Dear Sapa,
Musyawarah desa di salah satu desa tradisional di Bangli yaitu Desa Bayung Gede berlangsung seru dan menyenangkan. Ini even pertama mereka menyusun RPJMDEsa secara partisipatif. Adat istiadat di desa ini unik. salah satu yang khas adalah struktur bangunan rumah di Desa Bayung Gede juga unik. Dinding rumah terbuat dari bedeg dan semua tiang-tiang utama rumah adalah balok kayu yang ditautkan sedemikian rupa, atap terbuat dari atap sirap bambu.
Zaman lampau saat sumber daya alam masih berlimpah, maka bahan bangunan dapat diperoleh dengan menebang pohon dan bambu di hutan. Namun saat ini kondisi itu sudah tidak mungkin lagi. Bahan-bahan bangunan untuk membangun rumah tradisional Desa Bayung Gede menjadi mahal.
Ada 42 keluarga dari 560 keluarga di Desa Bayung Gede penerima KPS dan masyarakat setuju bahwa memang mereka adalah kelompok masyarakat yg termiskin di desa tersebut. Keluarga penerima KPS tersebut umumnya menempati rumah warisan orangtua mereka yang saat ini sudah mulai lapuk, bocor dan tidak layak untuk ditempati.
Masyarakat setuju bahwa mereka layak menerima dukungan program Bedah rumah tapi masyarakat yg hadir dalam pertemuan Muswarah Desa tidak setuju bila keluarga2 tersebut membangun rumah yang tidak sesuai dengan struktur bangunan tradisional. Sementara anggaran untuk bedah rumah dari dana APBD hanya 30 juta dan dari Kemenpera bahkan hanya 7,5 juta saja. Mereka akan membahas masalah ini lebih lanjut dalam pertemuan adat.
Salam,
debora