Fauzi Bowo

0 views
Skip to first unread message

sastrawan jogja

unread,
Jul 8, 2012, 9:27:55 PM7/8/12
to sastrawanjogja
http://nusantara.rmol.co/read/2012/07/08/70161/Lima-Kebohongan-Fauzi-Bowo-Dibongkar-#.T_ofw4E2urg.facebook

Lima Kebohongan Fauzi Bowo Dibongkar

RMOL. Ada lima kebohongan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Fauzi
Bowo. Pertama adalah klaim mengenai pendidikan gratis 12 tahun. Fakta
dan data di lapangan justru menunjukkan bahwa biaya pendidikan
khususnya sumbangan gedung, buku, dan lain-lain justru sangat
memberatkan masyarakat. Apalagi ketika tingkat kemiskinan di Jakarta
mencapai 12,7 persen, jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Demikian disampaikan Sekjen Himpunan Pasca Sarjana UI Adjie Prayito
dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Minggu (8/7).

"Masyarakat umum, khususnya remaja dan mahasiswa, tidak boleh netral
atau golput. Kita harus bisa tentukan sikap dengak akal sehat.
Setidaknya kita sadar bahwa Fauzi Bowo tidak bisa diterkuskanlagi,"
beber Adjie

Kedua adalah kebohongan mengenai kesehatan gratis untuk penduduk
miskin. Fakta dan kesaksian masyarakat justru membuktikan bahwa
jangankan mendapatkan pengobatan gratis, masyarakat justru dibebani
dengan biaya siluman ketika harus mendapatkan Surat Keterangan Tanda
Miskin (SKTM).

"SKTM itu juga bukti Fauzi Bowo sangat tidak ahli. SKTM menciptakan
kesenjangan di masyarakat dan membunuh mental masyarakat miskin karena
mereka diberi incentive dengan mengaku miskin," tambah Adjie.

Kebohongan ketiga adalah pernyataan Fauzi Bowo bahwa Banjir Kanal
Timur (BKT) merupakan insiatif dan prestasi dari Pemda DKI. Padahal,
BKT merupakan inisiatif dari mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan
dikerjakan Pemerintah Pusat sesuai dengan laporan yang dikeluarkan
oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Kebohongan keempat adalah pernyataan Fauzi Bowo bahwa masalah
kependudukan dan pendataan KTP yang sudah mulus.

"Buktinya E-KTP justru ditunda setelah Pilkada. Kalau memang komit mau
menyempurnakan kependudukan ya ujiannya di Pilkada ini. Sebaliknya DPT
malah amburadul, sehingga patut dicurigai," kata Adjie.

Kebohongan kelima adalah janji Fauzi Bowo bahwa MRT sudah selesai
tahun 2013. "Padahal tendernya saja baru mau mulai September tahun
ini. Sangat memalukan bahwa sudah gagal tapi malah mau terus
mendzolimi publik. Apalagi diskriminasi yang dilakukan Pemprov DKI
Jakarta terhadap kandidat gubernur lain selama Pilkada ini," demikian
Adjie. [arp]

sastrawan jogja

unread,
Jul 8, 2012, 9:29:26 PM7/8/12
to sastrawanjogja
http://nusantara.rmol.co/news.php?id=70159

Himpasca UI Ajak Rakyat Untuk Lawan Fauzi Bowo

RMOL. Himpunan Alumni Pasca Sarjana (Himapasca) Politik UI menyatakan
keprihatinannya atas ketidakperdulian masyarakat Jakarta terhadap
Pilkada Gubernur DKI Jakarta yang akan ditentukan tanggal 11 Juli 2012
nanti.

Sebagaimana yang dirilis oleh lembaga Puskapol (Pusat Kajian Politik)
beberapa minggu lalu, ketidakpedulian masyrakat Jakarta terhadap
pilkada Jakarta mencapai 63 persen.

"Himapasca UI prihatin, karena masyarakat Jakarta sepertinya terlalu
sibuk dan tidak perduli dengan siapa pun Gubernur yang nantinya akan
terpilih. Fakta tersebut sangatlah berbahaya, karena sudah jelas
kondisi Jakarta yang semakin parah di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo
dalam lima tahun terakhir terbukti tidak dapat menyelesaikan apa-apa.
Sudah jelas tidak ada satupun janjinya yang ditepati oleh Fauzi Bowo,"
tegas Ketua Himapasca UI, Agung Suprio, dalam keterangan pers yang
dikirim kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu, Minggu (8/7)

Untuk itu, Himpasca UI mengajak masyarakat untuk peduli dan
menggunakan akal sehat. Jika sudah menggunakan akal sehat maka cukup
jelas bagi masyarakat bahwa kenyataannya Jakarta semakin parah.
Sehingga tidak memerluka analisa dan data yang rumit.

"Kalau sampai Fauzi Bowo masih ada, yang mendukung berarti masyarakat
Jakarta semakin kehilangan akal sehat dan kepedulian," terang Agung.

Mengutip perkataan Prof. Tjipta Lesmana dan Dr. Andrinof Chaniago
bahwa Pilkada saat ini sangat memihak incumbent. Pasalnya tidak ada
cukup waktu bagi kandidat lain untuk mensosialisasikan kecerdasan
emosional dan rasionalnya.

Bahkan kata Agung seperti apa yang dikatakan Andrinof, ajakan akal
sehat ini sangat penting untuk membangunkan penduduk Jakarta yang akal
sehatnya sedang 'tidur' sekarang ini terlena dengan tampilan citra dan
iklan saja. Menurutnya pilkada Jakarta lebih baik dikembalikan ke
sistem kampanye ideologis sehingga terjadi adu substansi. [arp]
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages