Terima kasih prof. Pur atas artikelnya. Sepertinya bidan ini sudah berhasil menjadi agent of change.Dengan visi yang sederhana "mencoba menyelamatkan ibu2 hamil dari kehamilan dan kelahiran yang beresiko, mendirikan yayasan sosial dengan pengobatan gratis, dan melayani semua strata dengan fasilitas VIP.
Mewujudkan misi ini tentu saja melalui pendekatan sistem, pencatatan dan manajemen yang baik.Hal ini bisa dilihat dari rintisan selama 8 tahun, dan terus membuka cabang. Ekspatriat dan artis pun bersedia untuk melahirkan disana. Tentu saja tempat ini punya keunikan tersendiri bukan hanya sekedar alat canggih, dokter spesialis ternama dan ruangan steril yang nyaman.
Pengobatan gratis juga sering dilakukan oleh Beberapa dokter, bidan dan perawat yang bertugas di daerah sangat terpencil dengan kategori miskin. Bahkan melakukan home visit door to door gratis atau kalo beruntung bisa dibayar barter dengan hasil bumi(Seperti cerita suster terapung). Hanya mungkin keterbatasan sarana dan keadaan (sistem di pemda)membuat mereka tidak bisa berbuat lebih banyak (seperti membuat yayasan dan mencari donasi). Mereka2 ini sebenarnya dalam proses menjadi personal mastery. Ikhlas melakukan tugasnya. Bukan semata-mata uang.
Sebenarnya melakukan pengobatan gratis di indonesia bukan hal yang baru. Namun jarang orang yang puas dengan program pengobatan gratis yang diberikan oleh negara. Karena kualitas pelayanan dan pengobatannya dirasakan sangat berbeda dari yang membayar tunai atau jaminan asuransi swasta. Belum lagi prosesnya yg berbelitibelit dan banyak hal dirasakan tidak transparant. Sehingga menggunakan pengobatan gratis dr negara terkadang hanya menambah satu jenis penyakit lagi " penyakit korban perasaan "
Jika yayasan sosial saja bisa sukses melakukan manajemen pengobatan gtaris untuk menolong menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Seharusnya negara ini bisa melakukan benchmarking. Dan tidak perlu jauh2 ke luar negeRi apalagi ke yunani.toh kita masih punya orang2 yang berjiwa ikhlas (menjadi personal mastery), masih punya falsafah hidup tolong- menolong. Sudah waktunya menuangkan itu semua dalam bentuk frame work yang sistematis dilandasi itikad baik,kerja keras, tekun. Another home work guys......waktunya untuk berubah menjadi lebih baik.
Salam
Muslimah hussein
Sent from Blackberry
Date: Sun, 13 Nov 2011 21:46:16 +0700
Subject: bidan Bali menjadi pahlawan dunia