Salah satu tiang utama ajaran Sang Buddha adalah 'Lenyapnya Dukkha'=
(Kebenaran Suci Ketiga). Tetapi banyak umat Buddha melihat 'Lenyapnya=
Dukkha' sebagai LAWAN dari 'Dukkha' (Kebenaran Suci Pertama). 'Dukkha'=
ingin dilenyapkan tanpa dipahami benar-benar hakikatnya. Maka 'Jalan Menuju=
Lenyapnya Dukkha' dilihat sebagai upaya terus-menerus untuk melawan hakikat=
'Dukkha'. Padahal 'Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha' sesungguhnya adalah=
penerimaan 'Dukkha' itu seperti apa adanya--bukan perlawanan--pada saat=
kini, bukan bercita-cita ke masa depan. Justru di dalam PENERIMAAN 'Dukkha'=
pada saat kini terdapat PENGAKHIRAN 'Dukkha'. Perlawanan terhadap 'Dukkha'=
tidak akan mengakhiri 'Dukkha'.=20
Oleh karena itu, ada pemahaman bahwa Empat Kebenaran Suci dari Sang Buddha=
pada hakikatnya adalah satu, tunggal, bukan empat hal yang terpisah. Barang=
siapa melihat kebenaran 'Dukkha'--secara otentik & tuntas--pada saat itu=
juga ia melihat ketiga kebenaran suci yang lain ('Sebab-Musabab Dukkha',=
'Lenyapnya 'Dukkha', dan 'Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha'). Dan semua itu=
harus terjadi pada saat kini, bukan diletakkan di masa depan, bukan=
berorientasi ke masa depan. (Penundaan ke masa depan hanyalah kilah pikiran=
untuk mempertahankan pikiran/'aku'/atta.) -- Maka di situ terdapat=
"Sesuatu" yang tak dilahirkan, tak tercipta, tak terbentuk, tak terkondisi.=
(Udana, 8.3 -- "Atthi, bhikkhave, ajatam, akatang, abhutam, asankhatam.")
Maka, secara eksperiensial, secara aktual, di dalam meditasi vipassana/MMD=
jelaslah apa yang dikatakan dalam Visuddhi-magga:
"Mere suffering exists, no sufferer is found;
The deed is, but no doer of the deed is there;
Nibb=E1na is, but not the man that enters it;
The path is, but no traveler on it is seen." (Vis.M.XVI)
(terjemahan: Ven. Nyanatiloka Mahathera)
Visuddhi-Magga XVI:
=93Penderitaan ada, tapi tak ada si penderita;
Perbuatan ada, tapi tak ada si pembuat;
Nibbana ada, tapi tak ada orang yang memasukinya;
Jalan ada, tapi tak ada orang yang menempuhnya.=94
Dengan kata lain: "Tidak ada aku/diri, tidak ada 'jalan' (metode), tidak ada=
tujuan, tidak ada waktu (masa depan)."
'Dukkha' dan 'Lenyapnya Dukkha' dialami tanpa-waktu, pada saat kini.
Salam,
Hudoyo
SILA SMS SAYA KE 012-8961407 NAMA,ALAMAT, NO H/P ANDA.SAYA SEDIA
MEMBANTU ANDA.JANGAN RISAU....ANDA PASTI BERJAYA BERSAMA KAMI.
--------------------------------------------------------------------------------
Ready for the edge of your seat? Check out tonight's top picks on
Yahoo! TV.