Download Buku Zero To One Pdf Bahasa Indonesia

0 views
Skip to first unread message

Shawnna Franz

unread,
Aug 3, 2024, 1:03:55 PM8/3/24
to sicontpeakcfon

Sobat AZWI, saat ini gaya hidup Zero Waste bukan menjadi hal baru dalam perbincangan publik. Kompleksitas permasalah sampah seperti pencemaran sampah plastik menjadi pendorong sebagian orang menjalankan gaya hidup ramah lingkungan, salah satunya dengan praktik hidup minim sampah.

Memulai hidup minim sampah memang bukan hal yang mudah. Berpikir untuk beralih ke gaya hidup tanpa limbah berarti merombak total kehidupan. Hal tersebut dapat menjadi tugas yang melelahkan. Akan tetapi, jika kamu dapat melakukannya secara perlahan, selangkah demi selangkah, kamu akan menemukan banyak kebaikan di dalamnya.

Buku ini dapat merubah kita dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tidak sadar menjadi sadar, dari diam menjadi bergerak, dan dari tidak mau menjadi melakukan. Dari hal-hal yang sederhana namun berdampak baik. Secara ringkas, buku ini mengajak kita untuk belajar sampah dimulai dari apa yang kita konsumsi dari rumah. Cara kita mengkonsumsi makanan, barang, dan cara memperlakukan sisanya. Buku ini juga sekaligus mengajak kita mengevaluasi gaya hidup dan melihat sesuatu yang kita konsumsi berdampak positif atau negatif terhadap lingkungan.

Buku Zero Waste Adventure adalah buku yang ditulis oleh Siska Nirmala, seorang Travel Enthusiast. Buku ini menceritakan pengalaman Siska Nirmala dan kawan-kawannya melakukan ekspedisi nol sampah di lima gunung. Kelima gunung tersebut adalah Gunung Gede, Gunung Tambora, Gunung Papandayan, Gunung Lawu dan Gunung Argopuro. Dalam ekspedisi tersebut, Siska membagikan cara meminimalisasi sampah saat melakukan kegiatan alam bebas mulai dari tahapan pra pendakian.

Buku ini nggak cuma membahas soal tips minim sampah saat berpetualang, tapi juga cara mengaplikasikan gaya hidup nol sampah dalam keseharian. Pada bab lain, Siska menceritakan pengalaman pribadi memulai diet kantong plastik, pembuatan komposter, dan secara perlahan mengurangi konsumsi makanan instan.

FYI aja untuk sobat AZWI, Siska Nirmala adalah perempuan di balik akun Instagram @Zerowasteadventure. Melalui akun tersebut, Siska membagikan pengalaman keseharian dia menjalankan dan mengkampanyekan gerakan zero waste. Saat ini Siska menginisiasi toko kelontong ramah lingkungan bernama @tokonolsampah di Bandung.

E-Waste-RJ Vol. 1 Sampah Elektronik adalah sebuah buku karya Muhammad Rafa Ibnusina Jafar, biasa dipanggil RJ (Rafa Jafar). Dia menulis buku ini saat duduk di kelas 6 SD di Sekolah Cikal Jakarta tahun 2015.

Buku ini membahas mulai dari bahaya hingga pengelolaan sampah elektronik (e-waste) di sekitar kita. Sampah elektronik sendiri adalah sampah yang berasal dari peralatan elektronik yang sudah tidak dapat digunakan, tidak terpakai dan menjadi barang bekas dan perlu dibuang, dalam keadaan utuh atau tidak. Limbah elektronik mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Melalui buku ini, Rafa ingin mengajak pembaca memahami persoalan sampah elektronik dan kemudian bergerak bersama mengatasi sampah elektronik, terutama skala rumah tangga.

Saat ini, Rafa Jafar bersama komunitas @EwasteRJ aktif dalam kampanye dan edukasi seputar sampah elektronik. Komunitas ini juga menginisiasi gerakan menyediakan drop box pengumpulan sampah elektronik di beberapa titik.

Dalam buku pertamanya, Dwi Sasetyaningtyas (Founder dan CEO Sustaination) atau yang akrab disapa Tyas, menuliskan esensi dari Sustaination yaitu Sustainable Nation. Buku ini bercerita mengenai cara memulai gaya hidup berkelanjutan dan minim dampak yang dipaparkan secara detail dan komprehensif. Ia menitikberatkan bahwa zero waste bukan hanya perkara tentang plastik.

Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti dan relevan untuk dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari, buku ini menjadi sebuah perkenalan yang tepat untuk belajar dan memulai gaya hidup minim sampah. Setelah mengakrabi buku ini, bersiaplah tersadar dan menjadi manusia yang hidup berkelanjutan.

Kita hidup di era serba nyaman dan instan ketika barang-barang yang sekali pakai telah menjadi bagian dari keseharian kita. Tanpa kita sadari, tempat pembuangan sampah tak lagi dapat menampung, milyaran ton sampah terbengkalai meracuni tanah dan mencemari lautan. Kita telah mencapai titik di mana gerakan zero waste benar-benar diperlukan untuk menjaga masa depan ekosistem bumi.

Kita perlu siklus hidup sumber daya yang lebih baik agar produk-produk bisa digunakan kembali. Untuk melakukan perubahan ini kita tak bisa sendiri. Kita perlu berdaya dan berjejaring untuk membentuk support system agar hidup minim sampah tak lagi sulit dilakukan.

Nah Sobat AZWI, lima judul buku di atas adalah rekomendasi buku yang bisa kamu baca. Semoga menjadi inspirasi dalam memulai hidup Zero Waste, ya! Kalau ada judul buku keren lain untuk belajar isu sampah dan gerakan zero waste dari Sobat AZWI, silahkan komentar di bawah. (Kia)

Teknologi, Informasi, dan Komunikasi ialah penunjang segala kemajuan bangsa di segala bidang, baik itu hukum, sosial-budaya, ekonomi, dan sebagainya. Seluruh aspek kehidupan bangsa membutuhkan teknologi sebagai alat mempermudah, mempercepat, meringankan, dan menambahkan. Sifat dari TIK sendiri itu sudah tidak terbatas, karena dapat dijadikan fasilitas utama seorang untuk individu, masyarakat, bangsa, dan dunia. TIK sendiri terus berkembang menjelma dalam berbagai alat-alat canggih yang membantu manusia dalam bekerja maupun hidup.

From zero to hero merupakan istilah yang sudah sering kita dengar, sebagai penggambaran seseorang yang berjuang dari nol. Kini saya pakai istilah from zero to one zero-zero plus, artinya ialah dari nol menjadi satu nol-nol atau kosong menjadi 100 plus. Hidup saya yang dahulu nol, nihil, minim, berubah menjadi penuh, plus, mudah, dan berprestasi. Istilah ini sengaja saya ambil sebagai manfaat TIK dalam hidup saya yang begitu memudahkan cara saya belajar dan berprestasi. Pendidikan merupakan salah satu ajang agar kita dapat mengubah hidup kita secara vertikal menjadi lebih baik.

Berbicara soal kemudahan belajar dengan bantuan TIK, PUSTEKKOM (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan) sudah menunjang berbagai macam kemajuan bagi anak sekolah dengan berbagai macam produk seperti Mobile Learning, Buku Sekolah Elektronik (BSE), Televisi Edukasi, dan Portal Rumah Belajar dan lain sebagainya. Sudahkah para guru dan murid di seluruh pelosok negeri mengakses kemudahan belajar dengan TIK yang disiapkan dari Kemdikbud ini?

Mobile learning atau m-edukasi. Dengan media handphone dan smartphone yang kita punya, kita dapat memanfaatkan konten pembelajaran berbasis mobile.
BSE (Buku Sekolah Elektronik). Media murah-meriah sebagai sarana belajar dengan berbagai e-book pembelajaran dari SD, SMP, SMA dan SMK. Bukan hanya mahasiswa saja yang menggunakan e-book tapi pelajar juga.

Saya ingat saat kakak perempuan saya yang kedua lulus SMA, dan tidak dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi karena tidak ada biaya dan kurang informasi. Itu membuatnya harus menelan pahit tidak dapat melanjutkan belajar dan harus menjadi buruh pabrik. Tapi setahun selang kakak saya bekerja, ia pun mulai aktif mendapatkan banyak informasi mengenai beasiswa di Perguruan Tinggi. Saya tahu perjuangan kakak untuk mendapatkan satu kursi di Perguruan Tinggi itu sangat sulit, dengan proses yang bertubi-tubi. Dan akhirnya di tahun 2012, kakak saya berhasil masuk di salah satu PTN jalur beasiswa. Saat itu saya masih duduk di kelas 5 SD, dan pada saat itu saya turut berbahagia karena akhirnya saya memiliki harapan masa depan dan dapat meniru jejak kakak saya untuk terus belajar setinggi mungkin. Segala urusan pendaftaran kuliah, proses kuliah, dan segala macam kebutuhannya selalu berbasis online, sehingga TIK sudah menjadi bagian dari pendidikan tinggi.

Sejak mulai kuliah, kakak saya mendapat pinjaman laptop dari kawannya, yang ternyata itu berimbas dengan kehidupan saya. Sangat mustahil rasanya dahulu, jika saya dapat mengoperasikan komputer. Saya tinggal di desa yang cukup pedalaman, dan harus menempuh jarak yang jauh untuk dapat sekolah di kota. Saya belajar cara menggunakan komputer dari kakak saya. Saya mulai aktif menggunakan laptop sebagai alat belajar. Dari mengerjakan tugas, mencari informasi, mengedit foto, dan menyimpan data-data penting. Sejak saat itu pula hidup saya sudah bergaul erat dengan internet. Kakak saya pun mencarikan berbagai macam informasi mengenai tips-tips belajar yang baik, mengunduh soal-soal UN, bagaimana meraih SMP favorit, dan memanfaatkan produk PUSTEKKOM baik itu Rumah Belajar, TV Edukasi, Buku Sekolah Elektronik, dan sebagainya.

Proses di kelas 6 SD saya jalani dengan bantuan TIK yang diajarkan oleh kakak saya. Proses belajar menjadi lebih update karena saya semakin memiliki banyak pengetahuan mengenai UN dan soal-soal terbaru yang dapat saya pelajari setiap harinya. Ketika hasil UN dibacakan, ternyata benar, saya menjadi yang terbaik dengan nilai matematika sempurna (10), dan diikuti oleh nilai Bahasa Indonesia dan IPA yang memuaskan juga, sehingga meraih NEM 27.35 pada saat itu.

Orangtua saya awalnya melarang saya untuk sekolah di kota, tapi karena kakak saya mendukung dan nilai saya yang memuaskan membuat saya akhirnya dapat sekolah di SMP favorit di kota waktu itu. SMP favorit ternyata dipenuhi oleh murid-murid yang aktif dengan TIK, sebagian besar dari mereka memiliki gadget yang canggih. Dibandingkan dengan handphone saya yang cukup kuno saat itu. Tapi lagi-lagi hal itu justru memacu semangat saya.

Mulai duduk di kelas 8 SMP saya aktif di dunia literasi online. Berawal dari inspirasi kakak saya yang lebih dulu aktif di dunia literasi. Ia banyak mengikuti perlombaan menulis online. Karya demi karya dihasilkannya. Mulai dari mendapatkan e-sertifikat, sertifikat cetak yang diantar sampai ke rumah, hingga hadiah-hadiah lainnya. Rumah saya menjadi sering dikunjungi oleh Pak Pos, Pak JNE, Pak TIKI, dan lain sebagainya. Dari situ pula, akhirnya saya terinspirasi juga untuk ikut berprestasi di dunia literasi dengan bantuan internet. Kini karya-karya saya sudah banyak yang diterbitkan di media massa.

c80f0f1006
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages