salam
Shared Vision allows Ordinary people to do Extra Ordinary things
http://staff.blog.ui.ac.id/purnawan
hp 0818691209
-----Original Message-----
From: "purnawan" <
pije...@yahoo.co.id>
Date: Tue, 21 Aug 2012 02:37:48
To: Purnawan Junadi<
pij...@gmail.com>; Purnawan Junadi<
pi...@yahoo.com>
Reply-To:
pije...@yahoo.co.id
Subject: Fw: Tukang bangunan
Doing the right thing sometime more important than following all rules
http://staff.blog.ui.ac.id/purnawan
hp 0818691209
-----Original Message-----
From: "purnawan" <
pije...@yahoo.co.id>
Date: Tue, 21 Aug 2012 02:37:19
To:
sau...@uinews.ui.ac.id<
sau...@uinews.ui.ac.id>; <
sau1213...@uinews.ui.ac.id>
Reply-To:
pije...@yahoo.co.id
Subject: Tukang bangunan
Teman sy dapat hadiah cerita dari orang yg tdk dikenal. Tetapi ceritanya menurut sy perlu kita baca. Mudah2an menjadi selingan bermanfaat sementara anda mudik.
-------------------------
Seorang tukang bangunan yang sudah tua
berniat untuk pensiun
dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun.
Ia ingin menikmati masa tua
bersama istri dan anak cucunya.
Ia tahu
ia akan kehilangan penghasilan rutinnya
namun
bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat.
Ia pun menyampaikan rencana tersebut kepada juragannya.
Sang Juragan merasa sedih, sedih sekali.....
sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya,
ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya.
orang yang sangat bisa dia percaya......
tetapi ia juga tidak bisa memaksa.
Namun sebagai permintaan terakhir sebelum
tukang kayu tua ini berhenti,
sang Juragan memintanya untuk sekali lagi....................
membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya.
Dengan berat hati si tukang kayu menyanggupi
namun ia berkata
" karena sejak awal saya sudah berniat untuk pensiun maka
saya akan mengerjakannya namun tidak dengan
segenap hati."
Sang mandor hanya tersenyum dan berkata,
"Kerjakanlah dengan yang terbaik yang kamu bisa.
Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik yang ada."
Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya.
Ia begitu malas-malasan.
Ia asal-asalan membuat rangka bangunan,
ia malas mencari bahan,
maka ia gunakan bahan-bahan berkualitas seadanya.
Saat rumah itu selesai. Sang Juragan
datang untuk memeriksa.
Saat sang Juragan datang dan memegang daun pintu depan,
ia berbalik kemudian berkata,
"Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu!"
Betapa terkejutnya si tukang kayu.
Ia sangat menyesal.
Kalau saja sejak awal ia tahu
bahwa ia sedang membangun rumahnya sendiri,
ia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh.
Sekarang akibatnya,
ia harus tinggal di rumah yang ia
bangun dengan asal-asalan.
Mudah2an sambil berangkat tua
Anda tdk membangun hidup
Spt tukang bangunan ini!
Doing the right thing sometime more important than following all rules
http://staff.blog.ui.ac.id/purnawan
hp 0818691209