Toshiba Indonesia, perusahaan yang memproduksi barang-barang elektronik serta perlengkapan rumah tangga ini sudah sejak lama dikenal di pasaran Indonesia. Dimulai dari produk laptop Satellite yang tahan lama serta kuat terhadap segala situasi dan kondisi, hingga ke produk televisi yang terkenal dengan komposisi warnanya yang jernih dan tajam, Toshiba telah lama menjadi pilihan utama konsumen Indonesia. Simak serba-serba serbi brand ini hanya di artikel berikut.
Toshiba adalah salah satu perusahaan asal Jepang yang berhasil masuk dan diminati oleh pasar Indonesia selama bertahun-tahun. Tidak ada yang tahu kapan persisnya Toshiba mulai masuk di pasaran Indonesia. Tapi kini, produk Toshiba mudah ditemui dan bahkan hampir dipastikan dapat ditemukan di setiap gerai elektronik di Indonesia.
Didirikan di Tokyo Jepang pada tahun 1938, Toshiba pada awalnya hanya beroperasi untuk memproduksi komponen untuk peralatan elektronik. Toshiba sendiri berdiri dengan menggabungkan perusahaan Shibaura, yang sudah terkenal di Jepang sebagai produsen elektronik, dengan Tokyo Denki. Dengan bergabungnya dua perusahaan yang sudah memiliki nama sebagai produsen elektronik, tidak mengherankan jika di awal kemunculannya, Toshiba dengan mudah dikenal di pasaran Jepang. Meskipun sudah dikenal dengan nama Toshiba sejak didirikan di tahun 1938, baru di tahun 1978 secara resmi Toshiba beroperasi dengan namanya tersebut. Tahun-tahun awal munculnya Toshiba, Toshiba telah banyak mengeluarkan produk-produk yang inovatif. Di tahun 1954, Toshiba memperkenalkan komputer digital untuk pertama kalinya, yang dikenal dengan TAC. Pada era ini, komputer digital memang sedang ramai di pasaran global. Komputer yang diproduksi oleh Toshiba dilengkapi dengan transistor, yang membuat kinerja pada komputer digital Toshiba lebih cepat dibandingkan dengan komputer lainnya yang belum menggunakan transistor pada sistemnya. Di tahun 1959, Toshiba pun mengaplikasikan teknologi transistornya di produk lainnya, yaitu televisi dan microwave. Di tahun 1971, Toshiba pun kembali mengguncang pasaran di Jepang dengan Videophone berwarna pertamanya. Tidak berhenti sampai disitu, Toshiba pun semakin banyak mengembangkan teknologi pada produk-produknya. Tercatat Toshiba memperkenalkan ke publik alat pemroses Bahasa Jepang dan juga sistem MRI hingga tahun 1982. Kemudian di tahun 1986, Toshiba mulai memperkenalkan produk laptopnya. Produk ini disebut-sebut sebagai batu loncatan untuk Toshiba karena Toshiba dikenal luas secara global melalui produk laptopnya.
Di era 90-an, setelah Toshiba meluas di pasaran global dengan produk laptopnya, Toshiba pun semakin dikenal luas di pasaran di produsen laptop dan komputer dengan produk komponennya yang diberi nama EEPROM. EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory) adalah sistem memori yang dirancang untuk dapat mengenal data hingga ke ukuran terkecil. Toshiba pertama kali memperkenalkan teknologi ini di tahun 1991. Tahun berikutnya, Toshiba memperkenalkan teknologi lanjutannya, EEPROM 16 megabit, setelah sebelumnya memperkenalkan EEPROM dengan kapasitas 4 megabit. Tentu saja hal ini tidak banyak diketahui oleh konsumen kebanyakan karena komponen ini memang ditujukan untuk produsen laptop dan komputer lainnya.
Selain berjasa untuk industri komputer dan juga laptop, Toshiba juga berjasa untuk perkembangan teknologi di dunia kedokteran. Toshiba adalah perusahaan pertama yang mengembangan teknologi untuk mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI) hingga kita kenal mesin MRI sekarang ini yang digunakan untuk memindai organ dalam tubuh kita. Dengan sistem MRI, dunia kedokteran dipermudah untuk mendeteksi adanya penyakit. Di tahun 1992, Toshiba juga memperkenalkan teknologi ramah lingkungan pertama kalinya. Yaitu dengan mengembangkan mesin yang dapat mengubah kemasan plastik menjadi minyak gas yang dapat digunakan untuk kebutuhan industri; Toshiba sudah memikirkan mengenai keberlanjutan dari produk plastik jauh sebelum kampanye go-green ramai dibicarakan.
Tidak hanya itu, jika Anda adalah kolektor DVD, Anda perlu tahu fakta berikut ini. Toshiba adalah perusahaan pertama yang mengembangkan pemutar DVD baik untuk di televisi ataupun di komputer. Di tahun 1996, Toshiba mulai mengenalkan produk pemutar DVD-nya ini ke pasaran, hingga juga dikenal di Indonesia.
Tidak banyak yang tahu bagaiman Toshiba dapat memasuki pasaran Indonesia. Tapi, hingga kini, sudah banyak konsumen yang loyal terhadap produk Toshiba. Di tahun 1998, Toshiba mulai memperkenalkan TV dengan layar datar, atau yang lebih dikenal dengan TV Flat. Dengan produk ini, Toshiba menjadi semakin dikenal di pasaran Indonesia. Dengan teknologinya, TV Flat Toshiba menampilkan gambar yang jernih dan tajam. Selain itu, TV Flat Toshiba juga memberikan pengalaman berbeda dari TV cembung yang saat itu masih menjadi mayoritas di konsumen Indonesia. Di tahun 2000-an, Toshiba tidak hanya dikenal dengan produk laptop dan televisinya di Indonesia, namun juga dengan perekam video dalam bentuk DVD. Pada era tersebut, belum ada produsen barang elektronik yang mengembangkan perekam video langsung ke dalam bentuk DVD. Kita harus mengkonversi dulu dari format betacam ke format yang dapat ditulis ke dalam DVD. Perekam video ini sempat menjadi fenomena tersendiri untuk keluarga di Indonesia yang gemar merekam dan menyimpan videp sebagai kenangan.
Kini beragam produk Toshiba dapat dengan mudah ditemui di Indonesia. Mulai dari perlengkapan rumah tangga, seperti lemari es, mesin cuci dan juga AC, Toshiba adalah salah satu brand yang menjadi kegemaran konsumen Indonesia. Selain itu, produk elektronik pun menjadi salah satu keunggulan Toshiba, Mulai dari komponen laptop & komputer, seperti keyboard, hard disk, dan juga flashdisk Toshiba dikenal baik oleh konsumen Indonesia. Untuk para penggemar fotografi, Toshiba juga memproduksi memory card dengan berbagai ukuran kapasitas dengan teknologi tinggi yang menjamin kualitas warna dari gambar yang ditangkap melalui kamera. Kualitas produk Toshiba memang tidak perlu diragukan lagi. Selain itu, harga produk dari Toshiba pun memang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan Anda.
Toshiba Corporation (株式会社東芝code: ja is deprecated , Kabushiki gaisha Tōshiba, bahasa Inggris: /təˈʃiːbə, tɒ-, toʊ-/[2]) adalah sebuah konglomerat multinasional yang berkantor pusat di Minato, Tokyo. Produk dan jasa dari perusahaan ini meliputi sistem tenaga, industrial, dan infrastruktur sosial, elevator dan eskalator, komponen elektronik, semikonduktor, hard disk drive, pencetak, baterai, pencahayaan, serta solusi teknologi informasi, seperti kriptografi kuantum.[3][4] Perusahaan ini dulu merupakan salah satu produsen komputer pribadi, elektronik konsumen, perabot rumah, dan alat kesehatan terbesar di dunia. Sebagai sebuah produsen semikonduktor dan pencipta memori kilat, Toshiba pun merupakan salah satu dari sepuluh produsen chip terbesar di dunia, hingga unit bisnis memori kilatnya dipisah ke Toshiba Memory, yang kemudian menjadi Kioxia, pada akhir dekade 2010-an.[5][6][7]
Nama Toshiba berasal dari penggabungan antara Tokyo Shibaura Denki K.K. (didirikan pada tahun 1939), Shibaura Seisaku-sho (didirikan pada tahun 1875), dan Tokyo Denki (didirikan pada tahun 1890). Nama perusahaan ini resmi diubah menjadi Toshiba Corporation pada tahun 1978. Perusahaan ini melantai di Tokyo Stock Exchange (merupakan salah satu komponen dari indeks Nikkei 225 dan TOPIX hingga bulan Agustus 2018), Nagoya Stock Exchange, dan London Stock Exchange.
Sebagai sebuah perusahaan teknologi dengan sejarah yang panjang dan bisnis yang beragam, Toshiba juga merupakan sebuah merek perabot di Jepang dan telah lama dilihat sebagai simbol kehebatan teknologi Jepang. Reputasi perusahaan ini menurun pasca sebuah skandal akuntansi pada tahun 2015 dan bangkrutnya Westinghouse pada tahun 2017, yang memaksa perusahaan ini untuk menutup sejumlah unit bisnisnya yang kurang menguntungkan, sehingga menyebabkan perusahaan ini keluar dari pasar ritel.[8][9][10]
Setelah Tanaka meninggal pada tahun 1881, sebagian saham Tanaka Seisakusho dipegang oleh General Electric, dan Tanaka Seisakusho pun mulai memproduksi torpedo dan ranjau sesuai permintaan dari Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Tanaka Seisakusho pun menjadi salah satu perusahaan manufaktur terbesar pada saat itu. Namun, setelah Angkatan Laut mulai memakai sistem lelang dan kemudian membangun pabriknya sendiri, produksi Tanaka Seisakusho pun menurun drastis dan Tanaka Seisakusho mulai merugi. Kreditur utama Tanaka Seisakusho, Mitsui Bank, akhirnya mengambil alih Tanaka Seisakusho pada tahun 1893 dan mengubah nama Tanaka Seisakusho menjadi Shibaura Seisakusho.[13]
Pada tahun 1910, Shibaura Seisakusho membentuk sebuah kemitraan dengan General Electric asal Amerika Serikat, yang sebagai ganti dari teknologi yang diberikan, menguasai sekitar seperempat saham Shibaura. Dengan investasi tersebut, GE pun memiliki saham Tokyo Denki dan Shibaura Seisakusho, yang memiliki jajaran produk peralatan listrik ringan dan berat yang saling melengkapi. Pada tahun 1939, Tokyo Denki dan Shibaura Seisakusho resmi digabung untuk membentuk Tokyo Shibaura Denki (kini Toshiba). Hubungan Toshiba dengan GE tetap terjalin hingga perang dimulai, dan pasca perang, hubungan tersebut kembali dijalin pada tahun 1953, dengan GE memegang 24% saham Toshiba. Namun, tingkat kepemilikan saham GE atas Toshiba terus menurun sejak saat itu.[13]
Hakunetsusha (白熱舎code: ja is deprecated ) adalah sebuah perusahaan yang didirikan oleh Shōichi Miyoshi dan Fujioka Ichisuke, dua pionir industri Jepang selama periode Edo / Tokugawa. Hakunetsusha fokus pada produksi bohlam lampu.
Pada tahun 1905, nama Hakunetsusha diubah menjadi Tokyo Denki, dan mulai menjalin kolaborasi keuangan dan teknologi dengan General Electric asal Amerika Serikat. General Electric lalu mengakuisisi 51% saham Tokyo Denki dan menyediakan teknologi untuk memproduksi bohlam. Peralatan produksi dibeli dari GE dan Tokyo Denki pun mulai menjual produknya dengan merek GE.
c80f0f1006