Trauma dan Rasa takut

10 views
Skip to first unread message

sandi Kartasasmita

unread,
May 16, 2015, 12:26:27 AM5/16/15
to S1untar, S1psikologi, s1psi...@googlegroups.com
TRAUMA dan RASA TAKUT
 
Hampir setiap individu umumnya memiliki impian pada masa kecil ingin jadi apa saat dewasa nanti. Ada yang impiannya ingin menjadi Dokter, Insinyur, ahli hukum, ekonom, akunting, ahli komunikasi, pakar Informasi dan Teknologi, pemusik, ahli di bidang Seni Rupa dan Desain, Psikolog,  atau apapun juga profesi lainnya yang individu tersebut kenal.  Keinginan untuk menjadi Individu dengan profesi tertentu saat dewasa nanti terus menerus berada di dalam diri setiap orang. Pada akhirnya saat di usia sekolah tertentu, setiap individu harus menentukan arah impiannya. Dalam hal ini, dapat saja salah satu faktor pendorong adalah pendidikan. Saat lulus SMP, apakah ingin mengambil SMU atau SMK? Tidak ada yang salah dari kedua jenis sekolah menengah atas tersebut. Perbedaanya hanya pada satu kearah praktisi dan yang satunya lagi ke arah akademisi. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas, kembali lagi setiap siswa dihadapkan pada pilihan, mau mengambil Universitas atau Politeknik. Apabila memilih universitas, tentukan lagi mau mengambil Fakultas apa, jurusan apa. Apa pun Fakultas yang dipilih tidaklah keliru, asalkan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh kita. Setelah lulus, mulai masuk ke dalam dunia kerja, mau kerja sebagai profesi apa? Apakah sesuai dengan latar belakang ilmu atau apa?
Profesi tersebut adalah sesuatu yang ingin dikerjakan seumur hidup. Oleh karena itu, ada yang mengatakan “Do what you love, love what you do”.  Jadi pada saat memilih, sebaiknya kita memilih apa yang dicintai untuk kita kerjakan seumur hidup. Profesi terkadang berbeda dengan karir. Jangan salah berpikir bahwa kalau profesi itu adalah karir. Karir adalah jenjang dalam satu pekerjaan, sedangkan profesi lebih kepada bidang pekerjaan yang dilandasi pada pendidikan keahlian (keterampilan) yang dimiliki.
Hanya saja, saat kita mulai mau melakukan sesuatu yang kita cintai dan berupaya mengejar impian profesi yang kita inginkan, berbagai kendala mulai bermunculan. Gangguan dan hambatan untuk meraih cita mulai menghantui. Kadang kala ada yang mengatakan, “itu bukan bakat kamu. Kamu tidak berbakat di bidang itu”.  Masalah bakat sudah menjadi penghambat pertama. Apakah benar kalau tidak berbakat berarti tidak akan sukses dalam profesi yang akan ditekuni kelak. Kenyataanya, bakat hanya penyumbang sedikit daripada kerja keras dalam keberhasilan satu profesi. Selain masalah bakat, ada lagi hal lain yang dapat menghambat impian anak muda, yaitu trauma. 
Trauma? Iya, Trauma. Ternyata trauma terhadap sesuatu dapat menjadi penghambat individu untuk dapat menjalani profesinya dengan sempurna. Keinginan untuk meraih impian, terkadang tanpa disadari tidak berani dilakukan karena ada trauma yang menghantui dan akhirnya menghambat. Dalam hal ini, tanpa disadari trauma yang ada membuat individu jadi tidak  berani melakukan suatu hal karena berbagai alasan yang terkadang juga tidak disadari apa penyebabnya. Penyebab yang tidak disadari tersebut umumnya berada di dalam unconscious (alam ketidaksadaran) diri sendiri.  Trauma tersebut dapat berasal dari pengalaman diri sendiri, dapat pula karena melihat, mendengar ataupun merasakannya dari pengalaman individu lain. Trauma berasa dari kata Yunani yang berarti 'luka', berasal istilah yang digunakan dalam pengobatan untuk cedera fisik yang serius, tetapi lebih banyak digunakan untuk merujuk kepada kejutan emosional setelah peristiwa stres atau yang lebih umum untuk sebuah pengalaman yang sangat menyedihkan. 
Apa yang menyebabkan trauma tersebut menjadi penghambat? Secara sederhana karena tanpa disadari, individu langsung secara otomatis berpikir bahwa “saya tidak bisa”, “itu tidak mungkin terjadi”, “itu bukan saya” dan masih banyak lagi kalimat negative mengenai kemampuan diri sendiri yang muncul secara otomatis. Pikiran yang muncul secara otomatis tersebut dapat terjadi karena adanya trauma.  Rene Descartes, seorang filsuf mengatakan “saya berpikir maka saya ada”. Oleh karena itu, segala hal keberadaan kita di dunia karena kita berpikir dan untuk kasus ini pikiran yang otomatis muncul adalah pemikiran yang negative. Apabila pikiran negative ini terus menerus dilakukan, maka tanpa disadari akan menjadi keyakinan diri yang dalam ilmu Psikologi disebut Self Fulfilling Prophecy. Terdapat satu kisah mengenai hal ini, dikenal dengan cerita Pygmalion effect yang dikemukakan oleh Rosenthal. Inti cerita dari Pygmalion effect  adalah apa yang kita pikirkan itu yang akan terjadi. Sehingga bila meyakini diri kita buruk atau negative, maka yang kita pikirkan itu yang akan terjadi.
Lalu bagaimana mengatasi permasalahan tersebut? Padahal impian masa muda ingin diraih namun keyakinan diri yang negative terkadang membuat galau? Caranya adalah dengan membuat trauma (trauma itu seperti aliran air yang membeku/frozen dalam satu masa kehidupan) yang terjadi,  dibuat jadi mengalir (flow) kembali.  Saat aliran itu sudah lancar, maka trauma yang menjadi penghambat impian pun sudah tidak ada lagi. Untuk membuat alirannya mengalir, dibutuhkan terapi yang hanya dapat dilakukan oleh psikolog. Setelah itu, mulailah belajar melihat secara jernih impian yang ingin diraih, buat skemanya, buat langkah-langkah sederhana namun konkrit dan dapat dijalankan agar impian dapat terwujud. Misalnya, bayangkan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, saya terlihat sudah menjadi seperti apa? Apa yang saya rasakan saat itu, apa yang saya dengar dari orang lain tentang diri saya saat itu? Bagaimana rasanya apabila impian tersebut telah terwujud. Setelah melihat bayangan impian dengan jelas, catatlah langkah-langkah menuju impian itu. Tentunya, setiap langkah yang dicatat merupakan langkah yang konkrit dan dilaksanakan.
 
Sebenarnya, manusia lebih dari sekedar tubuh dan pikiran. Kesadaran jiwa atau "Self" lebih tinggi dari keduanya. Sebuah Essence (dalam konsep Logosynthesis), selalu menjadi bagian dari pengalaman manusia karena adanya aliran energi dalam tubuh manusia. Aliran energi kehidupan manusia yang “membeku”dapat menyebabkan kehidupan menjadi kehilangan maknanya dan manusia akhirnya mengalami penderitaan karena adanya trauma yang membekas. Terapi Logosynthesis adalah teknik yang tepat untuk mengalirkan energi yang membeku tersebut untuk dapat mengalir kembali. 
 
Dalam seminar ini, para peserta akan memahami:
1.    Apa itu Trauma dan apa efek dari Trauma?
2.    Apa itu rasa Takut dan apa efek dari rasa takut?
3.    Apa itu Logosynthesis?
4.    Cara kerja Logosynthesis sebagai sebuah teknik Konseling, Psikoterapi dan Coaching
5.    Logosynthesis untuk penyembuhan di masa lalu, sekarang dan akan datang
6.    Cara melakukan SUD pada kasus-kasus klinis
7.    Logosynthesis in Nutshell
8.    Demonstrasi Logosynthesis pada kasus Trauma dan rasa takut agar setiap peserta dapat merasakan penyembuhan diri 


selain 8 keuntungan di atas, Apa lagi yang akan di dapatkan oleh peserta seminar?

1. Setiap peserta akan mendapatkan terapi Logosynthesis yang dapat menyembuhkan Trauma dan rasa sakit.
2. Setiap peserta mendapatkan pengalaman luar biasa yang mengubah emosi menggangu menjadi menyenangkan
3. Setiap peserta akan mendapatkan potongan biaya Rp. 2.000.000 untuk mengikuti training "Basic Practitioner Logosyntesis"
4. Setiap peserta akan mendapatkan materi pelatihan yang dapat membuka wawasan mengenai pendekatan energi untuk mengatasi trauma dan rasa sakit
5. Setiap peserta akan mendapatkan sertifikat

Kapan seminar akan dilaksanakan?
Hari    : Sabtu, 23 Mei 2015
Waktu : 09.00 - 11.30
Lokasi : Gedung Hin An, Jl. KH. Hasyim Ashari 4-6, Jakarta. 

Trainer:
Sandi kartasasmita, M.Psi., Psikoterapis., Psikolog., CLP., CMHA., CBA
Denrich Suryadi​, M.Psi.. Psikoterapis., Psikolog., CLP., CMHA., CBA

Investasi:
Rp. 250.000

Transfer ke :
BCA 4839181113 an. PT. Meta Morphosa Utama 
Mandiri 1170001811132 an. PT. Meta Morphosa Utama 

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
wa : 08164841778
bb : 24E042C9
 
Sandy Kartasasmita, M.Psi., Psikoterapis., Psikolog., CMHA., CBA
#Clinician & Lecturer Psy Dept - Tarumanagara University - Jakarta
#Director
PT. Meta Morphosa Utama
Morphosa - Encourage Optimize Empowering
Hin An Building 2nd Fl. #2A KH Hasyim Ashari 4-6 Central Jakarta
WA 08164841778  BBM 24E042C9
www.morphosa.com
Facebook: Meta Morphosa Utama, Twitter : @ContactMorphosa
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages