Siaran Pers Perludem CATATAN ATAS DRAF PKPU TENTANG DANA KAMPANYE PILKADA

2 views
Skip to first unread message

Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi

unread,
Mar 24, 2015, 12:58:53 AM3/24/15
to

CATATAN ATAS DRAF PKPU TENTANG DANA KAMPANYE PILKADA

 

Pengantar: Pagi ini, Selasa (24/3/2015), bertempat di Kantor KPU, Perludem beraudeinsi dengan anggota KPU: Ida Budiarti, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, dan Hadar Gumay. Dalam kesempatan ini, Perludem yang diwakili Didik Supriyanto dkk menyampaikan beberapa catatan kritis terhadap Draf PKPU tentang Dana Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota, yang disertai daftar isian masalah (DIM) atas draf ini. Berikut adalah beberapa poin penting dari catatan tersebut.

 

Sumber Dana Kampanye dari Kelompok Tidak Perlu Diakomodasi: UU No 1/2015 junto UU No. x/2015 tidak menyebut kelompok sebagai sumber sumbangan yang sah menurut hukum dari pihak lain. Oleh karena itu PKPU tidak perlu mengatur soal ini, pengakomodasian kelompok sebagai sumber sumbangan hanya akan memperumit pengelolaan dan pengadministrasian dana kampanye, sekaligus akan mempersulit pengawasannya.

 

Semua Transaksi Harus Melalui Rekening Dana Kampanye: Demi prinsip transparansi dan akuntabilitas, maka semua transaksi penerimaan maupun pengeluaran dana kampanye harus melalui rekening. Hal ini tidak hanya akan memudahkan pengelolaan dan pengawasan dana kampanye, tetapi juga memudahkan pasangan calon dalam membuat laporan. Transaksi dalam bentuk cash tidak diperbolehkan lagi, toh UU No 1/2015 junto UU No x/2015 membolehkan sumbangan dalam bentuk barang/jasa.

 

Pembatasan Dana Kampanye, Bukan Sekadar Pembatasan Pembiayaan Kampanye: Pasal 74 ayat (9) UU No 1/2015 junto UU No. x/2015 menyurat perintah pembatasan dana kampanye, bukan sekadar pembatasan pembiayaan kampanye. Oleh karena itu, PKPU mestinya juga mengatur pembarasan penerimaan dana kampanye, bukan sekadar mengatur pengeluaran dana kampanye. Hal ini penting untuk menjaga prinsip kebebasan dan kesetaraan: di satu pihak pasangan calon diberi kebebasan untuk mencari dana kampanye; di lain pihak persaingan antar pasangan calon tetap dijaga kesetaraannya sehingga tidak terjadi satu pasangan calon mendominasi kampanye karena penguasaan dana kampanye yang sangat besar sementara pasangan calon yang lain tidak mampu berkampanye dengan baik karena dana kampanye sangat sedikit.

 

Rumus Pembatasan Pembiayaan Dana Kampanye Justru Tidak Membatasi: Apabila rumus yang tercantum dalam Draf PKPU dioperasikan, maka akan menghasilkan jumlah dana kampanye yang sangat besar sehingga tujuan pembatasan pembiayaan kampanye tidak tercapai. Untuk membuat rumus pembatasan pembiayaan kampanye perlu diperhatikan laporan pengeluaran dana kampanye pilkada selama ini. Dengan cara ini maka akan bisa diperkirakan nilai yang kurang lebih sesuai dengan kebutuhan riil pembiayaan dana kampanye.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, rumus untuk pembatasan biaya kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur adalah jumlah penduduk dibagi jumlah kecamatan, lalu dikali standar biaya daerah pertemuan setengah paket fullday eselon I dan II atau 50% paket fullday eselon I dan II (lihat Lampiran 1); sedangkan rumus untuk pembatasan biaya kampanye pemilihan bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota adalah jumlah penduduk dibagi jumlah desa/kelurahan, lalu dikali standar biaya daerah pertemuan setengah paket fullday eselon III atau 50% paket fullday eselon III (lihat Lampiran 2).

 

Pembatasan penerimaan dana kampanye: Untuk mencegah tampilnya orang-orang bermodal besar tetapi tanpa dukungan riil partai politik dan atau pemilih maka sumbangan dana kampanye dari pasangan calon harus dibatasi. Hal ini sekaligus untuk membuktikan bahwa pasangan calon tersebut mendapat dukungan dari partai politik dan atau pemilih. Oleh karena itu dana kampanye yang berasal dari pasangan calon dibatasi maksimal 20% dari total maksimal biaya kampanye. Selanjutnya, untuk mencegah dominasi partai politik atau gabungan partai politik dalam mengendalikan pasangan calon, maka sumbangan dari partai politik harus dibatasi maksimal 20% dari total masimal baiay kampanye. Hal ini sekaligus untuk menunjukkan bahwa pasangan calon juga mendapat dukungan dari pemilih.

 

Laporan Berkala Dana Kampanye (LBDK): Demi transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana kampanye, serta mempermudah penyusunan LPPDK maka pasangan calon wajib membuat LBDK. Pengalaman pembuatan LBDK dalam pemilu legislatif perlu dilanjutkan dalam pilkada.

 

 

 

Kontak: Didik Supriyanto (0811921024), Lia Wulandari (082310315808)

 

Lampiran 1

PEMBATASAN BELANJA KAMPANYE PILKADA GUBERNUR BERDASARKAN

 

RATA-RATA JUMLAH PENDUDUK PER KECAMATAN

 

 

NO.

PROVINSI

JUMLAH

JUMLAH

 

 

PENDUDUK

KECAMATAN

50% Eselon I, II

 

1

Aceh

 5.046.182

289

 3.492.167.474

 

2

Sumatera Utara

 14.510.668

436

 6.073.846.124

 

3

Riau

 5.831.888

163

 5.957.112.589

 

4

Kepulauan Riau

 1.802.229

65

 4.976.924.700

 

5

Jambi

 3.375.079

138

 3.546.278.659

 

6

Sumatera Barat

 5.366.763

179

 4.587.233.179

 

7

Sumatera Selatan

 7.975.149

228

 5.893.914.941

 

8

Lampung

 9.499.116

225

 5.910.561.067

 

9

Bengkulu

 1.909.986

126

 2.122.206.667

 

10

Bangka Belitung

 1.269.381

47

 5.266.580.745

 

11

Banten

 9.916.848

155

 14.139.505.858

 

12

Jawa Barat

 42.223.484

626

 13.489.930.990

 

13

DKI Jakarta

 9.768.250

44

 44.401.136.364

 

14

Jawa Tengah

 34.798.486

573

 8.502.247.888

 

15

DI Yogyakarta

 3.535.644

78

 9.179.075.769

 

16

Jawa Timur

 38.999.837

664

 10.102.367.416

 

17

Bali

 4.151.630

57

 17.844.725.439

 

18

Nusa Tenggara Barat

 5.128.563

116

 11.428.737.375

 

19

Nusa Tenggara Timur

 5.240.337

306

 2.996.924.755

 

20

Kalimantan Barat

 5.281.941

174

 4.371.261.517

 

21

Kalimantan Tengah

 2.425.226

136

 3.388.183.382

 

22

Kalimantan Selatan

 3.805.002

152

 4.193.012.072

 

23

Kalimantan Timur

 3.908.560

151

 5.189.842.914

 

24

Kalimantan Utara

 

 

 -

 

25

Sulawesi Utara

 2.559.223

167

 2.658.833.476

 

26

Gorontalo

 1.132.520

77

 1.985.587.013

 

27

Sulawesi Barat

 1.514.837

69

 3.512.665.507

 

28

Sulawesi Selatan

 9.414.387

106

 15.764.657.476

 

29

Sulawesi Tengah

 2.795.470

171

 2.615.644.444

 

30

Sulawesi Tenggara

 2.482.921

205

 2.119.566.707

 

31

Maluku

 1.785.652

118

 2.572.549.492

 

32

Maluku Utara

 1.239.677

112

 2.545.765.268

 

33

Papua

 3.847.747

467

 1.384.200.206

 

34

Papua Barat

 1.060.142

174

 1.035.770.920

 

 

Keterangan :

 

Jumlah penduduk diambil dari data Disdukcapil 31 Desember 2013

 

Jumlah kecamatan, desa bersumber dari Buku Induk Kode Data dan Wilayah 2013

 

 

Lampiran 2:

PEMBATASAN BELANJA KAMPANYE PILKADA BUPATI/WALIKOTA BERDASARKAN

RATA-RATA JUMLAH PENDUDUK PER DESA/KELURAHAN

NO.

PROVINSI

JUMLAH

JUMLAH

 

PENDUDUK

DESA/KEL

50% Eselon III

1

Aceh

 5.046.182

 6.464

 125.686.154

2

Sumatera Utara

 14.510.668

 5.945

 335.612.590

3

Riau

 5.831.888

 1.835

 382.965.942

4

Kepulauan Riau

 1.802.229

 415

 521.126.458

5

Jambi

 3.375.079

 1.553

 306.430.225

6

Sumatera Barat

 5.366.763

 1.145

 515.584.218

7

Sumatera Selatan

 7.975.149

 3.144

 328.492.938

8

Lampung

 9.499.116

 2.580

 465.751.230

9

Bengkulu

 1.909.986

 1.524

 160.418.772

10

Bangka Belitung

 1.269.381

 380

 496.060.733

11

Banten

 9.916.848

 1.551

 1.019.817.702

12

Jawa Barat

 42.223.484

 5.934

 1.003.288.042

13

DKI Jakarta

 9.768.250

 267

 6.036.558.989

14

Jawa Tengah

 34.798.486

 8.578

 425.954.888

15

DI Yogyakarta

 3.535.644

 438

 1.239.089.849

16

Jawa Timur

 38.999.837

 8.505

 754.317.835

17

Bali

 4.151.630

 714

 1.148.385.049

18

Nusa Tenggara Barat

 5.128.563

 1.080

 975.851.571

19

Nusa Tenggara Timur

 5.240.337

 3.200

 249.734.810

20

Kalimantan Barat

 5.281.941

 1.986

 333.778.245

21

Kalimantan Tengah

 2.425.226

 1.558

 261.513.458

22

Kalimantan Selatan

 3.805.002

 2.009

 279.361.770

23

Kalimantan Timur

 3.908.560

 1.492

 438.796.113

24

Kalimantan Utara

 

 

 -

25

Sulawesi Utara

 2.559.223

 1.780

 181.158.482

26

Gorontalo

 1.132.520

 729

 182.539.232

27

Sulawesi Barat

 1.514.837

 604

 351.121.159

28

Sulawesi Selatan

 9.414.387

 3.024

 482.549.598

29

Sulawesi Tengah

 2.795.470

 1.936

 220.201.020

30

Sulawesi Tenggara

 2.482.921

 2.142

 160.543.678

31

Maluku

 1.785.652

 1.169

 229.125.577

32

Maluku Utara

 1.239.677

 1.151

 96.933.910

33

Papua

 3.847.747

 4.857

 129.525.764

34

Papua Barat

 1.060.142

 1.554

 104.035.814

 

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi

Jalan Tebet Timur IVA No. 1, Tebet

Jakarta Selatan, Indonesia

Telp. +62-21-8300004

Faks. +62-21-83795697

Email: perl...@gmail.com, perl...@cbn.net.id

Website: www.perludem.org

twitter: @perludem

facebook: http://www.facebook.com/perludem

SIARAN PERS 20150324 Catatan atas Draf KPU tentang Dana Kampanye Pilkada.docx
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages