Liputan6com, Jakarta - Bahkan saat Anda bukan pengantin wanita, mencari pakaian untuk menghadiri pesta pernikahan yang akan datang bisa menjadi tugas yang menyulitkan. Anda tidak hanya mengkhawatirkan gaya dan kecocokan, tetapi untuk acara khusus ini, Anda juga harus memperhatikan warna yang Anda pilih.
Pada hari pernikahan, perhatian semua orang harus selalu tertuju pada pengantin, jadi penata gaya mengatakan Anda harus menghindari warna-warna yang terlalu terang, seperti nuansa kuning neon, merah muda, oranye, atau hijau. "Neon adalah warna yang paling mencolok, jadi sebaiknya hindari warna-warna itu," kata Kosich.
"Ini menciptakan gangguan yang sama seperti mengenakan pakaian putih; Anda tidak ingin berbaur atau bingung dengan pengantin atau pengiring pengantin," kata Tara West, fashion stylist, blogger gaya hidup, dan co-host podcast.
"Solusi sederhananya adalah dengan sopan menanyakan skema warna kepada pengantin wanita dan menghindari warna-warna itu," saran Stasen. "Ini akan memastikan Anda tidak berbenturan dengan pihak pengantin dan dapat menikmati perayaan dengan mudah."
Di hampir semua pernikahan, stylist juga mengatakan kain denim atau apapun dengan warna seperti denim tidak sesuai. "Bahkan jika pernikahan dilakukan di taman, jauhi denim dan apapun dalam warna senada, " kata Stasen. "Denim sering diasosiasikan dengan penampilan kasual, [dan] tidak cocok untuk acara pernikahan. Pilihlah kain yang lebih formal untuk memastikan Anda berpakaian dengan tepat untuk acara tersebut."
"Untuk menghormati pasangan dan kesempatan baik mereka, jangan berpikir dua kali untuk naik level dari denim," tambah Kosich. "Ingat foto bertahan selamanya, dan kamu tidak ingin dikenang sebagai tamu yang mengganggu tersebut."
Mirip dengan neon, Anda harus melewatkan metalik mengkilap di pesta pernikahan. "Selalu ingat bahwa, sebagai tamu pernikahan, Anda berada di sana untuk merayakan pesta kedua mempelai dan tidak menarik perhatian pada diri Anda sendiri," kata Kosich.
"Metalik membuat Anda menonjol dan, pada akhirnya, mengalihkan perhatian para tamu dari mempelai wanita. Simpan gaun metalik Anda yang mencolok untuk pesta koktail berikutnya, bukan pesta pernikahan," lanjutnya.
Banyak dari kita meraih warna hitam ketika kita menginginkan sesuatu yang menarik yang mudah untuk diberi aksesori. Tetapi meskipun memiliki aksen hitam saat menghadiri pernikahan boleh-boleh saja, Spencer mengatakan Anda mungkin ingin memilih sesuatu selain pakaian hitam sepenuhnya dari atas ke bawah.
"Meskipun ini aturan lama, mengenakan pakaian serba hitam ke pesta pernikahan masih bisa diartikan sebagai tanda ketidaksetujuan," katanya. "Namun, jas hitam yang dipasangkan dengan kemeja putih bersih dan dasi yang bagus bisa diterima."
Warna lain yang tidak selalu cocok untuk pernikahan adalah merah, kata West. "Merah cantik untuk hampir semua acara, tapi saya sarankan melewatkannya untuk pernikahan," jelasnya. "Sementara warna ini menyanjung banyak warna kulit dan sering terlihat sangat seksi, warna merah juga bisa mencuri perhatian dan mengambil alih fokus dalam foto dengan pengantin atau pesta pengantin."
Jika Anda merasa memiliki sedikit ruang gerak saat mengenakan pakaian putih di pesta pernikahan, pikirkan lagi. Nuansa apapun yang bahkan sangat dekat harus dihindari untuk menghormati pengantin wanita.
"Putih dilarang untuk pernikahan atau acara pengantin sebagai tamu, tetapi kami harus lebih spesifik. [Anda tidak boleh memakai] warna apapun yang senada dengan putih seperti off-white, krem, putih kulit telur, atau sampanye," kata West.
Spencer mencatat bahwa ini juga berlaku untuk warna seperti abu-abu muda, yang mungkin terlihat putih dalam gambar. Namun, catatan Stasen ada pengecualian kecil, karena pakaian Anda dapat memiliki "petunjuk pola putih", dan Anda juga dapat menggunakan aksesori putih yang lembut.
"Kuncinya adalah menghindari pakaian yang sangat putih yang bisa menyamai pengantin wanita," katanya. "Dengan mengikuti tip etiket sederhana ini, Anda akan memastikan bahwa pengantin wanita tetap menjadi bintang pertunjukan."
Jakarta, Beritasatu.com - Penyanyi Mahalini dikritik netizen karena mengenakan gaun putih saat menjadi penyanyi sebuah pesta pernikahan. Penyanyi yang punya nama lengkap Ni Luh Ketut Mahalini Ayu Raharja itu dianggap netizen melampaui batas karena jadi terlihat lebih cantik dibanding pengantin perempuan.
Seyogyanya menurut mereka Mahalini tidak perlu mengenakan gaun berwarna sama dengan pengantin perempuan. Hal itu menyebabkan pengantin perempuan jadi seakan tenggelam akibat kehadiran penyanyi kelahiran 4 Maret 2000.
"Mahalini pakai gaun putih saat diundang bernyanyi di acara resepsi pernikahan. Mahalini dikritik karena pakai gaun putih, dinilai melebihi pengantin wanita," tulis akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall.
Unggahan itu membuat netizen bereaksi. Banyak dari mereka menyayangkan Mahalini yang dikenal sebagai pribadi yang ramah dan baik hati itu lupa dengan etika tidak tertulis mengenai pesta pernikahan yang salah satunya adalah tamu atau pengisi acara diharapkan tidak mengenakan gaun atau baju yang warnanya sama dengan pasangan pengantin.
"Ternyata etika yg diterapkan Jepang dan Korea utk ke acara kawinan itu memang lebih baik ya. Di sini meski punya nama, artisnya tetap ga mau tersaingi sama ratu sehari. Padahal pengantinnya berkilaunya cuma sehari, klo artisnya sepanjang masa," sindir pemilik akun Instagram @mia_he***.
Hanya saja tidak semua netizen mengkritik keputusan Mahalini mengenakan gaun putih di pesta pernikahan. Menurut mereka Mahalini justru berupaya menghormati pasangan pengantin yang mengundangnya jadi penyanyi pesta pernikahan.
Hingga berita ini diturunkan perdebatan mengenai pantas atau tidaknya Mahalini mengenakan gaun putih masih jadi perdebatan yang memanas antara netizen. Unggahan itu sendiri sudah disukai sebanyak 10.378 dan memuat nyaris 900 komentar.
Suara.com - Kemunculan Lyodra di acara resepsi pernikahan Rizky Febian dan Mahalini disambut dengan baik oleh publik. Apalagi sempat diragukan bahwa Lyodra akan menjadi bridesmaids dalam acara tersebut.
Sebagai pengantin perempuan, wajar jika penampilan Mila jadi sorotan. Kenakan gaun berwarna silver dan riasan natural, perempuan berusia 30 tahun ini tampil bak seorang putri. Berikut sembilan baju dan makeup Jessica Mila di acara resepsi pernikahannya.
Sementara itu, pada resepsi pernikahan di gedung jamuan umumnya disajikan dengan cara prasmanan. Pada resepsi pernikahan di gedung sering tidak dlengkapi dengan kursi untuk duduk tamu atau popular dengan istilah standing party.
Setiap orang dapat berpakaian untuk menampilkan diri sebaik-baiknya. Cara berpakaian merupakan satu di antara faktor-faktor penyebab harga diri. Oleh karena itu, kita harus menyadari benar-benar mengapa dituntut berpakaian pantas sesuai dengan martabat sebagai muslim; tidak sebarang menurut selera pribadi.
Untuk bertamu pada resespi pernikahan, kita mengenakan pakaian luar, yaitu pakaian yang digunakan di atas pakaian dalam dan lazim dipakai keluar rumah dan menerima tamu. Dalam kajian ini, ada dua macam pakaian yang dipaparkan, yakni pakaian kerja dan pakaian bepergian.
Pakaian kerja dibuat sesuai dengan macam pekerjaan. Di antaranya adalah pakaian bengkel, pakaian guru olahraga, dan pakaian petugas laboratorium. Untuk bertamu pada resepsi pernikahan, baik di rumah maupun di gedung, sebaiknya kita tidak mengenakan pakaian kerja yang demikian. Apalagi, pakaian itu sudah terkena keringat, kotoran atau yang berbau tidak enak yang lain. Pakaian kerja model keki dapat juga jika kita pakai untuk menghadiri resepsi pernikahan jika tidak ada kesempatan berganti pakaian yang lazim untuk menghadiri resepsi pernikahan seperti batik atau lurik.
Pakaian yang ketat sehingga lekuk-lekuk tubuh tampak syur kiranya tidak tepat bagi muslimah. Demikian halnya pakaian mini pun tidak pantas. Di samping itu, rias wajah yang menor kiranya tidak cocok. Penggunaan aksesori yang berlebihan pun tidak perlu. Islam menganjurkan kesederhanaan sebagaimana dijelaskan di dalam HR at-Tirmidzi,
Berpakaian-baik tidak didasarkan naluri pribadi, tetapi didasarkan terutama norma Islam. Demi keamaan, berhias tidak berlebihan sangat dianjurkan sebab orang yang hadir pada resepsi pernikahan belum tentu tamu.
Frasa menyeret sarung di dalam hadis itu sudah dipahami oleh umat Islam umumnya, yakni di bawah mata kaki. Telah dipahami pula bahwa yang dimaksud sarung di dalam hadis tersebut termasuk juga celana panjang. Dalam hubungan ini, ada dua pemahaman, (1) pemahaman tanpa memperhatikan frasa karena sombong dan (2) pemahaman dengan memperhatikannya sehingga membolehkan sarung atau celana panjang di bawah mata kaki (isbal) selama tidak dimaksudkan untuk menyombongkan diri. Pemahaman yang kedua itu merujuk pada hadis berikut ini,
Cukup banyak ketentuan yang perlu ditaati. Di antara ketentuan itu adalah memarkir kendaraan, memasuki dan meninggalkan tempat resepsi, mengantre mengisi daftar hadir, meletakkan tali asih di tempat yang disediakan, mengantre menerima atau mengambil jamuan, dan berfoto bersama pengantin.
Membatasi waktu menikmati jamuan dan perbincangan karena tempat VIP biasanya terbatas. Pasti ada tamu lain yang termasuk tamu VIP. Jika ditempatkan sebagai tamu biasa, tetaplah senang. Tidak perlu merasa terhina atau kecewa, apalagi melampiaskan perasaan itu kepada sesama tamu atau orang-orang yang membantu sahibul hajat.
Petugas daftar hadir tamu, mungkin sambil bermain gadget-nya atau ngobrol dengan sesama petugas ketika melayani kita. Boleh jadi pula, ada sesama tamu yang main serobot mengisi daftar hadir lebih dulu.
Jika jamuan disajikan secara prasmanan, telah disiapkan tempatnya oleh sahibul hajat, tetapi sangat mungkin petugas kebersihan belum bekerja secara cepat sehingga ada sampah berserakan karena tidak disediakan tempat sampah di tempat strategis bagi tamu. Ada hal lain yang sering terjadi juga, yakni sesama tamu main serobot mengambil piring, sayur, lauk, dll. lebih dulu.
3a8082e126