From: M Ashadu Basor <basor@?????.?????.net.id>
Mick wrote:
> Bener nggak sih Al Quran dan Hadits menyatakan Isa sampai sedemikian rupa?
Lebih dari itu! Cuma kutipan mang Muklis itu tidak 100% akurat.
> Kalau begitu muslim tidak boleh menghina Yesus dong.
Muslim menghina siapa saja tidak boleh. Apalagi menghina Nabi.
> Nabi atau Tuhan, He's great.
You are half right. Jesus is great, that's true. So is Abraham, Moses, David, etc.
Nabi atau Tuhan. You are completely wrong. Dia bukan Tuhan. Dia hanya Nabi.
Pesuruh Tuhan! Dia manusia biasa. Bukan Tuhan. Dia juga tidur, pupup, pipis,
mandi, makan, lari kalau diuber-uber, capek, kesakitan, keluar darah kalau
ditusuk. Semua yang bisa tidur bisa mati. Tuhan tidak pernah tidur, tidak makan
dan ... nah ini dia nih: tidak pernah capek jadi ... tidak pernah istirahat. Hari
Minggu juga nggak istirahat.
"Mick" <mkor...@dnet.net.id> wrote in message
news:38746F5C...@dnet.net.id...
> Bener nggak sih Al Quran dan Hadits menyatakan Isa sampai sedemikian rupa?
> Kalau begitu muslim tidak boleh menghina Yesus dong.
> Nabi atau Tuhan, He's great.
>
Baca saja sendiri, kan kelihatan bahwa tulisan di bawah ini sengaja
menyesatkan. Pakai nama Dakwah Ukhuwah, supaya mirip Islam, padahal sih ini
golongan Kristen penipu (bukan golongan Kristen jujur). Contoh, dari Surat
Az-Zukhruf saya tampilkan di sini. Nabi Isa is great, but he is not God,
according to Al Qur'an. If you think he is God, just say "according to you"
and not "according to Al Qur'an."
Salam,
JK
> > >
> > > Saudara sepupu kita mengetahui petunjuk-petunjuk dari Al Quran dan
Hadits
> > > agar manusia dapat mencapai Surga, petunjuk-petunjuk tersebut adalah
:
> > > 1. Isa Al Masih itu jalan yang lurus supaya diikuti (Qs. 43 Az
Zukhruf
> > 61)
> > > 2. Isa Al Masih itu pembawa terang supaya ditaati (Qs. 43 Az Zukhruf
63)
...
> > >
> > > sumber Dakwah Ukhuwah, PO Box 1272/JAT Jakarta-13012
> >
(43:57)
Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamnaan tiba-tiba kaummu
(Quraisy) bersorak karenanya.
(43:58)
Dan mereka berkata: "Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia
(Isa)?" Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan
maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar
[1363].
(43:59)
Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya ni'mat
(kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk
Bani lsrail [1364]
(43:60)
Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka
bumi malaikat-malaikat yang turun temurun.
(43:61)
Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari
kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah
Aku. Inilah jalan yang lurus.
(43:62)
Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya
syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
(43:63)
Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku
datang kepadamu dengan membawa hikmat [1365] dan untuk menjelaskan kepadamu
sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada
Allah dan taatlah (kepada) ku".
(43:64)
Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini
adalah jalan yang lurus.
ban...@cable.A2000.nl wrote:
> Mick wrote:
>
> > Bener nggak sih Al Quran dan Hadits menyatakan Isa sampai sedemikian rupa?
>
> Lebih dari itu! Cuma kutipan mang Muklis itu tidak 100% akurat.
Hebat dong ya. Jarang orang islam mau cerita kehebatan Isa kepada orang kristen, takut
dibilang....tuh kan....bukan nabi biasa....
> > Kalau begitu muslim tidak boleh menghina Yesus dong.
>
> Muslim menghina siapa saja tidak boleh. Apalagi menghina Nabi.
Banyak muslim jahat dong di sini. Banyak posting menghina Yesus lho disini.
Untungnya orang kristen tidak perlu membela Tuhannya.
> > Nabi atau Tuhan, He's great.
>
> You are half right. Jesus is great, that's true. So is Abraham, Moses, David, etc.
> Nabi atau Tuhan. You are completely wrong. Dia bukan Tuhan. Dia hanya Nabi.
> Pesuruh Tuhan! Dia manusia biasa. Bukan Tuhan. Dia juga tidur, pupup, pipis,
> mandi, makan, lari kalau diuber-uber, capek, kesakitan, keluar darah kalau
> ditusuk. Semua yang bisa tidur bisa mati. Tuhan tidak pernah tidur, tidak makan
> dan ... nah ini dia nih: tidak pernah capek jadi ... tidak pernah istirahat. Hari
> Minggu juga nggak istirahat.
Hei, itu satu kalimat bung. Saya perjelas deh : Nabi ataupun bukan, Dia hebat. Tuhan
ataupun hanya manusia, Dia tetap hebat.
Apa yang kau bilang tentang Tuhan tidak pernah tidur, dll adalah benar. Pasti kamu
heran sekali kenapa ada manusia kok dibilang Tuhan. Saya bisa mengerti kebingungan
kamu.
Tapi kalo kamu mengerti konsep Firman Allah yang menjadi manusia, kamu tidak akan
heran lagi. Kalau Firman Allah bisa jadi buku (yg bisa sobek, dimakan rayap, dll),
Firman yang jadi manusia kan lebih hebat. Buku bisa hancur tapi isinya tetap. Yesus
menjadi manusia so pasti bisa sakit, berdarah dll, tapi karyaNya tinggal tetap. Dan
jangan lupa biarpun diizinkan mengalami kematian jasmani, yang terpenting adalah makna
kebangkitanNya dari alam maut.
Met lebaran.
Sale-sale kate maapin ye.
Mick wrote:
> ban...@cable.A2000.nl wrote:
>
> > Mick wrote:
> >
> > > Bener nggak sih Al Quran dan Hadits menyatakan Isa sampai sedemikian rupa?
> >
> > Lebih dari itu! Cuma kutipan mang Muklis itu tidak 100% akurat.
>
> Hebat dong ya. Jarang orang islam mau cerita kehebatan Isa kepada orang kristen, takut
> dibilang....tuh kan....bukan nabi biasa....
Sayang anda cuma bisa bicara, tapi buta dan budek. Setiap orang Islam mau saja
menceritakan kehebatan setiap Nabi pada siapapun juga. Apalagi kepada orang yang salah
kaprah menuhankan manusia.
> > > Kalau begitu muslim tidak boleh menghina Yesus dong.
> >
> > Muslim menghina siapa saja tidak boleh. Apalagi menghina Nabi.
>
> Banyak muslim jahat dong di sini. Banyak posting menghina Yesus lho disini.
Kalau soal jahat, apa nggak lebih banyak lagi orang yang menghina Muhammad dan Qur'an?
Baca aja di NG ini. Atau ulang baca semua tulisan Fisjono, Chaumond Devin, ngocol aje
(yang palsu), dll itu. Urutlah secara chronologis. Nanti kan terlihat bahwa orang Islam
berperang hanya kalau diperangi. Orang Islam berkewajiban "to fight back" apabila
diperangi. Orang Islam tidak memberikan pipi kirinya kalau pipi kanannya di tampar.
Mula-mula ia akan berusaha melindungi pipinya baik kanan maupun kiri dari tamparan
berikutnya. Kalau masih juga orang itu mau menampar nah ... baru "fight back".
> Untungnya orang kristen tidak perlu membela Tuhannya.
Yang mati-matian membela manusia biasa sebagai Tuhannya siapa ya?
> > > Nabi atau Tuhan, He's great.
> >
> > You are half right. Jesus is great, that's true. So is Abraham, Moses, David, etc.
> > Nabi atau Tuhan. You are completely wrong. Dia bukan Tuhan. Dia hanya Nabi.
> > Pesuruh Tuhan! Dia manusia biasa. Bukan Tuhan. Dia juga tidur, pupup, pipis,
> > mandi, makan, lari kalau diuber-uber, capek, kesakitan, keluar darah kalau
> > ditusuk. Semua yang bisa tidur bisa mati. Tuhan tidak pernah tidur, tidak makan
> > dan ... nah ini dia nih: tidak pernah capek jadi ... tidak pernah istirahat. Hari
> > Minggu juga nggak istirahat.
>
> Hei, itu satu kalimat bung. Saya perjelas deh : Nabi ataupun bukan, Dia hebat. Tuhan
> ataupun hanya manusia, Dia tetap hebat.
Nggak setuju. Kalau dia bukan Nabi dia nggak hebat. Dia orang biasa. Karena Nabi dia jadi
hebat. Sebab diberi mukjizad (sebagaimana juga Nabi-Nabi lain) oleh Tuhan dan juga sebab
dia membawa pesan Tuhan, yang sayangnya oleh pengikutnya dia malah di "cultus"-kan dan
diangkat jadi Tuhan. Teman-teman anda 'kan bilang: Tuhan Yesus. Bener nggak?
> Apa yang kau bilang tentang Tuhan tidak pernah tidur, dll adalah benar.
OK anda ada kemajuan, karena anda membenarkan Tuhan tidak pernah tidur. Tapi teman-teman
anda atau anda sendiri menganggap bahwa Tuhan itu jadi capek (mungkin karena tidak pernah
tidur itu) sehingga ada teman-teman anda dan mungkin juga anda, menganggap Tuhan merasa
perlu beristirahat di hari Minggu. Emangnya Tuhan capek?
> Pasti kamu heran sekali kenapa ada manusia kok dibilang Tuhan.
Sangat heran ada orang yang menganggap demikian.
> Saya bisa mengerti kebingungan kamu.
Nggak bingung sih. Kalau ada orang terpelajar masih nggak tahu, atau keliru bahwa manusia
dijadikan Tuhan, kita kan nggak jadi bingung kita cuma heranlah.
> Tapi kalo kamu mengerti konsep Firman Allah yang menjadi manusia, kamu tidak akan heran
> lagi.
Tetap mengherankan, karena firman kok menjadi manusia. Konsep apa itu? Firman ya firman
yaitu: pesan, petunjuk, suruhan, perintah, ajaran.
Tapi kalau mau sih Tuhan mau jadi apa saja bisa. Mau jadi manusia, mau jadi semut, mau
jadi atronaut atau jadi lokomotip. Namanya juga Almighty. Tapi manusia tetap manusia,
sebagaimana semut ya semut. Tuhan ya Tuhan. Tapi Tuhan tidak pernah menjadikan firmannya
manusia. Dia menyampaikan firmannya liwat manusia, supaya dimengerti oleh manusia. Dan
yang menyampaikan firmanNya itu namanya pesuruh Tuhan yaitu ... Nabi. Bukan Tuhan toh?
> Kalau Firman Allah bisa jadi buku (yg bisa sobek, dimakan rayap, dll),
Manusia juga bisa rusak: sakit, gila, takut dan lari terbirit-birit, kakinya patah, kena
stroke sampai lidahnya pelo, dibunuh, dipancung, digantung, ditembak.
> Firman yang jadi manusia kan lebih hebat. Buku bisa hancur tapi isinya tetap. Yesus
> menjadi manusia
Yesus itu memang manusia sejak lahir. Tuhan memang bisa menjadi manusia atau jadi nyamuk
atau jadi kura-kura kalau Dia mau. Lebih hebat dari Houdini. Tapi Tuhan tidak akan
segoblok itu. Nggak perlu dia sendiri menjadi semut atau kura-kura untuk menyampaikan
firmannya itu.
> so pasti bisa sakit, berdarah dll, tapi karyaNya tinggal tetap.
Snouck Hurgronje juga karyanya tinggal tetap biarpun dia mati, atau Hitler, atau H.B.
Yasin, atau Pater Wahyo, atau Sukarno, atau Hamka dsb. atau karya-karya di situs internet
(termasuk yang keliru tentang Islam -entah sengaja menyesatkan atau tidak, tidak jelas-
yang web sitesnya suka dibaca mang K.ku itu.
> Dan jangan lupa biarpun diizinkan mengalami kematian jasmani, yang terpenting adalah
> makna kebangkitanNya dari alam maut.
Tapi lebih penting lagi adalah makna pesan-pesan Tuhan terbaru, terlengkap, yang dibawa
oleh Nabi yang terakhir yang mengingatkan kembali (termasuk pesan nabi Isa) bahwa jangan
mengkultuskan manusia. Ikutilah firman Tuhan dalam buku suci yang tidak diubah-ubah..
Tapi yah, situ-situ deh. Gue dengan agama gue, lu dengan agama lu kata si Mamat yang faham
ajaran agama yang bernama "submission to God" itu. Anda gimana ? Agama anda "submission to
God" nggak? Jawab dong ya.
> Met lebaran.
> Sale-sale kate maapin ye.
Makasih. Same-same.
> > Hebat dong ya. Jarang orang islam mau cerita kehebatan Isa kepada orang kristen, takut
> > dibilang....tuh kan....bukan nabi biasa....
>
> Sayang anda cuma bisa bicara, tapi buta dan budek. Setiap orang Islam mau saja
> menceritakan kehebatan setiap Nabi pada siapapun juga. Apalagi kepada orang yang salah
> kaprah menuhankan manusia.
Walaupun dikatain buta dan budek saya tidak mau marah. Sebab saya mau mengerti pandangan agama
kamu. Kalau kamu mau sejenak saja masuk ke sudut pandang kristen, kamu juga akan ngerti bahwa
saya juga heran kenapa AlQuran bisa dianggap sebagai lanjutan agama yahudi & kristen. Dari
sisi saya, anda hanya tidak paham, dan tidak mau paham sejauh mana Allah mengasihi manusia.
> > Banyak muslim jahat dong di sini. Banyak posting menghina Yesus lho disini.
>
> Kalau soal jahat, apa nggak lebih banyak lagi orang yang menghina Muhammad dan Qur'an?
> Baca aja di NG ini. Atau ulang baca semua tulisan Fisjono, Chaumond Devin, ngocol aje
> (yang palsu), dll itu. Urutlah secara chronologis. Nanti kan terlihat bahwa orang Islam
> berperang hanya kalau diperangi. Orang Islam berkewajiban "to fight back" apabila
> diperangi. Orang Islam tidak memberikan pipi kirinya kalau pipi kanannya di tampar.
> Mula-mula ia akan berusaha melindungi pipinya baik kanan maupun kiri dari tamparan
> berikutnya. Kalau masih juga orang itu mau menampar nah ... baru "fight back".
Ah, kalau saya bilang provokator dua belah pihak juga ada. Cuma anda memang diajarkan fight
back segala. Kita tidak diajarkan untuk menghina maupun fight back. Ini murni dari segi ajaran
saja lho, bukan melihat sample kelakuan orang.
Saya herang banget kalo ada orang yang menghina Yesus mengingat Dia itu nabinya juga,
sementara Muhammad kan bukan nabi kristen. Sebenarnya sebagai agama yang muncul belakangan,
Muhammad memang menanggung risiko tidak dianggap nabi oleh umat pendahulunya. Wajar saja,
kalau satu pemimpin tidak otomatis diakui. Kalau memenuhi kriteria nabi-nabi pendahulunya baru
bisa. Nah, masalahnya kan standard kriterianya beda.
>
> > Untungnya orang kristen tidak perlu membela Tuhannya.
>
> Yang mati-matian membela manusia biasa sebagai Tuhannya siapa ya?
FPI kali....:)
Tidak ada Front Pembela Yesus karena Tuhan tidak perlu dibela. Tuhan itu justru membela
manusia.
> > Hei, itu satu kalimat bung. Saya perjelas deh : Nabi ataupun bukan, Dia hebat. Tuhan
> > ataupun hanya manusia, Dia tetap hebat.
>
> Nggak setuju. Kalau dia bukan Nabi dia nggak hebat. Dia orang biasa. Karena Nabi dia jadi
> hebat. Sebab diberi mukjizad (sebagaimana juga Nabi-Nabi lain) oleh Tuhan dan juga sebab
> dia membawa pesan Tuhan, yang sayangnya oleh pengikutnya dia malah di "cultus"-kan dan
> diangkat jadi Tuhan. Teman-teman anda 'kan bilang: Tuhan Yesus. Bener nggak?
Maksud gue, cuma nabi atau memang Tuhan, Yesus itu hebat kan.
Yesus itu dibilang Tuhan karena ada alasan kuat. Dia adalah Messias atau Al Masih bahasa
arabnya.
Tapi ya kalo kamu tidak percaya tidak apa-apa.
> > Apa yang kau bilang tentang Tuhan tidak pernah tidur, dll adalah benar.
>
> OK anda ada kemajuan, karena anda membenarkan Tuhan tidak pernah tidur. Tapi teman-teman
> anda atau anda sendiri menganggap bahwa Tuhan itu jadi capek (mungkin karena tidak pernah
> tidur itu) sehingga ada teman-teman anda dan mungkin juga anda, menganggap Tuhan merasa
> perlu beristirahat di hari Minggu. Emangnya Tuhan capek?
Orang kristen tahu pasti bahwa Tuhan tidak pernah capek. Ada ayat Alkitab yang menyatakan ini.
Kenapa kamu berpikir begitu? (Pasti kamu salah kaprah lagi)
Hari Minggu diciptakan supaya manusia yang beristirahat karena Tuhan tahu kapasitas manusia.
Banyak sekali yang kamu tidak tahu tentang ajaran kristen sampai kamu bilang begitu.
> > Pasti kamu heran sekali kenapa ada manusia kok dibilang Tuhan.
>
> Sangat heran ada orang yang menganggap demikian.
Understood. :)
> > Saya bisa mengerti kebingungan kamu.
>
> Nggak bingung sih. Kalau ada orang terpelajar masih nggak tahu, atau keliru bahwa manusia
> dijadikan Tuhan, kita kan nggak jadi bingung kita cuma heranlah.
Nggak bingung cuma heran ya. hehe....
> > Tapi kalo kamu mengerti konsep Firman Allah yang menjadi manusia, kamu tidak akan heran
> > lagi.
>
> Tetap mengherankan, karena firman kok menjadi manusia. Konsep apa itu? Firman ya firman
> yaitu: pesan, petunjuk, suruhan, perintah, ajaran.
> Tapi kalau mau sih Tuhan mau jadi apa saja bisa. Mau jadi manusia, mau jadi semut, mau
> jadi atronaut atau jadi lokomotip. Namanya juga Almighty. Tapi manusia tetap manusia,
> sebagaimana semut ya semut. Tuhan ya Tuhan. Tapi Tuhan tidak pernah menjadikan firmannya
> manusia. Dia menyampaikan firmannya liwat manusia, supaya dimengerti oleh manusia. Dan
> yang menyampaikan firmanNya itu namanya pesuruh Tuhan yaitu ... Nabi. Bukan Tuhan toh?
Nah, kamu membatasi Tuhan. Kan kamu sudah bilang Tuhan jadi apa saja bisa.
Kalo saya tidak salah, sosok Tuhan dalam Alquran itu memang keterangannya ' tidak ini, tidak
begitu, tidak bisa dibandingkan'. Makanya kamu sulit menerima Tuhan bisa dan mau jadi
sesuatu....manusia misalnya. Saya paham kesulitan kamu itu. Saya juga setuju bahwa
nabi/manusia tidak bisa jadi Tuhan. Tapi Tuhan, The Almighty, bisa dong jadi apa saja.
Dalam konsep kristen Tuhan itu suci banget. Jadi tidak ada yang bisa ketemu Tuhan langsung dan
tetap hidup. Karena Tuhan itu memang sayang banget sama manusia, Tuhan sendirilah yang harus
turun menyampaikan firman jalan keselamatan. Nggak bisa ngandelin manusia.
>
> > Kalau Firman Allah bisa jadi buku (yg bisa sobek, dimakan rayap, dll),
>
> > Firman yang jadi manusia kan lebih hebat. Buku bisa hancur tapi isinya tetap. Yesus
> > menjadi manusia
>
> Yesus itu memang manusia sejak lahir. Tuhan memang bisa menjadi manusia atau jadi nyamuk
> atau jadi kura-kura kalau Dia mau. Lebih hebat dari Houdini. Tapi Tuhan tidak akan
> segoblok itu. Nggak perlu dia sendiri menjadi semut atau kura-kura untuk menyampaikan
> firmannya itu.
Nah ini. Tuhan sama sekali tidak goblok. Kadang-kadang kita merasa kok kita diberi jalan hidup
begini, saya yg kristen kamu yg islam, atau kebalikannya, tapi semua itu ada tujuannya. Sama
saja kenapa kamu musti sujud dan rukuk kepada Kaabah. Kelihatannya kan goblok seperti
menyembah batu. Tapi kamu tahu tujuannya kan? Tuhan menjadi manusia juga begitu. Kelihatannya
goblok dimata kamu. Tapi dari sudut lain, itu adalah bukti kasih Tuhan. Toh, Yesus itu
terbukti mengalahkan maut. Maaf kalau analoginya agak keras (bukan menghina Tuhan lho).
Mudah-mudahan kamu mengerti.
>
> > so pasti bisa sakit, berdarah dll, tapi karyaNya tinggal tetap.
>
> Snouck Hurgronje juga karyanya tinggal tetap biarpun dia mati, atau Hitler, atau H.B.
> Yasin, atau Pater Wahyo, atau Sukarno, atau Hamka dsb. atau karya-karya di situs internet
> (termasuk yang keliru tentang Islam -entah sengaja menyesatkan atau tidak, tidak jelas-
> yang web sitesnya suka dibaca mang K.ku itu.
Saya rasa kamu salah. Ajaran manusia akan lenyap. Ilmu pengetahuan pun akan lenyap. Kamu pikir
idenya Hitler masih laku? Komunis saja sudah bubar, nggak laku. Tapi apa yang bersumber dari
Allah tidak akan lenyap. Itu iman saya. Nggak tahu iman kamu gimana.
> > Dan jangan lupa biarpun diizinkan mengalami kematian jasmani, yang terpenting adalah
> > makna kebangkitanNya dari alam maut.
>
> Tapi lebih penting lagi adalah makna pesan-pesan Tuhan terbaru, terlengkap, yang dibawa
> oleh Nabi yang terakhir yang mengingatkan kembali (termasuk pesan nabi Isa) bahwa jangan
> mengkultuskan manusia. Ikutilah firman Tuhan dalam buku suci yang tidak diubah-ubah..
Tentu saja akan mudah untuk meyakinkan seluruh umat yahudi dan nasrani bahwa Muhammad adalah
nabi terakhir asalkan bisa dibuktikan. Muhammad saya hormati sebagai pemimpin yang hebat dan
berjasa bagi kami yang berTuhan YME. Tapi untuk ukuran standard nabi, maaf rasanya masih
kurang sreg. Kalau kita pelajari nabi-nabi sebelumnya ada ciri khas dari soal keturunan,
tanda-tanda mujizat, nubuat, dan tidak pernah bertentangan dengan ajaran nabi pendahulunya.
Soal buku, saya percaya Firman Allah tidak dapat diubah manusia. Entah kamu percaya ini tidak.
> Tapi yah, situ-situ deh. Gue dengan agama gue, lu dengan agama lu kata si Mamat yang faham
> ajaran agama yang bernama "submission to God" itu. Anda gimana ? Agama anda "submission to
> God" nggak? Jawab dong ya.
Yah, gue-gue, elu-elu. Tapi mbok ya elu sejenak ngertiin sudut pandang gue, jadi kalo elu
nerangin soal islam ke gue, analoginya bisa masuk gitu. Trus jangan cepet marah2, kudu
sama-sama menahan emosi. Jangan dikit2 bilang buku lu palsu (Gue himbau juga orang kristen
jangan dikit2 bilang Muhammad sesat). Ini masalah kepercayaan. Kan emang susah dari sononya.
Soal penyerahan terhadap Allah ini juga ada di kepercayaan gue. Cuma bedanya elu kan berserah
pada Allah supaya diselamatkan. Kalo gue, karena sudah diselamatkan dulu makanya harus
berserah kepada Allah. Cuma beda urutannya.
Di gue, Iman tanpa perbuatan adalah mati (iman duluan).
Kalo elu kebalikannya kali ye?
>
>
> > Met lebaran.
> > Sale-sale kate maapin ye.
>
> Makasih. Same-same.
Salam.
Kenapa kamu Islamis2 tolol tidak pernah mengunakan cermin/kaca?
Hallo Mick, saya mau menyela sedikit diposisi sini, karena memang ini kan
'acara diskusi'-nya anda dengan bangman.
Saya menangkap pesan positif dari postingan anda kali ini (seperti tertulis
diatas). Saya pikir kalau kita mau berdiskusi (masalahnya bisa agama atau
apa saja), memang sebaiknya harus seperti itu; menyadari adanya beda sudut
pandang dan bisa menahan emosi. Bila hal tesebut tidak bisa/tidak mau
dicapai, sebaiknya sih diskusinya disudahi saja, karena bila tetap
diteruskan biasanya justru jadi bukan berdiskusi lagi tapi malah jadi ajang
saling maki dan hina. Kalau sudah keadaannya mem-'buruk' seperti itu,
akhirnya sudah tidak ada lagi nilai kebaikan yang bisa kita raih dari sana.
Intisari dari reply-an adalah saya ingin mengajak anda, Mick, untuk
sama-sama menghimbau rekan netters kita agar bisa dan mau bertindak/berlaku
sebagai pendiskusi yang baik.
Dari 'titik' ini saya menghimbau kepada rekan netters sesama muslim agar
bisa lebih bertindak lebih arif dan bijaksana lagi dalam berpikir dan
menerima/menyampaikan pendapat.
Kepada Mick, saya meminta agar anda juga mau menghimbau rekan netters yang
seagama dengan anda untuk bisa dan mau juga melakukan hal yang sama. Kita
semua pasti menginginkan kebaikan, maka dari itu niatkanlah sejak awal untuk
bisa tetap berbuat yang baik.
Saya menulis seperti ini dengan dasar pemikiran bahwa seseorang mungkin akan
bisa/sudi/rela mendengar dan terbuka pikirannya, bila diberi tahu/dibilangin
oleh sesamanya (muslim oleh muslim lagi, nasrani oleh nasrani lagi).
Mudah-mudahan pesan saya ini bisa dimengerti.
Lebih dari itu semua, saya percaya dan optimis melihat bahwa Islam dan
Kristen (dan agama-agama yang lain) masih tetap bisa hidup berdampingan
dengan damai (khususnya disini, di Indonesia yang kita cintai bersama).
[To Mick: Please, reply me and say something]
Salam
R..
Mick wrote:
> ban...@cable.A2000.nl wrote:
>
> Walaupun dikatain buta dan budek saya tidak mau marah. Sebab saya mau mengerti pandangan agama
> kamu.
Memang anda tidak perlu marah, itu tidak harfiah 'kan? Buta dan budek karena anda tidak tahu atau
tidak mau melihat dan mendengar bahwa setiap Muslim tidak segan-segan kehebatan Isa dan Nabi-Nabi
lainnya kepaa siapa saja. Bahkan setiap Muslim menyebarkannya. Kebutaan dan kebudegan itu jelas
dari embel-embel provokasi anda itu lho: "takut dibilang ... tuh kan ... bukan nabi biasa". Kalau
itu dalam bentuk bertanya, misalnya; mengapa demikian? 'Kan bisa dijelaskan atau kita diskusikan
untuk mencari tahu apa memang demikian atau tidak. Dus anda yang mulai. (1)
> Kalau kamu mau sejenak saja masuk ke sudut pandang kristen, kamu juga akan ngerti bahwa saya
> juga heran kenapa AlQuran bisa dianggap sebagai lanjutan agama yahudi & kristen.
OK saya sih bersedia saja untuk sejenak masuk ke sudut pandang kristen, tapi anda yang mulai
dengan komentar yang jelas sama sekali tidak mau tahu sudut pandang Islam, padahal sudah sekarung
hal-hal seputar ini kita baca di NG ini, toh anda dengan gaya sinis mengombentari jawaban saya
terdahulu dengan kata-kata: Hebat dong ya. Jarang orang Islam .... dst dst. (baca sampai dengan
... bukan nabi biasa). (dus 2!)
> Dari sisi saya, anda hanya tidak paham, dan tidak mau paham sejauh mana Allah mengasihi manusia.
Bukan tidak mau paham, kita buka logikanya mana yang lebih kuat atau pertinent. Kalimat in saja
sudah memperlihakan betapa arogan anda mengatakan bahwa dari sisi anda, saya tidak paham dan tidak
mau paham sejauh mana Allah mengasihi manusia. Saya yakin tidak ada penganut agama Semitic yang
tidak paham hal itu, baik itu Yahudi, Kristen maupun Islam. (Nah sudah 3)..
Memang anda dalam kata-kata tidak (tadinya tidak) menyakitkan, tapi isinya cukup menyakitkan.
Kalau betul-betul diskusi, hal-hal itu bisa dihindarkan. Saya sudah banyak menulis atau menanggapi
hal-hal ini di SCI ini dan kalau anda perhatikan, saya selalu menulis atau menanggapi tanpa
prejudice, emosional, sampai pihak sananya mulai bersikap arrogant. Coba deh baca. Mungkin ini
azas "you ought to fight back". I don't give my left cheek after the right one was slapped. Kasih
itu harus dua pihak. Dalam Islam, Tuhan tidak saja memberikan kasih pada manusia, tapi
mengharapkan juga kasih dari manusia pada Tuhan. Muslim yang baik adalah Muslim yang memberikan
kasihnya pada Tuhan. Tidak cuma menerima.
> > > Banyak muslim jahat dong di sini. Banyak posting menghina Yesus lho disini.
> >
> > Kalau soal jahat, apa nggak lebih banyak lagi orang yang menghina Muhammad dan Qur'an?
> > Baca aja di NG ini. Atau ulang baca semua tulisan Fisjono, Chaumond Devin, ngocol aje
> > (yang palsu), dll itu. Urutlah secara chronologis. Nanti kan terlihat bahwa orang Islam
> > berperang hanya kalau diperangi. Orang Islam berkewajiban "to fight back" apabila
> > diperangi. Orang Islam tidak memberikan pipi kirinya kalau pipi kanannya di tampar.
> > Mula-mula ia akan berusaha melindungi pipinya baik kanan maupun kiri dari tamparan
> > berikutnya. Kalau masih juga orang itu mau menampar nah ... baru "fight back".
>
> Ah, kalau saya bilang provokator dua belah pihak juga ada.
Betul.
> Cuma anda memang diajarkan fight back segala.
Betul. Fight back not necessarily physical. Tapi kalau lawan mulai menggunakan itu, maka ... ya
itu tadi ... pipi kiri tidak akan diberikan lagi.
> Kita tidak diajarkan untuk menghina maupun fight back. Ini murni dari segi ajaran saja lho,
> bukan melihat sample kelakuan orang.
Tapi praktek tidak memperlihatkan demikian. Lihat apa yang dialami orang Yahudi terutama akibat
perlakuan gereja yang mencapai puncaknya dengan Crusaders. Tindakan-tindakan gereja terhadap
ahli-ahli ilmu pengetahuan di masa lalu seperti Galileo, Baruch Spinoza, orang-orang Kristen
Servia, konflik Irlandia yang direstui gereja dan pendeta seperti pendeta Paisley, persecution
terhadap orang-orang Kristen sendiri yang alirannya lain di Eropa sehingga mereka terpaksa kabur
ke Amerika. Perang berdarah, bunuh bunuhan antara penganut Katolik dan Protestan di negara-negar
Eropa di masa lalu. Gereja bisa meng-excommunicate orang-orang yag dianggap murtad, bercerai, homo
dsb. Di Islam hal itu tidak ada. Fisabilillah dan jihad bukan untuk menyerang atau fight back
dalam pengertian membalas. Itu untuk "fight back" untk mempertahankan diri dan untuk menghindarkan
dari situasi diremehken, diinjak-injak baik secara mental, moral maupun spiritual.
> Saya herang banget kalo ada orang yang menghina Yesus mengingat.
Kalau saya dalam hal ini tidak lagi sekedar heran banget tapi jadi marah. Saya marah sama orang
yang menghina Yesus atau David atau Moses, atau Abraham, atau Muhammad.
> Dia itu nabinya juga, sementara Muhammad kan bukan nabi kristen.
Jadi logikanya kalau itu bukan Nabi kita, tapi Nabi orang lain sepatutnyalah boleh menghina? Gitu?
> Sebenarnya sebagai agama yang muncul belakangan, Muhammad memang menanggung risiko tidak
> dianggap nabi oleh umat pendahulunya.
Nah ini bener, tentu saja. Boleh-boleh saja umat pendahulunya tidak menganggap beliau itu Nabi,
bagi Muslim orang itu dianggap belum tahu. Belum dapat penerangan yang benar. Tapi hal itu kan
tidak bisa melegitimate bahwa mereka itulah yang lebih pantas untuk menghina Nabi dari umat yang
menyatakan diri sebagai penganut "submission to God".
> Wajar saja, kalau satu pemimpin tidak otomatis diakui.
Memang dong. Islam kan tidak membujuk-bujuk (baik liwat misionaris maupun kedok bantuan sosial
lainnya) atau memaksa orang untuk mengakui pemimpinnya.
> Kalau memenuhi kriteria nabi-nabi pendahulunya baru bisa. Nah, masalahnya kan standard
> kriterianya beda.
Kan tidak ada yang maksa siapa saja untuk menerima Nabi baru. Itu sih boleh-boleh aja. Tapi
jangan menghina baik Nabi itu maupun ajarannya.
> >> > Untungnya orang kristen tidak perlu membela Tuhannya.
> >
> > Yang mati-matian membela manusia biasa sebagai Tuhannya siapa ya?
>
> FPI kali....:)
Nah komentar kayak gini lho yang kalau tidak ada, diskusi bisa lebih nyaman . (Dus saya anggap
serangan ke 5).
> Tidak ada Front Pembela Yesus karena Tuhan tidak perlu dibela. Tuhan itu justru membela manusia.
Di Islam Tuhan perlu di bela bila ada yang melecehkan atau menghinaNya atau ajarannya. Itu namanya
Fisabilillah. Contoh: kasus Salman Rushdie. Juga mengubah-ubah ajarannya sebetulnya itu sudah
melecehkan. Karena Tuhan itu perfect. Dia tidak pernah bikin salah, jadi ajaranNya tidak bisa
dikoreksi. Qur'an tidak bertentangan dengan Torah, Zabur dan Bijbel. Tapi yang asli lho. Bukan
yang sudah banyak kontradisksinya atau yang tidak lengkap.
> > > Hei, itu satu kalimat bung. Saya perjelas deh : Nabi ataupun bukan, Dia hebat. Tuhan ataupun
> hanya manusia, Dia tetap hebat.
> >
> > Nggak setuju. Kalau dia bukan Nabi dia nggak hebat. Dia orang biasa. Karena Nabi dia jadi
> > hebat. Sebab diberi mukjizad (sebagaimana juga Nabi-Nabi lain) oleh Tuhan dan juga sebab
> > dia membawa pesan Tuhan, yang sayangnya oleh pengikutnya dia malah di "cultus"-kan dan
> > diangkat jadi Tuhan. Teman-teman anda 'kan bilang: Tuhan Yesus. Bener nggak?
>
> Maksud gue, cuma nabi atau memang Tuhan, Yesus itu hebat kan. Yesus itu dibilang Tuhan karena
> ada alasan kuat.
Sama sekali tidak ada alasan kuat, bahkan di Injil sendiri ada kontroversi. Bersama ini saya
jiplak Johanes 1:1: "In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was
God" Jadi ada berapa Tuhan sebetulnya karena dibilang: " ... Word was with God, and the Word was
God"? Paling kurang berarti dua toh? Ini bertentangan dengan Deuteronomy 4:39: " ... that the Lord
he is God in heaven above, and upon the earth beneath: there is none else". Lalu Deuteronomy 6:4:
"Hear, O Israel: The Lord our God is one Lord". Jelas kan?
Isaiah 43:10-11: " ... that ye may know and believe me, and understand that I am he: before me
there was no God formed, neither shall there be after me. I, even I, am the Lord; and beside me
there is no saviour". Jelas juga 'kan?
Isaiah 44:6 : "Thus saith the Lord ... I am the first, and I am the last; and beside me there is
no God". Ini juga jelas toh?
Isaiah 45:18: "For thus saith the Lord that created the heavens; God himself that formed the earth
and made it; he hath established it, he created it not in vain, he formed it to be inhabited; I am
the Lord; and there is none else."
Jadi dari Isaiah 45:18 saja bisa kita tarik kesimpulan bahwa hanya Tuhan sendiri yang pencipta.
Tidak ada yang lain. Yesus juga tidak terlibat dalam "the creation". Baca selanjutnya Deuteronomy
4:35; Exodus 8:10; II Samuel 7:22; I Kings 6:23; I Chronicles 17:20; Psalms 86:8, 89:6 dan 113:5;
Hosea 13:4; Zechariah 14:9. Itu dalam Perjanjian Lama.
Sekarang kita lihat Perjanjian Baru. Dalam Markus 12:29 Jesus sendiri mengatakan: "And Jesus
answered him, The first of all the commandments is, Hear, O Israel: The Lord our God is one Lord."
I Corithians 8:4: " ... we know that an idol is nothing in the world, and that there is none other
God but one."
I Timothy 2:5: "For there is one God, and one mediator betwen God and men, the man Christ Jesus."
Jelas disebutkan penghubung antara Tuhan dan manusia "the man Christ Jesus". The man!!!
Nah tentu harus dipilih yang mana nih? Apakah Johanes 1:1 itu yang betul dan yang lain keliru,
atau sebaliknya. Iya kan? Susah kan nih!
Mari kita lihat dari sudut pandang Qur'an yang cocok dengan apa yang dikatakan sendiri oleh Jesus
di Injil. Jesus disebut banyak kali dalam Qur'an sebagai Suara Tuhan (a Word from Allah). Dalam
Qur'an 3:39: "Kemudian Malaikat memanggil Zakaria (Zechariah), ketika ia sedang berdiri
bersembahyang di mihrab (ruang/menara) itu. Katanya: "Sungguh Allah menyampaikan berita gembira
kepadamu dengan akan dikaruniai-Nya kamu dengan seorang anak bernama Yahya, yang akan mengakui
Kerasulan Isa yang dilahirkan dengan Kalimat-Cipta dari Allah (Jesus anak Mariam), yang akan
menjadi pemimpin (akan diikuti) orang suci (bersih) terhormat (menahan diri dari pengaruh hawa
nafsu yang menjurus kepada kejahatan), seorang Nabi dari golongan orang-orang yang saleh (patuh
pada petunjuk Tuhan)".
Selanjutnya dalam Surah 3:45 Al Qur'an disebutkan lagi: "[Ingatlah] ketika malaikat berkata: Hai
Mariam, sesungguhnya Tuhan menyampaikan berita gembira dengan sebuah kata dari Allah, namanya
Al-Masih Isa bin Mariam, orang terhormat di dunia dan di akhirat, dan salah seorang diantara
orang-orang yang dekat kepada Allah".
Dalam kedua ayat Al-Qur'an itu Jesus juga disebut sebagai pesan dari Tuhan (a Word from Allah).
Pesan atau kata yang datang dari Tuhan atau milik Tuhan. Ini sesuai dengan Corinthians 3:23: "And
ye are Christs's, and Christ is God's". Sehingga seharusnya Injil John 1:1 ditulis: " ... and the
Word was God's". Mungkin kesalahan ini timbul dalam penerjemahan dari bahasa Aramaic ke bahasa
Yunani, apakah itu disengaja atau tidak, tidak ada yang tahu. Dalam bahasa Yunanai Theos adalah
God, tapi Theou berarti God's (milik Tuhan. Lihat kamus Yunani, Greek Bible). Beda cuma satu huruf
tetapi konsekwensinya sangat besar. Ini adalah satu sebab mengapa Qur'an harus dibaca aslinya.
Terjemahan hanyalah agar siapa saja bisa mengetahui apa artinya. Tapi bagaimana bisa membaca Injil
yang asli. Udah nggak ada. Yang adalah terjemahan dalam bahasa Yunani yang kemudian diterjemahkan
ke berbagai bahasa.
> Dia adalah Messias atau Al Masih bahasa arabnya.
Iya itu semua orang Muslim tahu dan itu ada dalam Qur'an.
> Tapi ya kalo kamu tidak percaya tidak apa-apa.
Kalimat anda ini memperlihatkan lagi betapa sedikit sekali pengetahuan anda tentang orang Islam,
padahal seumur-umur anda hidup ditengah-tengah orang Islam. Tapi nggak mau tahu. Ini namanya
arogan atau bukan? Mengapa Muslim tidak pernah khawatir pada penganut Kristen? Yang utama adalah
karena orang Muslim umumnya jauh lebih banyak tahu tentang Kristen ketimbang sebaliknya. Jadi
tenang-tenang aja. Nggak pernah khawatir. Orang Muslim jadi keras kalau dikerasin atau ditipu.
Sekali lagi: orang Muslim diajar "to fight back". Tidak untuk "create a fight". Tapi kalau orang
Muslim melawan langsung dituduh terorislah, radikal lah, dijelek-jelekkan ke mana-mana oleh
pelbagai media massa duia yang berpengaruh. Kalau orang Islam yang dibantai, di Banyuwangi, di
Tasik, Aceh, di Kedung Ombo, di Tanjung Priok, di Lampung, di Bosnia, di Chechnya dsb. media masa
tenang-tenang saja. Kenapa begitu? Karena smua media berpengaruh didunia dikuasai oleh orang
Yahudi atau Nasrani: Reuter, UPI, ABC, NBC, CNN, AP, BBC, Radio Nederland, Deutche Welle, Radio
Australia, MTV, Discovery Channel, Time, Newsweek, The Economist, Asia Week dll dll dll yang
siang malam menghujani atau menyerang Indonesia dengan signal Radio/TV dan media eletronik dan
cetaknya habis-habisan tanpa ada counter attack. Masalahnya apa? Duit. Duitnya banyak. Tapi "duit
banyak" bukan jaminan suatu standar moral yang tinggi. Iya apa iya? Iyaaaaaa.
> > > Apa yang kau bilang tentang Tuhan tidak pernah tidur, dll adalah benar.
> >
> > OK anda ada kemajuan, karena anda membenarkan Tuhan tidak pernah tidur. Tapi teman-teman
> > anda atau anda sendiri menganggap bahwa Tuhan itu jadi capek (mungkin karena tidak pernah
> > tidur itu) sehingga ada teman-teman anda dan mungkin juga anda, menganggap Tuhan merasa
> > perlu beristirahat di hari Minggu. Emangnya Tuhan capek?
>
> Orang kristen tahu pasti bahwa Tuhan tidak pernah capek. Ada ayat Alkitab yang menyatakan ini.
Baca dong bagian yang bilang Tuhan beristirahat di hari ke 7.
> Kenapa kamu berpikir begitu? (Pasti kamu salah kaprah lagi).
Tidak salah kaprah. Di Eropa saja ada banyak tempat-tempat di mana orang kalau hari Minggu nggak
boleh kerja bahkan pasang TV atau radio keras-keras. Banyak sekali gereja Kristen yang
menganjurkan orang untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang intensif (bekerja) di hari Minggu.
Belanda yang begitu modern saja, kalau anda berani naik mobil cepat-cepat di hari atau menggergaji
di halaman rumah anda di Minggu di kota kota seperti Staphorst, Putten dll anda bisa ditimpukin
batu (bener-bener ditimpukin). Begitu juga penduduk kota-kota Bunschoten, bahkan sampai beberapa
waktu yang lalu juga di Huizen (dekat Hilversum) tidak suka melihat orang bekerja di hari Minggu,
seperti misalnya kelihatan mencuci mobil di depan rumahnya sendiri. Ada aja yang negur. Tapi
Kristen itu banyak sekali sih alirannya: Pantekosta, Advent, Protestan, Christian Science,
Presbiterian, Katholik, Koptik, Baptis dll. jadi mungkin aturannya juga lain-lain. Kalau Islam
sama semua. Sembahyangnya sama, bacaannya juga sama. Shiit dan Sunni ada beda beberapa varian
yang tidak begitu prinsipil seperti misalnya keras atau lunaknya saja.
> Hari Minggu diciptakan supaya manusia yang beristirahat karena Tuhan tahu kapasitas manusia.
Ini kata anda. Dulunya nggak begitu kan? Yang menjadikan hari Minggu hari libur (atau hari suci)
itu kan Raja Konstantin pada tahun 231, yang memutuskan atau mendekritkan bahwa hari Minggu adalah
hari libur. Sebelumnya agama Kristen berpegang pada hari Sabath Yahudi, yaitu hari Sabtu, sebagai
hari suci, dimana orang tidak boleh mengerjakan apa-apa. Jadi keputusan Raja Konstantin itu yang
membuat agama Kristen mengubah hari sucinya ke hari Minggu. Sampai abad keempat, hari lahir Jesus
diperingati pada tanggal 6 Januari (di Rusia dan beberapa negara masih!). Tapi bagi kultus Sol
Invictus (Dewa Matahari yang tak terkalahkan) hari yang paling penting adalah tanggal 25 Desember
, perayan Natalis Invictus, hari lahir (atau kelahiran kembali) matahari, ketika hari mulai
menjadi panjang lagi (persis tengah-tengah musim dingin). Karena itulah agama Kristen membawa
dirinya bergabung dengan regime dan dengan agama negara yang mapan. (tanyalah pada pendeta anda
sendiri. Bener apa nggak ini, biar saya nggak dituduh ngarang-ngarang atau seperti anda bilang:
"banyak sekali yang kamu tidak tahu tentang ajaran kristen sampai kamu bilang begitu"). Perubahan
yang dibuat Raja Konstantin itu begitu banyak dan prinsipil terhadap agama Kristen, tidak saja
kultus Sol Invictus itu tadi yang menyebabkan hari suci Kristen diubah dari hari Sabtu mengikuti
tradisi Yahudi ke hari Minggu, dan perayaan kelahiran Isa al-Masih dari 6 Januari ke 25 Desember,
kultus itu juga mempengaruhi ajaran Kristen yang lebih pokok, yaitu mengangkat Isa al-Masih
menjadi Tuhan. Tahun 325 Raja Konstantin mengadakan konsili Nicea. Dalam konsili itu ditetapkan
tanggal hari Paskah. Dalam konsili itu pula diputuskan (melalui pemungutan suara) bahwa Jesus
(Nabi Isa alaihi salaam atau Isa Al-Masih) adalah Tuhan, bukan seorang nabi yang bisa mati. Tahun
331 ia (Raja Konstantin itu) membiayai dan memerintahkan penulisan naskah-naskah baru Bible. Di
Islam nggak bisa tuh manusia mengubah-ubah ajaran Tuhan atau aturan agama seenak udelnya, biarpun
dia itu raja, pemuka agama atau bahkan Nabi.
> Banyak sekali yang kamu tidak tahu tentang ajaran kristen sampai kamu bilang begitu.
Oh ya? Setidak-tidaknya saya kira saya lebih tahu jauh lebih banyak banyak tentang Kristen (contoh
sedikit yang di atas tadi) daripada anda tahu tentang Islam. Anda nggak ngerti Qur'an sedangkan
saya atau siapa saja dengan mudah bisa baca dan ngerti isi Alkitab yang anda ikuti. Di Eropa (juga
Amerika, Jepang an Australia) orang-orang Kristen yang masuk Islam boleh dikatakan selalu orang
terpelajar. Di Eropa orang yang tidak terpelajar malah benci dan takut sekali pada Islam jadi suka
maki-maki seperti pengunjung SCI ini: ngocol aje, Chaumond Devin, Liem Tang Sio, christian
89...@my-deja.com, Hung Wei Lo, Mesiah dll itu. Tapi sebetulnya di Indonesia juga lho: orang-orang
Kristen yang masuk Islam umumnya orang-orang terpelajar. Padahal Islam tidak mengenal usaha
penyebaran agama yang terorganisir seperti missionaris Kristen atau Doulos itu.
> .> > Pasti kamu heran sekali kenapa ada manusia kok dibilang Tuhan.
> >
> > Sangat heran ada orang yang menganggap demikian.
>
> Understood. :)
Good. Apalagi setelah baca jawaban saya di atas ini toh?
> > > Saya bisa mengerti kebingungan kamu.
> >
> > Nggak bingung sih. Kalau ada orang terpelajar masih nggak tahu, atau keliru bahwa manusia
> > dijadikan Tuhan, kita kan nggak jadi bingung kita cuma heranlah.
>
> Nggak bingung cuma heran ya. hehe....
He ... he ... he. Untuk nambah pengetahuan anda sedikit lagi: bingung dalam bahasa Inggris:
confused, dalam bahasa Belanda: verward. Heran dalam bahasa Inggris: flabbergasted atau
astonished, atau dalam bahasa Belanda: vertomd atau verbaaasd. Contoh: "Saya BINGUNG memilih atau
mencari jalan atau agama yang benar" dan "Saya HERAN melihat orang yang sudah berpendidikan
cukup tinggi itu kok masih sangat bodoh". Kan tidak bisa kalau dibalik: "Saya HERAN memilih atau
mencari jalan atau agama yang benar" dan "Saya BINGUNG melihat orang yang sudah berpendidikna
cukup tinggi itu kok masih sangat bodoh". Tapi orang-orang yang tidak begitu memahami bahasa
Indonesia (mungkin lantaran keturunannya) kurang bisa membedakan ini.
> > > Tapi kalo kamu mengerti konsep Firman Allah yang menjadi manusia, kamu tidak akan heran
> lagi.
> >
> > Tetap mengherankan, karena firman kok menjadi manusia. Konsep apa itu? Firman ya firman
> yaitu: pesan, petunjuk, suruhan, perintah, ajaran. Tapi kalau mau sih Tuhan mau jadi apa saja
> bisa. Mau jadi manusia, mau jadi semut, mau jadi atronaut atau jadi lokomotip. Namanya juga
> Almighty. Tapi manusia tetap manusia, sebagaimana semut ya semut. Tuhan ya Tuhan. Tapi Tuhan
> tidak pernah menjadikan firmannya manusia. Dia menyampaikan firmannya liwat manusia, supaya
> dimengerti oleh manusia. Dan yang menyampaikan firmanNya itu namanya pesuruh Tuhan yaitu ...
> Nabi. Bukan Tuhan toh?
>
> Nah, kamu membatasi Tuhan. Kan kamu sudah bilang Tuhan jadi apa saja bisa. Kalo saya tidak
> salah, sosok Tuhan dalam Alquran itu memang keterangannya ' tidak ini, tidak begitu, tidak bisa
> dibandingkan'. Makanya kamu sulit menerima Tuhan bisa dan mau jadi sesuatu....manusia misalnya.
> Saya paham kesulitan kamu itu.
Paham melalui logika atau paham melalui kebodohan? Anda jangan tersinggung kalau saya bilang buta
lagi ya. Baca dong tanggapan saya, kalau perlu pertebal kacamata anda. Siapa bilang saya sulit
menerima Tuhan bisa dan mau jadi sesuatu? Saya kan bilang Tuhan itu kalau mau jadi apa saja bisa.
Mau jadi manusia, mau jadi kodok, mau jadi tokek, atau mau jadi roket. Bisa. Sekali lagi Tuhan itu
'kan nggak segoblok itu? Mau jadi manusia, atau jadi semut atau jadi kue pancong. Buat apa sih?
Kan Dia itu Almighty. Ini anda pura-pura pinter atau apa sih?
> Saya juga setuju bahwa nabi/manusia tidak bisa jadi Tuhan. Tapi Tuhan, The Almighty, bisa dong
> jadi apa saja.
Hah hah hah ... ngeladenin omongan gini sih mencapekkan. Udah berkali-kali diterangkan.
> Dalam konsep kristen Tuhan itu suci banget.
Bukan konsep Kristen aja yang menganggap Tuhan itu suci banget. Itu konsep semua agama. Hindu,
Zaratusra, Yahudi, Animisme, Islam dll.
> Jadi tidak ada yang bisa ketemu Tuhan langsung dan tetap hidup.
Nggak bener ini. Siapa saja bisa ketemu Tuhan kalau Tuhan memang menghendakinya atau memberi dia
kesempatan.
> Karena Tuhan itu memang sayang banget sama manusia,
Manusiapun seharusnya sayang banget sama Tuhan. Tapi Tuhan itu nggak perlu manusia. Manusia yang
perlu Tuhan.
> Tuhan sendirilah yang harus turun menyampaikan firman jalan keselamatan.
Siapa yang bilang harus? Tidak ada sesuatupun yang mengharuskan Tuhan. Tapi memang Tuhan memilih
caraNya sendiri untuk menyampaikan firman (termasuk jalan keselamatan, jalan kebaikan, jalan
keuntungan, jalan kemudahan, jalan untuk jalan jalan dll.). Tapi sebegitu jauh Tuhan memilih
manusia baik-baik untuk menyampaikan firman itu. Dan manusia yang dipilih itu dinamakan Nabi. Tapi
di Alkitab Nabi-Nabi itu dituduh yang bukan-bukan: berzinahlah, incest lah, mabuk-mabuklah,
malakukan tindakan cabullah. Ini yang nggak bisa diterima Islam. Sebab kalau orang begituan yang
dipilih Tuhan untuk menyampaikan ajaranNya dan menjadikan teladan bagi manusia, berarti Tuhan
salah pilih dong. Nah coba anda juga berusaha mengerti dari sudut pandang agama saya.
> Nggak bisa ngandelin manusia.
Siapa bilang ? Tuhan sangat ngandelin manusia. Abraham itu manusia, Moses itu manusia, David itu
manusia, Jesus itu manusia (bukan manusia jadi-jadian), Muhammad itu manusia yang diandelin untuk
menyampaikan firman/ajarannya. Dia sayang dan kasih pada manusia. Padahal Tuhan tidak memerlukan
manusia. Manusialah yang memerlukan Tuhan. Tuhan memberi kebebasan seluas-luasnya pada manusia
selama hidup di dunia ini. Tapi manusia sering menyalah gunakan kebebasan itu. Bahkan banyak
diantaranya yang sering melecehkan ajaranNya itu. Kitabnyalah yang diubah-ubah. Tuhan tidak ada
kepentingan dengan manusia. Manusialah yang punya kepentingan dengan Tuhan yang telah memberikan
kehidupan ini untuk dinikmati secara baik. Untuk membantu atau menolong agar manusia itu tidak
jadi korban kebebasannya itu sendiri (karena salah menggunakan kebebasan itu) maka Tuhan juga
bermurah hati lagi dengan penuh kasih memberikan petunjuk (guidance) agar manusia itu tahu jalan
yang benar dan baik untuk memiliki akhlak yang tinggi sehingga bisa benar-benar merasakan
kemanfaatan dan kenikmatan hidup ini. Diberikan pula aturan-aturan dan kewajiban-kewajiban agar
manusia ini bisa menguasai nafsunya, sehingga tidak rusak dikuasai oleh nafsu. Tapi Tuhan
memberikan kebebasan pada manusia itu mau denger apa nggak.
> >> > Kalau Firman Allah bisa jadi buku (yg bisa sobek, dimakan rayap, dll),
> >
> > > Firman yang jadi manusia kan lebih hebat. Buku bisa hancur tapi isinya tetap. Yesus
> > > menjadi manusia
> >
> > Yesus itu memang manusia sejak lahir. Tuhan memang bisa menjadi manusia atau jadi nyamuk
> > atau jadi kura-kura kalau Dia mau. Lebih hebat dari Houdini. Tapi Tuhan tidak akan
> > segoblok itu. Nggak perlu dia sendiri menjadi semut atau kura-kura untuk menyampaikan
> > firmannya itu.
>
> Nah ini. Tuhan sama sekali tidak goblok. Kadang-kadang kita merasa kok kita diberi jalan hidup
> begini, saya yg kristen kamu yg islam, atau kebalikannya, tapi semua itu ada tujuannya. Sama
> saja kenapa kamu musti sujud dan rukuk kepada Kaabah. Kelihatannya kan goblok seperti
> menyembah batu. Tapi kamu tahu tujuannya kan?
Iya. Sujud dan rukuk itu tidak pada Ka'abah. Sujud dan rukuk itu pada Tuhan. Hanya arahnya pada
satu titik. Sebagai tanda maka di tunjuk Ka'abah sebagai titik. Semula Yerusalem.
> Tuhan menjadi manusia juga begitu.
Nggak sama dong. Ka'abah itu ditunjukkan demikian. Tapi tidak ada satu buku sucipun yang
mengatakan Tuhan pernah menjadikan dirinya manusia.
> Kelihatannya goblok dimata kamu.
Tuhan tidak pernah kelihatan goblok. Orang yang salah mengikuti ajarannya lah yang bisa menganggap
Dia itu goblok. Misalnya dengan mengatakan Tuhan ada keharusan, atau memerlukan untuk jadi manusia
untuk menyampaikan firmannya. Sebagai ciptaannya, ada banyak rahasia Tuhan yang kita nggak tahu
dan tidak akan pernah tahu kecuali Tuhan memberi tahu. Lalu kita jangan mengada-ada dong dengan
mengatakan cara-cara kerja Tuhan. Itu kita nggak tahu. Kita hanya tahu sifat-sifat Tuhan
sebagaimana dikatakan oleh Kitab Suci saja, yang semua itu adalah logis.
> Tapi dari sudut lain, itu adalah bukti kasih Tuhan.
Ada banyak cara yang betul untuk membuktikan kasih Tuhan dari pada mengkultuskan manusia sampai
dijadikan atau dianggap Tuhan, atau menganggap Tuhan menjadikan dirinya manusia. Ia memberikan
alam raya yang kaya untuk dinikmati. Ia memberikan kebebasan seluas-luas pada manusia. Ia
memberikan perasaan pada manusia. Dan lain-lain dan lain-lain dan lain-lain yang bisa jadi bukti
akan kasih Tuhan itu.
> Toh, Yesus itu terbukti mengalahkan maut. Maaf kalau analoginya agak keras (bukan menghina Tuhan
> lho).
Sorry ini memang terdengar menghina Tuhan. Maut itu hanya ada di tangan Tuhan. Tidak ada satu
orangpun bisa mengalahkan maut itu. Nabi juga tidak bisa.
> Mudah-mudahan kamu mengerti.
Aku hanya mau mengerti ajaranNya.
> > > so pasti bisa sakit, berdarah dll, tapi karyaNya tinggal tetap.
> >
> > Snouck Hurgronje juga karyanya tinggal tetap biarpun dia mati, atau Hitler, atau H.B.
> > Yasin, atau Pater Wahyo, atau Sukarno, atau Hamka dsb. atau karya-karya di situs internet
> > (termasuk yang keliru tentang Islam -entah sengaja menyesatkan atau tidak, tidak jelas-
> > yang web sitesnya suka dibaca mang K.ku itu.
>
> Saya rasa kamu salah. Ajaran manusia akan lenyap.
Ajaran tuhan juga bisa dilenyapkan manusia kalau manusia itu mau. Contohnya udah ada.
Menyelewengka ajaran Tuhan sudah berarti melenyapkan ajaranNya.
> Ilmu pengetahuan pun akan lenyap. Kamu pikir idenya Hitler masih laku? Komunis saja sudah bubar,
> nggak laku.
Laku atau tidak itu kan tergantung pasaran. Kalau partai-partai facist atau ekstrim kanan menang,
bukannya tidak mungki ajaran Hitler bisa dipakai lagi. Sekarng saja masih banyak kelompok di
negara-negara Barat yang masih menganut ide Hitler itu. Bahkan di Italia, Belgia dan Austria ada
partai politik yang sampai berhasil menduduki kursi di parlemen yang memakai idenya Hitler itu.
Komunis juga begitu. Di Cuba masih jalan. Di Cina masih jalan. Di Rusia akhir-akhir ini partainya
jadi tambah besar, bahkan terbesar.
> Tapi apa yang bersumber dari Allah tidak akan lenyap.
Sebetulnya kalau tidak mau mengikuti ajarannya yang asli (orisinil), itu berarti sudah
melenyapkannya.
> Itu iman saya. Nggak tahu iman kamu gimana.
Untuk tahu iman saya? Baca Qur'an. Pelajari agama "submission to God" alias Islam.
> > > Dan jangan lupa biarpun diizinkan mengalami kematian jasmani, yang terpenting adalah
> > > makna kebangkitanNya dari alam maut.
> >
> > Tapi lebih penting lagi adalah makna pesan-pesan Tuhan terbaru, terlengkap, yang dibawa
> > oleh Nabi yang terakhir yang mengingatkan kembali (termasuk pesan nabi Isa) bahwa jangan
> > mengkultuskan manusia. Ikutilah firman Tuhan dalam buku suci yang tidak diubah-ubah..
>
> Tentu saja akan mudah untuk meyakinkan seluruh umat yahudi dan nasrani bahwa Muhammad adalah
> nabi terakhir asalkan bisa dibuktikan.
Sama dengan pembuktian bahwa Isa itu benar-benar sebagai apa yang dipercaya orang beriman (iman
sesuai ajaran Tuhan yang benar lho)..
> Muhammad saya hormati sebagai pemimpin yang hebat dan berjasa bagi kami yang berTuhan YME.
Sekarang saya yang balik bertanya bagaimana anda membuktikan bahwa Muhammad itu demikian?
> Tapi untuk ukuran standard nabi, maaf rasanya masih kurang sreg.
Kurang sreg karena tidak mau "total submission to God" yang artinya Islam dalam bahasa Arab. Betul
nggak?
> Kalau kita pelajari nabi-nabi sebelumnya ada ciri khas dari soal keturunan, tanda-tanda mujizat,
> nubuat, dan tidak pernah bertentangan dengan ajaran nabi pendahulunya.
Nabi Muhammad kan juga?
> Soal buku, saya percaya Firman Allah tidak dapat diubah manusia. Entah kamu percaya ini tidak.
Tapi Raja Konstatin merubahnya. Dan itu diikuti oleh banyak orang ... sampai sekarang.
> > Tapi yah, situ-situ deh. Gue dengan agama gue, lu dengan agama lu kata si Mamat yang faham
> > ajaran agama yang bernama "submission to God" itu. Anda gimana ? Agama anda "submission to
> > God" nggak? Jawab dong ya.
>
> Yah, gue-gue, elu-elu. Tapi mbok ya elu sejenak ngertiin sudut pandang gue, jadi kalo elu
> nerangin soal islam ke gue, analoginya bisa masuk gitu.
Aku tidak sejenak tapi malahan sangat mengerti sudut pandang anda, karena anda berpegang pada
Injil dengan sejarahnya yang sudah diutarakan di atas tadi. Jadi saya bisa mengerti anda berpegang
teguh pada pandangan anda itu (paling tidak sampai saat ini). Masalahnya kan situ nggak mau
denger. Nggak mau mempelajari Islam. Aku baca itu Injil. Aku pelajari itu Kristen, baru aku bisa
berpendapat. Bahkan istri aku juga Kristen. Dan tidak pernah aku minta atau bujuk untuk jadi
Islam. Dia aja yang mau sendiri jadi Islam. Bahkan dulu saya bilang jangan asal masuk saja.
Pelajari dulu. Siapa tahu ada yang nggak berkenan di hati.
> Trus jangan cepet marah2, kudu sama-sama menahan emosi.
Apa ada saya marah-marah? Saya rasa kok nggak. Masalahnya kan cuma "fight back" setelah fakta
"serangan" yang 5 kali yang saya sebutkan di atas itu tadi.
> Jangan dikit2 bilang buku lu palsu (Gue himbau juga orang kristen jangan dikit2 bilang Muhammad
> sesat). Ini masalah kepercayaan. Kan emang susah dari sononya.
Aku nggak pernah bilang buku palsu. Nggak seperti Fisjono yang suka bilang ahli Torah palsu (nggak
tahu aku maksudnya apa). Aku hanya mempertanyakan berdasarkan pengamatan adanya banyak kontradiksi
dan sudah ada perubahan-perubahan dan aslinya tidak ada lagi. Apakah itu masih suci? Kalau "holy
scripture" itu sudah di edit, atau diubah, apakah itu masih holy? Itu lho petanyaannya.
> Soal penyerahan terhadap Allah ini juga ada di kepercayaan gue. Cuma bedanya elu kan berserah
> pada Allah supaya diselamatkan.
Berserah pada Allah itu bukan sekedar untuk diselamatkan. Supaya diselamatkan itu, aku minta hanya
melalui doa. Berserah diri pada Allah itu karena itu memang sudah kodrat manusia. Jadi saya
tidak mau mengingkari itu. Dan tujuan hidup saya adalah mencapai kebahagiaan. Kebahagian adalah
mendekatkan diri pada pada Tuhan. Untuk itu jalan satu-satunya adalah berserah diri pada Tuhan.
Berserah diri pada Tuhan itu dalam bahasa Arabnya Islam. Dan mengakui bahwa Tuhan itu satu, tidak
ada duanya tidak ada tiganya, tidak juga disekutukan baik dengan roh kudus, roh tidak kudus,
dengan putra, dengan nenek, dengan kakek, dengan ponakan, dengan tetangga. Pokoknya tidak
dianggap menjadikan dirinya manusia. Tuhan adalah Tuhan. Maha Esa. Manusia ya manusia, dia bisa
mati, kesakitan, sakit, pupup, pipis, sakit pilek, encok dsb. Tuhan nggak pernah sakit, capek,
atau pegel-pegel linu. Nggak perlu istirahat.
> Kalo gue, karena sudah diselamatkan dulu makanya harus berserah kepada Allah. Cuma beda
> urutannya.
Iya ini bedanya. Jadi anda karena ada keharusan baru berserah kepada Allah. Itu namanya tidak
keluar dari hati sanubari. Kayak dagang aja. Dapet selamat baru bayar dengan berserah diri.
Kalau cilaka atau tidak selamat nggak mau berserah diri dong pada Allah. Kalau saya selamat nggak
selamat saya berserah diri pada Allah. Itu namanya Islam.
> Di gue, Iman tanpa perbuatan adalah mati (iman duluan).
Bagi saya iman tidak bisa tanpa perbuatan. Tidak mungkin. Iman kepada Allah itu menjalankan
perintahnya. Orang beriman itu berbuat. Jadi statement anda itu tidak ada nilainya.
> Kalo elu kebalikannya kali ye?
Supaya tidak mendasarkan pendapat pada kali ini kali itu, usahakan untuk melek dan kupingnya
dibuka. Caranya pelajarilah Islam dengan betul dengan mempelajari Al-Qur'an. Anda akan mengerti
Muslim itu bagaimana. Tidak itu saja. Bahkan anda akan tahu lebih banyak lagi tentang agama anda
sendiri.
No harm in trying. Nggak ada ruginya mencoba.
> Salam.
Syalom.
<ban...@cable.A2000.nl> wrote in message
news:38780CFA...@cable.A2000.nl...
Me wrote:
> The book is to be read from back to front and from right to left,
> so how people who don't know this can read it properly.
> Of course it will be up-side-down
If it is too hard to learn Qur'an for you, then you can start with reading its
interpretation. Yo can find it in any language, even in your languange: Chinese.
Mick wrote:
I was talking about you.Not interested.
Paste aja! Kok sungkan-sungkan.Masak udah lupa pengakuan sendiri? Kamu sendiri yg bilang sama saya lho. Mau di paste?Maaf kalau hatimu sakit. Nanti kalau sudah tak sakit lagi, mungkin bisa kita teruskan sebab berdiskusi dengan emosi adalah percuma.Apa ada tanda-tanda aku sakit hati? Tolong baca lagi e-mail aku itu ... more carefull and thorough.
The problem is your favorite objective is to ridicule Islam. Reveiw my 5 points on you.Ayat-ayat Al-Qur'an diputar balikkan. Terutama kelompok "troll" yang membanting tulang melakukan itu. Baik liat provokasi secara sopan maupun liwat kata-kata kotor dan menghina. Sayangnya banyak pula di kalangan Islam yang terjerumus menggunakan strategi dan teknik yang sama "to fight back". Harusnya orang-orang Muslim tidak melayani hal-hal itu.Diskusi kita ttg ayat2, jadi bicara ttg hal2 politik dunia kurang relevan. Jadi tidak fokus, melebar, dan bisa seenaknya cerita2 ngalor ngidul (toh mengenang crusader zaman baheula lebih mudah daripada mengingat Ibu Teresa yg belum lama mati, mengingat teroris islam sungguh lebih mudah drpd mengingat......... tuh kan lupa).
Melihat diskusi2 orang lain, saya jadi tahu bahwa diskusi seperti gaya itu tidak akan habis dan cenderung tidak berisi. Saya mencari orang yg bisa menerangkan kepada saya darimana sudut pandang mereka dengan argumentasi yg sehat (dan tidak ulang2), sekaligus kalau saya bertanya bisa menerangkan karena memang mengerti sudut pandang lawan bicaranya.Mawas dirilah dikit. Baca kembali potings anda.
Apa dong maksudnya dengan mengatakan ... THE Book ... manusianya innocent. Belajarlah jujur.Maaf, bagi saya ngeledek boleh asal bukan fisik sebab itu pemberian Tuhan. Perhatikan saya tidak pernah balas kata2 buta, budek, pertebal kacamata, dll soal pribadi kamu. Saya juga tidak menghina Nabi Isa atau Muhammad. Itu dilarang dalam Alkitab. Makanya lucu juga saya dibilang menghina/menyerang.bahkan soal tebalnya kacamata.Sorry nih, soal kaca mata tebal itu 'kan sekedar buat enak-enakin ngomong, tidak seriuslah. Apalagi kalau anda tidak berkaca mata. Daripada merendahkan Nabi (baik Nabi Isa maupun Nabi Muhammad) dan Tuhan atau menyalah tafsirkan ayat-ayat Qur'an. Misalnya liwat kata-kata anda "> THE Book said Allah needs help. So, don't blame the people. They are innocent." Jadi dengan kedok caranya sopan anda ingin mengatakan yang harus disalahkan itu adalah bukunya atau Tuhannya. Ini contoh aja lho. Itu saya berikan karena anda menyerang secara halus. Jadi saya juga "fight back" secara halus dengan ... ngeledek. Anda juga boleh ngeledek saya. Ngeledek kan nggak serius. Menghina atau mengucapkan kata-kata kotor, nah itu baru nggak wajar.
Kalau soal kata2 dibukumu, itu kan kamu sendiri yg bilang bahwa sudah bilang semua muslim berpikiran begitu dari baca ayat itu. Kamu sendiri yg bilang bahwa ideTuhan harus dibela bila dihina berasal dari ayat itu. (eh, ngomong2 kata 'bila dihina' itu tidak ada dalam ayat itu lho) Kenapa kamu bilang saya menyerang? Saya rasa pikiran kamu tidak salah. Lha, kamu cuma baca, trus interpretasinya begitu, lalu mengimaninya. Saya tahu muslim yang lain ada juga yg berbeda interpretasinya dengan kamu. Ada muslim yg sudah membaca ayat yg sama dan merasa God ALmighty tidak perlu pembela dalam hal apapun termasuk ketika dihina. Saya cenderung setuju dengan muslim yg terakhir.So you admit you will listen only to things that fit your way of thinking. Very short sighted.
Very short sighted. Ada banyak orang kristen juga berpikir demikian.Ya hanya umat Islam saja, itu pun tidak semua. Umat kristen jelas tidak.Anyway, terima kasih atas penjelasan bahwa Tuhan (dlm islam) perlu dibela.Kembali. Saya senang kalau anda mengerti: yang merasakan perlu itu adalah umat Islam, bukan Tuhan. Seperti sudah dijelaskan sejelas-jelasnya: Tuhan tidak perlu apa-apa, atau ... sebagai manusia kita tidak pernah tahu keperlun Tuhan.
Tadinya paham, tapi melihat jawaban anda yang sekarang jadi percuma meahaminya.sudahkah anda paham siapa lawan kita sesungguhnya?Satu pesan saya, mari kita belajar lebih banyak agar mengerti dengan jelas siapa lawan kita sesungguhnya.Ini ajakan yang sangat indah. Kalau anda betul-betul murni dengan ajakan ini, I will be your comrade in arms.
who cares about short sightedness and hyper sensitivity.ah...udah ya....ngelebar lagi. (who cares about cnn, crusaders basi, ngocol aje asli dan palsu)Semoga Tuhan memberkati anda.Semoga Tuhan memberikan rahmatNya pada anda.Sebagai gantinya saya paste satu artikel dari detik buat bahan baca2.dst.dst. Terima kasih(untuk menyingkat tanggapan saya ini, tidak saya sertakan sepenuhnya, karena siapa saja bisa mengikutinya melalaui detik.com toh?).Solidaritas, Fanatisme dan Jihad
Penulis: Anis Maftuhin Rosyidi *
Cuma saya lihat setelah membaca tulisan itu, ada sedikit impressi, penulisnya kayaknya tidak mengerti betul-betul jihad itu apa biarpun dia andainya orang Islam sekalipun. Dalam tulisan tsb., orang yang tidak mengerti Islam cenderung akan menafsirkan jihad itu sebagai perjuangan fisik kekerasan demi agama. Jihad itu adalah MENGGUNAKAN SEGALA DAYA, USAHA, TENAGA dan KEKUATAN untuk perjuangan melawan segala sesuatu (sekali lagi: SEGALA SESUATU) yang tercela. Yang tercela itu bisa yang kelihatan, bisa juga yang tidak kelihatan. Dan hal tercela itu juga dalam diri sendiri. Jihad itu baru berbentuk perang secara fisik, bila itu menyangkut adanya gangguan atau tekanan fisik. Contoh: Perang melawan Belanda tempo hari adalah jihad. Karena kita diserang secara fisik. Jihad itu harus selalu ada dalam diri setiap manusia. Mengekang/mengendalikan nafsu adalah jihad. Usaha meningkatkan kesejahteraan keluarga adalah jihad. Usaha mengoreksi kesalahan adalah jihad. Usaha mensukseskan pembangunan adalah jihad. Usaha membasmi kemiskinan adalah jihad. Usaha menegakkan hak-hak asasi manusia adalah jihad. Usaha memertahankan eksistensi agama adalah jihad. Usaha membela kebebasan beragama adalah Jihad. Tindakan terus menerus meningkatkan iman adalah jihad. Islam melarang dimulainya perang. Perang diperkenankan sebagai upaya menyelamatkan diri dan agama. Sekali lagi MENYELAMATKAN (bukan mengembangkan). Ia baru diteriakkan dan diserukan secara verbal bila hal itu menyangkut tindakan fisik "to fight back" bila himbauan liwat kata-kata tidak mempan lagi.. NOT TO INITIATE A FIGHT!!! Islam melarang kekerasan kecuali untuk membela diri yang telah melakukan kebaikan. Kembali lagi ... "to fight back". Kalau memulai perang tanpa anda pernah dapat tekanan atau pelecehan, itu namanya agresi dan agresi tidak diperbolehkan oleh Islam. Bahkan kalau anda pelajari Qur'an disitu diajarkan bahwa Islam melarang orang Muslim menggunakan senjata yang berlebihan sekalipun dalam perang. Tapi ada agama lain yang menyiarkan kasih, tapi melancarkan kekerasan dengan penganiayaan yang di luar peri kemanusiaan. Saya sungkan menyebutkan contohnya, karena sukar untuk tidak mengingat-ingat the Crusaders, bom atom dsb nya itu. Kembali lagi: berita-berita media massa apalagi yang dari Barat seperti ABC, NBC, CNN dll. itu entah sengaja entah tidak memberikan pengertian yang salah tentang jihad atau pengertian yang tidak lengkap. Dan sebagian besar orang yang tidak mengerti tentang Islam percaya itu. Kalau hal ini dipahami semua orang termasuk Fisjono, Mesiah, Me, ngocol aje (yang palsu) dll. tentu diskusi tentang agama menjadi sangat sehat bahkan akan saling memperkaya satu sama lain.
Mick wrote:
I was talking about you.Not interested.
:) read your reply again.Let's read it together.
Masak udah lupa pengakuan sendiri? Kamu sendiri yg bilang sama saya lho. Mau di paste?Paste aja! Kok sungkan-sungkan.
Because,, saya percaya anda bisa baca sendiri. Atau bisa pake word search 'hati' 'sakit' atau 'menyakitkan'Aduuuuuuuhhh ... kok ngak ngerti sih? Kalimat-kalimat anda itu lho ... halus tapi nyelekit. Itu 'kan nggak perlu. Saya sakit hati sih nggak. Sama seperti kalau kita bilang: Uuuh ... tampangnya menakutkan. Itu tidak berarti kita sudah takut. Gitu 'kan? Gimana sih? Karena itu baca lagi deh.
The problem is your favorite objective is to ridicule Islam. Reveiw my 5 points on you.
The real problem you can't distinguish the subject of the sentence. Maap Pak, saya bicara ayat Pak, bukan teroris/crusader, nanti melebar kemana-mana.Ayat dibicarakan nggak perlu panjang-panjang 'kan. Yang bikin panjang, kalau ngutipnya tidak tepat atau sepenggal-sepenggal alias seenak udelnya. Itu bikin panjang jadinya.
Yang mengundang perluasan itu anda, liwat kalimat anda: " > THE Book said Allah needs help. So, don't blame the people. They are innocent."Mawas dirilah dikit. Baca kembali postings anda.Saya bicara ayat, Tuhan yg almighty, kriteria nabi, dll. Tidak pernah saya pakai argumen teroris, perang belanda, yang punya koran di arab saudi, duitnya sheik mana yg banyak. Nanti jadi kehilangan point utama.
Apa dong maksudnya dengan mengatakan ... THE Book ... manusianya innocent. Belajarlah jujur.
THE Book refer to Al Quran. 'THE' dalam bahasa inggris itu menunjukkan hal yg spesifik. Manusia seperti anda innocent artinya anda tidak bersalah. Prosesnya Anda baca, anda pahami sebagaimana interpretasi anda, kemudian diimani. Kalau anda artikan bahwa Allah perlu dibela 'bila dihina' (aku tidak lupa kok) ya anda tidak salah, karena begitulah interpretasi anda. Itu maksudnya.Oooohhh baru tahu THE itu dalam bahasa inggris menunjukkan hal yang spesifik?! Saya kira menunjukkan kolak labu atau paniki pakai dabu-dabu. Terima kasih atas kebaikan anda meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris saya. In this case you are a doll. Thnak you.
So you admit you will listen only to things that fit your way of thinking. Very short sighted.
I have listened to you but I do not necessary agree with your thinking.Yeah ... yeah ... yeah ...
Sebelum kamu kehilangan point utamanya lagi, saya ingatkan bahwa pointnya adalah anda memberitahu saya bahwa Allah perlu dibela (bila dihina). Saya berterima kasih atas penjelasannya. Saya sudah paham mengapa kamu berpikir begitu. It's okay to think differently. Kamu tidak salah. Saya juga tidak salah. Memang ajarannya beda.
Very short sighted. Ada banyak orang kristen juga berpikir demikian.
Saya underlined yg kamu tulis. Saya sudah paham memang adalah umat islam saja yg merasa perlu membela. Soal bagaimana sikap kristen itu cuma informasi buat kamu. Ignore aja kalau tdk suka.Bukan tidak suka, tapi informasi yang kurang tepat. Almost all of my in laws are Christians. Almost all, as many of them already embrace Islam. Among them there are differences in this issue. And they are reasonably educated (post hight school or uni/college..
Tadinya paham, tapi melihat jawaban anda yang sekarang jadi percuma meahaminya.
Tidak paham? Tidak mau paham? Saya beritahu anyway, musuh manusia : iblis, roh2 jahat penyesat (bukan manusia in flesh)Dalam Islam kebodohan, kedunguan, kemiskinan, egoisme, keterbelakangan dan kekeras kepalaan serta hyper sensitifitas juga musuh manusia. Karena itu setelah responses anda ini, saya jadi kurang paham apa saja yang anda anggap sebagai manusia. Ternyata anda hanya menganggap iblis, roh-roh jahat penyesat saja yang dianggap musuh manusia. Bagi saya bukan cuma itu. Roh-roh jahat? Saya nggak tahu itu. Sepegetahuan saya cuma ada roh. Tidak ada roh jahat dan roh baik. Roh ya roh. Saya memang bukan cendekiawan agama. Tapi cobalah tanya pada cedekiawan Islam apa ada roh jahat dan roh baik. Setahu saya cuma dukun yang mengakui ada roh jahat dan roh baik. Tapi Rahul Kudus (roh kudus) memang ada: malaikat dan sebangsanya. Kudus itu bukan masalah baik buru, tapi suci. Sama dengan Tuhan itu satu tidak bisa dipersekutukan dengan apapun juga. Nggak ada urusan dengan bilangan lain. Tapi roh jahat? Menurut Islam itu takhayul aja.
who cares about short sightedness and hyper sensitivity.
Untuk kedua kalinya saya bilang ternyata diskusi dengan anda ini cuma mencapekkan. Cepat tersinggung dan berpikiran cupet. Mencubit mau tapi dicubit nggak mau.
Siapa yg menghina/mencubit? (siapa yg pake kata2 budeg, tuli, pertebal kacamata, shortsighted, cupet bla=bla-bla, personal attack)Lho, lho, lho ... saya juga nggak mau berantem. Kata-kata yang saya pakai itu kan sebagai respons atas "cubitan-cubitan" anda yang saya hitung 5 kali itu.
Apa saya pernah bales? (ngapain kita berantem?)
Karena itu flexible dikitlah. Lihat komentar-komentar anda dalam berbagai postings anda menanggapi postings orang lain. You are adamant, very inflexible. Memang tidak kasar, tapi "sneering" atau "cynical/sarcastic" towards Islam. Kalau anda di "sneer" sedikit, tersinggungnya bukan main.
BTW, thanks atas penjelasan jihadnya. Yg terlalu panjang itu embel2 ber-ulang2 soal fight back, cnn, abc, bom atom, crusader, ngocol aje (nggak ada hubungan dg diskusi ini)dll. Ulang2 itu sangat melelahkan. Udah ya.
OK asal jangan sempit atau dibuat sempit dan jangan ... cynical. Itu tidak perlu, karena mengundang orang untuk melakukan hal yang sama terhadap anda. (Ingat: Muslim tidak memberikan pipi kiri kalau pipi kanan ditampar! Pertama dia akan menghindar dari tamparan yang berikut. Kedua, kalau masih datang juga, dia omongin: jangan! Ketiga, masih juga datang yah dia kasih ... TONJOK ... Keempat, kalau masih juga datang lagi dia kasih ... BOM. Nah lawannya yang kesakitan terus teriak-teriak : "Terrorist!").
Note:
Kapan2 boleh bicara soal lain2 itu asal spesifik, misalnya judulnya 'media barat dan konspirasi terhadap umat islam.' atau 'crusader' atau 'ngocol aje, fisjono, dll apa maunya?'
> Everybody should care about CNN. Lihat aja si Maria Resa yang
> Pilipina
> itu ngomong seenak udelnya. Kenapa CNN nggak mau pake orang
> Indonesia
> jadi corespondentnya? Padahal umumnya correspondent CNN di
> negara-negara
> lain umumnya orang dari negara itu sendiri. Ini menimbulkan kesan
> ada
> udang di balik batu.
Ya...mungkin Ted Turner/CNN berpikir orang Indonesia cuma layak untuk
jadi penyiar MTV saja. Soalnya untuk urusan mode dan hura-hura remaja
kita enggak kalah loh sama orang "barat" sono. Buktinya waktu ecstasy
lagi trend, Jakarta juga enggak kalah lo....
Urusan yang butuh intelektual dikit (semacam koresponden CNN)...orang
Indonesia minggir dulu lah............
> Peristiwa the Crusaders itu tidak akan pernah basi, juga pengalaman
> Galileo, Baruch Spinoza dll., karena semua itu lambang kemunafikan:
> mengajarkan kasih tapi berbuat sebaliknya. Sama kayak penjualan
> manusia
> dari satu benua ke benua lainnya, genocide yang dilakukan Hitler,
> bom
> atom di Hiroshima dan Nagasaki, penjajahan negara Barat dll.
> Tindakan
> semua itu tidak akan pernah basi. Tapi memang banyak orang yang
> menganut
> keyakinan yang sama dengan para pelaku tindakan-tindakan itu
> cenderung
> ingin mem-"basi"-kannya biar dilupain orang. Maksudnya mungkin
> orang-orang sebaiknya mengingat tuduhan (yang keliru) bahwa
> orang-orang
Cerita klasik. Usaha-usaha untuk membasikannya itu yang justru tak akan
pernah basi (analogi dari ungkapan: the only thing that never change is
change itself).
> Islam itu sama dengan teroris, banyak yang jahat (seperti sangkaan
> ada),
> menyembah berhala ka'bah dsb.
Yah mau dibilang nyembah berhala juga, enggak usah dilayani, apalagi
jadi sewot...sebab maksudnya memang cuma untuk iseng (seperti definisi
"troll" yang anda jelaskan). Kecuali jika memang maksudnya untuk
berdiskusi secara baik2.
> Soal ngocol aje yang palsu itu sih nggak perlu ditanggapi serius
> lah,
> karena dia cuma salah satu dari "troll"*) yang begitu banyak yang
> kerjaannya asal menyerang Islam saja di SCI ini (seperti Mo, Momin,
> Syamsurin Welch, Me dl.l). Contoh troll yang klasik: "> And the
> fruit of
> Islam is hatred, murder, intolerance, treat women like animals.
> It is
> not love and peace, or perhaps love and peace only between
> Muslims".
> Atau bersitegang menyatakan bahwa ka'bah itu totem atau berhala,
> meskipun sudah diterangkan sejelas-jelasnya.
Nah makanya kitanya yang jangan ikut arus (sewot). Sebab katanya, emas
akan tetap menjadi emas, biarpun dibalut lumpur.
> *) A TROLL (dikutip dari Bernie Holloway "Trolls and Trolling"):
> Provocative posting(s) to a newsgroup intended to produce a large
> volume
.......dihapus.....
Sebuah definisi yang sangat tepat dan jitu untuk menggambarkan fenomena
psikologis baru di dunia maya, yang tanpa batas dan tanpa sensor.
Ternyata banyak juga di SCI ini yang berhak menyandang gelar kehormatan
sebagai *TROLL*
Usul nih, bagaimana jika kita mulai untuk memberikan penghargaan rutin
*TROLL of THE MONTH* (atau versi Indonesia *KOMPOR BULAN INI*) --
hadiahnya...akses internet gratis agar semangat troll nya tidak
hilang....hehehehe......
-libur dulu ah-
* Sent from RemarQ http://www.remarq.com The Internet's Discussion Network *
The fastest and easiest way to search and participate in Usenet - Free!
Mick wrote:
>> > ah...udah ya....ngelebar lagi. (who cares about cnn, crusaders
>> > basi, ngocol aje asli dan palsu)
>>
Everybody should care about CNN. Lihat aja si Maria Resa yang Pilipina
itu ngomong seenak udelnya. Kenapa CNN nggak mau pake orang Indonesia
jadi corespondentnya? Padahal umumnya correspondent CNN di negara-negara
lain umumnya orang dari negara itu sendiri. Ini menimbulkan kesan ada
udang di balik batu.
Peristiwa the Crusaders itu tidak akan pernah basi, juga pengalaman
Galileo, Baruch Spinoza dll., karena semua itu lambang kemunafikan:
mengajarkan kasih tapi berbuat sebaliknya. Sama kayak penjualan manusia
dari satu benua ke benua lainnya, genocide yang dilakukan Hitler, bom
atom di Hiroshima dan Nagasaki, penjajahan negara Barat dll. Tindakan
semua itu tidak akan pernah basi. Tapi memang banyak orang yang menganut
keyakinan yang sama dengan para pelaku tindakan-tindakan itu cenderung
ingin mem-"basi"-kannya biar dilupain orang. Maksudnya mungkin
orang-orang sebaiknya mengingat tuduhan (yang keliru) bahwa orang-orang
Islam itu sama dengan teroris, banyak yang jahat (seperti sangkaan ada),
menyembah berhala ka'bah dsb.
Soal ngocol aje yang palsu itu sih nggak perlu ditanggapi serius lah,
karena dia cuma salah satu dari "troll"*) yang begitu banyak yang
kerjaannya asal menyerang Islam saja di SCI ini (seperti Mo, Momin,
Syamsurin Welch, Me dl.l). Contoh troll yang klasik: "> And the fruit of
Islam is hatred, murder, intolerance, treat women like animals. It is
not love and peace, or perhaps love and peace only between Muslims".
Atau bersitegang menyatakan bahwa ka'bah itu totem atau berhala,
meskipun sudah diterangkan sejelas-jelasnya.
*) A TROLL (dikutip dari Bernie Holloway "Trolls and Trolling"):
Provocative posting(s) to a newsgroup intended to produce a large volume
of frivolous responses. It may consist of an apparently foolish
contradiction of common knowledge, a deliberately offensive insult to
the readers of a newsgroup, or a broad request for trivial follow-up
postings. People post such messages to get attention, to disrupt
newsgroups, and simply to make trouble.
The troll does not generally wish to actually participate in the
newsgroup or discuss its topic. It simply wants to provoke response. And
lots of it.
The troll has no productive purpose; its main goal is destruction. It
wanders into a thriving newsgroup (the more thriving, the better) and
attempts to draw what most of us would consider unwanted attention by
creating a "flame war". Ninety-nine percent of the time, the troll posts
several related comments which are loaded enough to cause _outraged_
rebuttal but simplistic enough for the troll to remain a non-participant
in the battle that will ensure. Of key importance is that the troll
almost never participates further in the event it has created. Its
reward is to stand back and watch, like a mad bomber. It lights the
spark and watches the newsgroup burn. "Trolls range in complexity of
behaviour but the key factor is INTENT. The Troll's intent is always
insincere and always to cause a major disturbance. This disturbance is
almost always off-topic to the newsgroup. In cases where it is on-topic
it is usually highly superficial to the subject matter.
The only thing they can do with their venom is to flush it out on other
people. As a result, everything they say about you is a reflection of
their feelings about themselves.
Certain basic troll characteristics:
They are unable or unwilling to take responsibility for their words or
behavior.
They are unable or unwilling to consider the possibility that they have
brought a great deal of dislike upon themselves.
The tendency is that each of them is filled with self-hate, and is
unable to face that issue. The only thing they can do with their venom
is to flush it out on other people. As a result, everything they say
about you is a reflection of their feelings about themselves.
Because of their self-hate, there is nothing that you can say that is as
bad as what they see in themselves. You can't hurt them, no matter how
hard you try. The only thing that relieves their self-hate is to see
other people in pain. If you let them get to you, that only encourages
them. That's why they're here in the first place.
If you want trolls to go away, ignore them. When no one responds to
them, they are left with their own venom. That is the last thing that a
troll wants to have to deal with.
Kuya wrote:
> Ternyata banyak juga di SCI ini yang berhak menyandang gelar kehormatan
> sebagai *TROLL*
> Usul nih, bagaimana jika kita mulai untuk memberikan penghargaan rutin
> *TROLL of THE MONTH* (atau versi Indonesia *KOMPOR BULAN INI*) --
> hadiahnya...akses internet gratis agar semangat troll nya tidak
> hilang....hehehehe......
>
Ha ... ha ... ha ... ha ... what a splendid idea. Setuju banget!!!
Mick wrote:
I was talking about you.Not interested.
:) read your reply again.
Let's read it together.
Because,, saya percaya anda bisa baca sendiri. Atau bisa pake word search 'hati' 'sakit' atau 'menyakitkan'Masak udah lupa pengakuan sendiri? Kamu sendiri yg bilang sama saya lho. Mau di paste?Paste aja! Kok sungkan-sungkan.
Aduuuuuuuhhh ... kok ngak ngerti sih? Kalimat-kalimat anda itu lho ... halus tapi nyelekit. Itu 'kan nggak perlu. Saya sakit hati sih nggak. Sama seperti kalau kita bilang: Uuuh ... tampangnya menakutkan. Itu tidak berarti kita sudah takut. Gitu 'kan? Gimana sih? Karena itu baca lagi deh.
The problem is your favorite objective is to ridicule Islam. Reveiw my 5 points on you.The real problem you can't distinguish the subject of the sentence. Maap Pak, saya bicara ayat Pak, bukan teroris/crusader, nanti melebar kemana-mana.
Ayat dibicarakan nggak perlu panjang-panjang 'kan. Yang bikin panjang, kalau ngutipnya tidak tepat atau sepenggal-sepenggal alias seenak udelnya. Itu bikin panjang jadinya.
Yang mengundang perluasan itu anda, liwat kalimat anda: " > THE Book said Allah needs help. So, don't blame the people. They are innocent."Mawas dirilah dikit. Baca kembali postings anda.Saya bicara ayat, Tuhan yg almighty, kriteria nabi, dll. Tidak pernah saya pakai argumen teroris, perang belanda, yang punya koran di arab saudi, duitnya sheik mana yg banyak. Nanti jadi kehilangan point utama.
Oooohhh baru tahu THE itu dalam bahasa inggris menunjukkan hal yang spesifik?! Saya kira menunjukkan kolak labu atau paniki pakai dabu-dabu. Terima kasih atas kebaikan anda meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris saya. In this case you are a doll. Thank you.Apa dong maksudnya dengan mengatakan ..." THE Book ... manusianya innocent." Belajarlah jujur.THE Book refer to Al Quran. 'THE' dalam bahasa inggris itu menunjukkan hal yg spesifik. Manusia seperti anda innocent artinya anda tidak bersalah. Prosesnya Anda baca, anda pahami sebagaimana interpretasi anda, kemudian diimani. Kalau anda artikan bahwa Allah perlu dibela 'bila dihina' (aku tidak lupa kok) ya anda tidak salah, karena begitulah interpretasi anda. Itu maksudnya.
So you admit you will listen only to things that fit your way of thinking. Very short sighted.
I have listened to you but I do not necessary agree with your thinking.
Sebelum kamu kehilangan point utamanya lagi, saya ingatkan bahwa pointnya adalah anda memberitahu saya bahwa Allah perlu dibela (bila dihina). Saya berterima kasih atas penjelasannya. Saya sudah paham mengapa kamu berpikir begitu. It's okay to think differently. Kamu tidak salah. Saya juga tidak salah. Memang ajarannya beda.
Yeah ... yeah ... yeah ...
Very short sighted. Ada banyak orang kristen juga berpikir demikian.Saya underlined yg kamu tulis. Saya sudah paham memang adalah umat islam saja yg merasa perlu membela. Soal bagaimana sikap kristen itu cuma informasi buat kamu. Ignore aja kalau tdk suka.
Bukan tidak suka, tapi informasi yang kurang tepat. Almost all of my in laws are Christians. Almost all, as many of them already embrace Islam. Among them there are differences in this issue. And they are reasonably educated (post hight school or uni/college..
Dalam Islam kebodohan, kedunguan, kemiskinan, egoisme, keterbelakangan dan kekeras kepalaan serta hyper sensitifitas juga musuh manusia. Karena itu setelah responses anda ini, saya jadi kurang paham apa saja yang anda anggap sebagai musuh manusia. Ternyata anda hanya menganggap iblis, roh-roh jahat penyesat saja yang dianggap musuh manusia. Bagi saya bukan cuma itu. Roh-roh jahat? Saya nggak tahu itu. Sepegetahuan saya cuma ada roh. Tidak ada roh jahat dan roh baik. Roh ya roh. Saya memang bukan cendekiawan agama. Tapi cobalah tanya pada cedekiawan Islam apa ada roh jahat dan roh baik. Setahu saya cuma dukun yang mengakui ada roh jahat dan roh baik. Tapi Rahul Kudus (roh kudus) memang ada: malaikat dan sebangsanya. Kudus itu bukan masalah baik buru, tapi suci. Sama dengan Tuhan itu satu tidak bisa dipersekutukan dengan apapun juga. Nggak ada urusan dengan bilangan lain. Tapi roh jahat? Menurut Islam itu takhayul aja.Tadinya paham, tapi melihat jawaban anda yang sekarang jadi percuma meahaminya.Tidak paham? Tidak mau paham? Saya beritahu anyway, musuh manusia : iblis, roh2 jahat penyesat (bukan manusia in flesh)
who cares about short sightedness and hyper sensitivity.
Untuk kedua kalinya saya bilang ternyata diskusi dengan anda ini cuma mencapekkan. Cepat tersinggung dan berpikiran cupet. Mencubit mau tapi dicubit nggak mau.
Siapa yg menghina/mencubit? (siapa yg pake kata2 budeg, tuli, pertebal kacamata, shortsighted, cupet bla=bla-bla, personal attack)
Apa saya pernah bales? (ngapain kita berantem?)
Lho, lho, lho ... saya juga nggak mau berantem. Kata-kata yang saya pakai itu kan sebagai respons atas "cubitan-cubitan" anda yang saya hitung 5 kali itu.
Karena itu flexible dikitlah. Lihat komentar-komentar anda dalam berbagai postings anda menanggapi postings orang lain. You are adamant, very inflexible. Memang tidak kasar, tapi "sneering" atau "cynical/sarcastic" towards Islam. Kalau anda di "sneer" sedikit, tersinggungnya bukan main.
BTW, thanks atas penjelasan jihadnya. Yg terlalu panjang itu embel2 ber-ulang2 soal fight back, cnn, abc, bom atom, crusader, ngocol aje (nggak ada hubungan dg diskusi ini)dll. Ulang2 itu sangat melelahkan. Udah ya.
Note:
Kapan2 boleh bicara soal lain2 itu asal spesifik, misalnya judulnya 'media barat dan konspirasi terhadap umat islam.' atau 'crusader' atau 'ngocol aje, fisjono, dll apa maunya?'
OK asal jangan sempit atau dibuat sempit dan jangan ... cynical. Itu tidak perlu, karena mengundang orang untuk melakukan hal yang sama terhadap anda. (Ingat: Muslim tidak memberikan pipi kiri kalau pipi kanan ditampar! Pertama dia akan menghindar dari tamparan yang berikut. Kedua, kalau masih datang juga, dia omongin: jangan! Ketiga, masih juga datang yah dia kasih ... TONJOK ... Keempat, kalau masih juga datang lagi dia kasih ... BOM. Nah lawannya yang kesakitan terus teriak-teriak : "Terrorist! Terrorist!").
Mick wrote:
> ban...@cable.A2000.nl wrote:
>
> Walaupun dikatain buta dan budek saya tidak mau marah. Sebab saya mau mengerti pandangan agama
> kamu.
Memang anda tidak perlu marah, itu tidak harfiah 'kan? Buta dan budek
karena anda tidak tahu atau
tidak mau melihat dan mendengar bahwa setiap Muslim tidak segan-segan
kehebatan Isa dan Nabi-Nabi
lainnya kepaa siapa saja. Bahkan setiap Muslim menyebarkannya. Kebutaan
dan kebudegan itu jelas
dari embel-embel provokasi anda itu lho: "takut dibilang ... tuh kan ...
bukan nabi biasa". Kalau
itu dalam bentuk bertanya, misalnya; mengapa demikian? 'Kan bisa
dijelaskan atau kita diskusikan
untuk mencari tahu apa memang demikian atau tidak. Dus anda yang mulai.
(1)
> Kalau kamu mau sejenak saja masuk ke sudut pandang kristen, kamu juga akan ngerti bahwa saya
> juga heran kenapa AlQuran bisa dianggap sebagai lanjutan agama yahudi & kristen.
OK saya sih bersedia saja untuk sejenak masuk ke sudut pandang kristen,
tapi anda yang mulai
dengan komentar yang jelas sama sekali tidak mau tahu sudut pandang
Islam, padahal sudah sekarung
hal-hal seputar ini kita baca di NG ini, toh anda dengan gaya sinis
mengombentari jawaban saya
terdahulu dengan kata-kata: Hebat dong ya. Jarang orang Islam .... dst
dst. (baca sampai dengan
... bukan nabi biasa). (dus 2!)
> Dari sisi saya, anda hanya tidak paham, dan tidak mau paham sejauh mana Allah mengasihi manusia.
Bukan tidak mau paham, kita buka logikanya mana yang lebih kuat atau
pertinent. Kalimat ini saja
sudah memperlihakan betapa arogan anda mengatakan bahwa dari sisi anda,
saya tidak paham dan tidak
mau paham sejauh mana Allah mengasihi manusia. Saya yakin tidak ada
penganut agama Semitic yang
tidak paham hal itu, baik itu Yahudi, Kristen maupun Islam. (Nah sudah
3)..
Memang anda dalam kata-kata tidak (tadinya tidak) menyakitkan, tapi
isinya cukup menyakitkan.
Kalau betul-betul diskusi, hal-hal itu bisa dihindarkan. Saya sudah
banyak menulis atau menanggapi
hal-hal ini di SCI ini dan kalau anda perhatikan, saya selalu menulis
atau menanggapi tanpa
prejudice, emosional, sampai pihak sananya mulai bersikap arrogant.
Coba deh baca. Mungkin ini
azas "you ought to fight back". I don't give my left cheek after the
right one was slapped. Kasih
itu harus dua pihak. Dalam Islam, Tuhan tidak saja memberikan kasih pada
manusia, tapi
mengharapkan juga kasih dari manusia pada Tuhan. Muslim yang baik adalah
Muslim yang memberikan
kasihnya pada Tuhan. Tidak cuma menerima.
> > > Banyak muslim jahat dong di sini. Banyak posting menghina Yesus lho disini.
> >
> > Kalau soal jahat, apa nggak lebih banyak lagi orang yang menghina Muhammad dan Qur'an?
> > Baca aja di NG ini. Atau ulang baca semua tulisan Fisjono, Chaumond Devin, ngocol aje
> > (yang palsu), dll itu. Urutlah secara chronologis. Nanti kan terlihat bahwa orang Islam
> > berperang hanya kalau diperangi. Orang Islam berkewajiban "to fight back" apabila
> > diperangi. Orang Islam tidak memberikan pipi kirinya kalau pipi kanannya di tampar.
> > Mula-mula ia akan berusaha melindungi pipinya baik kanan maupun kiri dari tamparan
> > berikutnya. Kalau masih juga orang itu mau menampar nah ... baru "fight back".
>
> Ah, kalau saya bilang provokator dua belah pihak juga ada.
Betul.
> Cuma anda memang diajarkan fight back segala.
Betul. Fight back not necessarily physical. Tapi kalau lawan mulai
menggunakan itu, maka ... ya
itu tadi ... pipi kiri tidak akan diberikan lagi.
> Kita tidak diajarkan untuk menghina maupun fight back. Ini murni dari segi ajaran saja lho,
> bukan melihat sample kelakuan orang.
Tapi praktek tidak memperlihatkan demikian. Lihat apa yang dialami orang
Yahudi terutama akibat
perlakuan gereja yang mencapai puncaknya dengan Crusaders.
Tindakan-tindakan gereja terhadap
ahli-ahli ilmu pengetahuan di masa lalu seperti Galileo, Baruch Spinoza,
orang-orang Kristen
Servia, konflik Irlandia yang direstui gereja dan pendeta seperti
pendeta Paisley, persecution
terhadap orang-orang Kristen sendiri yang alirannya lain di Eropa
sehingga mereka terpaksa kabur
ke Amerika. Perang berdarah, bunuh bunuhan antara penganut Katolik dan
Protestan di negara-negar
Eropa di masa lalu. Gereja bisa meng-excommunicate orang-orang yag
dianggap murtad, bercerai, homo
dsb. Di Islam hal itu tidak ada. Fisabilillah dan jihad bukan untuk
menyerang atau fight back
dalam pengertian membalas. Itu "fight back" untk mempertahankan diri dan
untuk menghindarkan
dari situasi diremehken, diinjak-injak baik secara mental, moral maupun
spiritual.
> Saya herang banget kalo ada orang yang menghina Yesus mengingat.
Kalau saya dalam hal ini tidak lagi sekedar heran banget tapi jadi
marah. Saya marah sama orang
yang menghina Yesus atau David atau Moses, atau Abraham, atau Muhammad.
> Dia itu nabinya juga, sementara Muhammad kan bukan nabi kristen.
Jadi logikanya kalau itu bukan Nabi kita, tapi Nabi orang lain
sepatutnyalah boleh menghina? Gitu?
> Sebenarnya sebagai agama yang muncul belakangan, Muhammad memang menanggung risiko tidak
> dianggap nabi oleh umat pendahulunya.
Nah ini bener, tentu saja. Boleh-boleh saja umat pendahulunya tidak
menganggap beliau itu Nabi,
bagi Muslim orang itu dianggap belum tahu. Belum dapat penerangan yang
benar. Tapi hal itu kan
tidak bisa melegitimate bahwa mereka itulah yang lebih pantas untuk
menghina Nabi dari umat yang
menyatakan diri sebagai penganut "submission to God".
> Wajar saja, kalau satu pemimpin tidak otomatis diakui.
Memang dong. Islam kan tidak membujuk-bujuk (baik liwat misionaris
maupun kedok bantuan sosial
lainnya) atau memaksa orang untuk mengakui pemimpinnya.
> Kalau memenuhi kriteria nabi-nabi pendahulunya baru bisa. Nah, masalahnya kan standard
> kriterianya beda.
Kan tidak ada yang maksa siapa saja untuk menerima Nabi baru. Itu sih
boleh-boleh aja. Tapi
jangan menghina baik Nabi itu maupun ajarannya.
> >> > Untungnya orang kristen tidak perlu membela Tuhannya.
> >
> > Yang mati-matian membela manusia biasa sebagai Tuhannya siapa ya?
>
> FPI kali....:)
Nah komentar kayak gini lho yang kalau tidak ada, diskusi bisa lebih
nyaman . (Dus saya anggap
serangan ke 5).
> Tidak ada Front Pembela Yesus karena Tuhan tidak perlu dibela. Tuhan itu justru membela manusia.
Di Islam Tuhan perlu di bela bila ada yang melecehkan atau menghinaNya
atau ajarannya. Itu namanya
Fisabilillah. Contoh: kasus Salman Rushdie. Juga mengubah-ubah ajarannya
sebetulnya itu sudah
melecehkan. Karena Tuhan itu perfect. Dia tidak pernah bikin salah,
jadi ajaranNya tidak bisa
dikoreksi. Qur'an tidak bertentangan dengan Torah, Zabur dan Bijbel.
Tapi yang asli lho. Bukan
yang sudah banyak kontradisksinya atau yang tidak lengkap.
> > > Hei, itu satu kalimat bung. Saya perjelas deh : Nabi ataupun bukan, Dia hebat. Tuhan ataupun
> hanya manusia, Dia tetap hebat.
> >
> > Nggak setuju. Kalau dia bukan Nabi dia nggak hebat. Dia orang biasa. Karena Nabi dia jadi
> > hebat. Sebab diberi mukjizad (sebagaimana juga Nabi-Nabi lain) oleh Tuhan dan juga sebab
> > dia membawa pesan Tuhan, yang sayangnya oleh pengikutnya dia malah di "cultus"-kan dan
> > diangkat jadi Tuhan. Teman-teman anda 'kan bilang: Tuhan Yesus. Bener nggak?
>
> Maksud gue, cuma nabi atau memang Tuhan, Yesus itu hebat kan. Yesus itu dibilang Tuhan karena
> ada alasan kuat.
Sama sekali tidak ada alasan kuat, bahkan di Injil sendiri ada
> Dia adalah Messias atau Al Masih bahasa arabnya.
Iya itu semua orang Muslim tahu dan itu ada dalam Qur'an.
> Tapi ya kalo kamu tidak percaya tidak apa-apa.
Kalimat anda ini memperlihatkan lagi betapa sedikit sekali pengetahuan
> > > Apa yang kau bilang tentang Tuhan tidak pernah tidur, dll adalah benar.
> >
> > OK anda ada kemajuan, karena anda membenarkan Tuhan tidak pernah tidur. Tapi teman-teman
> > anda atau anda sendiri menganggap bahwa Tuhan itu jadi capek (mungkin karena tidak pernah
> > tidur itu) sehingga ada teman-teman anda dan mungkin juga anda, menganggap Tuhan merasa
> > perlu beristirahat di hari Minggu. Emangnya Tuhan capek?
>
> Orang kristen tahu pasti bahwa Tuhan tidak pernah capek. Ada ayat Alkitab yang menyatakan ini.
Baca dong bagian yang bilang Tuhan beristirahat di hari ke 7.
> Hari Minggu diciptakan supaya manusia yang beristirahat karena Tuhan tahu kapasitas manusia.
Ini kata anda. Dulunya nggak begitu kan? Yang menjadikan hari Minggu
> Banyak sekali yang kamu tidak tahu tentang ajaran kristen sampai kamu bilang begitu.
Oh ya? Setidak-tidaknya saya kira saya lebih tahu jauh lebih banyak
banyak tentang Kristen (contoh
sedikit yang di atas tadi) daripada anda tahu tentang Islam. Anda nggak
ngerti Qur'an sedangkan
saya atau siapa saja dengan mudah bisa baca dan ngerti isi Alkitab yang
anda ikuti. Di Eropa (juga
Amerika, Jepang an Australia) orang-orang Kristen yang masuk Islam boleh
dikatakan selalu orang
terpelajar. Di Eropa orang yang tidak terpelajar malah benci dan takut
sekali pada Islam jadi suka
maki-maki seperti pengunjung SCI ini: ngocol aje, Chaumond Devin, Liem
Tang Sio, christian
89...@my-deja.com, Hung Wei Lo, Mesiah dll itu. Tapi sebetulnya di
Indonesia juga lho: orang-orang
Kristen yang masuk Islam umumnya orang-orang terpelajar. Padahal Islam
tidak mengenal usaha
penyebaran agama yang terorganisir seperti missionaris Kristen atau
Doulos itu.
> .> > Pasti kamu heran sekali kenapa ada manusia kok dibilang Tuhan.
> >
> > Sangat heran ada orang yang menganggap demikian.
>
> Understood. :)
Good. Apalagi setelah baca jawaban saya di atas ini toh?
> > > Saya bisa mengerti kebingungan kamu.
> >
> > Nggak bingung sih. Kalau ada orang terpelajar masih nggak tahu, atau keliru bahwa manusia
> > dijadikan Tuhan, kita kan nggak jadi bingung kita cuma heranlah.
>
> Nggak bingung cuma heran ya. hehe....
He ... he ... he. Untuk nambah pengetahuan anda sedikit lagi: bingung
dalam bahasa Inggris:
confused, dalam bahasa Belanda: verward. Heran dalam bahasa Inggris:
flabbergasted atau
astonished, atau dalam bahasa Belanda: vertomd atau verbaaasd. Contoh:
"Saya BINGUNG memilih atau
mencari jalan atau agama yang benar" dan "Saya HERAN melihat orang
yang sudah berpendidikan
cukup tinggi itu kok masih sangat bodoh". Kan tidak bisa kalau
dibalik: "Saya HERAN memilih atau
mencari jalan atau agama yang benar" dan "Saya BINGUNG melihat orang
yang sudah berpendidikna
cukup tinggi itu kok masih sangat bodoh". Tapi orang-orang yang tidak
begitu memahami bahasa
Indonesia (mungkin lantaran keturunannya) kurang bisa membedakan ini.
> > > Tapi kalo kamu mengerti konsep Firman Allah yang menjadi manusia, kamu tidak akan heran
> lagi.
> >
> > Tetap mengherankan, karena firman kok menjadi manusia. Konsep apa itu? Firman ya firman
> yaitu: pesan, petunjuk, suruhan, perintah, ajaran. Tapi kalau mau sih Tuhan mau jadi apa saja
> bisa. Mau jadi manusia, mau jadi semut, mau jadi atronaut atau jadi lokomotip. Namanya juga
> Almighty. Tapi manusia tetap manusia, sebagaimana semut ya semut. Tuhan ya Tuhan. Tapi Tuhan
> tidak pernah menjadikan firmannya manusia. Dia menyampaikan firmannya liwat manusia, supaya
> dimengerti oleh manusia. Dan yang menyampaikan firmanNya itu namanya pesuruh Tuhan yaitu ...
> Nabi. Bukan Tuhan toh?
>
> Nah, kamu membatasi Tuhan. Kan kamu sudah bilang Tuhan jadi apa saja bisa. Kalo saya tidak
> salah, sosok Tuhan dalam Alquran itu memang keterangannya ' tidak ini, tidak begitu, tidak bisa
> dibandingkan'. Makanya kamu sulit menerima Tuhan bisa dan mau jadi sesuatu....manusia misalnya.
> Saya paham kesulitan kamu itu.
Paham melalui logika atau paham melalui kebodohan? Anda jangan
tersinggung kalau saya bilang buta
lagi ya. Baca dong tanggapan saya, kalau perlu pertebal kacamata anda.
Siapa bilang saya sulit
menerima Tuhan bisa dan mau jadi sesuatu? Saya kan bilang Tuhan itu
kalau mau jadi apa saja bisa.
Mau jadi manusia, mau jadi kodok, mau jadi tokek, atau mau jadi roket.
Bisa. Sekali lagi Tuhan itu
'kan nggak segoblok itu? Mau jadi manusia, atau jadi semut atau jadi kue
pancong. Buat apa sih?
Kan Dia itu Almighty. Ini anda pura-pura pinter atau apa sih?
> Saya juga setuju bahwa nabi/manusia tidak bisa jadi Tuhan. Tapi Tuhan, The Almighty, bisa dong
> jadi apa saja.
Hah hah hah ... ngeladenin omongan gini sih mencapekkan. Udah
berkali-kali diterangkan.
> Dalam konsep kristen Tuhan itu suci banget.
Bukan konsep Kristen aja yang menganggap Tuhan itu suci banget. Itu
konsep semua agama. Hindu,
Zaratusra, Yahudi, Animisme, Islam dll.
> Jadi tidak ada yang bisa ketemu Tuhan langsung dan tetap hidup.
Nggak bener ini. Siapa saja bisa ketemu Tuhan kalau Tuhan memang
menghendakinya atau memberi dia
kesempatan.
> Karena Tuhan itu memang sayang banget sama manusia,
Manusiapun seharusnya sayang banget sama Tuhan. Tapi Tuhan itu nggak
perlu manusia. Manusia yang
perlu Tuhan.
> Tuhan sendirilah yang harus turun menyampaikan firman jalan keselamatan.
Siapa yang bilang harus? Tidak ada sesuatupun yang mengharuskan Tuhan.
> Nggak bisa ngandelin manusia.
> >> > Kalau Firman Allah bisa jadi buku (yg bisa sobek, dimakan rayap, dll),
> >
> > > Firman yang jadi manusia kan lebih hebat. Buku bisa hancur tapi isinya tetap. Yesus
> > > menjadi manusia
> >
> > Yesus itu memang manusia sejak lahir. Tuhan memang bisa menjadi manusia atau jadi nyamuk
> > atau jadi kura-kura kalau Dia mau. Lebih hebat dari Houdini. Tapi Tuhan tidak akan
> > segoblok itu. Nggak perlu dia sendiri menjadi semut atau kura-kura untuk menyampaikan
> > firmannya itu.
>
> Nah ini. Tuhan sama sekali tidak goblok. Kadang-kadang kita merasa kok kita diberi jalan hidup
> begini, saya yg kristen kamu yg islam, atau kebalikannya, tapi semua itu ada tujuannya. Sama
> saja kenapa kamu musti sujud dan rukuk kepada Kaabah. Kelihatannya kan goblok seperti
> menyembah batu. Tapi kamu tahu tujuannya kan?
Iya. Sujud dan rukuk itu tidak pada Ka'abah. Sujud dan rukuk itu pada
Tuhan. Hanya arahnya pada
satu titik. Sebagai tanda maka di tunjuk Ka'abah sebagai titik. Semula
Yerusalem.
> Tuhan menjadi manusia juga begitu.
Nggak sama dong. Ka'abah itu ditunjukkan demikian. Tapi tidak ada satu
buku sucipun yang
mengatakan Tuhan pernah menjadikan dirinya manusia.
> Kelihatannya goblok dimata kamu.
Tuhan tidak pernah kelihatan goblok. Orang yang salah mengikuti
ajarannya lah yang bisa menganggap
Dia itu goblok. Misalnya dengan mengatakan Tuhan ada keharusan, atau
memerlukan untuk jadi manusia
untuk menyampaikan firmannya. Sebagai ciptaannya, ada banyak rahasia
Tuhan yang kita nggak tahu
dan tidak akan pernah tahu kecuali Tuhan memberi tahu. Lalu kita jangan
mengada-ada dong dengan
mengatakan cara-cara kerja Tuhan. Itu kita nggak tahu. Kita hanya tahu
sifat-sifat Tuhan
sebagaimana dikatakan oleh Kitab Suci saja, yang semua itu adalah logis.
> Tapi dari sudut lain, itu adalah bukti kasih Tuhan.
Ada banyak cara yang betul untuk membuktikan kasih Tuhan dari pada
mengkultuskan manusia sampai
dijadikan atau dianggap Tuhan, atau menganggap Tuhan menjadikan dirinya
manusia. Ia memberikan
alam raya yang kaya untuk dinikmati. Ia memberikan kebebasan seluas-luas
pada manusia. Ia
memberikan perasaan pada manusia. Dan lain-lain dan lain-lain dan
lain-lain yang bisa jadi bukti
akan kasih Tuhan itu.
> Toh, Yesus itu terbukti mengalahkan maut. Maaf kalau analoginya agak keras (bukan menghina Tuhan
> lho).
Sorry ini memang terdengar menghina Tuhan. Maut itu hanya ada di tangan
Tuhan. Tidak ada satu
orangpun bisa mengalahkan maut itu. Nabi juga tidak bisa.
> Mudah-mudahan kamu mengerti.
Aku hanya mau mengerti ajaranNya.
> > > so pasti bisa sakit, berdarah dll, tapi karyaNya tinggal tetap.
> >
> > Snouck Hurgronje juga karyanya tinggal tetap biarpun dia mati, atau Hitler, atau H.B.
> > Yasin, atau Pater Wahyo, atau Sukarno, atau Hamka dsb. atau karya-karya di situs internet
> > (termasuk yang keliru tentang Islam -entah sengaja menyesatkan atau tidak, tidak jelas-
> > yang web sitesnya suka dibaca mang K.ku itu.
>
> Saya rasa kamu salah. Ajaran manusia akan lenyap.
Ajaran tuhan juga bisa dilenyapkan manusia kalau manusia itu mau.
Contohnya udah ada.
Menyelewengka ajaran Tuhan sudah berarti melenyapkan ajaranNya.
> Ilmu pengetahuan pun akan lenyap. Kamu pikir idenya Hitler masih laku? Komunis saja sudah bubar,
> nggak laku.
Laku atau tidak itu kan tergantung pasaran. Kalau partai-partai facist
atau ekstrim kanan menang,
bukannya tidak mungki ajaran Hitler bisa dipakai lagi. Sekarng saja
masih banyak kelompok di
negara-negara Barat yang masih menganut ide Hitler itu. Bahkan di
Italia, Belgia dan Austria ada
partai politik yang sampai berhasil menduduki kursi di parlemen yang
memakai idenya Hitler itu.
Komunis juga begitu. Di Cuba masih jalan. Di Cina masih jalan. Di Rusia
akhir-akhir ini partainya
jadi tambah besar, bahkan terbesar.
> Tapi apa yang bersumber dari Allah tidak akan lenyap.
Sebetulnya kalau tidak mau mengikuti ajarannya yang asli (orisinil), itu
berarti sudah
melenyapkannya.
> Itu iman saya. Nggak tahu iman kamu gimana.
Untuk tahu iman saya? Baca Qur'an. Pelajari agama "submission to God"
alias Islam.
> > > Dan jangan lupa biarpun diizinkan mengalami kematian jasmani, yang terpenting adalah
> > > makna kebangkitanNya dari alam maut.
> >
> > Tapi lebih penting lagi adalah makna pesan-pesan Tuhan terbaru, terlengkap, yang dibawa
> > oleh Nabi yang terakhir yang mengingatkan kembali (termasuk pesan nabi Isa) bahwa jangan
> > mengkultuskan manusia. Ikutilah firman Tuhan dalam buku suci yang tidak diubah-ubah..
>
> Tentu saja akan mudah untuk meyakinkan seluruh umat yahudi dan nasrani bahwa Muhammad adalah
> nabi terakhir asalkan bisa dibuktikan.
Sama dengan pembuktian bahwa Isa itu benar-benar sebagai apa yang
dipercaya orang beriman (iman
sesuai ajaran Tuhan yang benar lho)..
> Muhammad saya hormati sebagai pemimpin yang hebat dan berjasa bagi kami yang berTuhan YME.
Sekarang saya yang balik bertanya bagaimana anda membuktikan bahwa
Muhammad itu demikian?
> Tapi untuk ukuran standard nabi, maaf rasanya masih kurang sreg.
Kurang sreg karena tidak mau "total submission to God" yang artinya
Islam dalam bahasa Arab. Betul
nggak?
> Kalau kita pelajari nabi-nabi sebelumnya ada ciri khas dari soal keturunan, tanda-tanda mujizat,
> nubuat, dan tidak pernah bertentangan dengan ajaran nabi pendahulunya.
Nabi Muhammad kan juga?
> Soal buku, saya percaya Firman Allah tidak dapat diubah manusia. Entah kamu percaya ini tidak.
Tapi Raja Konstatin merubahnya. Dan itu diikuti oleh banyak orang ...
sampai sekarang.
> > Tapi yah, situ-situ deh. Gue dengan agama gue, lu dengan agama lu kata si Mamat yang faham
> > ajaran agama yang bernama "submission to God" itu. Anda gimana ? Agama anda "submission to
> > God" nggak? Jawab dong ya.
>
> Yah, gue-gue, elu-elu. Tapi mbok ya elu sejenak ngertiin sudut pandang gue, jadi kalo elu
> nerangin soal islam ke gue, analoginya bisa masuk gitu.
Aku tidak sejenak tapi malahan sangat mengerti sudut pandang anda,
karena anda berpegang pada
Injil dengan sejarahnya yang sudah diutarakan di atas tadi. Jadi saya
bisa mengerti anda berpegang
teguh pada pandangan anda itu (paling tidak sampai saat ini). Masalahnya
kan situ nggak mau
denger. Nggak mau mempelajari Islam. Aku baca itu Injil. Aku pelajari
itu Kristen, baru aku bisa
berpendapat. Bahkan istri aku juga Kristen. Dan tidak pernah aku minta
atau bujuk untuk jadi
Islam. Dia aja yang mau sendiri jadi Islam. Bahkan dulu saya bilang
jangan asal masuk saja.
Pelajari dulu. Siapa tahu ada yang nggak berkenan di hati.
> Trus jangan cepet marah2, kudu sama-sama menahan emosi.
Apa ada saya marah-marah? Saya rasa kok nggak. Masalahnya kan cuma
"fight back" setelah fakta
"serangan" yang 5 kali yang saya sebutkan di atas itu tadi.
> Jangan dikit2 bilang buku lu palsu (Gue himbau juga orang kristen jangan dikit2 bilang Muhammad
> sesat). Ini masalah kepercayaan. Kan emang susah dari sononya.
Aku nggak pernah bilang buku palsu. Nggak seperti Fisjono yang suka
bilang ahli Torah palsu (nggak
tahu aku maksudnya apa). Aku hanya mempertanyakan berdasarkan pengamatan
adanya banyak kontradiksi
dan sudah ada perubahan-perubahan dan aslinya tidak ada lagi. Apakah itu
masih suci? Kalau "holy
scripture" itu sudah di edit, atau diubah, apakah itu masih holy? Itu
lho petanyaannya.
> Soal penyerahan terhadap Allah ini juga ada di kepercayaan gue. Cuma bedanya elu kan berserah
> pada Allah supaya diselamatkan.
Berserah pada Allah itu bukan sekedar untuk diselamatkan. Supaya
diselamatkan itu, aku minta hanya
melalui doa. Berserah diri pada Allah itu karena itu memang sudah
kodrat manusia. Jadi saya
tidak mau mengingkari itu. Dan tujuan hidup saya adalah mencapai
kebahagiaan. Kebahagian adalah
mendekatkan diri pada pada Tuhan. Untuk itu jalan satu-satunya adalah
berserah diri pada Tuhan.
Berserah diri pada Tuhan itu dalam bahasa Arabnya Islam. Dan mengakui
bahwa Tuhan itu satu, tidak
ada duanya tidak ada tiganya, tidak juga disekutukan baik dengan roh
kudus, roh tidak kudus,
dengan putra, dengan nenek, dengan kakek, dengan ponakan, dengan
tetangga. Pokoknya tidak
dianggap menjadikan dirinya manusia. Tuhan adalah Tuhan. Maha Esa.
Manusia ya manusia, dia bisa
mati, kesakitan, sakit, pupup, pipis, sakit pilek, encok dsb. Tuhan
nggak pernah sakit, capek,
atau pegel-pegel linu. Nggak perlu istirahat.
> Kalo gue, karena sudah diselamatkan dulu makanya harus berserah kepada Allah. Cuma beda
> urutannya.
Iya ini bedanya. Jadi anda karena ada keharusan baru berserah kepada
Allah. Itu namanya tidak
keluar dari hati sanubari. Kayak dagang aja. Dapet selamat baru bayar
dengan berserah diri.
Kalau cilaka atau tidak selamat nggak mau berserah diri dong pada Allah.
Kalau saya selamat nggak
selamat saya berserah diri pada Allah. Itu namanya Islam.
> Di gue, Iman tanpa perbuatan adalah mati (iman duluan).
Bagi saya iman tidak bisa tanpa perbuatan. Tidak mungkin. Iman kepada
Allah itu menjalankan
perintahnya. Orang beriman itu berbuat. Jadi statement anda itu tidak
ada nilainya.
> Kalo elu kebalikannya kali ye?
Supaya tidak mendasarkan pendapat pada kali ini kali itu, usahakan untuk
Mick wrote:
ban...@cable.A2000.nl wrote:
Mick wrote:Let's read it together.:) read your reply again.I was talking about you.Not interested.
You forgot your English? The spelling is one. Not oen!Hey, you are the oen who said you're not interested....hehehe....bo'ong ya?
Aduuuuuuuhhh ... kok ngak ngerti sih? Kalimat-kalimat anda itu lho ... halus tapi nyelekit. Itu 'kan nggak perlu. Saya sakit hati sih nggak. Sama seperti kalau kita bilang: Uuuh ... tampangnya menakutkan. Itu tidak berarti kita sudah takut. Gitu 'kan? Gimana sih? Karena itu baca lagi deh.
Sakit hati ? katanya siiiihhhh..... lebih sakit dari sakit gigi...(makanya perlu kata2 budeg, buta, tebelin kacamata....)Just say it when you need the address of that professional. He's very good.
Ayat dibicarakan nggak perlu panjang-panjang 'kan. Yang bikin panjang, kalau ngutipnya tidak tepat atau sepenggal-sepenggal alias seenak udelnya. Itu bikin panjang jadinya.The problem is your favorite objective is to ridicule Islam. Reveiw my 5 points on you.The real problem you can't distinguish the subject of the sentence. Maap Pak, saya bicara ayat Pak, bukan teroris/crusader, nanti melebar kemana-mana.
Syukurlah kamu sudah inget subjectnya. Mudah2an berikutnya bisa membedakan argumen yg baik dan gospol.Ha ... ha ... ha ... ha .... ha ....!!!
Yang mengundang perluasan itu anda, liwat kalimat anda: " > THE Book said Allah needs help. So, don't blame the people. They are innocent."Mawas dirilah dikit. Baca kembali postings anda.Saya bicara ayat, Tuhan yg almighty, kriteria nabi, dll. Tidak pernah saya pakai argumen teroris, perang belanda, yang punya koran di arab saudi, duitnya sheik mana yg banyak. Nanti jadi kehilangan point utama.
Particularly the last two sentences. You know damn well that Allah can not make mistake. It is the people that misinterpret or misunderstood Him. Seandainya dua kalimat terakhir itu tidak ada, dia akan terfokus pada THE Book itu tadi. Iya apa iya?
I was referring to Lucy's comment, not yours.I was referring to everybody's comment in the SCI, particularly yours!
Oooohhh baru tahu THE itu dalam bahasa inggris menunjukkan hal yang spesifik?! Saya kira menunjukkan kolak labu atau paniki pakai dabu-dabu. Terima kasih atas kebaikan anda meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris saya. In this case you are a doll. Thnak you.Apa dong maksudnya dengan mengatakan ... THE Book ... manusianya innocent. Belajarlah jujur.THE Book refer to Al Quran. 'THE' dalam bahasa inggris itu menunjukkan hal yg spesifik. Manusia seperti anda innocent artinya anda tidak bersalah. Prosesnya Anda baca, anda pahami sebagaimana interpretasi anda, kemudian diimani. Kalau anda artikan bahwa Allah perlu dibela 'bila dihina' (aku tidak lupa kok) ya anda tidak salah, karena begitulah interpretasi anda. Itu maksudnya.
You are welcome. I knew you need it buddy. By the way, the right spelling is THANK you not THNAK you.Masih khekhi ya? Katanya diajarin kasih dan kalau pipi kanan di tampar berikan pipi kiri. Gimana nih? Kayak Crusaders aja. Ajaran kasih, tapi tujuannya nyakitin terus. Hahahahahaha ...
Yeah ... yeah ... yeah ...So you admit you will listen only to things that fit your way of thinking. Very short sighted.I have listened to you but I do not necessary agree with your thinking.
Sebelum kamu kehilangan point utamanya lagi, saya ingatkan bahwa pointnya adalah anda memberitahu saya bahwa Allah perlu dibela (bila dihina). Saya berterima kasih atas penjelasannya. Saya sudah paham mengapa kamu berpikir begitu. It's okay to think differently. Kamu tidak salah. Saya juga tidak salah. Memang ajarannya beda.
Nah, sudah paham kan?? ... ? ... ?
Bukan tidak suka, tapi informasi yang kurang tepat. Almost all of my in laws are Christians. Almost all, as many of them already embrace Islam. Among them there are differences in this issue. And they are reasonably educated (post hight school or uni/college..Very short sighted. Ada banyak orang kristen juga berpikir demikian.Saya underlined yg kamu tulis. Saya sudah paham memang adalah umat islam saja yg merasa perlu membela. Soal bagaimana sikap kristen itu cuma informasi buat kamu. Ignore aja kalau tdk suka.
Well, informasi mengenai pemahaman kristen bahwa God Almighty doesn't need human help ini berdasarkan Alkitab. Bukan pendapat individual ataupun pendapat my inlaws. (eh, mengenai pendapat umat islam, saya ambil dari kata2 kamu lho)Logic anda kemana nih? Jalan-jalan ke Puncak ya?
Dalam Islam kebodohan, kedunguan, kemiskinan, egoisme, keterbelakangan dan kekeras kepalaan serta hyper sensitifitas juga musuh manusia. Karena itu setelah responses anda ini, saya jadi kurang paham apa saja yang anda anggap sebagai manusia. Ternyata anda hanya menganggap iblis, roh-roh jahat penyesat saja yang dianggap musuh manusia. Bagi saya bukan cuma itu. Roh-roh jahat? Saya nggak tahu itu. Sepegetahuan saya cuma ada roh. Tidak ada roh jahat dan roh baik. Roh ya roh. Saya memang bukan cendekiawan agama. Tapi cobalah tanya pada cedekiawan Islam apa ada roh jahat dan roh baik. Setahu saya cuma dukun yang mengakui ada roh jahat dan roh baik. Tapi Rahul Kudus (roh kudus) memang ada: malaikat dan sebangsanya. Kudus itu bukan masalah baik buru, tapi suci. Sama dengan Tuhan itu satu tidak bisa dipersekutukan dengan apapun juga. Nggak ada urusan dengan bilangan lain. Tapi roh jahat? Menurut Islam itu takhayul aja.
again, you believe what you want to believe.Pantes jalan pikiran anda kayak gini. Makanya saya jadi sadar I should not have amde any response at all at a postings of a person like this. Well as they say experience is the best teacher. My teaching to you is: "Do not believe what you want to believe but believe what the truth is". You will improve a lot.
Siapa yg menghina/mencubit? (siapa yg pake kata2 budeg, tuli, pertebal kacamata, shortsighted, cupet bla=bla-bla, personal attack)Lho, lho, lho ... saya juga nggak mau berantem. Kata-kata yang saya pakai itu kan sebagai respons atas "cubitan-cubitan" anda yang saya hitung 5 kali itu.
Apa saya pernah bales? (ngapain kita berantem?)
respon kamu sifatnya personal attack (itu namanya kur-sop, kurang sopan) cubit2an? siapa yg nyubit kamu? perhatikan konteks pembicaraan bung. Misalnya sedang bahas 'pembela' Tuhan, wajar kalau contohnya organisasi yg pakai kata pembela. Contoh lagi, sedang bahas org islam yg menghina Yesus. Wajar dong kalau faktanya Isa dan Muhammad adalah nabi besar di Islam sedangkan kristen tidak mengakui yg terakhir. (jangan fakta diutarakan, eh langsung asumsi bahwa saya menghina nabi Muhammad, itu mah efek sakitnya hati kamu)Diterangin juga nggak ngerti-ngerti, dan bahkan membaca response-pun anda nggak mudeng. Udah deh, berhenti ngaco deh!
Karena itu flexible dikitlah. Lihat komentar-komentar anda dalam berbagai postings anda menanggapi postings orang lain. You are adamant, very inflexible. Memang tidak kasar, tapi "sneering" atau "cynical/sarcastic" towards Islam. Kalau anda di "sneer" sedikit, tersinggungnya bukan main.
Nah, ini asumsi sendiri lagi. Saya tidak tersinggung kok...hehe...Baca kembali yang lengkap mulai dari seri pertama postings anda berikut responsesnya. Saya jadi kayak ngeldenin anak kecil aja dengan debat kusirnya.
Saya cuma bosen baca argumen yg melebar nggak ada juntrungannya. Soal gaya tulisan cynical itu kan pendapat anda saja, (thanks atas commentnya),
Saya berprinsip selama saya tidak menyinggung lawan bicara (personal attack seperti bego luh, pendek luh, dll, try to keep it to myself what I think of your personality) dan tidak menghina nabi kamu atau agamanya, tidak apa-apa.
OK asal jangan sempit atau dibuat sempit dan jangan ... cynical. Itu tidak perlu, karena mengundang orang untuk melakukan hal yang sama terhadap anda. (Ingat: Muslim tidak memberikan pipi kiri kalau pipi kanan ditampar! Pertama dia akan menghindar dari tamparan yang berikut. Kedua, kalau masih datang juga, dia omongin: jangan! Ketiga, masih juga datang yah dia kasih ... TONJOK ... Keempat, kalau masih juga datang lagi dia kasih ... BOM. Nah lawannya yang kesakitan terus teriak-teriak : "Terrorist!").
mau bales cynical juga boleh, asal sesuai konteks pembicaraan dan tidak personal.Sebodoh-bodoh orang, selama dia tidak sakit jiwa pasti akalnya jalan juga. Jadi, pakai akal dikitlah kalau mengajukan pertanyaan.
hehe....kamu memang hobi banget ngomongin pipi, crusader, pemilik cnn, duitnya, bom, dan roh kuning. perhatikan deh, setiap jawaban (topik apapun) pasti kamu tambahin gini2an (padahal kagak ada hubungannya).
eh, boleh nggak saya tanya,
(1) apa kamu benar2 percaya bahwa umat islam itu tertindas terus (dibantai melulu, difitnah cnn, newsweek) nggak punya duit terus (kagak punya CNN) therefore musti 'fight back' terus (sampe2 akhirnya dikatain teroris)?
(2) kira2 kenapa sampe umat islam jadi begitu nasibnya? apa itu takdir?Nasib gimana? Yang jelas it is nowadays the fastest growing religion in the world. (Dan itu tanpa usaha/organisasi missionaris!). Teruama di negara-negara maju yang masuk Islam justru kalangan terpelajar. Di Belanda misalnya, semakin hari semakin banyak gereja jadi kosong, dan mesti dihancurkan, karena biaya pemeliharaannya nggak ada. Banyak yang disewakan atau dipinjamkan pada orang-orang Islam. Hari Jum'at siang kita lihat ada orang-orang Islam yang pergi sembahyang Jum'at ke ... gereja. Ada juga yang diubah jadi flat (tempat tinggal) atu untuk kantor, bahkan ada yang disewakan untuk bazaar, modeshow dan tempat latihan motocross. Bahkan gereja de Nieuwekerk di sebelah Koninklijke Paleis (istana) di Amsterdam, sudah berubah fungsinya jadi tempat pameran, disco, dsb. Internet sekarang besar juga jasanya bagi Islam (meskipun banyak situs-situs yang sengaja menyesatkan tentang Islam), karena sekarang informasi tentang Islam menjadi lebih terbuka. Untuk sementara tidak bisa dibekep-bekep lagi. Makin gencar serangan pihak non Islam (termasuk liwat pertanyaan-pertanyaan yang tidak murni), makin banyak kesempatan untuk memaparkan Islam. (Sayangnya, atau mungkin bagi Islam untungnya, makin terlihat kelemahan dasar keyakinan orang-orang non-Islam itu). Dan saya belum pernah ketemu ada situs Islam yang menyesatkan agama lain. Yang saya sayangkan sekali ada orang-orang Islam dalam SCI ini yang ikut-ikutan menggunakan kata-kata atau cara-cara sangat tidak sophisticated (tidak terpelajar) untuk menanggapi makian, umpatan, penghinaan dan kata-kata kotor/saru dari pihak non-Islam itu. Mereka juga membalas pula dengan menghina Yesus, karena Nabi Muhammad dan Qur'an dihina. Ini yang sangat saya sayangkan. Tapi kata orang Minahasa (yang pernah ke Perancis): C'est la vie!
(3) apa umat lain sama nasibnya? (inget2 soal nazi, caligula, catacombe, dll)I think nobody have the answer to this unitelligent question. The question is very idiotic.
(4) diantara umat manusia, yg mana yg paling sial dalam sejarahnya?Pertanyaan yang ngalor ngidul ini yang memang harus dilupain siapa saja, kecuali oleh yang bertanya sendiri.
segitu aja. tapi kalo balesnya ngalor ngidul lagi, udah deh, lupain saja.
Mick wrote:
ban...@cable.A2000.nl wrote:
Mick wrote:Let's read it together.:) read your reply again.I was talking about you.Not interested.
Hey, you are the oen who said you're not interested....hehehe....bo'ong ya?
You forgot your English? The spelling is one. Not oen!
I said I was not interested, you try to force me. OK, I compromise,
I go halfway. And now you admitted I was not interested. If you need
a professional help I know an adress (other than Grogol).
Just say it when you need the address of that professional I mentioned above. He's very good.Aduuuuuuuhhh ... kok ngak ngerti sih? Kalimat-kalimat anda itu lho ... halus tapi nyelekit. Itu 'kan nggak perlu. Saya sakit hati sih nggak. Sama seperti kalau kita bilang: Uuuh ... tampangnya menakutkan. Itu tidak berarti kita sudah takut. Gitu 'kan? Gimana sih? Karena itu baca lagi deh.Sakit hati ? katanya siiiihhhh..... lebih sakit dari sakit gigi...(makanya perlu kata2 budeg, buta, tebelin kacamata....)
Ayat dibicarakan nggak perlu panjang-panjang 'kan. Yang bikin panjang, kalau ngutipnya tidak tepat atau sepenggal-sepenggal alias seenak udelnya. Itu bikin panjang jadinya.The problem is your favorite objective is to ridicule Islam. Reveiw my 5 points on you.The real problem you can't distinguish the subject of the sentence. Maap Pak, saya bicara ayat Pak, bukan teroris/crusader, nanti melebar kemana-mana.
Syukurlah kamu sudah inget subjectnya. Mudah2an berikutnya bisa membedakan argumen yg baik dan gospol.
Ha ... ha ... ha ... ha .... ha ....!!!
Mawas dirilah dikit. Baca kembali postings anda.
Saya bicara ayat, Tuhan yg almighty, kriteria nabi, dll. Tidak pernah saya pakai argumen teroris, perang belanda, yang punya koran di arab saudi, duitnya sheik mana yg banyak. Nanti jadi kehilangan point utama.
Yang mengundang perluasan itu anda, liwat kalimat anda: " > THE Book said Allah needs help. So, don't blame the people. They are innocent."
Particularly the last two sentences. You know damn well that Allah can not make mistake. It is the people that misinterpret or misunderstood Him. Seandainya dua kalimat terakhir itu tidak ada, dia akan terfokus pada THE Book itu tadi. Iya apa iya?
I was referring to Lucy's comment, not yours.
I was referring to everybody's comment in the SCI, particularly yours!
Apa dong maksudnya dengan mengatakan ... THE Book ... manusianya innocent. Belajarlah jujur.
THE Book refer to Al Quran. 'THE' dalam bahasa inggris itu menunjukkan hal yg spesifik. Manusia seperti anda innocent artinya anda tidak bersalah. Prosesnya Anda baca, anda pahami sebagaimana interpretasi anda, kemudian diimani. Kalau anda artikan bahwa Allah perlu dibela 'bila dihina' (aku tidak lupa kok) ya anda tidak salah, karena begitulah interpretasi anda. Itu maksudnya.
Oooohhh baru tahu THE itu dalam bahasa inggris menunjukkan hal yang spesifik?! Saya kira menunjukkan kolak labu atau paniki pakai dabu-dabu. Terima kasih atas kebaikan anda meningkatkan pengetahuan bahasa Inggris saya. In this case you are a doll. Thnak you.
You are welcome. I knew you need it buddy. By the way, the right spelling is THANK you not THNAK you.
Masih khekhi ya? Katanya diajarin kasih dan kalau pipi kanan di tampar berikan pipi kiri. Gimana nih? Kayak Crusaders aja. Ajaran kasih, tapi tujuannya nyakitin terus. Hahahahahaha ...
So you admit you will listen only to things that fit your way of thinking. Very short sighted.
I have listened to you but I do not necessary agree with your thinking.
Sebelum kamu kehilangan point utamanya lagi, saya ingatkan bahwa pointnya adalah anda memberitahu saya bahwa Allah perlu dibela (bila dihina). Saya berterima kasih atas penjelasannya. Saya sudah paham mengapa kamu berpikir begitu. It's okay to think differently. Kamu tidak salah. Saya juga tidak salah. Memang ajarannya beda.
Yeah ... yeah ... yeah ...
Nah, sudah paham kan?
? ... ? ... ?
Very short sighted. Ada banyak orang kristen juga berpikir demikian.
Saya underlined yg kamu tulis. Saya sudah paham memang adalah umat islam saja yg merasa perlu membela. Soal bagaimana sikap kristen itu cuma informasi buat kamu. Ignore aja kalau tdk suka.
Bukan tidak suka, tapi informasi yang kurang tepat. Almost all of my in laws are Christians. Almost all, as many of them already embrace Islam. Among them there are differences in this issue. And they are reasonably educated (post hight school or uni/college..
Well, informasi mengenai pemahaman kristen bahwa God Almighty doesn't need human help ini berdasarkan Alkitab. Bukan pendapat individual ataupun pendapat my inlaws. (eh, mengenai pendapat umat islam, saya ambil dari kata2 kamu lho)
Logic anda kemana nih? Jalan-jalan ke Puncak ya?
Pantes jalan pikiran anda kayak gini. Makanya saya jadi sadar I should not have made any response at all to posting of a person like this. Well as they say, experience is the best teacher. My teaching to you is: "Do not believe what you want to believe but believe what the truth is". You will improve a lot Mick!Dalam Islam kebodohan, kedunguan, kemiskinan, egoisme, keterbelakangan dan kekeras kepalaan serta hyper sensitifitas juga musuh manusia. Karena itu setelah responses anda ini, saya jadi kurang paham apa saja yang anda anggap sebagai manusia. Ternyata anda hanya menganggap iblis, roh-roh jahat penyesat saja yang dianggap musuh manusia. Bagi saya bukan cuma itu. Roh-roh jahat? Saya nggak tahu itu. Sepegetahuan saya cuma ada roh. Tidak ada roh jahat dan roh baik. Roh ya roh. Saya memang bukan cendekiawan agama. Tapi cobalah tanya pada cedekiawan Islam apa ada roh jahat dan roh baik. Setahu saya cuma dukun yang mengakui ada roh jahat dan roh baik. Tapi Rahul Kudus (roh kudus) memang ada: malaikat dan sebangsanya. Kudus itu bukan masalah baik buru, tapi suci. Sama dengan Tuhan itu satu tidak bisa dipersekutukan dengan apapun juga. Nggak ada urusan dengan bilangan lain. Tapi roh jahat? Menurut Islam itu takhayul aja.again, you believe what you want to believe.
Siapa yg menghina/mencubit? (siapa yg pake kata2 budeg, tuli, pertebal kacamata, shortsighted, cupet bla=bla-bla, personal attack)Lho, lho, lho ... saya juga nggak mau berantem. Kata-kata yang saya pakai itu kan sebagai respons atas "cubitan-cubitan" anda yang saya hitung 5 kali itu.
Apa saya pernah bales? (ngapain kita berantem?)
respon kamu sifatnya personal attack (itu namanya kur-sop, kurang sopan) cubit2an? siapa yg nyubit kamu? perhatikan konteks pembicaraan bung. Misalnya sedang bahas 'pembela' Tuhan, wajar kalau contohnya organisasi yg pakai kata pembela. Contoh lagi, sedang bahas org islam yg menghina Yesus. Wajar dong kalau faktanya Isa dan Muhammad adalah nabi besar di Islam sedangkan kristen tidak mengakui yg terakhir. (jangan fakta diutarakan, eh langsung asumsi bahwa saya menghina nabi Muhammad, itu mah efek sakitnya hati kamu)
Diterangin juga nggak ngerti-ngerti, dan bahkan membaca response-pun anda nggak mudeng. Udah deh, berhenti ngaco deh!
Karena itu flexible dikitlah. Lihat komentar-komentar anda dalam berbagai postings anda menanggapi postings orang lain. You are adamant, very inflexible. Memang tidak kasar, tapi "sneering" atau "cynical/sarcastic" towards Islam. Kalau anda di "sneer" sedikit, tersinggungnya bukan main.Nah, ini asumsi sendiri lagi. Saya tidak tersinggung kok...hehe...
Saya cuma bosen baca argumen yg melebar nggak ada juntrungannya. Soal gaya tulisan cynical itu kan pendapat anda saja, (thanks atas commentnya),
Saya berprinsip selama saya tidak menyinggung lawan bicara (personal attack seperti bego luh, pendek luh, dll, try to keep it to myself what I think of your personality) dan tidak menghina nabi kamu atau agamanya, tidak apa-apa.
Baca kembali yang lengkap mulai dari seri pertama postings anda berikut responsesnya. Saya jadi kayak ngeldenin anak kecil aja dengan debat kusirnya.
OK asal jangan sempit atau dibuat sempit dan jangan ... cynical. Itu tidak perlu, karena mengundang orang untuk melakukan hal yang sama terhadap anda. (Ingat: Muslim tidak memberikan pipi kiri kalau pipi kanan ditampar! Pertama dia akan menghindar dari tamparan yang berikut. Kedua, kalau masih datang juga, dia omongin: jangan! Ketiga, masih juga datang yah dia kasih ... TONJOK ... Keempat, kalau masih juga datang lagi dia kasih ... BOM. Nah lawannya yang kesakitan terus teriak-teriak : "Terrorist!").mau bales cynical juga boleh, asal sesuai konteks pembicaraan dan tidak personal.
hehe....kamu memang hobi banget ngomongin pipi, crusader, pemilik cnn, duitnya, bom, dan roh kuning. perhatikan deh, setiap jawaban (topik apapun) pasti kamu tambahin gini2an (padahal kagak ada hubungannya).
eh, boleh nggak saya tanya,
Sebodoh-bodoh orang, selama dia tidak sakit jiwa pasti akalnya jalan juga. Jadi, pakai akal dikitlah kalau mengajukan pertanyaan.
(1) apa kamu benar2 percaya bahwa umat islam itu tertindas terus (dibantai melulu, difitnah cnn, newsweek) nggak punya duit terus (kagak punya CNN) therefore musti 'fight back' terus (sampe2 akhirnya dikatain teroris)?
(2) kira2 kenapa sampe umat islam jadi begitu nasibnya? apa itu takdir?
Nasib gimana? Yang jelas it is nowadays the fastest growing religion in the world. (Dan itu tanpa usaha/organisasi missionaris!). Terutama di negara-negara maju, yang masuk Islam justru kalangan terpelajar. Di Belanda misalnya, semakin hari semakin banyak gereja jadi kosong dan mesti dihancurkan atau diubah funsinya, karena biaya pemeliharaannya tidak lagi efficient. Banyak juga yang disewakan atau dipinjamkan pada orang-orang Islam untuk tempat mengaji atau sembahyang (Jum'at, tarawih dsb). Hari Jum'at siang lucu juga melihat orang-orang Islam yang pergi sembahyang Jum'at ke ... gereja. Ada juga yang diubah jadi flat (tempat tinggal) atu untuk kantor, bahkan ada yang disewakan untuk bazaar, modeshow dan tempat latihan motocross. Bahkan gereja de Nieuwekerk di sebelah Koninklijke Paleis (istana) di Amsterdam di Damrak, sudah berubah fungsinya jadi tempat pameran, disco, pasar malam, fashion show dsb. Internet sekarang besar juga jasanya bagi Islam (meskipun banyak juga situs-situs yang sengaja menyesatkan tentang Islam), karena sekarang informasi tentang Islam menjadi lebih terbuka. Untuk sementara tidak bisa dibekep-bekep lagi. Makin gencar serangan pihak non Islam (termasuk liwat pertanyaan-pertanyaan yang tidak murni), makin banyak kesempatan untuk memaparkan Islam. (Sayangnya, atau mungkin bagi Islam untungnya, makin terlihat kelemahan dasar keyakinan orang-orang non-Islam itu). Dan saya belum pernah ketemu ada situs Islam yang menyesatkan agama lain. Yang saya sayangkan sekali ada orang-orang Islam dalam SCI ini yang ikut-ikutan menggunakan kata-kata atau cara-cara sangat tidak sophisticated (tidak terpelajar) untuk menanggapi makian, umpatan, penghinaan dan kata-kata kotor/saru dari pihak non-Islam itu. Mereka juga membalas pula dengan menghina Yesus, karena Nabi Muhammad dan Qur'an dihina. Ini yang sangat saya sayangkan. Tapi kata orang Minahasa (yang pernah ke Perancis): C'est la vie!
(3) apa umat lain sama nasibnya? (inget2 soal nazi, caligula, catacombe, dll)I think nobody have the answer to this unitelligent question. The question is very idiotic.
(4) diantara umat manusia, yg mana yg paling sial dalam sejarahnya?
segitu aja. tapi kalo balesnya ngalor ngidul lagi, udah deh, lupain saja.
Pertanyaan yang ngalor ngidul ini yang memang harus dilupain siapa saja,
kecuali barangkali oleh yang bertanya sendiri.
Selamat befantasilah.
Mick wrote:
ban...@cable.A2000.nl wrote:
OK asal jangan sempit atau dibuat sempit dan jangan ... cynical. Itu tidak perlu, karena mengundang orang untuk melakukan hal yang sama terhadap anda. (Ingat: Muslim tidak memberikan pipi kiri kalau pipi kanan ditampar! Pertama dia akan menghindar dari tamparan yang berikut. Kedua, kalau masih datang juga, dia omongin: jangan! Ketiga, masih juga datang yah dia kasih ... TONJOK ... Keempat, kalau masih juga datang lagi dia kasih ... BOM. Nah lawannya yang kesakitan terus teriak-teriak : "Terrorist!").
eh, boleh nggak saya tanya,
(1) apa kamu benar2 percaya bahwa umat islam itu tertindas terus (dibantai melulu, difitnah cnn, newsweek) nggak punya duit terus (kagak punya CNN) therefore musti 'fight back' terus (sampe2 akhirnya dikatain teroris)?
Sebodoh-bodoh orang, selama dia tidak sakit jiwa pasti akalnya jalan juga. Jadi, pakai akal dikitlah kalau mengajukan pertanyaan.
(2) kira2 kenapa sampe umat islam jadi begitu nasibnya? apa itu takdir?
Nasib gimana? Yang jelas it is nowadays the fastest growing religion in the world. (Dan itu tanpa usaha/organisasi missionaris!). Terutama di negara-negara maju, yang masuk Islam justru kalangan terpelajar. Semakin banyak Islam studies (department) di berbagai universitas di negara-negar maju. Di Belanda misalnya, semakin hari semakin banyak gereja jadi kosong, dan mesti dihancurkan, karena biaya pemeliharaannya sudah terlalu mahal sedang pengunjungnya semakin sedikit. Banyak yang disewakan atau dipinjamkan pada orang-orang Islam. Hari Jum'at siang kita lihat ada orang-orang Islam yang pergi sembahyang Jum'at ke ... gereja. Dan malam harinya mengaji/membaca Qur'an di ... gereja. Sering malah kegiatan itu disubsidi oleh Gemeente (Kota Madya). Ada juga yang diubah jadi flat (tempat tinggal) atau untuk kantor, bahkan ada yang disewakan untuk bazaar, modeshow dan tempat latihan motocross. Di Appeldoorn, ada gereja malah jadi asrama polisi (banyak polisi Indonesia pernah tinggal di sana selama belajar di Belanda). Bahkan gereja De Nieuwekerk yang di sebelah Koninklijke Paleis (istana) di Amsterdam, tampaknya sudah berubah fungsinya jadi tempat pameran, disco, fashion show dsb. Internet juga besar manfaatnya bagi Islam (meskipun banyak situs-situs yang sengaja menyesatkan tentang Islam), karena sekarang informasi tentang Islam menjadi lebih terbuka. Untuk sementara tidak bisa dibekep-bekep lagi. Makin gencar serangan pihak non Islam (termasuk liwat pertanyaan-pertanyaan yang tidak murni), makin banyak kesempatan untuk memaparkan Islam. (Sayangnya, atau mungkin bagi Islam untungnya, makin terlihat kelemahan dari dasar keyakinan orang-orang non-Islam itu). Dan saya belum pernah ketemu ada situs Islam yang menyesatkan agama lain. Yang saya sayangkan sekali ada orang-orang Islam dalam SCI ini yang juga ikut-ikutan menggunakan kata-kata atau cara-cara sangat tidak sophisticated (tidak terpelajar) untuk menanggapi makian, umpatan, penghinaan dan kata-kata kotor/saru dari pihak non-Islam itu. Orang-orang Islam ini juga membalas pula dengan menghina Yesus, karena Nabi Muhammad dan Qur'an dihina. Ini yang sangat saya sayangkan, sebab ini tidak perlu. Makin orang-orang non-Islam itu menghujat, memaki, berkata-kata saru/kotor/tidak sopan, semakin tampak dampak dari keyakinan mereka ats diri mereka itu. Jadi kita sebagai orang Islam tidak perlu membalas dengan meniru cara-cara demikian. Tapi kata orang Minahasa (yang pernah ke Perancis): C'est la vie!
>Subject: Re: Hati-hati PEMUTAR-BALIKAN Ayat Al-Qur'an...!!!!!
>From: ban...@cable.A2000.nl
>Date: 1/17/00 4:25 AM Pacific Standard Time
>Message-id: <38830A42...@cable.A2000.nl>
>
>
>--------------C2A5D80426CF0A80909CCC1D
>Content-Type: text/plain; charset=us-ascii
>Content-Transfer-Encoding: 7bit
>--------------C2A5D80426CF0A80909CCC1D
>Content-Type: text/html; charset=us-ascii
>Content-Transfer-Encoding: 7bit
>
><!doctype html public "-//w3c//dtd html 4.0 transitional//en">
>
>
>
>Mick wrote:
><blockquote TYPE=CITE>ban...@cable.A2000.nl wrote:</blockquote>
>
><blockquote TYPE=CITE>
><blockquote TYPE=CITE>OK asal jangan sempit atau dibuat sempit dan jangan
>... cynical. Itu tidak perlu, karena mengundang orang untuk melakukan
>hal yang sama terhadap anda. (Ingat: Muslim tidak memberikan pipi kiri
>kalau pipi kanan ditampar! Pertama dia akan menghindar dari tamparan yang
>berikut. Kedua, kalau masih datang juga, dia omongin: jangan!
>Ketiga, masih juga datang yah dia kasih ... TONJOK ... Keempat, kalau masih
>juga datang lagi dia kasih ... BOM. Nah lawannya yang kesakitan terus
>teriak-teriak : "Terrorist!").</blockquote>
>eh, boleh nggak saya tanya,
>
>(1) apa kamu benar2 percaya bahwa umat islam itu tertindas terus(dibantai
>melulu, difitnah cnn, newsweek) nggak punya duit terus (kagakpunya CNN)
>therefore musti 'fight back' terus (sampe2 akhirnya
>dikatainteroris)?</blockquote>TERUS??? Siapa yang bilang
>tertindas/difitnah/nggak punya duit/CNN/musti'fight back' TERUS? Oleh
>CNN, Newsweek?
>Sebodoh-bodoh orang, selama dia tidak sakit jiwa pasti akalnya
>jalanjuga. Jadi, pakai akal dikitlah kalau mengajukan
>pertanyaan.<blockquote TYPE=CITE>(2) kira2 kenapa sampe umat islam jadi
>begitu nasibnya?apa itu takdir?</blockquote>Nasib gimana? Yang jelas it is
>nowadays the fastest growing religion inthe world. (Dan itu tanpa
>usaha/organisasi missionaris!). Terutama di negara-negaramaju, yang masuk
>Islam justru kalangan terpelajar. Semakin banyak Islamstudies (department) di
>berbagai universitas di negara-negar maju. Di Belandamisalnya, semakin hari
>semakin banyak gereja jadi kosong, dan mesti dihancurkan,karena biaya
>pemeliharaannya sudah terlalu mahal sedang pengunjungnya
>semakinsedikit. Banyak yang disewakan atau dipinjamkan pada
>orang-orangIslam. Hari Jum'at siang kita lihat ada orang-orang Islam yang
>pergi sembahyangJum'at ke ... gereja. Dan malam harinya mengaji/membaca
>Qur'an di ... gereja. Sering malah kegiatan itu disubsidi oleh Gemeente
>(Kota Madya). Ada jugayang diubah jadi flat (tempat tinggal) atau untuk
>kantor, bahkan ada yangdisewakan untuk bazaar, modeshow dan tempat latihan
>motocross. DiAppeldoorn, ada gereja malah jadi asrama polisi (banyak
>polisi Indonesiapernah tinggal di sana selama belajar di Belanda). Bahkan
>gereja De Nieuwekerkyang di sebelah Koninklijke Paleis (istana) di Amsterdam,
>tampaknya sudahberubah fungsinya jadi tempat pameran, disco, fashion show
>dsb. Internetjuga besar manfaatnya bagi Islam (meskipun banyak
>situs-situs yangsengaja menyesatkan tentang Islam), karena sekarang informasi
>tentang Islammenjadi lebih terbuka. Untuk sementara tidak bisa dibekep-bekep
>lagi. Makingencar serangan pihak non Islam (termasuk liwat
>pertanyaan-pertanyaan yangtidak murni), makin banyak kesempatan untuk
>memaparkan Islam. (Sayangnya,atau mungkin bagi Islam untungnya, makin
>terlihat kelemahan dari dasarkeyakinan orang-orang non-Islam itu). Dan saya
>belum pernah ketemu adasitus Islam yang menyesatkan agama lain. Yang saya
>sayangkan sekali adaorang-orang Islam dalam SCI ini yang juga ikut-ikutan
>menggunakan kata-kataatau cara-cara sangat tidak sophisticated (tidak
>terpelajar) untuk menanggapimakian, umpatan, penghinaan dan kata-kata
>kotor/saru dari pihak non-Islamitu. Orang-orang Islam ini juga membalas pula
>dengan menghina Yesus, karenaNabi Muhammad dan Qur'an dihina. Ini yang
>sangat saya sayangkan,sebab ini tidak perlu. Makin orang-orang non-Islam itu
>menghujat, memaki,berkata-kata saru/kotor/tidak sopan, semakin tampak dampak
>dari keyakinanmereka ats diri mereka itu. Jadi kita sebagai orang Islam tidak
>perlu membalasdengan meniru cara-cara demikian. Tapi kata orang
>Minahasa (yangpernah ke Perancis): C'est la vie!<blockquote TYPE=CITE>(3) apa
>umat lain sama nasibnya? (inget2 soal nazi,caligula, catacombe,
>dll)</blockquote>I think nobody have the answer to this unitelligent
>question. The questionis very idiotic.<blockquote TYPE=CITE>(4) diantara umat
>manusia, yg mana yg paling sialdalam sejarahnya?
>segitu aja. tapi kalo balesnya ngalor ngidul lagi, udah deh,
>lupainsaja.</blockquote>Pertanyaan yang ngalor ngidul ini yang memang harus
>dilupain siapa saja,kecuali barangkali oleh yang bertanya sendiri.
>Selamat befantasilah.
>
>--------------C2A5D80426CF0A80909CCC1D--
>
>
>
>
>
>
>
Pemutar balik kedua: Republik Indonesia.
Mick wrote:
Hey, you are the oen who said you're not interested....hehehe....bo'ong ya?You forgot your English? The spelling is one. Not oen!
I said I was not interested, you try to force me. OK, I compromise, I go halfway. And now you admitted I was not interested. If you need a professional help I know an adress (other than Grogol).
force you huh? hehe....ogud nggak bawa golok atawa bensin tuuuhhh...Now, now, now ... how old are you actually?
lumayan dong gue, sudah diakui caranya halussss..... nyelekit....eh bisa diakui pula bisa memaksa....
Just say it when you need the address of that professional. He's very good.
Tidak perlu bantuan orang untuk melihat bahwa anda memang sakit hati, marah, tersinggung, emosi.Well ... well ... well ... how old are you?
I was referring to Lucy's comment, not yours.I was referring to everybody's comment in the SCI, particularly yours!
Ok Mr. everyone's commentator, follow my lead.If it is the right lead why not.
Masih khekhi ya? Katanya diajarin kasih dan kalau pipi kanan di tampar berikan pipi kiri. Gimana nih? Kayak Crusaders aja. Ajaran kasih, tapi tujuannya nyakitin terus. Hahahahahaha ...
siapa yg kheki?Anda!
aku cuma ngasih tau dikit soal bhs inggris eh.....Kaaaaaaaaaaaa .................. cau!
crusader lagi...idihh... obsesi banget sih.Idiiiiih genit amat sih? Nggak uza ye genit genit!
masak ngasih tip bhs inggris dibilang nyakitin sih mas? ck..ck...ck...Ya ndak tho dik, malahan matur nuwun sanget.
kamu memang sakit.Sekarng memang lagi influenza, karena ditengah-tengah musim dingin. Hampir semua tetangga juga kena. Tapi biasanya nggak lebih dari 1 atau 2 minggu.
Nah, sudah paham kan?? ... ? ... ?
masih bingung? .....hehe...Atau heran? ...........hehehe ......
Logic anda kemana nih? Jalan-jalan ke Puncak ya?
logika saya nggak dari para inlaws tuuuh...Dari manusia yang dipertuhan?
Pantes jalan pikiran anda kayak gini. Makanya saya jadi sadar I should not have amde any response at all at a postings of a person like this. Well as they say experience is the best teacher. My teaching to you is: "Do not believe what you want to believe but believe what the truth is". You will improve a lot.
again, i was talking about you.Thank you. How nice of you.
My teaching to you is : Find out what others are talking about before make any comment. You'll save yourself from ngalor ngidul (ngetiknya apa nggak cape?).Ngalor ngidul komentar nggak apa-apa toh, asal jangan ngalor ngidul logikanya kayak and gitu.
Diterangin juga nggak ngerti-ngerti, dan bahkan membaca response-pun anda nggak mudeng. Udah deh, berhenti ngaco deh!
Makanya....kalo mau response hatinya bersihin dulu, jangan main asumsi orang lain sedang menghina. Jadi kamu nggak ngaco, nggak kur-sop.Wah mesti dioperasi dulu dong untuk membersihkan hatiku. Pikiranku cukup bersih itu sudah cukup. Nah cobalah anda juga lakukan itu. Pasti nggak nyesel.
Baca kembali yang lengkap mulai dari seri pertama postings anda berikut responsesnya. Saya jadi kayak ngeldenin anak kecil aja dengan debat kusirnya.
Pertama hati musti bersih, sehat. Kalo hati sudah panas/sakit setiap argumen saya kamu anggap menyerang, padahal tidak. Kedua, kudu sabar - ingat mulainya dengan sudut pandang yg berbeda. Ketiga - jangan main potong kalimat, cari intinya, supaya tdk ngalor ngidul. Dengarkan dulu pendapat org, toh kamu tidak mesti setuju. Keempat- jangan menghina lawan bicara. Hormati semua orang.Ini niru-niru aku ni ye .... ? Ngulang-ngulang.
Mudah-mudahan kamu bisa menerima ini.
Sebodoh-bodoh orang, selama dia tidak sakit jiwa pasti akalnya jalan juga. Jadi, pakai akal dikitlah kalau mengajukan pertanyaan.
sorry, saking seringnya kamu ulang2 topik 'betapa tertindasnya umat islam',Ingetin dong di bagian mana tuh aku bilang 'betapa tertindasnya umat islam'? Tolong di paste kembali bagian itu (klau ada lho!).
saya jadi curious ttg penyebab pandangan ini. serius.Saya juga curious ttg tuduhan saya punya padangn ini. Duarius lho.
tak apa dibilang bodoh, tapi why do u think so bad about your own people--nasibnya lho?On the contrary, I think so good about my own people. Nasibnya tidak lebih jelek dari orang-orang yang bertakwa.
OK. Jadi kamu rasa ada bright future buat perkembangan agam islam di eropa.Tidak hanya di Eropa, di mana saja. Terutama tentu di Indonesia.
Baguslah.Trims.
Tapi pertanyaan saya adalah ttg history umat islam yg kamu gambarkan sebagai umat tertindas melulu. Kenapa begitu? Siapa kambing hitamnya? kristen? yahudi? ignorant people? nasib? takdir? kesalahan umat islam sendiri?Dimana sih gambaran begitu kalau tidak di fantasi anda? Udah "high" apa gimana nih? (Oops sorry, nanti tambah marah lagi setelah dibilang buta, budeg, cupet dan idiotic}
(3) apa umat lain sama nasibnya? (inget2 soal nazi, caligula, catacombe, dll)I think nobody have the answer to this unitelligent question. The question is very idiotic.
sometimes it takes a silly question to make you come to your senses (ttg betapa tertindasnya umat islam)Yes I agree sometimes it takes a silly question to make you come to your senses (ttg. betapa tertindasnya orang yang frustrasi sepert anda itu).
(4) diantara umat manusia, yg mana yg paling sial dalam sejarahnya?Pertanyaan yang ngalor ngidul ini yang memang harus dilupain siapa saja, kecuali oleh yang bertanya sendiri.
segitu aja. tapi kalo balesnya ngalor ngidul lagi, udah deh, lupain saja.
Selamat befantasilah.
This questions are designed just for you. I think it works fine.With conditions as you are now, the way you think is to be understood!
Thank you for taking the time to answer them.You are most welcome. It is always good not to just ignore inanity (go look in your dictionary what this word means). I am sure you become more developed with those small answers.
Mick wrote:
I said I was not interested, you try to force me. OK, I compromise, I go halfway. And now you admitted I was not interested. If you need a professional help I know an adress (other than Grogol).ban...@cable.a2000.nl wrote:
force you huh? hehe....ogud nggak bawa golok atawa bensin tuuuhhh...Buat apa? Emangnya doi mau ke Ambon? Sekarag saya tambah yakin bahwa anda masih kecil sekali atau sudah gede, tapi berpikiran seperti anak kecil. Gede bo'ong lah, gitu.
lumayan dong gue, sudah diakui caranya halussss..... nyelekit....eh bisa diakui pula bisa memaksa....
Kalau itu anda anggap lumayan, yah ... bisa dimengertilah. Senang melihat anda memuaskan (atau berusaha memuaskan) diri sendiri.
Saya tidak tersinggung kok...hehe...
Saya cuma bosen baca argumen yg melebar nggak ada juntrungannya. Soal gaya tulisan cynical itu kan pendapat anda saja, (thanks atas commentnya),
Saya berprinsip selama saya tidak menyinggung lawan bicara (personal attack seperti bego luh, pendek luh, dll, try to keep it to myself what I think of your personality) dan tidak menghina nabi kamu atau agamanya, tidak apa-apa.
Baca kembali yang lengkap mulai dari seri pertama postings anda berikut responsesnya. Saya jadi kayak ngeladenin anak kecil aja dengan debat kusirnya.
Pertama hati musti bersih, sehat.
Kalo hati sudah panas/sakit setiap argumen saya kamu anggap menyerang, padahal tidak.
Menyerang? Sinis, sarkastis, nyelekit, atau menyakitkan! Nggak semua argumen anda saya anggap begitu. Ada sih satu dua yang pertinent, tapi umumnya ya itu ... atau naive (ini lebih sopan daripada kata tolol) atau nyelekit.
Kedua, kudu sabar - ingat mulainya dengan sudut pandang yg berbeda.
Itu 'kan jelas, makanya di beri response. Membaca argumen anda saja memerlukan kesabaran agak istimewa, mengingat elemen-elemennya seperti yang saya sebutkan di atas. Kalau sudut pandangnya nggak beda buat apa di respons? Piye toh ngana ini?
Ketiga - jangan main potong kalimat, cari intinya, supaya tdk ngalor ngidul.
Potong kalimat? Coba aja lihat "quotes" atau kutipan-kutipan anda. Bahwa anda menganggap responsenya ngalor ngidul, itu 'kan pendapat anda dan ..... dari sudut pandang anda, yang pasti berbeda dengan saya dan banyak orang lain yang kebetulan baca "exchanges" ini.
Dengarkan dulu pendapat org, toh kamu tidak mesti setuju.
Responsnya kan atas pendapat itu. Atau nggak? Oh sorry, anda menganggap ngalor ngidul. Sorry, sorry, sorry. Lupa lagi aku sama kondisi anda.
Keempat- jangan menghina lawan bicara.
Menghina? Ngeledek itu menghina??? Kalau sarkastis dan sinis itu rupanya boleh ya?
Hormati semua orang. Mudah-mudahan kamu bisa menerima ini.
Nggak setuju itu. Tidak semua orang patut dihormati. Orang yang sarkastis, sinis, dan berusaha menyakitkan hati, tidak perlu dihormati. Mereka harus dianggap sama saja (di layani biasa-bisa saja). Yang perlu dihormati orang-orang yang halus, tidak sarkastis, tidak sinis, tidak nyelekit (berusaha menyakitkan hati) dan menggunakan dengan baik pemberian Illahi yaitu ... akal.
Anda seharusnya bergembira bahwa jerih payah anda mengetik itu ada yang merespons. Dan merespons tingkat berpikir seperti anda itu, memang membuat kita mengetik jadi capek, karena, yah, itu tadi ... naive. Tapi nggak apalah, cuaca dinginnya di luar bukan main, jadi banyak waktu di rumah untuk ngetik .
Chaumont Devin wrote in message <860va7$7er$1...@mochi.lava.net>...