Pada Sen, 28 Nov 2011 10.10 ICT rinay...@yahoo.com menulis:
>Terima kasih Prof, renungan paginya.......
>Sent from my BlackBerry®
>powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
>-----Original Message-----
>From: purnawan junadi <pij...@gmail.com>
>Sender: slst-ka...@googlegroups.com
>Date: Mon, 28 Nov 2011 09:41:20
>To: KARS Fatmawati_2011<kars-fatm...@googlegroups.com>; SLST KARS DEPOK 2011<slstka...@googlegroups.com>; SLST KARS 2010<slst-ka...@googlegroups.com>
>Reply-To: slst-ka...@googlegroups.com
>Subject: Fwd: Hiduplah 1 jam dengan ........
>
>---------- Forwarded message ----------
>From:
>Date: Saturday, November 26, 2011
>Subject: Hiduplah 1 jam dengan ........
>To: riset...@googlegroups.com
>
>
>Seorg anak bertanya pd ibunya
>"Apakah kita bs hidup tanpa salah slm hidup kita?
>Ibunya menjwb"Tak bs,nak"
>
>Putri ini bertanya lg
>"Apa kita bs hidup tanpa salah dlm setahun?"
>Sambil tersenyum ibunya menggelengkan kepala
>
>"Apa kita bs hidup 1 bln tanpa melakukan kesalahan?"
>
>Ibunya tertawa,"tak bisa jg,nak"
>
>"ini yg terakhir, ibu,apa kita bs hidup tanpa salah dlm 1 jam?"
>
>Akhirnya ibunya mengangguk!
>"Kemungkinan,bisa nak!"
>
>"Jk begitu,aku akan hidup benar dari jam ke jam"
>
>Dari Latihan yg kecil & sederhana,akan jd terbiasa,
>Apa yg sdh terbiasa, akan jd sifat,
>Sifat akan jd karakter,
>Karakter akan jd destiny!
>
>Hiduplah 1 Jam TANPA:
>marah,
>hati Jahat,
>pikiran negatif,
>menjelekkan org,
>serakah,
>benci,
>sombong,
>egois
>
>Hiduplah 1 Jam DENGAN:
>kasih,
>sukacita,
>damai,
>Sabar,
>lemah lembut,
>murah hati,
>rendah hati,
>pengendalian diri.
>
>Ulangilah utk 1jam berikutnya n 1 jam seterusnya.
>Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung
>Teruuusss...!
>________________________________
>From: sawidjan gunadi <trikus...@yahoo.com>
>Sender: riset...@googlegroups.com
>Date: Thu, 24 Nov 2011 10:44:24 +0800 (SGT)
>To: riset-pdbk<riset...@googlegroups.com>; ivo syayadi<
>ivo.s...@gmail.com>
>ReplyTo: riset...@googlegroups.com
>Subject: Re: Aceh Utara Punya Cerita
>
>Elaborasi atas catatan Ivo-kita:
>1) Semua daerah : kalau miskin, sakit, ada Jamkesmas; kalau mau melahirkan,
>ada Jampersal; pusk mau melayani ke luar gedung, ada BOK; bahkan Aceh punya
>JKA.
>Semua itu belum menjamin kesehatan masyarakat, masyarakat sendiri harus
>berusaha agar tetap sehat.
>2) 8 kali penimbangan balita. Prinsipnya setiap bulan Balita ditimbang.
>3) 3=? 4=? MAKSUDNYA, dari 7 Fokus, 3 hrs menjadi 0%, 4 hrs menjadi 100%.
>4) 1-5 pada laporan terakhir, adalah suara2 yg terekam dalam dialog,
>kumpulan keluanlah, dan itu MASAAAA LALUUUI, mulai hari ini TIDAK LAGI
>
>Sent from Yahoo! Mail on Android
>
>________________________________
>From: ivo syayadi <ivo.s...@gmail.com>;
>To: <riset...@googlegroups.com>;
>Subject: Aceh Utara Punya Cerita
>Sent: Thu, Nov 24, 2011 1:39:30 AM
>
>Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara
>
>Aula Setdakab, 23 November 2011
>
>Peserta sekitar 180an orang.
>
>
>
>Susunan acara:
>
>1. Pembukaan oleh MC
>
>2. Pembacaan ayat suci Al Qur’an
>
>3. Laporan Kadis Kes Aceh Utara
>
>4. Laporan Ketua Tim oleh Pak Sawijan
>
>5. Sambutan sekaligus membuka acara oleh Bupati Aceh Utara :
>
>
>
>Semua kapus, bidan senior, pejabat lingkup kesehatan Aceh Utara pernah
>dikumpulkan oleh bupati untuk menampung keluhan terkait permasalahan pasca
>konflik. Yang paling terasa adalah dari segi kesehatan dan pendidikan. Saat
>konflik petugas kesehatan sering menghadapi dilema di lapangan. Misalnya
>saat ada korban....di satu pihak mereka harus menolong tapi dipihak lain
>ada “suara-suara” yang melarang petugas untuk menolong korban tersebut.
>Sekolah-sekolah dibakar.....miris.....
>
>
>
>Bupati (yg saat ini PJS) sering datang ke RS Cut Meutia untuk menyaksikan
>langsung aktifitas RS tersebut. Sarana prasarana sangat minim. Tenaga juga
>hanya total sekitar 500 orang. Pernah juga masuk ke salah satu puskesmas di
>kota Lhokseumawe. Puskesmas yang begitu sempit yang semestinya untuk
>memberikan pelayanan kesehatan, jangankan untuk bekerja, tempat duduk saja
>tidak ada. Perhari pasien 150an orang.
>
>
>
>Anggaran Aceh Utara habis untuk belanja pegawai. Untuk itu, menurut bupati
>sarana pelayanan kesehatan (mulai puskesmas sampai seterusnya) wajib
>hukumnya di bantu oleh pemerintah pusat.
>
>
>
>Penduduk Aceh Utara 530rb orang, 13% dari total penduduk Aceh. Untuk MDGs
>Aceh Utara target di tahun 2020, bukan 2015.
>
>
>
>Distribusi dan kapasitas SDM tidak merata, karena fasilitas tempat tinggal
>juga umumnya tidak tersedia.
>
>
>
>Tahun 2012 akan dilakukan reward dan punishment. Untuk teman-teman
>kesehatan yang mengabdi untuk daerahnya, sebagai penyemangat juga buat
>mereka. 2012 di Aceh Utara akan diaktifkan lagi Posyandu Desa. 1 kecamatan
>ada 75 desa. Bupati “mengklaim” ini merupakan kecamatan yang desanya paling
>banyak di dunia (?).
>
>
>
>Kemudian ada statement menarik dari Bupati :
>
>Kami tidak perlu uang, yang penting diberi kesempatan untuk meningkatkan
>kapasitas kami. Misalnya diundang ke pusat untuk pelatihan ataupun tim yang
>datang ke Aceh untuk memberikan pelatihan bagi para tenaga kesehatan kami.
>
>
>
>Pak Camat harus tinggal di kecamatan, agar kepala puskesmas tinggal di
>kecamatan, dan perawatnya juga tinggal di kecamatan, begitu juga bidan.
>Kalau ada yang tidak ingin begitu, silahkan saja, nanti akan dibuatkan
>ruangan khusus di kantor bupati, semua pejabat kecamatan yang tidak mau
>tinggal di kecamatan tempat dia bertugas akan dipindahkan ke situ, biar ada
>waktu rame-rame baca koran dan minum kopi (heheheh).....
>
>
>
>Bupati ibaratnya membakar kemenyan, agar asapnya bisa memanggil para
>‘tenaga kesehatan”.
>
>
>
>Keinginan Bupati agar Aceh Utara tidak menjadi DBK lagi.
>
>
>
>Tahun 97,98,96, APBD Aceh Utara 1 Trilyun. Ini mampu membayar dan
>membiayai daerah. Tapi setelah desentralisasi, semua diserahkan daerah yang
>atur. Menurut bupati : Aceh Utara sudah “bangkrut” ??
>
>
>
>6. Pembacaan do’a
>
>7. Pak Sawi kembali beraksi
>
>
>
>Ini adalah Aceh ke 2 kalakarya, tapi situasinya beda. Suasananya sangat
>religi. Waktu di Aceh Barat, perjalanannya lancar. Sempat ngintip APBD Aceh
>Utara 1 T. Tapi hari ini kita tidak bicara uang, kita bicara hati. Bukan
>jumlah tenaga kesehatan, tetapi ‘jiwa” yang mesti dibangun. Hari ini kita
>semua setara. Kita dialog untuk mau “:dibawa ke mana Aceh Utaraaa?”
>
>
>
>Sebarnya penduduk Aceh Utara ini boleh dibilang terjamin kesehatannya.
>Orang miskin sakit, aman karena ada jamkesmas. Orang mau melahirkan aman,
>karena sekarang ada jampersal. Namun orang yang pernah sakit tahu apa arti
>sehat.
>
>
>
>Kemudian pak Sawi bertanya pada 2 org kader (menarik, karena salah satunya
>adalah laki-laki) apa impian mereka?
>
>Impian kader Sofyan : meningkatnya derajat kesehatan dan fasitlitas
>kesehatan di kampung sehingga menurunkan AKB dan AKI.
>
>
>
>Kader Yanti hampir sama dengan di atas...mimpi koq masih niru orang lain?
>(kata pak Sawi)
>
>
>
>Dari total penduduka Aceh Utara yang sakit, hanya 6% penduduk dirawat, 2%
>ke swasta. 94% yang diurus di luar. Hari ini kita berpikir sehat. JKA
>(Jaminan Kesehatan Aceh) belum tentu bisa menjamin sehatnya masyarakat Aceh
>Utara.
>
>
>
>Dapat lagi kata-kata bijak dari uztad Sawi:
>
>Kalau kau mendengar dengan telinga, kau hanya akan menjadi pencerita saja.
>Kalau kau mendengar dengan hatimu, maka kau akan menjadi org yang faqih
>(ahli).
>
>Siapa yang berhenti belajar, mestinya sudah berhenti hidup.
>
>
>
>Doa rasul: sertakan kami ke dalam kelompok orang-orang miskin. Sekarang
>alhamdulillah kita ditakdirkan menjadi dokter, menjadi lurah, camat, kades,
>dll.
>
>
>
>Orang Norwegia disebut orang yang paling berbahagia di dunia karena IPKMnya
>no.urut 1. Indonesia meski IPKMnya naik, tetapi rangkingnya menurun karena
>negara lain juga banyak yang meningkat IPKMnya.
>
>
>
>Pak kecik Gire tidak tahu apa yang dimaksud KN1....................?
>
>Kemudian dijawab oleh bidan desanya kunjungan bayi baru lahir sampai
>berumur 7 hari.
>
>Kemudian dijawab lagi oleh staf dinkes Aceh KN1 adalah kunjungan pertama
>sekali oleh petugas kesehatan pada bayi 2 jam pertama hingga 48 jam
>kelahiran......ini adalah tugas dari pak Kadiskes kab Aceh Utara untuk
>menyamakan persepsi apa itu KN1 ? (ini hanya contoh kecil saja perbedaan
>persepsi) disambut dengan senyum dikulum oleh pak Kadis.
>
>
>
>Berapa kali seorang balita ditimbang selama menjadi balita? Ini pertanyaan
>bagi pak Kader. Pak kader menjawab 8. Nnah..........artinya siapa yang
>patut di salahkan akan jawaban ini? Padahal yang menimbang balita adalah
>kader, yang mengajari kader adalah bidan. Artinya.....tanggungjawab siapa
>nih? Sontak semua peserta tertawa...
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>--
>purnawan junadi
>
>everyday is a learning day
>peace, GBU
>