Download Lagu India

0 views
Skip to first unread message

Herodoto Tenk

unread,
Aug 4, 2024, 1:46:47 PM8/4/24
to satedrowsli
LaguIndia banyak digemari oleh orang Indonesia sebab nadanya yang mirip dengan lagu dangdut. Beat dan melodinya cepat sehingga cocok untuk dipakai berjoget ria. Tapi ada juga yang mellow dan cocok untuk menemani kegalauanmu.

Lagu India sendiri memiliki banyak genre lho, namun yang terkenal adalah lagu India yang dijadikan OST film-film lawas. Jika kamu suka lagu Kuch-Kuch Hota Hai, maka kamu juga akan suka rentetan lagu India di bawah ini.


Lagu yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga. Salah satu lagu India paling populer dan tak lekang oleh waktu adalah Kuch-Kuch Hota Hai yang dijadikan soundtrack film dengan judul yang sama.


Dengan perkembangan industri lagu Aceh yang semakin pesat, perhatian masyarakat semakin tinggi pula terhadap industri lagu Aceh. Tidak jarang masyarakat Aceh menemukan irama lagu India yang sudah mereka tonton sebelumnya diadopsi oleh irama musik Aceh dengan hanya mengganti liriknya ke dalam Bahasa Aceh. Penelitian ini mengemukakan alasan masyarakat Aceh menyukai lagu India dan bagaimana tanggapan pelaku musik Aceh terhadap perkembangan lagu Aceh yang dipengaruhi lagu India.


Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan instrument penelitian kuisioner, wawancara, dan dokumen. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Aceh dan sampelnya adalah 5 orang masyarakat asal masing-masing kabupaten/kota di Aceh (secara random) dan 3 produser/penyanyi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan masyarakat Aceh menyukai lagu India adalah karena seringnya menonton film India dan lagu-lagu soundtrack-nya sering diputar di tempat-tempat umum di Aceh. Selanjutnya, tanggapan produser/penyanyi musik Aceh terbagi menjadi dua, yaitu menolak adopsi lagu India ke dalam lagu Aceh dengan hanya mengganti liriknya dengan alasan seorang artis seharusnya menghormati artis lainnya. Ada pula produser/penyanyi yang menerima adopsi ini karena hanya ingin menyajikan musik yang diinginkan masyarakat Aceh itu sendiri.


Melisa, Indriana Putri. (2015). Tayangan India dalam Industri Televisi Indonesia (Studi Kasus tentang Komodifikasi pada Trend Program India Periode 2014-2015). Tesis. Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.


All writings in this journal are the full responsibility of the author. Tamumatra : Jurnal Seni Pertunjukan provides open access to benefit anyone with valuable information and findings. Tamumatra : Jurnal Seni Pertunjukan can be accessed free of charge at no cost, following the creative commons license. Authors who publish articles in the Tamumatra : Jurnal Seni Pertunjukan must comply with the following conditions:


The author retains the copyright and grants the right of first publication with the work licensed simultaneously under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) license, allowing others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.

Authors may make additional separate contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published journal version of the work (for example, posting it to an institution or publishing it in a book), acknowledging its initial publication in this journal.




Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, on institutional repositories or websites) before and during the submission process, resulting in a productive exchange and earlier and more extensive citations of the published work.



All articles in this journal are the sole responsibility of the author. Tamumatra : Jurnal Seni Pertunjukan provides open access to benefit anyone with valuable information and findings. Tamumatra : Jurnal Seni Pertunjukan can be accessed and downloaded for free, following the creative commons license.


Dua pria India berpakaian Barat berdiri di depan sebuah istana yang megah, dikelilingi oleh perempuan Inggris yang mengenakan gaun anggun dan pria Inggris dengan jas yang menawan. Adegan tersebut mewakili pertarungan antara Inggris dan negara jajahannya India pada awal abad ke-20.


"Naatu Naatu" berarti "tari tari" dalam bahasa Telugu, bahasa yang dituturkan oleh lebih dari 80 juta orang di negara bagian Andhra Pradesh dan Telangana di India selatan. Lagu tersebut ditampilkan dalam film "RRR" (Rise, Roar, Revolt) yang menceritakan kisah Alluri Sitarama Raju dan Komaram Bheem, dua tokoh dari tahun 1920-an yang berjuang untuk kemerdekaan India dari kekuasaan Inggris.


Komposisi karya M.M. Keeravani ini baru-baru ini memenangkan Golden Globe untuk lagu orisinal terbaik, dan juga mendapat penghargaan yang sama dari US-Canadian Critics' Choice Awards di Los Angeles. Lagu ini juga masuk dalam daftar nominasi Oscar 2023.


Lagu itu memiliki energi yang luar biasa. Pendiri perusahaan PR India Cinejosh Parvathaneni Rambabu menulis di situs webnya bahwa "tarian berdebu dengan musik yang menghentakkan kaki" membuat musik dan tarian ini begitu menarik, begitu pula fakta bahwa itu adalah metafora untuk mengalahkan kekuatan kolonial Inggris.


Chris Willman dari majalah film Variety mendeskripsikan "Naatu Naatu" sebagai "tarian yang dikenal di seluruh penjuru dunia sebagai salah satu adegan film paling menarik pada tahun 2022." Dia menyebut lagu itu sebagai "ledakan adrenalin musik film" yang energinya kemungkinan besar dapat meningkatkan peluang lagu tersebut untuk unggul dalam kompetisi Oscar.


Hal lain yang membuat "Naatu Naatu" dan popularitas internasionalnya istimewa bagi orang India adalah bahwa ini bukanlah produksi Bollywood, melainkan Tollywood. "RRR" bukanlah film Hindi yang diproduksi di studio di Mumbai, sebelumnya Bombay (Bollywood = Bombay + Hollywood), tetapi film Telugu yang dibuat di India selatan (Telugu + Hollywood = Tollywood).


Kepada situs berita India The News Minute, manajer lokasi "RRR's" TM Natarajan mengatakan, mereka harus bernegosiasi dengan pejabat Kyiv, termasuk Walikota Vitali Klitschko, untuk mendapatkan izin pembuatan film. Pejabat Ukraina setuju setelah mengetahui reputasi sutradara Telugu SS Rajamouli dan kemungkinan film tersebut akan populer. Produksi film lagu yang melibatkan sekitar 1.000 personel ini memakan waktu 17 hari. (yf/gtp)


Puisi tersebut adalah sebuah lagu kebangsaan untuk Tanah Air. Puisi tersebut memainkan peran penting dalam gerakan kemerdekaan India, yang pertama kali dinyanyikan dalam konteks politik oleh Rabindranath Tagore pada sesi 1896 Kongres Nasional India.[2]


Berikut ini adalah terjemahan dalam prosa yang terdiri dari dua stanza yang dibuat oleh Aurobindo Ghose. Terjemahan tersebut juga diadopsi oleh portal nasional Pemerintah India.[2] Vande Mataram yang asli terdiri dari enam stanza dan terjemahan dalam bentuk prosa untuk puisi lengkapnya buatan Shri Aurobindo muncul dalam Karmayogin, 20 November 1909.[6]


Selain diterjemahkan dalam bentuk prosa, Sri Aurobindo juga menerjemahkan Vande Mataram dalam bentuk ayat yang dikenal sebagai Mother, I Salute to Thee.[7] Sri Aurobindo berkomentar terkait terjemahan bahasa Inggris buatannya dari puisi tersebut:[8]


Beberapa organisasi Muslim di India mengeluarkan fatwa menentang nyanyian Vande Mataram, karena memberi kesan penyembahan terhadap Bunda India, yang mereka anggap sebagai perbuatan syirik (politeisme).[9] Institusi Muslim pada umumnya memandang Vande Mataram berada dalam cahaya gelap. Meskipun sejumlah organisasi dan orang-orang Muslim menentang Vande Mataram digunakan sebagai sebuah "lagu nasional" India, atas beberapa alasan keagamaan, beberapa orang Muslim mengakui dan menyanjung karya tersebut sebagai "Lagu Nasional India". Arif Mohammed Khan, seorang mantan Menteri Serikat dalam pemerintahan Rajiv Gandhi, menulis sebuah terjemahan Urdu dari lagu tersebut yang dimulai dengan baris Tasleemat, maan tasleemat.[10]


Badan Ulama Sunni Seluruh India pada 6 September 2006, mengeluarkan sebuah fatwa yang memperbolehkan umat Muslim untuk menyanyikan dua versi pertama dari lagu tersebut. Presiden Badan tersebut yang bernama Moulana Mufti Syed Shah Badruddin Qadri Aljeelani berkata bahwa "Jika kamu berlutut di hadapan ibumu dengan rasa hormat, tindakan tersebut bukanlah perbuatan syirik namun hanya penghormatan."[11]


Pada 2013, seorang anggota parlemen Muslim, Shafiqur Rahman Burq, berjalan ke luar Lok Sabha ketika lagu tersebut dimainkan, dan berkata bahwa sebagai seorang Muslim ia tidak boleh menunjukan rasa hormat terhadap lagu tersebut.[12]


Fr. Cyprian Kullu dari Jharkhand berkata dalam sebuah wawancara dengan AsiaNews: "Lagu tersebut adalah bagian dari sejarah dan perayaan nasional dan agama kami. Vande Mataram secara sederhana merupakan sebuah lagu nasional tanpa konotasi apapun yang mencederai agama apapun."[13] Namun, beberapa institusi Kristen seperti Sekolah Konven Bunda dari Fatima di Patiala tidak menyanyikan lagu tersebut pada hari peringatannya yang ke-100 seperti yang dimandatkan oleh negara bagian tersebut.[14]


Selain itu, meskipun identik sekali dengan lagu upbeat, sebenarnya banyak juga lagu-lagu ballad India yang enak-enak. Lengkap, deh, segala macam ada. Penasaran dengan lagu India apa saja yang enak-enak? Berikut ini daftar rekomendasinya


Humko Humise Chura Lo juga merupakan soundtrack dari film yang dibintangi oleh Shah Rukh Khan. Melalui lagu ini, pendengar diceritakan tentang perasaan ingin memiliki yang berasal dari kekaguman yang dalam.


Badri Ki Dulhania sudah ditonton oleh lebih dari 700 juta kali di YouTube, lho, Toppers. Tak heran lagu ini populer banget, karena lagunya memang bikin senang dan asik dibawa bergoyang!. Lagu ini merupakan soundtrack dari film Badrinath Ki Dulhania.


Lagu yang satu ini juga memiliki views yang cukup fenomenal di YouTube, yaitu lebih dari 600 juta. Jadi, lagu ini memang terkenal banget, Toppers. Nashe Si Chadh Gayi dinyanyikan oleh Arijit Singh dan merupakan OST dari film BEFIKRE.


Merupakan OST dari film dengan judul yang sama, views dari video lagu ini pada channel YouTube T-Series sudah melebihi satu miliar! Tentu saja, itu bukanlah angka yang main-main. Film Laung Laachi sndiri dirilis 3 tahun lalu yakni pada 9 Maret 2018.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages