Fakultas Ekonomi Unja

0 views
Skip to first unread message

Prisc Chandola

unread,
Aug 5, 2024, 12:53:37 PM8/5/24
to ruidiscsimma
FakultasPertanian Universitas Jambi mulai berdiri pada 23 Maret 1963, seiring dengan berdirinya Universitas Negeri Jambi. Sebelum adanya institusi ini, pada tahun 1960 telah ada Akademi Perniagaan yang kemudian berkembang menjadi Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum. Syarat pendirian universitas negeri pada waktu itu harus

memiliki paling sedikit 2 fakultas ilmu sosial dan 2 fakultas eksakta, maka para pendiri Universitas Negeri Jambi yang tergabung dalam Yayasan Perguruan Tinggi Djambi mengusulkan pembentukan Fakultas Pertanian dan Peternakan sebagai bagian dari Universitas Negeri Jambi. Yayasan Perguruan Tinggi Djambi adalah pelopor dan sekaligus motor dari semuanya ini. Pada awal berdirinya tanggal 20 Mei 1960, yayasan ini mulai mendirikan akademi perniagaan, kemudian pada tahun 1961 mengembangkan Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum serta pada tahun 1963 memperjuangkan berdirinya Universitas Negeri Jambi yang terdiri dari Fakultas Ekonomi, Hukum, Pertanian, dan Peternakan di bawah pimpinan seorang presidium yaitu Gubernur Jambi Yusuf Singedekane. Untuk membiayai kegiatan, yayasan yang diketuai oleh Sudarsono (Walikota Jambi) ini diperkenankan untuk menerima bagian dari harga jual beberapa bahan kebutuhan pokok seperti beras dan gula yang beredar di Provinsi Jambi.


Untuk mewujudkan fakultas eksakta, Yayasan Pendidikan Jambi merekrut dua orang sarjana pertanian lulusan IPB (Institut Pertanian Bogor) yaitu Ir. A. Rivai Saad, dan Ir. Sahril Yasan Sahab, untuk menjadi tenaga pengajar, memimpin Fakultas Pertanian dan sekaligus merekrut sarjana sarjana baru IPB lainnya untuk menjadi dosen pada kedua fakultas eksakta ini. Pada tahun 1964, Rivai Saad (Dekan Fakultas Pertanian) diutus menemui rektor IPB untuk bekerjasama dalam merekrut tenaga pengajar fakultas eksakta di Universitas Negeri Jambi. Hasilnya adalah keluarnya SK pengangkatan tiga orang lulusan IPB untuk ditugaskan di Universitas Negeri Jambi, yaitu Ir. SB. Samad untuk Fakultas Pertanian, drh. Kadarman dan drh. Moh. Toha untuk Fakultas Peternakan.


Dengan hadirnya Ir. SB. Samad di Fakultas Pertanian Universitas Jambi, maka pada tahun 1964 penerimaan mahasiswa

baru . Jumlah mahasiswa pada waktu itu tidak lebih dari 50 orang, yang sebagian besar terdiri dari pegawai negeri. Tenaga pengajar tetap hanya 5 orang (termasuk dosen peternakan), selebihnya adalah tenaga pengajar bantuan dari para pejabat sarjana yang bertugas di Jambi pada waktu itu.Bangunan perkuliahan satusatunya adalah gedung kampus di Jalan Diponegoro 16 (sekarang jalan Rd. Mattaher) Pasar Jambi yang dipakai bersama dengan 3 fakultas lainnya. Kampus itu hanya terdiri dari satu bangunan bekas rumah dan satu bangunan bekas Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP).


Pada tahun 1968, kondisi mulai pulih dan SB Samad kembali menjalankan tugasnya sebagai dekan, perkuliahan kembali dibuka dan sejumlah mahasiswa yang diskor direhabilitasi, dan penerimaan mahasiswa baru kembali dilakukan . Bersamaan dengan itu Fakultas Pertanian juga mendapatkan tambahan dosen baru yaitu Ir.A. Djamhuri dan Ir. Permedi dan diikuti oleh Ir. Bakry Wahab pada tahun berikutnya yang kemudian ketiganya menjabat Pembantu Dekan I, II, dan III sampai tahun 1971, saat dilakukan pemilihan pimpinan fakultas kembali.


Semenjak itu Fakultas Pertanian Universitas Negeri Jambi mulai menapaki sejarah barunya dan membenahi diri semakin maju dari hari ke hari. Kurikulum perkuliahan dibentuk untuk pertama kalinya tahun 1968, yang diadopsi dari kurikulum IPB yang disesuaikan dengan kondisi Jambi. Kurikulum ini terus direvisi dan ditinjau ulang sampai pada tahun 1981 dapat disempurnakan sampai tingkat sarjana.


Pada tahun 1970 mulai dilakukan pembangunan gedung kampus Universitas Negeri Jambi di Telanaipura yang dilengkapi dengan sarana fisik berupa laboratorium dan perpustakaan, dan segera setelah itu Fakultas Pertanian dipindahkan ke kampus baru ini.


Pada tahun 1971 dilakukan pergantian jabatan Pembantu Dekan. Ir. Permedi menjabat sebagai Pembantu Dekan I. Pembantu Dekan II dijabat oleh tenaga baru Ir. Daniel Saaluddin, sedangkan jabatan Pembantu Dekan III tetap dipegang oleh Ir. Bakry Wahab. Pada tahun ini pertama kali Fakultas Pertanian ini meluluskan mahasiswanya sebagai sarjana muda.


Pada periode ini Fakultas Pertanian sudah mempunyai cukup banyak tenaga dosen karena Unja mengembangkan kerjasama dengan Unpad, Unand, dan IPB dengan sokongan dana dari Pemerintah Daerah Jambi. Selain nama-nama yang telah disebut di atas di antaranya tercatat nama-nama Ir. Teja Imas (pindah ke IPB Bogor), Prof. Dr. Ir. Murdif Baas, MS. (pindah ke Unsri), Ir. Yunizar Gernawi, dan lain-lain. Jumlah mahasiswa juga berangsur meningkat.


Aktivitas perkuliahan juga telah mulai teratur dan terencana, sehingga pada tahun 1978 mulai dibuka Program Sarjana. Selain itu Fakultas Pertanian juga mulai menunjukkan perannya dalam pembangunan pertanian di Jambi, seperti dalam pengelolaan Siaran Pedesaan di RRI Jambi dan Pembinaan Bimas Tk. I Jambi.


Pada tahun 1977 Ir. SB. Samad dikukuhkan kembali sebagai Dekan Fakultas Pertanian, pada tahun yang sama beliau juga diangkat sebagai Pembantu Rektor II Universitas Negeri Jambi, mendampingi Kemas Moh. Saleh, SE. yang baru diangkat sebagai pejabat Rektor Universitas Negeri Jambi. Pada waktu itu sistem kepemimpinan presidium di tingkat universitas dianggap tidak sesuai lagi dan seperti universitas lainnya Universitas Negeri Jambi mulai dipimpin oleh seorang rektor.


Jabatan rangkap yang dipegang oleh SB. Samad, menyebabkan jabatan dekan Fakultas Pertanian pada tahun 1 979 diserahkan kepada Ir. Daniel Saaluddin untuk masa bakti 1979-1982. Pejabat pembantu dekan tidak berubah kecuali Pembantu Dekan II yang digantikan oleh Ir. Adonis Mawardy.


Pada masa kepemimpinan Ir. Daniel Saaluddin, Fakultas Pertanian pertama kali mulai menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS), yaitu pada Tahun Akademik 1982/1983 berdasarkan SK. Mendikbud No. 0211/U/1982. Sistem ini berlaku secara nasional dan bersamaan dengan itu peraturan akademik dan kurikulum fakultas ditinjau kembali. Walaupun demikian, system ini baru diterapkan sepenuhnya pada tahun 1990 sejak keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) No.30/1990.


Setahun berjalan, kemajuan fakultas ini tersandung dengan permasalahan yang melilit bangsa Indonesia secara nasional, yaitu peningkatan temperatur politik menjelang G30S/PKI. Puncaknya terjadi pada tahun 1966 seiring terjadi gerakan pemurnian Pancasila oleh Orde Baru. Aksi mahasiswa dalam menumpas PKI dan keterlibatan sebagian mereka dalam gerakan itu mengakibatkan terhentinya perkuliahan sama sekali. Sebagian dosen dan mahasiswa ada yang melarikan diri karena disangka terlibat organisasi politik tertentu. Sejumlah lain ada juga yang ditahan karena dianggap antek atau pro PKI. Fakultas Pertanian kehilangan seluruh mahasiswanya dan perkuliahan ditutup.


Bersamaan dengan itu juga Fakultas Pertanian Universitas Negeri Jambi kehilangan 2 orang staf intinya yaitu Rivai Saad dan Syahril Yasan Sahab yang diskor karena ketidaksepahaman dengan presidium. Akhirnya aktivitas perkuliahan terhenti total.


Pada tahun 1982, Ir. Daniel Saaluddin kembali dipercaya menjadi Dekan Fakultas Pertanian untuk masa bakti 1982-1985. Pejabat Pembantu Dekan terdiri dari Ir. Bakry Wahab, Dra. Nezriyetti, dan Ir. Rosyid, masing-masing sebagai Pembantu Dekan I, Pembantu Dekan II, dan Pembantu Dekan III.


Pada tahun ini juga Universitas Negeri Jambi dikukuhkan kembali dengan Surat Keputusan Presiden No. 41/1982, dengan pergantian nama menjadi Universitas Jambi, dan terdiri dari 5 fakultas dengan penambahan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, selain 4 fakultas yang telah ada yaitu Fakultas Ekonomi, Hukum, Pertanian dan Peternakan. Fakultas Pertanian Unja mulai meluluskan mahasiswa tingkat sarjana dengan gelar insinyur (Ir.)


Sebagai bagian dari Universitas Jambi, Fakultas Pertanian merupakan fakultas unggulan dan menjadi pilihan utama minat eksakta di Provinsi Jambi, sehingga seleksi mahasiswa semakin ketat, karena itu pula kemudian dikembangkan jurusan dan program studi. Pada tahun 1983 keluar SK. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 1540/O/1 983 yang menetapkan bahwa Fakultas Pertanian terdiri dari 2 Jurusan dan 4 Program Studi, masing-masing adalah Jurusan Budidaya Pertanian, yang terdiri dari Program Studi Agronomi dan Program Studi Ilmu Tanah dan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian yang terdiri dari Program Studi Pembangunan Pertanian dan Program Studi Penyuluhan Pertanian.


Untuk mendukung kegiatan perkuliahan pada waktu itu Fakultas Pertanian ditunjang dengan fasilitas pendukung di antaranya; Laboratorium Agronomi, Laboratorium Tanah, satu unit rumah kaca, dan kebun percobaan seluas 22 ha, serta Laboratorium Kimia dan Fisika yang dipakai bersama Fakultas Peternakan dan Fakultas Keguruan.Keterbatasan jumlah fasilitas ini mengakibatkan jadual praktikum mahasiswa dilaksanakan dari pukul 7 pagi sampai jam 6 sore.


Program Studi Teknologi Hasil Pertanian. Keluarnya izin 2 program studi ini adalah atas usulan dari fakultas. Selain kedua program studi tersebut juga diusulkan pembentukan jurusan kehutanan. Pada periode ini, dua program studi, yaitu Program Studi Agronomi dan Ilmu Tanah, disetujui oleh Direktorat Pendidikan Tinggi untuk menerima bantuan Proyek DUE (Development of Undergraduate Education) Bath II, untuk jangka waktu 3 tahun.


Jurusan Ilmu ekonomi merupakan bagian dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi secara teknis dan kelembagaan harus siap mengemban misi peningkatan kualitas sumberdaya manusia melalui jalur pengembangan kompetensi lulusan yang dibekali dengan pengetahuan dan penguasaan keilmuan, kompetensi dan secara praktik mampu mengimplementasikan pada kegiatan-kegiatan nyata yang di butuhkan dalam proses pembangunan.


Secara kelembagaan, dengan keluarnya Keputusan Rektor Universitas Jambi Nomor 1734/UN21/OT/2020 tentang Penetapan Nama Jurusan dan Penempatan Program Studi pada Fakultas dan Pascasarjana di Lingkungan Universitas Jambi, maka semua program studi yang berada pada rumpun bidang ilmu yang sama (mono disiplin) dikelola oleh fakultas yang mana Prodi DIE sebelumnya dikelola oleh pascasarjana.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages