiarkan hidup orang lain tenang selama orang
> tsb. tidak mengganggu orang lain.
>
> Bagaimana kira-kira jika umat Kristen yang mayoritas misalnya??
> Kita lihat Timor-Timur!!!!
> Kita lihat kebrutalan Serbia yang didukung penuh Gereja Ortodox Serbia.
> Kita lihat kebengisan pemerintah Philipina terhadap orang-orang Islam Moro.
> Kita lihat Irlandia !!!!!!
> Dll.
Bagaimana dengan invasi Irak ke Yordania ?
Bagaimana dengan peristiwa ganyang cina di Malaysia, 1966 ?
Bagaimana dengan ganyang cina di Indonesia, 1963 ?
Bagaimana dengan pembunuhan Yitzhak Rabin (yang sedang mengusahakan
perdamaian) ?
dll, masih banyak peristiwa seperti ini yang saat ini lagi ngga' di benak
saya...!
>
> Jangan dikira hal tersebut di atas adalah suatu kebetulan. Hal demikian
> telah menjadi sejarah.
Saya setuju dengan anda, masing-masing pihak pasti punya lembar sejarah
hitam, makanya hal-hal tersebut tidak pantas untuk
diperbanding-bandingkan, yang penting bagaimana usaha untuk menata masa
depan kita bersama.
> Ketika Islam memegang kekuasaan di Spanyol dahulu kala, maka Spanyol
> mencapai masa kejayaannya. Seluaruh masyarakat waktu itu hak-haknya
> terjamin, baik orang Islam ataupun orang non Islam.
Ketika tanah Jawa belum didatangi Islam, Kerajaan Majapahit mencapai
kejayaannya -yang bahkan lebih megah dan agung dibanding Republik
Indonesia sekarang ini- di bawah para pemimpin yang mayoritas Buddha.
Mereka juga menjamin kebebasan beragama bagi pemeluk agama non-Buddhis
(termasuk Hindu sebagai salah satu agama mayoritas waktu itu).
Sekali lagi, memmbandingkan hal-hal seperti ini bukanlah hal yang cerdik.
> Maka bangsa Indonesia patut berterima kasih terhadap orang Islam yang
> mayoritas, yang tidak mengganyang umat agama lain. Tapi jangan coba-coba
> cari perkara............
Hiiii, sungguh mengerikan ancaman anda......:( Dan sungguh menggelikan
seruan anda bagi bangsa Indonesia untuk berterima kasih terhadap orang
Islam....:(
> Saya pribadi siap hidup berdampingan dengan siapapun, latar belakang
> apapun, asalkan jelas aturannya. Termasuk dalam berdiskusi, haruslah
> jelas aturannya. Jangan seenak perut menghina para Rasul dan Nabi.
> Darah dan nyawaku taruhannya.
Bagus, Keep that attitude...!!
> BAKIN pun kiranya telah lebih dulu paham dari peristiwa kerusuhan
> di Timor-Timor karena masalah agama. Timor-Timur yang kecil....
> Jika Indonesia yang besar telah dimayoritasi oleh orang-orang seperti
> mereka, maka pembangunan Indonesia kita selama ini akan berubah menjadi
> tanah kerusuhan dan peperangan, tidak mustahil pembantaian seperti
> di Bosnia.
Anda kelihatannya sungguh-sunnguh hobby membanding-bandingkan 'sejarah
berdarah' dan berspekulasi tentang masalah ini. Jika sejarah Islam (dan
juga Kristen) masing-masing dipaparkan secara detil, saya pikir ngga' ada
bedanya, anda akan menemukan banyak sekali KEKERASAN demi KEMULIAAN figur
yang dipuja oleh masing-masing pihak. Sudahlah perbandingan seperti ini
bukan penyelesaian terhadap masalah di SCI ini.
The old and humble,
semar
: On 29 May 1996, Ahmad-Hazairin Ramli wrote:
: Bung Ahmad, saya rasa anda juga terbakar emosi, yang sebenarnya tidak
: perlu. Dari jawaban anda kelihatnannya anda cukup rasional, tapi mohon
: janganlah intelektual anda terkubur oleh emosi yang dibangkitkan oleh
: orang-orang yang sebenarnya ngga' perlu dilayani.
: Membuat perbandingan-perbandingan seperti di bawah ini, ngga' ada bedanya
: dengan fanatisme buta yang telah ditunjukkan oleh penulis-penulis
: terdahulu (johnny tan, anonymous, dsb).
Saya memang memiliki emosi. Saya kira emosi saya perlu saya keluarkan jika
memang perlu. Saya memang marah dengan kekurangajaran Johny Tan.
Tapi maukah anda lebih jelas lagi mererangkan akan kriteria fanatisme buta
menurut pandangan anda??
:Jika menilik sejarah, Islam juga
: tidak lepas dari noda dan bercak darah kekerasan.
Mari kita sedikit ulas tentang hal yang anda sebut noda dan bercak darah
dalam sejarah Islam.........
: > Lihatlah, bumi Indonesia bisa damai walaupun penghuninya menganut berbagai
: > macam agama. Karena apa? Karena mayoritas muslim !!!!
: > Orang Islam diwajibkan membiarkan hidup orang lain tenang selama orang
: > tsb. tidak mengganggu orang lain.
: >
: > Bagaimana kira-kira jika umat Kristen yang mayoritas misalnya??
: > Kita lihat Timor-Timur!!!!
: > Kita lihat kebrutalan Serbia yang didukung penuh Gereja Ortodox Serbia.
: > Kita lihat kebengisan pemerintah Philipina terhadap orang-orang Islam Moro.
: > Kita lihat Irlandia !!!!!!
: > Dll.
: Bagaimana dengan invasi Irak ke Yordania ?
Apakah anda sungguh-sungguh tidak mengetahui bahwa penyerangan Irak atas
Kuwait dan Yordania sama sekali tidak berdasarkan agama.....???
(saya heran juga akan kepolosan saudara.........)
Berbeda jauh dengan contoh-contoh yang telah saya sebut. Orang-orang
kristen tsb. perang karena perbedaan agama dan kebencian hati.
: Bagaimana dengan peristiwa ganyang cina di Malaysia, 1966 ?
: Bagaimana dengan ganyang cina di Indonesia, 1963 ?
Saya kembali bertanya, apakah anda sudah mempelajari betul akan latar
belakang peristiwa tersebut? Peristiwa "ganyang Cina" dilandasi oleh
kecemburuan sosial yang tentunya dilandasi pula oleh rasa nasionalisme.
Tidak ada sama sekali unsur agama di dalamnya, apalagi Islam.
Perihal para pelakunya adalah sebagian besar orang-orang Islam (ingat,
yang mengganyang orang-orang keturunan Cina waktu itu bukan hanya orang
Islam. Contohnya pak Rubhen yang non Islampun ikut dlm. keributan tsb.)
adalah karena kebetulan penduduk Malaysia dan Indonesia banyak yang beragama
Islam. Dalam Islam tidak diajarkan untuk memusuhi ras atau nasionalitas
lain, jadi dalam Islam semua bangsa termasuk Cina menerima ucapan selamat
datang.
: Bagaimana dengan pembunuhan Yitzhak Rabin (yang sedang mengusahakan
: perdamaian) ?
Hmm........ saya semakin mengherani diri anda...!!
Siapa yang membunuh Yitzhak Rabin ??? Bung Amir !!! Dia itu Yahudi totok !
Bung Amir tidak ada sangkut pautnya dengan Islam.
: dll, masih banyak peristiwa seperti ini yang saat ini lagi ngga' di benak
: saya...!
Hayo..... peristiwa mana lagi...hayo.............
Silahkan sebut satu persatu.... Tapi jangan kacau balau seperti contoh-
contoh diatas.........
: >
: > Jangan dikira hal tersebut di atas adalah suatu kebetulan. Hal demikian
: > telah menjadi sejarah.
: Saya setuju dengan anda, masing-masing pihak pasti punya lembar sejarah
: hitam, makanya hal-hal tersebut tidak pantas untuk
: diperbanding-bandingkan, yang penting bagaimana usaha untuk menata masa
: depan kita bersama.
Tapi saya sayang sekali tidak setuju dengan anda. Lembar sejarah kelam (be-
lum hitam lho!) dalam Islam adalah manakala orang-orang Islam telah jauh
dari agamanya. Masalah pembantaian agama lain oleh Islam sayang sekali
tidak pernah terjadi. Yang pernah terjadi adalah peperangan jujur yang
tidak disertai pembantaian licik. Lagipula peperangan tersebut selalu
dimulai dengan penghianatan orang-orang non Islam terhadap perjanjian yang
telah disujui.
: > Ketika Islam memegang kekuasaan di Spanyol dahulu kala, maka Spanyol
: > mencapai masa kejayaannya. Seluaruh masyarakat waktu itu hak-haknya
: > terjamin, baik orang Islam ataupun orang non Islam.
: Ketika tanah Jawa belum didatangi Islam, Kerajaan Majapahit mencapai
: kejayaannya -yang bahkan lebih megah dan agung dibanding Republik
: Indonesia sekarang ini- di bawah para pemimpin yang mayoritas Buddha.
: Mereka juga menjamin kebebasan beragama bagi pemeluk agama non-Buddhis
: (termasuk Hindu sebagai salah satu agama mayoritas waktu itu).
: Sekali lagi, memmbandingkan hal-hal seperti ini bukanlah hal yang cerdik.
Maaf, saudara Semar. Bukanlah sekali-kali hal yang cerdik jika kita terlalu
berkhayal dan bangga akan leluhur kita tanpa kita mengetahui dengan detail.
Adalah hal yang telah teruji kebenarannya dari sudut sejarah bahwa system
dan kehidupan intelektual di Nusantara dimulai dan dipelopori oleh
kedatangan ajaran Islam di Nusantara. Islam memberikan landasan kebersamaan
hak dan kewajiban di antara manusia yang sebelumnya dikuasai kerajaan.
Islam memberikan metoda dan makna pentingnya pendidikan. Seperti di Eropa,
Islamlah pelopor intelektual di Nusantara.
Secara ekstrim, Buya Hamka pernah mengatakan bahwa kebudayaan nusantara
sebelum kedatangan Islam adalah budaya makan tikus dan katak.......
: > Maka bangsa Indonesia patut berterima kasih terhadap orang Islam yang
: > mayoritas, yang tidak mengganyang umat agama lain. Tapi jangan coba-coba
: > cari perkara............
: Hiiii, sungguh mengerikan ancaman anda......:( Dan sungguh menggelikan
: seruan anda bagi bangsa Indonesia untuk berterima kasih terhadap orang
: Islam....:(
Seruan saya bagi bangsa Indonesia untuk berterimakasih terhadap Islam sama
sekali tidak menggelikan. Adapun anda merasa geli karena pengetahuan
anda dalam menaggapi sejarah terjerembab dalam system pikir yang salah dan
ironis.
Boleh jadi ancaman saya mengerikan, karena saya tidak main-main.
: > Saya pribadi siap hidup berdampingan dengan siapapun, latar belakang
: > apapun, asalkan jelas aturannya. Termasuk dalam berdiskusi, haruslah
: > jelas aturannya. Jangan seenak perut menghina para Rasul dan Nabi.
: > Darah dan nyawaku taruhannya.
: Bagus, Keep that attitude...!!
: > BAKIN pun kiranya telah lebih dulu paham dari peristiwa kerusuhan
: > di Timor-Timor karena masalah agama. Timor-Timur yang kecil....
: > Jika Indonesia yang besar telah dimayoritasi oleh orang-orang seperti
: > mereka, maka pembangunan Indonesia kita selama ini akan berubah menjadi
: > tanah kerusuhan dan peperangan, tidak mustahil pembantaian seperti
: > di Bosnia.
: Anda kelihatannya sungguh-sunnguh hobby membanding-bandingkan 'sejarah
: berdarah' dan berspekulasi tentang masalah ini. Jika sejarah Islam (dan
: juga Kristen) masing-masing dipaparkan secara detil, saya pikir ngga' ada
: bedanya, anda akan menemukan banyak sekali KEKERASAN demi KEMULIAAN figur
: yang dipuja oleh masing-masing pihak. Sudahlah perbandingan seperti ini
: bukan penyelesaian terhadap masalah di SCI ini.
: The old and humble,
: semar
Saudara semar, saya ucapkan terima kasih atas tanggapan anda. Tapi sayang
sekali bahwa dalil-dalil yang anda ajukan tidak ada yang sah sama sekali.
Anda lebih terkesan ingin mencari-cari kesalahan Islam untuk menandingi
lembaran hitam kelam agama Kristen yang memang tidak tertandingi, baik dalam
hal kelicikan peperangan maupun dalam pemalsuan kitab suci dan pengelabuan
kehidupan beragama.
Tidakkah lebih baik jika anda mempelajari sejarah Islam dan perkembangannya,
yang saya kira cukup banyak beredar di Indonesia.
Maaf jika kalimat-kalimat saya tampak menggurui.
Ahmad Hazairin
===============
On Fri, 31 May 1996, semar wrote:
>
>
> On 29 May 1996, Ahmad-Hazairin Ramli wrote:
>
> Bung Ahmad, saya rasa anda juga terbakar emosi, yang sebenarnya tidak
> perlu. Dari jawaban anda kelihatnannya anda cukup rasional, tapi mohon
> janganlah intelektual anda terkubur oleh emosi yang dibangkitkan oleh
> orang-orang yang sebenarnya ngga' perlu dilayani.
Mbah Semar, orang Indonesia, terutama Keristen, telah termakan kampanye
barat, missionaris, pendetas, penulis orientalis - yang bertujuan
menggambarkan Islam seburuk mungkin dimata dunia. Ini perlu disadari.
Tanpa mengenyampingkan bahwa missionaris dunia international berambisi
mengKeristenkan Indonesia. Kalau image ini dibiarkan tanpa dilayani,
generasi Indonesia akan termakan kampaye itu.
> Membuat perbandingan-perbandingan seperti di bawah ini, ngga' ada bedanya
> dengan fanatisme buta yang telah ditunjukkan oleh penulis-penulis
> terdahulu (johnny tan, anonymous, dsb). Jika menilik sejarah, Islam juga
> tidak lepas dari noda dan bercak darah kekerasan.
>
Mbah Semar jangan emosi. Perbandingan sejarah tidak sama dengan fanatis
buta. Jangan disamakan dengan penulis Orang SE TAN si JOHNY dll.
> > Lihatlah, bumi Indonesia bisa damai walaupun penghuninya menganut berbagai
> > macam agama. Karena apa? Karena mayoritas muslim !!!!
> > Orang Islam diwajibkan membiarkan hidup orang lain tenang selama orang
> > tsb. tidak mengganggu orang lain.
> >
> > Bagaimana kira-kira jika umat Kristen yang mayoritas misalnya??
> > Kita lihat Timor-Timur!!!!
> > Kita lihat kebrutalan Serbia yang didukung penuh Gereja Ortodox Serbia.
> > Kita lihat kebengisan pemerintah Philipina terhadap orang-orang Islam Moro.
> > Kita lihat Irlandia !!!!!!
> > Dll.
>
> Bagaimana dengan invasi Irak ke Yordania ?
> Bagaimana dengan peristiwa ganyang cina di Malaysia, 1966 ?
> Bagaimana dengan ganyang cina di Indonesia, 1963 ?
> Bagaimana dengan pembunuhan Yitzhak Rabin (yang sedang mengusahakan
> perdamaian) ?
> dll, masih banyak peristiwa seperti ini yang saat ini lagi ngga' di benak
> saya...!
Biar objektif tanpa generalisasi, sebaiknya kita mulai diskusi setiap
point diatas satu per satu.
> >
> > Jangan dikira hal tersebut di atas adalah suatu kebetulan. Hal demikian
> > telah menjadi sejarah.
>
> Saya setuju dengan anda, masing-masing pihak pasti punya lembar sejarah
> hitam, makanya hal-hal tersebut tidak pantas untuk
> diperbanding-bandingkan,
Mari kita kaji lembaran hitam itu, agar kita banyak belajar!
Kenapa tidak pantas membandingkan fakta sejarah!
yang penting bagaimana usaha untuk menata masa
> depan kita bersama.
>
Saya setuju dengan Mbah. Toleransi ditegakkan dan Keristenisasi dihentikan.
> > Ketika Islam memegang kekuasaan di Spanyol dahulu kala, maka Spanyol
> > mencapai masa kejayaannya. Seluaruh masyarakat waktu itu hak-haknya
> > terjamin, baik orang Islam ataupun orang non Islam.
>
> Ketika tanah Jawa belum didatangi Islam, Kerajaan Majapahit mencapai
> kejayaannya -yang bahkan lebih megah dan agung dibanding Republik
> Indonesia sekarang ini- di bawah para pemimpin yang mayoritas Buddha.
> Mereka juga menjamin kebebasan beragama bagi pemeluk agama non-Buddhis
> (termasuk Hindu sebagai salah satu agama mayoritas waktu itu).
> Sekali lagi, memmbandingkan hal-hal seperti ini bukanlah hal yang cerdik.
>
Hindu di India membunuh Muslim dan merusak Masjid.
Islam masuk ke Indonesia melalui perdangangan.
Keristen masuk lewat Penjajahan Belanda (350 tahun).
Perang Paderi dimulai oleh Pangeran Diponegoro dan Imam Bonjol, dst
Mbah Semar, kedua contoh diatas berbeda.
> > Maka bangsa Indonesia patut berterima kasih terhadap orang Islam yang
> > mayoritas, yang tidak mengganyang umat agama lain. Tapi jangan coba-coba
> > cari perkara............
>
Saya setuju dengan pendapat Ahmad-Hazairin Ramli.
> Hiiii, sungguh mengerikan ancaman anda......:( Dan sungguh menggelikan
> seruan anda bagi bangsa Indonesia untuk berterima kasih terhadap orang
> Islam....:(
>
Karena Muslim Indonesia tidak melalukan seperti apa yang di lakukan
Keristen Serbia.
> > Saya pribadi siap hidup berdampingan dengan siapapun, latar belakang
> > apapun, asalkan jelas aturannya. Termasuk dalam berdiskusi, haruslah
> > jelas aturannya. Jangan seenak perut menghina para Rasul dan Nabi.
> > Darah dan nyawaku taruhannya.
>
> Bagus, Keep that attitude...!!
>
> > BAKIN pun kiranya telah lebih dulu paham dari peristiwa kerusuhan
> > di Timor-Timor karena masalah agama. Timor-Timur yang kecil....
> > Jika Indonesia yang besar telah dimayoritasi oleh orang-orang seperti
> > mereka, maka pembangunan Indonesia kita selama ini akan berubah menjadi
> > tanah kerusuhan dan peperangan, tidak mustahil pembantaian seperti
> > di Bosnia.
>
> Anda kelihatannya sungguh-sunnguh hobby membanding-bandingkan 'sejarah
> berdarah' dan berspekulasi tentang masalah ini. Jika sejarah Islam (dan
> juga Kristen) masing-masing dipaparkan secara detil, saya pikir ngga' ada
> bedanya, anda akan menemukan banyak sekali KEKERASAN demi KEMULIAAN figur
Mulai saja Mbah Semar, agar tidak ada spekulasi dan generalisasi.
> yang dipuja oleh masing-masing pihak. Sudahlah perbandingan seperti ini
> bukan penyelesaian terhadap masalah di SCI ini.
>
>
Perbandingan itu perlu agar kita bisa 'melihat'.
Mbah Semar tolong didefinisikan masalah di SCi agar jelas cara
penyelesaiannya.
> The old and humble,
> semar
>
>
>
Ismeth Firdaus
Kita juga wajib bertindak keras terhadap orang Islam yang kurang ajar!
Indonesia damai BUKAN karena Islam! Malah sebaliknya, Indonesia kacau
karena soal agama! Buktinya sekali lagi ada berserakan di SCI ini.
Bukannya kita membicarakan soal yang positif yang bersifat membangun
bangsa dan negara Indonesia, malah kita membuang enerji untuk saling
mencaci maki, menyombongkan ajaran agama sendiri lebih unggul tanpa
ada bukti nyata, dan mengusik kepercayaan orang lain! Itu adalah konyol!
Klaim kamu yang menyatakan Indonesia maju karena Islam itu adalah hasil
cuci otak mulah kamu saja. Apa buktinya? Mungkin keberhasilan
mengumpulkan beras ketan itu saja yang kamu maksud dengan kemajuan
karena Islam.
haza...@cs.tu-berlin.de (Ahmad-Hazairin Ramli) wrote:
>Anonymous (nob...@REPLAY.COM) wrote:
>: Matamu tentunya sudah buta tidak bisa melihat bukti-bukti yang
>: berserakkan di S.C.I. ini. Bacalah tulisan Arif M dkk.nya.
>: Bacalah ancaman pembunuhan dari A.H. Ramli, K.U. Rahardjo, Kentut
>: Wikantiyos dan Denny terhadap Johny Tan. Bacalah ajakkan Mohdsha kepada
>: C.N. Suraja untuk mementingkan Islam dan bukan mementingkan bangsa
>: Indonesia. Bukti-bukti ini sudah dikirimkan ke BAKIN.
>: Kalau kau memang tidak tahu, maka perlu kau periksakan matamu itu....
>: segera sebelum dimasukkan ke penjara seperti mulah buta di N.Y. itu.
>
>
>Apakah anda membaca pula tulisan Johny Tan? Bagaimana pendapat anda?
>
>Asal anda tahu, penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad saw. adalah
>sesuatu yang fatal bagi umat Islam. Kami adalah orang-orang yang memulyakan
>para Rasul dan Nabi termasuk Yesus as.
>Saya tidak heran jika Johny Tan begitu kurang ajar terhadap Muhammad saw.,
>karena jika kita baca Bibel maka kita akan merasa bahwa penghormatan
>terhadap Nabi dan Rasul sangat kurang. Banyak ayat-ayat yang menghujat
>para Rasul seperti Yakob as.,Solomon as. dll. (mau bukti ?????????).
>
>Kami akan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang non Islam yang
>tahu aturan, tapi kami tak akan segan untuk berbuat keras terhadap
>siapapun yang menghujat para Rasul dan nabi, tidak hanya Muhammad saw.
>
>Lihatlah, bumi Indonesia bisa damai walaupun penghuninya menganut berbagai
>macam agama. Karena apa? Karena mayoritas muslim !!!!
>Orang Islam diwajibkan membiarkan hidup orang lain tenang selama orang
>tsb. tidak mengganggu orang lain.
>
>Bagaimana kira-kira jika umat Kristen yang mayoritas misalnya??
>Kita lihat Timor-Timur!!!!
>Kita lihat kebrutalan Serbia yang didukung penuh Gereja Ortodox Serbia.
>Kita lihat kebengisan pemerintah Philipina terhadap orang-orang Islam Moro.
>Kita lihat Irlandia !!!!!!
>Dll.
>
>Jangan dikira hal tersebut di atas adalah suatu kebetulan. Hal demikian
>telah menjadi sejarah.
>Ketika Islam memegang kekuasaan di Spanyol dahulu kala, maka Spanyol
>mencapai masa kejayaannya. Seluaruh masyarakat waktu itu hak-haknya
>terjamin, baik orang Islam ataupun orang non Islam.
>Apa yang terjadi ketika orang-orang Nasrani mengambil alih kekuasaan????
>Dimana-mana didirikan tempat penyiksaan orang-orang non Kristen
>yang ketahuan beribadah menurut agamanya.
>
>Maka bangsa Indonesia patut berterima kasih terhadap orang Islam yang
>mayoritas, yang tidak mengganyang umat agama lain. Tapi jangan coba-coba
>cari perkara............
>
>Saya pribadi siap hidup berdampingan dengan siapapun, latar belakang
>apapun, asalkan jelas aturannya. Termasuk dalam berdiskusi, haruslah
>jelas aturannya. Jangan seenak perut menghina para Rasul dan Nabi.
>Darah dan nyawaku taruhannya.
>
>Jangan dikira pula BAKIN itu sepicik pikiran anda.
>BAKIN tahu betul, kenapa dalam keragaman agama di Indonesia masih tetap
>di bawah kontrol, pembangunan laju terus. Karena mayoritas orang
>Indonesia Islam .....
>BAKIN pun kiranya telah lebih dulu paham dari peristiwa kerusuhan
>di Timor-Timor karena masalah agama. Timor-Timur yang kecil....
>Jika Indonesia yang besar telah dimayoritasi oleh orang-orang seperti
>mereka, maka pembangunan Indonesia kita selama ini akan berubah menjadi
>tanah kerusuhan dan peperangan, tidak mustahil pembantaian seperti
>di Bosnia.
On 1 Jun 1996, Anonymous wrote:
> Johny Tan bereaksi atas kekurangajaran omongan Arif M yang menuduh
> ajaran Kristen diilhami oleh Syaitan. Johny Tan ingin berdiskusi
> baik-baik, namun ditanggapi oleh Arif M secara seronokan.
Saya tidak yakin Orang SE TAN itu mengerti apa yang dia forwardkan dari
Noor Ul Haaq (Assemblies of God) di SCI. BILA JOHNY, atau Johny Johny
yang lain, MASIH PUNYAI NYALI BERDISKUSI, MARI KITA MULAI LAGI. Saya
ingat dia memforwardkan tentang Jesus disalib di justified di Islam, dan
lainya.
>
> Kita juga wajib bertindak keras terhadap orang Islam yang kurang ajar!
>
Andaikata itu betul, bagaimana dengan Misionaris Keristen yang menipu
umat Islam mentah - mentah ; exploitasi kebodohan dan kemiskinan. Hanya
dengan seorang Arief M. kalian sudah teriak-teriak. Sedangkan Missionaris
keroyokan sedunia untuk mengKeristenkan Indonesia.
> Indonesia damai BUKAN karena Islam! Malah sebaliknya, Indonesia kacau
> karena soal agama! Buktinya sekali lagi ada berserakan di SCI ini.
Dan yang bikin kacau adalah KERISTENISASI dalam segala bentuk dan
manifestasinya.
> Bukannya kita membicarakan soal yang positif yang bersifat membangun
> bangsa dan negara Indonesia, malah kita membuang enerji untuk saling
> mencaci maki, menyombongkan ajaran agama sendiri lebih unggul tanpa
> ada bukti nyata, dan mengusik kepercayaan orang lain! Itu adalah konyol!
>
Yang KOYOL ITU ORANG KERISTEN. Begitu umat Islam memegang kembali
pemerintahan yang tadinya didominasi orang Keristen, suara orang
Keristen kedengaran seperti keledai dimana-mana, di Kompas, di Tempo:
Hijau Royo-Royo, Menteri-Menteri tidak berpengalaman, mau buat Negara
Islam, ICMI dan Habibie dikecam habis-habis, diadu domba. Dr. Arief
BudimanDosen Salatiga di majalah Far East tahun 1995? mengecam bahwa Pak
Harto yang meninggalkan cina-cina, condong ke Islam dsb. ADALAH BIJAKSANA
KALAU ORANG KERISTEN INDONESIA N G A C A. BERAPA PERCENT KENAIKAN ORANG
KERISTEN selama 10 - 20 tahun? Arief M, tolong keluarin datanya!!
Membangun. Umat Islam telah mulai sejak Diponegoro dan Imam Bonjol,
sementara orang Keristen menikmati Penjajahan Belanda. Pembangunan fisik
dan mental sebagai BANGSA INDONESIA, tidak perlu keBelandaan seperti RMS
dan sebagaian orang Keristen di Indonesia. Bung, nasehatkan juga itu
Missionaris dan Pendeta-Pendeta. Hentikan Keristenisasi. Orang Barat
dan Keristennya tidak akan pernah membiarkan umat Islam dimanapun didunia
ini dapat menjadi kuat secara fisik militer dan ekonomi. It is called
"NEW WORLD ORDER" Beda banju dengan si young punya Oma dan Opa di
Belanda yang dulu datang dari Jauh. N G A C A.
Pembangunan. Pernahkah orang Keristen BERFIKIR, bila Keristenisasi Licik
ini berterusan apa akibatnya dengan persatuan dan kesatuan bangsa.
Ingat siapa yang menolak penandatanganan Konsep kerukunan hidup
beragama. Halak kita - TB Simatupang. Orang Keristen tidak boleh tidur
sebelum dunia menjadi Keristen.
( Who cares, saya mau buat Negara Indonesia Timur; Presidennya Uskup Belo,
Menhankam Simanjuntak).
> Klaim kamu yang menyatakan Indonesia maju karena Islam itu adalah hasil
> cuci otak mulah kamu saja. Apa buktinya? Mungkin keberhasilan
> mengumpulkan beras ketan itu saja yang kamu maksud dengan kemajuan
> karena Islam.
>
>
Doeloe mungkin bonar. Kenapa. Belanda tidak akan pernah mau bangsa
Indonesia menjadi pintar dan maju. Dan kita masih punya Belanda-Belanda
Hitam seperti si young, makannya beras ketan tapi otak kedelai yang
ditunggai Barat.
Bukannya kebalik...trus maksud orang she Tan yang bernama Johny
mem-forward artikel dari Noor Ul Haq apa?
: Kita juga wajib bertindak keras terhadap orang Islam yang kurang ajar!
Argh....yang ini mah bullshit, kalo-pun orang kristen bertindak elo pasti
juga nggak ikut...maklum gak ada bedanya antara Sengkuni, anon ama
pengecut....samaaaaaa
: Indonesia damai BUKAN karena Islam! Malah sebaliknya, Indonesia kacau
Bla..bla...bla...(omongan orang mabuk!)
tambahin dong...Indonesia merdeka karena ISLAM!
: >Anonymous (nob...@REPLAY.COM) wrote:
: >: Matamu tentunya sudah buta tidak bisa melihat bukti-bukti yang
: >: berserakkan di S.C.I. ini. Bacalah tulisan Arif M dkk.nya.
: >: Bacalah ancaman pembunuhan dari A.H. Ramli, K.U. Rahardjo, Kentut
: >: Wikantiyos dan Denny terhadap Johny Tan. Bacalah ajakkan Mohdsha kepada
Masih bagus si JT, yang misinya njelekin umat Islam..jelas gitu...dan
bertanggung jawab...well at leat we all know his name...:)
Trus misi kamu apa?, ngancam umat Islam...ehmm..ehmmm..mimpi loe yach?
Laen kali kalo ngancem jangan peke anon dong....pake nama Jendral siapa
gitu....jadi lebih sangar gitu...ya nggak..ya nggak...(sorry Rif:>)
Kentus Wikantiyoso,
Memang sangatlah tidak benar bagi Johny Tan untuk berkata seperti itu
terhadap Nabi Besar Umat Islam ataupun Nabi Besar yang lainnya, tentu
saja ini pasti akan memicu kemarahan yang besar bagi orang-orang yang
terserang akibat dari perkataan tersebut.
Seperti misalnya kalau ada anggota dari keluarga kita yang diserang oleh
orang lain, tentu saja kita akan mencoba untuk membela keluarga kita
dengan sekuat tenaga dan hal itu merupakan tindakan yang terpuji.
Kita semua adalah warga negara Indonesia yang beragama dan berbudi
luhur, dan kita semua mengakui adanya Tuhan Yang Maha Esa yang adil dan
penyayang, jika ada orang yang berbuat dosa terhadapNya, dia akan
mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya sendiri yang akan
dijatuhkan oleh Allah sendiri terhadap orang tersebut, tetapi bukan
dengan hukuman yang dijatuhkan sewenang-wenang oleh manusia lainnya. Dan
dengan demikian berarti kita telah turut membenarkan ibadah kita
terhadap Tuhan yang Adil dan Benar. Dengan kata lain, jikalau kita
percaya bahwa Allah itu ada, maka kita akan memberikan masalah ini
kepadaNya.
Alasan saya untuk mengutarakan sedikit dari pendapat saya ini karena
saya percaya bahwa kita semua adalah manusia Indonesia yang cukup
berakal sehingga sampai bisa ikut nimbrung di Internet ini dan bisa
berdiskusi dengan akal yang sehat pula. Life is short teman-teman,
marilah kita menggunakan waktu kita untuk hal-hal yang lebih bermanfaat
demi kemajuan bangsa kita bersama dan serahkan segala permasalahan yang
tidak dapat kita selesaikan dengan kepala dingin kepada Tuhan S.W.T.
,karena hanya Dialah yang berkuasa atas seluruh mahluk di seluruh muka
bumi ini.
Kemarin malam saya melihat berita di CNN, peristiwa Timor-Timor itu
sudah kembali menghangat lagi beritanya, kita diserang dan dikecam oleh
banyak dari negara-negara lain, sudahlah saatnya kita bersatu kembali,
tinggalkan segala persoalan yang telah membebani kita. Juga kontribusi
Indonesia sebagai salah satu negara "Macan Asia", telah ikut merangsang
kita semua untuk bisa lebih maju lagi membangun bumi persada Indonesia
yang tercinta ini, jangan mau kalah dong sama negara tetangga kita
Malaysia dan yang lainnya. Setuju !?!
Sekali lagi terima kasih untuk saudara yang telah menyisihkan waktunya
untuk membaca sedikit dari pendapat saya ini dan yang saya harapkan
untuk bisa membantu walaupun hanya sedikit. Saya juga mohon maaf kalau
saja ada dari perkataan saya ini yang tidak bisa memuaskan every
individual person.
thanks,
--
______________________________________________________________
============ William Citajaya cita...@cv.hp.com
============ Workstation Test Center System Administrator
=== /_ __=== Hewlett-Packard Co.
== / //_/ == 1000 Circle Blvd., 5U R5 ,
=== / === Corvallis, OR 97330. phone:(541)715-6337
============ http://www.cs.orst.edu/~citajaya
============ http://cvuiwww.cv.hp.com:80/Projects/test_team/
______________________________________________________________
Pak Semar,
Kalau memang apa yang anda katakan memang berdasarkan fakta,
kenapa tidak anda paparkan saja ?
Saya tunggu detailnya :-)
Budiarto