Memerahkan Telinga Pejabat KKN
Bangsa Indonesia terkejut , dengan meninggalnya Istri Presiden Soeharto yang
juga merangkap sebagai Ketua "Komisi" Cendana , tanggal 28 April 1996 . Banyak
yang menduga bahwa Tien di santet oleh musuh politiknya atau ditembak ketika
sedang dalam perjalanan pulang ke Cendana dari wisatanya di Taman Buah Mekar
Sari .
Namun di balik semua peristiwa itu siapa yang mengira bahwa Tien ditembak oleh
anaknya sendiri yaitu si Bambang "Bos Preman" Triatmodjo .
Awal dari masalah ini adalah akibat kerakusan Soeharto mendirikan proyek Mobil
Naas (MOBNAS) yang diberi nama TIMOR hanya khusus kepada Tommy anak kesayangan
Soeharto. Sedangkan anak kesayangan Tien , Bambang Triatmodjo tidak diberi
fasilitas oleh sang Ayah . Hal ini membuat pertikaian antara Tommy dan Bambang
yang membuat kedua terlibat pertengkaran mulut di Sabtu Malam tanggal 27 Juni
1996 . Pertengkaran itu terjadi di rumah Soeharto di Jalan Cendana No. 6 .
Hadir dalam acara pertengkaran tersebut , Soeharto , Tien ,Bambang , Tommy dan
Sigit . Sedangkan Tutut masih di USA .
Awalnya Bambang menyatakan tidak terima atas perlakuan Soeharto yang hanya
memberi fasilitas Mobil Nasional hanya kepada Tommy . Padahal selama ini
Bambang lah yang lebih berpengalaman dalam bidang perakitan mobil , melalui PT
Bimantara Citra miliknya . Beberapa saat kemudian ketika Bambang emosinya
memuncak , Bambang mengeluarkan pistol otomatis yang selalu dibawanya .
Seketika itu juga Tommy juga
mengeluarkan pistolnya yang membuat keduanya saling baku tembak dan
kejar-kejaran dalam ruangan. Sebagai seorang Ibu , Ny. Tien berusaha mencegah
kedua anaknya yang
sudah dimabuk Harta dan tidak mengenal lagi rasa persaudaraan . Ketika
berusaha mendekati Bambang , secara tak sengaja pistol Bambang meledak dan
mengenai tepat di
jantung sang Ibu Negara . Maksud Bambang adalah ditembakkan ke Tommy namun
tiba-tiba Ibu Tien mendekatinya sehingga peluru justru bersarang di jantung
Ibu Tien . Mendengar suara tembakan , seorang anggota CPM yang bertugas
menjaga kediaman Soeharto berusaha mencari tahu ada apa gerangan didalam .
Oleh sang menantu , Prabowo , si CPM tersebut langsung ditembak hingga tewas
agar tidak bilang ke
siapa-siapa. Belakangan keluarga CPM tersebut memperoleh uang tutup mulut
sebanyak Rp. 500 juta .
Yang menjadi pertanyaan , jika memang Ibu Tien sakit jantung , kenapa justru
dibawa ke RSPAD Gatot Subroto , tidak ke RS Jantung Harapan Kita yang menjadi
milik Keluarga Soeharto? Jawabannya , karena jika dibawa ke RS Jantung Harapan
Kita , kemungkinan besar rahasianya akan terbongkar .
Jika dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto , rahasia agak terjamin , mengingat
militer mampu menjaga rahasia negara . Lain dengan sipil yang disiplinnya
kurang dan cenderung tidak kuat menahan rahasia . Dalam pemakamannya Ibu Tien
, tampak secara tidak sengaja kamera TVRI mengambil gambar Soeharto sedang
jatuh . Namun setelah itu langsung diarahkan ke obyek lain oleh sang Kameraman
. Belakangan diketahui
Soeharto jatuh pingsan , karena syok kehilangan sang istri yang menjadi simbol
kekuasaan dan kewibawaannya. Di samping itu juga ada pemandangan menarik
ketika cucu Soeharto yang masih kecil menutup hidupnya di acara pemakaman Ibu
Tien tersebut . Belum lagi ketika Probosutedjo berkali-kali menyemprotkan
minyak wangi ke ruangan
menjelang Ibu Tien dimakamkan . Kedua fenomena diatas semakin menguat dugaan
kematian Ibu Tien yang tidak wajar.
Beberapa hari setelah pemakaman Ibu Tien selesai , Soeharto berpidato di
Cendana yang intinya sebagai ucapan terima kasih atas semua bantuan yang
diberikan . Dalam acara tersebut terlihat anak-anak Soeharto duduk di lantai .
Terlihat di antara anak-anak Soeharto , Bambang lah yang paling tertekan. Dia
terlihat memeluk guci dengan
tatapan yang kosong .
Bambang dan Tommy memang dikenal sebagai penembak ulung .Mereka bahkan
keahliannya mungkin bisa diatas anggota ABRI dalam hal menembak. Bambang
pernah menjuarai kejuaraan tembak reaksi , tembak cepat dll. Demikian juga
halnya dengan si Tommy .
= Dikumpulkan dari berbagai sumber=
zUlFaN wrote in message <36B60ACB...@hotmail.com>...