Abadikan momen terindah Anda bersama orang terkasih (pacar/keluarga/
sahabat/dll) dan ikuti Valentine Photo Contest 2012 dengan tema
"Ekspresikan Cintamu". Kunjungi
http://fotoku.jawaban.com
Sumber :
http://renungan.jawaban.com
Lukas 8:47
Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia
datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan
kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika
itu juga menjadi sembuh.
Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 47; Kisah Para Rasul 19; Imamat 4-5
Salah satu kisah yang sangat menyentuh adalah mukjizat yang dialami
oleh wanita yang sakit pendarahan selama dua belas tahun. Wanita ini
sangat polos, dia membayangkan bahwa kuasa bisa mengalir dari diri
Yesus tanpa sepengetahuan-Nya atau kehendak-Nya. Lebih lagi, dia
adalah orang asing dan tidak mengenal kemurahan hati, jika tidak
demikian tentu ia tidak akan mencuri kuasa kesembuhan yang sebenarnya
sudah Tuhan sediakan.
Penderitaan selalu bersebelahan dengan kasih karunia. Jika saja wanita
itu tahu hati Yesus, dia akan berkata, "Aku hanya perlu berada di
sebuah tempat dimana Dia bisa melihatku – maka kemahatahuan-Nya akan
memberitahukan masalah yang ku hadapi, dan karena kasih-Nya Ia akan
menyembuhkanku."
Kita mungkin mengagumi imannya, namun mari jangan ikuti kebodohannya.
Setelah ia menerima kesembuhan, dia memuji Tuhan hingga gemetar. Dia
begitu bahagia karena kuasa Ilahi menjamah hidupnya; namun kemudian ia
takut ketika berhadapan dengan Yesus, ia takut anugrah itu akan
ditarik kembali.
Kita memang tidak betapa besarnya kasih Tuhan! Kita memang tidak bisa
menyelami betapa dalam dan lebarnya kasih-Nya. Tetapi satu hal yang
pasti yang perlu kita camkan, Dia terlalu baik untuk menarik kembali
anugrah yang telah diberikan-Nya bagi kita. Sama seperti wanita itu,
iman kita yang menyelamatkan kita. Keselamatan itu tidak terjadi
secara bertahap, keselamatan itu kita terima secara langsung. Hari itu
juga, begitu kita percaya Yesus, maka keselamatan itu menjadi milik
kita baik hari ini maupun kekekalan. Tidak ada kuasa manapun, manusia
atau setan yang dapat merebut kita dari tangan Tuhan. Tuhan tidak
pernah menarik kembali anugrah yang telah Ia berikan, demikianlah
Yesus berkata kepada wanita itu: "Hai anak-Ku, imanmu telah
menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!" (ayat 48).
Apa yang Tuhan telah berikan kepada Anda tidak pernah Ia ambil
kembali. Jadi, jangan curigai Tuhan.