Tidak hanya itu, lanjut Kiai Marzuki, makam-makam ulama Ahlussunnah wal Jamaah juga digusur dan kitab-kitabnya dibakar. Kemudian setelahnya, menerbitkan kembali kitab Shahih Bukhari, Muslim, atau pun kitab tafsir versi mereka yang telah dilakukan perubahan.
Di pondok pesantren Al Ghozali, para santri mempelajari berbagai macam kitab kuning, seperti Kitab Safinatunnaja untuk pemahaman pada bidang Fikih Ibadah, Kitab Amtsilati Jepara untuk pemahaman pada tata bahasa/gramatikal bahasa Arab, Kitab Nurudzolam untuk pemahaman pada bidang Tauhid dan tak terkecuali kitab Mukhtarul Hadits.
Kegiatan pengajian ini rutin dilaksanakan setiap hari sabtu pagi dan bertempat di majelis dengan diikuti oleh seluruh santri, baik santri putra maupun santri putri. Adapun kegiatan pengajian kitab mukhtarul hadits ini berisikan pemaknaan kitab perkata dengan bahasa Jawa. Setelah pemaknaan kitab, ustaz menjelaskan maksud dari hadits tersebut. Dan terkadang ustaz menunjuk beberapa santri untuk membaca kembali kitab beserta terjemahan perkatanya dengan menggunakan bahasa Jawa.
aa06259810