Download Hil Yang Mustahal

0 views
Skip to first unread message

Waneta

unread,
Aug 5, 2024, 4:05:09 AM8/5/24
to rysbicousa
SrimulatHil yang Mustahal - Babak Pertama (kadang disebut sebagai Srimulat: Hil yang Mustahal saja) adalah film komedi Indonesia tahun 2022 yang disutradarai dan ditulis oleh Fajar Nugros berdasarkan kisah grup lawak legendaris, Srimulat. Film kerja sama MNC Pictures dengan IDN Pictures ini dibintangi oleh Bio One, Elang El Gibran, Ibnu Jamil, Indah Permatasari, Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana, Erick Estrada, Zulfa Maharani, Morgan Oey, Naimma Aljufri, Erika Carlina,Rano Karno dan Rukman Rosadi.

Sebuah grup lawak asal Surakarta yang bernama Srimulat memulai pertunjukannya di Teater Sriwedari. Nama Srimulat semakin menanjak melalui pertunjukan komedinya. Akhirnya, para anggota Srimulat mengadu nasib ke ibu kota. Namun, mereka menghadapi kendala terkait pemakaian bahasa. Mereka harus beradaptasi karena penonton Srimulat kurang paham dengan Bahasa Jawa yang dipakai dalam pertunjukan. Dalam perjalanannya, anggota Srimulat bernama Gepeng jatuh cinta pada anak Babe Makmur. Babe menganggap remeh pekerjaan Gepeng sebagai anggota Srimulat yang dipandang tidak layak. Gepeng pun mencari cara untuk meyakinkan bahwa profesi pelawak dapat dijadikan pekerjaan untuk penghidupan demi mendekati anak Babe Makmur.[4]


Pada tahun 2018, MNC Pictures sebagai pemilik kekayaan intelektual Srimulat menunjuk Cuk FK sebagai sutradara film Srimulat yang diadaptasi dari kisah grup lawak tersebut. Kandidat pemeran yang ditentukan adalah Nagita Slavina sebagai Djudjuk, Lukman Sardi sebagai Timbul, Andre Taulany sebagai Asmuni, Sule sebagai Tessy, dan Tora Sudiro sebagai Gepeng. Sedangkan Nunung berperan sebagai dirinya sendiri. Beberapa anggota Srimulat lain juga akan dilibatkan sebagai kameo. Proyek film ini masih dalam tahap pengembangan karena masih membutuhkan pemeran tambahan dan kesulitan menentukan jadwal pemeran untuk melakukan pembacaan naskah.[5]


Proses produksi tidak menemui kepastian, hingga pada tahun 2021 IDN Pictures mengumumkan kerja sama dengan MNC Pictures untuk memproduksi film Srimulat dengan menunjuk sutradara Fajar Nugros. Sebelumnya, terdapat tiga kandidat sutradara lain, hingga akhirnya jatuh kepada Fajar. Judul resmi Srimulat: Hil yang Mustahal serta seluruh nama pemeran dan karakternya diumumkan secara resmi pada 6 Desember 2021.[6]


Srimulat: Hil yang Mustahal Babak Pertama telah tayang di bioskop Indonesia sejak 19 Mei. Film tersebut merupakan biopik dari grup lawak legendaris hasil garapan sutradara Fajar Nugros.


Film ini dibintangi oleh Morgan Oey, Ibnu Jamil, Bio One, Elang El Gibran, Dimas Anggara, Teuku Rifnu Wikana, Erick Estrada, Zulfa Maharani, Rukman Rosadi, dan Erika Carlina. Berikut sinopsis Srimulat: Hil yang Mustahal.


Mengambil set di era 1980-an, grup Srimulat dikisahkan memulai karier mulusnya di Teater Sriwedari. Grup tersebut menyajikan set komedi yang baru dan kreatif sehingga mendapatkan respon positif dari publik di luar kota Solo.


Dalam perjalanan tersebut, Gepeng juga dibuat jatuh hati dengan seorang wanita ibu kota bernama Royani (Indah Permatasari). Namun ternyata, Royani adalah anak dari Babe Makmur (Rano Karno), seorang tuan tanah asli Betawi yang memiliki rumah kontrakan yang disewa oleh Srimulat di Jakarta.


Selain disajikan dengan kisah non-fiksi yang dialami oleh para anggota Srimulat, film Srimulat: Hil yang Mustahal juga akan mengajak penonton untuk menyaksikan ide dasar dari komedi yang menjadi trademark dari Srimulat hingga saat ini.


Kisah Srimulat sebenarnya mirip mitos dan legenda. Ada banyak narasi gambar bergerak yang menggunakan nama atau bagian ceritanya untuk ditampilkan. Namun film Srimulat: Hil yang Mustahal ini jelas berbeda.


Srimulat Hil yang Mustahal mungkin adalah karya dengan embel-embel Srimulat yang bisa membawa saya mengenang kembali saat menelusuri jejak peninggalan grup berpengaruh di Indonesia itu, di beberapa kota di Indonesia bersama tim CNN Indonesia lainnya.


Kenangan itu sudah muncul sejak pertama kali Fajar menyuguhkan sosok Teguh Srimulat (Rukman Rosadi). Segala foto, cerita, dan pengalaman saya menemui berbagai saksi hidup dan anggota Srimulat yang tersisa bagai muncul dari permukaan dan membanjiri benak.


Mungkin itu pula yang terjadi dengan banyak penggemar Srimulat saat melihat film ini. Beragam mimik, lawakan, ledekan, gerak-gerik, hingga suasana pentas dari panggung ala ketoprak sampai bersolek khas bintang televisi era '80-an tersaji dengan apik.


Saya angkat topi setinggi-tingginya untuk tim desain produksi, tata rias, tata kostum, sinematografi, hingga tim arsip yang berusaha membangun suasana era akhir 70-an hingga 80-an saat Srimulat mulai meniti karier di Jakarta.


Saya memahami sekali kesulitan Fajar Nugros dan tim mencari berbagai arsip sebagai riset hingga footage peralihan adegan. Kebobrokan Indonesia dalam mengelola arsip sejarah memang satu hal yang lain, tapi film ini sekiranya menjadi memorabilia penting agar Srimulat tak hilang ditelan zaman.


Bahkan, nama "Srimulat" adalah sebuah jaminan mutu seorang komedian. Maka wajar, di era berkembangnya televisi swasta pada dekade '90-an, komedian-komedian Srimulat terutama yang cabang Jakarta, hidup dalam keglamoran dengan status artis ibu kota.


Penonton seolah lupa dengan berbagai skandal mereka, yang ditunggu adalah bagaimana bisa tertawa melihat Srimulat. Tekanan itulah yang kerap dirasakan banyak penghibur. Penonton seolah lupa bahwasanya di balik panggung, para komedian ini juga manusia.


Fajar Nugros pun tak lupa memasukkan hal ini ke dalam filmnya. Gambaran frustrasi hingga upaya melupakan beban personal untuk bisa menghibur penonton sejatinya seperti hantu yang meneror kehidupan para penggawa Srimulat.


Meski begitu, Fajar Nugros bukan hanya memotret perjuangan Srimulat untuk bisa "diterima" di ibukota, melainkan juga menampilkan kunci bagaimana Srimulat bisa menjadi legenda dan memengaruhi selera, standar, hingga format komedi Indonesia.


Bila saya bisa merangkum, kunci tersebut sejatinya terletak pada kepemimpinan dan kebersamaan. Srimulat tak akan ada bila Teguh Srimulat tak pernah mengumpulkan bibit-bibit unggul ini, dan Srimulat tak akan bisa bertahan bila para komedian cemerlang di dalamnya hanya mementingkan ego personal.


Posisi kedua ditempati pebalap Repsol Honda, Marc Marquez, yang sempat hampir mengambil alih posisi pertama di tikungan terakhir. Sementara itu, urutan ketiga diisi pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi.


Sejauh ini dan sepanjang yang kami ketahui, belum ada orang yang bisa menghasilkan santan dari kelapa yang masih bulat. Lebih-lebih dari kelapa yang belum dibuang sabutnya dan masih di tandan di atas pohonnya.


Kalau karya tulis tersebut terdiri dari bab-bab, maka kesimpulan yang merupakan bab penutup, adalah konsekuensi (akibat) pembahasan bab-bab sebelumnya. Artinya, bab-bab dimaksud adalah sebab adanya sebuah kesimpulan.


Masih mengutip Pebriani, hal penting lainnya yang harus diketahui dalam membuat kesimpulan yang baik, yaitu kesimpulan tak boleh menyajikan hal-hal yang tak diuraikan sebelumnya dalam sebuah karya tulis tersebut.


Intinya, untuk dapat membuat kesimpulan dari apa yang dibaca, dilihat, didengar, dirasa, dan sebagainya, seseorang harus membaca, melihat, mendengar, merasa seluruh apa yang dilakukannya tersebut secara intensif (secara sungguh-sungguh), dari awal hingga akhir.


Masih ingatkah dengan Asmuni Pelawak senior Srimulat yang pernah populer dengan kata-katanya: "Hil yang Mustahal" merupakan plesetan dari kata-kata: "Hal yang Mustahil", nah pada tulisan ini sengaja saya menggunakan sebagai judul tulisan ini, terinspirasi dari Himbauan Ketua PP Muhammadyah kepada Presiden SBY, agar Presiden SBY memimpin langsung Pemberantasan Korupsi, menurut saya itu suatu "Hil yang Mustahal"...


Hil yang Mustahal ini pemaknaannya dimaksud oleh Almarhum Asmuni adalah sesuatu yang sangat-sangat Mustahil, jadi harapan Pak Din Syamsudin itu adalah sesuatu hal yang sangat Mustahil untuk dipenuhi SBY, mengingat banyak hal yang kemungkinan sangat berkaitan dengan eksistensi Pemerintahan Beliau, beberapa pelaku korupsi mempunyai keterkaitan baik secara politis maupun non politis, jika semua kasus korupsi tersebut terbongkar, apa tidak mungkin seperti menepuk air didulang, terpercik muka sendiri, nah disinilah letak "Hil yang Mustahalnya".


Serahkan sajalah Pemberantasan Korupsi itu kepada Badan yang sudah beliau bentuk dengan Keppres nya, seperti KPK yang selama ini masih tetap konsisten dengan tugas-tugasnya, Presidenkan sudah memberikan kewenangan pada KPK untuk melaksanakan tanggung Jawab tersebut, masalahnya sekarang, sampai saat ini saja ketua KPK belum juga dipilih oleh DPR, inilah yang dikawatirkan banyak orang, lolos dari Panitia pemilihan belum tentu bisa langsung dipilih oleh DPR, sampai saat ini tidak seorangpun tahu apa alasan DPR menunda pemilihan ketua KPK tersebut sampai sekian lama ?


Bagi Fajar Nugros, film ini memang diperuntukkan untuk memperkenalkan Srimulat sebagai grup lawak legendaris Indonesia kepada anak muda. Makanya film ini dibintangi oleh sederet aktor muda Indonesia, seperti Bio One, Morgan Oey hingga Dimas Anggara.


Pokoknya dari segi acting pemeran, film yang diproduksi oleh MNC Picture dan IDN Picture ini memang tidak perlu dipertanyakan lagi. Pasalnya, mereka bisa membangkitkan karakter dari para anggota Srimulat yang mirip dengan aslinya.


Memerankan mendiang Gepeng, Bio One benar-benar tampil sangat totalitas dari atas kepala hingga kaki. Rela melakukan diet ketat agar memiliki bentuk tubuh yang sama dengan Gepeng. Bahkan, Bio One sempat dikira memakai narkoba oleh para netizen akibat perubahan drastis pada bentuk tubuhnya.


Karakter yang diperankannya terlihat seperti sosok anak muda yang pemberani tapi tetap memiliki sisi sungkan. Gepeng memang berharap bisa menjadi bagian dari Srimulat, namun ia sendiri yang hampir menghancurkan impiannya.


Hal ini dibuktikan dengan bergitu flawless-nya karakter yang diberikan oleh Dimas Anggara saat memerankan Pak Timbul. Ia kerap memberikan aksi komedi yang terasa sangat natural, serta diimbangi dengan akting yang memukau.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages