Google Groups no longer supports new Usenet posts or subscriptions. Historical content remains viewable.
Dismiss

Apakah ada yg sudah membaca BLACK SWAN dan mau berdiskusi ?

1 view
Skip to first unread message

Mendang Kamulan

unread,
Nov 19, 2009, 11:49:31 PM11/19/09
to
diantara waktu luang coba membaca BLACK SWAN ... agaknya buku ini
cukup menarik ... walaupun agak berat membacanya ... :-)

David G.

unread,
Nov 20, 2009, 12:17:41 AM11/20/09
to
On Nov 19, 11:49 pm, Mendang Kamulan <mendangkamu...@gmail.com> wrote:
> diantara waktu luang coba membaca BLACK SWAN ... agaknya buku ini
> cukup menarik ... walaupun agak berat membacanya ... :-)

Barangkali anda bisa memberi sedikit pengantar untuk memulai? ...:)

dg

BarisanSoekarno

unread,
Nov 20, 2009, 12:36:15 AM11/20/09
to

Black Swan adalah peristiwa sangat mustahil yg memiiki tiga
karakteristik utama:
-Tidak dapat diramalkan
-Memberikan dampak yg masif
-dan sesudah terjadi mendorong kita membuat penjelasan bhw kejadian
itu bukan sebuah kebetulan, dan lebih bisa diramalkan drpd
sesungguhnya.

Sukses Google yg memesona adalah sebuah BlackSwan; begitu pula
kejadian 911.

Bagi Nassim Nicholas Taleb, Black Swan mendasari hampir segala sesuatu
yg terkait dengan dunia kita, kebangkita agama2 hingga peristiwa2
dalam kehidupan pribadi kita masing2.

Mengapa kita tidak mengakui fenomena Black Swan sampai peristiwa itu
terjadi? Sebagian jawabnya menurut Taled, adalh karena manusia telah
dirancang utk mempelaari hal-hal yg spesifik KETIKA SEHARUSNYA MEREKA
LEBIH FOKUS KE HAL2 UMUM. Kita berkonsentrasi pd hal2 yg telah kita
ketahui dan berulang-ulang gagal memperhitungkan yg tidak kita
ketahui.

Oleh sebab itu kita tidak mampu dgn sungguh2 memprakirakan peluang2,
terlalu rentan terhadap godaan utk meremehkan, mengeluhkan dan
memilahmilah, serta tdk cukup terbuka utk menghargai mrk yg berhasil
membayangkan hal yg MUSTAHIL.

Selama bertahun-tahun, Taleb telah menyelidiki betapa kita telah
membodohi diri sendiri dengan mengira bahwa kita tahu lebih banyak
drpd yg sesungguhnya kita ketahui. Kita membatasi pikiran kita dgn
hal2 yg tidak relevan dan tidak memiliki konsekuensi, sementara
peristiwa2 besar terus mengejutkan kita dan membentuk dunia kita.

Sekarang dalam buku yg merupakan buah perenungan ini, Taleb
menerangkan segala sesuatu yg kita ketahui ttg banyak HAL YG TIDAK
KITA KETAHUI. Ia menawarkan trik2 yg ternyata sangat sederhana utk
berurusan dengan BlackSwan serta menarik manfaat dari kehadiran
mereka.

Kopral Johnny

unread,
Nov 20, 2009, 4:30:32 AM11/20/09
to
Mendang Kamulan <mendang...@gmail.com> wrote in news:4216df49-29b8-
4c90-a22f-6...@2g2000prl.googlegroups.com:

> diantara waktu luang coba membaca BLACK SWAN ... agaknya buku ini
> cukup menarik ... walaupun agak berat membacanya ... :-)

ane udah beli buku na, baru sempet baca sepertiga bagian

berat bener bacanya, ... ane ragu apa terusin gak bacanya
takut buang2 waktu, pan bukunya tebel, soalnya itu pan
masih "teori" belio

belom lagi gak jelas motivasi belio menulis buku tsb,
apa sekedar cari popularitas dng bikin2 teori baru (yg dia
kendiri gak perduli bener tidaknya) yg penting bikin heboh
dunia, lalu buku laris manis, tanjung simpul, duit terkumpul
dan jadi terkenal ..... walau sejauh ini keliatannya dunia
gak menanggapinya sehebat tanggapan dunia thd buku
Da Vinci Code nya Dan brown

Mendang Kamulan

unread,
Nov 20, 2009, 4:52:25 AM11/20/09
to
Sebenarnya ada banyak pandangan PRAKTIS dalam buku itu … krn memang
tujuannya untuk MENGANTISIPASI peristiwa blackswan sebelum terjadi …

Kalo BLACKSWAN nya adalah sesuatu yg negatif seperti Tsunami maka
akan diantisipasi supaya korbannya seminimal mungkin … sementara kalau
BLACKSWAN nya positif maka diantisipasi supaya kita bisa mendapatkan
manfaat sebesar-besarnya dan tidak kehilangan peluang karena jadi
penonton saja, misalnya mengantisipasi krisis global financial
SUBPRIME …

On Nov 20, 4:30 pm, Kopral Johnny <kopral_joh...@ggmail.com> wrote:
> Mendang Kamulan <mendangkamu...@gmail.com> wrote in news:4216df49-29b8-
> 4c90-a22f-64c329ad6...@2g2000prl.googlegroups.com:

Kopral Johnny

unread,
Nov 20, 2009, 5:05:44 AM11/20/09
to
Mendang Kamulan <mendang...@gmail.com> wrote in news:8ca78978-232c-
4d4e-b78a-8...@v15g2000prn.googlegroups.com:

> Kalo BLACKSWAN nya adalah sesuatu yg negatif seperti Tsunami maka

> akan diantisipasi supaya korbannya seminimal mungkin . sementara kalau


> BLACKSWAN nya positif maka diantisipasi supaya kita bisa mendapatkan
> manfaat sebesar-besarnya dan tidak kehilangan peluang karena jadi
> penonton saja, misalnya mengantisipasi krisis global financial

> SUBPRIME .

kalo yg di atas, kan ndak perlok baca Blackswan dolo
itu pan commonsense sahaja, mmg seharusnya bukannya dmkn ??

masalahnya hanya Tuhan yg tahu kejadian besar apa yg menanti
kita di depan sana, lhaaa

btw , belio pan selaen sekarang mengajar teori ketidakpastian
dan chaostic, sebelomnya mmg sudah jadi pemaen saham kan ?
gak jelas apa belio sudah retired dari kegiatan tradingnya
apa masih teros

mungkin belio sering kalah maen lantaran antara perhitungan
dan analisa di atas kertas tiba2 meleset dan pasar berbalik
arah, sehingga yg tadinya belio sudah profit2 tiba2 gubraakk
loss gedek

heheheh, makanya nulis Blackswan

Mendang Kamulan

unread,
Nov 20, 2009, 5:44:02 AM11/20/09
to

memang si Thaleb ini adalah seorang trader ... yg mengherankan dia
adalah seorang AHLI MATEMATIKA STATISTIK tetapi mencaci habis ramalan
yg didasari model matematis ...

Kopral Johnny

unread,
Nov 20, 2009, 7:22:40 AM11/20/09
to
Mendang Kamulan <mendang...@gmail.com> wrote in news:d0c87ea6-b53a-
4d8b-9876-3...@o9g2000prg.googlegroups.com:

>
> memang si Thaleb ini adalah seorang trader ... yg mengherankan dia
> adalah seorang AHLI MATEMATIKA STATISTIK tetapi mencaci habis ramalan
> yg didasari model matematis ...
>
>

lha iya itu , dulu ane pernah post
kalo belio menolak bell shape na sebaran Gauss

Mendang Kamulan

unread,
Nov 20, 2009, 8:46:23 AM11/20/09
to

Itu karena menurut Thaleb … kurva lonceng MENGABAIKAN deviasi-deviasi
besar, BUKANNYA MENANGANINYA, dengan cara spt itu SEOLAH membuat kita
percaya bahwa kita telah menjinakan ketidaksempurnaan … padahal itu
adalah Great Intelectual Fraud (GIF)

Peristiwa2 yg ada dalam deviasi besar … jika merupakan BLACKSWAN maka
harus dipelajari dengan lebih seksama … bukannya malah diabaikan …
begitulah pikirannya si Thaleb ...


On Nov 20, 7:22 pm, Kopral Johnny <kopral_joh...@ggmail.com> wrote:
> Mendang Kamulan <mendangkamu...@gmail.com> wrote in news:d0c87ea6-b53a-
> 4d8b-9876-3bc88d59b...@o9g2000prg.googlegroups.com:

David G.

unread,
Nov 20, 2009, 9:19:32 AM11/20/09
to
On Nov 20, 8:46 am, Mendang Kamulan <mendangkamu...@gmail.com> wrote:
> Itu karena menurut Thaleb … kurva lonceng MENGABAIKAN deviasi-deviasi
> besar, BUKANNYA MENANGANINYA, dengan cara spt itu SEOLAH membuat kita
> percaya bahwa kita telah menjinakan ketidaksempurnaan … padahal itu
> adalah Great Intelectual Fraud (GIF)
>


Saya belon baca buku ini, jadi nggak bisa banyak-banyak protes ...:)

Tapi saya bisa kasih sedikit pendapat yang mungkin bisa mendampingi
diskusi soal buku ini.

Pertama-tama, soal "bisa diramalkan".

Ada dua jenis kejadian di alam ini: deterministik dan probabilistik.

Komet Halley yang datang setiap 76 tahun sekali adalah contoh
peristiwa deterministik. Peluruhan radiaktif dan mutasi genetik adalah
contoh kejadian probabilistik. Di dalam kedua kasus ini, istilah "bisa
diramalkan" mempunyai makna yang berbeda.

Ambil contoh lemparan dadu. Jika anda melempar dadu satu kali,
dapatkah anda meramalkan angka yang akan keluar? Jawabnnya: tidak
bisa. Tetapi jika anda melempar dadu sebanyak 1 juta kali, maka anda
dapat meramalkan bahwa kurang lebih seperenam dari 1 juta lemparan ini
akan keluar angka "3" (umpamanya). Tetapi anda tidak tahu pada
lemparan yang mana angka 3 akan keluar!

Banyak kejadian dalam hidup manusia (ekonomi, sosial, dll) yang
bersifat probabilistik. Jika suatu kejadian mempunyai probabilitas
yang besar, maka kejadian itu akan sering terjadi. Katakanlah 20 kali
setahun, tetapi anda tidak bisa mengatakan dengan tepat pada tanggal
berapa kejadian itu terjadi. Kejadian dengan probabilitas rendah (rare
event) akan jarang terjadi. Katakanlah sekali dalam 100 tahun. Lagi-
lagi, anda tidak dapat mengatakan KAPAN persisnya kejadian itu akan
terjadi.

Adalah sifat manusia untuk lebih menaruh perhatian kepada hal-hal
dengan probabilitas besar daripada hal-hal dengan probabilitas kecil.
Celakanya, kejadian dengan probabilitas kecil bisa saja mempunyai
dampak yang sangat besar. Contohnya: Tsunami yang besar mungkin kecil
probabilitynya, tetapi begitu ia terjadi, maka seluruh kota bisa
hancur.

Jadi kejadian yang jarang (rare event) bukanlah tidak dapat
diramalkan. Ia bisa diramalkan, asalkan kita mengerti bahwa istilah
"meramalkan" di dalam kejadian-kejadian probabilistik mempunyai makna
yang berbeda dibandingkan dengan kejadian-kejadian deterministik.

Yang menjadi masalah adalah bahwa rare event (kejadian dengan
probabilitas rendah) biasanya luput dari perhatian manusia. Bahkan
ketika tanda-tanda akan terjadinya sudah mulai bermunculan (seperti
peristiwa 9/11) orang toh masih saja tidak memperhatikaj. Lagi-lagi
karena sifat manusia yang cenderung lebih menaruh perhatian pada hal-
hal dengan probabilitas yang besar.

dg

Kopral Johnny

unread,
Nov 20, 2009, 10:20:36 AM11/20/09
to
Mendang Kamulan <mendang...@gmail.com> wrote in news:78e8157a-e1e9-
467a-abc7-a...@g1g2000pra.googlegroups.com:

>
> Itu karena menurut Thaleb � kurva lonceng MENGABAIKAN deviasi-deviasi
> besar, BUKANNYA MENANGANINYA, dengan cara spt itu SEOLAH membuat kita
> percaya bahwa kita telah menjinakan ketidaksempurnaan � padahal itu
> adalah Great Intelectual Fraud (GIF)
>
> Peristiwa2 yg ada dalam deviasi besar � jika merupakan BLACKSWAN maka
> harus dipelajari dengan lebih seksama � bukannya malah diabaikan �
> begitulah pikirannya si Thaleb ...
>
>

lha itulah si Thlaeb mau mendirikan "mazhab" baru"
soal probabilitas, emangnya ribuan PhD selama ini
bego semua ??? ... and tokh apa belio sekarang sudah
punya pengekot ??? aliran "Thalebisme" ??

keliatannya itu buku cuma lahir dari kefrustasian belio
gara2 kalah maen/trading

apa "kepercayaan" belio ini sudah dibuktikan secara
ilmiah ? apa jangan2 cuma dugaan semata ?

David G.

unread,
Nov 20, 2009, 11:01:16 AM11/20/09
to
On Nov 20, 10:20 am, Kopral Johnny <kopral_joh...@ggmail.com> wrote:
> Mendang Kamulan <mendangkamu...@gmail.com> wrote in news:78e8157a-e1e9-
> 467a-abc7-aac9811bd...@g1g2000pra.googlegroups.com:

Emangnya buku ini laku di pasaran?

Kalok di toko buku, biasanya buku-buku yang laris dipajang di depan.
Selama ini saya nggak melihat buku beliau di pajang ...

Kopral Johnny

unread,
Nov 20, 2009, 1:18:45 PM11/20/09
to
"David G." <dvd...@gmail.com> wrote in news:55c406b8-ca2a-4aed-a985-
747a7f...@x31g2000yqx.googlegroups.com:

kek na di luar cukup laku ya , walau gak seheboh Dan brown's books

kang OON aja aware of such a book, since last year

Mendang Kamulan

unread,
Nov 20, 2009, 3:24:54 PM11/20/09
to
On Nov 20, 9:19 pm, "David G." <dvdg...@gmail.com> wrote:
..

>
> Banyak kejadian dalam hidup manusia (ekonomi, sosial, dll) yang
> bersifat probabilistik. Jika suatu kejadian mempunyai probabilitas
> yang besar, maka kejadian itu akan sering terjadi.  Katakanlah 20 kali
> setahun, tetapi anda tidak bisa mengatakan dengan tepat pada tanggal
> berapa kejadian itu terjadi. Kejadian dengan probabilitas rendah (rare
> event) akan jarang terjadi.  Katakanlah sekali dalam 100 tahun. Lagi-
> lagi, anda tidak dapat mengatakan KAPAN persisnya kejadian itu akan
> terjadi.
>
> Adalah sifat manusia untuk lebih menaruh perhatian kepada hal-hal
> dengan probabilitas besar daripada hal-hal dengan probabilitas kecil.
> Celakanya, kejadian dengan probabilitas kecil bisa saja mempunyai
> dampak yang sangat besar. Contohnya: Tsunami yang besar mungkin kecil
> probabilitynya, tetapi begitu ia terjadi, maka seluruh kota bisa
> hancur.
>

si Thaleb ini justru memilih utk fokus kepada peristiwa dgn
probabilitas kecil itu selama peristiwa itu memenuhi persyaratan
sebagai Blackswan … ada 3 kriteria sehingga suatu peristiwa dapat
digolongkan sebagai blackswan.

Probabilitas yg SANGAT kecil adalah salah satu cirinya … bahkan karena
saking kecilnya bisa disebut hampir mustahil terjadi.

Lalu ciri berikutnya dari blackswan adalah peristiwa itu harus
BERDAMPAK BESAR … bahkan saking besarnya dampak tsb si Thaleb
menyebutkan bahwa turning point dari masa depan peradaban umat manusia
diarahkan oleh peristiwa2 blackswan ini. Hanya saja menjadi suatu
ironi krn peristiwa blackwan itu sering gagal diantisipasi krn cara
berpikir manusia sudah terlanjur lebih concern dgn peristiwa2 kurva
lonceng.

Thaleb memperingatkan bahayanya merasa sudah tahu … karena justru hal-
hal yg belum kita ketahui TETAPI KITA TIDAK SADAR BAHWA KITA TIDAK
TAHU … akan membuat kita celaka karena dampak negatifnya … atau
membuat kita kehilangan mengoptimalkan peluang karena kurang
antisipasi …


David G.

unread,
Nov 20, 2009, 8:29:11 PM11/20/09
to

Nampaknya pengarang Black Swan banyak berbicara tentang peristiwa-
peristiwa probabilitas-kecil-berdampak-besar yang bersifat bencana
(disaster). Padahal banyak juga peristiwa-peristiwa besar (yang jarang
terjadi) yang bukan bencana, bahkan berdampak positip.

Agak aneh juga kalau pengarang Black Swan selalu menuntut orang untuk
mengantisipasi dan mampu meramalkan peristiwa besar tersebut.
Peristiwa besar, disebut "besar" karena berampak besar pada banyak
orang. Lha, kalau peristiwa besar itu bersifat positip, maka dengan
sendirinya orang akan berbondong-bondong memanfaatkannya.

dg

bamb��

unread,
Nov 20, 2009, 8:39:12 PM11/20/09
to
"David G." <dvd...@gmail.com> wrote in news:bcfb6ca9-4183-4884-961f-
49fdf0...@l13g2000yqb.googlegroups.com:

ngomong apa seh nTjip iQ?

David G.

unread,
Nov 20, 2009, 8:42:56 PM11/20/09
to
On Nov 20, 8:39 pm, "bambóé" <batuka...@cove.com> wrote:
>
> ngomong apa seh nTjip iQ?

Ngomong bahasa Indonesia, dong.
Kalok bahasa Rusia kan nggak ada yang ngerti.
Lagipula saya nggak bisa ngomong bahasa Rusia.

dg

Mendang Kamulan

unread,
Nov 20, 2009, 9:49:36 PM11/20/09
to

Peristiwa2 besar (yg jarang terjadi) tetapi berdampak positif juga
termasuk blackswan

> Agak aneh juga kalau pengarang Black Swan selalu menuntut orang untuk
> mengantisipasi dan mampu meramalkan peristiwa besar tersebut.
> Peristiwa besar, disebut "besar" karena berampak besar pada banyak
> orang. Lha, kalau peristiwa besar itu bersifat positip, maka dengan
> sendirinya orang akan berbondong-bondong memanfaatkannya.
>
> dg

Berikut ini adalah beberapa blackswan
- Kebangkitan Hitler dan peperangan yg berkecamuk sesudahnya
- Keruntuhan Blok Soviet yg dramatis dan tidak teramalkan
- Kebangkitan Fundamentalisme Islam (Terorisme Islam)
- Keruntuhan pasar saham tahun 1987 (kalau runtuhnya pasah saham sudah
tidak terduga sehingga gagal diantisipasi maka pemulihannya LEBIH
TIDAK TERDUGA LAGI)

Dalam dunia investasi saham baik Warrant Buffett, Soros, dan Thaleb
sama2 meyakini bahwa ramalan seorang pakar saham (manager portofolio)
memiliki akurasi yg tidak lebih baik daripada DUKUN RAMAL.

Ketika ilmu2 ketidak pastian (the sciences of uncertainty) ini
diterapkan kedalam dunia nyata … kita berhadapan dengan masalah2 yg
konyol.

Masalah seperti ini menjadi endemik dalam masalah sosial.

Mendang Kamulan

unread,
Nov 20, 2009, 10:08:36 PM11/20/09
to
Menurut Thaleb tidak sulit mengidentifikasi peran blackswan dalam
kehidupan sehari-hari.

Perhatikan eksistensi kita sendiri. Hitung peristiwa2, perubahan
teknologi, dan temuan2 signifikan yg terjadi sejak kita lahir sampai
sekarang. Lalu bandingkan dgn ramalan sebelum peristiwa itu terjadi.

Berapa banyak diantaranya yg memiliki jadwal?

Begitu juga profesi yg sekarang kita pilih, istri yg kita pilih, atau
barangkali pelarian kita dari daerah asal, penghianatan yg kita
rasakan, atau ketika kita TIBA2 menjadi kaya atau sebaliknya.

BERAPA SERING PERISTIWA ITU SESUAI DENGAN RENCANA.

Kopral Johnny

unread,
Nov 21, 2009, 10:46:51 AM11/21/09
to
Mendang Kamulan <mendang...@gmail.com> wrote in
news:a181dff1-2d2f-4828...@x5g2000prf.googlegroups.com:

> Menurut Thaleb tidak sulit mengidentifikasi peran blackswan dalam
> kehidupan sehari-hari.
>
> Perhatikan eksistensi kita sendiri. Hitung peristiwa2, perubahan
> teknologi, dan temuan2 signifikan yg terjadi sejak kita lahir sampai
> sekarang. Lalu bandingkan dgn ramalan sebelum peristiwa itu terjadi.
>

kesimpulannya : sebuah buku yg absurd, dng ide yg absurd dan vague,
... ditulis oleh penulis absurd !

mudah2an penganggumnya tidak jadi absurd


itu ajah :))

David G.

unread,
Nov 21, 2009, 11:13:03 AM11/21/09
to

Saya melihat keruntuhan Uni Soviet (umpamanya) sebagai proses yang
berlangsung tidak secara mendadak, melainkan suatu proses yang cukup
panjang.
Sejak diperkenalkannya Glasnost dan Perestroika, hingga mulainya
proses pemisahan diri. Ketika proses itu baru saja dimulai dapatkah
orang mengatakan bahwa perpecahan itu "dapat diramalkan"? Jawabannya
adalah "tidak". Sebab ketika proses itu baru dimulai, orang masih
melihat pilihan, apakah proses itu HARUS berakhir dengan perpecahan
uni sovyet? Ataukah keutuhan soviet dapat dipertahankan?

Keruntuhan uni soviet, menurut saya, bukanlah Takdir. Sebab orang toh
masih punya pilihan untuk memisahkan diri atau untuk bertahan. Seperti
banyak hal lainnya dalam dunia politik, public opinion adalah gumpalan
yang dapat dibentuk oleh para politisi. Hingga saat ini pun masih
cukup banyak orang-orang di Rusia maupun di bekas Soviet yang merasa
bahwa kehidupan mereka di jaman soviet dulu lebih baik daripada
sekarang.

Dengan kata lain, saya mempertanyakan makna istilah "dapat diramalkan"
itu.

Perhatikan kalimat berikut: "saya meramalkan bahwa besok saya akan
makan nasi goreng". Tepatkah penggunaan kata meramalkan di situ?
Jawabannya tentu saja adalah tidak! Sebab, apakah besok saya akan
makan nasi goreng atau tidak, itu bergantung sepenuhnya pada pilihan
bebas saya sendiri.

Contoh lain: Seorang peramal mengatakan bahwa anda akan tertabrak
mobil minggu depan.
Lalu, anda memutuskan untuk diam di rumah sepanjang minggu sehingga
ramalan itu menjadi keliru. Atau anda bisa juga memutuskan untuk
nyebrang jalan secara sembrono sepanjang minggu, sehingga ramalan itu
menjadi benar. Pendapat saya: Begitu unsur kehendak bebas masuk di
dalamnya, maka otomatis istilah "meramalkan" itu sendiri menjadi tidak
tepat.

dg

Kopral Johnny

unread,
Nov 21, 2009, 11:21:28 AM11/21/09
to
"David G." <dvd...@gmail.com> wrote in
news:00b9bb16-5805-43ce...@v30g2000yqm.googlegroups.com:

duhh obralan beraaaattt .... beraaatttt !
uthek ane gak nyampe !

keliatanya den Apid menemukan pasangan ngobrol yg cuoocokk !

selamat !

Mayor Hasan

unread,
Nov 21, 2009, 12:25:53 PM11/21/09
to
Mendang Kamulan wrote:
> On Nov 21, 8:29 am, "David G." <dvdg...@gmail.com> wrote:
>> On Nov 20, 3:24 pm, Mendang Kamulan <mendangkamu...@gmail.com> wrote:
>>
>>
>>
>>> On Nov 20, 9:19 pm, "David G." <dvdg...@gmail.com> wrote:
>>> ..
>>>> Banyak kejadian dalam hidup manusia (ekonomi, sosial, dll) yang
>>>> bersifat probabilistik. Jika suatu kejadian mempunyai probabilitas
>>>> yang besar, maka kejadian itu akan sering terjadi. Katakanlah 20 kali
>>>> setahun, tetapi anda tidak bisa mengatakan dengan tepat pada tanggal
>>>> berapa kejadian itu terjadi. Kejadian dengan probabilitas rendah (rare
>>>> event) akan jarang terjadi. Katakanlah sekali dalam 100 tahun. Lagi-
>>>> lagi, anda tidak dapat mengatakan KAPAN persisnya kejadian itu akan
>>>> terjadi.
>>>> Adalah sifat manusia untuk lebih menaruh perhatian kepada hal-hal
>>>> dengan probabilitas besar daripada hal-hal dengan probabilitas kecil.
>>>> Celakanya, kejadian dengan probabilitas kecil bisa saja mempunyai
>>>> dampak yang sangat besar. Contohnya: Tsunami yang besar mungkin kecil
>>>> probabilitynya, tetapi begitu ia terjadi, maka seluruh kota bisa
>>>> hancur.
>>> si Thaleb ini justru memilih utk fokus kepada peristiwa dgn
>>> probabilitas kecil itu selama peristiwa itu memenuhi persyaratan
>>> sebagai Blackswan � ada 3 kriteria sehingga suatu peristiwa dapat
>>> digolongkan sebagai blackswan.
>>> Probabilitas yg SANGAT kecil adalah salah satu cirinya � bahkan karena

>>> saking kecilnya bisa disebut hampir mustahil terjadi.
>>> Lalu ciri berikutnya dari blackswan adalah peristiwa itu harus
>>> BERDAMPAK BESAR � bahkan saking besarnya dampak tsb si Thaleb

>>> menyebutkan bahwa turning point dari masa depan peradaban umat manusia
>>> diarahkan oleh peristiwa2 blackswan ini. Hanya saja menjadi suatu
>>> ironi krn peristiwa blackwan itu sering gagal diantisipasi krn cara
>>> berpikir manusia sudah terlanjur lebih concern dgn peristiwa2 kurva
>>> lonceng.
>>> Thaleb memperingatkan bahayanya merasa sudah tahu � karena justru hal-

>>> hal yg belum kita ketahui TETAPI KITA TIDAK SADAR BAHWA KITA TIDAK
>>> TAHU � akan membuat kita celaka karena dampak negatifnya � atau

>>> membuat kita kehilangan mengoptimalkan peluang karena kurang
>>> antisipasi �

>> Nampaknya pengarang Black Swan banyak berbicara tentang peristiwa-
>> peristiwa probabilitas-kecil-berdampak-besar yang bersifat bencana
>> (disaster).
>
>> Padahal banyak juga peristiwa-peristiwa besar (yang jarang
>> terjadi) yang bukan bencana, bahkan berdampak positip.
>
> Peristiwa2 besar (yg jarang terjadi) tetapi berdampak positif juga
> termasuk blackswan
>
>> Agak aneh juga kalau pengarang Black Swan selalu menuntut orang untuk
>> mengantisipasi dan mampu meramalkan peristiwa besar tersebut.
>> Peristiwa besar, disebut "besar" karena berampak besar pada banyak
>> orang. Lha, kalau peristiwa besar itu bersifat positip, maka dengan
>> sendirinya orang akan berbondong-bondong memanfaatkannya.
>>
>> dg
>
> Berikut ini adalah beberapa blackswan
> - Kebangkitan Hitler dan peperangan yg berkecamuk sesudahnya
> - Keruntuhan Blok Soviet yg dramatis dan tidak teramalkan
> - Kebangkitan Fundamentalisme Islam (Terorisme Islam)
> - Keruntuhan pasar saham tahun 1987 (kalau runtuhnya pasah saham sudah
> tidak terduga sehingga gagal diantisipasi maka pemulihannya LEBIH
> TIDAK TERDUGA LAGI)
>
> Dalam dunia investasi saham baik Warrant Buffett, Soros, dan Thaleb
> sama2 meyakini bahwa ramalan seorang pakar saham (manager portofolio)
> memiliki akurasi yg tidak lebih baik daripada DUKUN RAMAL.

DUKUN RAMAL? Jika benar "dukun ramal", apapun itu artinya, mengapa
mereka masih bisa TETAP kaya-kaya? Mengapa mereka bisa terus sukses
dalam usaha mereka? Mengapa mereka tidak bengkrut habis-habisan?

Manager portfolio hanya makan gaji saja dari bos. Jika uang atau gaji
mereka sendiri yg di invest, pasti mereka akan invest di US Government
Bonds, misalnya...he he he

Lihat kepada pemerintah Cina. Hampir seluruh celengan mereka di invest
di US Government Treasury Bonds...

> Ketika ilmu2 ketidak pastian

Wah baru dengar nih "ilmu2x ketidak pastian" atau "the sciences of
uncertainty"....siapa penemu ilmu2x yg kayak gituan, si mBill?
Ilmu atau takhayool?


(the sciences of uncertainty) ini

> diterapkan kedalam dunia nyata � kita berhadapan dengan masalah2 yg

Mayor Hasan

unread,
Nov 21, 2009, 12:29:02 PM11/21/09
to

Iyaa....cerita novel jangan dianggap sebagi buku suci yg TULEN...
Haaaa....siapa yg sudah masuk perangkap?

Mayor Hasan

unread,
Nov 21, 2009, 12:42:55 PM11/21/09
to
>>>>> sebagai Blackswan � ada 3 kriteria sehingga suatu peristiwa dapat
>>>>> digolongkan sebagai blackswan.
>>>>> Probabilitas yg SANGAT kecil adalah salah satu cirinya � bahkan

>>>>> kar
>> ena
>>>>> saking kecilnya bisa disebut hampir mustahil terjadi.
>>>>> Lalu ciri berikutnya dari blackswan adalah peristiwa itu harus
>>>>> BERDAMPAK BESAR � bahkan saking besarnya dampak tsb si Thaleb

>>>>> menyebutkan bahwa turning point dari masa depan peradaban umat
>>>>> manusi
>> a
>>>>> diarahkan oleh peristiwa2 blackswan ini. Hanya saja menjadi suatu
>>>>> ironi krn peristiwa blackwan itu sering gagal diantisipasi krn
>>>>> cara berpikir manusia sudah terlanjur lebih concern dgn
>>>>> peristiwa2 kurva lonceng.
>>>>> Thaleb memperingatkan bahayanya merasa sudah tahu � karena justru

>>>>> h
>> al-
>>>>> hal yg belum kita ketahui TETAPI KITA TIDAK SADAR BAHWA KITA
>>>>> TIDAK TAHU � akan membuat kita celaka karena dampak negatifnya �

>>>>> atau membuat kita kehilangan mengoptimalkan peluang karena kurang
>>>>> antisipasi �

Mengapa tidak tepat jika saya setiap hari makan nasi goreng, mengapa tidak?

Setiap hari saya pergi ke kakus dan berak. Saya ramalkan bahwa besok
saya akan berak di kakus....

Sebab, apakah besok saya akan
>> makan nasi goreng atau tidak, itu bergantung sepenuhnya pada pilihan
>> bebas saya sendiri.

Dalam hal berak tak ada pilihan lain. Jika terasa mau berak, saya HARUS
berak, tak ada pilihan lain...

>>
>> Contoh lain: Seorang peramal mengatakan bahwa anda akan tertabrak
>> mobil minggu depan.
>> Lalu, anda memutuskan untuk diam di rumah sepanjang minggu sehingga
>> ramalan itu menjadi keliru.

Tidak keliru. Jika peramal Jibril yg bilang bahwa anda akan tertabrak
mobil, itu pasti akan terjadi, tergantung Jibril yg mana? Kelahiran
Yesus sudah diramalkan jutaan tahun sebelum Yesus lahir, dan itu terjadi
seperti di ramalkan!

Atau anda bisa juga memutuskan untuk
>> nyebrang jalan secara sembrono sepanjang minggu, sehingga ramalan itu
>> menjadi benar. Pendapat saya: Begitu unsur kehendak bebas


Tidak ada kehendak bebas apabila sudah di ramalkan oleh Jibril yg TULEN!

masuk di
>> dalamnya, maka otomatis istilah "meramalkan" itu sendiri menjadi tidak
>> tepat.
>>
>> dg
>>
>>
>>
>>
>>
>>> Dalam dunia investasi saham baik Warrant Buffett, Soros, dan Thaleb
>>> sama2 meyakini bahwa ramalan seorang pakar saham (manager portofolio)
>>> memiliki akurasi yg tidak lebih baik daripada DUKUN RAMAL.
>>>
>>> Ketika ilmu2 ketidak pastian (the sciences of uncertainty) ini

>>> diterapkan kedalam dunia nyata � kita berhadapan dengan masalah2 yg

David G.

unread,
Nov 21, 2009, 7:26:57 PM11/21/09
to
On Nov 21, 11:21 am, Kopral Johnny <kopral_joh...@ggmail.com> wrote:
> duhh obralan beraaaattt .... beraaatttt !
> uthek ane gak nyampe !

Lho, ya jangan dibaca dong ... he he he ....
Pan masih banyak posting yang laen. Ibarat warteg, kalok nggak doyan
tempe, kan masih bisa pesen bubur kacang ijo ...:)

dg

0 new messages