Di
banyak perusahaan, auditor internal ISO memegang peran penting dalam
menjaga efektivitas sistem manajemen mutu. Ironisnya, posisi yang
strategis ini justru sering dihindari karyawan. Mengapa jabatan auditor
internal kurang diminati?
Sebagaimana diketahui, audit internal
merupakan kegiatan wajib dalam penerapan ISO 9000. Tujuan audit internal
adalah menilai efektivitas sistem manajemen mutu perusahaan dalam
mencapai kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan. Jika ditemukan
ketidaksesuaian atau target yang belum tercapai, perusahaan dapat segera
mengambil langkah perbaikan. Melalui mekanisme audit internal, sistem
manajemen mutu dapat terus berkembang berdasarkan prinsip perbaikan
berkelanjutan (continuous improvement).
Pelaksanaan audit
internal dilakukan oleh auditor internal ISO, yaitu karyawan yang
ditunjuk manajemen perusahaan untuk menjalankan fungsi audit secara
berkala, minimal satu kali dalam setahun.
Penunjukan auditor
internal merupakan kewenangan manajemen perusahaan. Karyawan yang
dipilih biasanya diberikan pelatihan terkait pemahaman standar ISO 9000
serta teknik audit internal yang baik dan benar. Materi pelatihan
mencakup penyusunan jadwal audit, pembuatan checklist, teknik wawancara,
hingga penyusunan laporan audit.
Namun, dalam praktiknya banyak
auditor internal mengeluhkan beban kerja yang mereka hadapi. Sebagian
besar auditor tetap harus menjalankan pekerjaan utama sehari-hari di
samping tugas audit. Bahkan, di banyak perusahaan kecil dan menengah,
jabatan auditor internal hanya dianggap sebagai tugas tambahan, bukan
profesi utama.
Akibatnya, kegiatan audit sering dipandang
sebagai beban kerja ekstra, bukan sebagai peluang pengembangan
kompetensi dan karier.
Persoalan ini sempat menjadi topik
diskusi di WA Grup ISO (QualityClub), sebuah forum diskusi mengenai
penerapan ISO melalui aplikasi WhatsApp. Diskusi bermula dari pertanyaan
seorang Management Representative (MR) yang bekerja di sektor
perkebunan. Ia ingin mencari cara untuk meningkatkan motivasi tim
auditor internal di perusahaan tempatnya bekerja.
Menurutnya,
sebagian besar auditor internal di perusahaannya harus merangkap
jabatan. Mereka sudah sibuk dengan pekerjaan utama, tetapi tetap diberi
tanggung jawab tambahan sebagai auditor internal.
Karena itu, sang MR mengajukan pertanyaan kepada anggota WA Grup ISO: Apa manfaat menjadi seorang auditor internal?
Jawaban
dari pertanyaan tersebut rencananya akan disampaikan kepada tim auditor
internal di perusahaannya dengan harapan dapat meningkatkan motivasi
mereka.
Pertanyaan tersebut mendapat banyak tanggapan dari
anggota WA Grup ISO. Berikut beberapa poin penting hasil diskusi yang
saya rangkum:
Dari
berbagai pendapat tersebut terlihat bahwa rendahnya minat menjadi
auditor internal bukan semata-mata karena pekerjaannya sulit. Faktor
utama justru terletak pada minimnya penghargaan, pengakuan, dan dukungan
perusahaan terhadap peran tersebut.
Padahal, auditor internal
memiliki kontribusi penting dalam menjaga kualitas sistem manajemen
perusahaan sekaligus membantu terciptanya budaya perbaikan
berkelanjutan.
Apabila Anda berminat bergabung di WA Grup ISO untuk mengenal permasalahan dan kiat-kiat penerapan ISO, mohon isi formulir pendaftaran WA Grup ISO.
Baca juga: