Mental models adalah struktur yang kita paksakan pada realitas. Kita menghasilkan di dalam pikiran kita konsep tentang realitas (paradigma). paradigma inilah yang menentukan apa yang kita bisa lihat.
1 Januari adalah struktur yang ada dikepala kita yang kita paksakan pada hari, sebagai tahun baru. padahal 1 januari tidak ada hubungannya dengan pergerakan bumi, bulan atau matahari.
berbeda dengan bangsa kuno seperti mesir, persia yang menaruh menaruh tahun baru ketika matahari tepat di katulistiwa (ini juga mental model, karena yang benar adalah garis tengah bumi berimpitan dnegan garis tengah matahari), yang jatuh pada tanggal 20 Maret. Romawi kuno menggunakan 1 Maret, karena bulan pertama mereka pada waktu itu adalah Maret, dan 1 tahun hanyalah 10 bulan. Sedang Junani kuno , tahun barunya bertepatan dengan ketika matahari ada di garis balik lintang selatan ( sekrang jatuh di 22 Desember)
Numa Pompilius, Kaisar Roma yang mengubah tahun menjadi 12 bulan dengan menambah 2 bulan, januari dan februari. dan meminta penduduk roma untuk memindahkan tahun baru ke bulan Januari, tetapi penduduk roma tidka peduli. baru setelah Kaisar Julius menetapkan secara resmi, penduduk roma patuh. 1 Januari dijadikan tahun baru, untuk memuja dewa Janus, dewa yang bermuka dua, menghadap depan dan belakang. artinya memandang masa lalu, dan masa depan. tetapi harus diingat setahun pada waktu itu berbeda beda harinya. mula2 1 tahun 355 hari, sehingga tahun tanggalan tidak cocok dengan kedudukan matahari, sehingga lama lama musim di kalender tidka cocok dengan musim sebenarnya. Pada 1 januari 45 SM, julius caesar, atas anjuran astronomer mengokoreksi tanggalan, dan setahun pada tahun itu menjadi 445 hari agar kalendar menjadi cocok lagi.
Akhirnya 1 tahun menjadi 365 hari, tetapi tetap saja tidak cocok dengan pergerakan bumi mengelilingi matahari. sehingga kalendar julius meleset terus. baru setelah paus gregorius, atas anjuran astronomer, mengkoreksi dengan tahun kabisat, barulah kalendar menjadi cocok.
Mental Models menyediakan kerangka untuk meng interpretasi realitas. Mental model yang kita punyai menjadi dasar untuk memberi arti apa yang kita lihat sehari-hari. Mental model menjadi dasar untuk mengambil alternatif dan melakukan tindakan
Orang yang menganggap 1 Januari sebagai tahun baru, memberi arti dengan menyalakan kembang api, melek semalaman dstnya. yang lebih serius melakukan evaluasi. Pemerintah dimana-mana men"justifikasi" dengan meliburkan tahun baru, dan memulai anggaran pada tanggal 1 januari ( masih ingta kita pernah memulai anggaran pada 1 April)
pertanyaaannya: apakah kita harus menunggu 1 januari untuk melakukan refleksi? sama seperti apakah kita harus menunggu lebaran untuk meminta maaf?
mungkin lebih sederhana kata nabi Muhammad:
siapa yang kegiatan hari ini lebih baik dari kemarin, ialah orang beruntung
siapa yang kegiatan hari ini sama dengan kemarin, ialah orang merugi
siapa yang kegiatan hari ini lebih buruk dengan kemarin, ia dilaknat Allah.
salam
Dear prof PJ,
Terima kasih banyak ya prof.
Kalau boleh saya menangkapnya sbg : bebaskan fikiran dari paradigma2 yang membelenggu. Berbuat lebih baik dan menyenangkan orang lain tanpa menunggu waktu atau saat yang tepat. Karena setiap saat adalah waktu yg tepat utk berbuat lebih baik.Powered by Telkomsel BlackBerry®From: "Tri Wisesa Soetisna" <triwisesa...@gmail.com>Sender: kars-fatm...@googlegroups.comDate: Fri, 30 Dec 2011 15:13:03 +0000ReplyTo: kars-fatm...@googlegroups.comSubject: Re: {KARS Fatmawati_2011} 2012Terima kasih Prof PJ utk renungan akhir tahun, eh salah maksudnya renungan hari Jum'at 30 Desember 2011, semoga kita selalu sehat agar selalu dapat berusaha keras lebih baik dari sebelumnya....
Wassalam,
Tri Wisesa SoetisnaPowered by Telkomsel BlackBerry®
From: purnawan junadi <pij...@gmail.com>
Sender: kars-fatm...@googlegroups.com
Date: Fri, 30 Dec 2011 21:49:55 +0700To: SLST KARS DEPOK 2011<slstka...@googlegroups.com>; <slst-kars-s...@googlegroups.com>; KARS Fatmawati_2011<kars-fatm...@googlegroups.com>; SLST KARS 2010<slst-ka...@googlegroups.com>; Slst<slst...@googlegroups.com>
ReplyTo: kars-fatm...@googlegroups.comSubject: {KARS Fatmawati_2011} 2012
Terima kasih pencerahannya, masalahnya kebanyakan orang malas berubah, apalagi kalau sudah di comfort zonenya..
Dan bila ada orang yang berinovasi atau gagasan yang nyeleneh dianggapnya orang gila atau keluar dari jalur..
Semoga kita semua menjadi orang yang ingin selalu berubah kata prof juga continuing improvement dan learning everyday…
Prita