Kisah Nabi Musa Movie

0 views
Skip to first unread message

Melvina Kryder

unread,
Aug 4, 2024, 10:21:05 PM8/4/24
to sleepibexex
SetelahMusa lahir, sebagai seorang ibu tentu ia khawatir dan gelisah ia juga takut para bala tentara tersebut akan membunuh anak lelakinya jika Firaun mengetahui perihal putranya yang baru saja lahir.

Itulah akhir kisah nabi Musa yang lengkap dari akhir hingga akhirnya ia wafat. Nabi Musa selalu berusaha mengajak umatnya untuk berada di jalan yang benar. Hancur jugalah musuh-musuh Nabi Musa seperti Haman, Kaum Kanaan, Firaun, dan Qorun.


Hal itu juga menjadi hikmah bagi kita umatnya untuk meneladani seluruh perjuangan yang dilakukan oleh Nabi Musa dan nabi serta rasul lainnya kemudian menjaga diri kita dari azab yang pernah menimpa para nabi tersebut.


Pada saat Nabi Musa masih tinggal dengan Firaun di istananya dan melihat pertengkaran yang terjadi di dalam keluarga Firaun atau yang disebut dengan orang Qibti dengan para rakyat jelata ia malah membeli orang-orang dari Bani Israil dan rakyat jelata yang lemah.


Allah SWT dengan sengaja mengutus Nabi Musa agar Nabi mengajak para penguasa untuk melakukan sesuatu yang baik agar orang-orang kaya memiliki harta yang dianggap baik. Para politisi menjadi orang yang juga baik.


Selain tongkat, Nabi Musa juga memiliki mukjizat lainnya yang juga bisa dilihat di kisah Nabi Musa beserta mukjizatnya yaitu mengenai tangannya yang bisa bersinar sangat terang, setelah ia memasukkannya ke dalam saku.


Salah satu nabi yang wajib diimani dan dipelajari oleh umat Islam adalah Nabi Musa AS. Nabi Musa AS memiliki kisah hidup yang penuh pelajaran. Beliau juga memiliki mukjizat yang mengagumkan. Berikut kisah selengkapnya.


Nabi Musa AS adalah seorang nabi sekaligus rasul yang diutus kepada Bani Israil. Tugas utama Nabi Musa adalah untuk membawa Bani Israil keluar dari Mesir. Nabi Musa hidup sekitar tahun 1572-1408 SM. Ia diangkat menjadi nabi sekitar tahun 1450 SM.


Berikut detikJateng rangkumkan kisah Nabi Musa AS lengkap dengan mukjizatnya yang dikutip dari buku Mu'jizat Isra Mi'raj dan Kisah 25 Nabi dan Rasul karya Wikanda Satria Putra, buku 25 Kisah Nabi dan Rasul karya Aan Wulandari, dan skripsi Mukjizat Nabi Musa AS dalam Al Quran karya Bunarti dari Institut Agama Islam Negeri Walisongo, Semarang.


Nabi Musa dilahirkan pada waktu di mana bayi laki-laki harus dibunuh. Aturan ini dibuat oleh raja kala itu, Raja Firaun. Hal ini diawali karena Firaun mendapatkan mimpi buruk dan mimpi tersebut ditafsirkan bahwa akan ada anak laki-laki dari Bani Israil yang akan menghancurkan mesir.


Oleh karena itu, sejak ibu Nabi Musa hamil, ia berusaha menyembunyikannya. Dengan kehendak Allah, perut ibu Musa tetap tidak membesar dan tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Tidak ada anggota pasukan Fir'aun yang mengetahui keberadaannya hingga saat kelahiran Musa.


Ibu Nabi Musa terus mengkhawatirkan anaknya. Hingga datanglah ilham dari Allah. "Susuilah dia Musa Jika engkau khawatir terhadapnya, maka hanyutkan dia ke Sungai Nil. Janganlah engkau takut dan bersedih. Sungguh Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang rasul." (QS Al-Qashash [28]: 7).


Ibunda Nabi Musa memasukkan bayi Nabi Musa dalam peti yang dihanyutkan ke Sungai Nil. Peti itu pun kemudian ditemukan oleh permaisuri Firaun, Asiyah. Melihat bayi tampan di dalamnya, Asiyah ingin mengangkatnya menjadi anak.


Meskipun Firaun ingin membunuh bayi itu, sang permaisuri membujuknya, menyebutnya sebagai penyejuk mata dan berharap bayi tersebut bisa bermanfaat atau diangkat menjadi anak. Fir'aun pun setuju, dan bayi Musa diasuh oleh sang permaisuri.


Ketika bayi Nabi Musa menangis kelaparan, para dayang mencarikan ibu susu, tetapi Nabi Musa menolak untuk menyusu kepada siapa pun. Kakak Nabi Musa memperkenalkan ibu kandung Nabi Musa kepada para dayang, dan Nabi Musa pun dengan senang hati menyusu dari ibunya. Ibu Nabi Musa diberi hadiah dan upah. Selain itu, ibu Nabi Musa juga merawatnya sampai dewasa, sesuai dengan janji Allah.


Nabi Musa tumbuh sebagai pemuda tampan, perkasa, dan pemberani. Pada usia 40 tahun, Allah memberinya hikmah dan ilmu, menjadikannya seorang rasul. Allah anugerahi kepadanya hikmah dan pengetahuan saat dia dewasa dan akalnya sempurna.


Suatu hari, Nabi Musa memasuki Kota Memphis dan membantu seorang dari Bani Israil ketika bertengkar dengan orang Mesir. Nabi Musa secara tidak sengaja membunuh orang Mesir tersebut yang menyebabkan penyesalan dan ketakutan.


Fir'aun yang mendengar berita ini pun mengirim pengawal untuk menangkap Nabi Musa. Sebelum tertangkap, seseorang memberi tahu Nabi Musa tentang rencana pembunuhan dan menyarankannya untuk meninggalkan kota. Nabi Musa pun meninggalkan Mesir dan berdoa kepada Allah untuk menyelamatkannya dari kezaliman. Allah pun menuntun Nabi Musa ke Negeri Madyan.


Nabi Musa menceritakan kepada Nabi Syuaib bahwa dia melarikan diri dari kejaran Firaun. Nabi Syuaib berkata, "Jangan takut, sesungguhnya kamu telah selamat dari orang-orang Mesir karena kamu berada di Negeri Madyan yang jauh dari mereka." (QS Al-Qashash [28]: 25).


Nabi Musa akhirnya menikah dengan salah seorang putri Nabi Syuaib dengan ketentuan Nabi Musa bekerja kepada Nabi Syuaib selama delapan atau sepuluh tahun. Nabi Musa menyanggupi ketentuan itu dan memilih bekerja genap selama sepuluh tahun kepada Nabi Syuaib.


Setelah menikah, Nabi Musa kemudian meminta izin untuk pulang ke Mesir. Saat tiba di Mesir, Nabi Musa AS segera bertemu dengan Firaun di istananya. Beliau menyerukan Firaun untuk bertaubat dan memohon ampunan atas perbuatan fasik yang telah dilakukan. Selain itu, Nabi Musa juga menekankan agar Firaun membebaskan seluruh Bani Israil. Dengan seizin Allah, Nabi Musa menunjukkan kedua mukjizatnya sebagai bukti kebenaran.


Firaun merespons dengan kemarahan yang besar terhadap perkataan Nabi Musa. Firaun lalu memerintahkan tukang sihirnya untuk menunjukkan keajaiban mereka. Para ahli sihir Firaun melempar tali yang berubah menjadi ular. Namun, ular-ular tukang sihir Firaun segera ditelan oleh ular yang ditunjukkan oleh Nabi Musa. Akibat kejadian ini, sejumlah pengikut Firaun mulai menyatakan iman kepada Allah, termasuk Asiyah, istri Firaun sendiri.


Kemarahan Firaun tidak terbendung lagi. la kemudian menyiksa semua pengikut Nabi Musa. Bahkan istrinya sendiri disiksanya hingga meninggal. Nabi Musa bersama pengikutnya kemudian melarikan diri keluar dari negeri Mesir. Mulai dari sini, mukjizat Nabi Musa terus diperlihatkan oleh Allah SWT.


Firaun kemudian meminta bukti untuk mendukung pernyataan tersebut. Nabi Musa AS kemudian memperlihatkan mukjizatnya sebagai bukti, tetapi Firaun malah menuduh bahwa yang terjadi hanyalah akibat dari sihir. Hal ini terekam dalam Qs. al-A'raf 107


Seketika itu tongkat menjadi ular jantan terbang ke langit setinggi satu mil, kemudian dia turun menuju kepada Firaun. Maka waktu itu Firaun berkata: "Demi Tuhan yang telah mengutus engkau ambillah ular ini". Maka Nabi Musa AS mengambilnya lalu ular itu kembali menjadi tongkat.


Dikutip dari detikHikmah, dikisahkan Firaun meminta bukti yang lain, kemudian Nabi Musa AS mengeluarkan tangannya dari dalam lubang leher bajunya. Tiba-tiba tangan yang sebelumnya berwarna hitam sesuai warna kulitnya yang kehitam-hitaman, menjadi bercahaya putih gemerlapan, yang tampak jelas bagi orang-orang yang melihatnya ketika itu, bukan karena belang atau penyakit, tetapi putih karena sangat bercahaya.


Bani Firaun, saat mengalami kesulitan, meminta pertolongan kepada Nabi Musa AS agar terbebas dari penderitaan dan bersumpah untuk patuh pada perintah Allah. Meski demikian, mereka terus melanggar janjinya. Walaupun Nabi Musa AS telah menunjukkan mukjizatnya, Fir'aun tetap menolak kebenaran.


Akibatnya, Allah memerintahkan Nabi Musa AS untuk meninggalkan Mesir. Namun, Bani Firaun masih terus mengejar Nabi Musa AS. Ketika Nabi Musa AS menghadapi jalan buntu, Allah memerintahkan agar ia memukulkan tongkatnya ke laut, sehingga laut terbelah dan menciptakan jalur kering untuk dilalui.


Setelah Bani Israil menyeberangi laut, Nabi Musa AS memukulkan tongkatnya lagi atas perintah Allah. Sehingga, laut kembali ke kondisi semula dan Firaun beserta pasukannya yang zalim dan berlaku sewenang-wenang tenggelam dalam laut, menjadi kuburan bagi mereka.


ثُمَّ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ تَمَامًا عَلَى ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ وَتَفْصِيلًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَّعَلَّهُم بِلِقَآءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ




Artinya: "Kemudian, Kami telah menganugerahkan kepada Musa Kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, menjelaskan secara rinci segala sesuatu, serta memberi petunjuk dan rahmat agar mereka beriman kepada pertemuan dengan Tuhannya." (QS. Al-An'am: 154)


Dengan petunjuk dari Allah SWT., Nabi Musa kemudian memerintahkan keluarga korban untuk mencari seekor sapi yang memiliki karakteristik istimewa, yaitu tidak pernah digunakan untuk membajak, bertubuh gemuk, betina, dan berwarna coklat keemasan.


Nabi Musa A.S. adalah seorang bayi yang dilahirkan dikalangan Bani Israil yang pada ketika itu dikuasai oleh Raja Firaun yang bersikap kejam dan zalim. Nabi Musa bin Imron bin Qahat bin Lawi bin Yaqub adalah beribukan Yukabad.Setelah meningkat dewasa Nabi Musa telah beristerikan dengan puteri Nabi Syuaib yaitu Shafura.


Raja Firaun yang memerintah Mesir sekitar kelahirannya Nabi Musa, adalah seorang raja yang zalim, kejam dan tidak berperikemanusiaan. Ia memerintah negaranya dengan kekerasan, penindasan dan melakukan sesuatu dengan sewenang-wenangnya.


Rakyatnya hidup dalam ketakutan dan rasa tidak aman tentang jiwa dan harta benda mereka, terutama Bani Israil yang menjadi hamba kekejaman, kezaliman dan bertindak sewenang-wenangnya dari raja dan orang-orangnya.


Mereka merasa tidak tenteram dan selalu dalam keadaan gelisah, walau pun berada dalam rumah mereka sendiri. Mereka tidak berani mengangkat kepala bila berhadapan dengan seorang hamba raja dan berdebar hati mereka karena ketakutan bila kedengaran suara pegawai-pegawai kerajaan lalu di sekitar rumah mereka, apalagi bunyi kasut mrk sudah terdengar di depan pintu.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages