PRAYA (LOMBOK TENGAH) SK - Temuan Kegiatan PNPM Paling bermasalah versi TALENTA FM yang pertama yakni Dugaan Pengemplangan dana Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) di Kecamatan Janapria. Tidak tanggung-tanggung dana yang diselewengkan mencapai Dari Rp.206.900.000. Hal tersebut membuat sejumlah pihak tercengang karena sejumlah oknum Kades, pengurus kelompok SPP dan Pelaku PNPM diduga ikut terlibat.
.jpg)
Bendahara UPK PNPM Janapria Ida Rosida menyebutkan, adapun modus para oknum yakni dengan berpura-pura membuat kelompok SPP, namun setelah dana dicairkan, ternyata dana diambil oleh sang oknum dan tidak pernah sedikitpun diberikan kepada anggota kelompok yang seharusnya menerimanya.”Saat diperifikasi oleh Tim Perifikasi semua kelompok memang hadir dengan anggotanya, makanya Tim Perifikasi meloloskanya dan menyatakan layak mendapat SPP tetapi saat dana itu diberikan ke warga, ada yang diambil lagi oleh oknum tersebut. Mereka para oknum itu sudah mengakui dan sanggup mengemablikan dana tersebut,”Ungkapnya.
Adapun para okum yang terlibat tersebut antara lain, PJOK PNPM janapria yang diduga mengemplang dana SPP sebesar Rp.54.300.000, dan baru mengembalikan dana sebesar Rp.31.300.000 dan sisa yang belum dikembalikan Rp.23.000.000. kemudian Ketua BKAD menggelapkan dana SPP Rp.10.000.000 dan baru mengembalikan hanya Rp.3.250.000 saja, sisanya Rp.6.750.000 belum juga mau dikembalikan. Ada juga Ketua UPK PNPM Janapria diduga mengambil dana SPP dan digunakan untuk kepentinganya sendiri sebesar Rp. 32.100.000 dan baru mengembalikan Rp.14.875.000 dan sebanyak Rp.17.225.000 hingga saat ini belum ada tanda-tanda mau dikembalikan.
Selain para pelaku PNPM dikecamatan tersebut, sejumlah kades dan mantan kades juga diduga ikut ambil bagian mengeroyok dana SPP tersebut antara lain, kades saba Rp.8000.000 dan baru mengembalikan Rp.4000.000, kades Loang Maka Rp.20.000.000 sudah mengembalikan Rp.7000.000, kades Pendem Rp.40.000.000 dan baru mau mengembalikan Rp.8.000.000, dan Kades Setute Rp.7.500.000 dan mengembalikan Cuma Rp.4000.000. Ketua oknum kelompok SPP juga rupanya tidak mau ketinggalan untuk mengemplang dana SPP tersebut yakni ketua Kelompok SPPLoang Bau II sebesar Rp.20.000.000. dan baru mengembalikan Rp.4000.000 dan Pembina kelompok SPP Pada Suka Makbul yang juga seorang guru sebesar Rp.15.000.000 yang hingga saat ini belum juga sedikitpun mengembalikan dana. Dari hasil kalkulasi jumlah dana yang dikembalikan, maka sebanyak Rp.130.475.000 diduga masih berada ditangan para pelaku.(sading)