Agar diri anda dan orang lain yang turut anda seberangkan aman
sampai di seberang jalan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Dengan memperhatikan hal-hal di bawah ini maka mudah-mudahan tidak akan
terjadi hal-hal yang tidak anda inginkan.
Berdoalah kepada Tuhan anda agar selamat sampai di tujuan.
Apabila anda mesih kecil atau memiliki badan yang sangat kecil,
sebaiknya anda menyeberang jalan tidak sendirian, tetapi ditemani oleh
orang lain yang sedang menyeberang, atau bisa juga meminta bantuan
orang lain untuk menyeberangkan anda. Pengemudi anda kesulitan untuk
melihat penyebrang jalan berbadan kecil dan ada kemungkinan untuk panik
jika melihat anak kecil menyebrang jalan sendirian.
Perhatikan keadaan sekitar anda dan identifikasi sesaat apakah
terdapat zebra cross, lampu penyebrang jalan, lampu merah atau jembatan
penyebrangan. Bila ada, gunakanlah dan jangan mengambil jalan pintas
dengan menyeberang jalan tidak pada tempatnya. Biasanya dinas yang
terkait sudah memperhitungkan dengan matang dalam hal pemasangan alan
bantu penyebrangan jalan, sehingga resiko anda tertabrak akan jauh
lebih kecil.
Selalu melihat ke arah kanan (arah datang kendaraan) anda lalu ke
kiri sebelum bergerak untuk menyebrang jalan. Ada kemungkinan dari arah
yang berlawanan terdapat pejalan kaki, pengendara sepeda, bahkan motor
yang bisa anda tabrak saat menyebrang. Kemudian saat sampai di batas
lajur kendaraan kedua arah, maka anda harus menggunakan metode
kebalikan dari di atas. Apabila anda menyebrang rel kereta api, maka
anda harus melihat arah yang kebalikan dari jalur mobil yaitu ke kiri
baru ke kanan, karena kereta api datang dari sebelah kiri anda, berbeda
dengan mobil.
Perhitungkan waktu dengan mengira-ngira berapa lama kecepatan
mobil yang datang ke arah anda saat anda meu menyebrang. Kemudian
dengan insting anda perhitungkan juga kecepatan jalan atau lari anda.
Anda punya dua pilihan yaitu lari atau jalan. Apabila arus kendaraan
sedang padat dan kecepatan sedang, maka anda sebaiknya berlari ketika
ada kesempatan.
Apabila terdapat dua lajur kendaraan untuk arah yang sama, maka
jangan menyebrang jika arus kepadatan dan kecepatan kendaraan tidak
memungkinkan anda untuk menyebrang. Jika anda nekat, maka bisa terjadi
insiden yang dapat menimpa anda maupun orang lain. Menyebranglah ketika
jalur yang ada dihadapan anda sedang kosong, dan disusul beberapa saat
kemudian jalur yang sebelah jalur tadi kosong.
Gunakan tangan anda untuk memberi sinyal agar pengendara
memperlambat laju kendaraannya. Apabila anda melakukan hal ini maka
pengendara akan lebih awas dan akan menghormati anda daripada
penyebrang jalan yang tidak memberi tanda menyebrang jalan.. Namun juga
tanda yang diberikan sebaiknya decan cara yang sopan, tidak dengan
mengepalkan tangan ke arah pengendara agar pengendara kendaraan tidak
menjadi berang dan mencaci anda.
Anda juga bisa mempergunakan kesempatan menyebrang jalan ketika
mobil di depan anda sedang memperlambat atau menghentikan laju untuk
berbelok, menyebrang jalan, terkena macet, dan lain sebagainya sehingga
dapat menghambat laju kendaraan di belakangnya. Anda akan lebih mudah
menyeberang jalan dengan lebih mudah, namun jangan menghambat mobil
yang melambat tadi.
Perhatikan orang lain dalam menyebrang jalan. Setiap orang
memiliki tehnik yang berbeda dalam menyebrang jalan. semakin banyak
metode yang anda pelajari, maka semakin mahir pula anda dalam
menyebrang jalan.