Jika seseorang menjadi dongok karena mengikuti ajaran oblog-oblog, maka
apakah yang menyebabkan ia mengikuti ajaran oblog-oblog? Jelas bukan
karena ia dongok!
Jika ia mengikuti ajaran oblog-oblog KARENA dongok, maka apakah yang
menyebabkan ia dongok? Jelas bukan karena ia mengikuti ajaran oblog-oblog.
--
dg
hčnbuk ajaran nyang tidak blok-oblok , hil untuk menggunakan pikiran dan
menganalisa jauh lebih banyak daripada perintah untuk hanya mengikuti
saja.
jadi nyang nggak ngikutin ajaran blok-oblok pasti nggak dongok.
--
seorang dariÔon tidak mungkin membangun persaudaraan dengan wargo NG
tanpa memandang faktor agama.
Wah, ini pendapat siapa, ya? ... :)
> soO yunG wrote:
>> hènbuk ajaran nyang tidak blok-oblok , hil untuk menggunakan pikiran
ané sekian lama maénan disini tronyata mingkin pinter ajé.
Setuju.
--
dg
ada dua kelompok dongo'
dongo' klasik dan dongo' kontemporer
dongo' klasik itu yang sekalipun lama maénan tidak pernah tambah
pinter
sedang dongo' kontemporer yaitu yang tetep dongo' tetapi mingkin
pinter ajé.
Apa jugak setuju pid?
> On 29 Mei, 08:43, soO yunG <paprin...@gmail.com> wrote:
>> "David G." <smilingwiz...@gmail.com> wrote innews:g1kvj0$8tt$1
@aioe.org:
>>
>> > soO yunG wrote:
>> >> ané sekian lama maénan disini tronyata mingkin pinter ajé.
>>
>> > Setuju.
>>
>> > --
>> > dg
>>
>> trims
>>
>> egp
>>
>> laah.
>>
>> --
>> seorang dariÔon tidak mungkin membangun persaudaraan dengan wargo
NG tan
> pa
>> memandang faktor agama.
>
> ada dua kelompok dongo'
> dongo' klasik dan dongo' kontemporer
> dongo' klasik itu yang sekalipun lama maénan tidak pernah tambah
> pinter
> sedang dongo' kontemporer yaitu yang tetep dongo' tetapi mingkin
> pinter ajé.
> Apa jugak setuju pid?
>
kurang mBah, misik ada satu kelompok lage, namanya :
Kelompok "Dari Dulu Dongokks" disingkat D3
biar dikasik pendidikan dan cem-macem elmu yaaa teteuB ajah jongkok
itu ajah :))
bwahahahahahahahahahahahahahahahahahhahahahahha
dongoks karena disesatkan ajaran oblog2..
oleh karena iku sayanyah pribadi lebih mengecam "lembaga atawa
ajaran"
nyang membuwat orang dadi dongoks atawa menyesatkan....
dan kalok sayanyah tidak perduli dengan orang dongoks untuk menjadi
pinter, tentunya para muslim disini terutama sayanyah tidak membuang2
waktu sayanyah disinih untuk membuwat si palkon (umpama'e) menjadi
keluar dari kedongoks'an..
cobak tanya samak muslim laen, se7 ndak samak pendapat sayanyah...
laaa.. gitu ajah kok repott...