2Menyelenggarakan kegiatan untuk mengembangkan kemampuan diri yang mandiri dan siap bersainguntuk melanjutkan studi, berjiwa enterpreneurship, berakhlak mulia yangmampu memberikan kontribusi bagi kemaslahatan pembangunan khususnya Aceh sesuai keahliannya.
3. Menyelenggarakan kegiatan kebahasaan untuk mengembangkan kemampuan kebahasaan dan komunikasi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang profesional di lembaga, perusahaan serta berakhlak mulia sesuai bidangnya.
4. mengembangkan penelitian pendidikan bahasa Inggris dengan memanfaatkan aplikasi teknologi serta mampu mengintegrasikan nilai-nilai islam dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia dan profesional.
Pendirian program studi keagamaan di UNP sudah mulai digagas oleh dosen-dosen agama Islam UNP yang berhimpun di UPT MKU UNP, di masa Kepala UPT MKU dijabat oleh Dr. Fuady Anwar, M.Ag (Periode 2004-2007 dan 2008-2012). Pada waktu itu, nama prodi yang diusulkan adalah prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), mengikuti nomenklatur nama prodi sebagaimana yang terdapat pada PTAIN. Namun karena beberapa faktor, keinginan tersebut belum dapat diwujudkan.
Setelah melalui tahapan proses yang panjang, akhirnya berkat rahmat dan redha Allah, Program Studi Pendidikan Keagamaan Islam resmi dibuka berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 486/KPT/I/2016 tanggal 11 November 2016 tentang Pembukaan Program Studi Pendidikan Keagamaan Islam Program Sarjana pada Universitas Negeri Padang.
Pada Hari Jumat, tanggal 30 Desember 2016, Dr. Ahmad Rivauzi, S.PdI., MA dilantik sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Keagamaan Islam FIS UNP yang Pertama, oleh Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D dengan Surat Keputusan Rektor Universitas Negeri Padang Nomor 367/UN35/KP/2016 tentang Pengangkatan Ketua Program Studi Pendidikan Keagamaan Islam Pada Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Periode 2017-2020.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No: 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi, pada pasal 33 ayat 4 dijelaskan bahwa Program Studi dikelola oleh suatu satuan unit pengelola yang ditetapkan oleh Perguruan Tinggi. Dengan demikian, dalam tugas-tugas pelaksana pendidikan akademik, vokasi, dan/atau profesi dalam satu rumpun ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengelolaan sumber daya pendukung prodi, maka Prodi Pendidikan Keagamaan Islam membutuhkan satu satuan unit pengelola pengelolaan yang dilaksanakan oleh sebuah jurusan, sebagaimana diatur dalam Permenristek Dikti No 10 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja UNP
Untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan kelembagaan tersebut, berdasarkan persetujuan Senat Universitas Negeri Padang, Rektor Universitas Negeri Padang mengeluarkan Surat Keputusan tentang pendirian Jurusan Ilmu Agama Islam pada Fakultas Ilmu Sosial sebagai satuan unit pengelola Program Studi Pendidikan Keagamaan Islam/ Pendidikan Agama Islam di FIS UNP.
Dengan Keluarnya Surat Surat Keputusan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 257/M/KPT/2017 tentang Nama Program Studi pada Perguruan Tinggi, pada tanggal 5 September 2017, yang memuat perubahan nama Program Studi, dari Program Studi Pendidikan Keagamaan Islam berubah menjadi Pendidikan Agama Islam, maka nama Prodi Pendidikan Keagamaan Islam pada FIS UNP tertuntut untuk menyesuaikan diri dan berganti nama menjadi Program Studi Pendidikan Agama Islam FIS UNP.
Menurut UUD RI (2003) bahasa asing dapat digunakan sebagai bahasa pengantar pada satuan pendidikan tertentu untuk menunjang kemampuan bahasa asing siswa. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional, atau dapat disebut dengan Bahasa Lingua Franca (bahasa penghubung) yang menuntut peserta didik harus dapat menguasai bahasa asing ini.
Institut Agama Islam Al-Falah Assunniyah Kencong Jember merupakan sebuah institusi perguruan tinggi yang berbasis Agama Islam. Sebagai lembaga keIslaman pengajaran bahasa Inggris dapat diaplikasikan dengan memberikan materi yang berhubungan dengan kebudayaan Islam di Indonesia.
Bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan di dunia di mana bahasa ini menjadi bahasa ibu bagi lebih dari 400 juta orang di seluruh dunia dan setiap hari jutaan orang menggunakan bahasa Inggris di tempat kerja, kehidupan dan sosial (Iriance: 2018).
Sayangnya, terkait dengan pemenuhan kebutuhan mahasiswa tersebut, terkadang masih terhalang oleh biaya Tes TOEFL. Tes TOEFL adalah sebuah tes pengukuran Skills dalam penguasaan Bahasa Inggris. Biaya tes TOEFL (Tes of English as a Foreign Language) yang tergolong tinggi, membuat mahasiswa enggan untuk memiliki sertifikat. Tes TOEFL sendiri juga bervariasi, tergantung jenis tes yang dibutuhkan. Terdapat 2 jenis TOEFL, yaitu TOEFL ITP (Instituional Testing Program) dan TOEFL IBT (Internet Based Test). Dalam TOEFL ITP, skor tes akan bersifat institusional atau hanya berlaku pada institusi tertentu dan negara tertentu. Skor maksimal TOEFL ITP adalah 500 hingga 600.
Opini lain menyebutkan bahwa, peserta didik sebagai penerus bangsa, harus dapat menyaring arus negatif yang masuk dari negara barat. Memang, ketika kita memperlajari bahasa asing maka, secara tidak langsung kita mempelajari budayanya. Namun, sebagai generasi bangsa yang memiliki mental agama yang kuat sebagai muslim hendaknya, saat kita memperlajari bahasa asing kita harus menjaga kualitas kebangsaan kita tanpa harus merubah culture/ adat istiadat dan kebiasaan dimana kita berasal.
Oleh sebab itu, pembelajaran bahasa Inggris dapat diformulasikan dengan mengimplementasikan pembelajaran bahasa Inggris berbasis kebudayaan Islam di Indonesia. Hal ini sebagai upaya melestarikan kebudayaan Islam di Indonesia yang memang harus kita jaga dan lestarikan. Dengan kata lain, pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi harus lebih ditingkatkan baik secara mutu akademik ataupun non akademik.
Saat ini, mahasiswa diharuskan menempuh mata kuliah Bahasa Inggris sebanyak 6 SKS di INAIFAS pada prodi, selama menempuh jenjang S1. Karena itu, mata kuliah Bahasa Inggris merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa.
Apabilamereka belum menempuh pada mata kuliah Bahasa Inggris I, maka mereka tidak dapat menempuh mata kuliah bahasa Inggris II, dan bahasa Inggris III. Sebaliknya, jika tidak lulus pada mata kuliah berjalan, mereka harus mengulang mata kuliah Bahasa Inggris, dengan cara mengikuti SP (Semester) pendek. Hanya saja kondisi seperti ini bisa berbeda di setiap kampus.
Penerapan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis kebudayaan Islam di perguruan tinggi dapat dijadikan sebagai upaya untuk melestarikan, dan menjaga kebudayaan Islam di Indonesia. Secara praktis, skema seperti ini bisa diajarkan melalui penggunaan buku sejarah peradaban Islam yang telah ditulis oleh para intelektual menggunakan bahasa Inggris untuk dipakai sebagai bahan tugas reading text.
Ulasan buku berbahasa Inggris seperti ini bisa meningkatkan kemampuan berbahasa, analisis teks, sekaligus kecermatan untuk menerjemahkannya dengan baik. Manfaat lain, mahasiswa juga bisa mendapatkan pengetahuan tambahan atas kebudayaan Islam di Indonesia.
Dr. Andi Asrifan, seorang ahli dalam bidang Bahasa Inggris, memberikan sumbangan berharga dengan menjadi pembicara tamu pada mata kuliah Bahasa Inggris. Dengan keahliannya dalam bidang ini, Dr. Andi Asrifan berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis kepada mahasiswa Pendidikan Agama Islam, memperkaya pemahaman mereka dalam penggunaan Bahasa Inggris yang semakin penting dalam konteks global.
Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan turut bangga dapat berpartisipasi dalam memperkaya lingkup akademik di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru dan mengeksplorasi keterkaitan antara Bahasa Inggris dengan Pendidikan Agama Islam.
Kuliah tamu ini berlangsung pada hari ini, 23 Mei 2023, di ruang kuliah khusus di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Dr. Andi Asrifan membahas berbagai aspek Bahasa Inggris yang relevan dengan konteks pendidikan agama Islam, memberikan contoh konkret, dan mendorong mahasiswa untuk menggali lebih dalam materi mata kuliah Bahasa Inggris.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyampaikan terima kasih kepada Dr. Andi Asrifan atas kontribusi ilmiahnya dan berharap kerjasama antarlembaga dapat terus ditingkatkan. Semoga kuliah tamu ini menjadi langkah awal bagi kolaborasi yang lebih luas dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kedua lembaga.
Kuliah tamu ini menjadi salah satu upaya Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam memberikan pengalaman belajar yang beragam dan relevan bagi mahasiswa. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus diadakan untuk memperkaya wawasan dan pengetahuan mahasiswa di masa depan.
Secara singkat, tulisan ini membahas tentang pembelajaran bahasa inggris untuk mahasiswa Pendidikan formal yang memberikan pengajaran bahasa asing salah satunya adalah perguruan tinggi islam. Pada perguruan tinggi islam, bahasa asing menjadi salah satu mata kuliah yang harus diambil oleh mahasiswa. Bahasa asing tersebut adalah bahasa inggris. Bidang pengajaran bahasa Inggris dengan tujuan tertentu atau lebih dikenal dengan English for Specific Purpose (ESP) merupakan bidang pengajaran bahasa Inggris yang tergolong baru dengan menyesuaikan jurusan keilmuan di perguruan tinggi. Dengan pengajaran bahasa inggris di perguruan tinggi islam, diharapkan mahasiswa mampu mengkaji keilmuan islam dalam bahasa asing khususnya bahasa inggris dan mampu mengikuti perkembangan globalisasi dunia yang menuntut seseorang dapat menguasai bahasa asing.
Alisjahbana, Sutan Takdir. (1990). The teaching of English in Indonesia. Dalam James Britton, Roberts E.Syeffer and Ken Watson (Eds.). Teaching and Learning English Worldwide. hal: 315- 327. Multilingual Matters: Philadelphia.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kemampuan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman saat memberikan materi bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 04 Gamping. Penelitian ini berfokus pada pengajaran bahasa Inggris dan proses pembelajaran di kelas 8 SMP Negeri 04 Gamping. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan data dokumen. Penulis mengamati sekolah, menggunakan silabus, RPP, dan buku teks bahasa Inggris sebagai dokumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam terintegrasi dengan baik dengan kegiatan di lingkungan sekolah. Sementara itu, dalam observasi kelas, penulis menemukan bahwa nilai-nilai Islam belum ditemukan dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris. Menanamkan nilai-nilai Islam dalam materi bahasa Inggris menjadi kendala tersendiri bagi guru mata pelajaran. Faktor utamanya adalah kurangnya pengetahuan lebih lanjut dalam konteks agama. Oleh karena itu, tulisan ini akan memberikan banyak informasi tentang nilai-nilai dan etika Islam dalam pengajaran bahasa Inggris (ELT), peran guru, dan tantangan apa yang dihadapi dalam menanamkan nilai-nilai Islam ke dalam materi bahasa Inggris. Pada akhirnya, penelitian ini diakhiri dengan rekomendasi dari penulis berdasarkan observasi yang telah dilakukan agar guru mendapatkan gambaran bagaimana menanamkan nilai-nilai Islam dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris. Misalnya dengan memberikan latihan tentang topik-topik Islami, menggunakan nama-nama Islami untuk orang, peristiwa, dan tempat, atau mampu menghubungkan ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan dan menggunakannya sebagai bahan untuk diterjemahkan menggunakan buku-buku bahasa Inggris yang berisi pesan-pesan Islami.
3a8082e126