Contoh Soal Asesmen Sumatif

0 views
Skip to first unread message

Tyler Bannowsky

unread,
Aug 5, 2024, 1:10:13 AM8/5/24
to ropicumor
Penilaianatau asesmen sumatif pada jenjang pendidikan dasar dan menengah bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan/atau Capaian Pembelajaran (CP) murid, sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan. Penilaian pencapaian hasil belajar murid dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar murid dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.

Sementara itu, pada pendidikan anak usia dini (PAUD), asesmen sumatif digunakan untuk mengetahui capaian perkembangan murid dan bukan sebagai hasil evaluasi untuk penentuan kenaikan kelas atau kelulusan. Asesmen sumatif berbentuk laporan hasil belajar yang berisikan laporan pencapaian pembelajaran dan dapat ditambahkan dengan informasi pertumbuhan dan perkembangan anak.


Pada Kurikulum Merdeka, guru diharapkan untuk lebih banyak mengutamakan asesmen formatif, untuk mendapatkan umpan balik dan mengetahui perkembangan murid. Namun, asesmen sumatif juga tetap digunakan untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.


Instrumen asesmen dapat dikembangkan berdasarkan teknik penilaian yang digunakan oleh guru. Berikut adalah beberapa contoh teknik asesmen yang dapat diadaptasi untuk melakukan asesmen formatif maupun sumatif:


Penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan melalui pengamatan perilaku secara berkala. Observasi dapat difokuskan untuk semua murid maupun per individu. Observasi juga dapat dilakukan dalam tugas atau aktivitas rutin/harian.


Penilaian yang menuntut murid untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Asesmen kinerja dapat berupa praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio.


Tes dengan soal dan jawaban yang disajikan secara tertulis, untuk mengukur atau memperoleh informasi tentang kemampuan murid. Tes tertulis dapat berbentuk esai, pilihan ganda, uraian, atau bentuk-bentuk tes tertulis lainnya.


Penilaian atau asesmen adalah sebuah rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Kegiatan penilaian dalam pembelajaran harus dirancang sedemikian rupa supaya dapat mengukur dan memberikan informasi mengenai pencapaian kompetensi siswa yang diperoleh selama proses pembelajaran yang meliputi kegiatan belajar tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur.


Ada banyak macam teknik penilaian atau asesmen yang dapat dilakukan secara komplementer (saling melengkapi) sesuai dengan kompetensi yang dinilai sehingga dapat memberikan gambaran yang akurat tentang perkembangan belajar siswa. Tujuan dan fungsi kegiatan penilaian dalam pembelajaran antara lain sebagai berikut:


Bentuk-bentuk penilaian atau asesmen ada banyak tergantung tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Contoh bentuk asesmen yang sudah umum dilakukan di sekolah adalah observasi, penilaian diri, penilaian antar teman, ulangan harian, penugasan, tes praktik, proyek, dan portofolio, yang semuanya disesuaikan dengan karakteristik kompetensi. Secara umum, penilaian untuk melihat hasil belajar siswa dilaksanakan untuk memenuhi fungsi formatif dan sumatif. Itulah sebabnya istilah asesmen formatif dan sumatif sudah sering sekali didengar dalam dunia pendidikan. Berikut ini akan dibahas lebih lanjut tentang asesmen formatif dan sumatif. Stay tune, ya!


Asesmen formatif adalah proses mengumpulkan data mengenai sejauh mana kemajuan siswa dalam menguasai kompetensi yang ditargetkan. Dengan data yang diperoleh akan diinterpretasikan dengan teliti supaya guru dapat memutuskan kegiatan pembelajaran yang efektif bagi siswa agar dapat menguasai materi/kompetensi secara optimal. Tujuan asesmen formatif adalah untuk mengevaluasi proses pemahaman siswa terhadap pelajaran, kebutuhan pembelajaran, dan kemajuan akademik selama proses pembelajaran.


Penilaian formatif membantu Guru Pintar memantau pembelajaran siswa dan memberikan umpan balik yang berkala, dan berkelanjutan. Bagi sekolah, asesmen formatif berfungsi memberikan informasi mengenai tantangan apa saja yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran projek sehingga dukungan yang memadai dapat diberikan. Sedangkan bagi siswa, asesmen formatif berfungsi untuk membantu mereka dalam mengidentifikasi kekuatan dan aspek yang perlu dikembangkan.


Pengertian asesmen sumatif adalah penilaian yang dilakukan pada setiap akhir satu satuan waktu. Penilaian sumatif mencakup lebih dari satu pokok bahasan yang dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana siswa telah dapat berpindah dari suatu unit pembelajaran ke unit pembelajaran berikutnya. Evaluasi sumatif sering dilakukan dengan menggunakan tes-tes pada akhir suatu periode pengajaran tertentu, yang meliputi beberapa atau semua unit pelajaran yang diajarkan dalam satu semester.


Penilaian sumatif di sekolah biasanya dilaksanakan setelah sekumpulan program pelajaran selesai diberikan. Penilaian sumatif akan menghasilkan nilai atau angka yang kemudian digunakan sebagai keputusan pada kinerja siswa. Hasil penilaian sumatif digunakan untuk menentukan klasifikasi penghargaan pada akhir kursus atau program yang dituliskan di buku raport. Penilaian ini dirancang untuk merekam pencapaian keseluruhan siswa secara sistematis.


Penilaian sumatif tidak terlalu memberikan dampak secara langsung pada pembelajaran, meskipun seringkali mempengaruhi keputusan yang mungkin memiliki konsekuensi bagi siswa dalam belajar. Tujuan asesmen sumatif adalah sebagai alat untuk mengukur kemampuan dan pemahaman siswa dan sebagai sarana memberikan umpan balik kepada siswa. Evaluasi sumatif juga memiliki fungsi untuk memberikan umpan balik kepada staf akademik sebagai ukuran keberhasilan pembelajaran, akuntabilitas dan standar pemantauan staf akademik, serta sebagai sarana untuk memotivasi siswa.


Dikutip di laman guru.kemdikbud.go.id, definisi penilaian formatif adalah penilaian atau asesmen yang bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran, serta mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran. Tujuan penilaian formatif dapat dilakukan di awal dan di sepanjang proses pembelajaran.


Maksud dari penilaian formatif ini lebih menunjukkan informasi perkembangan dan kendala apa saja yang dihadapi oleh peserta didik dalam proses belajar mengajar. Dan asesmen ini dilakukan sejak tahun ajaran dimulai tanpa menggunakan indeks angka untuk mengukur pemahaman siswa.


Lalu, apa itu penilaian sumatif ? Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah bertujuan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran dan/atau Capaian Pembelajaran (CP) murid, sebagai dasar penentuan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan.


Perbedaan lainnya mengenai asesmen formatif dan sumatif terletak pada waktu penilaian itu dilakukan, jika formatif dilakukan sejak awal maka penilaian sumatif diberikan setelah proses pembelajaran berakhir.


Ketika melakukan penilaian secara menyeluruh, Anda mungkin masih bingung harus menggunakan teknik seperti apa untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Berikut ini beberapa instrumen formatif dan sumatif yang bisa digunakan oleh guru, yakni:


Dalam asesmen formatif, instrumen observasi sangat penting dilakukan untuk mengetahui perilaku peserta didik secara bertahap. Observasi yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan tugas kelompok maupun individu. Dengan cara ini, seorang guru bisa menganalisis bagaimana sifat peserta didik dalam bekerjasama maupun menyelesaikan tugas seorang diri.


Instrumen penilaian selanjutnya adalah memberikan proyek atau tugas yang harus dikerjakan oleh siswa dalam waktu tertentu. Projek tersebut dapat berupa hasil karya seni, penelitian di bidang sains, atau projek kelompok pentas teater. Hasil dari penilaiannya ini dapat berupa angka dan perkembangan siswa dalam menyelesaikan suatu tantangan.


Untuk mengukur pemahaman siswa lebih lanjut dan sifatnya akurat, tentu saja menggunakan tes dengan soal tertulis dan tes lisan. Kedua tes ini dapat mengukur kompetensi siswa dan menjadi rujukan keberhasilan guru dalam menyampaikan materi selama satu semester. Adapun bentuk-bentuk tes yang bisa dipilih yakni dengan soal pilihan ganda, esai, atau hafalan.


Untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, semua tugas-tugas yang diberikan dapat dikumpulkan dan dijadikan portofolio. Bisa dikatakan bahwa portofolio tersebut sebagai bentuk apresiasi atau pencapaian siswa dalam menyelesaikan semua tugas dalam kurun waktu tertentu.


Setelah projek atau tugas selesai, Anda bisa mengecek dan memberikan tanggapan mengenai tugas tersebut. Apabila tugas tersebut belum sesuai dengan harapan Anda, maka berikan saran dalam penyusunan laporannya.


Setelah tes selesai, guru menganalisis hasil tes tersebut dan memberikan nilai akhir bagi setiap siswa. Nilai akhir tersebut akan menjadi acuan untuk menentukan kelulusan siswa pada semester tersebut.


Asesmen Madrasah adalah penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan madrasah yang bertujuan untuk mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran. Asesmen Madrasah merupakan ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan dalam hal ini adalah madrasah, yang berupa pengukuran capaian kompetensi siswa dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.


Asesmen Madrasah Tahun 2023 diselenggarakan dalam rangka menjamin kualitas dan pencapaian standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan madrasah, di akhir jenjang pendidikan tahun pelajaran 2022/2023. Asesmen Madrasah (AM) diselenggarakan oleh madrasah yang sudah memiliki Ijin Operasional dan Nomor Statistik Madrasah (NSM) serta terdaftar pada Pangkalan Data EMIS Kementerian Agama.


Peserta Ujian Madrasah merupakan peserta didik pada akhir jenjang pendidikan jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) sebagai salah satu persyaratan untuk penentuan kelulusan.


Asesmen Madrasah adalah asesmen sumatif yang diselenggarakan pada akhir jenjang pendidikan madrasah untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik sesuai Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan. Fungsi dari asesmen madrasah salah satunya adalah untuk penentuan kelulusan peserta didik dari madrasah. Oleh karena itu kualitas instrumen atau soal asesmen menjadi sangat penting.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages