Soal Ukom Perawat Pdf 28

0 views
Skip to first unread message
Message has been deleted

Anastacia Iacono

unread,
Jul 7, 2024, 6:27:02 PM7/7/24
to scaradutpo

Saat menjawab soal ukom perawat, kita harus memperhatikan kata kuci yang tedapat pada soal. Kata-kata kunci inilah modal yang bisa kita gunakanuntuk fokus memilih jawaban yang tampak benar, berikut ini contoh kata kunci yang biasanya muncul pada soal ukom perawat.

soal ukom perawat pdf 28


Download >>>>> https://vlyyg.com/2yN014



b. Jenis pemeriksaan penunjang; jenis pemeriksaan penunjang apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
c. Diagnosis paling mungkin; diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
d. Masalah potensial yang paling mungkin, masalah potensial yang paling mungkin pada kasus tersebut?
e. Langkah awal; langkah awal apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
f. Langkah selanjutnya; langkah selanjutnya manakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
g. Rencana asuhan keperawatan ; rencana asuhan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
h. Asuhan yang diberikan ; asuhan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut?
i. Pendidikan kesehatan ; pendidikan kesehatan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
j. Evaluasi asuhan ; evaluasi asuhan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut ?

1. Prioritaskan mencari jawaban untuk soal yang mudah, jangan terpaku pada soal yang sulit. Setelah ujian akan berakhir, kita harus memastikan semua soal telah terjawab. Jawaban benar bernilai positif 1 dan tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban yang salah.

2. Memahami struktur soal. Hal ini penting karena bisa meningkatkan efisiensi saat menjawab soal. Struktur soal ukom pada umumnya terdiri dari: Vignet atau kasus, lead in atau pertanyaan, dan jawaban (terdapat 5 pilihan yaitu a, b, c, d, dan e), dari kelimat jawaban tersebut hanya ada satu jawaban yang benar.

3. Perhatikan badan soal yang biasanya menyajikan kasus klinis. Ada 3 hal penting yang harus diperhatikan yaitu: keluhan utama, data klinis, dan tempat pelayanan yang disebutkan dalam vignet tersebut. Kemampuan menghubungkan 3 hal penting tersebut dapat membantu mengarahkan untuk mengelimininasi jawaban yang salah dan mencari pilihan jawaban yang paling tepat.

Secara khusus, setiap soal kasus (vignette) ini terdiri dari identitas, setting (tempat/lokasi) pelayanan, keluhan utama, data penunjang keluhan utama, data distraktor, data penunjang distraktor, tanda vital, hasil nilai laboratorium, maupun terapi yang dilakukan.

Pada gambar diatas situasinya adalah di rumah sakit. Dan memiliki identitas (pada kalimat warna merah diawal), setting pelayanan (kalimat warna biru), keluhan utama (kalimat warna hijau), data penunjang keluhan utama (kalimat warna hijau), data distraktor (kalimat warna kuning), data penunjang distraktor (kalimat warna merah diakhir), tanda vital (kalimat tanda merah), hasil nilai laboratorium (pada kasus ini tidak ada), maupun terapi yang dilakukan (pada kasus ini tidak ada).

Kemudian, setelah mengetahui pola pada vignette tersebut. Pahami juga pola yang ada pada lead in (pertanyaan). Lead in (pertanyaan) pada soal uji kompetensi perawat itu polanya menanyakan tentang pengkajian, masalah, diagnosa, langkah prosedur, evaluasi, hasil yang diharapkan, pendidikan kesehatan, etik, discharge planning ataupun pemeriksaan khas. Pada contoh gambar dibawah, Lead In-nya adalah pada kalimat warna merah.

Didalam soal, ada pilihan (option) jawaban. Dalam uji kompetensi perawat, hanya ada satu soal yang benar dalam setiap soal. Bagi yang pernah melakukan uji kompetensi perawat, pertanyaaan ini kadang terlihat benar semua. Jika kita mendalami pola pilihan (option) ini dibuat dengan pola bahwa pola yang salah disebut distraktor artinya harus ada juga data distraktor pada vignette, pilihan juga dibuat terdiri dari pilihan dengan msalah yang homogen, pilihan dibuat mirip dengan jawabn yang benar, pilihan merupakan yang masuk akal, serta memiliki kalimat yang panjangnya setara. Nah, jika ada pertanyaan yang lebih pendek atau bahkan lebih panjang bisa jadi itu pertanyaan yang salah.Tapi, kamu harus teliti lagi terhadap pilihan yang ada.

Sejak tahun 2013, lulusan D-III Keperawatan dan Profesi Ners harus mengikuti Uji Kompetensi Perawat secara nasional. Aturan ini kemudian mendapatkan dasar hukum yang jelas dengan terbitnya UU No. 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.

Tidak lulus uji kompetensi perawat sangat lah merugikan, karena meski sudah lulus sebagai perawat (punya ijazah), tapi tidak bisa bekerja sebagai perawat di fasilitas pelayanan kesehatan (RS, Puskesmas, Klinik, dll) karena tidak punya STR. Bahkan untuk mendaftar sebagai PNS pun perawat wajib memiliki STR.

Soal uji kompetensi berjumlah 180 soal yang harus dikerjakan dalam waktu 180 menit. Berarti 1 menit untuk 1 soal. Prioritaskan jawab soal yang dirasa mudah terlebih dahulu. Jangan fokus pada pada soal sulit yang akhirnya menghabiskan waktu.

Setelah soal-soal mudah terjawab seluruhnya, lanjutkan mengerjakan soal sulit yang dilewatkan sebelumnya. Perhatikan waktu ujian. Pastikan seluruh soal terjawab karena tidak ada pengurangan nilai jika jawaban anda salah.

Seorang laki-laki berusia 40 tahun pada hari kedua dirawat di ruang penyakit dalam, masih mengalami nyeri dada hebat ketika beristirahat. Hasil pengkajian: TD 130/95 mmHg, frekuensi nadi 110x/menit, dan frekuensi napas 24x/menit. Hasil pemeriksaan: EKG elevasi pada Segmen ST, sedangkan pemeriksaan enzim jantung belum ada hasilnya.
Apa intervensi keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
A. Pembatasan aktivitas
B. Manajemen nyeri dada
C. Pantau tanda-tanda vital
D. Penuhi kebutuhan oksigen
E. Periksa ulang tes diagnostik

Perhatikan kata-kata kunci dalam pertanyaan, seperti diagnosa prioritas atau prioritas diagnosa, prioritas tindakan, tindakan terpenting atau tindakan prioritas. Bentuk lain bisa berupa kata-kata seperti tindakan pertama, tindakan awal, tindakan segera, segera, awalnya, pertama, atau prioritas.

Tidak seluruh penyakit yang anda pelajari di kampus keluar dalam soal ukom. Misalnya pada soal KMB, sistem pernapasan. Soal yang keluar hanya terdiri dari 3 penyakit, yaitu: askep TBC; askep Asma; dan askep hemopneumothoraks.

Profesi perawat merupakan salah satu pilar utama dalam pelayanan Kesehatan sehingga dengan adanya Undang-Undang Keperawatan harus menjadi momen bangkitnya perawat. Perawat yang memiliki dedikasi, kompetensi diharapkan dapat menyelesaikan beragam permasalahan klinis pasien. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 1796/Menkes/Per/VIII/2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan disebutkan bahwa setiap tenaga kesehatan yang akan menjalankan pekerjaannya wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Kemudian, untuk memperoleh STR, tenaga kesehatan harus memiliki ijazah dan sertifikat kompetensi. Ijazah dan sertifikat kompetensi diberikan kepada mahasiswa setelah dinyatakan lulus ujian program pendidikan dan uji kompetensi. Uji kompetensi nasional adalah salah satu upaya untuk meningkatkan mutu dan standardisasi kemampuan perawat khususnya perawat dijenjang S1 dan Ners.

Upaya peningkatan kesiapan institusi kesehatan terhadap pemberlakuan UKOM harus ditindaklanjuti dengan kemampuan pembuatan soal yang berkualitas, komprehensif, dan sesuai dengan tingkat kompetensi perawat S1 Ners. Oleh karena itu, diperlukan adanya workshop Penyusunan Soal (Item Development) bagi tenaga dosen khususnya di lingkungan Program Studi Keperawatan Program Profesi Ners untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam membuat soal uji kompetensi sehingga dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Di latarbelakangi oleh hal tersebut, FIKES UNIMMA menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengembangan Soal UKOM pada tanggal 23 Agustus 2023 di Rumah Makan Kebon Tebu, Magelang. Narasumber kegiatan ini adalah Dr. Ns. Dwi Heppy Rochmawati, M.Kep, Sp.Kep,J (Dosen Keperawatan UNISSULA Semarang) dan Ns. Muhammad Khoirul Amin, M.Kep, Sp.Kep.J (Dosen FIKES UNIMMA). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan skill dosen dalam menyusun soal UKOM standar ujian nasional, mengembangkan bank soal institusional dan propinsi, serta mencari calon pengembang, reviewer, dan pelatih soal nasional. Acara ini diawali dengan pembukaan, sambutan dari Ns. Priyo, M.Kep (Kaprodi Profesi Ners) yang disusul oleh dibukanya acara oleh Dr. Heni Setyowati Esti Rahayu, S.Kp, M.Kes (Dekan FIKES UNIMMA). Selain itu, acara tersebut juga diisi dengan diskusi kurikulum dan Karya Ilmiah Akhir Ners.

Sejak diterapkan tahun 2014, uji kompetensi hingga kini masih menjadi tantangan bagi para lulusan perawat baik vokasi maupun ners. Pasalnya, untuk bekerja pada pelayanan kesehatan seorang perawat harus memiliki Sertifikat Kompetensi (Serkom) yang hanya bisa didapatkan jika telah dinyatakan lulus dalam uji kompetensi secara nasional.

Uji kompetensi untuk perawat telah diatur dalam UU No. 38/2014 tentang keperawatan dan UU No. 36/2014 tentang tenaga kesehatan. Masalahnya hingga kini masih banyak para lulusan yang belum mampu mengerjakan soal-soal dengan benar yang membuat mereka tidak lulus uji kompetensi.

Untuk itu perlu dilakukan persiapan yang matang dalam mengikuti uji kompetensi ini. Soal-soal yang diberikan dalam ukom tentunya pasti sesuai dengan kompetensi yang telah diajarkan selama kuliah pada pendidikan keperawatan namun jenis soal yang diberikan perlu dilakukan analisis yang benar sehingga jawaban yang dipilih tepat. Dalam ukom terdapat 180 soal yang harus dikerjakan selama kurun waktu 180 menit (3 jam).

Sebelum membaca kasus pada soal ukom, pastikan terlebih dahulu untuk membaca pertanyaan dari kasus tersebut apa, apakah tentang pengkajian, masalah/diagnosis keperawatan, intervensi atau evaluasi. Setelah mengetahui pertanyaan soal, hal yang perlu dilakukan adalah menganalisis kasus dengan melihat atau mengkategori data mayor (fokus dan paling kuat) dan mengenali data abnormal. Perlu diingat bahwa setiap soal yang dibuat pasti diarahkan ke satu jawaban yang paling tepat. JANGAN PERNAL MEMILIH JAWABAN YANG HANYA MEMILIKI SATU DATA SAJA APALAGI DATA HANYA MINOR!.

Pada saat jaga di Unit Gawat Darurat, terdapat 5 pasien masuk karena kecelakaan datang secara bersamaan. Pasien pertama berteriak-teriak dan perdarahan di tungkai. Pasien kedua tampak diam, perdarahan di kepala. Pasien ketiga mengeluh nyeri dada sejak 2 jam yang lalu, pasien keempat mengeluh sesak berat dan nampak gelisah dan pasien kelima mengalami fraktur terbuka pada kaki kanan.

b1e95dc632
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages