 |
|
|
|
|
|
| |
Sustainable Seafood Festival 2014 Hadirkan “Bukan Pasar Ikan Biasa”
Dalam rangka memperingati Hari Kelautan Sedunia yang jatuh tiap tanggal 8 Juni dan Hari Segitiga Terumbu Karang Dunia tiap 9 Juni, WWF-Indonesia menyelenggarakan Sustainable Seafood Festival 2014 bertajuk “Bukan Pasar Ikan
Biasa” di Nine Walk, Sektor 9 Bintaro, Tangerang Selatan, pada tanggal 7-8 Juni 2014 lalu . MORE
|
|
|
|
|
|
Kurangi Hasil Tangkapan Sampingan, LED Hijau Jadi Solusi
Melanjuti rencana uji coba penggunaan lampu LED pada Oktober lalu, perwakilan nelayan Paloh, DKP Kabupaten Sambas, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan WWF bersama-sama bersemangat untuk membuktikan efektivitas penggunaan
lampu ini dalam mengurangi hasil tangkapan sampingan (bycatch) penyu pada pengoperasian alat tangkap jaring insang (gillnet) hanyut di perairan Paloh, Kabupaten Sambas .
MORE
|
|
|
|
|
|
Menggali Potensi Taman Nasional Komodo dengan Data Ekologi
Tim Conservation and Science WWF Indonesia mengadakan kegiatan “Pelatihan Database Ekologi” di Balai Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, NTT. Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal13 dan14 Mei lalu ini diikuti oleh 18 staf
Balai Taman Nasional Komodo (BTNK).Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan staf BTNK terkait aspek monitoring ekologi perairan seperti, pemantauan pemanfaatan sumber daya (resource use monitoring) dan pemantauan insidental spesies (occasional observation). MORE
|
|
|
|
|
|
Kondisi Perikanan Menurun, Wakatobi Berencana Terbitkan Perda Pengelolaan Perikanan
Nelayan di Wakatobi mengeluhkan semakin jauhnya lokasi tangkapan ikan, menurunnya ikan hasil tangkapan, dan semakin lamanya waktu tangkap. Kondisi yang meresahkan masyarakat nelayan dan pengusaha tersebut membuat pemerintah
daerah wakatobi berinisiatif melakukan perbaikan pengelolaan perikanan. Difasilitasi oleh WWF-Indonesia, rancangan peraturan daerah mengenai pengelolaan perikanan bertanggung jawab di Kabupaten Wakatobi disusun, agar perikanan di Wakatobi dikelola secara berkelanjutan. MORE
|
|
|
|
LEBI BAIK BAWAL DARIPADA PENYU
"Mari saatnya kita menarik rejeki", ucap Pak Asmadi sembari menyalakan mesin kapal yang dimilikinya sejak 5 tahun lalu. Jaring insang hanyut sepanjang 1.317 m dengan 3 ukuran mesh size 5,5’, 6,5’ dan 8’ (inci) telah ditebar
sejak pukul 17.05 hingga 18.02 dan mulai ditarik dua jam kemudian. Bagi nelayan asal Paloh, Kabupaten Sambas, menangkap bawal putih (silver pomfrey) merupakan target utama mereka melaut. Jenis ini memiliki nilai jual yang paling tinggi di Paloh yaitu berkisar
Rp 30.000-115.000 tergantung tingkatannya (grade). MORE
|
Ini Dia Panduan Budidaya Nila Ramah Lingkungan!
Bisnis budidaya berkelanjutan? Kenapa tidak! WWF-Indonesia melalui program akuakultur mengelurakan sebuah panduan untuk berbudidaya ramah lingkungan, salah satunya adalah nila! Unduh gratis panduannya DISINI
|
WATCH : THE SILENT OCEAN
Pernah membayangkan seisi laut hilang? Hanya air biru tanpa hiasan warna-warni dari berbagai species laut. Cegah itu terjadi, Tonton DISINI .
|
|
|
|
|
|
|
| |
|
|
|
|
Copyright Information: Banner: © Nicholas Cegalerba / WWF-Indonesia; Highlight: © WWF Indonesia / Des Syafrizal; Updates: © WWF-Indonesia; WWF-Indonesia; © WWF Indonesia / Maskur Tamanyria; Variety: © WWF Indonesia / Dwi Ariyoga Gautama; © WWF-Indonesia /
Aquaculture Program; © WWF-Indonesia
|
|