Mungkin inilah pertama kali saya coment-coment untuk Persisam.
Persib (Jaya Hartono)
Pola 3-4-3
Kiper : Kosin (penampilan terakhir untuk Persib)
Belakang : Maman, Rene, Edi Hafid Murtado
Tengah : Eka, Munadi, Atep, Gilang
Depan : Gonzales, Budi Sudarsono, Hilton Moreira
Persisam (Aji Santoso)
Pola 4-5-1
Kiper : Wawan Hendrawan
Belakang : Tsimi, Hamka, Sony Kurniawan, Saifull
Tengah : Sembiring, Fagundez, Danilo, Fandi Mukhtar, Choi Dong Soo
Depan : Pipat Thonkanya,
Penonton tentu saja kebanyakan menjagokan Persib keluar sebagai pemenang dalam pertandingan ini. Tapi apa yang disampaikan oleh Hamka dalam wawancara sebelum pertandingan sangat menarik. "Tidak ada yang tidak mungkin", demikian pesan yang disampaikan Aji Santoso selaku pelatih Persisam. Dalam bahasa saya sendiri adalah "belum tentu", belum tentu deh… yang kelihatan menang hasilnya juga menang. Sebelum peluit akhir dibunyikan atau janur kuning melengkung, semua masih bisa terjadi. Cuocok mas Aji. Setuju!!! Ayo kita lihat pertandingannya.
Entah kenapa saya agak condong mendukung Persisam. Mungkin karena warna seragam yang orange. Ada beberapa tim dengan seragam warna orange yang memang saya suka. Pertama tentu saja adalah Belanda, Kedua Persekabpas dan Ketiga, tim kantoran PS Gaspol. Mungkin juga karena Persisam memainkan pola dengan empat bek di belakang. Pola yang memungkinkan serangan dapat bervariasi melalui sayap. Juga mungkin karena tim yang tidak diunggulkan. Membela tim yang tidak diunggulkan kalau kemudian kemudian bisa menjadi pemenang kebahagiaannya lebih besar.
Babak Pertama
Persib tampil tidak seperti biasanya dan bukan merupakan formasi terbaik yang mereka dapat mainkan. Yang paling tampak adalah absennya Nova Arianto yang kemudian digantikan dengan Murtado, Hariono juga absen sehingga digantikan oleh pemain baru yakni Munadi. Ada apa dengan Sitoshi yang tidak dimainkan, tetapi yang jelas Persib malah memasang tiga striker yakni Gonzales, Moreira dan Budi Sudarsono.
Selalu saya menyoroti dan mengamati permainan Chistian Rene Martines. Kali ini dia berhadapan dengan Choi Dong Shoo, dan hasilnya sampai dengan menit ke 17 Choi Dong Shoo belum dapat berbuat apa-apa. Hilton bermain sesuai yang diharapkan pelatih. Ia bermain mobile dengan membantu pertahanan, bergerak bebas ke kiri dan ke kanan. Suatu kali sundulannya hampir saja membuahkan gol.
Menit ke 22 choi dong shoo pindah posisi menghindari Rene Martines membuktikan thesis saya tentang Rene Martinez. Menit 23 Gonzalez membuktikan kekokohannya dalam mencetak gol. Hamka tidak menutup pemain dengan baik. Malah mengandalkan wasit untuk menyatakan Gonzales handsball. Permainan yang tidak baik Hamka!
Persisam terlihat tidak tajam karena tidak ada striker yang berbahaya. Sebaliknya Persib terlihat nyaman dengan permainannya. Semua pemain tidak banyak melakukan kesalahan. Yang paling utama adalah para gelandangnya. Atep, Eka, Gilang, bahkan Munadi, bisa sedikit over acting dengan beberapa kali melakukan shooting-shooting jarak jauh.
Sebelum berakhir babak pertama Eka mampu melakukan shooting keras menyusur tanah. Sebenarnya dapat dihadapi dengan baik, tapi sedikit kurang baik tangkapan kiper membuat bola masih bergulir ke gawang. Yang menarik ada selebrasi dari Eka yang menunjuk-nunjuk kepalanya sendiri. Ternyata ia meminta Maman untuk menjumput rambutnya ke atas. Maman memang punya gaya rambut yang dijumput ke atas. Maman lantas menjumput rambut Eka, yang lucu ternyata reaksi Eka adalah membentangkan tangannya dan bereaksi seperti orang kesetrum. Moment yang lucu, tapi sekaligus bukti kalau para pemain Persib memang betul-betul telah enjoy dengan permainannya. Dengan demikian sedikit keberpihakan saya ke Persisam sepertinya habis sudah. Kecuali Mas Aji Santosa membuat sesuatu yang brilian.
Saya menyoroti Sonny Kurniawan yang sering naik ikut menyerang tapi sering juga memberikan umpan yang salah. Beberapa kali peluang lahir dari sector yang ia tinggalkan. Dua gol yang terjadi adalah umpan Budi Sudarsono yang beroperasi dari daerah yang ia jaga. Kalau tidak karena kehebatan Tsimi yang beberapa kali melakukan bloking-bloiking penting. Sudah beberapa kali juga niscaya gawang Persisam dibobol striker Persib. Mas Aji perlu membenahi kebiasaan Sony ini. Sebenarnya ia hanya perlu mengumpan pendek kalau masih banyak penjagaan, dan mengumpan panjang kalau ia sudah lolos dari penjagaan. Tugas simple yang tidak berhasil dilaksanakan dengan baik oleh Sony Kurniawan.
Dua gol Persib ternyata hasil kombinasi dari tiga orang. Gol yang pertama adalah budi – eka (melakukan dummy) – Gonzales, Gollll!!!!, sedangkan yang kedua adalah Gonzales – Budi – Eka, Golll!!! Patut ditunggu yang ketiga mungkin giliran berawal dari eka kemudian Gonzales, budi dan golllll (bagus kalau benar begitu…)
Babak Kedua
Aji mengganti Pipat dengan Zainal Arif. Belum ekstrem… tetapi kita lihat hasilnya nanti. Menit 70 usep menggantikan Soni Kurniawan. Hamka menjadi striker bersama dengan Zainal Arif, sehingga sekarang Persisam bermain dengan dua orang striker. Agus Priyanto menggantikan Choi Dong Shoo. Choi Dong Shoo sendiri saya nilai sebagai seorang pemain yang baik. Mampu melakukan beberapa kali tembakan yang sangat baik dan berbahaya. Cukup dingin tidak gampang emosi terutama menghadapi pemain seperti Rene Martinez. Menit 84 wildansyah menggantikan gilang Akuntan.
Apa yang dilakukan Aji Santosa di babak kedua menurut saya belum cukup untuk membuat Persib kehilangan kenyamanan. Oleh karena itu, hasilnya di babak kedua tidak ada tambahan gol oleh kedua kesebelasan. Sama-sama ada peluang dari Persib dan Persisam tapi Mantan bek kiri Timnas era 80-an (Jaya Hartono) akhirnya menang atas mantan bek kiri Timnas era 90-an (Aji Santosa).
--
Posting oleh Rachmanto ke Cintaku Sepakbola Indonesia pada 2/20/2010 10:41:00 PM