HADIAH VALENTIN YANG MAHAL
Penulis cerpen Amerika terkemuka, O. Henry, menulis sebuah kisah
Kisah itu tentang sepasang suami-istri muda yang
sedemikian saling mencintai. Valentin sudah dekat dan mereka ingin saling
memberikan hadiah. Tetapi mereka sangat miskin dan tidak mempunyai uang
untuk
membeli hadiah. Maka mereka masing-masing, tanpa saling memberi
tahu, memutuskan untuk menjual miliknya yang paling berharga.
Bagi sang istri, harta miliknya yang paling berharga adalah
rambutnya yang panjang berkilau. Ia pergi ke sebuah salon dan menyuruh
memotong rambutnya. Kemudian ia menjual potongan rambutnya itu untuk membeli
sebuah rantai arloji yang indah untuk arloji suaminya.
Sementara itu, sang suami pergi kepada seorang tukang emas dan
menjual satu-satunya arloji yang dimilikinya untuk membeli dua
potong sisir yang indah untuk rambut kekasihnya.
Ketika hari Valentin tiba, mereka saling menyerahkan hadiah. Mula -
mula mereka menangis terharu, namun kemudian keduanya tertawa. Tidak ada
lagi rambut yang perlu dirapikan dengan sisir indah pembelian sang suami,
dan tidak ada lagi, arloji yang memerlukan seutas rantai indah
pembelian sang istri. Tetapi ada sesuatu yang lebih berharga daripada sisir
dan rantai arloji, yaitu pesan dibalik hadiah- hadiah itu; Mereka
masing - masing telah mengambil yang terbaik dari dirinya untuk diberikan
kepada pasangannya...
Suatu hadiah bukanlah hadiah jika tidak menimbulkan suatu
pengorbanan dalam diri kita, dan jika tidak menjadi bagian dari diri kita
sendiri.
Oleh sebab itu Mbah Jhon kudu iklas ama jeng Tra la la maupun jeng Nuning
jangan iklan aja donk
He.....eh......he