Eitanadalah perwira junior di Palmach, pasukan penyerang elit Haganah, dan ambil bagian dalam Perang Arab-Israel tahun 1948. Dia bertempur di Yerusalem dan menerima luka di kepala dalam pertempuran untuk Biara San Simon pada bulan April 1948. Kemudian dia bertugas dengan Batalyon Infanteri ke-10 di wilayah Lachish - Negev.
Pada tahun 1954, Kapten Eitan menjadi komandan kompi Pasukan Terjun Payung di Unit 101. Selama Operasi Daun Zaitun pada tahun 1955 ia menerima luka tembak mesin di dadanya, saat ikut serta dalam serangan militer ke Suriah. Atas tindakannya ini ia dianugerahi Medal of Courage.
Pada malam tanggal 28 Desember 1968, dia memerintahkan serangan komando di bandara Beirut. Menurut legenda yang beredar di kalangan tentara pasukan khusus Israel, pada suatu saat selama penggerebekan, dia memasuki terminal bandara, dan menemukannya dalam keadaan kacau tanpa ada penjaga keamanan, berjalan ke kedai kopi, memesan kopi, dan membayarnya dalam mata uang Israel sebelum berangkat.
Pada tahun 1969 ia diangkat menjadi kepala pasukan infanteri dan kemudian menjabat sebagai komandan divisi. Sebagai komandan divisi, Ugda ke-36, Brigadir Jenderal Eitan menghentikan serangan Suriah ke Dataran Tinggi Golan selama Perang Yom Kippur bulan Oktober 1973. Setelah perang, ia diangkat menjadi komandan komando utara dan dipromosikan menjadi Mayor Jenderal.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lailatul Qadar adalah satu malam penting yang hanya terjadi pada bulan Ramadhan. Alquran menggambarkan malam Lailatul Qadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
حَدَّثَنَا يَزِيدُ قَالَ أَخْبَرَنَا الْجُرَيْرِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَبِمَ أَدْعُو قَالَ قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Rasulullah SAW menjawab, "Katakanlah Allahumma Innaka Affuwun Tuhibbul 'Afwa Fa'fu 'Anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan Engkau mencintai seorang pemaaf, maka ampunilah aku)." (HR Ahmad).
حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa yang menegakkan (beribadah pada malam) Lailatul Qadar karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya." (HR Bukhari)
3a8082e126