Fimela.com, Jakarta Jingga dalam Elegi adalah salah satu novel best seller karya dari Esti Kinasih, yang diterbitkan di tahun 2011. Novel Jingga dalam Elegi merupakan novel teenlit, yang menceritakan tentang kisah cinta remaja antara Ari, yang memiliki nama Matahari Terbit, dan juga Tari yang nama lengkapnya Jingga Matahari.
Ari adalah lelaki berwajah tampan yang menjadi pentolan SMA Airlangga. Ia tidak suka berurusan dengan perempuan, namun tiba-tiba Ari mulai mengejar Tari. Tari berusaha untuk menjauhkan dirinya dari Ari, karena Ari memiliki perilaku yang sangat buruk. Akhirnya Tari didekati oleh Angga yang berasal dari SMA Brawijaya, musuh bebuyutan Ari.
Esti Kinasih menulis banyak novel teenlit, yang ceritanya menarik dan banyak digemari para pecinta novel. Esti Kinasih selalu menyisipkan kutipan yang penuh makna disetiap novelnya. Berikut kata-kata Esti Kinasih, penulis novel Jingga dalam Elegi:
5. Taktik untuk melemahkan kekuatan lawan adalah dengan cara membuatnya jadi emosi. Emosi yang terbakar akan menguras energi. Tapi juga harus lebih hati-hati, harus lebih diwaspadai, karena biasanya lawan akan jadi brutal.
13. Antara menyesal, namun juga tidak. Antara ingin tetap menjaga rahasia terbesarnya ini, namun juga ingin mengakui. Hanya agar jika dirinya letih sewaktu-waktu, tak perlu lagi berlari mencari tempat sembunyi. Agar teriak keputusasaannya terpahami. Agar rasa frustasinya dimengerti. Itu saja.
15. Sampai di lokasi, dilihatnya matahari sedang dalam perjalanannya menuju bulatan bumi yang lain. Dalam kemegahannya, warna jingga yang memenuhi seluruh langit barat, dewa utama orang-orang Mesir Kuno itu pulang ke peraduan.
22. Nama 'Matahari' itu superlangka. Jadi bertemunya dua 'Matahari' jelas peristiwa yang juga sangat langka. Berarti ini suratan takdir. Kehendak dari Sang Maha Pemberi Hidup yang bertakhta di Keabadian untuk mempertemukan kedua insan ini, Pak.