Kemusnahan Bangsa Yahudi Sebanyak Dua Kali: Kapan Dan Bagaimana?

557 views
Skip to first unread message

Abu Färrell

unread,
May 1, 2012, 5:12:38 AM5/1/12
to salaf-a...@googlegroups.com
Kemusnahan Bangsa Yahudi Sebanyak Dua Kali: Kapan Dan Bagaimana? 
by Infitah 

Telah berfirman Allah SWT di dalam Surah al-Isra 'ayat 4-8:

وقضينآ إلى بني إسرائيل في ٱلكتاب لتفسدن في ٱلأرض مرتين ولتعلن علوا كبيرا * فإذا جآء وعد أولاهما بعثنا عليكم عبادا لنآ أولي بأس شديد فجاسوا خلال ٱلديار وكان وعدا مفعولا * ثم رددنا لكم ٱلكرة عليهم وأمددناكم بأموال وبنين وجعلناكم أكثر نفيرا * إن أحسنتم أحسنتم لأنفسكم وإن أسأتم فلها فإذا جآء وعد ٱلآخرة ليسوءوا وجوهكم وليدخلوا ٱلمسجد كما دخلوه أول مرة وليتبروا ما علوا تتبيرا * عسى ربكم أن يرحمكم وإن عدتم عدنا وجعلنا جهنم للكافرين حصيرا

1. Dan Kami menyatakan kepada Bani Israel dalam Kitab itu: Sesungguhnya kamu akan melakukan kerusakan di bumi (Palestina) dua kali dan sesungguhnya kamu akan terjadi kesombongan dengan melampaui.

2. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) kali yang pertama dari dua (kedurhakaan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang memiliki kekuatan dan amat ganas serangannya lalu mereka menjelajah di segala ceruk wilayah (membunuh dan membinasakan kamu) dan ( sebenarnya peristiwa itu) adalah satu janji yang tetap berlaku.

3. Kemudian (setelah kamu bertaubat), Kami kembalikan kepada kamu kekuasaan untuk mengalahkan mereka dan Kami beri kepada kamu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kaum yang lebih besar.

4. Jika kamu berbuat baik (berarti) kebaikan yang kamu lakukan adalah untuk diri kamu dan jika kamu berbuat jahat, maka (dampaknya yang buruk) berbalik ke diri kamu juga. Oleh itu, apabila datang saat hukuman (membalas perbuatan durhaka kamu) kali kedua, (Kami datangkan orang-orang kamu) untuk memuramkan muka kamu (musuhmu) dan untuk memasuki masjid (Yerusalem) sebagaimana mereka telah memasukinya pada kali yang pertama dan untuk menghancurkan apa saja yang mereka telah kuasai, dengan sehancur-hancurnya.

5. Mudah-mudahan Tuhan kamu akan mengasihani kamu (kalau kamu bertaubat) dan jika kamu kembali (menderhaka), maka Kami pula akan kembali (menyeksa kamu di dunia); dan kami telah jadikan neraka: Penjara untuk orang-orang kafir (di akhirat) .

Kutipan ayat-ayat di atas merupakan satu kisah penting mengenai bangsa Yahudi. Anda harus mengulang kembali setidaknya kisah Nabi Ibrahim, Ishaq, Musa, Ya'qub, Yusuf, Sulaiman dan Daud yang memimpin bani Israel untuk mengetahui sejarah mereka. Allah memilih bani Israel untuk menguasai Palestina beberapa kali di bawah pimpinan nabi-nabi tadi. Ayat-ayat di atas agak mudah dipahami, seperti berikut:

1. Setelah berkuasa, bangsa Yahudi akan membuat kerusakan besar di muka bumi sebanyak dua kali.

2. Setiap kali mereka membuat kerusakan, maka Allah akan azab kepada mereka dengan implikasi yang berbeda.

3. Balasan untuk kerusakan kali pertama, adalah mereka akan diserang oleh kaum lain yang gagah perkasa, lantas dikalahkan. Akan tetapi sebagian mereka bertobat, dan Allah beri mereka kesempatan kembali untuk berkuasa di bumi, khususnya di Yerusalem. Allah menganugerahkan keturunan yang banyak dan harta yang melimpah ruah untuk menguasai kembali bumi.

4. Setelah mendapat kekuasaan kembali, sekali lagi untuk kali kedua mereka akan melakukan kerusakan.

5. Balasan untuk kerusakan kali kedua ini adalah mereka akan dikalahkan dengan sehancur-hancurnya.

Saya akan coba berbagi interpretasi ulama terhadap ayat-ayat di atas melalui soal-jawab di bawah:

S: Apakah maksud kerusakan di dalam ayat di atas?
J: Allah menggunakan kata fasad sebagai merujuk pada kerusakan yang dilakukan oleh Yahudi ke atas muka bumi. Di dalam bahasa Arab, fasad berarti kerusakan yang dilakukan oleh seseorang yang awalnya baik, lalu berubah menjadi jahat dan membuat kerusakan. Orang Yahudi dahulu adalah terdiri dari bangsa terpilih, karena mereka dipimpin oleh banyak Nabi.

Mereka juga diberikan beberapa kitab dan suhuf, seperti kitab Taurat yang diwayhukan kepada Musa. Antara contoh kitab-kitab kecil lain atau suhuf yang dikaruniakan Allah kepada mereka adalah kitab yang diturunkan kepada Nabi Ash'iya ', Armiya', Kharqiyal, Daniyal dan Malakhi. Akan tetapi sejarah membuktikan yang banyak mereka, apakah ketika nabi masih hidup, atau terutama setelah kewafatan nabi pemimpin mereka, mengganti ajaran agama seperti di dalam kitab suci tersebut. Bahkan ada yang bertindak menyembah berhala dan sapi. Ini adalah antara kerusakan yang mereka lakukan. Setelah mereka mengubah ayat Allah, maka banyaklah lagi kerusakan-kerusakan lain yang mereka lakukan di dunia ini.

S: Di manakah kerusakan yang mereka lakukan di dalam ayat di atas? Apakah semata-mata di Yerusalem saja?

J: Meskipun banyak terjemahan al-Quran menyebut maksud al-ardh di dalam ayat di atas sebagai merujuk ke Yerusalem, akan tetapi para ulama juga berpendapat yang ia adalah berarti setiap tempat di dunia ini secara umum. Justru, yang dimaksud dengan ayat di atas adalah orang Yahudi akan membuat kerusakan di mana-mana tempat di muka bumi sebanyak dua kali.

Misalnya, dalam sejarah, mereka pernah membuat kerusakan di Mesir saat zaman nabi Musa dan di Yatsrib / Madinah al-Munawwarah saat zaman nabi Muhammad  SAW. Cuma kebetulan sejarah telah menyaksikan yang mereka sering menguasai Yerusalem dibandingkan tempat-tempat lain, justru banyak kerusakan yang mereka lakukan di kota suci tersebut.

S: Merujuk ayat di atas, kapan terjadinya kedua kerusakan yang mereka lakukan di bumi ini, dan kapan mereka dihancurkan?

J: Ulama tidak sepakat terhadap kapan mereka membuat kerusakan dan dihancurkan.

Antara pandangan yang masyhur adalah seperti yang dilaporkan oleh Ibn 'Asyur di dalam kitab tafsirnya al-Tahrir wa al-Tanwir. Bani Israel berada di puncak penguasaan mereka terutama di kota Sham yang berupa Yerusalem saat pemerintahan nabi Daud dan nabi Sulaiman.

Orang Yahudi tidak menganggap Sulaiman dan Daud sebagai nabi, tetapi hanyalah sebagai raja saja. Nabi Sulaiman wafat sekitar 900 SM. Setelah kewafatan beliau, orang Yahudi kembali kufur dengan ajaran Allah. Mereka kembali menyekutukan Allah dan membuat zalim terhadap bangsa lain. Berikut adalah kerusakan kali pertama.

Efeknya, mereka dihukum oleh Allah dengan dikalahkan oleh kerajaan Babilonia di bawah pimpinan Nebuchadnezzar (dalam Arab disebut sebagai Bukhtansar) dalam serangkaian peperangan, yang besarnya terjadi pada tahun 606 SM, 589 SM (sehingga banyak bangunan emas Haikal Sulaiman dirampas oleh Babylon) dan puncak kejatuhannya adalah pada tahun 588 SM. Ketika itu, Yerusalem hancur musnah sama sekali, dan Haikal Sulaiman telah dibakar oleh Babylon.

Orang Yahudi telah dijadikan tawanan dan dibawa ke Babel sebagai budak mereka. Mereka bertobat dan kembali kepada ajaran Allah. Akhirnya, Allah karuniakan kepada mereka dengan keturunan yang banyak serta harta yang banyak di Babylon. Kebetulan, setelah kematian Nebuchadnezzar, pemerintah Babylon semakin lemah. Dan akhirnya pemerintah Babilonia telah dikalahkan oleh pemerintah Persia.

Raja Persia memberikan izin kepada orang-orang Yahudi untuk kembali ke Yerusalem. Sekembalinya mereka ke Yerusalem, mereka pun membangun kembali Haikal Sulaiman. Setelah beberapa kali perubahan pemerintahan di wilayah itu, akhirnya mereka membangun kerajaan sendiri di sana.

Akan tetapi, orang Yahudi tidak pernah bersyukur dengan nikmat yang Allah berikan kepada mereka. Mereka kembali kafir, dan membuat kerusakan kali kedua di Yerusalem. Ini termasuk tindakan mereka membunuh nabi mereka sendiri yaitu Yahya dan Zakariya, serta membuat perencanaan coba membunuh nabi Isa.

Sebagai hukumannya, Allah mentaqdirkan yang mereka dikalahkan oleh Kerajaan Romawi sekitar tahun 40 M. Orang Yahudi dikalahkan sehina-hinanya. Mereka telah diusir orang pemerintah Romawi, lalu merempat di seluruh tempat di muka bumi ini. Ada yang merempat ke semenanjung tanah Arab, seperti Yahudi Bani Nadhir dan Qainuqa 'di Yatsrib, ada yang merempat ke benua Eropa dan ada juga yang merempat hingga ke Asia jauh. Di Malaysia sendiri, terdapat desa dan pemakaman orang Yahudi di Jakarta.

Pemerintah Romawi berkuasa di Yerusalem sampai ia dibebaskan oleh Umar al-Khattab pada tahun 16 Hijrah.

Ini adalah pandangan yang paling masyhur di kalangan para ulama. Menurut Ibn 'Asyur, dua kisah juga disebut di dalam kitab kecil orang Yahudi yang diturunkan kepada nabi Ash'iya' dan Armiya '.

Di sana, ada lagi beberapa pandangan lain terhadap bilakah dua kali kerusakan. yang dilakukan oleh orang Yahudi dan dua kali hukuman kebinasaan yang Allah timpakan mereka akibat kerusakan yang mereka lakukan. Saya lebih cenderung untuk menerima pandangan al-Marhum Syeikh Mutawalli Sha'rawi, yang akan saya sentuh di dalam soal-jawab di bawah.

S: Apakah kedua kerusakan itu mengacu kepada kisah silam, atau merujuk ke kisah yang belum terjadi lagi di masa depan?

J: Khilaf ulama tentang penafsiran ayat di atas, khususnya mengenai kapan kerusakan yang dilakukan oleh bangsa Yahudi dan hukuman kebinasaan yang Allah timpakan kepada mereka, turut menyebabkan khilaf ulama terhadap persoalan apakah kedua kerusakan dan kebinasaan itu telah terjadi. Atau dengan kata lain, apakah ayat-ayat di atas merujuk pada kisah yang telah terjadi, atau merujuk ke kisah yang bakal terjadi.

Saya cenderung untuk menerima pandangan Syeikh Mutawalli Sha'rawi dalam persoalan ini. Menurut beliau, jika dilihat di dalam sejarah Bani Israel, sebenarnya mereka membuat kerusakan dan kemudian dibinasakan lebih dari dua kali. Misalnya, kerusakan dan kebinasaan saat mereka di Mesir di zaman Musa, ketika mereka berhijrah bersama Musa ke Palestina, setelah wafat nabi Daud dan Sulaiman, dan macam-macam lagi. Pertanyaannya, mengapa di dalam al-Quran disebut dua kali saja?

Menjawab persoalan tersebut, Syeikh Sha'rawi berkata ayat keempat pada tidak dapat dipisahkan dengan ayat pertama surat al-Isra 'tentang peristiwa perjalanan nabi Muhammad memasuki al-Masjid al-Aqsha. Umum mengetahui yang orang Yahudi saat zaman awal Islam banyak membuat kerusakan khususnya di semenanjung tanah Arab. Mereka hidup secara asabiyyah, menekan pedagang-pedagang Arab dengan riba bunga pinjaman yang tinggi dan memandang rendah orang Arab karena konon merekalah bangsa yang mulia karena memiliki banyak nabi.

Mereka juga sangat mengharapkan nabi akhir zaman download dari bangsa Yahudi dari keturunan Ishaq, tetapi Allah mentaqdirkan yang nabi terakhir itu adalah Muhammad dari keturunan Ismail. Kedatangan Muhammad, bersama dengan sahabat-sahabat hamba Allah yang gagah perkasa, akhirnya mengalahkan mereka.

Mereka keluar dari Jazirah Arab selama-lamanya sampai sekarang, dengan mengacu kepada peristiwa perang Khaibar. Ini telah dimulai dengan masuknya nabi Muhammad di dalam al-Masjid al-aqsa dalam peristiwa Isra '. Semua peristiwa ini sejalan dengan firman Allah tentang peristiwa Isra ', serta ayat-ayat pilihan di atas seperti "Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang memiliki kekuatan" merujuk kepada tentara Muhammad, dan "untuk memasuki masjid (Yerusalem) sebagaimana mereka telah memasukinya pada kali yang pertama "mengacu kepada peristiwa Isra 'Nabi Muhammad, dan sebagian ulama menafsirkannya sebagai peristiwa pembebasan al-Aqsha di tangan Umar.

Menurut Sha'rawi lagi, kerusakan kali kedua seperti dalam ayat keenam di atas sedang dilakukan oleh Yahudi sekarang. Kita lihatlah bagaimana mereka menguasai dunia dengan proxy, memiliki talibarut yang banyak meskipun bukan Yahudi, dan kezaliman mereka terhadap penduduk Palestina.

Dan sekarang, kita sedang menanti kapan hamba-hamba Allah yang gagah perkasa akan mengalahkan mereka yang rendah, sehingga kita semua bisa masuk kembali ke al-Aqsha dengan aman seperti di zaman Umar. Ini semua sejalan dengan firman Allah "apabila datang saat hukuman (membalas perbuatan durhaka kamu) kali kedua, (Kami datangkan orang-orang kamu) untuk memuramkan muka kamu (musuhmu) dan untuk memasuki masjid (Yerusalem) sebagaimana mereka telah memasukinya pada kali yang pertama dan untuk menghancurkan apa saja yang mereka telah kuasai, dengan sehancur-hancurnya ".

Selain itu, kita juga bisa memahami bahwa Pengkisahan kerusakan dan hukuman ke atas Bani Israel itu sebenarnya adalah sunnatullah kepada siapa saja yang melakukan kesalahan berulang kali. Sesuatu kaum mungkin melakukan kesalahan besar di dalam kehidupan mereka. Bila mereka dihukum di bumi lagi, maka biasanya akan ada yang bertobat. Akan tetapi jika mereka mengulangi kesalahan besar tersebut, maka sunnatullah telah menetapkan kaum ini biasanya akan dikalahkan sehina-hinanya. Bantuan firman Allah ini:

Jika kamu berbuat baik (berarti) kebaikan yang kamu lakukan adalah untuk diri kamu dan jika kamu berbuat jahat, maka (dampaknya yang buruk) berbalik ke diri kamu juga.

Mudah-mudahan Tuhan kamu akan mengasihani kamu (kalau kamu bertaubat) dan jika kamu kembali (menderhaka), maka Kami pula akan kembali (menyeksa kamu di dunia).

Kesimpulan dan Pengajaran

1. Orang Yahudi dihukum Allah bukan karena taqdir semata-mata, akan tetapi karena keengganan, keegoan dan kedegilan mereka patuh kepada Allah secara konsisten.

2. Menurut pandangan Sha'rawi dan banyak lagi ulama modern, kita sedang menantikan saat kehancuran bangsa Yahudi untuk kali kedua. Sama-samalah kita pikirkan bagaimana untuk menjadi bagian dari hamba Allah yang gagah perkasa untuk mengalahkan orang Yahudi yang melakukan kerusakan di muka bumi sekarang.

3. Adalah menjadi sunnatullah bahwa orang yang beriman tidak bisa melakukan kerusakan besar berulang kali. Kali pertama, mungkin ada ruang kema'afan. Akan tetapi sejarah membuktikan yang kalau orang beriman itu mengulangi kesalahan besar kali kedua, maka sebenarnya mereka telah memesan tiket kebinasaan.

Tulisan Ustaz Ahmad Irfan Ikmal Hisham, seorang penulis undangan HALUAN Palestina yang kini sedang melanjutkan di Australia. Beliau aktif dalam melakukan penelitian mengenai isu Palestina dan Yahudi.


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages