Mengapa Jabatan Auditor Internal ISO Kurang Diminati?

2 views
Skip to first unread message

Zulkifli Nasution (SINTEGRAL)

unread,
May 15, 2026, 8:14:47 PM (12 days ago) May 15
to SINTEGRAL Group

Di banyak perusahaan, auditor internal ISO memegang peran penting dalam menjaga efektivitas sistem manajemen mutu. Ironisnya, posisi yang strategis ini justru sering dihindari karyawan. Mengapa jabatan auditor internal kurang diminati?

Sebagaimana diketahui, audit internal merupakan kegiatan wajib dalam penerapan ISO 9000. Tujuan audit internal adalah menilai efektivitas sistem manajemen mutu perusahaan dalam mencapai kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan. Jika ditemukan ketidaksesuaian atau target yang belum tercapai, perusahaan dapat segera mengambil langkah perbaikan. Melalui mekanisme audit internal, sistem manajemen mutu dapat terus berkembang berdasarkan prinsip perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

Pelaksanaan audit internal dilakukan oleh auditor internal ISO, yaitu karyawan yang ditunjuk manajemen perusahaan untuk menjalankan fungsi audit secara berkala, minimal satu kali dalam setahun.

Penunjukan auditor internal merupakan kewenangan manajemen perusahaan. Karyawan yang dipilih biasanya diberikan pelatihan terkait pemahaman standar ISO 9000 serta teknik audit internal yang baik dan benar. Materi pelatihan mencakup penyusunan jadwal audit, pembuatan checklist, teknik wawancara, hingga penyusunan laporan audit.

Namun, dalam praktiknya banyak auditor internal mengeluhkan beban kerja yang mereka hadapi. Sebagian besar auditor tetap harus menjalankan pekerjaan utama sehari-hari di samping tugas audit. Bahkan, di banyak perusahaan kecil dan menengah, jabatan auditor internal hanya dianggap sebagai tugas tambahan, bukan profesi utama.

Akibatnya, kegiatan audit sering dipandang sebagai beban kerja ekstra, bukan sebagai peluang pengembangan kompetensi dan karier.

Persoalan ini sempat menjadi topik diskusi di WA Grup ISO (QualityClub), sebuah forum diskusi mengenai penerapan ISO melalui aplikasi WhatsApp. Diskusi bermula dari pertanyaan seorang Management Representative (MR) yang bekerja di sektor perkebunan. Ia ingin mencari cara untuk meningkatkan motivasi tim auditor internal di perusahaan tempatnya bekerja.

Menurutnya, sebagian besar auditor internal di perusahaannya harus merangkap jabatan. Mereka sudah sibuk dengan pekerjaan utama, tetapi tetap diberi tanggung jawab tambahan sebagai auditor internal.

Karena itu, sang MR mengajukan pertanyaan kepada anggota WA Grup ISO: Apa manfaat menjadi seorang auditor internal?

Jawaban dari pertanyaan tersebut rencananya akan disampaikan kepada tim auditor internal di perusahaannya dengan harapan dapat meningkatkan motivasi mereka.

Pertanyaan tersebut mendapat banyak tanggapan dari anggota WA Grup ISO. Berikut beberapa poin penting hasil diskusi yang saya rangkum: 

  • Menjadi auditor internal “memaksa” seseorang mempelajari proses kerja di berbagai bagian perusahaan. Dengan demikian, wawasan dan pengetahuan auditor menjadi lebih luas. Hal ini sangat bermanfaat apabila suatu saat terjadi mutasi internal karena auditor sudah memahami proses di banyak departemen.
  • Motivasi auditor internal dapat ditingkatkan melalui penghargaan sederhana, seperti hadiah, makan siang bersama, atau bentuk apresiasi lainnya yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.
  • Di beberapa perusahaan, karyawan yang terlibat dalam kegiatan di luar job description, termasuk auditor internal, mendapatkan poin tambahan yang diperhitungkan dalam annual performance appraisal.
  • Dalam diskusi juga muncul istilah auditor loyalis, yaitu auditor yang menjalankan tugas tambahan tanpa memperoleh insentif khusus.

Dari berbagai pendapat tersebut terlihat bahwa rendahnya minat menjadi auditor internal bukan semata-mata karena pekerjaannya sulit. Faktor utama justru terletak pada minimnya penghargaan, pengakuan, dan dukungan perusahaan terhadap peran tersebut.

Padahal, auditor internal memiliki kontribusi penting dalam menjaga kualitas sistem manajemen perusahaan sekaligus membantu terciptanya budaya perbaikan berkelanjutan.


Apabila Anda berminat bergabung di WA Grup ISO untuk mengenal permasalahan dan kiat-kiat penerapan ISO, mohon isi formulir pendaftaran WA Grup ISO.

Baca juga:




Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages