"Jadi anak ini tidak tahu tentang adanya eksploitasi ini karena awal ceritanya dia diajak oleh temannya ke suatu tempat. Tapi setelah sampai anak ini tidak bisa pulang karena diharuskan bekerja. Diimingi-imingi cantik, dikasih uang. Tapi pekerjaan yang diberikan itu dia dijual ke pria hidung belang," kata pengacara korban, Muhammad Zakir Rasyidin, di Polda Metro Jaya, Jakarta, seperti dilansir detikNews, Kamis (15/9/2022).
Korban disebut berpindah-pindah apartemen dan selalu berada di bawah pengawasan pelaku. Selama dalam penyekapan, korban masih bisa menghubungi keluarga tapi dipaksa mengaku sudah bekerja dengan nyaman.
"Jadi anak ini tidak tahu tentang adanya eksploitasi ini. Karena awal ceritanya dia diajak oleh temannya ke suatu tempat. Tapi setelah sampai anak ini tidak bisa pulang karena diharuskan bekerja. Diimingi-imingi cantik, dikasih uang. Tapi pekerjaan yang diberikan itu dia dijual ke pria hidung belang," tutur Zakir.
Zakir mengungkap pengakuan korban bahwa pelaku menyewa puluhan kamar apartemen untuk praktik prostitusi anak di bawah umur secara terselubung. Selain itu pelaku muncikari disebut sudah sering ditangkap.
b1e95dc632