SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITRI 1 Syawal 1431 H
Minal Aidzin wal Faidzin ...
Mohon maaf lahir dan batin ..
Just sharing from the our neighbour ....
|
PEMIMPIN The task of the leader is to decide how best to achieve the goals set by the people.* —George Gallup74 When the Master (the best ruler) governs, the people are hardly aware that he exists. Next best is a leader who is loved and praised. Next is who is feared. Worst is a leader who is despised.** —Lao Tzu, Tao te Ching6 The bad leader is he who the people despise. The good leader is he who the people praise. The great leader is the who the people say: “We did it ourselves.”*** —Lao Tzu6 The leaders have the power, but they have no interest in the community. And what the people want is that the leaders work for their communities, the people don’t want promises.**** —Venezuela 199851 Pemimpin adalah vital bagi masyarakat dan pembangunan itulah sebabnya demokrasi yang baik, termasuk pemilihan wakil rakyat dan presiden akan menentukan keberhasilan pemerintahan. Ketransparan seleksi pemimpin perusahaan atau lembaga penting untuk keberhasilan perusahaan atau lembaga tersebut. Menurut Naisbitt: “Pemimpin adalah guru, fasilitator, dan pelatih. Anda selalu memimpin melalui contoh.”50 Leadership (kepemimpinan) adalah tindakan, bukan posisi. Ada orang yang jabatannya tinggi, tetapi tidak punya kepemimpinan. Akan tetapi, seseorang yang tidak punya posisi dianggap pemimpin oleh orang lain. Pemimpin seyogianya mempunyai pemahaman tentang kemauan publik yang baik dan bukan orang yang emosional. Dalam agama Islam, umat diajarkan untuk memilih pemimpin yang cintai dan mencintai umatnya, ahli (tahu tugasnya), dan amanah yaitu melaksanakan tugasnya dengan baik. Seseorang akan dilaknat jika mengkhianati amanah. Tunggullah kehancuran jika sesuatu diserahkan kepada yang bukan ahlinya. Menurut P4 (Pedoman, Penghayatan, dan Pengamalan Pancasila), prinsip utama kepemimpinan orang Jawa adalah: a) Ing ngarso sung tulodo, yang berarti keseluruhan sikap, tingkah laku, dan perbuatan seorang pemimpin harus sesuai dengan norma yang berlaku, sehingga orang-orang yang dia pimpin menjadikannya sebagai teladan, anutan, dan mengikutinya. b) Ing madyo mangun karso, seorang pemimpin harus mampu memotivasi dan membangkitkan tekad serta semangat orang-orang yang dipimpinnya untuk berswakarsa, berkreasi, berkehendak, dan berbuat. c) Tut wuri handayani, seorang pemimpin harus mendorong dan mengedepankan orang-orang yang dipimpinnya seraya membekalinya dengan kemampuan nyata (keterampilan) serta memperbaikinya jika ada kekurangan. Menurut Peter Senge, dalam organisasi pembelajaran, pemimpin adalah perencana, pelayan, dan guru. Mereka bertanggung jawab untuk membangun organisasi yang di dalamnya orang-orang secara terus-menerus mengembangkan kemampuan untuk memahami kompleksitas, memperjelas visi, dan meningkatkan model mental bersama, yaitu mereka bertanggung jawab untuk belajar. Tugas utama pemimpin adalah menanamkan proses pembelajaran yang dengannya orang-orang di seluruh organisasi dapat berunding secara produktif mengenai isu kritis yang dihadapinya dan membangun keunggulan dalam disiplin pembelajaran. Ini adalah pekerjaan baru untuk kebanyakan manajer berpengalaman, kebanyakan mereka naik ke puncak karena keahlian-keahlian mereka dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah, bukan keahlian-keahlian mereka dalam memonitor, melatih, dan menolong yang belajar.85 Menurut Max de Pree, tugas pertama menjadi pemimpin adalah mendefinisikan realitas. Pemimpin dapat memengaruhi orang-orang untuk memandang realitas pada empat tingkat yang berbeda: peristiwa, pola kelakuan, struktur sistemis, dan cerita yang mendorong cita-cita. 85 Shell menemukan bahwa dengan membantu manajer mempelajari kembali anggapan-anggapan, menemukan kontradiksi dalam anggapan-anggapan tersebut, dan berpikir melalui strategi-strategi baru berdasarkan anggapan-anggapan baru, mereka mendapatkan suatu sumber yang unik untuk keunggulan kompetitif. Intisari dari peranan baru pemimpin adalah peneliti dan perancang. Dia meneliti untuk memahami kekuatan-kekuatan pendorong perubahan internal dan eksternal. Dia merancang proses-proses pembelajaran dengan jalan mana para pemimpin di bawahnya, di seluruh organisasi, menjadi mengerti kecenderungan dari kekuatan ini.86 Pemimpin biasanya mempunyai wewenang lebih besar daripada yang dipimpin. Menurut Charlottle Roberts, authority (wewenang) seperti kata author (penulis) berasal dari kata Yunani authentikos yang berarti pelaku, ahli, atau pencipta. Orang yang mempunyai wewenang seyogianya menggunakannya untuk menciptakan suasana yang membuat orang yang dipimpinnya menjadi kreatif dan partisipatif, bukan sewenang-wenang dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi.86 Untuk memajukan organisasi, dibutuhkan kesadaran dan partisipasi dari para anggotanya, juga dibutuhkan organisasi serta kepemimpinan yang baik. Menurut Leadership Development Handbook USC (University of Southern California), seorang pemimpin kelompok seyogianya: 1. Yakin terhadap dan mengerti prinsip-prinsip demokrasi. 2. Menghormati hak-hak orang lain. 3. Bersedia menerima tanggung jawab dan menjalankan peranannya di dalam kelompoknya. 4. Mampu bekerja dan menyesuaikan diri dengan orang lain. 5. Mampu mengungkapkan pikiran serta perasaannya secara jelas, serta mampu mengungkapkan ide-ide kelompok. 6. Menguasai informasi yang menyangkut kelompoknya. 7. Percaya diri serta menaruh kepercayaan terhadap anggotanya. 8. Optimistis dan bersemangat. 9. Bersikap terbuka. 10. Mempunyai pendirian yang teguh. 11. Mempunyai inisiatif untuk menggerakkan kelompoknya melalui perencanaan yang matang. 12. Bersemangat mengabdikan diri untuk kepentingan umum. 13. Tidak menonjolkan diri dan menghindari kesan berpihak. Menurut Gay Hendricks dan Kate Ludeman, para pengusaha yang sukses pada Abad 21 (yang disebutnya Mistikus Korporat) adalah mereka yang merasa nyaman dengan kehidupan spiritualnya sendiri dan tahu cara memupuk perkembangan spiritual orang lain. Mereka lebih tertarik pada manfaat spritualitas, bukan pada kepercayaan akan hal tersebut. Ed Mc Cracken menyatakan, “Tujuan hidup saya bukan untuk memiliki kehidupan spiritual yang terpisah dari kehidupan saya seutuhnya“. Mistikus Korporat, atau pemimpin spiritual tersebut yang menurut penulis dapat dijadikan acuan pemimpin yang baik, menurut Gay Hendrik dan Kate Ludeman memiliki sifat-sifat berikut:32 Pemimpin sadar bahwa perusahaan atau perkumpulan adalah penjelmaan keseluruhan jiwa orang yang bekerja berasaskan integritas mengejar visinya dengan penuh semangat serta gairah, dan memacu potensi orang-orang yang mereka jumpai. Memegang teguh integritas berujung pada tiga hal: bersikap apa adanya pada diri sendiri, orang lain, dan tidak munafik. Mereka yang berintegritas membangkitkan yang terbaik dalam diri sendiri dan orang lain. Pemimpin bekerja keras untuk menjadikan kehidupan orang di sekelilingnya lebih baik, seperti apa yang diceritakan Bob Galvin tentang ayahnya yang pendiri Motorola. Suatu waktu, Ayah mengamati deretan pekerja wanita dan termenung, “Mereka mirip dengan ibuku yang punya anak, rumah yang harus dirawat, dan orang-orang yang membutuhkan mereka.” Hal ini memotivasi Ayah untuk bekerja lebih keras agar tercipta kehidupan yang lebih baik bagi mereka karena Ayah melihat sosok ibunya dalam diri semua pekerja itu. Begitulah semuanya dimulai dengan rasa hormat yang hakiki. Bob Galvin menambahkan cara menunjukkan rasa hormat adalah dengan berlaku jujur dan memberlakukan orang apa adanya. Pemimpin percaya bahwa kejujuran mampu mengeluarkan sisi terbaik setiap orang. Dia ingin mengetahui kebenaran walaupun terkadang terasa pahit, karena hanya dengan demikian dia bisa memperbaiki keadaan. Menurut nenek Gay Hendricks: “Jika kita selalu mengatakan yang sebenarnya, kita tidak perlu mengingat-ingat apa yang pernah kita katakan.” Pemimpin bersikap adil karena percaya bahwa keadilan adalah cara berpadu bersama di dunia ini. Dia percaya bahwa jika seseorang berlaku tidak adil, dia telah mengganggu keadaan dunia. Jika dia berlaku adil, dia telah berpartisipasi membentuk dunia yang lebih baik. Dia memperlakukan tukang sapu gedung dan orang penting dengan sikap yang sama. Pemimpin selalu berusaha mempelajari diri sendiri dan sekaligus juga berusaha membantu orang lain mempelajari dirinya masing-masing. Sikap selalu bertanya adalah hal yang dianggap suci olehnya. Tujuan belajar menurut J. Krisnamurti adalah untuk membantu mengetahui apa yang sesungguhnya benar-benar ingin kita lakukan. Pemimpin bekerja efisien sehingga dia menguasai jalannya waktu (santai). Dia berkonsentrasi dan berpikir bagaimana membuat pekerjaannya efisien. Diceritakan, seorang pekerja keras ketika disuruh bermeditasi khawatir kalau hal tersebut mengurangi waktunya. Maka pendeta Zen menjelaskan: “Meditasi hanyalah membuat dirimu menjadi santai. Siapa bilang bekerja itu harus dengan keras?” Pada puncaknya, bekerja adalah bermain. Saat kita sedang benar-benar serius, saat kemampuan kita sudah mencapai puncaknya, dan kreativitas mengalir deras, kita tidak merasakan sedang bersusah payah, tetapi justru menikmati pekerjaan. Kita menjadi seperti anak kecil bermain, asyik sekali. Pemimpin terbuka, menerima perubahan dan mampu menerima pendapat yang berbeda sehingga orang akan senang bekerja dengannya. Contoh sikap pemimpin yang baik (wakil direktur di perusahaannya) diceritakan oleh Kate Ludeman. Jika dia menyajikan gagasannya, yang ditonjolkan hanya hasil akhirnya dan hanya memberikan perincian pendukung jika diminta. Saat gagasannya disanggah, dia tidak melayani perdebatan dengan penyanggahnya. Sebaliknya, dia malah mengajukan banyak pertanyaan karena tertarik memahami sudut pandang orang tersebut. Akibatnya terjadi saling pengertian antarmereka. Pemimpin mempunyai cita rasa humor khas supaya timnya bisa bekerja dengan santai. Menurut Kate Ludeman: “Satu-satunya cara terbaik untuk menilai kesehatan sebuah tim atau perusahaan adalah dengan mengetahui seberapa sering mereka bercanda.” Kepedulian pengusaha dapat dipelajari dari kisah hidup Warren Buffet berikut: Warren Buffet, orang terkaya yang telah menyumbangkan lebih dari $31 miliar (kira-kira Rp. 300 triliun) untuk amal. Berikut 9 aspek kehidupannya yang sangat menarik: 1. Buffet memulai investasi sahamnya pada usia 11 tahun, dan dia sangat menyesal memulainya terlalu terlambat. 2. Dia membeli sebuah lahan pertanian kecil pada usia 14 tahun dari hasil tabungannya menjadi loper koran. 3. Dia tetap hidup di rumah yang sama, dengan 3 kamar tidur kecil di tengah kota Omaha, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu. Dia bilang mempunyai segalanya di rumah tersebut. Rumahnya tidak memiliki tembok atau pagar. 4. Dia mengendarai mobilnya sendiri tanpa seorang sopir ataupun pengawal. 5. Dia tidak pernah bepergian menggunakan jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan jet pribadi terbesar di dunia. 6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 perusahaan. Ia hanya menulis satu surat setiap tahun ke CEO perusahaan-perusahaannya tersebut, memberikan mereka tujuan-tujuan untuk tahun tersebut. Ia tidak pernah mengadakan pertemuan atau menelepon CEO tersebut secara regular. Ia hanya memberikan 2 buah aturan: a. Aturan nomor 1: Jangan pernah membuat rugi para pemilik saham b. Aturan nomor 2: Jangan pernah lupa Aturan nomor 1 7. Ia tidak pernah bersosialisasi di klub-klub orang kaya. Waktu luangnya setelah ia tiba di rumah ia gunakan untuk membuat popcorn, dan menonton TV. 8. Bill Gates, orang terkaya di dunia waktu itu, menumuinya pertamakali baru 5 tahun yang lalu, Bill Gates tidak berpikir dia mempunyai kecocokan dengan Warren Buffet. Sehingga, dia menjadwalkan pertemuannya hanya setengah jam, Namun ketika Gates menemuinya pertemuannya tersebut berlangsung selama 10 jam, Bill Gates menjadi pengagum Warren Buffet. 9. Buffet tidak pernah membawa handphone, maupun mempunyai komputer di mejanya.
Nasehatnya untuk wirausaha muda: Jauhi kartu kredit dan investasikan pada dirimu sendiri dan ingat: 1. Uang tidak menciptakan manusia, tetapi manusia yang menciptakan uang. 2. Jalani kehidupanmu sesederhana mungkin. 3. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan. Dengarkan saja mereka, tetapi lakukan apa yang kamu senangi. 4. Jangan membeli barang karena merknya. Kenakanlah pakaian yang memang membuatmu merasa nyaman. 5. Jangan sia-siakan uangmu untuk hal-hal yang tidak penting. Berikan uangmu kepada mereka yang benar-benar membutuhkan 6. Akhirnya, ini semua adalah kehidupanmu sendiri. Mengapa memberi orang lain kesempatan mengatur hidupmumu?. Pemimpin memiliki kelebihan dapat mengajak orang ke dalam angan-angannya. Martin Luther King Jr dengan I have a Dream-nya dapat mengajak umat manusia menuju dunia tanpa perbedaan. Menurut Bob Galvin dari Motorola, kepemimpinan adalah mengunjungi tempat yang belum pernah dikunjungi orang lain. Dia dapat berada pada masa depan yang belum ada dan menjabarkan cara-cara untuk menuju ke sana secara terperinci, tetapi, dalam saat yang sama, dia juga dapat dengan mantap menilai realitas masa kini. Dia dapat merumuskan niat dengan jelas sehingga dapat memotivasi. Niat (intention) berasal dari kata latin yang berarti melenturkan diri menuju. Niat adalah sebuah kekuatan yang memengaruhi proses mencapai tujuan dan memengaruhi tujuan itu sendiri. Diceritakan ada dua orang sibuk mengangkuti batu, yang satu cemberut dan yang lain bersenandung. Ketika ditanya, “Apa yang sedang kamu kerjakan?’ Yang cemberut menjawab “Memasang batu,” Yang bersenandung menjawab “Membangun gedung.” Pemimpin tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan dan melaksanakannya. Kata decide berasal dari kata Latin menebas, sama seperti menebas alternatif lain. Jika telah melakukannya, tugas selanjutnya adalah menitikberatkan pada pilihan tersebut sampai tercapai hasil yang diinginkan. Pemimpin sangatlah disiplin. Bukan disiplin otoriter yang didasari rasa takut, tetapi disiplin yang tumbuh dari semangat penuh gairah untuk tujuan yang jelas yang membuatnya fleksibel dan mudah beradaptasi. Pemimpin sangat menjaga keseimbangan hidupnya dalam empat aspek: keintiman (termasuk pernikahan, keluarga, dan sahabat), pekerjaan, spiritualitas dan komunitas (termasuk kehidupan sosial dan politik). Singkatnya, ciri pemimpin Abad 21 menurut buku The Corporate Mystic adalah:
1. Jujur dan ingin mengetahui kebenaran walaupun pahit. Ada pepatah, “Honesty will set you free.” 2. Adil karena berpendapat bahwa semua orang sama. 3. Mengenal dan selalu berusaha mempelajari diri sendiri dan sekaligus berusaha membantu orang lain mempelajari dirinya masing-masing. 4. Berkonsentrasi pada konstribusi serta sangat memerhatikan kesejahteraan dan pemberdayaan orang lain. 5. Hidup berdasarkan spiritualisme universal di mana yang penting adalah tindakan dan pembuktian. 6. Bekerja lebih efisien dengan memusatkan perhatian pada masa kini, tidak terjebak dalam penyesalan akan masa lalu atau kekhawatiran akan masa depan. 7. Membangkitkan yang terbaik dalam diri sendiri dan diri orang lain. 8. Terbuka menerima perubahan. 9. Mempunyai cita rasa humor yang khas dan suka bercanda. 10. Mempunyai visi jauh ke masa depan dan dapat menjabarkan dengan terperinci bagaimana mencapainya, juga dapat dengan mantap menilai realitas masa kini. 11. Mempunyai disiplin yang tumbuh dari semangat untuk mencapai tujuan yang jelas yang membuat mereka menjadi fleksibel dan mudah beradaptasi. 12. Menjaga keseimbangan hidup dalam keintiman, pekerjaan, spiritualitas, dan komunitas.
|
Widjajono Partowidagdo
--
Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "SMPN1Bgr_80"
Google Groups.
Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
SMPN1...@googlegroups.com
Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
SMPN1Bgr_80...@googlegroups.com
Untuk pilihan lain, kunjungi grup ini di
http://groups.google.com/group/SMPN1Bgr_80?hl=in?hl=en-- This email was Virus checked by Astaro Security Gateway. http://www.astaro.com Admin Contact : Mr.Rustam
| mantab kang haji! --- On Tue, 14/9/10, Riris Nugraha <ri...@trubagroup.com> wrote: |
|
|
|