Jamak Taksir

0 views
Skip to first unread message

Alexandrie Gallup

unread,
Aug 4, 2024, 8:59:45 PM8/4/24
to seoviemisdist
Definsijamaktaksir adalah setiap jamak yang bentuk mufrodnya mengalamai perubahan,baik perubahannya dengan ditambahi hurufnya contoh: صِنْوٌ وصِنْوَانٌ ada juga dengan mengurangi hurufnyacontoh: تُخْمَةٌ وتُخَمٌ atau dengan merubah harokatnya contoh: اَسَدٌ واُسُدٌ atau dengan menambahkan huruf danmerubah harokatnya contoh: رَجُلٌ رِجَالٌ atau dengan menambahkan, mengurangihuruf dan merubah harokat contoh: غُلاَمٌ غِلْمَانٌ.

Jamak taksir terbagi 2, yaitu jamak qillah (جَمْعُ القِلّة) dan jamak katsroh (جَمْعُ الكَثْرَة) Jamak qillah adalah jamak yang menunjukan 3-10, sedang jamak katsroh menunjukan dari 10 sampai tak terhingga.


4. Wazan فِعْلة tidak ada kias pada wazan ini, hanya didengar beberapa dari orang arab contoh فَتًى فِتْيَة صَبِيّ صِبْيَة شَيْخ شِيْخَة dan أَخ إِخْوَة


3. Wazan فُعَل dikiaskan pada setiap isim atas wazan فُعْلة contoh غُرْفَة غُرَف مُدْيَة مُدًى سُنّة سُنَن dikiaskan juga pada isim tafdhil muannats, yaitu wazan (فُعْلى) contoh صُغْرَى صُغَر dan كُبْرى كُبَر


6. Wazan فَعَلة dikiaskan pada sifat, mudzakkar, berakal, shohih lamnya, contoh كَاتِب كَتَبَة dan سَاحِر سَحَرَة dan contoh semisal صَائِغ صَاغَة dan بائِع بَاعَة asalnya adalah صَوَغَة dan بَيَعَة karena huruf illah و dan ي terletak setelah huruf shahih berharokat maka diubah menjadi alif.


Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat kaya dengan kaidah atau ketentuan mengenai penjamakan nomina (isim). Ada dua jenis jamak di dalam bahasa Arab, yakni jamak salim (beraturan) dan jamak taksir (jamak tidak beraturan/broken plural). Untuk jamak beraturan ini ada dua jenis, yakni jamak muddzakar salim untuk pembentukan jamak nomina jenis laki-laki (maskulin) dan jamak muannas salim untuk pembentukan jamak nomina jenis perempuan (feminin).


Adapun jamak taksir pembentukannya dilakukan dengan beberapa cara, yakni dengan (a) penambahan huruf, (b) dengan pengaturan huruf, (c) dengan perubahan harakat, (d) dengan penambahan huruf sekaligus perubahan harakat, (e) dengan pengurangan huruf sekaligus perubahan harakat, dan (f) didapatkan juga penjamakan dengan cara matematis.


Sebuah nomina sering ditemukan jamak taksir-nya lebih dari dua buah, ada yang jamaknya tiga, empat, dan lebih banyak lagi, bahkan ada yang sampai sembilan bentuk jamak taksir-nya. Dalam bahasa Arab, ditemukan jamak taksir ini jumlahnya lebih dari 3.000 kata. Kamus inilah satu-satunya kamus yang memuat jamak taksir terlengkap.


Pembelajaran bahasa Arab kali ini membahasa tentang isim jamak taksir. Nah, jika kamu ingin mengetahui lebih tentang apa yang dimaksud dengan isim jamak taksir, cara penggunaannya, serta contoh-contohnya, yuk simak dan baca artikel ini. Sebab sedikit demi sedikit, kamu bisa memahami dan menguasai bahasa Arab.


Jamak taksir menurut istilah adalah lafadz yang berubah dari bentuk mufradnya. Isim jamak taksir sendiri adalah bentuk mufrad kemudian lafadnya berubah. Dari sinilah isim ini disebut dengan isim jamak taksir.


Jika dipahami lagi, bentuk dari jamak taksir mengalami banyak perubahan dari bentuk tunggalnya. Fakta lain dari jamak taksir juga adalah dia tidak mempunyai tanda khusus, sehingga pola-polanya perlu diingat dan dihafal.


Sebagai contoh, orang Arab mengatakan bahwa bentuk jamak dari rumah adalah بُيُوْتٌ, maka kita tidak bisa mengada-ada bahwa bentuk jamaknya rumah adalah بَيْتَاتٌ atau بَيْتُوْنَ.


Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa jamak taksir merupakan semua isim yang berfungsi untuk menginformasikan lebih dari dua laki-laki atau dua perempuan secara bersamaan dengan perubahan bentuk mufradnya.


Selain isim jamak taksir, kamu dapat mempelajari isim jamak lainnya dengan membaca artikel Isim Jamak Mudzakar Salim: Definisi, Fungsi, Anggota, dan Contohnya. Baca sekarang agar menambah pengetahuanmu tentang isim jamak mudzakar salim!


Yuk belajar ilmu terbaru seputar bahasa Arab dan Ilmu Al-Quran bersama Pondok Tahfidz Annajah Kampung Inggris Pare. Di sini Anda akan mendapatkan atmosfer dan sensasi belajar yang kondusif serta berbeda dari yang lainnya.


Beberapa santri percaya bahwa jika sudah memasuki bab jamak taksir maka santri yang menghafalnya akan terkena ujian berupa kematian, entah keluarganya atau kerabatnya, terdampak penyakit, atau tergoda perempuan sehingga tidak lagi fokus pada target hafalan. Mereka kerapkali mendengar ada kang ini yang terkena bisul, paman kang ini yang meninggal dunia, juga ada kang ini yang padahal tinggal 100 nadzham lagi malah tidak mengkhatamkan hafalannya karena kesengsem berat dengan salah seorang santriwati. Yang lebih mainstream, ada seorang alumni yang mengalami ketiganya. Sungguh bikin merinding dan menakutkan.


Makshus telah jujur kepada Taat bahwa dia memang menyukai seorang gadis di desanya. Seorang gadis priangan bernama Ais. Ais memang bukan santri dan tengah menempuh pendidikan formal SLTA-nya di kabupaten. Seminggu lalu saat izin pulang lantaran bapaknya syukuran karena telah diterima bekerja jadi supir truk di kecamatan_setelah hampir setahun menganggur dan hanya mengikuti teman bekerja sebagai buruh bangunan_ Bapak Ais tidak datang sehingga Makshus diminta bapaknya untuk mengantarkan berkat ke rumah Ais.


Kata bapaknya, Bapak Ais cukup berperan dalam membantunya ketika mendaftar hingga kursus menyetir. Saat itu Ais yang muncul dari balik pintu dan menerima berkat. Begitu melihat sosok Ais yang bisa dibilang sudah beranjak dewasa, seketika Makhsus merasa pangling sebab terakhir kali dia melihat Ais sekitar 2 tahun lalu waktu gadis itu masih SMP. Ais saat itu, amat berbeda dengan Ais yang sekarang. Badannya berisi dan wajahnya terlihat menawan. Makshus ingin berlama-lama memandang namun dia sadar hal itu tidak sopan mengingat dirinya seorang santri. Maka, dengan rendah hati dia menyampaikan salam untuk Bapak Ais seraya berpamitan setelah Ais mengucapkan kata terima kasih.


Makshus agak penasaran dengan gelagat ibunya yang tiba-tiba hendak membicarakan sesuatu dengannya tapi tidak mau diketahui bapaknya, dirasanya ibunya hendak menyembunyikan suatu hal dari bapak, meski di sisi lain juga khawatir dengan keadaan di rumah. Namun dia tak lantas berprasangka dan mencoba mendengarkan cerita Ibunya terlebih dahulu. Kata Ibunya, setelah tiga bulan jadi supir angkot Bapak jadi aneh. Setiap kali pulang mulutnya serasa bau sesuatu yang menyengat dan tidak enak. Kadang, Bapak yang tak pernah merokok tiba-tiba saja jadi sering merokok.


Berbicara tentang dunia supir, pernah suatu ketika Makshus bersama Taat pergi ke kabupaten untuk membeli kitab. Saat itu mereka berdua duduk di depan karena memang di suruh supirnya, selama perjalanan supir itu bertanya ini-itu tentang pesantren, dan mereka berdua menjawab sesuai pertanyaan yang diajukan. Kadang juga supir itu berbicara tentang dirinya sendiri.


Mendengar itu Makshus tahu bahwa Supir tersebut hanya asal menyitir Hadits, apalagi menafsir makna maupun shorofnya saja, Makshus tahu bahwa Bapak Supir ini jelas-jelas lupa total redaksi haditsnya dan terkesan mengarang. Namun, Makshus memaklumi lantaran si Bapak memang bukan berasal dari kalangan pesantren.


Sekilas Makshus ingat tentang nasihat Malima-nya Sunan Ampel; Emoh ngombe, Emoh main, emoh madat, emoh madon, tidak ada membunuh. Dari apa yang diakui Supir, Makshus jadi menduga bahwa sang supir pernah melakukan ketiganya di atas, terkecuali yang keempat, sebagaimana diakuinya. Hal tersebut mendorong Makshus jadi berburuk sangka namun segera ditepisnya karena tak mungkin bapaknya melakukan hal-hal terlarang tersebut. Mempercayai ucapan ibunya sendiri pun rasanya sulit, tetapi, bagaimanalah, masa dia hendak mengingkari cerita ibunya tentang bapaknya yang katanya suka mabuk.


Bukan lagi seperti tersambar petir di siang bolong, melainkan sekaligus ditembak 8 regu penembak jitu yang hendak membunuh seorang tahanan. Makshus serasa tumbang dan tak bisa menopang tubuhnya sendiri. Para ustadz di kantor pusat berusaha menolongnya. Ketika bangun, bukan langit-langit kamarnya di Pondok yang sudah kusam dan terkelupas di sana-sini menampakkan ketuaan usia bangunannya yang pertama kali ia lihat, melainkan asbes kamarnya yang berwarna biru. Di sampingnya, Nur dan Syifa menatapnya lega dengan mata bengkak. Di belakang, Taat bersama Ustadz Amar selaku wali kelasnya ikut berdiri menungguinya dengan wajah berbela sungkawa. Saat itu Makshus sadar bahwa dia telah dibawa ke rumah dan kabar Bapaknya yang mengalami kecelakaan berubah menjadi kabar duka; Bapaknya telah meninggal dunia.


Yang ia dengar dari Ibunya, bapaknya nekat membawa angkot pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Pak Yusuf ikut pulang bersama bapaknya, juga dalam keadaan mabuk. Jalanan yang gelap tanpa cahaya yang memadai dan koadaan diri yang kurang sadar sepenuhnya, menjadikan Bapaknya menabrak truk yang datang dari arah berlawanan.


Ucapnya berusaha tegar. Meski terbayang dalam pikirannya mengenai penghargaan berupa dibebaskannya biaya bulanan selama setahun seandainya dia telah mengkhatamkan alfiyah sebelum maulid tiba, juga duduk di panggung Akhirussanah berdampingan dengan kawannya, Taat Beriman, dalam acara Khataman Alfiyah Ibnu Malik sembari mendendangkan nadzham-nadzham indah tersebut, tapi semuanya kandas dan mengabur bersama air yang tiba-tiba berlinang di matanya. Akhirnya, setelah diskusi panjang dengan ibunya dan memperoleh restu dari sosok yang telah melahirkannya tersebut, Makshus bersekolah di Kecamatan. Disela-sela sekolahnya, setiap sore Makshus ikut menjaga toko kelontong milik kerabat ibunya di pasar. Lantaran di rumah, akhir-akhir ini dia juga sering bertemu dengan Ais.


Mengandung 5W+1H, mencantumkan data-data valid danfakta, untuk Hard News merupakan peristiwa yang aktual, sedangkan Soft News (feature) merupakan berita ringan yang tidak dibatasi oleh waktu tertentu, materi berita tidak keluar dari ketebuirengan, kepesantrenan, keagamaan, pendidikan, sosial, dan budaya.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages